Our Secret Abot Love
Disclaimer : punya bokap gue, Masashi Kishimoto #VLOK
Pairing : Sasuke Ino
Genre : Romance & Drama (maybe)
Rating : T semi M (buat jaga-jaga)
Warning : Typos, abal, GaJe, alur kecepetan, Cerita pasaran, dan segala bentuk kekurangan lainnya.
Summary : cerita antara gadis cantik dan sexy dengan seorang pemuda tampan dan kaya namun, seorang GAY!. yang ternyata adalah bosnya sendiri. mampukah sang gadis mengubah sang pemuda menjadi normal ? bad summary
.
.
chap 4
Ino's Trouble
.
hari ini adalah hari senin, hari di mana kesibukan baru sudah menanti di depan. orang-orang akan saling berdesakan ketika di kereta, bus, stasiun, bahkan lift.
sama seperti saat ini, Ino yang notabene pekerja kantoran pasti akan sangat sering terjebak dalam situasi seperti ini. terjebak dalam lift yang penuh dengan orang, sesak sudah pasti. belum lagi, parfum yang mereka gunakan sangat menyengat. sungguh, jika Ino tau hal seperti ini akan terjadi, dia akan memilih naik tangga saja.
TING... pintu lift terbuka.
Ino yang sejak tadi sudah sesak napas merasa sediki lega. Ino keluar dari lift dan menuju ke ruangannya. saat di perjalanan, dia juga berpapasan dengan teman-temannya.
CKLEK... Ino membuka pintu ruangannya.
Sunyi, tak ada seorang pun di dalam ruangan itu, namun dia tak terlalu memikirkannya. Ino berjalan santai menuju meja kerjanya dan memulai aktifitasnya.
.
jam sudah menunjukan pukul 2 siang, namun sang Presdir tak kunjung datang. dalam hati Ino sangat mengkhawatirkan orang tersebut.
"Sasuke-kun kemana ya ? kenapa dia tak datang ?" tanya Ino entah pada siapa.
.
detik berganti menit, dan menit berganti jam. tak terasa saatnya Ino pulang. karena jam sudah menunjukan pukul 6 petang. Ino segera membereskan segala dokumen dan pekerjaannya, kemudian berjalan meninggalkan ruangannya tersebut.
"Mendung sekali hari ini" gumam Ino saat berada di luar kantor.
tanpa basa-basi, Ino langsung melesat meninggalkan kantor tersebut dan menuju ke apartment-nya.
Di perjalanan, dia sempat singgah ke salah satu kedai penjual takoyaki yang masih hangat. kemudian melanjutkan jalannya.
saat di perjalanan dia juga berpapasan dengan beberapa teman-temannya. seperti, Lee, paman Guy, tenten, Shikamaru, dan Chouji. yang tanpa di sadari, dia sudah berada di depan gedung apartment-nya. kemudian, dia berjalan menuju lift dan menekan nomor lantai apartment-nya.
TING... Pintu terbuka, Ino langsung keluar dan berjalan menuju apartmentnya. saat sampai di apartment-nya, Ino langsung masuk dan berjalan menuju tempat tidurnya, kemudian dia merebahkan tubuhnya di kasur.
"Hmm... nyamannya, pasti akan sangat menyenangkan bila aku berendam air hangat. Ouh... memikirkannya saja sudah membuatku senang." celoteh Ino.
setelah selesai dengan pikirannya, Ino langsung bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi. kemudian, di isinya bak mandi tersebut dengan air hangat. tak lupa dengan gelembung sabun beserta minyak lavender di tuangkannya. selesai dengan sabunnya, Ino langsung merendamkan diri di bak mandi selama 10 menit.
slesai dengan acara mandinya, Ino berjalan menuju lemari dan mengambil sebuah hot pants berbahan jeans dan sebuah kaos berwarna biru muda. selesai dengan out-fit nya, Aquamarine milik ino melirik ke arah jendela. ternyata, di luar hujan deras.
kemudian, dia keluar kamar dan menuju dapur. di dapur dia membuat secangkir teh, kemudian dia menuju ruang tamu dan duduk santai di atas sofa lembut itu.
"Hmmm... nikmatnya minum teh saat hujan seperti ini" Ino tersenyum, kemudian mulai mendekatkan secangkir teh panas tersebut ke mulutnya.
