Our Secret Abot Love

Disclaimer : entar, klo ane bilang Naruto punya ane, bengong lu !. jadi, Naruto tetep punya Masashi Kishimoto

Pairing : Sasuke Ino

Genre : Romance & Drama (maybe)

Rating : T semi M (buat jaga-jaga)

Warning : Typos, abal, GaJe, Cerita pasaran, dan segala bentuk kekurangan lainnya.

Summary : cerita antara gadis cantik dan sexy dengan seorang pemuda tampan dan kaya namun, seorang GAY!. yang ternyata adalah bosnya sendiri. mampukah sang gadis mengubah sang pemuda menjadi normal ? bad summary

.

.

Chap 3

LOLLY POP

.

.

seorang bocah kecil berambut raven tengah bermain ayunan sendirian dI taman, wajahnya di tekuk. sepertinya dia sedang marah.

manik onix-nya di edarkan ke seluruh taman mencari seseorang, namun sepertinya orang yang di cari tak ada. wajahnya kembali murung.

"Hai" sapa seorang anak berambut pirang ramah. Si rambut raven heran bercampur kaget di buatnya.

"Apa ?" tanya Sasuke ketus.

"Hei, santai saja dong" si rambut pirang duduk di salah satu ayunan di sebelah sang bocah raven.

"kau sedang apa sendirian di sini ?" tanya si pirang dengan suara seraknya.

"bukan urusanmu" jawab Sasuke dingin.

si pirang merengut lucu, namun kemudian dia tersenyum.

"Kalau aku sedang menunggu Tou-san. ohya, nama kamu siapa ?" si pirang mendekati si raven.

"Sasuke, namaku Sasuke" ucap si raven ketus.

"Sasuke-kun, aku tadi membeli dua lolly pop di sana. kau mau tidak ?" tawar si pirang.

"Tidak, terima kasih" ucap Sasuke, bohong kalau dia tidak menginginkannya. Si pirang tersenyum

"sudahlah, ambil saja" tanpa aba-aba si pirang membuka bungkusnya dan menjejalkan lolly pop itu kemulut Sasuke.

Sasuke merengut, seperti tak terima dengan perbuatan si pirang. meskipun, dia menikmatinya.

"Hehehe, bagaimana ? enak kan ?" tanya si pirang sambil tersenyum.

"Hn" jawab Sasuke datar

"nama mu siapa ? kau belum memberi tahu ku sejak tadi" tanya Sasuke penasaran. di lihatnya si pirang memukul keningnya pelan.

"oh iya, hampir lupa. perkenalkan nama ku..."

"Ehem, bagaimana kau mau sembuh kalau kau selalu keluar rumah. lihatlah, pakaian macam apa itu ? ayo pulang" seorang pria berambut pirang juga, namun panjang. tiba-tiba saja muncul di belakang si pirang, sehingga membuatnya sedikit terkejut.

"Eh ? Tou-san. gomen, aku tadi bermain-main sebentar" si pirang menggaruk tengkuknya kemudian menggenggam tangan sang ayah

"Ayo. Aku pulang dulu Sasuke-kun, sampai jumpa" si pirang tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arah Sasuke.

Sasuke masih terdiam, setelah sosok pirang tersebut dan ayahnya menghilang, baru dia tersadar.

"Bodoh, dia belum memberi tahu ku namanya. sial" umpat Sasuke. namun, sepertinya bibir sang bocah masih meracau. karena orang yang di tunggunya sejak tadi tak kunjung datang.

hingga, seorang lelaki berusia sekitar sepuluh tahun mendekatinya. Sasuke yang melihat orang itu hanya merengut dan membuang muka.

"Sasuke, ayo pulang" pinta lelaki yang lebih tua itu.

"Itachi-nii jahat"

"Gomen, aku tadi baru saja selesai latihan. sebagai permintaan maaf, nanti nii-san belikan lolly pop. bagaimana ?"

