Title : Kyu Hyun The Series
Main Cast :
- Kyu Hyun
- Chang Min
- Dong Hae
- Hyuk Jae
Summary : Melanjutkan jalan-jalan yang dilakukan oleh kakak beradik, Dong Hae dan Kyu Hyun.
** Jalan-jalan **
Dong Hae masih menemani Kyu Hyun ditaman dekat rumah mereka. Saat ini Kyu Hyun dan Dong Hae tengah membuat istana dari pasir yang memang disediakan di tengah-tengah taman itu. Kyu Hyun menantang Dong Hae untuk lomba membuat istana. Dong Hae mengiyakan saja tantangan dari Kyu Hyun.
"Punya hyung sudah jadi, Kyunie.." ujar Dong Hae, menatap Kyu Hyun yang masih sibuk menumpukkan segenggam demi segenggam pasir untuk istananya.
"Cudah jadi? Kenapa cepat cekali hyung? Punya Kyunie belum jadi…"
"Karena tangan hyung lebih besar dari tangan Kyu Hyun-nie.. mungkin karena itu istana hyung lebih cepat jadi.."
Mata bulat Kyu Hyun menatap jemari kakaknya. Bocah itu kini melangkah dan duduk dipangkuan Dong Hae. Melupakan istana buatannya, yang sebenarnya hanya terlihat seperti gundukan pasir. Tangan mungil Kyu Hyun memegang jemari kanan Dong Hae. Kemudian tangan kanannya yang mungil itu Kyu Hyun tempelkan pada tangan kanan Dong Hae. Kyu Hyun terlihat bingung karena tangannya yang kecil, berbeda dengan kakaknya.
"Kenapa tangan Kyunie kecil ya hyung? Tangan hyung becal cekali.."
Dong Hae tersenyum. "Karena Kyu Hyun-nie masih kecil.. kalau sudah besar, tangan Kyu juga akan besar.." jawab Dong Hae kemudian.
"Cepelti tangannya dinocaulus?" tanya Kyu Hyun sambil berseru menirukan suara dinosaurus.
"Haha.. Kyu Hyun-nie tahu darimana soal dinausaurus?"
"Waktu Kyu main cama Minnie dilumah Hyuk hyung.. Hyuk hyung cedang nonton pilm dinocaulus.. tangannya becaaaaaal cekali…" ujar Kyu Hyun kemudian merentangkan tangannya saat menyebutkan besar.
"Tapi hyung, nanti kan jelek kalau tangan Kyu cepelti dinocaulus.. " gumam Kyu Hyun.
"Haha.. nanti suara Kyu juga jadi suara dinausaurus.. seperti ini.. roaarr~" Dong Hae menirukan suara dinausaurus sambil menggelitik perut Kyu Hyun. Sontak membuat Kyu Hyun tertawa kencang, geli.
"Hahaha… hyuung geliiii… hahaha… hyung…"
Dong Hae tertawa melihat Kyu Hyun begitu menggemaskan dengan tawa lebar. Wajahnya memerah karena terus tertawa. Dong Hae menghentikan aksinya.
"Kyu mau jajan tidak?"
"Jajan? Mau! Kyu mau jajan!" sorak Kyu Hyun langsung meloncat-loncat gembira.
"Pelut Kyu bunyi teluc dalitadi.. cepelti ada yang cedang main dlam.."
"Aigoo~ perut ini lapar ya?" tanya Dong Hae sambil menepuk-nepuk pelan perut Kyu Hyun yang sedikit buncit. Adiknya memang lucu sekali dengan tubuh gempalnya..
Kyu Hyun mengangguk-anggukkan kepalanya, menggemaskan.
"Baiklah. Hyung akan beli makanan dulu. Kyu tunggu disini saja ya?"
"Oke. Tapi Hyung jangan lama ya?" pinta Kyu Hyun sambil duduk didekat istana pasir buatan Dong Hae.
"Tidak akan lama. Lagipula Kyunie bisa melihat hyung kok. Hyung beli tteokpokki didepan sana." Ujar Dong Hae sambil menunjuk sebuah kedai. "Tunggu disini. Jangan kemana-mana. Kalau ada orang yang tidak Kyunie kenal mengajak bicara Kyunie. Kyu teriak ya? Panggil hyung, arrachi?"