KNOCK...KNOCK...KNOCK...saat bibirnya hampir menyentuh pinggiran gelas tiba-tiba pintunya di ketuk.
Ino sedikit jengkel karena acara santainya di ganggu. namun, sepertinya dia harus segera membuka pintu itu. karena, sang pengetuk semakin keras mengetuk pintunya.
CKLEK... manik Ino membulat ketika melihat sang pelaku. seluruh pakaiannya basah dan kotor, belum lagi rambutnya yang ikut-ikutan basah dan kusut. sungguh, orang yang ada di hadapan Ino ini seperti kucing kampung yang kehujanan.
"Sasuke-kun ? ayo masuk" Ino menarik Sasuke yang masih mematung.
"ada apa denganmu ?" tanya Ino.
"..." Sasuke diam saja.
"Tunggu sebentar, aku akan bawakan kau handuk dan pakaian hangat." Ino kembali ke kamarnya dengan tergesa. tak menunggu waktu lama, dia telah kembali dengan sebuah handuk dan sepasang piyama.
Ino langsung mengelap kepala Sasuke dengan handuknya
"Kau kenapa bisa seperti ini Sasuke-kun ?" tanya Ino di sela tugasnya yang masih mengelap kepala Sasuke
"Aku bertengkar dengan aniki" lirihnya pelan.
"kenapa ?"
"..." Sasuke tak menjawab. Ino yang tak suka dengan keheningan seperti ini mencoba untuk membuka pembicaraan.
"Baiklah... kau sudah makan belum ?" tanya Ino setelah lama berdiam diri. Sasuke menggeleng.
"Hmmm... mau ku buatkan makanan ?" Sasuke mengangguk. kemudian Ino berdiri dan langsung meninggalkan Sasuke.
Ino sekarang sedang berada di dapur, dia ingin membuatkan Sasuke makanan hangat. kali ini, Ino membuat mi instan rebus di tambah telur. sementara Ino sedang sibuk, Sasuke yang basah kuyup memilih memasuki kamar Ino dan mandi di sana. meskipun terkesan tidak sopan, namun Sasuke tak memperdulikannya.
"Sasuke-kun, makanannya sudah siap" teriak Ino dari arah dapur.
"Hn" sahut Sasuke pelan, yang sudah di pastikan tidak mungkin di dengar Ino.
selesai mandi, Sasuke langsung memakai piyama berwarna soft pink polos yang sudah di sediakan Ino. yang untungnya, sedikit kebesaran jadi, dia bisa memakainya. sungguh, Sasuke sempat menatap horror piyama itu. namun, dengan berat hati dia harus menerimanya. dari pada tidak memakai baju sama sekali ? lagi pula, tak baik jika kita menolak kebaikan orang lain. bukan begitu ?
Setelah selesai, Sasuke berjalan menuju meja makan yang satu ruangan dengan dapur. Ino yang mendengar derap langkah seseorang langsung berhenti melakukan tugasnya dan berbalik menatap orang tersebut.
"Pfffft... kau sangat lucu memakai itu." Ino menutup mulutnya, menahan tawa.
"jangan menertawakan ku, Ino" ucap Sasuke datar, kemudian dia duduk di salah satu kursi.
"Hihihi, gomen. kau sangat manis, Sasu-kun". Sasuke yang di tertawakan seperti itu hanya merengut dengan wajah memerah, malu.
"Hentikan, bisakah aku makan dengan tenang ?" tanya Sasuke menyindir. Ino yang di sindir seperti itu hanya nyengir gaje. kemudian, Ino duduk di kursi depan Sasuke.
Sasuke kini mulai memakan makanannya dengan tenang dalam diam, sedangkan Ino yang duduk di depannya hanya menopang dagu dengan kedua tangannya sambil menatap wajah Sasuke yang terlihat sangat serius.
'lihatlah wajahnya yang mulus itu, membuatku iri saja. kemudian tulang rahangnya yang tegas, dan alis yang tebal namun terbentuk dengan sempurna. apakah dia sulam alis ? lalu, bibirnya yang tipis menggoda dengan warna merah muda. hmm, aku tak ingat bagaimana rasanya ketika aku mengecup bibirnya.' bathin Ino gaje -_-
"mengapa menatapku seperti itu ?" tanya Sasuke datar tanpa menatap Ino.
"Eh ? e-eto, gomen" Ino menunduk, menutupi wajah merahnya.
"Hn" ucap Sasuke datar, kemudian melanjutkan makannya.
