Hiraeth

Vocaloid by Yamaha. Hatsune Miku & Kaito by Crypton Future Media

Genre : Supernatural/Romance, Fantasy

Rating : T

Warning(s): Angel!Kaito, double AU, multichapter, sedikit twist ceritanya (?), action, slight!fantasy


TEN : FALL AND RISE


(Kaito's POV)

Selagi Miku kembali ke kota untuk menghalang para malaikat yang sudah menghancurkan tempat tinggalnya, aku memutuskan untuk memisahkan diri darinya. Karena aku sudah bertekad untuk melawan Gakupo sendirian.

.

Aku mendarat di sebuah lapangan yang sepi dan tak jauh dari kota. Lalu aku mulai berjalan pelan-pelan agar tidak ketahuan oleh musuh yang bisa saja bersembunyi di suatu tempat. Tanganku mengenggam erat gagang pedangku tapi aku belum melepaskannya.

Tunggu waktu yang tepat.

Aku terus menstabilkan langkahku ke depan. Tidak cepat dan juga tidak lambat. Dengan jelas aku bisa melihat seorang malaikat yang dari pandanganku dia menghadap ke belakang, membelakangiku.

Aku melepaskan pedangku dan menunjukkannya ke depan.

Perlahan tapi pasti, aku mendekatinya. Aku mengenggam erat gagang pedang dengan kedua tanganku. Hingga akhirnya aku sudah sampai di dekatnya. Hanya berbeda beberapa senti saja pedangku sudah menusuknya.

Sekarang tinggal ku tusuk tubuhnya.

Tidak kusangka, Gakupo mengetahui tindakanku ini. Lantas dia menangkis pedangku dengan pedang hitamnya.

'Apa?!' batinku.

Aku langsung menjauhinya dan mengenggam erat gagang pedangku. Atur napas. Tenangkan diri.

"Aku tidak menyangka kau akan menyerahkan dirimu, Kaito." kata Gakupo dengan suara yang sinis. Aku menggertakkan gigi. Gakupo mulai berjalan mendekatiku.

"Apa yang kau lakukan disini?"

Pertanyaanku menghentikan langkahnya.

"Disini? Hoho. Sudah kuduga kau akan bertanya seperti itu." jawab Gakupo. Aku hanya diam.

"Aku akan mencarimu dan membunuhmu."

Pernyataannya membuatmu naik darah. Emosiku meluap. Tapi aku harus bisa menahan diri.

Tidak kusangka Gakupo merentangkan sayapnya ke depan, ke arahku dengan target pedangnya menuju kepadaku. Dengan cepat aku menangkisnya dan dia berusaha untuk melukaiku.

Hingga sebuah luka gores muncul di wajahku, terletak dekat dengan mata kiriku. Aku berhenti bertahan.

Sedikit sakit.

"Ada apa? Kenapa berhenti?" tanya Gakupo. Bukannya perhatian kepadaku, melainkan seperti 'mengejekku'. Aku mengusap darah yang sedikit mengalir dengan jariku.

"Apa kau mencoba untuk menghancurkan dunia manusia bersama pasukanmu?" tanyaku.

"Karena kau disini. Sekalian saja aku ingin menguasai dunia ini." jawabnya.

"Dan satu hal yang penting..." kata Gakupo.

"...Apa?" tanyaku.

"Aku sangat menginginkan darahmu! Darah malaikat tertinggi!" kata Gakupo dengan lantang.

Malaikat tertinggi?

Seketika itu juga ingatanku membawaku menuju masa dimana aku telah dilahirkan kembali dengan takdir demikian. Lalu aku diserang oleh sekelompok malaikat yang aku yakin sekali itu adalah salah satu perintah dari Gakupo untuk membunuhku. Akhirnya aku jatuh ke dunia lain dan diselamatkan oleh Miku. Aku kehilangan ingatan. Bahkan aku tidak tahu tentang Miku. Tapi waktu terus berlalu dan aku ingat. Malaikat yang memiliki ingatan manusia. Itulah diriku.

Malaikat yang mencintai manusia.

Sekali lagi Gakupo menyerangku dan aku kena.

Konsentrasiku hilang sejenak.

"Tunggu!"

Tiba-tiba aku mendengar suara teriakan. Suara seorang gadis. Aku mendongak ke belakang. Aku sangat terkejut.

Miku muncul ketika kami sedang bertarung.

