JAWABAN REVIEW!
Mahou-chan: wah hati-hati gila XD arigatou nee~
Kiriko : arigatou for review! Jangan bawa yandere plis DX nanti ditunggu aja mereka dapet pair siapa hihihi~ *ngilang*
Guest : tentu saja 'o')9
Puchan : itu masih sebuah misteri~ thanks for review!
Scorpio : fufufu~ arigatou~ ^_^
152cm : yosh~ arigatou for review~ :D
Kurotori : tentu dilanjut ^_^
Dere-dere : fufufufufufufufufu~ author sudah punya rencana sendiri! Ditunggu saja ya :D
.
.
.
Author : Kari Ayam & Black Rabbit
Title : 10 Shota Mencari Cinta
Genre : Drama/?, Humor, Romance
Lenght : Chaptered
Rating : T
Cast: Kagamine Len & Utatane Piko & Oliver (Vocaloid), Phantomhive Ciel (Kuroshitsuji), Hitsugaya Toshirou (Bleach), Haninozuka Mitsukuni / Honey (Ouran Host Club), Vessalius Oz (Pandora Hearts), Zaoldyeck Killua (Hunter X Hunter), Rokujou Miharu (Nabari No Ou), Sohma Momiji (Fruit Basket).
Special Cast (OC) : Kuroki Hikari & Kuroki Mizuki
Sumary : Pandoroid kost! Kost-an berisi sepuluh pria shota super tampan dengan segala keunikan mereka.
.
.
.
Disclaimer:
Vocaloid © Yamaha Corp., Crypton Future Media, Internet FX, etc.
Ouran Host Club © Bisco Hatori
Fruit Basket © Natsuki Takaya
Hunter x Hunter ©Yoshihiro Togashi
Bleach © Tite Kubo
Pandora Hearts © Jun Mochizuki
Kuroshitsuji © Yana Toboso
Nabari no Ou © Yuhki Kamatani
Fanfict "10 Shota Mencari Cinta" © Kari Ayam and Black Rabbit
.
.
.
Warning : Typo, OOC, Absurb, Author nyempil/?
.
.
.
Chapter 2!
Oz and Honey Act!
Sudah seminggu mereka menjalankan rencananya. Sejak hari itu mereka semua gencar meluncurkan serangan kepada targetnya masing-masing. Lihat saja Oz! Sejak dimulainya perlombaan, tiap pagi sebelum pergi kekampus ia pasti membeli sebuket besar mawar merah. Untuk apa? Tentu saja untuk menggombali cewek. Hari ini juga ia membeli sebuket bunga mawar. Dengan wajah berseri-seri dan langkah yang bersemangat ia melewati pintu masuk universitas.
Langkahnya itu terhenti saat ia melihat seorang gadis berambut pendek tengah duduk dibawah pohon sambil membaca buku. Oz tersenyum kecil. Ia mengambil setangkai mawar dan menaruh sisanya kedalam tas ransel miliknya. Menggigit mawar itu dimulutnya dan mulai mendekati gadis berbaju biru itu. Sambil memasang pose ala gentleman –menurutnya- yaitu bersandar pada pohon dengan elitnya dan menatap sang gadis dengan tatapan yang serius namun lembut. Merasa dilihati, sang gadis menutup bukunya dan balas melihat.
"Echo-chan, kau terlihat cantik hari ini. Bahkan keindahan bunga pun tak sanggup menandingimu", ucapnya sambil memberikan bunga tersebut. Badan kecilnya sedikit membungkuk seperti memberi hormat. Gadis yang dipanggil Echo itu menatap datar saat menerima bunga pemberian pria itu.
"Selamat pagi Oz", akhirnya ia membuka suaranya.
Oz tersenyum kecut saat gadis itu hanya membalas singkat sapaannya. Kemudian gadis itu mulai membuka bukunya lagi. Oz tak mau patah semangat, kali ini ia mencoba memberanikan diri menembak Echo secara langsung.
"A-anooo. Echo-chan, ada yang ingin aku katakan"
"mmhh...?"
Kali ini Echo mengalihkan pandangannya dari buku yang di bacanya dan menatap Oz dengan datar.
"Begini... E-Echo... Maukah kau ja..."
