Pembuat karakter di Naruto adalah om MK
Saya cuman minjem, minna!
Dan sebetulnya ini bentuk asalnya adalah sebuah permainan roleplay gw ama patner rp yaoi gw, Syari Putri Haliyani.
Namun dengan alasan coba-coba #SLAP – gw edit ini roleplay ke bentuk FF yang bisa dibaca dengan nyaman.
Wokeih minna, langsung aja daripada author dikepret karena banyak bacot!
=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=
||0||
||0||
DARE TO LOVE YOU
Genre : YAOI - ROMANCE - MATURE - 18+ - AU
Pair : Uchiha Itachi x Kurama Kyuubi human ver.
Warning : bahasa abal, gaje, humor garing, berbahaya untuk imajinasi
||0||
||0||
=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=
||0||
||0||
Kyuubi 'Kurama' Namikaze rasanya sedang menemui kesialannya. Ia yang sudah menyandang status mahasiswa di univ blabla musti takluk mendapat DARE dari si adek semata wayang yang sering ia bully /pfftt/
Dare itu amat sangat anjay. Ia HARUS menempel pada Uchiha Itachi selama SEBULAN lamanya. U know lah, namanya menempel itu yah tinggal bersama, tidur bersama, pipis bersa-ahh itu bisa dirundingkan mereka nantinya.
||0||
||0||
||0||
Baru saja pintu terbuka, bodi babang langsung di pepet sampai ke ruang tengah oleh seorang pemuda blonde yang menerjang beringas mengeluarkan kalimat-kalimat protesnya ke babang yang tadi pagi tak membukakan pintu untuk mereka.
Di belakang pemuda blonde itu menyembul 3 orang lainnya yang nampak lebih woles, kagak seanarkis si blonde. Itachi tak menggubris blonde yang merepet menanyainya.
Saking kesalnya, tu blonde mendudukkan Itachi dan ia naik di pangkuan Itachi seraya gemas cengkeram helai babang sambil menanyakan dari mana saja babang.
"DARIMANA SAJA KAU PAGI TADI, HEH?!" si blonde gusar menanyainya.
Saking kesalnya, tu blonde mendudukkan Itachi dan ia naik di pangkuan Itachi seraya gemas cengkeram helai babang sambil menanyakan dari mana saja babang sepagi tadi.
"Aku? Aku... di rumah saja.." jawab babang kalem.
''Siapa yang datang?'' suara si merah mengalun.
Kyuubi yang baru saja berpakaian setelah beberapa menit, akhirnya menyembulkan dirinya ke ruang tengah, mendapati kekasihnya dipepet mesra oleh seseorang yang tampak ia kenal— tp entah siapa namanya, Kyuu tak terlalu perduli.
''KERIPUT!'' teriaknya membahana beserta mata merah berkilat sangat tajam ke arah dua sejoli/pfftt/ yang mana uke-nya terlihat agresif sekali di atas tubuh si babang kerivut miliknya. Bahkan saking geramnya, si gaki merah tak sadar kalau ada tiga makhluk lainnya yang juga berada di sana.
Saat ini Kyuubi hanya memakai boxer dan kaos yang malah mengekspos bekas-bekas kissmark si babang dengan binalnya, seolah-olah ia sama sekali masa bodoh jika teman-teman Itachi melihat.
''Berani sekali kau melakukan ini di depanku, Uchiha brengsek!'' Kyuubi menggeram penuh amarah, bersiap melempar barang apapun yang ada didekatnya. Ternyata seorang rubah cemburu itu mengerikan, anarkis :'v
Semua mata tentu saja menoleh ke sebuah suara membahana nan penuh bermuatan aura membunuh.
Si blonde keruan saja menanyakan untuk apa preman kampus ada di rumah ketua senat mereka.
"Csk. Dei~" ucap babang pada blonde yang bernama Deidara. "Jangan membuat Kyuu salah paham." Itachi menyingkir dari kungkungan Deidara dan dekati si merah yang mungkin sudah membara karena bisa dilihat dari deru nafasnya yang kempas-kempis saking erosinya :'v
"Kyuu, jangan salah paham. Dei hanya teman dekatku di kampus. Kau pasti sering lihat dia bersamaku kan bila di kampus?" Itachi mengalunkan nada lembut sambil memeluk pinggang Kyuu.