"Miku..." aku memanggilnya pelan. Gakupo menatapnya dengan tajam dari kejauhan. Miku terengah-engah dan mulai berjalan mendekatiku.

"Kaito. Kau tidak apa-apa?" tanya Miku sambil berlutut di sampingku.

"Kau berdarah..."

"Tidak apa-apa. Jangan khawatirkan aku. Ini hanya luka kecil saja." kataku sambil memegang tangannya dan memberikan senyuman tipis padanya. Aku tahu Miku khawatir padaku.

"Kaito... dia itu... siapa?" tanya Miku sambil melihat Gakupo yang melayang menuju langit.

"Dia... yang selama ini mengincarku. Pemimpin dari beberapa malaikat yang terkena pencucian otak." jawabku.

"Lalu kenapa kau disini? Bukannya kau seharusnya di kota?" tanyaku.

"Aku kehabisan anak panah. Aku tidak memiliki senjata apapun untuk menyerang gerombolan malaikat itu dan kami saling terpisah. Makanya aku memutuskan untuk meninggalkan mereka dan kesini." jawab Miku.

'Bodoh sekali kau, Miku.' batinku tidak percaya.

Aku mencoba untuk berdiri namun aku terjatuh karena luka-luka yang ku alami.

"Kaito!"

"Ukh..."

"Hei kau manusia." panggil Gakupo kepada Miku. Miku lantas mendongak kepadanya dan berdiri.

"Apa benar kau menyembunyikan Kaito selama ini?"

Pertanyaan Gakupo membuat Miku tersentak dalam keheningan. Miku terdiam dan berpikir dan mengepalkan sebelah tangannya.

"Ya. Aku yang menyembunyikannya selama ini." jawab Miku.

Jawabannya membuatku terkejut. Apa yang dia pikirkan? Sebenarnya di pihak mana Miku menempatkan pembelaannya? Kulihat Gakupo menahan kegeramannya sambil mengenggam erat gagang pedang hitam miliknya di tangan kanannya. Bersiap untuk mengeluarkan kekuatannya yang mungkin saja berbahaya bagi sekitar dan bisa jadi melukai seseorang tanpa rasa peduli darinya.

"Sebenarnya... apa yang kau lakukan? Kenapa kau menyerang dunia kami?" tanya Miku sambil berdiri dan mendongak ke arah Gakupo.

"Kau tahu kan. Malaikat yang ada di belakangmu adalah dia yang kucari!" jawab Gakupo dengan lantang.

"Aku tahu kau dan Kaito sama-sama malaikat. Tapi apa yang terjadi dengan kalian?" tanya Miku.

"Bukankah kalian seharusnya adalah teman sesama malaikat?" Miku melanjutkan pertanyaannya dengan suara yang awalnya tegas namun berubah pelan.

Gakupo semakin geram. Aku harus bertindak cepat atau Miku akan...

"DIAM KAU MANUSIA!" sela Gakupo dengan suara yang menggelegar dan cukup membuatku takut. Tapi aku tidak boleh takut. Apapun yang terjadi, Miku harus ku lindungi.

Tanpa kusadari, Miku mulai mengeluarkan kekuatannya. Lingkaran biru muda yang cukup besar dan mampu mengelilingi tubuhnya muncul dengan reaksi yang menegangkan bagiku.

Sejak kapan Miku memiliki sihir?

"Itu tidak benar!" seru Miku sambil mengumpulkan kekuatan magis nya. Miku terlihat berkonsentrasi dengan kekuatannya dengan tidak tenang dan tiba-tiba...

"Akh..."

Miku terjatuh. Mungkin karena dia terlalu beremosi ketika mengeluarkan kekuatan magisnya sehingga dia tidak mampu mengatur keseimbangan tubuhnya.

"Miku!" panggilku sambil mencoba membantunya berdiri.

'Dasar manusia yang keras kepala.' batin Gakupo geram.

"Seharusnya kau jangan memaksakan dirimu!" kataku. Tapi Miku memegang pergelangan tanganku.

"Tidak apa-apa... aku... bisa berdiri sendiri..." kata Miku sambil mencoba berdiri sendiri. Meskipun kondisi tubuhnya 'tidak memungkinkan', Miku mampu berdiri tegap dengan kedua kakinya yang menginjak tanah dengan mantap sembari memegang bahunya dan mendongak ke arah Gakupo.

