Title : KHR! Versi Varokah

Disclaimer : Katekyou Hitman Reborn by Amano Akira

Warning : Ramadhan!AU, BL nyerempet, OOC parah, humor gagal, EYD level ambureghul, typo(s), dsb.

Hope you like it~

.

.

.chapter 1.

.

.

"Aneh ya." Gumaman Fon langsung mengalihkan perhatian seluruh rekan Arcobaleno lain yang baru saja berbuka di meja makan. "Entah kenapa, kata gue Ramadhan tahun ini nggak ada bedanya sama kayak hari biasa," lanjutnya.

"Maksudnya?" tanya Lal masih dengan mengunyah roti. Kaki kirinya naik ke atas kursi, memang kabarnya Lal sejak dulu adalah pelanggan setia warteg di perumahan ini.

"Tapi nih, gue ngerasa Ramadhan tahun ini nggak bakal berubah kalo kita tetep gini terus," kata si ahli beladiri tanpa diduga. Seluruh mata menatapnya, gonjang-ganjing bertanya dalam hati terserang virus apakah sang kempoka.

"Maksudnya nggak bakal berubah gimana, Fon?" tanya Verde nggak ngerti seraya menaikkan kacamatanya.

"Gini," Fon memajukan tubuhnya, menatap balik setiap pasang mata yang memandanginya, "kan sekarang lagi bulan Ramadhan, lagi puasa-puasanya, nah, artinya kita harus semakin mendekatkan diri pada Sang Pencipta."

Duileh, sejak kapan Fon jadi alim begini?

"Terus, cara mendekatkan dirinya gimana?" tanya Reborn.

"Nih, misal, topi fedora lo itu mending diganti sama peci aja, Bon," jawab Fon tenang.

Reborn langsung menggebrak meja. "BAN BON BAN BON—JANGAN SINGKAT-SINGKAT NAMA GUE ANJIR!" Ia pun mengamuk bak godzilla.

"Sabar Reborn, sabar. Besok mau puasa, harus nahan marah," lerai Luce.

Reborn terdiam, lalu kembali duduk menuruti sang gebetan. Semua menghela napas lega, coba kalau tadi yang nyuruh bukan Luce, mungkin sekarang sudah ada perkedel dari daging manusia—meski lumayan juga, jadi sahur nggak usah buang bahan makanan lagi.

Colonello berdehem, mencatat dalam hati untuk beli peci besok—kalau bisa sekalian sama sorbannya. "Tuh, lanjutin Fon, kora!"

Si kempoka berdehem sejenak. "Nah, bukan cuma yang cowok doang yang harus berubah, yang cewek juga. Kenapa sampe sekarang kalian masih ngegerai rambut? Itu tuh masih aurat!" ceramahnya lagi.

Lal merasa dadanya bergemuruh, ia merasa berdosa. Luce apalagi, ia langsung memasang wajah sedih dengan senyum trenyuh, teringat beberapa doujinshi-nya yang disembunyikan di bawah tempat tidur, mulai dari yang hitam-putih (tidak, ini bukan nama acara di televisi yang ada di Trans Seven) sampai pada yang full color.

Eh, author juga deh, bahkan dia lah pelaku pembuatan fanfic R-18+

"Ck ck ck, tobat kamu, Thor. Bulan puasa harus ngendaliin hawa nafsu," cetus Fon penuh kealiman.

Maafkan saya Bang Ustad … ampun, saya khilaf …

"Jadi, kita harus mulai pake jilbab, ya?" tanya Lal mengkonfirmasi.

"Nah!" Fon langsung menepuk tangannya, tanda memang itulah maksudnya. "Lo semua emang udah seharusnya nutup aurat, minimal kayak calon istri gue," sambung si pria berkepang seraya melempar senyum lebar maksimal pada Mammon.

Krik …

Mammon melotot garang dari balik tudungnya, padahal dalam hati sudah cenat-cenut bad dum tess. "Calon istri, calon istri! Ngelamar aja belom lo, anjir!" hardiknya tsundere.

"OH JADI INTINYA LO MAU DILAMAR?!" semprot Lal napsuan, salah mengartikan tindak-tanduk sang trap tsundere.

