Title : KHR! Versi Varokah

Disclaimer : Katekyou Hitman Reborn by Amano Akira

Warning : Ramadhan!AU, BL nyerempet, OOC parah, humor gagal, EYD level ambureghul, typo(s), dsb.

Hope you like it~

.

.

.chapter 3.

.

.

Akhir-akhir ini perumahan tempat Arcobaleno tinggal seringkali dilanda kebisingan. Yaah, sebenarnya kebisingan memang sudah menjadi makanan sehari-hari mereka sih (seperti misal keributan kecil yang dihasilkan Verde di kamarnya yang dijadikan satu dengan lab, atau seperti kebisingan di dapur dengan Luce menjadi pelakunya—tidak ada siapapun yang mau mendekati dapur dan membuat kerusakan sedikit saja di sana kecuali jika mereka belum pernah diamuk Yang Mulia Ratu Luce).

Tapi, sungguh, seluruh anggota Arcobaleno sebenarnya tahu benar bahwa rekan mereka yang paling muda—dan paling govlok—di antara mereka yang tak lain adalah Skull yang merupakan stuntman kelas atas, tapi tak pernah ada yang mengatakan—atau bahkan sekedar memperingati—bahwa suara deru sepeda motor itu sebenarnya amat mengerikan.

Protes pertama dilayangkan Colonello, tukang ronda kediaman Arcobaleno. Si Pirang ini mengamuk bak godzila saat mengadu bahwa suara deru motor yang terus bersambung dan keras itu telah mengganggu tidur siangnya, padahal saat malam ia harus meronda. Namun semua itu dibantah Verde yang memang suka begadang. Ilmuwan berambut rumput ini malah berkata deru motor tersebut bak nyanyian merdu serta pemberi harapan akan cintanya yang berkobar.

Semua langsung melirik Fon yang tengah menggulum senyum lebar tak bersalah dengan tatapan curiga ("Pasti dia yang ngajarin Verde gombal." "Ngaco lo, Lal. Fon itu bisanya cuma ceramah gadungan doang, kora." "Heh, jangan salah, Nel. Fon itu bisa ngegebet Viper soalnya Viper itu gampang digombalin tau." "Aih, artinya gombalan sama cinta Fon pada Viper sama ya, sama-sama tak tertandingi." "Luce, plis jangan ngayal."—iya, mereka telepati. Silahkan bayangkan saja siapa para pelaku telepati ini).

Akhirnya, demi mencegah terjadinya perang mulut yang mungkin dapat membuat haus serta membatalkan puasa, Yang Mulia Ratu Luce—ingat, yang selalu bisa memutuskan perkara serta membuat para Arcobaleno lain ganti status menjadi babu hanya Luce seorang—memutuskan untuk mengirim Colonello (karena dialah yang mengirim protes), Verde (selaku orang yang menepis fakta yang dibeberkan Colonello), serta Reborn (untuk mengawasi keduanya).

Begitu Skull baru saja memarkirkan sepeda motornya di garasi sehabis membeli makanan untuk berbuka puasa, ketiga lelaki ini segera menghampirinya. Langkah kaki mereka begitu tegas—padahal hanya bermodalkan sandal jepit yang harganya paling murah.

"Lho, Senpai? Ada apa?" tanya Skull polos begitu menyadari ketiga seniornya ada di dekatnya.

"Skull, lo kenapa sih sering ngebut-ngebut gitu pas siang-siang? Kan ganggu tetangga plis," kata Reborn setengah jengkel diharuskan menjadi pengawas jalannya penawaran ini.

"Hah? Kok ganggu tetangga sih, Senpai? Itu kan justru ibadah!" bela Skull dengan tampang polos tak berdosa.

Wtf? Ibadah macam apa yang didapat dari kebut-kebutan motor? Sholat sambil naik motor gitu?

Oke, abaikan yang di atas.

"Ibadah apaan, kora?! Gue tuh yang lagi ibadah! Gue lagi tidur siang malah lo ganggu!" sembur Colonello tak terima.

