Saya bukan pemilik Naruto atau Highschool DxD!
Live Again! – Chapter 5
Akeno Himejima merupakan keturunan campuran dari makhluk supernatural 'Fallen Angel' dengan manusia, seorang 'Miko'. Ibunya Shuri Himejima merupakan seorang Miko di kuil Shinto, sedangkan ayahnya adalah Baraqiel, salah satu dari 4 petinggi di Organisasi Fallen Angel, Grigori. Dia mewarisi kecantikan ibunya, dan diberkahi tubuh yang bisa dikatakan sempurna karena darah Fallen Angel-nya.
Saat masih kecil, Akeno hidup bahagia bersama kedua orangtuanya. Dia begitu mengagumi ayahnya, dan sangat menyukai bentuk serta bulu sayap milik ayahnya. Sampai kejadian saat identitas ayahnya diketahui oleh pihak keluarga Klan Himejima, dia harus merasakan pedihnya kehilangan seorang ibu yang dibunuh di depan matanya sendiri.
Setelah kejadian itu dia mulai membenci dan menyalahkan ayahnya karena tidak datang untuk melindungi ibunya dari kematian. Sehingga dia memutuskan untuk tinggal dengan keluarga Himejima, keluarga dari ibunya. Tetapi dia diusir saat berusia 10 tahun karena memiliki darah Fallen Angel, dia dianggap mengotori kesucian Klan Himejima sebagai pengikut kepercayaan Shinto.
Sejak saat itu dia hidup sendiri tanpa uang dan makanan, dia menggunankan kemampuannya sebagai Miko yang dipelajarinya dari ibunya untuk bertahan hidup selama satu setengah tahun. Kemudian dia bertemu dengan Rias Gremory, dan bergabung sebagai anggota Peerage Rias setelah diselamatkan dari pemburuan Klan Himejima untuk membunuhnya. Setelah direinkarnasi menjadi iblis sebagai Bidak Ratu di 'peerage' milik Rias, Akeno mulai menerima berbagai pendidikan.
Akeno tumbuh dewasa dengan kurangnya kasih sayang dan cinta, tetapi dia selalu menutupinya dengan berprilaku layaknya gadis yang kuat. Dia juga memiliki sifat 'sadistic' dari ibunya, serta 'masochism' dari ayahnya sekalipun semua itu ditutupinya dengan berprilaku anggun dan lembut saat di keramaian publik. Akeno juga berprilaku layaknya wanita dewasa dan suka menggoda temannya, tetapi sebenarnya dia merupakan gadis yang polos dan juga mendambakan cinta tulus dari lawan jenisnya seperti gadis seumurannya pada umunya.
Saat ini Akeno dihadapkan dengan dua remaja berbeda jenis yang berprilaku mesra layaknya sepasang kekasih, dia merasa iri saat melihat interaksi mereka. Dia juga ingin merasakan rasanya diperhatikan, disayangi, dan dicintai dengan tulus oleh seorang laki-laki. Tetapi dia juga merasa tidak pantas karena menganggap dirinya sebagai suatu makhluk yang kotor, terlahir dari hubungan 'Fallen Angel' dengan manusia, terlebih lagi sekarang dia menjadi campuran Iblis dan 'Falen Angel'.
"Apakah aku makhluk yang pantas untuk dicintai?" Hanya itulah yang ada dalam benaknya saat ini.
Serafall saat ini sudah mulai tenang setelah mendengar penjelasan Naruto, dia masih begitu merindukan Bidak Benteng-nya. Serafall ingat bahwa Naruto meminta waktu satu tahun meninggalkan Kota Kuoh, untuk mengembara/berpetualang dan mencari Anggota Peerage. Setelah itu baru menjalankan tugas darinya untuk mengawasi adiknya yang baru saja masuk bersekolah di SMA Kota Kuoh di tahun yang sama dengan kepergian Naruto.
