Mohon maaf, harusnya di posting kemarin tapi internet mati di kost-an dan yah.. hujan mendera begitu kerasnya sampai bingung mau nulis dan upload ceritanya gimana... /ga ada alasan /ditimpuk bola basket /author berujung ngedate dangan 2D otoge /hush, buka kartu
14 Feb 20**
Hari Cokelat
Seharusnya hari Valentine dirayakan dengan acara dating. Seharusnya seperti itulah yang dilakukan. Namun seperti biasa, pasangan bodoh macam apa yang bermain basket di lapangan. Aomine geram melihat Kagami yang tertawa riang, melakukan dunk seperti biasa. Dia bisa mengimbanginya sekarang. Kekasihnya itu semakin lama semakin hebat.
"Kagami... kau tahu hari ini hari apa?" Aomine menangkap bola yang dilempar Kagami. Dia men-dribble bolanya, melewati Kagami dan dengan enteng mencetak angka. Kagami bersiul kagum, senang bahwa lawannya sekaligus kekasih lebih hebat darinya.
"Hari apa maksudmu?" Dia bertanya balik.
"Kau ini... ini hari cokelat." Aomine menghela nafas, membunyikan lehernya dan berjalan ke tempat duduk.
"Hari cokelat? Ah maksudmu hari Valentine?"
"Tentu saja.. lalu apa yang kita lakukan di tempat ini?!"
"Bukankah... ini cara kita nge-date?" Kagami mengerjap bingung.
Aomine membuka mulutnya, entah apa yang harus dia katakan pada remaja di hadapannya.
Kagami tersenyum. "Jika soal cokelat, aku punya kau!" Kagami tertawa atas guraunya sendiri.
"Aku menyerah..." Aomine bergumam lelah.
"Aomine? Tunggu, kau mau kemana... kita belum kelar one-on-one!" Kagami menatap bingung Aomine. Kagami menatap tasnya yang diletakkan di atas tempat duduk di pinggir lapangan. Padahal sudah disiapkan. Padahal rencananya cokelatnya akan diberikan setelah dia menang one-on-one. Kagami menggeram.
"Ahomine bodoh!" Kagami menjerit, melempar bola basketnya pada ranjang. Dia berlari melesat keluar lapangan. Dirogohnya cokelat yang disiapkan untuk Aomine.
Aomine yang mendengar teriakan Kagami menerima tamparan kotak cokelat dari kekasihnya yang lari meninggalkannya. Kekasihnya menatap kotak cokelat. Mulutnya menganga. Pada pita disematkan kartu bertuliskan:
"Mau makan aku duluan atau cokelatnya?" Entah darimana kata-kata itu didapatkan, Aomine berdiri membatu. Wajahnya menatap Kagami yang sudah menghilang dari pandangan.
"KAGAMI!" jeritannya mencapai 10.000 km.
TBC
Berasa nulis NG-Shuu :v lanjut di chp selanjutnya... xD