"Dengar... kalian seharusnya bisa-"

"ENYAH KAU!" sela Gakupo dengan suara amarah yang menggelegar dan menghunuskan pedangnya ke bawah, ke arah Miku.

"MIKU! AWAS!"

Miku tidak tahu kalau pedang Gakupo siap menusuk tubuhnya.

JLEB

Kulihat tubuh Miku mati rasa karena tusukan dari pedangnya, darah merembes keluar dari perutnya. Miku berbalik ke arahku dan tersenyum pahit padaku.

"Gomen ne..."

Dan Miku jatuh tersungkur.

Merasa sangat terkejut, aku berlari mendekatinya dengan sisa tenaga yang ada. Lalu aku menempatkan kepalanya di pangkuanku dan membelai sebelah pipinya.

"Miku... Miku. Kau tidak apa-apa? Bertahanlah!" kataku sambil mencoba untuk menyadarkannya. Perlahan sepasang manik tosca terbuka jelas, namun sinarnya meredup seakan ajal akan segera menjemputnya.

Aku tidak mau itu terjadi.

"Ka-Kaito..." panggilnya pelan dengan suara yang serak.

"Kau bodoh sekali. Apa yang kau lakukan...?" tanyaku. Tangannya menahan darah yang terus keluar dari perutnya. Aku mengenggam tangannya yang menahan luka besar itu. Kulitnya memucat. Dia merasa lemas.

"Aku... mencoba... untuk... melindungimu..." jawab Miku dengan suara yang bergetar dan deru napas yang tidak teratur. Dia membelai pipiku dengan tangannya yang penuh darah.

"Kau tahu, aku sangat senang bisa bertemu denganmu lagi..." kata Miku.

"Eh?"

"Aku memang telah kehilangan ingatan tentang dirimu selama 2 tahun. Aku memang terjebak dalam kesendirian. Tapi aku tidak menyangka kalau ramalan itu benar..." kata Miku. Aku hanya diam.

"Kau disini karena keinginanku. Kau disini karena ingin melindungiku. Lalu...-"

Ungkapan panjang Miku terpotong karena dia tidak kuat menahan lukanya. Dia kesakitan.

Sangat kesakitan.

"Gomen ne... Kaito..." kata Miku di saat-saat terakhirnya. Akhirnya dia memejamkan matanya.

Dia sekarat.

Aku menggertakkan gigi ku. Aku merasa hancur. Sangat hancur. Melihat gadis yang merupakan manusia pertama yang menyelamatkanku ketika aku terjatuh di bumi. Sifatnya yang periang dan juga kebaikan hatinya yang membuatku nyaman disini.

Butuh waktu bagiku untuk bisa beradaptasi disini dan akhirnya aku mampu.

Yang membuatku merasa sangat lega selama disini adalah aku bisa mengingat siapa diriku. Rasanya aku berhasil menyelesaikan tugas kecilku yang harus mencari dan memahami apa itu ingatan manusia. Aliran ingatan masa lalu seakan mengalir deras di otakku dan menguatkan jati diriku.

Bahwa aku dulu adalah manusia dan sekarang adalah malaikat.

Ragaku memang hasil reinkarnasi.

Aku melihat Miku yang sekarat dengan tatapan sendu, seakan aku telah kehilangan belahan jiwaku. Aku membelai pipinya pelan. Aku ingat dengan apa yang kulakukan terhadapnya beberapa hari yang lalu.

Aku pernah mengecup dahinya ketika tidur karena aku sudah berjanji padanya bahwa aku akan melindunginya. Aku juga pernah mengecup bibirnya karena aku sangat mencintainya.

Miku yang merupakan tanggung jawabku, prioritasku, telah sekarat. Dan aku merasa sangat lalai.

Aku mulai emosi.

"Benar-benar kisah cinta yang menyedihkan." kata Gakupo memecah suasana duka yang menyelimutiku.

"Hei. Ada apa denganmu? Kau begitu terpuruk ketika melihat orang yang kau cintai terkulai lemah seperti itu." lanjutnya meremehkanku.

"Baiklah. Harus kuakui. Kau benar-benar tidak pantas menjadi malaikat. Lebih baik kau kembali menjadi manusia saja." kata Gakupo mengakhiri ejekannya terhadapku.

Aku ingin melepaskan kemarahanku padanya.

"Kau bilang apa tadi?" tanyaku. Gakupo bungkam seketika.

"Tidak akan kumaafkan..." kataku sambil perlahan mengeluarkan kekuatan sihirku.