"Minna-san.. kenalkan.. ini pacarku.." tutur babang.
KRIK.. KRIK.. KRIKK..
Suasana seketika hening beberapa puluh detik. Setelah itu, keempat makhluk yang duduk di sofa langsung heboh menanggapi.
"Sumpee lu vroh?!"
"Kok bisa mau ama makhluk begituan?!"
"Lo kena lelet yah?!"
"Pelet , woi! Bukan lelet!"
"Ohh iya, karet."
"Mattaku!" tepok jidat.
"Gak bisa! Itachi gak boleh ama preman kampret macem dia!"
"Hoi Dei, tenang dikit napa. Itu udah pilihan pak senat."
"Iya Dei, pak sunat kita sudah menjatuhkan pilihannya ke preman hebat kita. Dan bukan ama kamu, Dei."
"Dei, abis ini jangan bunuh diri yah."
"Ehh, biarin aja dia bunuh diri. Kan sesekali biar ada heboh-heboh di kampus trus masuk koran."
"Lo aja yang gue bunuh, brengsek!"
"Haiihh, Dei erosi. Lagi dapet ya Dei?"
Demikianlah berbagai macem celetukan dari teman-teman senat Itachi. Sang kupel malah asik peluk-pelukan mesra. Errr—mungkin? :'v
Kyuubi yang mendengar kehebohan para makhluk antah-berantah hanya memutar dua bola matanya jengah. Oh ayolah, apa ia seterkenal itu sampai-sampai dianggap makluk berbahaya yang tak patut untuk dipacari?
''Hei keriput, darimana kau dapatkan makhluk-makhluk ambigu ini?'' tanyanya sinis, menatap satu persatu orang yang ada disana. Tentu saja ambigu, coba kita lihat siapa saja mereka semua.
Pertama makhluk aneh bermuka hiu bernama Kisame, katanya sih makhluk satu itu hanya naksir pada kalangan ikan. Dia dicurigai begitu karena tak pernah laku dikalangan human :'v
Kedua, penampakan jingga yang seluruh tubuhnya memakai piercing, Kyuu yakin sekali kalau rudal makhluk bernama Pain itu pasti juga ikutan ditemploki piercing. XD
Ketiga, mungkin mukanya agak normal, pemuda merah yang agak woles, yang diam-diam naksir si kuning dan doyan sekali main boneka. Entahlah, mungkin masa kecil kurang bahagia,— Sasori.
Dan terakhir, si kuning meledak tadi, Deidara— dia bilang seni adalah ledakan. Yang pasti makhluk satu ini seorang penampakan/whut/ yang doyan menghancurkan sesuatu dengan bom rakitannya sendiri. Gara-gara itu, ia hampir menjadi tahanan jeruji besi karena menghancurkan rumah seorang dosen di kampusnya, Orochi-sensei :'v
=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=
||0||
||0||
DARE TO LOVE YOU
Genre : YAOI - ROMANCE - MATURE - 18+ - AU
Pair : Uchiha Itachi x Kurama Kyuubi human ver.
Warning : bahasa abal, gaje, humor garing, berbahaya untuk imajinasi
||0||
||0||
=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=
Untung saja yang datang hanya 4 orang, bukan 8 orang seperti biasanya atau mungkin Kyuu bakal cenot-cenot mendeskripsikan mereka satu persatu. /xD
Babang pun melaunching senyum mesranya ke Kyuu. Heranlah seketika para konco-konconya melihat Itachi yang biasanya berwibawa di kampus dan berwajah stoic, tetiba bisa senyum begitu hanya pada Kyuubi.
"HAAHH!" semua mendadak tercekat melongo.
"Ehh? Nani ka?" Babang menoleh ke orang-orang ajaib di ruang tengah tersebut. "Apa hal aneh bila aku tersenyum ke orang yang aku cintai?"
DHUARR ! si blonde Deidara malah banting mercon di lantai. Gaje tu makhluk /:"3
"Dei, kalau propertiku rusak, kau harus siap ganti sama persis loh." ancam Itachi kalem.