"Sasu-kun, mengapa kau dan Itachi-kun bertengkar ?" akhirnya, pertanyaan itu lolos juga.
TING... Sasuke meletakan sendoknya di mangkuk, kemudian dia menggenggam tangannya sendiri sambil menatap Ino, tajam.
"Itu semua karena..." jeda sesaat. Ino dengan wajah KEPO andalannya semakin menjadi-jadi.
"KAU" ucap Sasuke menekankan perkataannya.
DEG... mata Ino membola. dia menatap tak percaya pada Sasuke.
"kenapa ? kau kaget ?" tanya Sasuke datar.
"Ap-apa maksudmu ?" Ino mengernyit.
"sudahlah, tak usah kau pikirkan. nanti kau akan mengetahuinya sendiri." ucapnya datar kemudian berlalu meninggalkan Ino yang masih mematung.
"apa maksudnya ?" gumam Ino.
"Ino, takoyaki-mu ku makan ya ?" teriak Sasuke dari arah ruang tamu.
"Hn" jawab Ino yang tak mungkin di dengar Sasuke.
Ino kemudian berjalan menuju sofa-nya yang tengah di duduki Sasuke di ruang tamu. sebenarnya dia ingin menanyakannya tentang tadi, tapi ketika melihat Sasuke yang sedang makan dengan lahap. dia urungkan.
"Kau mau ?" tanya Sasuke menyodorkan takoyaki 'milik Ino'
"Tidak. habiskan saja" Ino tersenyum lembut.
"oh, baiklah" ucap Sasuke sambil melanjutkan makannya.
"Sasuke-kun, apa maksudmu tadi ? aku tak mengerti"
Sasuke menghela napas sejenak, kemudian menatap manik aquamarine Ino.
"Hmm... aniki ingin kau kembali dengannya" ucap Sasuke datar. sedangkan Ino masih diam.
"Dan tadi pagi aku bertengkar karena dia ingin mengajakmu berkencan. daann..." Sasuke menggantungkan ucapannya.
"Daan...?" Ino semakin ingin tahu
"Aku tak suka itu terjadi, lalu aku membentaknya dan berkata kalau 'Ino adalah miliku'. tanpa ku ketahui, tou-san melihat tingkahku yang membentak Itachi. lalu tou-san datang dan memarahiku. kemudian, aku pergi tak tentu arah. hingga tak terasa aku sampai di depan gedung apartment-mu" ucap Sasuke polos. seperti seorang anak yang mengadu pada ibunya saja. Ino yang mendengar ucapan polos Sasuke hanya tersenyum maklum.
PUK... Ino menyentuh pundak Sasuke
"Kau cemburu ?" tanya Ino dengan senyum jahilnya.
"Ma-mana mungkin" Sasuke membuang muka. Ino tersenyum penuh arti menanggapi ucapan Sasuke.
"Baiklah, kalau begitu. aku akan pergi belanja nanti. kau mau ikut atau tetap di sini ?" tanya Ino
"Apa kau bercanda ? tidakkah kau lihat pakaian ini ? lagi pula ini sudah malam" tanya Sasuke bertubi-tubi, sambil menunjuk piyama Ino
"Baiklah, aku pergi sendiri saja. semoga harimu menyenangkan" Ino mengerling jahil pada Sasuke. kemudian, memasuki kamarnya.
tak menunggu waktu lama, Ino keluar dari kamar dan nampaklah seorang gadis cantik berambut pirang yang di kuncir tinggi dengan jeans berwarna hitam dan berbaju putih, dengan jaket berwarna coklat membalut tubuh ideal-nya. tak lupa sepasang sendal berwarna hitam mengalasi kaki-nya.
"Aku pergi dulu. jaa" Ino melambaikan tangan pada Sasuke dan berjalan meninggalkannya.
sedangkan Sasuke, dia tak membalasnya, dia hanya diam sambil menonton acara kesukaannya saja.
.
.
Konoha Super Mall
Ino kini sedang berada di salah satu mall terbesar di konoha. apalagi kalau bukan Konoha Mall. Ino berjalan santai sambil membawa troli belanjaannya. sesekali dia juga berhenti di salah satu rak untuk mengambil beberapa bahan dan keperluannya.
