Pembuat karakter di Naruto adalah om MK

Saya cuman minjem, minna!

Dan sebetulnya ini bentuk asalnya adalah sebuah permainan roleplay gw ama patner rp yaoi gw, Syari Putri Haliyani.

Namun dengan alasan coba-coba #SLAP – gw edit ini roleplay ke bentuk FF yang bisa dibaca dengan nyaman.

Wokeih minna, langsung aja daripada author dikepret karena banyak bacot!

=0=0=0=0=0=

DARE TO LOVE YOU

Genre : YAOI - ROMANCE - MATURE - 18+ - AU
Pair : Uchiha Itachi x Kurama Kyuubi human ver.

Warning : bahasa abal, gaje, humor garing, berbahaya untuk imajinasi

=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=

Kyuubi 'Kurama' Namikaze rasanya sedang menemui kesialannya. Ia yang sudah menyandang status mahasiswa di univ blabla musti takluk mendapat DARE dari si adek semata wayang yang sering ia bully /pfftt/

Dare itu amat sangat anjay. Ia HARUS menempel pada Uchiha Itachi selama SEBULAN lamanya. U know lah, namanya menempel itu yah tinggal bersama, tidur bersama, pipis bersa-ahh itu bisa dirundingkan mereka nantinya.

||0||

||0||

Itachi hanya tersenyum kecil melihat tingkah Kyuu yang dirasa menggemaskan. Ia sudah paham seperti apa Kyuubi, karena mereka ini udah saling mengenal semenjak kecil.

Hohoo~ mungkin kalian takkan tau betapa imutnya Kyuubi sewaktu kecil. Meski suka mengamuk dan judes, tapi Itachi suka memeluknya. Terkadang hal itu bisa menentramkan amukan si merah, tapi tak jarang juga itu makin menyulut anarkisme lainnya dari sikap cuncunnya tiap ada si sulung Uchiha di dekatnya. Apakah dia sebenarnya telah jatuh cintrong sedari dulu dengan babang kerivut ? Pfftt. Masih misteri.

Itachi sendiri sudah terbiasa akan sikap oposisi Kyuu tiap ia menjadi ketua apapun di sekolah mereka. Nah, ini yang aneh.- Kyuubi yang konon pembenci Uchiha Itachi nomor wahid, namun ia selalu saja memilih sekolah yang sama dengan si ganthenk rambut kuncir. Ahaaii~

Kembali ke TKP, lantai kamar Itachi yang agak menghitam akibat adegan bakar sate, langsung di padamkan Itachi pakai alat pemadam yang untung saja ia punyai. Mungkin memank harus sedia tabung merah itu bila si merah cuncun tinggal di tempatnya.

"Kyuu, kau lapar? Aku akan masak oseng apel bumbu ayam." tutur Itachi kalem karena ia tau persis Kyuubi mengobrak-abrik dapur untuk mencari apel. Eaaa~ dia benar-benar tau segala seluk beluk Kyuubi yak! Babang getoh loh!

''Kalau begitu jangan diam saja! Cepat masakkan sesuatu untukku, keriput.'' Kyuu melirik Itachi sambil bernada judes seperti biasa. Ia tutup pintu kulkas karena sudah berhasil menemukan yang ia cari - apel merah segar favoritenya.

Ohoho~ meski ia pembenci segala yang ada hubungannya dengan Uchiha namun bukan artinya Kyuubi bisa bertindak nekat macam memusnahkan semua keturunan Uchiha dengan cara kejam. Intinya, sebenarnya si rubah hanya benci dua orang - Uchiha Itachi dan adik berpantat ayamnya, Sasuke. Membuat mereka malu berat, kesusahan atau hal melarat lainnya adalah misi utama Kyuu dalam hidupnya selama ini. /yaoloh/

''Antarkan ke kamar jika sudah selesai,'' imbuh si merah yang segera melipir ke kamar dan langsung saja berbaring dengan nyamannya di sana. Ia malas saja berlama-lama bersama Itachi. Meski harus dikata menempel, seanarkisnya Kyuubi, ia tak akan sudi berada di dapur bersama si babang yang akan memasakkan makanan untuk nya.