"Kisame, menjauhlah dari ikan maskokiku. Kau menakutinya, bro." tutur babang saat melihat Kisame asik tempelin mukanya ke akuarium di dekat sofa.
"Astaga Sasori, jangan bawa boneka berbie mu di sini. Aku geli liatnya, masbro." Itachi bergidik ketika Sasori mengeluarkan salah satu koleksinya dari dalam tasnya. Katanya sih yang jenis itu sangat membantu dia dalam suatu kegiatan. Entah apa kegiatan yang ia maksud bila melibatkan berbie :'v
Hanya Pein yang agaknya tenang kalem diantara semua bocah-bocah ajaib tadi. /:"3
"Ita-bro~ lehermu kenapa?"
"Hoohh iya! Ngeri gitu ihh merahnya!"
"Apa dosen Orochi datang ke sini sebelum kami?"
"Itu ulah demit pasti tuh."
"ITU TANDA TERJELEK YANG AKU PERNAH LIHAT! AKAN KULEDAKKAN TANDA ITU!"
"Holoh Dei, kalo kamu ledakin, Itachi ikutan wassalam donk."
"BakaDei." sambil gantiin baju berbie.
"Itachi~ apakah maskoki mu masih jomblo?" templokin bibir ke akuarium sok mesra ke ikan yang mulai pucat pasi ketakutan.
"Hghh.. Ini .. tanda cinta dari Kyuu. Bagus kok menurutku." Babang berujar dan yang lainnya langsung hening. Bahkan si berbie belum sempat pakai kancutnya. Dan sang ikan maskoki ampe ikutan diem en gak napas takut dibilang gak kompak hening.
"Kenapa?" Babang terkekeh menanyakan.
"Jangan-jangan... tadi pagi kau.."
"Buseettt! Kalian udah sex kah?!"
"Morning sex. Seperti kau dan aku. Ya kan berbie sayank?"
"Aku iri pdmu, vroh. Semalaman aku mencoba ngerayu ikan sapu-sapu tapi dia bilang gak boleh pacaran sebelom dia dewasa. Padahal dia dah segede kucing! Apa aku ama kucing aja yah?"
"AKU MENENTANG KERAS SEX SEBELUM NIKAH!"
"Dei, udah Dei, lu berisik. Jangan banting mercon lagi. Gak elit, tauk!" sambil benerin letak piercing yang melorot.
Itachi cuma senyam-senyum ambigei. xD
Kyuu hanya bisa memijat pelipisnya saking kesalnya pada obrolan gaje para makhluk yang berkumpul di kediaman si babang. Tsk! Hanya tanda di leher saja sampai seheboh itu, kalian belum lihat goresan indah penuh cinta dari seniman Kyuubi ini pada punggung sang Uchiha. :'V
''Diamlah kalian! Berisik!'' bentak Kyuubi yang mulai badmood. Beginilah kalau preman kampus. Spertinya punya seseorang yang hanya sekedar dekat dengannya pasti orang itu akan diwanti-wanti agar menjauhinya. Hahhh~ susah juga jadi orang terkenal .. Ppfftt..
Dengan woles saking masa bodonya, Kyuu langsung saja melangkah tertatih menuju sofa dan duduk anteng di ujung, mengabaikan makhluk yang malah menyingkir memperbolehkannya lewat. Berasa raja. /:'v
''Apa kuning?! Mau kuumpankan dirimu pada Orochi agar bisa jadi santapannya setiap malam?!'' tatapan tajam telah dilontarkan pada Deidara sambil sambit camilan yang nongkrong di atas meja. Bahkan tatapan itu lebih mengerikan dari tatapan Orochimaru yang super duper genit pada mahasiswa nya. /:'3
Yeha, santapan malam si genit anjay,, —u know,dosen satu itu paling ditakuti di kampus bukan karena seram tapi— nanti saja perkenalannya soal dia .. Hehe.
''Ti-Tidak un~,'' sahut Dei dengan muka ketar-ketir kek nahan boker, padahal dia yang paling berisik tadi.
