Title : Kyu Hyun The Series
Main Cast :
- Kyu Hyun
- Chang Min
- Dong Hae
- Hyuk Jae
Summary :Kyu Hyun memainkan ponsel ibunya/Kyunie menjambak rambut hyungnya!/
Kediaman keluarga Lee begitu tenang. Kepala keluarga sedang berada dikantor, dan putra sulung keluarga Lee sedang berada di sekolah. Yang ada dirumah itu hanya Nyonya Lee dan putra bungsu keluarga Lee. Kyu Hyun. Ya bocah itu kini tengah menuruni tangga dengan hati-hati. Kaki mungilnya menuruni tangga dengan perlahan. Seminggu setelah kejadian jatuhnya Kyu Hyun, bocah itu kini sudah sembuh sepenuhnya. Yang tersisa mungkin hanya bekas luka yang kini masih terus diberikan obat salep penghilang bekas luka.
Bocah berpipi tembam itu langsung berlari kecil kearah dapur dimana sang ibu tengah sibuk mengupas beberapa buah. Kemudian tangan mungilnya menarik-narik baju Nyonya Lee. Nyonya Lee langsung tersenyum dan mengelus rambut Kyu Hyun.
"Kyu Hyun-nie sudah bangun, hm?" Kyu Hyun mengangguk. Ya, dia baru saja tidur siang.
"Hyung kemana?" tanya Kyu Hyun.
"Hae masih disekolah. Kakakmu sedang latihan sepak bola. Kyu ingat kan bulan depan Hae hyung akan bertanding dengan sekolah lain?"
"Eum. Kyu ingat! Nanti kita nonton peltandingannya kan eomma?"
Nyonya mengangguk pasti.
"Nah, sekarang Kyunie tunggu diruang tengah ya? Eomma buatkan sup buah kesukaan Kyunie."
"Jeongmal? Yeaaay~~ eomma paling baik! Muach!" Nyonya Lee tertawa kecil melihat Kyu Hyun melakukan gerakan flying kiss dengan tangannya.
Kyu Hyun berjalan dengan senyum lebar. Sampai di ruang tengah, bocah menggemaskan itu berusaha menaiki sofa panjang yang terletak didepan televisi, hanya terpisah oleh meja berbentuk oval. Mata Kyu Hyun membulat lucu, saat melihat salah satu kartun kesukaannya ada dilayar televisi.
"Pika, pikakyu~~ hehehe.." tawa menggemaskan keluar dari mulut Kyu Hyun. Pikakyu sebuah julukan yang diberikan Dong Hae untuknya.
Seruan-seruan lucu terdengar saat Kyu Hyun mulai asyik dengan acara kartun itu. Membuat rumah yang tadinya sepi menjadi ramai.
"Eoo~ pikakyu melompat~"
"Eomma~ penjahatnya datang!" jerit Kyu Hyun dengan tangannya yang meremas bantal sofa. Matanya terlihat serius menatap aksi Pikachu yang tengah menghadapi musuh.
"Eomma, eomma, pikakyu nya menang~ yeaaayyy~ pikakyu hebat! Cepelti Kyunie! Iya kan eomma?"
"Iya kyunie~" balas Nyonya Lee yang masih berada didapur. Disusul dengan tawa geli dari wanita paruh baya itu melihat anaknya begitu menggemaskan.
Kyu Hyun mengeluh dan memajukan bibir bawahnya saat melihat kartun Pikachu diganti dengan acara lain.
"Ich.. cudah celecai~" keluh Kyu Hyun. Namun tidak lama matanya kembali membulat lucu, kini ada raut bingung bercampur penasaran saat melihat sebuah benda yang ada disofa. Tidak jauh dari duduk Kyu Hyun.
"Ini apa? Eo, poncelnya eomma ya?" tebak Kyu Hyun saat melihat benda pipih berbentuk segi panjang. Benda yang memang sebuah ponsel touch screen milik Nyonya Lee.
