Our Secret Abot Love
Disclaimer : uncle Masashi Kishimoto *sok inggris lu*
Pairing : Sasuke Ino
Genre : Romance & Drama (maybe)
Rating : T semi M (buat jaga-jaga)
Warning : Typos, abal, GaJe, Cerita pasaran, dan segala bentuk kekurangan lainnya.
Summary : cerita antara gadis cantik dan sexy dengan seorang pemuda tampan dan kaya namun, seorang GAY!. yang ternyata adalah bosnya sendiri. mampukah sang gadis mengubah sang pemuda menjadi normal ? bad summary
.
.
Chap 2
Secret.
.
.
Ino berjalan santai menuju kursi panjang yang sempat di tinggalkannya tadi.
"Ino, dari mana saja kau? " teriak Sakura. Ino tak menjawab, dia hanya menunjuk ke arah toilet. Sakura mengangguk.
"Semuanya, ayo kita berpesta" teriak Naruto yang sudah berada di lantai dansa dengan sekaleng bir di tangannya.
Gaara dan Ino terlihat saling pandang, kemudian Gaara menawarkan tangannya di depan Ino.
"Eh? Gaara mengajakku? " tanya Ino, Gaara mengangguk.
tanpa basa-basi, Ino langsung menerima tangan Gaara. namun sayang, saat tangannya hampir menyentuh tangan Gaara, seseorang telah lebih dulu menggenggam pergelangan tangan Ino.
Ino dan Gaara saling berpandangan, kemudian melihat tangan sang penggenggam. mulai dari tangan yang putih mulus, kemudian naik keatas, dan...
DEG... onix vs aquamarine!
"Ino denganku, bukan begitu Ino-chan? " Sasuke menyeringai.
"Benarkah? baiklah kalau begitu" Gaara tersenyum tipis dan berlalu meninggalkan pasangan SasuIno, kemudian berjalan ke arah teman-temannya yang asyik menari.
Sasuke menatap Ino, wajah Ino yang di tatap seperti itu hanya memerah.
'kenapa aku jadi gugup seperti ini? kami-sama dia tampan sekali' teriak Inner Ino.
"Ayo, menarilah dengan ku" Ino mengangguk. kemudian, Sasuke menarik pergelangan tangan Ino.
dentuman musik DJ yang terkesan keras membuat para pengunjung semakin liar. namun, Ino tak memperdulikannya. Ino yang awalnya gugup, mulai mengikuti alunan musik yang keras itu.
"Ino, kau menyukainya? " teriak Kiba.
"Tentu, Whooaa" teriak Ino kemudian, melanjutkan tariannya.
"Pig, aku haus. ayo beli minum" teriak Sakura di sebrang sana.
"Um" Ino mengangguk, dan keluar dari kerumunan orang yang semakin menggila itu.
Ino dan Sakura berjalan santai sambil bercerita menuju bar.
"Ada yang bisa saya bantu, untuk nona-nona yang cantik ini? " tanya bartender itu genit, yang ber-name tag Hidan tersebut.
"soda saja" jawab Ino sopan.
"aku jus jeruk" jawab Sakura.
"Baiklah, nona" sang bartender menyiapkan pesanan mereka, sambil beberapa kali mencuri pandang.
"selamat menikmati" Hidan menyodorkan pesanan Sakura dan Ino.
"Arigatou" ucap Ino dan Sakura kompak.
"Douitta, tapi kalian tak perlu membayar" ucap Hidan ketika melihat Ino dan Sakura mengeluarkan uang.
"Eh? kenapa?" tanya Sakura curiga
"Er...itu, karena. orang yang di sana telah membayarnya" Hidan menunjuk seseorang berambut... Raven?
"Sasuke! " Ino dan Sakura nyaris berteriak.
"Baiklah, kalau begitu terima kasih. kami permisi" Ino dan Sakura meminum minuman mereka dalam sekali teguk, kemudian meninggalkan sang bartender, tak lupa dengan uang tip yang mereka tinggalkan di meja.
"hey Sakura, aku akan menceritakan sesuatu padamu" Ino menarik tangan Sakura untuk keluar dari club itu.
