The Real Feelings
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : Naruto Uzumaki, Hinata Hyuuga, Sakura Haruno
Warning :Typo,ooc, gaje, ide aneh dan masih banyak kekurangan lainnya
Genre : Hurt/comfort, romance, drama.
" : Langsung, ': Dalam hati
Rated : T semi M #wkwkwk
The Real Feelings by Tanuma Chan
Kalau Gak Suka, Tekan aja Tombol Back. OK!
_Happy nice reading,,O_O"_
Jangan Lupa review ya^,v"
Matahari belum terbit, kebanyakan orang-orang masih tidur sampai pagi menjelang tapi sepertinya aturan itu tidak berlaku bagi Hinata Hyuuga yang sudah terbiasa bangun pagi.
"ngggh" lenguhan sang gadis yang belum sepenuhnya sadar.
Mata amethyst sang gadis melirik jam yang ada di sebelah kanannya yang menunjukkan pukul 05.00, ia segera bangkit menuju dapur dengan mengikat dua rambutnya.
"yoosh, saatnya beraksi"ucap hinata.
Dengan langkah riang ia mengambil panci dan bahan masakan yang diperlukan. Namun dia teringat sesuatu kalau dia tidak pandai memasak.
Ia pun tertunduk lesu menuju kamar untuk kembali tidur. Saat hendak memejamkan mata Hinata teringat perkataan Ino sahabatnya "selamat atas pernikahan kalian, aku tahu kalau kamu masih polos hinata, tenang saja ini kan sudah Zaman modern semua sudah serba canggih, kalau kamu mau nganu-nganu sama si Naruto Baka itu Tanya aja sama mbah Google. Oke!^^.
Hinata langsung tersadar dan mengambil handphone nya yang ada di meja.
"yeey, mbah Google kali ini kaulah penyelamat ku" sorak Hinata gembira sambil loncat-loncat.
Tanpa Hinata sadari Naruto sudah bangun dari tadi dan menonton aksi konyol Hinata yang hampir membuat Naruto terkikik geli, apalagi melihat penampilan Hinata yang sekarang mengenakan baju kelinci, sandal kelinci,plus rambut indigonya yang di kucir kuda membuat Hinata terlihat manis di mata Naruto.
"oke mbah Google, tolong carikan masakan enak dong" ujar Hinata.
Hinata mengklik pencarian dan kemudian mbah Google menjawab " menampilkan hasil dari DONDONG"
"bukan mbah" teriak Hinata pada smartphone nya
"menampilkan Hasil dari EMMBEK".
Hinata tambah frustasi, ia menatap handphone nya dengan kesal.
"iih, mbah rese, hmm.. jangan-jangan mbah ga tahu masak ya?"
Google menjawab "Menampilkan hasil dari TEMPE"
"TEMPE, apa itu mbah?"
Google pun menjawab " tempe itu berasal dari Indonesia yang terbuat dari kacang kedelai yang di permentasi"
"ooh.." Hinata mengangguk mengerti.
"tapi mbah, ngomong-ngomong mbah suka sama tempe ga?"
"suka dong, aku kan Omnivora"
Hinata pun menyadari sesuatu "loh, mbah Google kita kok jadi ngobrol, mbah Google apa ga kerja?"
Google membalas " kamu sih Tanya mulu kerjanya, ya udah aku mau kerja dulu. Bye"
"oke mbah kerja yang rajin ya" Hinata menutup mesin pencarian dan bingung ditempat.
"oh ya, sepertinya ada yang kurang?"
Setelah beberapa saat kemudian dia akhirnya sadar dan kebali membuka mbah Google.
"mbah, jadi aku masak apa nih"
Belum sempat Hinata mengklik pencarian ternyata handphone nya lowbat. Hinata tambah frustasi dan segera ke dapur untuk mencari ide lain.
Naruto yang dari tadi menyaksikan tingkah Hinata hanya bisa menyimpulkan kalau Hinata itu ANEH. Saat Hinata keluar Naruto bangun dari tidur palsunya dan segera mengambil smartphone nya . mata Safir nya memandang sedih ke layar Handphone.
"sakura aku merindukan mu, dimana kamu berada dan kenapa tidak menghubungiku"
Naruto terduduk di tepi ranjang mengingat perpisahannya dengan sakura disaat Hinata datang untuk pertama kali dalam hidupnya dan sekarang sudah genap 2 bulan sejak hari itu. Lelah dengan pikirannya Naruto pun memejamkan mata melanjutkan acara tidurnya.
Semua menjalani aktivitas mereka masing-masing , Naruto yang kembali ke alam mimpi sedangkan Hinata sudah stan bye di dapur.
