Hiraeth

Vocaloid by Yamaha. Hatsune Miku & Kaito by Crypton Future Media

Genre : Supernatural/Romance, Fantasy

Rating : T

Warning(s): Angel!Kaito, double AU, multichapter, sedikit twist ceritanya (?), action, slight!fantasy


ELEVEN : ARCHANGEL


(Kaito's POV)

Aku bertarung melawan Gakupo di langit dengan suara tebasan pedang kami. Aku mengeluarkan kekuatan magisku tidak cuma sekali.

Aku harus mengalahkan Gakupo secara telak.

'Dia kuat juga!' batinku.

Begitu dia menyerangku, aku bertahan. Dan sebaliknya. Terus terjadi. Hingga aku merasa sedikit kewalahan.

"Ada apa? Kau kehabisan cara untuk mengalahkanku?" tanya Gakupo terkekeh pelan. Aku hanya diam sambil berusaha bangkit dan mengenggam erat pedangku.

"Hm? Kau mau apa?" tanya nya lagi. Dia mulai emosi.

Tatapan tajam kepadanya merupakan jawabanku. Seketika itu juga dia bergidik waspada. Aku tahu kalau Gakupo adalah sosok malaikat yang tidak kenal takut. Tapi entah mengapa dalam penglihatanku, aku merasa bisa menemukan titik kelemahannya.

Dia terkejut.

"A-Apa tadi...-"

Tanpa sepatah kata pun, aku mengenainya.

Berhasil.

"Ka-Kaito... Tadi itu... a-apa...?" tanya Gakupo.

"Kau melihatnya kan?" tanya ku balik. Ku lihat Gakupo gemetaran.

"Semua yang kau lihat adalah ingatanku. Sebagai manusia dan malaikat." kataku.

"Lalu apa hubungannya dengan-" aku menyela nya dengan serangan kedua dariku. Gakupo menahan luka nya lagi.

"Kau ingin tahu mengapa aku sekuat ini sekarang?" tanyaku. Dia tidak menjawab.

"Karena aku memiliki sebuah kekuatan yang tidak pernah dimiliki oleh semua malaikat seperti kalian." jawabku.

"A-apa... maksudmu...?" tanya Gakupo. Luka yang dia alami semakin parah.

"Yaitu kekuatan cinta." jawabku. Gakupo hanya diam dan melihat Miku yang masih terbaring sekarat di atas tanah.

'Apa jangan-jangan... gadis itu merupakan sumber kekuatannya selama dia disini?' batin Gakupo.

Sudah cukup bagiku untuk menemukan titik kelemahannya. Dan tibalah waktunya penyelesaian. Aku mengangkat pedangku dari tempatnya lalu terbang melesat ke arah Gakupo.

SRIINNGG

Pedangku mengenai tubuhnya dengan kekuatan cahaya yang kumiliki. Dia sempat mengerang kesakitan dengan luar biasa. Akhirnya dia jatuh tersungkur ke tanah.

'Aku tidak bermaksud membunuhmu. Aku hanya menyadarkanmu kembali.' batinku setelah mengakhiri pertempuran pribadiku dengan Gakupo.

Dengan lambat aku mendarat ke tanah. Aku hampir saja lupa dengan apa yang ingin ku lakukan setelah ini. Aku kembali mendekati Miku dan ku letakkan kepalanya di pangkuanku. Lalu aku mengeluarkan kekuatan magisku yang berbeda.

Aku ingin menyembuhkan Miku dengan kekuatan penyembuh yang kumiliki.

Aku mendekatkan kekuatanku dengan posisi luka yang di alaminya. Aku mengobatinya dengan sabar dan teliti. Tidak lama kemudian, ada reaksi kecil darinya dan perlahan, aku bisa melihat dua manik tosca itu terbuka kembali.

"Ng..." Dia melihatku.

"Kau tidak apa-apa?" tanyaku pelan sambil tersenyum. Manik tosca itu kembali bersinar seperti sedia kala.