"Pelan-pelan pig, heels ku sangat tinggi. bisa-bisa aku jatuh" omel Sakura.
"Hey, tenanglah. ayo kita duduk di sana" Ino berjalan menuju salah satu bangku tak jauh dari parkiran.
"begini, aku tadi melihat Sasuke sedang..."
"Yamanaka Ino"
DEG...Ino menoleh ke belakang, dapat di lihatnya Sasuke tengah menatapnya tajam.
GLEK...Ino menelan ludah.
'Haduuuh... gawat, aku harus bagaimana?'
Teriak Inner Ino panik.
"Ikut denganku" ucap Sasuke dingin. Ino menurutinya saja, dan meninggalkan Sakura yang sedang melongo.
Sasuke berjalan di depan Ino, dia mengajak Ino ke sebuah mobil di parkiran. tanpa aba-aba, Sasuke menarik tangan Ino dan menghimpitnya dengan kedua lengannya.
"Kau melihat apa? " Tanya Sasuke sambil menatap tajam Ino.
"Ano, umm... aku..." Ino gugup.
"Kau akan bongkar rahasiaku?" tanya Sasuke tajam.
"..." Ino tak menjawab, dia memalingkan wajahnya.
"Hmm... Ino, aku mohon. hanya kau sajalah yang tau masalah ini. jangan beri tahu siapapun tentang hal ini. kau paham? " Tanya Sasuke lembut.
"Um" Ino mengangguk.
"Ano, Uchiha-sam..."
"Jangan panggil aku seperti itu, aku tak menyukainya. aku lebih suka saat kau panggil namaku" potong Sasuke
"Sasuke-kun, bisakah kau menyingkir? aku tak nyaman dengan posisi ini" ucap Ino polos. Sasuke berseringai.
"Maaf, nona. aku tak bisa, ingat janjimu."
"Hmmm... baiklah" Ino menghela napas.
"Lagipula, aku menyukainya"
"Eh? "
"Kenapa? kau tak suka kalau aku bersikap normal? " tanya Sasuke
"Tidak, bukan seperti itu. tapi, ah sudahlah"
Sasuke terkikik geli, kemudian memberi jarak pada Ino.
"Masuklah ke mobil, ada yang ingin ku tanyakan" Sasuke membukakan pintu untuk Ino.
"Eh? tapi kenapa tidak di luar saja?"
"Sudahlah, masuk saja"
Ino masuk ke mobil Sasuke dengan perasaan ragu-ragu.
Kemudian, Sasuke juga masuk ke mobil tersebut.
"Siapa pria yang kau maksud tadi? " tanya Sasuke.
"Eh? pria yang mana? " Ino terlihat bingung
"ck, Pria GAY yang kau maksud" Sasuke berdecak sambil memutar mata.
"Ooh...tapi, kenapa?" Ino kembali bertanya.
"Sudahlah, jawab saja" Sasuke semakin jengkel
"Maaf, tapi aku tak bisa."
"..." Sasuke memalingkan wajah. tak menatapnya lagi.
"Hmm... Baiklah" Ino menghela napas
"Eh? benarkah?" tanya Sasuke sok imut.
"Hn" jawab Ino ogah-ogahan.
"cepat ceritakan"Sasuke kembali ke sifat aslinya, sekarang
"jadi begini. waktu aku masih SMA, aku menyukai seorang kakak kelas..."
FLASHBACK
Seorang pemuda berambut hitam panjang yang diikat rendah berjalan santai di koridor sekolah. banyak para siswa dan siswi yang menatapnya dengan pandangan kagum. dia adalah Uchiha Itachi, murid terpintar se-Konoha International School. Itachi adalah murid kelas 12-1
Itachi berjalan menuju ke kelas 10-1, saat sampai di depan pintu, manik onixnya menelusuri kelas itu. dapat di lihatnya sosok berambut pirang yang tengah belajar itu. Itachi mendekatinya.
"Ino" panggil Itachi lembut.
"Eh? Uchiha-senpai, sedang apa di sini?" tanya Ino.
"Aku ingin menemuimu" Itachi tersenyum lembut. kemudian duduk di bangku di depan Ino, badannya menghadap Ino.