Kyu Hyun mengangguk. Kemudian bocah menggemaskan itu menatap hyung nya yang sudah melangkah menuju kedai tteokpokki beberapa meter didepan mereka. Dan benar kata hyung nya, Kyu Hyun masih bisa melihat hyung nya itu. Tidak ada yang bisa Kyu Hyun lakukan, bocah itu kini mulai memperhatikan istana pasir buatan Dong Hae dengan istana pasir buatan dirinya.
"Mmm.. ictana pacil nya Hae hyung baguc cekali.." puji Kyu Hyun dengan senyum menggemaskannya. Kemudian matanya melirik istana pasir buatannya.
"Ictana pacil Kyu jelek!" ketus Kyu Hyun sambil membuang muka. Tidak ingin melihat istana pasir miliknya.
"Adik kecil.."
Kyu Hyun langsung menoleh kearah kanan saat mendengar suara seorang pria. Kyu Hyun bisa melihat seorang pria seusia ayahnya duduk disampingnya. Senyum ramah mengarah padanya. Mata Kyu Hyun mengerjap beberapa kali, sebelum akhirnya tersadar apa yang sedang terjadi.
Ada orang yang tidak ia kenal mengajaknya bicara.
Bibir Kyu Hyun melengkung kebawah, matanya mulai berkaca-kaca.
"Hae hyung.." lirih Kyu Hyun sambil menatap Dong Hae yang masih berada di kedai.
"Hmm.. adik kecil kenapa?"
Kyu Hyun menjauh saat pria itu mencoba untuk memegang bahunya.
"Adik kecil sendirian kesini?"
Kyu Hyun merasa ketakutan sekarang. Tanpa pikir panjang, tangan mungilnya mengambil segenggam pasir dan langsung melemparkannya kearah pria itu. Kemudian Kyu Hyun berlari dan berteriak sekeras-kerasnya. Memanggil Dong Hae.
"HAE HYUUUUNG~~~"
Dong Hae langsung membalikkan tubuhnya saat mendengar teriakan Kyu Hyun. Matanya membulat melihat Kyu Hyun berlari kencang kearahnya.
"Kyu jangan lari! Nanti Kyu-"
BRUKK
"Omo! Kyu Hyun-nie.."
Dong Hae segera berlari melupakan pesanan yang sedang ia tunggu saat melihat Kyu Hyun terjatuh. Dong Hae segera membantu Kyu Hyun berdiri. Matanya menatap cemas Kyu Hyun saat melihat lutut Kyu Hyun terluka. Bibir bocah menggemaskan itu pun terlihat berdarah.
"Aigoo~ Kyu Hyun-nie kenapa larinya kencang sekali? Gwenchana?" tanya Dong Hae.
"Appo hyung.. hiks.. hiks.."
Melihat Kyu Hyun menangis kesakitan membuat Dong Hae merasa bersalah. Mata Dong Hae pun mulai berkaca-kaca.
"Kita pulang ya? Hyung gendong ne?"
Kyu Hyun hanya mengangguk. Tangisannya masih terdengar. Dong Hae segera menggendong Kyu Hyun dengan hati-hati. Kepala Kyu Hyun bersandar pada bahu Dong Hae. Dong Hae segera meninggalkan taman itu. Dong Hae hanya ingin segera pulang agar Kyu Hyun bisa cepat diobati. Bahkan Dong Hae tidak mempedulikan beberapa warga yang ingin mengantarnya pulang.
"Kyu Hyun-nie appo?"
"Ng.. Appo.. Hiks.. " Kyu Hyun mengangguk kecil. Tubuhnya terasa sakit. Apalagi lutut dan bibirnya. Terasa perih sekali. Mulutnya juga terasa tidak enak karena ada darah. Sungguh kasihan uri Kyu Hyun-nie.
"Sebentar lagi kita sampai rumah. Nanti eomma pasti akan menyembuhkan sakit Kyunie.. Kyunie tahan sebentar lagi ya?"
Kyu Hyun hanya mengangguk.
** Jalan-jalan **
Dong Hae mengetuk pintu keras dengan kakinya. Karena tangannya masih menggendong Kyu Hyun.
"Eomma, appa, buka pintunya!" teriak Dong Hae.
Nyonya Lee yang sedang duduk diruang tengah langsung berjalan tergesa-gesa saat mendengar teriakan putra sulungnya. Dibuka pintu rumahnya, dan terkejut melihat keadaan Kyu Hyun.
"Omo, Kyu Hyun-nie! Apa yang terjadi?" tanya Nyonya Lee cemas sambil mengambil alih Kyu Hyun dari Dong Hae. Segera digendongnya Kyu Hyun didepan. Dong Hae mengikuti langkah Nyonya Lee dari belakang.