"Naru-tan, sekarang kamu tidak akan pergi lagikan?" Serafall memandang Naruto penuh harap. Pemuda di depannya merupakan salah satu Bidak Peerage-nya... tidak... lebih tepatnya adalah teman dalam melakukan kejahatan... kejahatan untuk menjahili orang lain.
Memang benar Naruto adalah Bidak Benteng milik Serafall, dia mereinkarnasikan Naruto saat masih berusia 10 tahun. Serafall saat itu berkunjung di dunia manusia untuk berlibur dari kesibukannya sebagai salah satu dari 4 Pemimpin 'Underworld' (Yondai Maō) dan juga kehidupannya sebagai aktris (artis wanita). Tetapi sebelum direinkarnasikan, Serafall dan Naruto membuat kontrak bahwa peran mereka adalah sebagai partner kerja, bukan raja dan servant. Hal itu juga disaksikan oleh salah satu dari 4 Pemimin Underwolrd yang memegang nama Beelzebub.
Naruto ingin kebebasan, sedangkan Serafall melihat 'potensial' dari Naruto.
"Hello?" Serafal menggembungkan pipinya sambil melambaikan tangannya di depan wajah Naruto yang masih belum menanggapinya. "Naru-tan? Kamu mengabaikanku." Lalu dia menggunakan jari telunjuk tangan kanannya untuk mendorong dahi Naruto.
"Heh?" Naruto tersedar lamunannya, "Ah... Maaf Sera. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu saja. Hehehe..." Pipi wajahnya menampakkan sedikit semburat merah, sambil menggaruk-garuk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal. "Jadi, apa yang kamu bicarakan tadi?"
Naruto sebelumnya tengah mengamati gadis lain di ruang kamar itu, dia melihat Akeno yang sedang duduk 'Seiza' tanpa mengatakan apapun. Pandangan matanya menampakkan berbagai emosi, kesedihan, sakit, penyesalan, iri, dan akhirnya keputus asaan. Itu adalah pandangan yang ditunjukkan kedua kalinya selama bertemu dengan gadis itu, pertama dia melihatnya saat selesai berciuman dengan Rossweisse. Sebagian pandangan gadis Miko itu mengingatkan Naruto pada temannya yang juga sama-sama Gadis Miko, Shion.
"Mou... Naru-tan!" Serafall mulai beranjang dengan wajahnya yang cemberut. "Nanti malam kamu harus datang ke rumah," Serafall kembali membalikkan badannya dan dengan cepat memberikan kecupan tipis di pipi Naruto, kemudian segera menjauhi Naruto serta mengaktifkan segel sihirnya. "Aku tunggu di rumah, dan aku tidak menerima penolakan." Tubuhnya menghilang bersamaan dengan akhir ucapannya.
"Heh?" Naruto masih tertegun sambil memegangi pipinya.
"Hei tunggu!" Teriak Naruto yang sudah sadar dan mulai memahami perkataan Serafall, tetapi yang diteriaki sudah menghilang meninggalkannya. "Merepotkan... Tapi kenapa dia menciumku? Tidak seperti Sera biasanya." Batin Naruto.
Naruto kembali duduk untuk meneruskan pembicaraannya dengan Akeno tentang kuil yang mereka tempati, tetapi gadis di depannya masih tidak bergeming. Naruto mencoba menunggu agar Gadis Miko di depannya kembali dari lamunannya.
.
.
.
Tetapi yang ditunggu tetap gigih dengan apa yang sedang dilakukannya, sehingga Naruto memutuskan untuk mendekati dan menyadarkan Akeno.
"Akeno-san?" Akeno sedikit terkejut saat mendengar namanya dipanggil, tetapi pandangannya masih kosong karena kesadarannya masih belum sepenuhnya kembali dari lamunan. "Apa kamu baik-baik saja?" Dia melihat pemuda bersurai silver melambai-lambaikan tangannya di depan wajahnya.
"Huh?" Hanya itu yang keluar dari mulut Akeno.
Naruto melihat ekpresi wajah bingung dari Gadis Miko di depannya. "Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Naruto kembali.