"Huuh... kenapa sereal harus setinggi itu sih ? membuatku susah mengambilnya saja" gerutunya. Ino sedang menggapai salah satu kotak sereal kesukaannya. namun, tubuh tingginya itu ternyata tak cukup tinggi untuk mengambil sekotak sereal yang berada paling atas dan sedikit di ujung. alhasil, dia hanya bisa menggerutu tak jelas.
"Bisa ku bantu nona ?" tanya seorang pria dari belakang Ino.
"Tentu saja" jawab Ino tanpa mengalihkan perhatiannya.
Sepasang tangan kekar yang panjang dengan mudahnya mengambil sereal tersebut. Ino sampai kagum di buatnya.
"Arigatou" Ino berbalik dan langsung membungkuk. kemudian dia menegakkan badannya. namun, alangkah terkejutnya Ino ketika melihat orang tersebut.
orang dengan tinggi sekitar 190cm berambut hitam panjang, berkulit putih, bermata onix, senyum menawan, dan sepasang guratan di dekat hidung yang mirip dengan keriput. siapa lagi kalau bukan, UCHIHA ITACHI.
"Ino ? apa kabar ?" tanya Itachi dengan senyum tipisnya
"Ba-baik." ucap Ino gugup. wajahnya saja sudah memerah.
"Kau sedang belanja apa ?" tanya Itachi basa-basi.
"Biasa, keperluan sehari-hari" jawab Ino, dengan cepat rasa gugupnya hilang.
"Ooh... setelah ini, kau ada acara ?"
"Tidak. ada apa Itachi-san ?" Itachi mengernyit sedikit, ketika mendengar Ino memanggilnya dengan sufix -san.
"Err... aku hanya ingin mengajakmu mengobrol sebentar, di cafe mungkin" Itachi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Boleh" jawab Ino cepat dengan senyum terbaiknya.
kemudian, dua orang beda gender itu melanjutkan acara belanjanya bersama-sama.
.
Hashirama Cafe.
Ino dan Itachi berada di Hashirama Cafe. cafe kecil yang terletak tak jauh dari pusat perbelanjaan Konoha Mall. cafe kecil itu bernuansa tradisional Jepang yang sangat kental. Ino saja sampai kagum melihat dekorasi dan suasananya.
Ino dan Itachi duduk di salah satu kursi dekat jendela. mereka duduk berhadapan.
"permisi, ada yang bisa saya bantu" tanya seorang pria paruh baya sambil memegang sebuah note lengkap dengan bolpoin-nya.
"Ino, kau mau pesan apa ?" tanya Itachi.
"Teh saja"
"Hn. teh dan cappuchino satu"
"Baiklah" ucap sang pria kemudian berlalu meninggalkan pasangan beda warna ini.
"Umm... aku minta maaf" ucap Itachi gugup. wajahnya sudah memerah.
"untuk ?" tanya Ino tak paham.
"yang kemarin. tentang aku yang..." Itachi tak melanjutkan ucapannua, dia terlalu malu dan gugup untuk mengungkit hal itu.
"Oooh... yang itu ternyata. kau tak perlu khawatir, aku sudah melupakannya" Ino tersenyum
"ku dengar kau menangis. dan ku pikir aku perlu meminta maaf"
"Memang, aku sempat menangis. tapi kau tak usah khawatir, aku baik-baik saja." ucap Ino meyakinkan.
"Be-benarkah ? syukurlah" ucap Itachi canggung. entah mengapa setiap di dekat Ino di seperti berubah menjadi gugup.
"I-Ino, a-aku ingiiiin, ki-kita kem..."
"Selamat menikmati" belum sempat Itachi melanjutkan ucapannya, sang pria paruh baya lebih dulu memotongnya.
"Terima kasih" ucap Ino tulus dengan senyum manisnya. sedangkan Itachi hanya tersenyum tipis.
"Kau mau bilang apa, Itachi-san ?"
"Ck, jangan panggil aku seperti itu." decak Itachi kesal
"Gomen, Itachi-kun" Ino nyengir gaje
"Hn"
"kau ingin bilang apa tadi ?" tanya Ino sambil menyeruput tehnya.
"Aku cuma ingin bilang, mau kah kau kembali pada ku ?" tanya Itachi datar namun penuh dengan harap.
"A-aku ?" tanya Ino tak percaya.
"Ya"
"A-aku..." Ino tak melanjutkan ucapannya, dia memainkan jarinya. seperti Hinata saat sedang gugup.