"Eh... aku dimana...?" tanya Miku.

"Kau masih disini. Bukankah kau ingat kalau waktu itu kau diserang?" jawabku sambil menanyai nya lagi. Miku perlahan ingat kalau serangan dari Gakupo telah membuatnya seperti ini.

"Rasanya aku mau mati..." kata Miku lirih.

"Kau hampir saja mati. Tapi beruntunglah. Aku bisa menyembuhkanmu." kataku.

"Eh...? Dengan apa...?" tanya Miku.

"Ah. Aku hampir lupa. Aku juga memiliki kekuatan penyembuh. Tidak semua malaikat sepertiku memilikinya." jawabku. Miku hanya mengangguk pelan. Dia mencoba bangun.

"Bagaimana keadaanmu?" tanyaku sedikit khawatir.

"Merasa lebih baik." jawab Miku dengan senyum tipisnya. Aku membantu dia berdiri.

"Ngomong-ngomong, dimana malaikat berambut ungu itu?" tanya Miku.

"Dia sudah kukalahkan. Aku harap dia akan segera sadar nanti nya." jawabku.

Tiba-tiba suara mesin yang bergemuruh semakin jelas terdengar. Miku sempat melihat dua jenis lampu sen yang muncul dari kejauhan.

Ternyata itu teman-teman mereka. Miku merasa lega ketika melihat mereka kemari dengan keadaan selamat. Tapi yang membuat kami terheran, siapa pemuda berambut hijau yang mengendarai motor itu?

"Mikuu!" seru Rin sambil turun dari motor ATV lalu berlari mendekati Miku dan memeluknya.

"Syukurlah kau selamat. Kau ini bagaimana sih? Kami sempat panik karena kau tiba-tiba menghilang." kata Gumi.

"Haha... maaf... maaf..." kata Miku sambil tertawa kecil dan menggaruk pelan tempurungnya.

"Aku juga senang melihat kalian selamat. Onii-chan, Lily-san juga." lanjutnya sambil tersenyum lega.

"Sudah kuduga ramalan itu benar."

Tidak sengaja kami mendengar sebuah suara pemuda dari kejauhan yang ternyata mendekati kami.

Aku tidak kenal dengan pemuda berambut hijau itu.

"Yang dulunya manusia sekarang jadi malaikat." kata pemuda itu.

"Gu-Gumiya-san?" Gumi memanggil nama pemuda itu.

"Kok dia bisa disini?" tanya Miku.

"Setelah gerombolan malaikat itu melarikan diri, dia datang..." jawab Gumi.

.

.

.

(Normal POV/Flashback)

Mereka melihat lampu sen motor dan berhenti tepat di depan mereka.

"Sudah kuduga ada kekacauan disini." kata Gumiya sambil turun dari motornya.

"Gumiya-san. Kenapa kau disini? Kau tidak ikut evakuasi?" tanya Gumi. Gumiya menggeleng.

"Tidak. Aku sempat merasakan firasat buruk." jawabnya.

"Firasat apa?" tanya Gumi lagi.

"Miku dimana?" tanya Gumiya. Seketika mereka celingak-celinguk sekitar. Mereka baru tahu kalau Miku tidak ada.

"Astaga! Miku menghilang!" kata Len.

"Sudah kuduga. Anak itu keras kepala. Padahal dia sudah ku suruh untuk simpan kekuatannya." kata Gumiya sambil memijit dahinya.

"Darimana kau tahu kalau dia memiliki kekuatan magis?" tanya Mikuo. Gumiya sedikit terkejut namun dia tersenyum ketika melihat dua sahabat karibnya.

"Setahun yang lalu. Ketika Miku bersama teman-temannya berkunjung ke rumahku, dia mengeluh merasa 'dihantui' oleh Kaito. Setelah menjalani suatu ritual, aku pernah bilang kepadanya bahwa arwah Kaito tidak tenang. Lalu akhirnya dia mendapatkan kemampuan supranatural. Misalnya melihat makhlus halus. Terutama kekuatan itu. Tapi sayangnya, Miku kehilangan ingatan tentang Kaito." jawab Gumiya.