"Nii-san tidak lihat apa yang sedang ku makan ?" Sasuke menunjukan lolly pop di mulutnya

"siapa yang membelikanmu?"

"seorang anak laki-laki seumuranku yang memberikanku ini"

"Eh ? anak laki-laki ?" Itachi mengernyit.

"Yup, dia berambut pirang pendek. dia memakai celana jeans pendek dengan jaket jeans juga" Sasuke mengingat penampilan anak er... laki-laki (?) tersebut.

"Nii-san tau, wajahnya imut sekali sewaktu cemberut. aku suka dia" wajah Sasuke berbinar

JDER... Bagaikan sebuah petir tak kasat mata menyambar Itachi

'WTF ? jangan Sasuke, aku mohon jangan menjadi sepertiku. Kami-sama, apa dosa ku sehingga adik ku sendiri mengikutiku ? sepertinya aku harus waspada setelah ini, jangan sampai Sasuke tau aku juga menyukai seorang anak lelaki. jangan sampai' bathin Itachi gaje (-_-)

"Nii-san" Sasuke menggoyangkan tangannya di depan wajah Itachi.

"Ya ? ada apa?"

"Ayo pulang"

"Hn"

dan, kedua pasang Uchiha itu berjalan menuju rumah mereka dalam diam.

.

.

"Sasuke, Sasuke. bangun nak" Mikoto mengguncangkan tubuh Sasuke agar terbangun.

"Engh... kaa-san, ada apa ? hoam..." Sasuke mengucek matanya.

"Mana Ino ?" tanya Mikoto

"Dia sudah pulang" jawab Sasuke dengan suara serak. khas orang baru bangun tidur.

"APA ? kapan ? kenapa ?" tanya Mikoto bertubi-tubi.

"Dia menangis tadi malam dan minta di antar pulang" Sasuke kembali bergelung dengan selimut tebalnya.

"Oh..." gumam Mikoto. Sasuke yang belum tidur sepenuhnya mendengar sedikit ada nada kekecewaan di sana. namun, dia tak terlalu menperdulikannya.

"Bangunlah, kita sarapan bersama hari ini" Mikoto beranjak dari kamar Sasuke.

"Hmm... pasti akan ada pertanyaan lagi" gumam Sasuke. kemudian dia bangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.

suara gemericik air dan aroma maskulin langsung menguar. tak menunggu waktu lama, Sasuke keluar dan hanya mengenakan sebuah handuk yang melilit pinggangnya.

Sasuke berjalan menuju lemari dan mengambil sebuah kaos berlengan panjang warna biru dongker dan sebuah celana jeans. tak lupa dia juga memakai sepasang sepatu kets warna putih dengan logo berwarna biru tua.

setelah selesai dengan out-fit nya, dia berjalan keluar kamar dan menuruni tangga menuju ke meja makan.

"Ohayou" sapa Sasuke datar.

"Ohayou" jawab orang yang berada di meja makan tersebut.

"Mana Ino ?" tanya Fugaku.

"Pulang" jawab Sasuke datar.

"Kapan ?" tanya Itachi tiba-tiba.

"Tadi malam" jawab Sasuke datar. Lagi

"Kenapa ?" Tanya Fugaku.

"Aku tak tahu, tadi malam dia menangis dan memintaku untuk mengantarnya pulang" Jawab Sasuke seadanya. kemudian, dia mengambil piring dan mengisinya dengan beberapa lauk yang sudah tersedia.

"kapan kalian akan menikah ?" tanya Mikoto.

"Oke, Aku selesai. terima kasih" Sasuke bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan orang-orang itu.

"Selalu saja" omel Sasuke saat di garasi. kemudian memasuki Rolls Royce-nya dan pergi meninggalkan kediaman Uchiha tersebut.

.

.

KNOCK...KNOCK...KNOCK...

"Iya, sebentar" sahut orang di dalam sana.

CKLEK...