"A-aku?" tanya Ino tak percaya, wajahnya sudah merona hebat sekarang. Itachi menggenggam tangan lembut Ino
"Jadilah pacarku"
"Hah? apa kau bercanda?" tanya Ino tak percaya.
"Apa aku terlihat seperti sedang bercanda?"
"Tidak" Ino menunduk.
"Jadi, apa jawabanmu?"
"Aku mau!" jawab Ino cepat. Itachi tersenyum mendengarnya.
"Aku harap, kau bisa mengubahku" Gumam Itachi.
"Eh? Apa?" tanya Ino.
"Tidak, bukan apa-apa"
"Ceritakan padaku, ingat kita sepasang kekasih sekarang. jadi, aku tak mau ada kebohongan di antara kita"
Itachi terlihat berpikir sejenak, kemudian dia menghela napas panjang. kemudian...
"Baiklah, sebenarnya aku... seorang GAY!" Itachi memalingkan wajah.
"Jadi, kau berharap agar aku mengubahmu menjadi normal?" Itachi mengangguk.
"Baiklah, aku akan mengubahmu Ita-kun" Ino tersenyum. Itachi yang awalnya memalingkan wajah kembali menatap Ino tak percaya.
Ino mengelus wajah Itachi, Itachi mematung.
"aku berjanji, wajah tampan ini. akan jadi milikku"
CUPPS...
"Eh?" Ino mengerjap beberapa kali.
"Pulang sekolah, aku jemput. jaa" Itachi keluar kelas tersebut.
Ino yang masih belum bisa mencerna apa yang terjadi hanya mengerjap beberapa kali.
"First Kissku, dengan Itachi?" tanya Ino tak percaya.
"Kami-sama, kau mengabulkan doaku. Kyaaa, senangnya" Gumam Ino girang.
FLASHBACK OFF
"Seperti itu lah, kami hanya berpacaran selama 3 tahun. awalnya banyak sekali rintangan. kau tau, mantan pacar lelakinya bahkan sering sekali membully-ku. untungnya ada Itachi, sehingga aku selalu lepas dari mereka" Curhat Ino
"Lantas, kenapa kalian putus?" tanya Sasuke.
"Itu.. karena, dia sudah di jodohkan dengan orang lain. jadi, aku memutuskannya." Ino menunduk.
"Jika dia menggagalkan tunangannya dan ingin kembali padamu, apakah kau akan menerimanya? "
"Aku belum tau tentang hal itu" Ino menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Aku harap tidak" gumam Sasuke pelan.
"Hah? apa?" Tanya Ino
"tidak, bukan apa-apa. kau mau pulang sekarang atau nanti?" tanya Sasuke mengalihkan pembicaraan
"Pulang sekarang saja. kepalaku sudah pusing "
"Hn"
Sasuke melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menembus kegelapan malam.
SKIP TIME
"Uchi...Sasuke-kun, tidak mampir dulu?"
"Hn"
Ino membuka pintu apartment miliknya, kemudian masuk kedalam. sedangkan Sasuke, mengekor di belakang Ino.
"Sasuke-kun mau minum apa?" tanya Ino dari arah dapur.
"terserah" jawab Sasuke seadanya. Sasuke tengah melihat berbagai foto milik Ino. mulai dari foto waktu Ino masih bayi, bocah, bahkan foto semasa SMA juga terpajang manis di atas meja itu. dia tersenyum melihat wajah polos Ino. namun, senyum itu pudar ketika melihat sebuah foto. Ino dan Itachi. Ino terlihat sangat bahagia di foto itu, Begitu juga dengan Itachi. keduanya tampak sangat serasi dan manis.
"Sasu-kun, kenapa masih di situ? ayo kemari !" panggil Ino yang sedang duduk di sofa.
"Hn" Sasuke mendekatinya.
"Aku membuatkanmu teh hangat" Ino menyodorkan secangkir teh dengan uap yang masih mengepul, di depan Sasuke.
"terima kasih" Sasuke meneguk sedikit tehnya.
"Sama-sama" balas Ino.