"Eumm.. kalau Kyunie pencet ini. Eo?" Ponsel yang memang tidak terkunci itu sukses menjadi bahan penasaran oleh Kyu Hyun. Bocah itu menekan sembarang layar ponsel ibunya. Sampai akhirnya, aplikasi kamera yang terbuka dan terpampanglah wajah menggemaskan Kyu Hyun di ponsel ibunya. Wajah dengan mata bulat dan bibir membulat. Benar-benar menggemaskan.
"Eh, inikan Kyunie.." gumam Kyu Hyun heran. Kenapa di ponsel ibunya ada yang mirip dengannya?
"Eomma, dia ciapa? Kenapa milip cekali dengan Kyunie?"
"Apanya sayang?" tanya Nyonya Lee bingung sambil menghampiri Kyu Hyun dengan semangkuk sup buah ditangannya. Diletakannya sup buah diatas meja. Kemudian duduk disamping Kyu Hyun.
"Ini lho eomma.." Kyu Hyun menunjukkan ponsel didepan Nyonya Lee. Ponsel yang memperlihatkan hasil foto tidak sengaja anaknya.
"Ada olang yang cepelti Kyunie dicana.. itu ciapa eomma?"
Nyonya Lee tertawa gemas mendengar penuturan polos anaknya. Nyonya Lee mengangkat Kyu Hyun kepangkuannya. Dan mengambil alih ponselnya.
"Ini namanya kamera sayang.."
"Kamela?"
"Ne. Dengan ini, kita bisa memfoto semua orang termasuk Kyunie.."
Kyu Hyun hanya menatap ibunya dengan mata polosnya. Nyonya Lee tersenyum.
"Coba Kyunie lihat kesini.." pinta Nyonya Lee sambil menunjuk kearah ponselnya.
"Eo.. itu Kyunie cama eomma.. eomma lihat, ada Kyunie!" seru Kyu Hyun antusias.
"Benar. Disana ada eomma dan Kyunie. Dan kita bisa mengambil gambar dengan ini. Ayo, cheese.."
Nyonya Lee tertawa pelan melihat ekspresi bengong Kyu Hyun yang terambil oleh kameranya. Kemudian nyonya Lee memeluk Kyu Hyun erat. Kyu Hyun hanya tertawa meski ia tidak begitu mengerti kenapa ada gambar dirinya dan eomma di ponsel itu.
Jam dinding sudah menunjukkan angka delapan. Keluarga Lee sudah menyelesaikan makan malam mereka. Kini mereka sedang berkumpul diruang tengah dengan beberapa cemilan yang dibuat oleh Nyonya Lee. Kyu Hyun sendiri sedang sibuk dengan susu coklatnya sambil melihat Dong Hae mengerjakan tugas sekolahnya. Putra sulung itu tidak mau mengerjakan tugas sekolah dikamarnya. Kyu Hyun menyerahkan botol susu coklatnya pada Nyonya Lee kemudian berjalan pelan menghampiri Dong Hae dan duduk manis disamping kakaknya.
"Hyungie~"
"Hmm"
Kyu Hyun mengerucutkan bibirnya. Sedikit sebal karena dari tadi hyung nya ini sibuk dengan kertas-kertas itu. Tadi sore juga Kyu Hyun tidak bisa bermain dengan Dong Hae karena kakaknya itu kelelahan. Alhasil, Kyu Hyun malah kabur kerumah keluarga Shim dan bermain air bersama Chang Min.
"Hyuuung~~" kali ini Kyu Hyun menggesek-gesekkan (?) kepalanya ke lengan kiri Dong Hae. Seperti anak kucing yang sedang mencari perhatian.
"Ish, Kyunie diam dulu. Hyung sedang ngerjain tugas buat besok."
