That XX
Casts :
Oh Sehun
Lu Han
Rated : M
Genre : Romance
Warning : typo eperiwer dan cerita yang abal2an
DON'T LIKE DON'T READ
DON'T BE SILENT READER
~keiLu present~
"Enghh shh"
Luhan saat ini sedang berjongkok dan berhadap langsung dengan penis tegak sehun. Dijilatnya penis itu dari pangkal sampai ujung hingga membuat sang empunya menggelinjang ke kegelian. Bahkan saat ini luhan sudah mulai mengemut ujung penis sehun dengan seksual. Sekali-kali ditiupnya penis itu hingga mengeluarkan precum diujungnya. Tanpa segan luhan memasukkan penis besar sehun pada mulut mungilnya yang tentu saja tidak akan muat. Bahkan luhan akan tersedak jika penis itu sesekali mengenai kerongkongannya. Saat penis itu membesar bersiap menyemburkan cairan di dalamnya luhan langsung mengeluarkan pita dari sakunya dan mengikatnya pada ujung penis sehun rapat-rapat.
"Brenghh brenghhsekk kauhh nghh" sungguh malang nasib sehun. Saat dia akan mengeluarkan sperma yang sudah diujung luhan malah menahannya. Rasanya sehun ingin mati saat ereksinya dihentikan begitu saja. Wajah sehun memerah menahan gairah yang sudah diubun-ubun. Ini adalah pengalaman pertama penisnya dimanjakan oleh orang lain dan menjadi pengalaman pertamanya juga dia harus menahan menyemburkan spermanya.
Bukannya marah karna sudah dikatai brengsek luhan malah terkekeh dan bangkit dari atas tubuh sehun menuju sofa yang tadi didudukinya.
Byurr
Luhan mengguyur sisa wine dari botolnya pada tubuh telanjang sehun secara merata. Sehun saat ini benar-benar seksi dengan wajah memerah menahan gairah, keringat yang terus mengalir disekujur tubuhnya, penis yang tegak menantang siap untuk menusuk apa saja termasuk lubang luhan, dan ditambah air wine berharga jutaan milik luhan.
Aroma khas wine langsung menguar memenuhi isi kamar tempat menyekap sehun. Tubuhnya terasa lengket dan menggairahkan disaat yang bersamaan. Katan sehun gila karena menikmati perlakuan luhan padanya.
Luhan mulai menjilati wine yang telah ditumpahkan pada tubuh sehun dengan seksual. Luhan sengaja meliwati nipple dan penis sehun untuk menggoda laki-laki dibawahnya ini. Luhan ingin sehun yang memohon padanya minta dipuaskan. Bahkan luhan dapat merasakan napas sehun yang memberat karna gairah dan sekarang orang itu masih mengedepankan ego nya. Cih dasar keras kepala.
"Nghh shh mhh"
"Sepertinya kau menikmatinya sayang hmm" luhan kembali keatas berhadapan langsung dengan paras sempurna sehun setelah selesai menjilati wine di paha dalam sehun.
"Hh hh hh hh akuhh tidak nghhhhhhh" sehun yang ingin membatah kata-kata luhan malah mendesah keras karna saat ini tangan luhan tengah meremas-remas penisnya dengan kasar.
"Masih keras kepala ternyata"
"A-apahh hh mau mu brenghh sekk"
"Aku mau dirimu"
"Nghhhhhhhhhhh"
Hingga akhirnya luhan melepas pita diujung penisnya sehingga sehun dapat melepas orgasme dengan bebas. Sperma sehun terciprat mengenai tubuh telanjangnya sendiri dan sebagian mengenai sprei dibawahnya.
"Hmm manis" tanpa jijik luhan mencolek sedikit sperma sehun dari sprei dan mengemutnya dengan seksual.
Sehun hanya bisa menatap luhan dengan sayu dan lemas paska orgasme panjangnya. Tubuhnya masih panas akibat perlakuan luhan. Bahkan sekarang sehun sudah tidak berusaha melepaskan ikatan pada tangan dan kakinya.
"Istirahatlah. Besok kau akan menjalani hari yang panjang" bisik luhan lirih di telinga sehun lalu mengecup sekilas bibir sehun yang terbuka. Setelah selesai dengan aktivitasnya luhan langsung beranjak pergi keluar dari kamar sehun.
Sehun yang diperlakukan seperti itu hanya menatap punggung kecil yang sudah menghilang di balik pintu dengan pandangan kosong. Sehun masih belum mengerti apa yang terjadi padanya. Sehun mengaku dia itu normal dan dia masih menyukai wanita berdada besar tapi hanya karna perilaku sedikit luhan pada tubuhnya membuat dadanya berdesir menyenangkan. Hh sehun yang tidak ingin ambil pusing langsung menutup matanya dan pergi ke alam mimpi berharap semua ini tidak nyata dan dia bisa terbebas dari laki-laki manis berambut coklat madu yang baru saja memberinya pengalaman paling menakjubkan.
.
.
.
.
.
Sosok angkuh berwajah manis itu berjalan santai menuju kamar seseorang yang telah merebut segala perhatiannya. Bahkan sebelumnya luhan tidak pernah tertarik dengan seseorang seperti dia tertarik pada sehun. Entah mengapa paras sehun yang menghanyutkan itu dapat membuatnya tarbawa dalam pusaran gairah yang menyenangkan. Tidak ada sekalipun laki-laki bahkan wanita yang menolak pesonanya terkecuali sehun.
