Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : Sasufemnaru

Rated : T

Genre : Hurt/Comfort, Family, Romance

Warning : Typo, OOC, Gaje, Genderswitch, Fem!Naru, Fem!Kyuu

¡Selamat membaca!

Naruto POV

Akhirnya malam pun silih berganti menjadi pagi. Ya, hari ini adalah hari penerimaan ku sebagai karyawan di Uchiha Corp. Hari masih menunjukan pukul 7 pagi. Tidak biasanya aku bangun pagi dan aku pun selalu di bangunkan kyuu-nee. Mungkin tak ada salahnya bila aku membangun kan kyuu-nee. Segera ku bangun dari ranjang ku dan merapihkan nya. Aku berjalan ke kamar nee-san yang berada tepat di sebelah kamar ku. Aku mengetuk pintu kamar itu untuk membangun kan nya.

Setelah itu aku pergi menuju kamar mandi. Tapi saat hendak pergi kesana, secara tidak sengaja pandangan ku teralihkan ke sebuah foto yang di pajang di dinding rumahku. Di sana terlihat foto tou-san dan kaa-san. Mata sapphire ku terus memandang foto itu. Sejak kecil aku tidak pernah mengetahui wajah tou-san dan kaa-san. Tanpa kusadari cairan bening jatuh dari sudut mataku.

"Tou-san, kaa-san". Lirih ku. Aku pun menangis teringat kedua orangtua ku yang telah tiada.

CKLEK!

Aku pun tersadar setelah mendengar suara pintu terbuka. Segera cepat-cepat ku hapus air mata ku.

"Naruto kau sudah bangun rupanya ya, dan kenapa kau menangis?". Tanya nee-san dengan mata sayu sehabis ku bangunkan tadi.

"Tidak. Aku tidak menangis". Kata ku setengah berbohong dan aku berusaha mengulas senyum tipis. Lalu aku pergi berjalan ke kamar mandi.

"Oh". Jawab nee-san singkat.

Berberapa menit kemudian aku telah selesai mandi dan sekarang nee-san yang mandi. Setelah berpakaian rapih aku duduk di depan meja kecil yang biasa kami gunakan untuk makan.

Setelah acara sarapan selesai. Aku segera merapihkan alat peralatan makan kami. Setelah merapihkan alat makan kami tadi, aku slmengambil tas kecil dan berangkat ke kantor baruku.

"Hati-hati di jalan!". Ucap nee-san setelah aku hendak pergi. Kurang lebih 15 menit lamanya aku sudah sampai di tempat kerja baruku, Uchiha Corp. Jantung ku terasa berdebar-debar saat hendak memasuki gedung tersebut. Gedung itu merupakan bangunan terbesar di daerah sini. Tak heran jika nama Uchiha Corp bisa terkenal.

Saat ku memasuki gedung terlihat seisi ruangan gedung yang tampak mewah dan berkelas. Akan tetapi jam masuk kerja belum di mulai, di sana masih sangat sepi. Dan bisa ku pastikan hanya aku seorang disana. Kaki menelusuri ruangan yang di dominasi warna biru itu.

Akan tetapi tiba-tiba aku merasakan langkah kaki seseorang. Langkah kaki terdengar jelas di telingaku. Hingga suara itu mendekat dan ...

"Uaaaaa". Teriakku terkejut saat tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahuku.

"Ssttt. Ya ampun kenapa kau berteriak". Kata seseorang yang menepuk bahuku dari belakang. Lalu aku memutar badan ku hingga aku dapat melihat sesosok gadis cantik bersurai pirang yang warnanya lebih pucat dari warna rambut ku.

Naruto POV End

"Maaf". Ucap naruto di sertai senyuman.

"Tidak apa-apa. Tapi, kau ini siapa ya? Dan ada keperluan apa datang kesini?". Tanya gadis itu dengan penasaran.

"Itu anu... aku mau melamar pekerjaan. Kemarin salah seorang pekerja di sini menyuruhku datang pukul 9 pagi". Jelas naruto. Gadis itu pun melihat jam tangan nya dan

" Tapi sekarang kan masih pukul 7 lewat 30 menit".

"Ya, lalu?". Tanya naruto polos.

"Hah, sudah lupakan. Oh ya kau melamar kerja apa disini?". Tanya gadis itu dan sambil mengajak naruto pergi dari tempat itu.

"Hm... entahlah". Ujar naruto sambil mengangkat kedua bahu nya.

"Oh iya hampir saja lupa. Kita kan belum berkenalan. Namaku ino yamanaka, panggil saja ino. Siapa namamu?". Ucap ino memperkenalkan dirinya.

"Aku naruto. Naruto Namikaze, salam kenal". Ucap Naruto. 'Tunggu dulu, rasanya nama Namikaze itu seperti nya tidak asing lagi bagi telingaku. Aku pernah mendengar kalo leader ada hubungan kerabat dengan Seseorang bernama Namikaze. Tapi siapa?. Ayo ino ingat-ingat kembali.' Batin ino bertentangan. Melihat hal itu naruto pun menegur ino.

"Hey kau kenapa ino?". Tanya naruto bergidik ngeri.

"Eh. A-aku tidak apa-apa kok". Kata ini sambil tersenyum canggung.

"Sungguh? Kau tadi menjambak-jambak rambut mu sendiri". Jelas naruto melihat tingkah aneh teman barunya itu.