Merasa tetap tidak ada reaksi, Naruto meletakkan bagian belakang telapak tangannya di dahi Akeno untuk memastikan kesehatan gadis itu.
"Hem... tidak panas." Celetuk pelan Naruto dengan tetap meletakkan tangannya di dahi Akeno, dan dia bisa melihat sedikit semburat merah di pipi gadis itu.
"Heh?" Akeno kini benar-benar sadar, dan bingung saat melihat pemuda bersurai silver berada tepat di depannya dengan tangan menyentuh dahinya.
"KYAAA..." Hanya teriakan keras itulah yang bisa keluar dari mulut Akeno, sambil tangannya tanpa sadar mendorong keras pemuda di depannya dengan keras sehingga membuat pemuda itu terlempar jauh.
"BUGH..."
"Aduh...duhh~" Rintih kesakitan Naruto karena kepalanya terbentur dinding kamar. "Ini sudah ketiga kalinya aku dipukul seorang gadis di hari yang sama. Dua kali mencium lantai secara paksa, dan sekali terbentur tembok. Apakah keberuntunganku benar-benar hanya berlaku untuk berjudi?" Naruto membatin.
"Ah... Maaf Naruto-sama, aku tadi hanya terkejut karena kamu tiba-tiba berada begitu dekat denganku. Fufufu~" Akeno terkikik melihat Naruto yang masih mengelus-elus kepalanya yang sakit.
"Hem... tidak apa-apa." Naruto mengulas senyuman getir. "Wajah gadis ini sama sekali tidak menunjukkan kalau dia sedang meminta maaf. Ada apa ini? Senyuman di wajahnya itu mengingatkanku pada senyuman Sakura saat melihatku melakukan kesalahan, dan juga Ibu saat marah." "Eh... Sama?" Naruto memandang Akeno dengan pandangan bingung.
"Hem... Naruto-sama adalah bagian dari peerage Serafall Leviathan-sama. Semua anggota peerage dari 4 Pemimpin Underworld memiliki status yang tinggi di mata para Iblis, apalagi Naruto-sama sekarang sudah termasuk Iblis Kelas Tinggi." Akeno mengulas senyuman tipis.
"Naruto, apa semuanya sudah selesai?" Terlihat Rossweisse berdiri di depan pintu kamar, "Heh? Kenapa kamu berbaring disitu seperti orang bodoh?" Rossweisse menyeringai tipis melihat Naruto yang mengulas senyuman getir.
"Jangan pura-pura tidak tahu Ros. Kamu dari tadi bersembunyi dibalik pintu sambil mengamati apa yang terjadi di ruangan ini kan?" Naruto memandang tajam Rossweisse.
"Ara~ fufufu~ ternyata kamu bukan pacar yang mudah dipercaya ya, Naruto-sama? Sampai-sampai kekasihmu masih mengawasimu terus, fufufu~" Akeno menggunakan lengan kanannya untuk menutupi mulutnya yang mengeluarkan suara kikikan.
-Underworld-
"Achew!"
"Kamu tidak apa-apa Sirzech-sama?" Tanya seorang wanita berambut silver dan memakai pakaian pelayan kepada seorang pria berambut merah yang tengah berhenti menandatangani berkas-berkas di depannya karena bersin.
"Ya... aku tidak apa-apa. Mungkin adik tercinta-ku sedang membicarakanku." Pria itu melanjutkan kembali aktifitasnya.
"Heh? Apa kamu mengatakan sesuatu Akeno-san?" Naruto memandang Akeno dengan pandangan polos sambil jari kelingking tangan kirinya mengeorek telinganya, "Fusss..." Kemudian meniup jarinya yang terlihat mimiliki hasil kerjanya.
TWICH
TWICH
Muncul urat-urat tebal di dahi Akeno melihat Naruto yang mengabaikannya. "Heee... hehehe..." Akeno yang melihat tingkah Naruto hanya bisa menahan amarahnya sambi tertawa dengan suara berat.