Mata merah Kyuu segera mengedar pada sosok-sosok anjay yang masih hening di sekitarnya, kemudian memilih masa bodo lagi . Benar-benar ditakuti rupanya.
"Maa~ maa~ kita sudahi saja tentang interview ku dan Kyuu." Itachi melangkah dan mengambil posisi duduk di sebelah Kyuu. "Sekarang kita fokus pada hal festival musim semi saja yah." mereka ini sedang ada project tentang sebuah festival untuk merayakan musim semi.
"Apa kalian ada ide apa saja kegiatan di festival nanti?" Babang duduk santai sambil merangkul Kyuu.
"Woi, woi! Jangan menyiram bensin di atas lukaku, Itachi!" Dei sudah siap-siap pegang mercon banting.
"Menabur garam di atas luka kalee Dei."
"Woi, aku ini ahli ledakan! Bukan ahli masak! Pakai bensin napa?!"
"Apabaedah, Dei."
"Bagaimana kalau lomba makan kerupuk?"
"Bhuuuuuuu~„ garing lu."
"Kerupuknya kasi bom! Lu dengerin dulu dong ide gue ampe kelar. Krupuknya kasi bom waktu biar makin greget."
"Itachi, bolehkah aku melamar maskokimu?"
"Jangan yang membahayakan mahasiswa, guys." Itachi menengahi. "Kisame, berhenti merayu ikanku. Dia sudah kujodohkan dengan ikan bandeng. Next! Adakah ide lain?"
"Bagaimana kalau lomba membentuk tanah liat?"
"Lo pikir kita lagi di TK, heh?"
"Lomba baca puisi!"
"Bhuuuuu~"
"Adakan stand-stand yang menarik!"
"Lha apaan?"
"Elu mikir lah! Jangan ngupil doank!"
"Upil gue nyelip di piercing nih, makanya susah!"
"Plis Itachi, beri kesempatan padaku untuk buktikan keseriusan kokoro-ku pada maskokimu."
"Adakan lomba cosplay saja!"
"Maid cafe aja!"
"Lomba bunuh Orochimaru-sensei!"
"HEEHH?!"
BRAK !
''SETUJU!''
Tiba-tiba saja Kyuubi menggebrak meja dengan super semangatnya mendengar usulan terakhir tadi tentang membunuh dosen anjay mereka. Ia masih ingat pernah jadi salah satu korban Orochi dan gegara itu Kyuu tak sadar sudah membuat pria itu kehilangan seluruh rambutnya. Lalu menjadi saingan Saitama /woi! XD/
''Makhluk astral itu harus dimusnahkan dari muka bumi ini!''
#BRAK...BRAK!
''Sudah cukup kita para mahasiswa kece menjadi korban-korbannya. Aku tak mau lagi di grepe-grepe seperti beberapa waktu yang lalu!'' ungkap Kyuu dengan mata merah ber-api memprovokasi .
''Apa?! Kenapa kalian malah diam saja hah?!'' bentak Kyuu kasar disertai mata berkilat sangat tajam menatap satu persatu yang hadir di ruangan tersebut.
''Muka hiu! Singkirkan bibirmu dari ikan maskoki itu! Kau tak lihat kalau dia sudah jadi ikan maskoki albino, idiot?!''
''Kau, masukkan pacarmu ke dalam tas atau aku bakar di tempat ini di depan mu sekarang juga!'' Ia tunjuk Sasori yang asoy memeluk berbie nya.
''Kau, kuning! Tak ada bom dan sejenisnya di tempat ini! Hanya aku saja yang boleh menghancurkan tempat ini dan kau muka aneh, hentikan mengupil, itu menjijikan!''
''Keriput! Singkirkan tanganmu dari pinggangku.''
Huehee, nampaknya satu-persatu mendapat ceramah elit seorang Kyuubi /:u
"Kyuu! Apa kau..." muka pias Itachi menatap uke-nya dengan pandangan penuh tanya. Babang masih me-loading kalimat Kyuu yang menyebutkan Kyuubi adalah salah satu korban Orochi yang terkenal mesum.
