.
Kepala sekolah masih saja mengoceh tentang beruntungnya anak kelas 1 yang sudah diterima di sekolah ini–di sekolahnya. Sekolah Sehun bukanlah sekolah yang asal-asalan, tapi bukan juga sekolah yang kelas bintang 5. Tapi tetap, sekolahnya ini adalah sekolah favorit di kota dan Sehun tidak peduli akan hal itu. Sehun bersekolah disini karena Ayahnya yang dipindahkan dari penempatan kerjanya, tidak ada faktor lain.
Oh Sehun adalah murid yang masuk peringkat 5 besar murid yang memiliki test terbaik, dan Kepala sekolahnya masih saja mengoceh panjang kali lebar.
Wait
Hurt/Comfort, Romance, Drama, Boys Love
M
Oh Sehun, Kim Jongin
warn: lilbit frontal sex!HunBaek
EXO © SM Entertainment
Member EXO © GOD
Hari-hari sekolahnya terkesan biasa meskipun dia memiliki teman yang asyik. Setiap Sabtu malam, Sehun akan menghabiskan dunianya bersama teman-temannya–bukan teman-teman sekolahnya, pergi clubbing. Menonton wanita dan lelaki telanjang yang menari pole dance–striptease meskipun umurnya sendiri belum genap 18 tahun.
Terima kasih pada Kim Minseok dan Zhang Yixing–teman lama Sehun yang kini berumur 23 tahun yang sudah membawanya kembali ke dunia yang membuat Sehun benar-benar terpuaskan.
"Kau menikmatinya?" Minseok berteriak; bertanya saat pertama kali dia mengajak Sehun pergi clubbing.
"Ya," Sehun menjawab dengan berteriak juga, sambil menganggukkan kepalanya.
Dan saat ini, saat Sehun tengah terduduk manis di sebuah sofa di balik bilik entah nomor berapa, dia seperti melihat sesosok lelaki yang dia kenal.
Sehun terus menamatkan pandangannya pada sosok pemuda yang memakai hem bermotif kotak-kotak dan celana pensil yang ketat dengan kaki pendeknya.
Oh,
Dia adalah Byun Baekhyun, teman sekelasnya dan sekaligus anak yang masuk bersamanya dalam 'Murid yang masuk 5 besar dalam test'–dia tahu itu, karena Baekhyun sendiri yang membicarakannya sewaktu perkenalan pertama di kelas mereka.
"Ada apa, Sehun?" Yixing bertanya padanya saat melihat Sehun seperti memandangi sesuatu yang aneh.
"Ada teman sekelasku disini, hyong." Kemudian, Sehun berdiri dari tempatnya duduk dan berjalan ke tempat dimana Baekhyun berdiri. Sehun dengan santai menepuk pundak Baekhyun dan menemukan bahwa dia tidak salah orang. "Oh Sehun?"
"Apa yang kau lakukan disini, Baek?" Sehun bertanya seperti biasa; agak berteriak, Baekhyun kemudian memasang raut wajah tidak mengerti,
"Hah?" ternyata suara dari musik di club ini sudah meredam suaranya. Lagu yang dimainkan memang terdengar lebih hardcore dari lagu biasanya. Sehun yang tidak mau menghabiskan suaranya lebih-lebih, mendekatkan bibirnya ke telinga Baekhyun dan seketika dia bisa menghirup scent parfum yang digunakan Baekhyun.
Sangat manis dan...
Wow
"Kau sedang apa disini, Baekhyun?"
.
.
.
"Ahhh–Se.. hun–Yaaahh mmhh"
Badan Byun Baekhyun saat ini sedang terhentak naik turun, dengan penis Sehun yang terus membobol manholenya. Posisi uke on top ini benar-benar memuaskan Oh Sehun yang notabene lebih suka bekerja di 'atas'. "Seh–hun–Aahhh!"
Dan lagi, ujung penis Sehun terus menumbuk seonggok daging yang ada di dalam Baekhyun secara brutal hingga kedua tangan yang Baekhyun gunakan untuk menyangga tubuhnya terasa begitu lemas. Penis Sehun masih menerobos masuk ke dalamnya dan Baekhyun masih terus mendesahkan nama Sehun hingga lehernya dialiri keringat dan salivanya sendiri. "Yeaah–feel so good–Ooh, God! Sehun-Sehun-Sehun!"
"Change the position, darling"
Baekhyun dengan sigap mengeluarkan penis Sehun dari dalamnya, dan membalikkan tubuhnya sendiri. Baekhyun lagi-lagi mengarahkan penis Sehun di depan manholenya yang sempit, kemudian mendorong barang itu masuk dan kembali menumbuk sweetspotnya.
"Aaahh–uunghh..."
Badan Baekhyun kembali terhentak naik turun dengan cepat. Sehun bisa melihat dengan jelas wajah bitchy seorang Byun Baekhyun yang lebih terlihat seperti seorang maniak uke-on-top-sex. Wajahnya benar-benar memerah sempurna dengan mulut terbuka dan terus mendesahkan namanya.