Kyu Hyun duduk tegak menghadap Dong Hae dari samping kiri. Matanya menyipit dan wajah sebalnya muncul. Kemudian apa yang dilakukan Kyu Hyun membuat anggota keluarga Lee terkejut. Pasalnya tanpa ragu, Kyu Hyun menjambak rambut Dong Hae. Meski hanya satu tarikan tapi tetap membuat Dong Hae mengaduh kesakitan.
"Appo! Ya! Apa yang Kyunie lakukan?!" dan tanpa sadar, Dong Hae berseru kesal pada Kyu Hyun. Serta dengan mata yang menatap Kyu Hyun tajam.
"Kyunie kenapa menjambak rambut hyung? Itu tidak boleh sayang.."
Belum habis rasa terkejut Kyu Hyun karena merasa Dong Hae memarahinya. Kali ini dia bisa melihat ibunya yang menatapnya dengan pandangan menegur. Hal itu membuat Kyu Hyun bertambah kesal sekaligus sedih. Matanya mulai berkaca-kaca, dan bibirnya mulai melengkung ke bawah. Pertanda akan-
"Huwaaa~~ Kyunie.. hiks.. kyunie cuma ingin main cama hyuuungie~~ huwaaa~~ kenapa.. hikss.. hikss… kenapa Kyunie dimalahin… huwaaa~~~"
Dong Hae mengerjap. Dengan cepat Dong Hae mengais Kyu Hyun. Menepuk-nepuk punggung Kyu Hyun pelan. Membuat Nyonya Lee yang ingin melakukan itu mengurungkan niatnya dan hanya melihat salah satu adegan yang membuatnya bangga.
"Aigoo.. aigoo.. mian.. maafkan hyung ne.. hyung tidak marah pada kyu.."
"Bohong.. hyungie.. hiks.. hiks.. hyungie malah cama Kyu.. tadi.. hiks.. tadi hyung teliak cama kyu.. huwee~~"
"Bukan. Bukan seperti itu. Hyung hanya kaget karena Kyunie menjambak rambut hyung." Jelas Dong Hae "Kan sakit kalau rambut kita dijambak.." lanjutnya pelan meski masih terdengar oleh Kyu Hyun. Membuat Kyu Hyun menatap Dong Hae.
"Lambut hyung cakit kalna Kyunie ya?" tanya Kyu Hyun sedih sambil menyentuh rambut yang dijambaknya tadi.
"Ne.. lainkali, Kyunie tidak boleh seperti itu ya? Apalagi kalau sama orang lain.."
"Gak boleh?" tanya Kyu Hyun polos. Sekarang tangisannya mulai berhenti.
"Eum. Tidak boleh. Nanti orang lain akan marah sama Kyunie. Kyunie mau dimarahi?"
Kyu Hyun langsung menggeleng kuat kemudian memeluk Dong Hae erat sambil menggumamkan maaf.
"Maaf Hae hyung.."
"Gwenchana.. hyung juga minta maaf karena tidak bisa menemani Kyu main seharian ini.." ujar Dong Hae "Nah, sebagai gantinya.. besok hyung akan belikan bungeopang dan es krim.. kyunie mau?"
Penawaran itu membuat Kyu Hyun melepas pelukannya. Matanya berbinar bahagia menatap Dong Hae.
"Mau! Mau! Kyunie mauuu~~" Dong Hae hampir menjatuhkan Kyu Hyun. Karena Kyu Hyun melonjakkan tubuhnya.
"Sudah.. Kyunie turun dulu ya? Hyung mau ngerjain tugas lagi.."
"Ne.. tulun.. tulun.."
Dong Hae menurunkan Kyu Hyun dan kembali berkutat dengan tugas sekolahnya. Sedangkan Kyu Hyun jadi anak baik yang duduk manis disamping kakaknya. Nyonya Lee tersenyum penuh bangga melihat bagaimana persaudaraan Dong Hae dan Kyu Hyun.