Hening menyelimuti mereka, namun mereka menikmatinya
"Ino, sepertinya aku harus pulang" ucap Sasuke ketika jam sudah menunjukan pukul 12 malam. Sasuke bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu depan. Ino mengekor di belakangnya.
"Berhati-hatilah. jalanan malam sangat berbahaya"
"Hn" Sasuke berlalu meninggalkan apartment Ino.
Next Day
Ino berjalan santai seperi biasa, senyum mengembang di wajah cantiknya. namun, senyumnya menghilang ketika melihat sosok Sasuke yang sedang berdiri di depan pintu ruangannya. wajahnya tampak lesu dan kusut, Ino mendekatinya.
"Uchiha-sama, kenapa anda di luar?" Ino menyentuh pundak Sasuke.
"tadi malam aku bertengkar dengan orang tua ku" bisik Sasuke yang sedang menunduk.
"Sebaiknya, kita bicarakan ini di dalam"
"Um" kedua insan itu memasuki ruangan mereka dan duduk di sebuah sofa lembut berwarna merah.
"Ceritakan padaku" Ino mengelus pundak Sasuke.
"Ayah dan Ibuku ingin aku segera menikah, namun..." Sasuke tak melanjutkan perkataannya.
"Ino, aku mohon bantulah aku" Sasuke menggenggam tangan Ino.
"Eh? tolong apa?"
"Jadilah pacar ku selama seminggu, aku tak ingin orang tuaku curiga" Ino terlihat berpikir sejenak.
"Baiklah. lagi pula aku juga sudah berjanji. bukan begitu Uchiha-sama?"
"Ck, jangan panggil aku seperti itu saat kita sedang berdua" Sasuke memalingkan wajah.
"Hihihi, gomen Sasu-kun"
"Sebaiknya, nanti malam kau berdandan yang cantik. aku akan menjemputmu"
"Eh? untuk apa?" Ino mengernyit
"Sudahlah, turuti saja" Sasuke bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju mejanya.
"Hari ini kau bawa bento tidak?" tanya Sasuke yang sudah duduk di kursinya.
"Bawa, hari ini aku buat dua bento."
"Baguslah, aku menyukai masakanmu"
BLUSH... Ino merona.
"Sasuke, apa kau tak pernah sarapan? " Ino mengambil kotak bentonya.
"Tidak" jawab Sasuke cepat. Ino menghentikan tugasnya. Sasuke yang mengerti, melanjutkan ucapannya.
"Sebenarnya, aku jarang sarapan. setiap kali aku sarapan dengan keluargaku, mereka selalu bertanya tentang hubunganku. dan itu membuatku gila" Sasuke mengacak rambutnya.
Ino mendekati Sasuke sambik tersenyum.
"Makanlah, aku membuatkanmu onigiri juga"
"Terima kasih." Sasuke menerima bento Ino.
"Sebaiknya, kau cari pengganti. dan segera menikah"
"..." Sasuke terdiam, dan melanjutkan makannya.
"Kau tampan dan kaya, pasti banyak wanita yang tergila-gila padamu"
"Bahkan pria" tambah Sasuke.
"Hihihi... kau ini" Ino terkikik geli mendengar ucapan Sasuke.
"Hihihi" Ino kembali terkikik. Sasuke mengernyit, bingung. Ino yang mengerti ekspresi Sasuke kembali bersuara.
"Kau lucu saat makan. lihatlah pipimu yang gembil ini. uugh... ingin sekali ku cubit. hihihi" Ino menekan pipi Sasuke yang menggembung, karena dia melahap sebuah onigiri besar bulat-bulat. Sasuke memalingkan wajahnya dan kembali makan dengan tenang.
setelah Sasuke selesai makan, mereka kembali melakoni tugas masing-masing.
hari ini tugas Ino tak terlalu banyak, jadi dia bisa pulang cepat. Ino berjalan santai menuju apartment-nya, seperti biasanya manik aquamarine itu selalu melirik berbagai pakaian yang di pajang di etalase toko. tiba-tiba kakinya berhenti di depan sebuah toko. Ino terlihat berpikir sejenak, dan kembali melanjutkan jalannya.
tak terasa dia sudah sampai di apartmentnya. jam masih menunjukan pukul 4 sore. di baringkan tubuh penatnya di kasur empuknya.