SLAP SLAP SLAP
Suara khas gesekan antara kulit pahanya dengan pantat Byun Baekhyun terdengar nyaring di telinga Oh Sehun. Oh... Sehun benar-benar ingin memperkosa lelaki di atasnya sekarang juga–sebenarnya, dia sudah melakukannya sejak tadi. Sehun memainkan jemarinya di dada Baekhyun. Dia memelintir puting si puppy yang terlihat makin nafsu dibuatnya. Sehun menekan puting pink itu, kemudian membuat gerakan melingkar yang membuat Baekhyun benar-benar melayang, "Annghhh–Sehunn–"
"Feeling good, bitch?" Sehun sudah menjauhkan jemarinya dari dada Baekhyun, kemudian mencengkram pinggang Baekhyun. Sehun menghentakkan penisnya sekali, dengan keras, yang tentu saja membuat Baekhyun melayang karena ujung penis Sehun menumbuk sweetspotnya dengan sangat keras pula.
"Aahh–Yess,–Aah ah ahh!"
Sehun menggerakkan penisnya keluar masuk dengan cepat dan tubuh Baekhyun terhentak makin keras karenanya, "A-aku... keluarr... –Aaahh..." Baekhyun kembali cumming untuk yang kesekian kalinya dan Sehun kali ini juga merasakan penisnya akan 'datang'
Sehun mempercepat gerakannya dan mencengkram pinggang Baekhyun dengan kuat, "Aaahh..." kemudian mendesah nikmat karena cum pertamanya yang datang di dalam hole Byun Baekhyun.
.
.
Semalam, setelah selesai melakukan seks–yang–nikmat–dan–wow dengan Byun Baekhyun, mereka sepakat untuk merahasiakannya tapi tidak untuk melupakannya.
Dan pagi harinya, saat Sehun bertemu dengan Baekhyun, mereka benar-benar terlihat seperti teman sekelas yang tidak pernah menghabiskan malam bersama. Masih saling menyapa dan bahkan masuk dalam kelompok kerja yang sama.
Dan obrolan mereka semalam masih membekas di otak Sehun, saat Baekhyun membicarakan tentang 'si peringkat 1'.
.
.
"Kim Jongin?"
Baekhyun yang berada di pelukan Sehun mengangguk, "Hm. Kau tidak tahu? Meskipun cupu begitu, dia termasuk terkenal di sekolah kita."
"Maksudmu, anak yang meraih peringkat 1 dalam test? Kim Jongin itu?" Sehun masih tidak percaya, "Iya. Kau pikir ada berapa anak di sekolah kita yang bernama Kim Jongin?" nada suara Baekhyun mulai kesal.
"Kau terlalu cuek dengan sekitarmu, sih, jadi tidak tahu betapa terkenalnya laki-laki cupu itu."
"Aku bukannya cuek. Aku hanya tidak peduli." Sehun menggendikkan bahunya pelan.
"Sama saja, bodoh!" Baekhyun menarik napasnya agar lebih tenang dalam menghadapi teman sekelasnya yang cuek–tak–cuek satu ini.
"Aku sebenarnya pernah menyukainya dan mendekatinya. Yah, tapi dia terlalu–entah, mungkin pemalu ataukah tidak peduli dan sepertinya dia mengetahui niatku juga, sih, dia jadi diam saja waktu ku ajak mengobrol. Dan membuatku tidak tertarik padanya lagi."
.
.
Saat bel jam masuk berbunyi, Sehun memutuskan untuk membolos kelas dan pergi ke atap sekolah. Pelajaran sejarahnya diisi dengan guru killer dan Sehun tidak peduli akan hal itu, karena pelajaran sejarah benar-benar membosankan dan membuatnya mengantuk.
Saat menaiki anak tangga, Sehun mendengar suara isakan. Sehun pikir itu hanya halusinasinya saja, tapi makin dekat Sehun dengan celah tembok, suara itu terdengar makin keras. Sehun memutuskan untuk mengintip dari balik tembok dan menemukan seorang lelaki yang mengenakan seragam yang sama dengannya, duduk dengan memeluk lutunya, dan menangis.
Sehun menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal, sebenarnya niatnya naik ke atap sekolah ini hanya untuk tidur; menghindari pelajaran sejarah yang membuatnya mengantuk dan firasatnya sekarang jadi tidak enak. "Hei,"
Tenggorokan Sehun tercekat saat lelaki itu mendongakkan kepalanya. Wajahnya babak belur seperti baru saja dipukuli. Sudut bibirnya juga mengalir darah segar, dan juga airmata yang mengalir di pipinya membuatnya seperti menangis darah. Korban bully, ternyata.
Kemudian, lelaki itu kembali menundukkan kepalanya.
"Hei, menangis tidak akan membuat luka-lukamu hilang. Kau bisa berjalan?" Sehun berjalan mendekati lelaki itu. Mungkin karena suara sepatunya yang membentur ubin terdengar keras, lelaki itu kembali mendongakkan kepalanya dan raut wajahnya berubah menjadi ketakutan. "Ja–jangan... Jangan mendekat!"
Tangisan lelaki itu semakin keras, Sehun tidak peduli dan berjongkok di hadapan lelaki itu, "Ku tanya, kau bisa berjalan?"
Tapi lelaki itu masih memasang wajah ketakutan dan menangis dengan keras. Punggungnya makin menyudut ke sudut tembok dengan tubuh gemetar. Sehun hanya berharap tidak ada siapapun yang mendengar tangisan dan teriakan anak ini. "Aku tidak akan memukulmu,"
Sehun mengulurkan tangannya, "Ayo, ku antar ke UKS."
TBC
haloha:V saya back lagi wkwkwk meskipun sudah lama.
untuk yang menunggu lanjutan fanfic ini, selamat membaca, yaaa:v (meskipun ficnya seperti anu dan kurang memuaskan wkwkwk)