"Semprul lo! Ibadah yakali tidur siang!" semprot Verde dengan penuh kemodusan.

"Halah, kudet lo! Kalo puasa kan tidur juga ibadah keles!" balas Colonello nggak terima.

"Heh, ibadah tuh jangan tidur doang! Ngaji kek, tahajud kek, apa kek! Masa tidur doang?!" balas Verde menantang, ikut nggak terima. Reborn sedikit ternganga mendengarnya, sejak kapan kah Verde jadi alim begini? Namun akhirnya Reborn segera dapat menebak bahwa itu semua hanya sandiwara—Undang-Undang Jones Ngebet Pengen Punya Pacar pasal dua puluh dua ayat tiga berbunyi, 'Pastikan dirimu terlihat alim dan taat agama di depan gebetan sehingga gebetan pun dapat merasa dirimu lah yang terbaik baginya di dunia dan di akhirat'.

"UDAH NGAPA SIH! KITA TANYA ORANGNYA DULU ELAH!" teriak Reborn setengah frustrasi. Colonello dan Verde segera kembali ke mode kalem, melupakan debat tolol mereka. Reborn berdehem, mengembalikan kewibawaannya sebagai Arcobaleno terkuat.

"Jadi, Skull, ibadah apa yang lo jalanin dengan kebut-kebut motor pas siang-siang? Jangan bilang elo masuk ajaran sesat," tuding Reborn tajam penuh keyakinan.

"Nggak kok! Aku nggak masuk ajaran sesat Senpai!" Skull berupaya membela diri.

"Terus kenapa lo bilangnya lo lagi ibadah pake kebut-kebutan motor?" tanya Reborn sengit.

"Kan kebut-kebutan jadi makin inget sama kematian! Jadi, lebih dekat dengan Allah! Lebih dekat dengan Allah kan ibadah!" sahut Skull seraya memamerkan cengirannya yang lebar dan mengacungkan ibu jarinya.

Sumpah, Reborn nyesel nanyanya.

.

.

.

.tbc.

.

.

.

A/N : HAI HAI! Apa masih ada yang ingat fanfiksi ini? Nggak? Hiks sedih /dibuang. Maaf kelamaan apdet, habis kalau nggak bulan Ramadan rasanya kurang gitu, makanya nunggu sampe Ramadan tahun ini lagi deh :"( doakan saja mudah-mudahan Ramadan tahun ini tamat, aammiiinn /apa. Sekarang, saya mau balas review dulu /ditendang.

Caeliayuuki: Sama-sama, terima kasih juga sudah berkunjung dan ikhlas semua Arcobaleno yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik ini saya nistakan /dipentung. Idenya ditampung dulu ya, tapi aku nggak bisa jamin bakal dibikin apa nggak :"))) sekali lagi, terima kasih sudah berkunjung!

Hikage Natsuhimiko: Biasa deh, Luce ketularan anak-anak kekinian :"( /apa. Nanti kita kasih dia kultum biar dia sadar /ditembak.

Natsu Yuuki: Itu bukan ide yang buruk! Itu keren kok! Bisa jadi semacam tema baru yang fresh! Hayoo, jangan nyerah duluu :)) Kalau jadi bilang ya xD terima kasih sudah menyemangati! Maaf ya baru apdet hehe :")))

Chesee-ssu: HALO KAK! Maaf ya baru apdet hehe /dijambak. Aww aku dipanggil 'yang' /mulai deh jadi jones. Luce sudah terkena virus kekinian, Kak. Kita harus menyadarkannya lewat kultum :"( /wat. Waduh jangan dong huhu ini baru apdet hehe /dijitak.

Sip! Terima kasih untuk yang sudah berkunjung! Saya tunggu kritik, saran, komentar, fangirlingan(?), dan lain-lain! Sampai jumpa di chapter depan dan karya saya yang lain!

-Salam-

Profe Fest