"Kyu Hyun-nie jatuh eomma.. cepat obati Kyunie.. dia kesakitan eomma.. hiks.." tanpa sadar Dong Hae menangis karena terlalu mencemaskan adiknya.
Nyonya Lee segera membaringkan Kyu Hyun diranjang kamarnya. Dong Hae hanya bisa memperhatikan ibunya yang sibuk mengambil obat untuk luka Kyu Hyun. Tuan Lee yang baru tiba dikamar melihat Dong Hae yang terdiam. Diajaknya Dong Hae keluar kamar.
"Sudah jangan menangis.."
"Tapi, hiks.. Kyunie jatuh appa.. hiks.. "
Tuan Lee mengusap punggung Dong Hae berulang kali.
"Aigoo~ uri Dong Hae mengkhawatirkan Kyunie?"
"Ne.. hiks.."
"Tapi, kalau hyung nya menangis seperti ini. Kyu Hyun-nie akan sedih."
"Benarkah appa?"
Tuan Lee mengangguk dengan raut wajah pasti. Dong Hae segera menghapus air matanya kasar.
"Kalau begitu, Hae tidak akan menangis lagi. Agar Kyunie tidak sedih. Ne appa?"
Tuan Lee tersenyum. Merasa bangga sekaligus senang melihat dua putra nya yang saling menyayangi.
"Benar. Nah, sekarang lebih baik Hae temani Kyunie.."
Dong Hae mengangguk. Dengan senyum ceria nya, Dong Hae berjalan menghampiri Kyu Hyun yang masih terbaring. Adiknya sudah tidak menangis lagi. Luka dilututnya sudah tertutupi oleh perban. Sudut bibirnya yang terluka pun sudah tertutupi oleh plester.
"Hyuungie~~ Kyunie appo~" adu Kyu Hyun dengan wajah memelas saat melihat kakaknya masuk kekamar. Kedua tangannya terangkat seolah ingin memeluk Dong Hae. Dong Hae mempercepat langkahnya, kemudian duduk disamping kiri Kyu Hyun. Kyu Hyun segera bersandar pada Dong Hae.
"Kyunie appo?"
"Ng."
"Eodie appo?"
"Igeo.." tunjuknya pada lutut kanan.
"Igeo." Tunjuknya pada lutut kiri.
"Igeo." Dan terakhir menunjuk sudut bibirnya.
"Aigoo~ kasihan sekali uri saengie.." ujar Dong Hae. Kemudian Dong Hae meniup beberapa kali ketiga luka Kyu Hyun.
"Sakit, sakit, cepat pergi. Jangan ganggu Kyunie lagi."
Kyu Hyun hanya terdiam sambil mengerjapkan matanya melihat kelakukan Dong Hae.
"Hae hyung cedang apa?"
"Hyung sedang mengucapkan mantra agar sakitnya Kyu Hyun segera pergi.."
"Mantla? Apa itu mantla hyung?"
Dong Hae mengerutkan dahi. Mantra itu apa ya?
Mata Dong Hae menatap Kyu Hyun. Kakak beradik itu saling tatap dengan sesekali mengerjapkan mata mereka. Membuat senyum langsung terpatri dibibir Nyonya Lee. Anak-anaknya sungguh menggemaskan.
"Jadi, mantla itu apa hyung?"
Dong Hae masih menatap Kyu Hyun, begitu pula dengan Kyu Hyun.
"Ng.. mantra itu.. mm.."
Dan akhirnya-
"Eomma mantra itu apa sih?"
Tawa Nyonya Lee langsung terdengar begitu mendengar pertanyaan dari Dong Hae dengan wajah polosnya. Benarkan? Anak-anak Nyonya Lee begitu menggemaskan.
"Eomma, jangan tertawa.. mantra itu apa?"
"Iya, eomma jangan teltawa. Mantla itu apa cih eomma?"
The End
Kkeut!
Halo reader-deul.. ketemu lagi sama ff ini..
Bagaimana chapter ini? Agak kurang yakin sama chapter ini, soalnya ngerjainnya berebut sama tugas kuliah..
Tapi apapun itu, terima kasih untuk semua reader yang udah review.. *bow bareng Kyunie*
Kyu : jangan bocan-bocan baca ff ini ya noona noona cantik.. hehe… campai jumpa di celita celanjutnya.. pa pai…