"Sasuke ?" tanya Ino tak percaya.

"Hn. bolehkan aku masuk ?" Tanya Sasuke datar.

"Oh, Gomen. ayo silahkan" Ino menggeser badannya agar Sasuke bisa masuk.

Setelah Sasuke masuk, Ino menutup pintunya dan berjalan menuju dapur. sedangkan Sasuke memilih untuk melihat foto-foto Ino.

'rambut Ino tidak pernah pendek. dan pakaiannya juga feminin, tidak mungkin dia lolly pop. pasti memang Deidara si Lolly pop' Pikir Sasuke.

PUK... Ino menyentuh pundak Sasuke.

"Duduklah, aku membuatkanmu teh dan pasta."

"Hn" SasuIno berjalan menuju sofa.

"Sasu-kun, mengapa kau datang di hari libur seperti ini ?" tanya Ino.

"Kenapa ? kau melarangku datang ?" tanya Sasuke sarkastik.

"B-bukan seperti itu. m-maksudku. ahhh, sudahlah"

"Seperti biasa, aku terlalu stress untuk berada di rumah" jawab Sasuke, kemudian melanjutkan makannya.

"ooohh... bukannya mereka sudah percaya kalau kau sudah punya pacar ? tapai, kenapa mereka masih menanyai-mu ?" tanya Ino. Sasuke menggedikan bahu.

"Mereka menanyai ku untuk cepat menikah, Ino"

"Ya sudah, kau tinggal mencarinya saja. dengan wajah mu yang tampan ini, kau pasti dengan mudah mendapatkan seorang istri" ucap Ino enteng.

"Hn" jawab Sasuke ogah-ogahan. mereka diam sejenak

"hari ini kau ada kerjaan tidak, Sasu-kun ?"

"Tidak, ku rasa"

"Ummm... bagaimana kalau kita jalan-jalan ?"

"Boleh saja" Sasuke yang sudah selesai dengan acara makannya, langsung membawa piring itu ke wastafel dan mencuci-nya.

"Eh ? Sasu-kun. apa yang kau lakukan ?" tanya Ino di belakang Sasuke.

"Seperti yang kau lihat" Ino memperhatikan dengan seksama pekerjaan Sasuke. ternyata Sasuke sangat telaten dalam mengerjakan tugas rumahan. mau tak mau, Ino tersenyum di buatnya.

"kau tidak bersiap ?" tanya Sasuke setelah selesai mencuci piring dan gelasnya.

"Iya. tunggu sebentar ya" Ino berjalan meninggalkan Sasuke menuju kamar mandi, yang berada di kamarnya.

Suara gemericik air menggema dari ruangan serba ungu tersebut. sekitar 5 menit kemudian, Ino keluar dari kamar mandi. Ino berjalan menuju lemari dan mengambil sebuah tank-top putih, blazer jeans, dan celana pendek berbahan jeans.

selesai dengan pakaiannya, Ino menuju tempat selanjutnya, meja rias. seperti biasa, Ino hanya memakai make-up tipis. seperti, foundation, bedak bayi, dan parfum aroma floral. Rambut indahnya di ikat ala pony tail. dan terakhir, dia memakai jam tangan berwarna ungu dan sepasang sepatu kets berwarna ungu dan logo-nya berwarna putih.

"Ayo, Sasu-kun" Ino mendekati Sasuke yang sejak tadi melihat fotonya.

"Sasu-kun, kenapa kau selalu memperhatikan foto ku?" tanya Ino.

"Hmm... aku seperti mengingat seseorang jika melihat foto ini" jawab Sasuke. posisinya membelakangi Ino.

"ohh... sudahlah, jika kau ingin melihat foto ku, kau boleh mengambil satu"

"Benarkah ?" tanya Sasuke tak percaya.

"Tentu saja." Dengan segera Sasuke mengambil salah satu foto Ino. foto Ino dengan pakaian lollita yang sedang cemberut.

