Hiraeth

Vocaloid by Yamaha. Hatsune Miku & Kaito by Crypton Future Media

Genre : Supernatural/Romance, Fantasy

Rating : T

Warning : Angel!Kaito, double AU, multichapter, sedikit twist ceritanya


FOUR : OUR MEMORIES START TO REGAINED


(Kaito's POV)

Angin semilir berhembus. Suasana hening. Hanya ada kami berdua. Aku masih tidak percaya dengan apa yang dia katakan barusan.

"Apa? Tewas terbunuh?" kataku tidak percaya. Dia mengangguk sedih.

KAU HARUS MATI!

Bisikan itu datang lagi di pikirannya. Menyeramkan.

"Ke-kenapa bisa?" tanyaku.

"Waktu itu, aku sedang jalan-jalan bersamanya. Ketika dia ingin menyatakan perasaannya padaku, ada seorang gadis yang ternyata dia psikopat. Seperti mengalami gangguan kejiwaan. Gadis itu membawa pisau. Dia datang untuk membunuhku karena aku diduga merebut hatinya. Padahal aku dan dia hanya teman biasa. Tentu saja gadis itu langsung cemburu padaku. Ketika gadis itu ingin menusukku, dia malah melindungiku. Tetapi akhirnya dia mati." jawab Miku dengan sedih.

Tidak kusangka, dia hampir saja kehilangan nyawanya. Tetapi aku merasa sedih pada orang yang telah melindunginya dan mengorbankan nyawanya. Kalau aku boleh jujur, dia sungguh berani.

"Ironis sekali ya..." kataku.

"Iya..." jawabnya.

"Setahun kemudian, aku merasa dihantui olehnya. Kata kerabat sahabatku, arwahnya tidak tenang. Maka dari itu, aku langsung masuk ke dalam dimensi ingatannya selama dia hidup. Aku menemukan arwahnya yang ternyata dia tertidur. Aku berusaha untuk membangunkannya tetapi tidak bisa. Karena waktunya semakin menipis, aku harus kembali ke dunia nyata. Tiba-tiba, aku merasa terkena sesuatu yang pada akhirnya aku kehilangan ingatan tentangnya." kata Miku sambil masih memandang padang rumput itu.

"Jadi, sampai sekarang kau ingin tahu siapa dia meskipun kau tidak bisa mengingatnya sama sekali?" tanyaku. Dia mengangguk.

"Tapi ada satu hal yang membuatku terkejut." kata Miku.

"Apa itu?" tanyaku.

"Waktu aku menemukannya, dia tertelungkup dan seperti tertidur dalam waktu yang sangat lama. Dia seperti melayang. Dan aku juga menemukan sepasang sayap yang mungkin baru saja tumbuh dan menempel di punggungnya. Seperti milikmu ini." kata Miku sambil meraba sayapku.

"Waktu aku kembali sadar, dia berkata kalau dia akan bereinkarnasi menjadi makhluk bersayap sepertimu." katanya sambil memandangku.

Aku terheran, yang 'dia' maksud adalah aku?

"Anu... Kaito..." kata Miku sedikit gugup.

"Ya?"

"Kalau kau tidak keberatan..." kata Miku terputus. Kulihat wajahnya merona.

Dia mengangkat tangan kanan nya. Dia mengarahkannya padaku. Aku terdiam bingung melihatnya. Tetapi entah mengapa dadaku berdebar-debar. Perlahan jemarinya mulai menyentuh pipiku.

Aku senang menjadi temanmu!

Mudah-mudahan, kita bisa terus bersama seperti ini

Selain cantik, kau juga baik, Miku-chan!

Ah!

Tiba-tiba, dia menarik jemarinya dari pipiku lalu mengepalkan tangannya dan mendekapnya di dada. Dia tertunduk. Tubuhnya bergetar.

"Kok... aneh ya rasanya...?" kata Miku.

Ada yang aneh dengannya. Dia merasa tidak tenang setelah menyentuh pipiku dengan jemari tangannya. Perlahan aku menarik tangannya dan menaruhnya di sebelah pipiku. Sama seperti yang dia lakukan tadi padaku. Aku sengaja menahannya. Kulihat dia terkejut. Rona di pipinya semakin memerah. Aku tersenyum.

"Tidak apa-apa." kataku. Dia seakan kehabisan kata.

"Entah mengapa, aku merasa hangat ketika kau ada di sampingku." kata Miku.

Ah, ternyata dia romantis juga ya.

"Terima kasih sudah menenangkanku." kata Miku. Dia melepas tangannya dari pipiku. Dia mulai berdiri.

"Kau mau kemana?" tanyaku.

"Aku ingin membeli bunga. Kau boleh ikut denganku." jawabnya.

Mendengar itu, aku sangat senang. Aku langsung berdiri dan merubah penampilanku. Kali ini, aku akan mencoba menyamar menjadi manusia pada umumnya.