#PLUK

Kyuubi lempar sisa apel sembarang dan lekas sambit laptop milik Itachi yang nangkring di meja, tak lupa juga i-pod si Uchiha sulung tersebut. Plis ! Kyuu cuma bawa pakaian ke sini. Naruto tak memperbolehkannya membawa fasilitas gadget apapun dari rumah.

Sialan bukan?!

Maka, amat sangat terpaksa ia harus pinjam segala kepunyaan Itachi.

''Itu lebih baik daripada kau tak membawa apapun Kyuu-nii'' Itulah kata-kata Naru yang anjay membuat telinga Kyuu berdengung emosi bila mengingat. Mana sudi dia pinjam pakaian Itachi yang mungkin saja tak muat di tubuhnya itu. Plis Kyuu, bodimu itu lebih cungkring ketimbang babang.

=0=0=0=0=0=

DARE TO LOVE YOU

Genre : YAOI - ROMANCE - MATURE - 18+ - AU
Pair : Uchiha Itachi x Kurama Kyuubi human ver.

Warning : bahasa abal, gaje, humor garing, berbahaya untuk imajinasi

=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=

Kyuu yang sedang menikmati segala fasilitas di apartemen sang Uchiha sulung sama sekali tak mendapat protes dari babang. Toh babang malah senang ada yang menemani dia di apartemen ini daripada dia bengong sendirian.

Biasanya sih ada beberapa teman yang datang meski hanya sekedar main atau mengurus soal kegiatan kampus. Kadang pun sohibnya yang sepupu-Shisui- juga biasa datang saban wiken. Dan ini kebetulan sudah hari Sabtu.

"Kyuu, oseng apel bumbu ayamnya sudah jadi." Itachi membawakan makanan yang ia janjikan. Sebenarnya gaje juga nih makanan. Harusnya kan oseng ayam bumbunya apalah gitu. Ini malah ayamnya yang jadi pelengkap. /buhah!/

Kyuubi yang ditawari hal demikian langsung saja melirik sinis ke arah babang Tachi yang nampaknya siap luncurkan oseng apel bumbu ayam - yang sekali lagi nih makanan absurd banget namanya .

"Kau mau sekalian aku suapi, Kyuu? Siapa tau tanganmu sibuk mengerjakan lainnya?" eaaaa~ babang modus bener nih. Setidaknya tadi Naru mengatakan padanya bahwa Kyuubi datang ke huniannya dikarenakan si aniki nya Naru sedang ingin pedekate secara frontal. Pfftt! Naruto anjay banget dustanya. Andai tu aniki dia tau apa yang didustakan si dobe, dia pasti langsung kepret si dobe dengan bijuudama minjem punya Kurama /uhukk!/

''Tidak, terimakasih. Aku masih normal untuk tak disuapi kakek-kakek mesum macam kau, keriput'' ujarnya ketus yang segera tanggalkan beberapa fasilitas si pemilik apartemen dan lekas duduk manis. Oh rupanya Kyuu masih ingat dengan buku-buku laknat kepunyaan Itachi yang baru saja ia bumihanguskan tadi. :'u

Dan dengan watadosnya, Kurama makan oseng apel bumbu ayam tersebut diatas kasur. Toh tak ada larangan ia harus makan dilantai bukan? Hohoho~ Itachi terlalu baik untuk tidak melakukan hal itu. Terkadang ada enaknya juga, tapi kadang ada menyebalkannya karena melihat si babang woles aja ama kelakuan seenaknya Kyuubi.

Padahal jujur - Kyuu ingin lihat Itachi emosi, marah misalnya? Atau-syok?