"Ayo" Ino menggandeng lengan Sasuke untuk keluar apartment.

.

.

Ino dan Sasuke berada di salah satu taman hiburan yang berada di kota Konoha. Konoha Land, namanya.

Ino dan Sasuke mengelilingi taman hiburan tersebut. mereka juga sempat singgah di beberapa konter yang menurut mereka menarik. mulai dari melempar kaleng dengan bola, konter penjual permen apel, permainan tembak boneka, dan lain-lain.

selain itu, mereka juga menaiki beberapa wahana yang ada. seperti, Bianglala, komidi putar, roller coaster, dan Histeria.

"Lihatlah rambutku ini, Sasu-kun. berantakan" Keluh Ino. wajahnya di tekuk, dan tangannya di lipat di depan dada. Sasuke yang melihat expresi Ino, hanya tersenyum.

"Mau es krim ?" tanya Sasuke sambil mengacak rambut Ino yang memang sudah acak-acakan.

"Hei..." bentak Ino tak terima. tentu saja, Ino tuh gak bisa di gituin (?)

"Baiklah, ayo" Ino bangkit dari duduknya dan langsung menarik tangan Sasuke menuju salah satu konter penjual es krim.

"wah, ada pasangan yang sangat serasi di sini. ada yang bisa saya bantu ?" tanya sang penjual dengan ramah.

Ino merona mendengar sapaan sang penjual. sedangkan Sasuke ? dia hanya membuang muka dengan wajah memerah juga.

"Blue berry ice cream satu" ucap Ino girang.

"kalau kau ?" Tanya Ino pada Sasuke.

"Mint saja"

"Hei, kau harus makan yang manis-manis. ummm... bagaimana kalau rasa mangga saja ?"

"Hn"

"Mangga dan blue berry satu"

"Siap" tak menunggu waktu lama, pesanan mereka tiba. setelah membayar es krim itu, mereka memilih untuk duduk di salah satu bangku taman.

"Bagaimana ? enak tidak ?" tanya Ino sambil menjilati es krimnya

"Hn." jawab Sasuke datar. HENING !

"Ino, boleh ku minta punya mu ?" tanya Sasuke tiba-tiba.

"Eh ? boleh. tentu saja boleh" Ino menyodorkan es krimnya ke depan wajah Sasuke.

1 jilatan... Sasuke terbelalak.

2 jilatan... Sasuke terbuai.

3 jilatan... Sasuke semakin tak sabaran.

1 gigitan... es krim Ino tinggal setengah.

Saat dia hendak menggit es krim Ino lagi, Ino langsung menariknya.

"Eitss, tidak secepat itu tuan. habiskan dulu milikmu" Ino menjulurkan lidahnya.

Sasuke mendengus. kemudian, dalam satu gigitan, es krim sasuke yang tinggal setengah, langsung tandas. Ino menatap Sasuke tak percaya, matanya membulat.

"Sudah habis. aku minta punya mu" tanpa aba-aba Sasuke langsung menarik tangan Ino dan menjilati es krim yang berada di genggamannya.

Ino tersenyum melihat tingkah Sasuke yang seperti anak kecil.

"Dei ?" gumam Sasuke tapi masih bisa di dengar Ino

"Huh ?" Ino mengernyit. di lhatnya Sasuke menatap Horror ke arah belakangnya. Ino pun mengikutinya. alangkah terkejutnya dia ketika melihat Deidara sedang bergandengan tangan dengan seorang pria berambut merah. Ino sempat berpikir jika itu adalah Gaara, namun setelah di teliti orang itu berwajah lebih imut.

"Menjadi normal, eh ?" Sasuke menunduk sambil berseringai.

"Sasuke" Lirih Ino

"Kheh, sudah ku duga ternyata dia memang bermain dengan Sasori" suaranya terdengar tajam. Ino terdiam.