"Akeno-san, kamu tinggal disini sendirian?" Naruto mulai berdiri sambil melirik gadis berambut hitam yang tengah menundukkan kepala karena menahan ekpresi kemarahannya. "Apa pacarmu sering mengunjungi? Melihat tempat ini cukup tinggi sepertinya akan sulit untuk berkunjung." Bibir Naruto mulai membentuk seringaian kecil. "EHHH... atau jangan-jangan kamu belum memiliki pacar? Makanya dari tadi kamu hanya diam saja."
TWICH
TWICH
"Ah..." Kini Naruto menepuk-nepuk pundak Akeno, "Tenang saja, suatu hari nanti kamu pasti akan menemukan tambatan hatimu." Dia kemudian melangkah mendekati Rossweisse. "Kita bicarakan masalah kuil ini nanti malam saja ya, aku dan Ros ingin pergi kencan dulu."
TWICH
"BLAM..."
Terdengar suara pintu yang ditutup secara paksa, dan melempar Naruto yang baru saja melangkahkan kaki meninggalkan ruang kamar. "Eh... ada apa dengan nasibku hari ini? Apa aku benar-benar dicintai oleh lantai dan dinding?" Batin Naruto.
Sinar mentari telah lama menghilang, dan kini gemerlipnya bintang telah menghiasi langit yang kelam, cahaya remang sang rembulan juga ikut andil memperindah suasana malam.
Terlihat gadis berambut hitam panjang yang tengah duduk seorang diri di beranda bangunan kuil, dia terdiam dan tenggelam dalam lamunan. Dia masih memikirkan ucapan dari seorang pemuda bersurai silver kepadanya tadi siang, sehingga membuat hatinya resah. Dia selalu berkeyakinan bahwa dirinya merupakan makhluk yang kotor, sehingga membuat keluarganya sendiri mengusir bahkan ingin membunuhnya.
Tetapi pemuda bersurai silver yang baru dikenalnya tadi siang itu mengatakan bahwa 'suatu hari nanti dirinya pasti akan mendapatkan tambatan hati'. Walaupun suasana saat mengatakan hal itu terkesan sedang bercanda, wajah pemuda itu menunjukkan keseriusan. Ucapan itu kemudian menumbuhkan sepercik harapan di dalam hatinya, entah apa yang terjadi tapi dia ingin sekali mempercayainya saat pemuda bersurai silver itu mengatakannya.
"Eh?" Gadis itu tersadar dari lamunannya saat di hadapannya muncul cahaya putih dari lingkaran sihir.
"Ara~ kamu sudah kembali Naruto-sama?" Ucap gadis itu saat segel lingkaran sihir menghilang dan melihat siapa yang muncul di tengah sihir berwarna putih tadi. "Dan juga membawa anggota haremmu." Di hadapan gadis itu tampak Naruto yang sudah kembali dan ditemani oleh tiga orang wanita selain Rossweisse.
"Yo... wajahmu terlihat lusuh Akeno-san." Naruto mengulas senyum lebar kearah Akeno, "Mau aku bantu untuk merapikan, atau bahkan menyetrikanya?" Senyum Naruto tidak pernah meninggalkan wajahnya dan menghiraukan teguran dari Akeno.
"Fufufu~" Suara kikikan lembut yang kali ini bukan berasal dari Akeno, melainkan dari salah satu wanita yang berada di samping Naruto. "Itu ide yang bagus Naru." Lanjut wanita itu setelah menghentikan kikikannya.
Wanita di samping Naruto terlihat masih muda, layaknya wanita yang berumur 20-an. Dia memiliki rambut ungu panjang hingga mencapai pinggulnya dengan potongan seperti rambut seorang putri, dan sedikit pada bagian belakang rambutnya diikat dengan pita putih. Wanita itu bertinggi badan 161 cm (B87-W56-H87), bermata coklat kemerahan, memakai pakaian Gadis Miko, berwana putih untuk haori (bagian atas) dan ungu untuk hakama (bagian bawah) dan juga sandal yang terbuat dari kayu.