"Fufuu~ " babang mengamati cara makan Kyuu yang lahap. Ia lega. Itu artinya Kyuubi menyukai masakannya. Yahh, namanya hidup sendiri tentu saja musti bisa segalanya agar tidak perlu tergantung pada orang laen.

Wuidih, saking demennya si merah ama masakan si babang, udah ampir ludes tu hidangan.

"Kyuu, apa aku pernah memesumimu? Atau mungkin... mencabulimu?" Eaaa ~ babang mulai nakal dengan pertanyaannya. "Apa... aku pernah menciummu sebelum ini? Coba ingatkan aku , siapa tau aku terlupa." Ahooii~ sang sulung Uchiha sedang mencoba bermain mental dengan gaki merah di dekatnya.

"Umm~" Kyuu memandang sejenak ke langit-langit kamar mencoba ingat-ingat, siapa tau ia bisa menemukan dosa si keriput yang berhubungan dengan yang disebut tadi.

"Yang justru sering kulakukan dari jaman kita kecil... adalah pengungkapan rasa sayangku padamu. Ya kan Kyuu?" satu tangannya menopang kepala sambil tatap intens Kyuubi yang telah meludeskan makanannya. Itachi tersenyum puas melihatnya.

''Jadi- Naru tak bilang aneh-aneh kan?'' Bagaimanapun juga Kyuu agak curiga dengan si adik yang tumbeeeen banget menjadikan Uchiha sebagai hukumannya. Itu benar-benar aneh. Tahulah otak berkapasitas pentium dua plus doyan ramen en biasanya selalu saja minta traktiran ramen di situasi apapun itu.

"Dan adikmu Naru-ia tidak mengatakan hal aneh apapun. Yah, bagiku itu bukan hal aneh sih. Wajar malahan." hohoo~ andai Kyuubi tau hal apa yang telah dikatakan adik dobe-nya, pfftt. Makanya sewaktu Naru bilang Kyuubi datang ke situ guna pedekate pada dirinya, Itachi merasa itu bukan sesuatu yang aneh. Malah Itachi sudah mengharap hal ini sedari lama. /eaaa~/

''Jika itu soal - sudahlah.'' si merah enggan jelaskan perihal kedatangannya kemari. Toh babang dah tahu kan kalau ia tengah melaksanakan dare anjay dari adik pirangnya.

"Tenang saja, Kyuu~ itu benar hal yang wajar banget kok. Tak perlu terlalu mengkuatirkan gitu." Babang mengurai senyum hangatnya.

Itachi malahan tak tau bahwa dia sendiri sebenarnya juga merupakan korban dari keusilan si jabrik duren. Atau jejangan-Naru bisa merasakan getar-getar vibrasi ajaib antara Itachi dan Kyuubi dari dulu? Dan kini-dobe satu itu sedang sok bermain roleplay sebagai mak comblang? /bwahah!/ Tumben otak pentium 2 mu bs mikir hal yg begitu, Nar. :'v

''Apa maksudmu, keriput?'' Kyuubi melirik sangat intens Itachi meski diyakini kokoro nya tengah jedor-jedor di dalam sana. Tapi demi pride rubah-nya, ia tak mau menampakkan respon syok, kaget bahkan muka yang merah anjay (?)

Setelah habis makanan tadi, Kyuu lekas saja berbalik menghadap Itachi dan merangkak mendekatinya. ''Apa kau pernah berbuat cabul? Mesum? Menciumku? Coba kuingat,'' ujarnya sambil angkat dagu si sulung Uchiha dengan satu tangannya hingga onix itu akhirnya membentur ruby yang menatap penuh makna.

Ia dekatkan wajahnya pada wajah sang sulung dengan perlahan namun berhenti sekitar satu-dua centimeter beserta senyuman tipisnya. ''Entahlah - tapi jika itu benar ...''

#TWITCH!