'manis sekali' bathin Itachi, tanpa di sadari dia tersenyum.
PUK... Itachi mengelus puncak kepala Ino
"kalau kau tak ingin menjawabnya sekarang, tak apa" Itachi tersenyum lembut. Ino yang melihat senyum Itachi hanya ber-blushing ria.
"Sekarang, habiskan tehmu. kau akan ku antar pulang" tangan Itachi sekarang sudah berpindah ke sakunya, kemudian di keluarkannya sebuah botol kaca kecil yang di dalamnya berisi obat. Ino sedikit mengernyit ketika melihat Itachi mengeluarkan sebutir pil kemudian di masukan kemulutnya dan di akhiri dengan meminum cappuchino-nya hingga habis.
"Err... Itachi-kun, apa yang kau minum tadi ?" tanya Ino curiga. Itachi awalnya kaget, namun dengan cepat dia berucap.
"hanya suplemen vitamin" jawab Itachi
"Ooh" Ino mengangguk mengerti. namun dia merasa ada yang aneh dengan Itachi, seperti sedang menyembunyikan sesuatu.
"Kau sudah selesai ?" tanya Itachi mengagetkan Ino.
"Eh ? su-sudah" jawab Ino sedikit gugup.
"Ayo" Itachi bangkit dari duduknya dan langsung menarik tangan Ino untuk meninggalkan cafe tersebut. setelah membayar pesanan mereka, pastinya.
kemudian mereka berjalan santai sambil bergandengan tangan nelewati jalanan malam yang dingin. kali ini, Itachi tak membawa mobilnya. dia terlalu malas untuk menyetir saat malam.
sedangkan Ino yang di genggam Itachi hanya merona. sesungguhnya dia sangat merindukan sosok pemuda di sampingnya ini. dia merindukan tubuh tegapnya, tangan hangatnya, senyumannya, pelukannya, dan kejutan manis yang dulu pernah di berikan Itachi padanya. seperti mencium keningnya, mengecup bibirnya tiba-tiba, memeluknya dari belakang, dan genggaman tangan yang hangat. sungguh, pemuda ini-lah salah satu kebahagiaan Ino.
banyak pasang mata yang melihat pasangan ini. tak jarang ada yang memuji kecocokan mereka. Ino yang di perhatikan seperti itu merasa sedikit malu. jadi dia hanya menunduk untuk menutupi wajah memerahnya, meskipun orang-orang tak akan melihatnya. tentu saja, ini malam hari.
"Ino, kau tak apa ?" tanya Itachi khawatir.
"Iie, aku tak apa"
"Hn" dan pasangan itu melanjutkan acara jalan malamnya menuju apartment Ino.
.
INO'S APARTMENT
"Ino, kemana ? kenapa jam segini dia belum pulang juga ?" tanya Sasuke entah pada siapa. dia sejak tadi hanya mondar-mandir gaje sambil memegang dagunya
"Aku harus mencarinya" gumam Sasuke. dengan segera dia langsung mengambil jaket hitam milik Ino dan keluar apartment, tak lupa dia juga menguncinya.
Sasuke berjalan cepat keluar dari gedung apartment itu. di perjalanan dia juga berpapasan dengan beberapa orang yang memandang aneh padanya. namun, Sasuke seolah tak menghiraukannya.
dia terus berjalan, di fikirannya sekarang ini adalah keselamatan 'Ino-nya' tak perduli dengan penampilannya yang aneh.
"Ino, kau di mana ?" gumam Sasuke. dia mengambil hp dari saku piyamanya kemudian memencet nama seseorang dan langsung menghubunginya.
TUT...TUT.. Sasuke menempelkan HP-nya ke telinganya.
"Moshi, moshi" akhirnya, suara lembut itu menyahut. Sasuke sedikit merasa lega.
"Ino, kau di mana ?" tanya Sasuke khawatir
"Sasu-kun ? kau kah itu ?" tanya Ino tak percaya. kentara dari suaranya yang terdengar kaget.
"Sasuke kah itu" suara itu, Sasuke sedikit mengernyit ketika mendengar suara yang tak asing di telinganya.
"Hn. kau di mana ?" tanya Sasuke datar.
"aku sedang bersama Itachi-kun, kami sudah ada di depan gedung apartment ku"
dia mencelos, setelah berjalan sejauh ini, tetapi orang yang di cari sudah ada di depan apartment ? mungkin, ini adalah hari terburuknya.