Belum selesai dengan kalimatnya tiba-tiba Echo menyela dengan perkataan yang menohok hati Oz.
"TIDAK"
"A-ap-apa?", Oz tidak mengerti dengan yang di katakan Echo tiba-tiba.
"Echo tahu apa yang ingin Oz katakan. Tadi malam kak Xerxes bilang Oz sedang terlibat dalam kompetisi aneh, Echo menolak untuk terlibat"
JLEEEEEEBBB. Hati Oz terasa seperti tertusuk sebuah panah.
"Da-dari mana orang itu bisa tahu?"
"Elda"
"APAAAA?!", teriaknya kaget setengah mati.
Oz tidak menyangka konsultasi lewat telpon dengan adiknya –Elda Vessalius- semalam itu justru malah membuat dirinya semakin terpuruk. Sepertinya Echo bukan target yang cocok lagi, jadi ia memilih melanjutkan rencana berikutnya dan pergi meninggalkan Echo. Tapi sebelum Oz menjauh tiba-tiba gadis itu mengetakan satu hal lagi, kali ini kata-katanya lebih menohok dan lebih tajam dari sebelumnya.
"Tunggu, kalau Oz mau menemui kak Sharon itu percuma. Kak Xerxes sudah cerita ke yang lainnya juga, termasuk kak Sharon. Dia menolak untuk terlibat"
"HEEEEH..."
JLEEEBBB...
JLEEEBBB...
JLEEEBBB...
Kali ini hati Oz seperti di tusukribuan panah. Lalu Oz pergi terhuyung meninggalkan Echo. Oz tidak menyangka, baru satu kali ia menyatakan cinta, tapi sudah di tolak dua gadis sekaligus.
"Hoii Alice! Selamat pagi!", sapanya saat melihat seorang gadis berambut kecoklatan dari kejauhan. Oz segera berlari menghampiri gadis yang sedang memegang daging ditangan kanannya itu.
"Pha-ghi os! (pagi Oz!)", ucapnya sambil mengunyah daging yang dibawanya.
"Hai Alice, aku punya sesuatu untukmu", Oz tersenyum manis sambil menyembunyikan sesuatu di balik punggungnya.
"Apa? Apa? Apa itu makanan?", Alice yang penasaran mulai mengendus-endus wajah Oz.
"Bu-bukan, aku bawakan bunga mawar ini untukmu"
Oz menyerahkan setangkai bunga mawar pada Alice, namun wajah Alice terlihat bingung. Kemudian mulut gadis itu terbuka lebar dan tiba-tiba... HAAAP... Alice melahap kuntum bunga mawar itu bulat-bulat. Membuat Oz menganga lebar.
"AAAAA... Ini tidak bisa di makan. Ayo muntahkan sekarang, nanti kau bisa sakit perut!"
Setelah melahap bunga mawar yang ternyata pahit itu, Alice malah tertawa-tawa. Wajahnya masih terlihat berseri-seri seperti biasanya. Tapi berbeda dengan Oz, wajahnya kini terlihat muram. Sudah seminggu Oz mencoba cinta sejatinya, tapi ia belum juga berhasil. Dan dengan Alice, Oz ragu ia akan menerimanya. Jangankan menerimanya, soal Alice akan mengerti atau tidak saja Oz ragu dengan itu. keraguan itu semakin kuat karena Alice tenang-tenang saja bertemu dengan dirinya, meskipun Echo bilang Xerxes sudah menceritakan semuanya ke yang lain.
"Haah... kalau begini aku pasti gagal"
Melihat wajah Oz yang sedih, Alice menepuk punggung laki-laki itu.
"Hai, Oz bersemangatlah! Kalau Oz butuh bantuan katakan saja pada Alice"
Mendengar perkataan Alice, muncul secercah cahaya harapan di hidup Oz. Sambil menjabat tangan Alice, air mata bahagia mengalir deras di kedua pipi Oz.
"Huaaah... Terimakasih Alice. Kalau begitu maukah kau..."
Belum juga Oz menyelesaikan kalimatnya, kali ini Alice menyela perkataannya.
"Sudah jangan katakan lagi! Aku sudah tahu apa yang ingin Oz katakan, tenang saja! Alice siap menbantu", ujarnya percaya diri sambil menepuk dadanya.