"Masaka..." pikiran babang berkelana kemana-mana kumplit beserta segala imajiliar Kyuu bersama dosen kampret satu itu.
Grepe-grepe... jadi.. Kyuu sudah di— aakkhh babang ampe gak kuat mikir kelanjutan kalimat tersebut.
"Ehem! Guys, mendingan kalian pulang dulu deh. Mendadak aku ingat harus anter Mama ke salon satu jam lagi." usir Tachi aluuusss. / :"3
Sebenarnya dia sudah akan meledak meski tanpa memakan bom ciptaan Dei.
Dan semua frennya hanya ngangguk dan manut pergi dari rumahnya. Bahkan Kisame sempet dadah-dadah mesra ama maskoki yang udah jadi albino saking pucetnya. Tapi Kisame mengira maskoki itu menerima cintanya karena menyamakan diri dengan warna bodi Kisame. Bah!
=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=
||0||
||0||
DARE TO LOVE YOU
Genre : YAOI - ROMANCE - MATURE - 18+ - AU
Pair : Uchiha Itachi x Kurama Kyuubi human ver.
Warning : bahasa abal, gaje, humor garing, berbahaya untuk imajinasi
||0||
||0||
=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=
''Keriput? Kau tak bilang soal mengantar bibi Mikoto ke salon,'' ucap Kyuu makin aneh akan keterdiaman Itachi barusan seraya angkat satu alisnya heran.
Jadi ada apa gerangan sekarang ini? Mendengus pelan, Kyuu sekarang cukup puas mendapati tempat ini sepi, tak riuh seperti tadi meski ia sempat merasa suasana tadi sangat nyaman. Maklumlah, tak ada yang mau dekat-dekat dengannya dikarenakan julukan syyeeremnya te-es-be kecuali teman-teman satu genk nya, genk Bijuu. /:'3
Jadi— kenapa Itachi mendadak mengatakan alasan anjay yang ia yakini bohong itu? Kyuu menatap onix tersebut lekat-lekat seolah akan tahu jawabannya disana.
''Hahh~ sudahlah, berikan aku jus apel dan apel , keriput. Tak pakai lama,'' perintahnya yang kini rebahan di atas sofa dengan nyaman , berasa boss dia.
# GREBB !
Itachi memerangkap Kyuubi di sofa tersebut. Ditatapnya dalam-dalam manik ruby di bawahnya. Pandangannya— nanar seakan ada mixing antara marah, kecewa, terluka, benci, murka.
"Katakan padaku, apa saja yang sudah diperbuat Orochi-sensei padamu, Kyuu?" Nah, inilah yang sedari tadi ia tahan-tahan agar tak meledak di depan teman-teman anjay-nya.
''H-Hoii Uchiha!''
Kyuubi yang baru mau beranjak dari sofa keburu di tahan Itachi, terlebih mata onix itu menatapnya penuh luka. Hah?! Orochimaru?! Apa jejangan babang kepikiran soal perkataannya yang sangat semangat anjay tadi?
"Katakan saja apa adanya seberapa jauh sensei menjamah tubuhmu. Dan... berapa lama waktunya?" Itachi benar-benar pasang tampang so serious kali ini. Ia mencoba membendung amarahnya agar tak meluap ke Kyuu.
''Huh, kau cemburu keriput?'' tanyanya sambil bernada sangat sinis namun di lain sisi senang. Hee, bukan hanya Uchiha satu ini yang bisa mmbuatnya cemburu ternyata. Buktinya Itachi tak karuan setelah tahu kejadian absurd yang ia katakan bersama sang dosen.
"Jawab, Kyuu." pandangan babang masih tajam ke kekasih barunya.
''Aku dan Orochimaru-san?'' tanyanya sok sopan memanggil dosen ular itu. Kekehan pelan terdengar, ''Pria itu hanya menyentuh tubuhku.'' Ia jelaskan dengan makin ambigu saja . Plis Kyuu, kau menambah luka baru bagi babang. /:'u
Tapi bagian pentingnya tak ia ceritakan. Ayolah bang, ini Kyuubi lho, preman kampus yang bahkan tak sudi disentuh seujung rambutpun jika benar ia tak mau.