"Lihat saja nanti, kau akan menyesal. Dei"

"Sasu-kun, kau cemburu ?" tanya Ino polos

"TENTU SAJA !" Sasuke nyaris berteriak.

Ino menghela napas.

"Lupakan dia dan carilah pengganti" Ino berdiri kemudian menepuk-nepuk bokongnya dari debu yang menempel kemudian mengulurkan tangannya.

"Ayo pulang, hari sudah petang" Ino tersenyum. Sasuke menatap Ino cukup lama, kemudian dia menerima uluran tangan Ino.

"Kau mau langsung pulang ?" tanya Sasuke

"Yup, aku juga sudah lelah. apa kau mau singgah sebentar ?"

"Boleh saja"

kemudian, mereka meninggalkan taman hiburan tersebut.

.

.

INO'S APARTMENT

"Ino, kenapa tadi malam kau menangis ?" tanya Sasuke. Mereka sekarang sedang berada di balkon apartment Ino.

"Hmm... haruskah aku menjawab ?" Ino menopang dagu

"Tentu saja. kau membuatku khawatir"

'Tunggu dulu, Sasuke mengkhawatirkan aku ? oh ya ampun. apakah wajahku memerah ?' ucap Inner Ino.

"Ino" panggil Sasuke sedikit khawatir.

"Eh ? iya ?" Ino tersadar dari lamunannya, wajahnya sudah merona hebat.

"Hmm... kenapa kemarin malam kau menangis ?"

"Oh, kalau itu karena..." Ino menggantungkan ucapannya.

"Karenaaa ?" Sasuke semakin penasaran.

"Karena... Itachi" lirih Ino

"Itachi ? kenapa ?" Sasuke semakin memajukan kursinya, agar semakin dekat dengan Ino. sedangkan Ino hanya menunduk.

"Dia bilang kalau aku hanya memanfaatkan keluarga Uchiha yang kaya" Suara Ino terdengar sangat lirih.

"Dia, keterlaluan." Sasuke menggeletukan giginya.

"Sudahlah, mungkin itu benar" Ino mencoba tersenyum

"Jangan kau paksakan, Ino" Suara Sasuke terdengar sangat dingin. auranya bahkan berwarna hitam.

"Sa-Sasuke " Ino bergidik di buatnya.

GREP... Sasuke memeluk tubuh ramping Ino

"Sa-Sasuke ?" mata Ino membulat.

"Itu tidak benar. aku mohon, jangan di paksakan. jika ingin menangis, maka menangislah" Suara Sasuke terdengar sangat lembut. Sasuke semakin mempererat pelukannya.

"Sasuke" Ino membalas pelukan Sasuke, dan menyandarkan kepalanya pada pundak Sasuke.

"Hiks... terima kasih...hiks" Ino senggugukan di buatnya. cukup lama mereka berpelukan seperti itu. hingga, Sasuke melepaskan pelukannya dengan lembut.

"Lihatlah dirimu ketika menangis, jelek sekali" Sasuke tersenyum lembut. Ino yang melihat Sasuke tersenyum kearahnya kembali merona.

"Aku berjanji, jika ada orang yang membuatmu menangis lagi seperti ini. aku tak akan segan untuk menghajarnya" Sasuke mengelap air mata Ino dengan jempolnya.

"Hihihi, tapi aku tak akan setuju jika kau menghajar Itachi-kun"

"Kenapa ? bukankah kau sudah di sakiti olehnya ?"

"Hmm... aku tak apa. kebahagianku dengannya jauh lebih banyak dari pada penderitaan ku" Ino menatap langit sore.

"Oh, begitu" Sasuke merasakan sedikit nyeri di hatinya.

"Yah, begitulah. aku tak punya dendam apapun padanya. karena... aku masih menyanginya" Ino tersenyum.

JLEB... Pedang tak kasat mata menembus dada Sasuke. HENING.

"Baiklah, aku pulang dulu. terima kasih untuk hari ini. jaa" Sasuke bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan Ino yang masih menatap punggungnya.