"Uljima yeobo.." Nyonya Lee langsung menoleh kearah kanan saat mendengar suaminya berkata seperti itu. Tangan kanannya kini digenggam oleh kedua tangan Tuan Lee. Nyonya Lee memang merasa terharu hingga tidak sadar menitikan airmata karena melihat kedua putranya. Keduanya tersenyum melihat kakak beradik yang masih setia dengan aktivitasnya.
Tapi, memang Kyu Hyun bukanlah bocah yang bisa berdiam diri terlalu lama. Matanya kini menatap angka-angka yang tertera dibuku tugas Dong Hae.
"Ini.. catu dan dua.. ya kan hyung?" tanya Kyu Hyun sambil menunjuk angka 12. Dong Hae yang memang sudah selesai mengerjakan tugasnya tersenyum mendengar tebakan Kyu Hyun. Adiknya terbilang cerdas. Kyu Hyun sudah bisa menghitung sampai sepuluh.
"Bukan, tapi dua belas.."
"Duabelas?" kening Kyu Hyun mengerut.
"Ne.. dua belas itu hasil dari sepuluh.." Kyu Hyun merentangkan kedua jemari Kyu Hyun didepan wajah Kyu Hyun. "ditambah duaa.." dan menambahkan dua jari kanannya..
"Jadi hasilnya dua belas.."
Kyu Hyun hanya mengangguk-angguk.. kemudian berucap
"catu.. dua.. tiga.. empat.. lima.. enam.. tujuh.. delapan.. cembilan.. cepuluh.." hitung Kyu Hyun sambil menurunkan satu persatu jemarinya sesuai dengan hitungannya. Tapi berhenti saat akan menurunkan satu jari kakaknya.
"Cetelah cepuluh apa hyung?" tanyanya penasaran.
"Sebelas.. "
"Cebelas… dua belas…" Dan Kyu Hyun berhasil menambah hitungannya sampai dua belas malam itu.
"Kyunie bisa hitung campai dua belas! Yeaaayy~~ Kyunie pintal~~" teriak Kyu Hyun girang sambil melompat-lompat. Kali ini dia berlari kearah sang ayah dan meletakkan kedua tangan mungilnya dikedua paha Tuan Lee.
"Appa, appa, Kyunie hebatkan? Kyunie bica belhitung campai dua belas.. hebat kan appa?" tanyanya. Terlihat dengan jelas bahwa Kyu Hyun ingin mendengar pujian dari ayahnya.
"Ne. Kyunie anak appa yang pintar.." puji Tuan Lee sambil mengacak rambut Kyu Hyun. Kyu Hyun hanya menunjukkan senyum lebar. Merasa bangga karena mendengar pujian dari ayahnya.
Ting Tong
Kegiatan keluarga Lee terhenti saat mendengar bel rumah mereka berbunyi. Nyonya Lee langsung berdiri dan melangkah menuju pintu rumah megah itu. Disusul dengan Tuan Lee dibelakangnya. Meninggalkan Dong Hae dan Kyu Hyun yang berdiri dengan raut wajah bingung.
"Ciapa yang datang ya hyung? Kan cudah malam, bukannya tidul ya hyung?"
Dong Hae hanya tertawa mendengar ucapan polos dari adiknya. Akhirnya, Dong Hae menggenggam tangan kanan Kyu Hyun dan mengajak adiknya menuju ruang tamu. Bisa terlihat seorang namja tinggi dengan tubuh yang tegap duduk disalah satu kursi diruang tamu. Ada juga wanita cantik yang duduk disampingnya dengan seorang namja seusia Dong Hae ditengah-tengah.
Kyu Hyun menatap pria tegap itu dengan raut wajah ketakutan. Dan raut wajah itu tertangkap oleh Dong Hae.
"Kyunie kenapa?"
Sebelum mendengar jawaban Kyu Hyun. Ayahnya sudah menyuruh mereka memperkenalkan diri.
"Hae, Kyunie, ayo perkenalkan diri kalian.."