"Mou... kamu selalu saja semangat kalau masalah menjahili orang lain Miya-nee-sama." Ucap wanita yang berada di belakang Miya.
"Fufufu~" Sedangkan yang di komentari hanya terkikik.
Miya, atau Miya Otonashi adalah seorang Yōkai dari Ras 'Siren'. Miya merupakan Bidak Ratu dari 'Peerage' milik Naruto, dan bidak pertama yang direinkarnasikannya bersamaan dengan kedua saudaranya dua tahun yang lalu. Miya bertemu dengan Naruto saat Naruto mengunjungi Pulau Kamikura, pulau yang didiami Miya bersama saudaranya.
"Tidak apa-apa Yume," Naruto mencoba menenangkan Bidak Benteng-nya. "Lagian aku yakin Miya dan Akeno bisa berteman akrab karena mereka memiliki banyak kesamaan."
"Hem..." Ucap Yume sambil menggembungkan pipinya saat mendengar Naruto membela kakak perempuannya.
Yume, atau Yume Otonashi adalah saudara termuda dari tiga siren bersaudara. Memiliki rambut berwana coklat pendek pada bagian samping, tetapi sedikit bagian belakangnya memanjang hingga bagian pinggulnya yang diikat dengan pita merah muda. Wanita itu bertinggi badan 161 cm (B97-W58-H89), dan juga bermata coklat. Dia memakai pakaian Miko seperti kakaknya, hanya saja berwarna putih dan merah dengan pengikat (harameki) panjang berwarna merah muda.
"Tch..." Sedangkan saudara yang lain hanya berdecih melihat prilaku saudaranya, dengan ekspresi wajah yang bosan. "Tidak bisakah kita masuk sekarang Ruto? Aku ingin membersihkan katana-ku, aku belum sempat membersihkannya setelah latihan tadi."
"Mou... kenapa kamu selalu bersifat dingin seperti itu Tsuba-nee-sama?" Yume kembali cemberut melihat kakaknya yang bersifat dingin saat diluar. "Tapi Tsuba-nee-sama ada benarnya Naruto-sama, aku mulai merasa sedikit dingin diluar sini." Lanjut Yume sambil memeluk lengan kanan Naruto.
Tsuba, atau Karasuba adalah saudara tengah (kedua tertua) dari tiga siren bersaudara. Memiliki rambut abu-abu panjang hingga pinggulnya yang diikat seperti kuncir kuda (ponytail). Wanita itu bertinggi badan 161 cm (B-85-W63-H91), bermata abu-abu, memakai pakaian Miko seperti saudaranya yang lain hanya saja berwarna abu-abu dibagian atas dan hitam pada bagian bawah.
"..." Akeno memandang Naruto dengan tatapan kosong, tanpa menjawab gurauan dari pemuda itu.
"..." Rossweisse yang dari tadi diam hanya melirik ke wajah Naruto sambil terus memeluk lengan kiri Naruto dan menunggu keputusannya.
"Hem~"
Cerita Berakhir...
Omake :
"Hem~ Teh buatanmu enak sekali Miya-san." Ucap Akeno sambil mengulas senyuman di wajahnya saat memuji teh buatan Miya.
"Ara~ Kamu membuatku malu Akeno-san." Miya tersenyum tipis, "Fufufu~ Terimakasih atas pujiannya. Tapi aku tidak bisa memberikan resepku padamu Akeno-san. Maaf..." Wajahnya terlihat sedikit sedih.
"A... Oh... Miya-san, aku memuji teh buatanmu karena memang betul-betul enak. Aku sama sekali tidak memiliki maksud lain."
"Ara~... aku kira kamu ingin meminta resepku untuk memberikan kesan kepada seorang laki-laki, pasalnya aku dengar kamu masih belum punya pacar walaupun memiliki tubuh dan wajah yang cantik sepertimu Akeno-san." Tanpa Akeno sadari, Miya mengulas seringaian kecil di wajahnya sebelum menghapusnya dengar senyuman polos.