"Arigatou, Sasuke" gumam Ino. maniknya kembali menatap indahnya langit senja.

.

.

MANSION UCHIHA

Sasuke tengah berbaring di kasurnya. tangannya tengah memegang sebuah foto seorang gadis kecil berpakaian ala lollita berwarna soft pink yang sedang cemberut. rambut pirangnya di ikat dua. sungguh foto itu sangat lucu, terlebih lagi dengan expresi lucu dari si bocah.

"Cantik dan manis. mana mungkin dia Lolly pop, tapi ketika melihat expresinya. benar-benar mirip dengan lolly pop." gumam Sasuke, pikiran Sasuke kembali melayang, mengingat kembali masa lalunya.

"Sasuke" panggil Mikoto yang sudah berada di ambang pintu.

"Ya kaa-san ?"

"Ayo makan nak"

"Hn" Sasuke bangkit dari tidurnya dan berjalan beriringan dengan sang ibu. saat sampai di meja makan, dua pasang Uchiha tengah menunggu mereka.

"Ittada kimasu" ucap mereka berempat serempak. mereka berempat makan dengan tenang.

selesai dengan acara makan malam, Sasuke langsung kembali memasuki kamarnya dan kembali melakukan kegiatannya yang sempat tertinggal. namun, dia harus kembali menunda kegiatannya. karena, pintu kamarnya kembali di ketuk.

"Masuk" panggil Sasuke.

"Sasuke, aku ingin bertanya sesuatu padamu" ucap Itachi yang kini sedang duduk di samping Sasuke.

"Hn" jawab Sasuke datar.

"Apa kau dan Ino sedang pacaran ?"

"pertanyaan macam apa itu ?" Sasuke mengernyit.

"Yah, kau tau. ku pikir kalian hanya bersandiwara"

DEG... sepertinya Sasuke melupakan kalau Itachi memiliki kecerdasan tingkat tinggi.

"Hah ? ahahahaha. tentu saja tidak, mana mungkin kami bersandiwara" Suara Sasuke terdengar hambar.

"Hentikan saja sandiwaramu, dan biarkan aku kembali padanya" Itachi menatap langit-langit kamar Sasuke.

Sasuke yang mendengar ucapan sang kakak hanya terdiam. tangannya di kepal.

"Jangan harap aku akan membiarkan hal itu terjadi, Aniki" ucap Sasuke kelewat dingin. Itachi meliriknya, kemudian berseringai.

"Aku berjanji, akan mendapatkannya kembali" Itachi bangkit dari tidurnya, kemudian berjalan meninggalkan kamar Sasuke. saat dia sampai di pintu, tiba-tiba saja Itachi berhenti.

"Oyasumi ototou" Itachi kembali melangkah dan menghilang di balik pintu.

Sasuke yang belum sadar, masih mematung.

"Ino ku" gumamnya.

T.B.C

Minnaaaaaa, i'm back ^-^ gomen, Sarah telat (Lagi) :D

nah, gimana ? udah tau kan kenapa Sasu jadi GAY ? karena si lolly pop itu tuh. Sasu pikir dia itu Deidara, pdahal itu... Mungkin next chap bkalan ada.

terus, gimana nih fic Sarah ? makin gaje kah ? makin jelek kah ? makin hancur kah ? makin banyak typo kah ? dan makin-makin yang lainnya kah ? *Apaan sih ?*

ohya, terima kasih juga buat para readers yang bersedia nge-fav dan nge-foll fic gaje ini. *peluk readers* {^-^} *Readers sesak napas seketika*

dan terima kasih juga buat para readers yang udah mau riview, seneng banget dech. *peluk cium readers yang udah riview* :* {^3^}3 *Readers langsung tepar*

udah, segini aja dlu. ane udah kehabisan kata-kata :D dan udah pegel juga :D

seperti biasa :

REVIEW KALIAN, MOTIVASI KU !