"Hn" jawab Sasuke datar, kemudian mematikan sambungan teleponnya.
Sasuke berjalan gontai menuju kembali ke apartment Ino. di dalam hati dia merutuki dirinya yang seperti ini. dan Sasuke juga merasa tak suka ketika Ino jalan berdua dengan Itachi. di masukan kembali Hand Phone-nya dan melanjutkan jalannya dengan pikiran yang masih berkecamuk. antara marah, cemas, dan err... cemburu mungkin ?
.
INO'S APARTMENT.
Knock...knock... Ino mengetuk pintu dengan tenanga yang tak bisa di bilang pelan.
"Sasuke-kun" panggil Ino nyaris berteriak.
"Apa tak ada orang di dalam ?" tanya Itachi di belakang Ino. Ino menggedikan bahu.
"Apa dia menguncinya ?" Tanya Itachi lagi. Ino mengangguk.
"apa kau bawa kunci cadangan ?" seketika, mata Ino membulat. kemudian dia memukul pelan keningnya.
"Bodoh sekali kau Ino" ucap Ino pada dirinya sendiri. Itachi yang melihat tingkah Ino hanya tersenyum tipis. sedangkan Ino masih mencari sesuatu dari dalam kantong belanjaannya.
"Ada" Ino mengangkat tinggi-tinggi kunci itu. di masukannya kunci itu kelubangnya, kemudian di putarnya.
CKLEK... pintu terbuka
"Silahkan masuk, Ita-kun" ucap Ino ramah dengan senyum manis di wajahnya.
"Terima kasih. apartment-mu tak banyak berubah seperti terakhir kali aku kemari. masih tetap beraroma lavender, masih tetap rapi dan bersih." puji Itachi, dia tengan duduk di sofa sekarang. Ino yang mendengar Itachi memujinya kembali merona.
"Terima kasih" Ino duduk di sebelah Itachi
"Sama seperti perasaanku padamu yang tak pernah berubah" Itachi menatap Ino langsung ke manik aquamarine-nya. Ino balas menatapnya.
hati keduanya tengah bergemuruh tak menentu sekarang. Itachi yang seolah terhanyut dengan aquamarine Ino mulai memajukan wajahnya.
CUPS... lembut, manis, dan agak basah menyentuh bibir Itachi. dengan lembut di kecupnya bibir Ino. sedangkan Ino, dia sedang terbelalak sekarang. wajahnya bakan sudah semerah kepiting rebus. Ino tak menolak ataupun membalas ciuman Itachi, dia masih belum sadar dengan apa yang terjadi.
CKLEK... pintu terbuka. dan nampaklah Sasuke yang tengah menatap mereka dengan tatapan datar, meski ada sedikit rasa terkejut dari matanya. Itachi yang melihat adiknya datang tiba-tiba, mau tak mau harus menghentikan aktifitasnya. posisinya membeakangi Sasuke.
"Sa-sasuke" Ino menatap horror Sasuke, seolah dia adalah teroris.
"Hn" dia menatap Ino datar.
.
T.B.C
minna, I'M back ! \(^~^)/
gomen, sarah lagi2 update telat *bungkuk-bungkuk* _o-2 gomen juga, klo jlek. harap mklum, sarah cuma author abal bin gaje :3
ohya, kemaren itu sarah kan udh janji bkal bongkar hubungan masa kecil SasuIno, itu kyk-nya gx bisa di chap ini. mungkin di chap depan bkalan ada. maafkan sarah, ya minnaaa _O-2
terus, sarah juga minta maaf klo minna bertanya-tanya tentang kenapa Itachi bisa GAY. sarah juga gak tau sih hehehehe (^-^)v mungkin, emang dari sananya Itachi kyk gitu. muehehehehe *Ketawa Nista* *Di sambit golok ama Itachi FG*
ohya, terima kasih juga buat para readers yang bersedia nge-Fav & nge-Foll fic gaje ini ^_^
dan terima kasih banyaaaaak buat para readers yang udah review fic abal ini ^_^
sarah mau minta maaf, klo nanti ending yang sarah buat jadi jelek pke banget. meskipun gx tau smpe chap berada ending-nya :D *Buat Jaga-jaga*
udah, segini aja dlu. sarah kehabisan stok kata-kata :v
sebagai penutup, masih seperti biasa yaa ;)
REVIEW KALIAN, MOTIVASIKU !