''Aku akan ingat dimana saja aku sudah memukul wajah berkeriputmu dan mematahkan tulang-tulangmu , keriput mesum!'' teriaknya usai tragedi suara sehalus sutera/whuut?! / tadi dan lekas saja ia jauhkan wajah jutek itu sambil lempar piring ke arah Itachi namun sayang sekali meleset. /pfftt/

Untungnya piring yang ia gunakan tadi adalah dari bahan melamin /bwahah!/ jadi aman bila untuk dijadikan piring terbang. Dan karena Itachi adalah pemuda tangkas, maka piring terbang tadi berhasil ia hindari dan hanya mendarat di dekat pintu.

''Akan kupastikan kau tak akan punya masa depan cerah karena bagian ini akan kupotong jika bertindak cabul padaku !'' ancam Kyuubi sambil lempar bantal dan mengenai selangkang Itachi.

"Dan akan kupastikan aku bisa memesumimu tanpa kau memotong apapun bagian tubuhku, Kyuu." sahut babang. "Krn ... pada saat itu- justru kau lah yang akan meminta dimesumi olehku." Itachi bangkit dari duduknya, usek-usek ubun-ubun Kyuu dan beranjak keluar dari kamarnya sambil bawa piring korban anarkisme Kyuubi barusan.

Sedangkan Kyuubi masih saja menatap nyalang ke sulung Uchiha yang malah memprovokasinya.

"Di kulkas sudah kubuatkan jus apel, Kyuu. Ambillah kapanpun kau mau. Aku membuat banyak." ucapnya sambil jalan keluar kamar.

'Yare yare~' Itachi menghela nafas. Kyuubi masih saja seperti dulu. Belum berubah segigitpun(?). Babang musti membuat strategi baru agar Kyuubi bisa lebih jinak padanya.

Untuk saat ini, biarlah si merah itu merasa nyaman dahulu tinggal bersamanya.

''APA?! JANGAN HARAP AKU SUDI DIMESUMI KAKEK-KAKEK KERIPUT MESUM MACAM KAU, UCHIHA KERIPUTT! MATI SAJA KAU SANA!''

Kyuu langsung berteriak anjay sampai-sampai burung yang ada di sekitar memilih untuk mengungsi daripada kena tuli massal, bahkan makhluk lainpun juga ikutan melipir ketimbang menyaksikan seorang(?) rubah ngamuk dan bisa menghancurkan masa depan mereka. /jiahah!/

Dan sebagai korban kekesalannya, Kyuubi lemparkan barang-barang Itachi yang bisa ia jangkau ke arah pintu kamar dengan anarkisnya, kemudian ia memilih tidur-tiduran.

'Apa-apaan keriput itu? Tumben sekali terang-terangan.' bathinnya merasa aneh menyadari kalimat Itachi barusan. Yah, mau tak mau, ucapan sang Uchiha tadi membuat pipi Kyuu merona. Ia mendengus gusar dan melengoskan kepalanya ke samping. Sialan, berasa kalau si babang lagi nutis dia./whut!/

Hohohoho, jika kalian tahu, tentu saja dek Kyuubi ini naksir diam-diam ama si babang tamvhan berkeriput namun tak mau mengakui, err- terlalu malu tentu saja, menyadari jika ia pernah bilang sangat benci dengan Uchiha dan fokusnya pada si pantat ayam dan si keriput. /dasar cuncun/

=0=0=0=0=0=

DARE TO LOVE YOU

Genre : YAOI - ROMANCE - MATURE - 18+ - AU
Pair : Uchiha Itachi x Kurama Kyuubi human ver.

Warning : bahasa abal, gaje, humor garing, berbahaya untuk imajinasi

=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=

TO BE CONTINUE

||0||

||0||

Nah silahkan kalau mau ada yang bagi-bagi keripik nya.

Mo pedas mo sedengan, monggo aja, auth udah sedia es teh kok di sini siapa tau ntar bakal kepedesan :v

Dan gimana kira-kira nasib babang tamvan kita dalam menghadapi keanarkisan tuan cuncun kepala merah?

Baca kelanjutannya aja yak!

=RYUU=