"3 jam lagi ya? hufft... baiklah Ino, kau harus semangat" gumamnya.
Ino bangkit dari tidurnya dan mulai mengambil sapu kemudian menyapu apartmentnya. setelah selesai, Ino mengambil lap basah dan membersihkan segala furniture yang ada, kemudian dia berjalan ke dapur dan mulai mencuci piring. setelah selesai, dia mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi.
Ino mengisi bak mandinya dengan air hangat kemudian merendamkan diri. sensasi hangat membuat tubuh lelahnya menjadi lebih relax.
aroma lavender dan susu menyeruak dari kamar tersebut. setelah kurang lebih 10 menit merendam, Ino bangkit dari bath tub-nya kemudian mengambil handuk dan berjalan menuju lemari. Ino mengambil sebuah dress tanpa lengan selutut bermodel lollita berwarna aquamarine dari lemarinya, kemudian memakainya. dia berjalan menuju meja rias.
kali ini, Ino berdandan ala gadis korea. hanya make-up tipis namun, tak mengurangi kecantikannya bahkan semakin bertambah. rambutnya gerai dan sedikit di bentuk bergelombang. Ino juga memakai sepasang anting kristal berbentuk bunga berwarna putih di telinganya. tak lupa sepasang sepatu hak tinggi berwarna senada dengan bajunya menghiasi kaki mulusnya.
Lalu, Ino berjalan menuju lemarinya dan mengambil sebuah dompet berwarna silver berbentuk persegi.
"Hand phone, dompet, dan uang. lengkap" Ino tersenyum, Sekali lagi Ino melihat ke cermin.
"Aku cantik" gumamnya sambil tersenyum.
KNOCK...KNOCK...KNOCK..
suara pintu diketuk mengaggetkan Ino. tanpa pikir panjang, Ino langsung menuju pintu depan dan membukanya.
"Selamat datang, Sasu-kun" sapa Ino ramah.
"Hn, kau sudah selesai belum? " tanya Sasuke datar.
"Sudah"
"Ayo" Sasuke berjalan meninggalkan Ino yang masih mengunci pintu.
"Hei, tunggu aku" panggil Ino, yang secara otomatis membuat Sasuke berhenti.
Ino berjalan cepat, setengah berlari mengejar Sasuke. mereka berjalan menuju parkiran. sebuah Rolls Royce sudah terparkir manis di sana.
tanpa basa-basi lagi, mereka memasuki mobil mewah tersebut. Sasuke melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah. di dalam mobil, mereka hanya diam. namun, mereka menikmatinya. tak terasa mereka telah sampai di tempat yang dituju. MANSION UCHIHA !
"Ummm... apakah aku sudah cantik, Sasu-kun?" tanya Ino saat mereka sudah sampai di depan pintu mansion.
"Hn" jawab Sasuke seadanya, meskipun di dalam hati dia sedang berteriak 'KAU SANGAT CANTIK, INO !'
Ino yang mendapatkan jawaban dari Sasuke hanya merengut.
"Sudahlah, tak usah kau fikirkan dulu tampilanmu. sekarang, ikut aku" tanpa aba-aba Sasuke menarik tangan Ino.
"Eh?" Ino menurutinya saja.
mereka bergandengan tangan menuju ruang makan, saat sampai di sana seluruh mata menatap mereka dengan pandangan yang sulit di artikan. Ino yang sedang di gandeng Sasuke, hanya menunduk. bahkan sejak tadi.
"Tou-san, Kaa-san, dan Aniki. aku membawa pacarku malam ini" Sasuke melepaskan genggamannya dan melingkarkan tangannya di pinggang Ino. Ino yang merasakan seseorang menyentuhnya merasa sedikit terkejut.
"Ayo, silahkan duduk" tawar Mikoto ramah.
pasangan SasuIno duduk bersebelahan.
"Kaa-san, Tou-san. perkenalkan, ini Ino" ucap Sasuke memperkenalkan Ino.
"Yamanaka Ino" Ino membungkuk, kemudian kepalanya di angkat. daaann...