Dong Hae mengangguk sambil tersenyum. Dong Hae sudah siap akan memperkenalkan diri. Tapi-
"Jangan hyuung~ dia itu olang jahat! Eomma, dia haluc pelgi!"
Semua orang terkejut mendengar jeritan Kyu Hyun. Nyonya Lee membawa Kyu Hyun kepangkuannya.
"Kyunie ada apa? Kenapa bicara seperti itu?"
"Dia olang jahat eomma.." jawab Kyu Hyun pelan sambil menyembunyikan wajahnya dileher Nyonya Lee. "Dia itu olang yang mengajak Kyunie bicala ditaman. Ucil dia eomma. Nanti dia jahat cama kita.." lanjutnya.
Penuturan itu sontak membuat Tuan Jung –orang yang dianggap jahat oleh Kyu Hyun- tertawa geli.
"Aku memang bertemu dengan Kyu Hyun-nie ditaman. Saat aku menyapa dia, dia langsung berlari ketakutan dan akhirnya terjatuh. " jelas Tuan Jung yang membuat Tuan dan Nyonya Lee tersenyum mengerti.
"Tadinya aku mau langsung kemari untuk melihat Kyu Hyun. Tapi karena sibuk, jadi aku baru bisa kesini sekarang." Lanjut Tuan Jung.
"Kyunie, Kyunie tidak boleh takut. Ahjusshi itu bukan orang jahat. Dia teman baik appa dan eomma." Beritahu Nyonya Lee. Kyu Hyun mendongak menatap sang ibu.
"Teman baik?"
"Iya. Seperti Kyunie dengan Chang Min. Seperti Hae hyung dengan Hyuk Jae hyung. Kyunie mengerti?"
"Cepelti Minnie dan Kyunie ya?" Nyonya Lee mengangguk membenarkan. Kyu Hyun langsung meronta ingin turun. Setelah turun, Kyu Hyun langsung membungkukkan tubuhnya sekali dan menatap Tuan Jung dengan pandangan memelas.
"Annyeonghaceyo acjuci. Mian Kyunie bilang acjuci olang jahat."
"Aigoo.. Kyunie lucu sekali.. tidak apa-apa.." balas Tuan Jung.
"Eumm.. Kyunie belum pelkenalkan dili.." gumam Kyu Hyun, lebih pada dirinya sendiri. Kemudian, sekali lagi Kyu Hyun membungkukkan tubuhnya dan menatap keluarga Jung bergantian.
"Annyeonghaceyo, Lee Kyu Hyun imnidaa~~" ujarnya memperkenalkan diri. Kemudian Kyu Hyun menatap Dong Hae.
"Hyung.. kenalkan dili hyung.. ppali ppali.." Dong Hae yang tadinya terbengong-bengong langsung sigap dan memperkenalkan dirinya.
TBC
Kyunie : noona noona cantik.. maap yaa Kyunie datangnya telat.. Kyunie cibuk cih… hehehe…
Me : oke.. ini lanjutan cerita Kyu the series.. semoga memuaskan saja.. ini dikerjakan ditengah2 tugas yg menumpuk.. tadinya sempet hilang mood buat lanjutin ff ini.. tapi,, ngebayangin ada readers yg nunggu ff ini (emang ada?) jadi semangat lagi.. meski maaf kalau tidak sesuai harapan.. oh ya, pas Kyunie main2 sama ponsel ibunya.. itu terinspirasi dari foto Kyu Hyun oppa kemarin yang rame dibicarain. Lucu banget itu mukanya.. bener kayak bocah lagi mainin hape orang terus kepencet aplikasi kamera.. hehe..
Kyunie : Ich, authol (?) nya ngomong mulu.. kan Kyunie mau papai papai sama noona noona cantik.. papaaaai~~ ketemu lagi dicelita celanjutnya yaaa… muaaaccchhh~~~~jangan lupa ripiu nya yaaa….