"HUAAAAAAAHHHHH...ALICEEEEEEEE~"
Oz memeluk kaki gadis berambut coklat itu. ia melihatnya seolah gadis itu adalah malaikat penyelamatnya, ia melihat ada cahaya surga penuh harapan menyorot tubuh gadis itu dari atas. Kemudian Alice memegang erat tangan Oz dan menyeretnya ke suatu tempat.
"Ayo kita ke kantin sekarang!", ajak Alice dengan semangat.
"Heh?", Oz bingung dengan apa yang di katakan Alice.
"Alice tahu, Oz terlihat lemas dan tidak bersemangat karema belum sarapan pagi kan?"
"Heeeeee...", seketika kebahagiaan Oz berubah menjadi kekhawatiran. Langkahnya terhenti dan tubuhnya mematung.
"Ayo Oz... Kenapa berhenti? Tenang saja, alice akan bantu mentraktir oz. Alice akan bayar setengahnya. Tapi setelah itu oz harus membelikan 10 daging untuk alice"
GUBRAAAK
Entah bagaimana, tubuh Oz yang membatu itu retak dan terpecah menjadi kepingan-kepingan kecil seperti kerikil.
.
.
.
[AT THE SAME TIME]
Lain shota, lain lagi ceritanya. Kali ini Honey, shota terimut di kost Pandoroid. Tubuhnya yang kecil benar-benar tidak sesuai dengan umurnya, padahal Honey merupakan shota tertua di antara shota-shota lainnya. Ukuran tubuh dan wajahnya yang –super- imut selalu menjadi masalah dalam kisah cintanya. Namun, untung saja dia punya senjata rahasia di kampusnya. UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Host Club. Itulah senjata UKM itu, ia dan teman-temannya mencoba menyelesaikan tantangan dua gadis aneh pemilik kost-an.
"Tama-chaaaaaaaaaaaaaaaaan... Huuuueeeeee... Aku terlibat masalah besar"
Honey berlari masuk ke ruangan club sambil menangis imut, lengkap dengan boneka kelincinya yang ia peluk Mori dengan sigapnya menangkap Honey dan menggendongnya seperti bayi. Sementara Tamaki segera menjentikkan jarinya dan memberi komando pada semua anggota klub.
"Hikari, Kaoru! Siapkan bangku dan meja"
"baik", kedua kembar identik itupun hormat pada Tamaki layaknya prajurit, lalu segera berlari dan kembali lagi dengan membawa bangku dan meja.
"Haruhi, siapkan cake. Cake mahal jangan cake rakyat jelata!"
"He-eh", kali ini Haruhi sweatdrop mendengarnya, tapi ia tetap mengambil item yang di minta oleh Tamaki.
"Kyoya! Buka jendela utama, siapkan kamera dan sebotase satelit. Bersiaplah! Kita akan siaran langsung di seluruh dunia mengenai apa yang terjadi pada Honey senpai"
Tak perlu Tamaki suruh pun pria berkacamata itu sudah menyiapkan segalanya. Ia duduk dengan tenang di depan laptopnya dan terlihat beberapa staff perfilman di sekitarnya. Lengkap dengan kameramen dan ahli penerangan, juga editor.
Dan terjadilah ajang curhat kelas internasional...
[BEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP...*]
*)A/N: karena adegan berikutnya diprediksi dapat mengancam kedamaian dunia, maka kedua author terpaksa mensensornya
Sesi curhat internasional yang sempat berlangsung selama lima jam tanpa iklan itupun sukses mengharu birukan para penontonnya. Bahkan perang di suatu negeri antah berantah sempat berhenti sebentar untuk NOBAR terlebih dahulu.
"Haaah begitulah... Hari ini benar-benar melelahkan. Tapi cake yang di bawa Haru-chan tadi sangat enak", Honey berkata dengan bahagia sambil melahap sisa cake seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya.
"Iya. Tapi yang paling senang dengan pertunjukan hari ini tentu saja Kyoya senpai", ucap Hikaru dan Kaoru serempak sambil menunjuk Kyoya yang sedang asik di pojokan. Ia sedang menghitung pendapatan 'dadakan' hari ini sambil megeluarkan aura gelap yang menyeramkan di sekitarnya, tidak lupa di sertai tawa kemenangan yang mengerikan.