Kekuatanku yang bercampur dengan kemarahan, kekecewaan, kesedihan, apapun yang negatif bercampur dan melebur bersama kekuatanku.

Dalam sejekap, aku berubah wujud tetapi masih dalam wujud malaikat. Tapi kali ini berbeda. Sayap putihku semakin terbentang lebar dan pakaianku berubah bentuk dan berubah warna yang awalnya dominan hitam menjadi biru-putih.

Hebatnya, aku bisa merubah warna mataku yang semula biru menjadi biru samudra.

Aku menatap Gakupo dengan tajam.

Aku membaringkan Miku dengan sempurna di atas tanah yang mengeras. Lalu aku membelai pipinya sekali lagi.

"Bertahanlah sebentar. Aku akan selesaikan urusanku." kataku pelan lalu aku berdiri dan mengeluarkan pedang silverku. Ku arahkan pedangku ke arahnya.

"Kau ingin menantangku? Baiklah." kata Gakupo dengan nada yang sama sambil mengeluarkan pedang hitamnya dan mengarahkannya padaku.

Akhirnya kami melesat bersama dan saling menangkis pedang kami dengan penuh tenaga.

Pertarungan hebat antara aku dan Gakupo dimulai.

Ini demi keselamatan Miku, untukku.

.

.

.

.

.

Normal POV

Sementara itu, seorang pemuda berambut hijau mendongak ke belakang, ke arah langit. Manik hijaunya kaget ketika melihat cahaya misterius yang muncul tiba-tiba di langit. Seketika itu juga dia berlari menuju depan rumahnya dan menyalakan sepeda motor sport nya. Lalu dia menggerakkan motornya dan berjalan menuju sumber cahaya disana.

'Gawat. Perasaanku mulai buruk...' batinnya.


To Be Continued


A/N : Halooo~ Shiyura disini~

Yak. Butuh 2 bulan lagi untuk bisa menyelesaikan chapter ini dan INI adalah chapter puncak dari alur cerita yang kubuat. Mengingat bentar lagi fic ini akan tamat.

Oya. Aku mau ngasih pengumuman kecil pada kalian semua. Aku akan update chap 11 pada bulan depan dan chap 12 atau FINAL CHAPTER pada bulan Juni. Karena aku sudah menemukan target rampung untuk fic ini baru2 aja. Habisitu ada faktor lain. Aku bulan depan mau ke Jepang LAGI untuk ikut study tour (dan prediksiku sama kayak tahun kemarin) dan...

tidak lama lagi aku mau kelas 12 TwT

Setelah fic ini selesai, aku mau ngasih PENGUMUMAN BESAR pada bulan Juni, tepat fic ini selesai. Dan aku bakal nulis pengumuman itu di wall profile ku. Seperti apa? Tunggu yaa...

baiklah. Saatnya membalas review! :

Leomi no Kitsune : wahaha. Hai reviewer baru. um... oke. Aku agak jleb sama 'kritikan pedas' kamu karena mungkin ideku gak matang XP /ditampar. Tapi makasih ya atas favs nya. Wah gak nyangka juga fic ini bikin kamu terhanyut~

Eeehh. Aku mau ngasih tau kalian juga nih! Kalian bisa NGIRIM FANART ke aku nih! Tapi ada syaratnya loo.

1. Fanart dalam bentuk digital. Boleh bikin di laptop atau komputer.

2. Fanart dengan tema seperti judul fic ini "Hiraeth". Dan ada gambar KaiMi (Kaito X Miku) sebagai OTP utama dalam fic ini.

3. Kalau sudah selesai, bisa kirim ke aku via:

Facebook : Andhy Hanum

BBM : 7E84817E

LINE : magmell

email : andihanum

4. Dan yang terakhir, kasih hashtag "#HiraethKaiMi"

Untuk fanart2 yang sudah terkumpul akan kuberi penilaian lewat komentar dan rating 1-10. Dan untuk FANART TERBAIK akan ku jadikan cover untuk fic ini!^^ Pengumuman pemenang fanart akan diumumkan pada bulan Juni, tepat fic ini selesai dan pengumuman besar di wall profile ku akan dipampang.

Gimana, merasa tertantang dengan kompetisi kecil ini? : kalo ada yang mau tanya, PM aku yaa^^

Baiklah. Sekian untuk fic dan A/N nya. Shiyura pamit dulu. See ya at next chapter!^^

Shiyura Mirashi