"Benarkah. Tapi aku tidak merasa aku menjambak rambut ku". Elak ino. Mereka melanjutkan perjalanan mereka. Ino memperkenalkan tentang gedung ini. Tanpa mereka sadari waktu terus berlalu hingga sudah pukul 9 pagi dimana kantor sudah mulai banyak datang karyawan.

Banyak karyawan pria yang datang dibuat terpesona oleh kecantikan naruto. Dan tidak sedikit pula karyawati yang menatap naruto sinis. Tapi naruto tidak mempedulikan nya. Karena ia datang kesini hanya untuk bekerja bukan untuk tebar pesona.

Saat ini naruto sedang menunggu seseorang di lobby. Naruto menunggu seseorang yang pernah menerimanya bekerja di sini. Naruto di suruh ino untuk menunggu di lobby.

Flashback

"Eh, tunggu dulu. Tadi kau bilang kau ingin bekerja di sini bukan?". Ucap ino sambil menghentikan langkah kakinya.

"Ya, memang kenapa?". Tanya naruto yang juga menghentikan langkah kakinya.

"Dan kau ingin bertemu dengan tersebut?". Tanya ino lagi.

"Ya, memangnya ada yang salah?". Tanya naruto sambil memutar kedua bola matanya bosan.

"Apa kau tau siapa?". Tanya ino untuk ketiga kalinya.

"Haahh, itu dia yang membuat ku datang lebih awal. Saat itu aku lupa menanyakan namanya, karena terlalu senang saat aku di terima di kantor ini". Jelas naruto sambil menghela napas.

"Tapi apa kau tau ciri-ciri orang itu?". Tanya ino.

"Sepertinya orang itu berambut hitam dan kulit nya putih pucat". Jawab naruto sambil mengingat ciri-ciri orang tersebut.

"Apa dia laki-laki?".

"Ya, dia laki-laki". Kata naruto disertai anggukan.

"Dan apakah model rambut nya itu...". Ucap ino menggantung kan katanya.

"Klimis?". Sela naruto cepat.

"Ya, klimis. Tunggu dulu, kulit putih pucat dan rambut klimis. Oh dia Sai Danzo. Pasti dia orang nya". Tebak ino.

"Kalau kau mau, kau tunggu saja di lobby. Nanti aku akan memberitahukan nya". Sambung ino.

"Terima kasih".

End Flashback

"Haahh... ". Hela naruto bosan menunggu orang yang ia tunggu tak kunjung datang.

"Hey". Panggil seseorang di belakang naruto. Saat naruto menoleh kebelakang pandangan matanya menangkap seseorang pria tampan berkulit putih pucat.

"Akhirnya datang juga". Ucap naruto lega saat orang itu sudah di depan nya. Sambil menstabilkan deru nafasnya pria yang di ketahui bernama sai itu meminta maaf keterlambatan nya.

"Eh... gomen. Aku tadi terjebak macet". Jelasnya. Naruto lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Ia mengeluarkan berkas-berkas.

"Ini aku sudah mengisi formulir ini. Dan apakah aku sudah bisa kerja hari ini?". Tanya naruto sambil menyodorkan kertas-kertas tersebut. Sai pun meraih kertas yang di sodorkan naruto dan membacanya. Entah kenapa tiba-tiba raut wajahnya berubah. Melihat hal itu naruto di buat bingung.

"Apa ada yang aneh?". Tanya naruto penasaran sambil melirik kertas tersebut.

"Tidak, aku hanya terkejut melihat tulisan mu yang rapih". Ucap sai bohong sambil cepat memasukan kertas itu kedalam tas yang ia bawa.

"Selamat mulai hari ini kau bisa bekerja di sini". Ucap sai meraih tangan naruto menjabat tangannya.

"Tapi aku bekerja di bagian apa ya?". Tanya naruto.

"Kau bekerja sebagai office girl". Ucap sai seraya meninggalkan naruto.

"Oh". Balas naruto.

1 detik

3 detik

5 detik

"APAAAA!". Teriak naruto yang baru tersadar dari kata-kata sai tadi. Dengan langkah cepat ia bergerak menuju lift. Dan menangkan tombol ke lantai dasar. Setelah keluar dari lift iris biru naruto menangkap sosok wanita yang baru ia kenal sedang mengepel lantai.

"Eh naruto, bagaimana hasilnya? kau di terima kan? dan kau bekerja sebagai apa disini?". Tanya ino bertubi-tubi sambil berjalan kearah naruto. Melihat raut kekecewaan naruto, ino merasa bersalah karena menanyakan nya.

"Gomen! naruto, kalau aku ikut mencampuri urusanmu". Ucap ino lirih.

"Tidak itu bukan salah mu. Aku baik-baik saja. Dan aku di terima sebagai office girl". Kata naruto merendah.

"Sudahlah jangan bersedih, lagipula itu bukab hal yang buruk menjadi office girl. Buktinya aku bisa mendapatkan penghasilan yang besar meski tugasnya seperti itu". Terang ino sambil menepuk bahu naruto. Naruto pun mengulas senyum kepada ino.

"Oh ya, sebaiknya kau harus mengenakan seragam. Sini aku antar". Ajak ino sambil menggandeng tangan naruto.

TBC

Review please! Tapi klo gak juga gak papa kok ^-^~ hanya dengan kalian membaca fic ini hatiku sudah terbang mengangkasa #hazek. FIct ini masih berlanjut kok cuman kayaknya masih agak lama buat di update, soalnya sya masih punya cerita lain yang harus di selesaikan.

Arigatou~~~~~~~~~~~