"Ck ck ck," Fon geleng-geleng, namun senyum buaya tersungging di bibirnya, "kalo lo mau cepet kawin, mending bilang dari tadi, Sayang. Sekarang juga gue panggilin penghulu pun gue jabanin!" katanya dengan wajah sumringah.

BRUAK!

Tanpa diduga, Reborn dan Verde telah terjatuh tak elit di lantai. Tubuh keduanya terlihat kejang-kejang, beruntung tak ada busa yang ke luar dari mulut mereka.

"Reborn! Verde!" Luce menjerit, sempat gonjang-ganjing begitu mengetahui dua makhluk jones di kelompok mereka tiba-tiba ayan dadakan.

"Oi, Skull! Tadi elo kan yang buat buka? Lo masukin apa aja? Air keran, hah?!" tanya Lal sangar.

"M- maafin aku, Senpai! T- tadi airnya abis jadi kutambahin pake air cuci piring!" Skull sujud di kaki Lal.

"ANJIR! JADI TADI LO NGASIH GUE MINUM APA, WOI!" Colonello mendadak kejang-kejang.

"Hush, hush, udah. Reborn, Verde, emang lo berdua kenapa?" tanya Fon yang entah bagaimana masih bisa tenang meski dua temannya sudah ayan di tempat—atau karena telah diberi minum (dan makan) air murni pegunungan setengah hasil cucian.

"S- sialan lo …," umpat Reborn seraya mencoba berdiri.

"Tau tuh …," Verde pun ikut mengikuti, tatapan matanya tampak tajam, seolah ingin membunuh si kempoka sekarang juga. Semua menelan ludah, ada apa dengan Verde? Kenapa mendadak ia serius? Apa ini karena the power of air cucian piring? Tapi, yang pasti, semua tahu ini tengah situasi mendesak, bisa-bisa mengancam nyawa mereka dan—

"LO TUH TEGA BANGET SIH SAMA TEMEN SENDIRI, FON! EMANG MAKAN TEMEN LO SIAL! MASA UDAH RAMADHAN GINI LO UDAH PUNYA CALON BINI?! KITA AJA BELOM BISA NGEGEBET GEBETAN!" Verde menyuarakan isi hatinya dengan histeris.

—Oh, gebetan toh.

.

.

.

.tbc.

.

.

.

A/N : Akhirnya jadi juga ini hahaha, sebenernya ini udah saya ketik di Jogja tapi suka males di-publish /plak. Btw, gimana chapter ini? Aneh? Gaje? Btw, ada yang mau saran apa yang enak buat ngeramein Ramadhan gini? Ayo ayo tuangkan di kotak review ya, saya tungguu~ /o/

Hikage Natsuhimiko : Verde dan kentut itu sahabat dekat, sulit terpisahkan :)) /sayadiracunin. Wahaha! Saya bahkan baru kepikiran seperti apa kiranya emaknya Verde pas hamil si Kepala Rumput ngidam apa XD ngidam bebauan yang menyengat mungkin? /gak.

Ssora0 : Iya dongs, kan biar geng Arcobaleno Ceria tidak hanya tampan nan berani, namun juga sholeh ;)) /apaini. Wah sayang sekali nih, ternyata chapter ini malah ngomongin cara mendekatkan diri pada Yang Kuasa, mungkin kapan-kapan saya bisa make tentang teraweh :9 makasih ya sarannya /o/

Natsu Yuuki : Wahahaha! Ayo buat juga dong! Biar saya nggak forever alone yang buat cerita sableng macem gini /o/ Wah, jadi bukan SARA toh? Soalnya saya pernah denger kalau SARA itu mirip kayak mihak salah satu agama, tapi bingung juga sih /plak. Makasih ya udah dikasih tau XD

Sepertinya sampai di sini dulu cuap-cuap saya. Terima kasih untuk yang sudah menyempatkan diri membaca, review, fav, sampai follow segala, saya terharu :")) mohon maaf jika ada bagian yang menyinggung, terdapat typo yang ambureghul, serta kekurangan lain dalam fanfiction ini. Saya tunggu review kalian yang lain ya /o/ Sampai jumpa di chapter depan dan karya saya yang lain ya!

-Salam-

Profe Fest