DEG... Onix vs Aquamarine
Itachi menatap Ino dengan pandangan yang sangat sulit di artikan, Ino yang di tatap seperti itu hanya memalingkan wajah.
"Ino, sudah berapa lama kau berpacaran dengan Sasuke ?" tanya Mikoto.
"Umm...sekitar 1 bulan yang lalu, Mikoto-sama" Ino tersenyum.
"Ooh... ku harap kau bertahan lama dengannya, dia orang yang sangat dingin seperti ayahnya. hihihi" Mikoto tersenyum. Kedua orang yang di singgung saling bertatapan kemudian memalingkan wajah di saat yang bersamaan.
Ino yang melihat tingkah keduanya ikut tersenyum. tanpa di sadari, sepasang mata onix yang lebih kelam dari milik Sasuke tengah menatapnya tajam.
"Ayo, silahkan makan" tawar Mikoto ramah.
seluruh manusia yang berada di ruangan tersebut makan dengan pelan dalam diam.
"Kapan kalian menikah ?" tanya Fugaku datar dan tiba-tiba. otomatis, membuat Sasuke, Ino dan Itachi tersedak dengan tidak elitnya.
"Ku tanya sekali lagi, kapan kalian menikah?" tanya Fugaku datar sambil menatap tajam kedua pasangan SasuIno.
"Umm... kalau itu, kami belum memikirkannya" Ino menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Hmmm... sudah ku duga" Fugaku memejamkan mata.
"Tenanglah Fugaku-kun, mereka masih baru pacaran. tunggulah beberapa waktu lagi" Ucap Mikoto meyakinkan.
Fugaku hanya mengangguk.
Sasuke dan Ino saling bertatapan. Ino memberikan tatapan yang jika di artikan Bagaimana-Ini ? sedangkan Sasuke hanya menggedikan bahu cuek, kemudian membalas tatapan Aku-Tak-Tahu-Kaulah-Yang-Berjanji-Akan-Menolongku.
Ino menghela napas. Itachi yang melihat kejadian itu hanya menatap datar kedua insan tersebut.
"Ino-chan, kau menginapkan ?" tanya Mikoto penuh harap
"Umm..." Ino memasang pose berpikir.
Ino melirik Sasuke, di lihatnya Sasuke mengangguk.
"Umm... baiklah" jawab Ino ragu-ragu
"Tapi, Ino tidur di mana?" tanya Ino polos.
"Ehem... kau tidur di kamar Sasuke" Jawab Mikoto jahil.
"Eehh ?" mata Ino membulat tak percaya, di tatapnya Sasuke yang berada di sebelahnya. wajah pemuda itu terlihat biasa-biasa saja.
Itachi yang sudah risih dengan kejadian ini, sudah mulai jengah. kemudian, dia berdiri dari duduknya.
"Aku sudah selesai. selamat malam" dan meninggalkan manusia yang sedang menatapnya dengan tatapan penuh tanya.
acara makan malam telah selesai sejak sepuluh menit yang lalu, dan di sinilah Ino berada. kamar Sasuke ! Ino memperhatikan setiap benda yang ada di ruangan itu, mulai dari album foto Sasuke, piala serta piagamnya.
"Wah, kau sangat lucu dan pintar Sasuke" gumam Ino.
CKLEK...
"Ino, bisa bicara sebentar ?" tanya Itachi di depan pintu.
Ino terlihat berpikir sebentar, kemudian mengangguk dan berjalan beriringan dengan Itachi menuju taman belakang.
"Ada apa Itachi-kun ?" tanya Ino ketika mereka sampai di taman belakang.
"Aku tak menyangka, setelah kau putus denganku kau memilih adikku"
"..." Ino bungkam.
"Aku pikir kau wanita yang baik" Ucap Itachi sarkatis
"Apa maksudmu?" Ino mengernyit tak terima dengan ucapan Itachi.
"Aku tau keluarga Uchiha memang kaya, tetapi caramu terlalu murahan" ucap Itachi ketus.
Ino yang mendengarnya mulai memanas, di kepalnya tangannya hingga buku jarinya memutih. kepalanya menunduk sambil menggigit bibir bawahnya
"Aku sadar aku hanya wanita miskin, namun 1 hal yang perlu kau ketahui. aku bukan wanita murahan yang gila akan harta. aku permisi, Selamat malam" ucap Ino dingin kemudian berlalu meninggalkan Itachi yang mematung.