''Tsk! Kau ini kenapa? Masa sih cemburu dengan dosen gila satu itu? Bagaimana dengan aku dan teman-teman satu genk-ku?''
Namanya juga teman, so pasti kan ada adegan pelukan, kecupan terimakasih blablabla dan blaa. Bahkan bisa jadi adegan mandi bersama pun nyempil. /:'v
"Iya. Aku cemburu, Kyuu. Amat sangat cemburu hingga aku ingin cincang tangan dosen itu agar puas hatiku yang sakit ini." Itachi tetap dengan pandangan lurus tajam ke ruby di bawahnya.
"Hah? Apa?" Kyuu tak menyangka.
"Dan— ohh terimakasih karena kau telah mengingatkan tentang genk Bijuu mu itu. Ingatkan aku untuk membeli borgol dan teralis besi di sini untukmu agar kau tak perlu lagi datang ke kampus." Nah kan, babang kalo dah posesif , ngeeerrriii meeennn!
"Apa katamu Uchiha bodoohh?!"
"Kau tak perlu lagi ke kampus. Toh kau juga tak pernah menghadiri kelasmu. Aku tau persis itu. Jadi, anggap saja aku sedang mengamankan calon istriku dari segala keburukan di luar." Mata onix itu tak berkedip sedetikpun sedari tadi. Bahkan sudah nampak air di ujung pelupuk yang perlahan menetes turun , jatuh di pipi Kyuubi.
Kyuubi beneran sweatdrop mendengarnya. Ya, ia sweatdrop! Bagaimana tidak?! Seorang Uchiha Itachi bisa seposesif ini padanya dan tak ia duga sama sekali.
''Jangan kekampus lagi? Apa yang kau pikirkan, Uchiha?!'' bentak si merah agak kesal akan sikap cemburu si babang. Jangan ke kampus lagi? Bahkan biasanya saja ia ogah-ogah'an kekampus kalau tak ingat itu kewajibannya sebagai seorang siswa. /:'v
Hembusan nafas gusar terdengar. Ia angkat dua tangannya guna seka cairan bening yang tengah numpang narses pada mata si babang perlahan menggunakan jari-jemarinya— benar-benar perlahan dan lembut.
''Jangan egois begitu, Uchiha. Aku baik-baik saja. Soal Orochi, dia tak benar-benar menyentuh seperti yang ada dalam fikiranmu.'' jelas Kyuu seraya mengingat tragedi habisnya seluruh rambut dosen anjay tersebut karena ulah Kyuu.
''Dan—genk ku, mereka teman-temanku! Sama sepertimu dan teman-teman anehmu tadi, kita impas kan?'' di akhir kata, Kyuubi tersenyum puas. Mereka memang impas~
"Begitukah?" tanya babang dengan pandangan nanar.
''Jangan bayangankan hal aneh. Kau ini terlalu berlebihan membayangkan jika aku berada di bawah dosen gila itu dan tubuhku dijamah sana-sini.''
Plis Kyuu! /:'3/
=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=
||0||
||0||
DARE TO LOVE YOU
Genre : YAOI - ROMANCE - MATURE - 18+ - AU
Pair : Uchiha Itachi x Kurama Kyuubi human ver.
Warning : bahasa abal, gaje, humor garing, berbahaya untuk imajinasi
||0||
||0||
=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=0=
||0||
||0||
TO BE CONTINUE
||0||
||0||
Nah silahkan kalau mau ada yang bagi-bagi keripik nya.
Mo pedas mo sedengan, monggo aja, auth udah sedia es teh kok di sini siapa tau ntar bakal kepedesan :v
Dan gimana kira-kira nasib babang tamvan kita dalam menghadapi keanarkisan tuan cuncun kepala merah?
Baca kelanjutannya aja yak!
Dan ini emank sengaja auth tulisin panjang di chapter ini biar bisa kelar di chptr 10 ntar.
=RYUU=
==/ Thanks utk UchimakiMoza03, Jade Owrah Hangrizcky, echaWiratanu, en ge males login – keripik2 kalian asoi bgt digigit, crunchy pokoknya :"v/==