Sontak para anggota club bergidik ngeri. Ditengah kengerian itu tiba-tiba saja Haruhi angkat bicara membahas tentang tantangan yang sedang di hadapi oleh Honey.
"Lalu... Gimana cara senpai buat mencari cinta sejati dalam waktu sesingkat itu?"
"Haaah, Haruhi Haruhi. Kau ga perlu mempermasalahkan hal sepele seperti itu. Honey senpai kan sangat populer di kampus ini", ucap Tamaki sambil mengibaskan rambut depannya dengan lebay.
"Iya, King benar! Mana ada cewek yang ga kepincut melihat keimutan Honey senpai", tambah Hikaru dan Kaoru. Mori yang sedari tadi diam kali ini mengangguk tanda setuju. Dalam hatinya ia berkata kalau ia juga kepincut karna keimutan Honey. ((Author 1: YAOI ALERT! \(OwO *ditendang readers dan Author 2))
"Tapi... Beberapa perempuan memang menyukai hal-hal yang imut dan suka itu bukan berarti cinta. Lagipula... jatuh cinta itukan tidak sama seperti minum obat"
Haruhi yang biasanya lemot dan masa bodoh, tiba-tiba mengatakan suatu hal yang hebat dengan wajah manis. Perkataannya tadipun sukses membuat semua anggota host club terkesima –kecuali Kyoya-.
"Waaah~ Haru-chan manis sekali~", ucap Tamaki dalam hati.
"Ma-manisnya", Hikaru dan Kaoru juga berkata dalam hati dengan wajah yang memerah.
"Manis", batin Mori. Wajahnya masih tanpa ekspresi seperti biasa.
Sementara itu Honey terdiam sesaat. Kemudian ia bangun dari duduknya dan tiba-tiba memeluk Haruhi seperti anak hilang di mall yang ketemu ibunya. Sebuah ilusi bunga kecil berwarna pink bertebaran di sekitarnya pun tiba-tiba muncul semakin memperimut dirinya.
"HUUUUEEEEE... HARU-CHAAAN~"
"Eh... Se-senpai?"
"Haru-chan sangat baik. Kalau gitu, Haru-cahn jadi pacarku ya?"
"HEEEEE?"
Mendadak Honey menembak Haruhi dengan wajah innocent dan imutnya. Alhasil, tubuh Haruhi mematung seketika karena kata-kata yang di ucapkan oleh Honey. Anggota lainnya pun tidak kalah shocknya dengan Haruhi. Lihat saja Tamaki! Ia sudah tergeletak tidak bernyawa dan seluruh tubuhnya berubah menjadi putih pucat. Bahkan ada benda kecil yang terlihat seperti asap putih yang memiliki mata keluar dari mulut Tamaki. Sepertinya itu nyawa.
Sementara Hikaru, ia menahan marah sambil berhitung. Kobaran api cemburu muncul di sekitarnya. Kaoru berusaha menenangkan saudara kembarnya itu.
"AAAARGGGHHHHHH... 1... 2... 3... 4..."
"Hi-hikaru, Honey senpai pasti ga serius ngomong begitu"
Sedangkan Mori malah mojok di sudut ruangan sambil memeluk kakinya. Background gelap penuh aura keterpurukan menyelimuti tubuhnya. Wajahnya tertunduk lemas mendengar anaknya((?)) menyatakan cintanya pada orang lain. Honey yang kebingungan melihat reaksi Haruhi dan anggota host lainnya mencoba bertanya sekali lagi pada haruhi.
"H-haru-chan kenapa? Apa aku di tolak?"
"E-eetooo..."
Haruhi tidak tahu harus bilang apa, wajahnya terlihat semakin bingung. Tiba-tiba angin kencang bertiup dari arah jendela. Angin itu meniup tubuh haruhi yang sempat mematung. Begitu juga jawaban akan pertanyaan Honey, ikut tertiup dan lenyap bagaikan debu.
WHUUUUUSHH...~~
Begitulah kisah tragis pencarian cinta sang shota bernama Honey. Kisah pencarian cintanya berakhir dengan pertanyaan yang tidak akan pernah bisa dijawab.
.
.
.
To be continue
.
.
.
Mind to review?