"apa yang harus ku lakukan?" pikir Hinata bingung sambil mondar-mandir."oh, iya!" Hinata mengambil buku "cara menjadi isteri idaman" yang diberikan Ino kemarin.
'Ternyata buku aneh ini berguna juga' pikir Hinata. Hinata membolak-balik buku dari Ino.
Hinata mengerutkan bibirnya ke atas "apa aku harus membacanya?". Hinata pun membaca buku dengan kyusuk.
Tugas –tugas pokok seorang isteri yang baik:
1)Masak makanan dengan bumbu cinta.
Hinata menyerit bingung, " Dari mana aku dapat bumbu cinta?" setaunya sih bumbu masakan Cuma gula dan garam, siapa juga sih yang buat bumbu aneh seperti itu, Hinata hanya melongo bebek memikirkan itu, lagi pula dia kan ga bisa memasak. Dengan santainya Hinata pun melanjutkan acara membacanya.
2)Sapalah suamimu dengan senyum semanis madu
3) pakailah pakaian yang sexy
"what?" Hinata melihat penampilan nya yang sekarang dari atas sampai bawah. 'sepertinya sexy itu tidak cocok dengan ku" pikir Hinata.
4) ikat dia dengan pesonamu
Setelah membaca kalimat no.4 Hinata dengan cepat menutup buku aneh itu. Dan tanpa sengaja menemukan buku memasak di dapur.
"kok kamu baru muncul sih, kan aku ga perlu repot kayak tadi" ucap Hinata dongkol pada buku yang baru ditemukannya.
"oke lupakan, saatnya aku memasak" ucap hinata. Senyum mengembang di bibir Hinata seakan ia sedang dapat jackpot mendadak, Aura kebahagian pun terpancar ke seluruh sudut kediaman Namikaze.
Tak terasa matahari sudah terbit di langit konoha.
Hinata memandang meja makan yang sudah tersaji berbagai makanan "menyiapkan makanan, cuci piring sudah. Hm .. apa lagi ya?" Hinata berusaha mengingat apa yang kurang.
"hmm.. aku harus bangunin Naruto-kun" Hinata pun melangkahkan kakinya ke kamar dan membuka pintu perlahan-lahan.
"uuft, ternyata Naruto masih tidur" Hinata mendekati Naruto yang tertidur pulas
"uumm, Naruto-kun bangun nanti kamu terlambat kerja" Hinata terus menggoyang-goyangkan bahu Naruto
Dengan perasaan kesal naruto menjawab "iya-iya, dasar cerewet" . Naruto pun bangkit dari tidurnya, ia pun mengambil handuk dan berjalan ke kamar mandi "apa kamu tidak kerja hinata?"
"kerja kok, aku masuk jam 08.00" jawab Hinata yang sedang menyiapkan pakaian kerja untuk Naruto.
"ini kan udah jam 07.45, apa kau tidak terlambat?" Tanya Naruto heran melihat Hinata belum bersiap-siap.
"hahaha.. jangan bercanda Naruto-kun, ini masih jam 07.00" ungkap Hinata melirik jam tangannya
Naruto menepuk jidatnya "hadeh,nih lihat" Naruto menunjukkan jam tangannya ke Hinata. Di jam tangan Naruto menunjukkan 07.46
"jam tangan mu pasti sudah rusak!"
Hinata masih terus memandang jam tangan Naruto "Benarkah?"
Naruto menepuk jidatnya untuk kedua kalinya "IYA HINATA-CHAN" ucap Naruto.
Hinata pun mengambil handphone nya dan melihat jam yang ternyata sudah jam 07.46 "haduh, aku terlambat" teriak Hinata yang langsung lari ke kamar mandi
Naruto hanya melongo melihat kelakuan isterinya yang sudah semakin aneh. Tak mau larut dengan pikirannya ia pun berniat melanjutkan tidur cantik nya namun"eh, aku kan juga harus kerja" Naruto pun lantas menggedor pintu kamar mandi "Hinata buruan nanti aku terlambat".
TO BE CONTINUED
A/N : Makasih atas dukungannya ya. Maaf kan aku ya di chapter ini belum ada rated M nya. Soalnya Virus rated M belum singgah ke pikiran ku. Maaf juga karena aku update nya telat soalnya tanggal 13 juni ini aku ujian kenaikan kelas Dan oh iya selamat menunaikan ibadah puasa bagi umat islam seluruhnya.
Mohon kritik dan sarannya ya^^
Review kalian adalah sumber kekuatan ku^^
Thanks for my story
Sampai jumpa di chapter selanjutnya!