"Tumben kau menyamar menjadi manusia." kata Miku santai. Kebetulan aku memakai kaos berwarna biru-putih yang ditutupi oleh jaket berwarna abu-abu yang ada hoodie-nya. Aku juga memakai celana berwarna hitam dan sepatu kets yang warnanya sama dengan kaos yang kupakai.

"Seleramu bagus." dia memujiku. Aku jadi tersipu.

.

Sekarang kami berada di sebuah shopping street, dimana banyak sekali toko-toko yang menjual berbagai barang menarik. Aku terus mengikutinya meskipun hari ini siang. Suasana ramai.

Tidak lama kemudian, dia menghentikan langkahnya di sebuah florist. Aku mematung.

"Kau... ingin kesini?" tanyaku heran. Dia mengangguk dengan semangat.

"Aku biasanya membeli bunga disini. Kebetulan pemiliknya memiliki seorang anak. Nah anaknya adalah temanku di sekolah walaupun dia berbeda kelas." jawabnya.

"Ung... tidak apa-apa kalau kau menungguku di luar saja? Soalnya aku ingin membeli sendirian. Aku tidak perlu ditemani kok." kata Miku sedikit merendahkan suaranya. Dia ragu-ragu.

"Tidak apa-apa." jawabku. Dia menghela napas lega.

"Baiklah. Kau disini saja ya." kata Miku sambil melangkah memasuki toko itu. Aku mengangguk dan menunggunya di luar.

.

"Irashaimase!" seorang gadis berambut pirang dan mengikat rambutnya di sisi kepalanya menyapa Miku dengan senang dan semangat.

"Ah Miku! Tumben kau kesini. Ternyata kau pulang siang juga ya." Gadis itu bernama Akita Neru.

"Aku ingin membeli bunga. Oya, dimana Ibumu?" kata Miku.

"Dia sedang belanja. Makanya aku disuruh menjaga toko ini sebentar." jawab Neru. Miku mengangguk.

"Lagipula, bunga apa yang ingin kau beli?" tanya Neru dengan ramah.

Miku berkeliling sambil melihat-lihat. Banyak sekali bunga-bunga yang cantik dan indah. Lalu pandangannya tertuju pada sebuah bunga yang mirip bunga melati namun ukurannya agak besar dan berwarna biru.

"Bunga apa ini?" tanya Miku. Neru mendekatinya.

"Forget-me-not." jawab Neru.

"Apa itu?" tanya Miku.

"Artinya kenangan. Jangan melupakanku. Kelihatannya maknanya sedih tetapi menurutku bagus kok." jawabnya. Miku langsung mengambil beberapa tangkai dari bunga itu dan menyerahkannya kepada Neru.

"Kau ingin membeli ini?" tanya Neru. Miku mengangguk.

"Baiklah. Tunggu sebentar ya." kata Neru. Dia berjalan menuju kasir dan membuat sebuah buket kecil. Tak lama kemudian, buket kecil itu selesai dibuatnya.

"Hai. Douzo." kata Neru sambil menyerahkan buket itu kepada Miku. Miku tersenyum senang. Dia langsung membayarnya dan meninggalkan toko itu.

"Miku." Neru memanggilnya. Miku mengalihkan pandangan nya ke arah Neru.

"Tidak ada apa-apa. Terima kasih sudah datang." kata Neru sambil tersenyum. Miku membalas senyumannya dan keluar dari toko.

.

"Maaf. Tadi lama ya?" kata Miku setelah keluar dari toko dan langsung menemuiku. Kulihat dia membawa sebuah buket bunga kecil berwarna biru.

"Ah. Tidak apa-apa kok." kataku. Dia tersenyum. Dia mulai melangkah dan aku mengikutinya.

"Sekarang kita kemana?" tanyaku.

"Ke sebuah tempat yang cocok untuk berkabung. Tetapi nanti tolong jangan kaget ya." jawab Miku sambil menyunggingkan sebuah senyuman lagi.

Senyuman kecut dia sunggingkan dari bibirnya. Aku merasa curiga. Kali ini apa lagi?

Rasanya aku semakin penasaran saja.

.

To Be Continued


A/N : Yosh! Akhirnya bisa juga update chap 4. Yah kali ini ide nya agak mendingan ya dari chap sebelumnya. Haha. Tapi akhirnya gak lama juga ya jarak waktunya buat update! Hehe.

Kepo sama alur cerita selanjutnya? Apalagi tempat yang dimaksud sama Miku tadi? Stay tuned!^^

Okay! Saatnya membalas review

Dan Kyuuzaki : Readers setia fic ku ini. Aaaa~ jangan ngasih spoiler-nya bro! Kasian yang lain! #SalahmuSih

Okay. Sampai sekarang fic ini berhasil dapat favs 9 dan follow 6. Makasih ya guys! Jangan lupa review ya!^^

Well, see ya at next chapter!^^

Shiyura Mirashi