Entah apa yang ada didalam otak milik namja tampan itu hingga dia lebih memilih wanita lemah yang kini menjabat sebagai kekasih sehun daripada luhan yang punya segala-galanya. Luhan memang tipe laki-laki yang selalu ingin dimanja bukan memanjakan sejak kecil. Hingga pertama kali melihat swhun pilihannya jatuh pada laki-laki jurusan seni tersebut.
Clek
Hal yang pertama kali mata rusanya lihat adalah posisi tidur sehun yang menggairahkan. Walaupun tubuh putih itu tertutup selimut tebal tapi di mata luhan sehun selalu memukau. Sebelum membangunkan sehun, luhan memutuskan untuk membuka gorden yang menutupi ruangan serba putih itu.
Luhan tidak mengijinkan siapapun masuk kedalam ruangan ini selain dirinya. Tidak ada yang boleh melihatnya miliknya jika orang itu tidak ingin matanya terkena tembakan panas luhan. Melihat wajah damai sehun yang sedang tertidur membuatnya damai entah mengapa. Luhan memutuskan bahwa sehun adalah pusatnya saat ini. Tidak boleh ada yang mendekati sehun kecuali luhan.
"Engghh"
"Kau sudah bangun"
Sehun yang terganggu akibat sinar matahari yang menusuk-nusuk matanya membuatnya terbangun malas. Sehun sedikit meregangkan tubuhnya walaupun itu percuma karena tangan dan kakinya kini tengah terikat.
Mata tajam sehun langsung bertabrakan dengan mata rusa yang kini menyipit menggemaskan karna pemiliknya kini tengah tersenyum manis. Sehun baru sadar bahwa luhan benar-benar cantik dengan sinar matahari yang mengerubungi tubuhnya. Sehun sedikit terpukau hingga akhirnya tersadar dan membuang tatapannya kearah lain.
"Hai" luhan menyapanya dan tidak digubris sama sekali oleh sehun.
Luhan hanya menghembuskan nafasnya melihat kelakuan sehun yang lagi-lagi tidak menghiraukannya. Luhan pun mendekat dan langsung menyibak selimut yang menutupi tubuh telanjang sehun hingga menghasilkan sehun yang melotot dan berteriak marah padanya. Tidak sampai disitu bahkan kini luhan tengan melepas ikatan-ikatan di tangan dan kaki sehun.
"Mandilah. Aku sudah menyiapkan air untukmu"
Sehun yang diperlakukan seperti itu hanya diam dan menuruti walaupun dalam hatinya dia bertanya-tanya.
Kenapa luhan sangat baik padanya?
Setelah selesai mandi dan keluar hanya dengan menggunakan jubah mandi yang disediakan sehun menemukan sepasang pakaian diatas kasur yang kini telah diganti dan tampak bersih. Beda sekali dengan yang semalam yang kusut dan terkena bekas sperma dan wine luhan. Dengan cuek sehun langsung mengganti bajunya.
'Hmm lumayan pas' kata sehun dalam hati setelah memakai baju itu
Clek
Sehun sontak memutar tubuhnya menghadap sumber suara dan menemukan luhan yang tengah membawa nampan berisi makanan. Dan sehun baru sadar jika dari kemarin sejak dia diculik -jika ini bisa dikatakan suatu penculikan- sehun belum memasukkan apapun kedalam perutnya hingga dia melihat berbagai macam makanan di depannya membuat perutnya meronta ingin cepat-cepat diisi. Tapi karna egonya yang besar sehun malah cuek dan menatap datar luhan.
"Makanlah" kata luhan sambil tersenyum.
"Kalau aku tidak mau" bukannya menuruti perkataan luhan dan protesan dalam perutnya sehun malah menatap luhan tajam seolah menolak makanan yang dibawakan luhan.
Bagaimana jika makanan itu beracun?
Bagaimana jika luhan menaruh obat perangsang di dalamnya?
"Tidak usah berpikiran yang aneh-aneh. Makanlah. Aku tau kau lapar. Bahkan suara perutmu terdengar sampai keluar" ujar luhan santai seolah tau apa yang sedang dipikirkan sehun dan menaruh nampan itu pada meja nakas dan berbalik keluar dari kamar. Luhan tau sehun pasti tidak akan makan jika dia tetap berada di kamar itu jadi dia memutuskan untuk keluar dan pergi ke ruang kerjanya menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk gara-gara mengurusi bocah keras kepala yang sekarang menempati kamar tamunya.
Dan tanpa luhan ketahui sehun tengah memerah melihat kelakuan luhan padanya.
TBC
Review please
keiLu notes :
Akhirnya brojol juga capt 2 dari ff ini pdhl awalnya gk ada niatan buat lanjut
Jadi gmn menurut kalian ff ini? Apakah ini cukup menarik?
Jika respon dari semua reader baik mungkin ff ini bakal lanjut tapi kalo jelek ff ini bakal berhenti sampai disini.
Dan disini tetep HunHan. Sehun seme dan Luhan uke. Jadi jgn salah sangka bahwa ff ini bakal jd HanHun.