"Ara~ fufufu~ aku tidak perlu resep darimu untuk menarik seorang laki-laki Miya-san. Jika aku mau aku bisa saja mendapatkan laki-laki mana saja yang aku mau."
"Ara~ benarkah? Berarti kamu lesbian ya?" Senyuman Miya tidak pernah meninggalkan wajahnya.
"Apa ma..."
"Jika apa yang kamu katakan kalau kamu bisa memiliki laki-laki manapun yang kamu mau itu benar, berarti setidaknya kamu sudah pernah berpacarankan. Tetapi sampai sekarang kamu sama sekali belum pernah menjalin hubungan dengan seorang laki-laki mana-pun." Miya melirik Akeno yang sedang memandangnya dengan pandangan tajam, Walaupun dia sedikit menutupinya dengan senyuman hambar. "Hem~ Apa mungkin kamu jatuh cinta dengan rajamu?" Miya menggembungkan pipinya sambil menyentuh dagunya dengan jarinya seolah-olah sedang berfikir, tetapi justru menunjukkan wajahnya yang cantik. "Oh, dia perempuan ya... Maaf..."
"Tidak, aku hanya belum menemukan laki-laki yang..." Akeno terus menjelaskan maksud dirinya masih menjomblo.
Percakapan mereka berdua terus berjalan sampai pagi, karena keduanya tidak ada yang mau mengalah.
"Gerrr..."
Sedangkan Naruto dan tiga wanita lainnya sudah tidur pulas dengan saling berpelukan.
Naruto merupakan bagian dari peerage milik Serafall Leviathan, mengkonsumsi satu buah bidak benteng yang bermutasi. Dia direinkarnasikan pada saat berumur 10 tahun.
Naruto Peerage :
Raja : Naruto Lucifuge-Argento
Ratu (Mutasi) : Miya Otonashi (Yōkai Siren, anak pertama dari tiga bersaudara)
Kesatria/Kuda 1 (Mutasi) : Karasuba Otonashi (Yōkai Siren, anak kedua dari tiga bersaudara)
Kesatria/Kuda 2 : -
Peluncur/Gajah 1 : Rossweisse (Valkyrei)
Peluncur/Gajah 2 : -
Benteng 1 (Mutasi) : Yume Otonashi (Yōkai Siren, anak ketiga dari tiga bersaudara)
Benteng 2 : -
Pion : -
- Yōkai Siren merupakan makhluk bagian dari golongan Yōkai yang wujud aslinya berupa manusia setengah burung. Ada yang saat berubah bagian bawah hingga dadanya menjadi seperti burung dan memiliki bulu atau sisik dengan sayap yang terbentang pada panggungnya. Ada juga pada perubahannya meemiliki sayap pada punggungnya tanpa merubah bentuk manusianya yang lain. Dan disini tiga siren bersaudara hanya memiliki sayap seperti burung saat berubah, tanpa mengubah bentuk fisiknya yang lain.
- Yōkai Siren memiliki kemampuan pengendalian terhadap suara.
- Karakter Miya, Yume, dan Karasuba diambil dari Manga/Anime Sekirei. Tetapi hanya penampilan, karakter, dan namanya saja, bukan kemampuannya. Rencananya mau buat karakter baru, tapi terlalu panjang kalau mau memperkenalkan lagi, jadi di ganti dengan karakter dari Sekirei tetapi dengan kemampuan baru (layaknya siren). Sekirei juga memiliki panggilan sebagai gadis burung.
- Terinspirasi dari legendari tiga siren bersaudara, Thelxiepeia, Peisinoe, dan Ligeia.
- Otonashi adalah nama marga dari Sun, Ran, Ren, dan Rin di Manga/Anime Rosario Vampire dan merupakan bagian dari Yōkai Siren.
Semoga bisa bertemu lagi di cerita selanjutnya... Setelah ini mungkin akan lama baru di update kembali...
Jangan lupa tinggalkan reviews!
Salam... Deswa