Ino memasuki kamar Sasuke dengan tergesa, saat sampai di sana dia langsung mengambil dompetnya.
"Ino, kau mau kemana malam-malam begini ?" tanya Sasuke yang tiba-tiba berada di belakangnya.
"Hah ? a-aku ingin pulang" Ino sedikit terkejut melihat Sasuke.
"kenapa ?" tanya Sasuke bingung.
"..." Ino diam saja.
"Ino, jawab aku" Sasuke memutar badan Ino agar menghadapnya. matanya terbelalak ketika melihat Ino menangis.
"I-Ino, apa yang terjadi?" Sasuke menghapus air mata Ino.
"Antar aku pulang, Sasu-kun." Pinta Ino lembut
Sasuke mengangguk. kemudian menggenggam tangan Ino dan membawanya keluar. untung saja, kedua orang tua Sasuke sedang di kamar. sehingga mereka bisa keluar dengan mudah. Sasuke dan Ino menuju ke garasi, kemudian memasuki mobil Rolls Royce milik Sasuke.
"Ino, ada apa?" tanya Sasuke lembut.
"aku tak apa. terima kasih" Ino tersenyum. tersenyum yang di paksakan.
"Hmm... baiklah." Sasuke menghela napas, kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju apartment Ino.
.
.
"Ino, bangun" Sasuke menggoyangkan tubuh Ino.
"Hah ? apa ? kita sudah sampai?" Tanya Ino bertubi-tubi, setelah dia melihat sekelilingnya barulah dia tersadar.
"Oh, terima kasih Sasu-kun" Ino bersiap akan keluar dari mobil sebelum tangannya di genggam Sasuke.
"Ceritakan padaku besok" Ucap Sasuke dingin tanpa menatap Ino. Ino yang nelihat sosok Sasuke hanya bergidik kemudian mengangguk.
"Bagus" Sasuke melepaskan cengkramannya. Ino yang sudah lepas, tanpa basa-basi langsung turun dari mobil Sasuke dan berjalan setengah berlari menuju apartmentnya.
Sasuke memandangi Ino yang semakin menjauh, kemudian memegang dada bagian kirinya.
"Entah mengapa, melihatnya menangis membuat dadaku sesak. ku rasa aku harus pergi ke dokter jantung setelah ini" gumam Sasuke.
"kau mengingatkan ku pada Lolly pop kecil ku, Ino" gumam Sasuke lagi.
kemudian, dia melajukan mobilnya dan meninggalkan apartment Ino.
Ino yang sudah berada di apartmentnya, ternyata sejak tadi memandangi Sasuke dari atas.
"Sasuke" gumam Ino, kemudian kembali masuk ke dalam.
T.B.C
YUHUUU, fic ane balik lagi nih. ~(^-^)~
gomen, Sarah update telat (-_-) hrap maklum minna, nilai Sarah kemaren itu sempat turun. jadi, ane harus banyak belajar supaya nilai Sarah bisa lebih baik. *Halaaah*
dan 1 lgi msalahnya, ANE GAK BISA LOGIN ! pdahal Sarah udh download mozilla. tpi tetep aj gx bisa upload (-_-) adakah yg memiliki msalah sama seperti saya ? klo ada riview/PM eaaa (klo bisa sekalian ngasih saran juga, wkwkwkwkwk) ^-^v
gomen juga, klo Sarah jdi curcol. hehehe (^-^)v
Btw, gimana fic ane ? aneh ? jelek ? OOC ? gaje ? gak nyambung ? CORET-CORET DI REVIEW !
d chap depan Sarah bkal bongkar semua masa lalu antara Sasuke dan Ino, lhooo !
ohya, TERIMA KASIH BANYAK BUAT PARA READERS YG UDH REVIEW, FOLLOW, DAN FAV fic gaje Sarah yaaaa (*-^)
#PelukReaders ;*
udah, segini aja dech. pegel.
REVIEW KALIAN, MOTIVASI KU !