"Tapi apa yang membuatmu merasa tidak enak?" tanya Lily.

"Firasat buruk yang kurasakan saat ini ketika kekacauan ini terjadi. Waktu itu aku tidak sengaja melihat kilatan cahaya biru di langit. Aku berpikir kalau Miku sengaja mengeluarkan kekuatannya. Padahal kalau dia tahu dan memahaminya, kekuatan itu juga sangat berpengaruh pada tubuhnya." jawab Gumiya sambil mengepalkan tangannya. Sedikit merasa kesal.

"Daripada bingung, lebih baik ayo cari Miku sekarang!" kata Rin memecah keheningan.

"Benar juga! Siapa tahu Miku tidak jauh dari sini." lanjut Len.

"Kalian ini cerdas ya. Baiklah. Kalian semua ikut aku. Gumi, kau naik motor bersamaku." kata Gumiya tersenyum. Gumi hanya melongo tidak percaya.

"Memangnya kau tahu keberadaan Miku?" tanya Mikuo.

"Asal kalian tahu, terkadang mataku bisa tembus pandang. Bisa mencari dan menemukan suatu obyek yang sulit dijangkau. Bahkan obyek manusia pun bisa aku temukan dengan mudah." jawab Gumiya sambil menaiki motornya lagi dan menyalakan mesinnya. Gumi juga ikut bersamanya di belakang.

"Ayo bergegas."

.

.

.

(Back to Kaito's POV)

"Begitulah ceritanya." kata Gumi. Miku hanya diam.

"Miku. Kau sudah ingat tentang Kaito?" tanya Gumiya. Miku mengangguk.

"Asal kau tahu Miku, kedatangan Kaito ke dunia ini juga sudah diramalkan." kata Gumiya. Mereka terkejut.

"Kalian saling mencari ingatan dan memiliki perasaan yang sama. Oleh karena itu kalian kuat." lanjutnya.

"Dan... selamat datang di dunia manusia, Kaito=sama." kata Gumiya yang tiba-tiba berlutut di depanku. Mereka kembali terkejut dan melihatku.

Seketika ingatanku muncul tentang jabatanku.

Aku adalah malaikat tertinggi di dunia malaikat yang mampu memimpin ratusan malaikat lainnya.

"Ka-Kaito... kau..."

"Benar." Gumiya berdiri lagi.

"Sebanarnya, aku bukanlah seorang malaikat yang memiliki jabatan sembarangan. Itu yang kupikirkan ketika aku dilahirkan kembali. Tapi lama-kelamaan, aku percaya juga." kataku.

"Maaf aku merahasiakan ini darimu, Miku." kataku kepada Miku. Dia hanya diam.

Tiba-tiba, aku mendengar sebuah suara erangan. Ternyata Gakupo telah sadar. Dia melihatku sambil kebingungan ketika melihat sekelompok manusia yang mengelilingiku. Aku mendekatinya dan menawarkan bantuan.

"Mau ku bantu kau berdiri?" tawarku sambil mengulurkan tanganku. Gakupo terkekeh pelan dan memegang tanganku untuk berdiri. Kami serasa sedang berjabat tangan.

"Tidak kusangka. Aku akui kau pantas mendapatkan jabatan itu." kata Gakupo tersenyum. Aku pun juga tersenyum.

"Hei. Kau manusia yang diramalkan itu ya? Aku tidak menyangka kalian ternyata memiliki hubungan." kata Gakupo sambil memandang Miku. Miku hanya mengangguk ragu.

"Tapi sebelum itu, maaf kalau aku sudah melukaimu." lanjutnya sambil sedikit tertunduk.

"Ah... tidak apa-apa kok. Aku baik-baik saja. Untungnya Kaito sudah menyembuhkanku." kata Miku.

Suara gemuruh di langit seakan menyela percakapan kami. Kami mendongak. Kami kaget. Ada puluhan- tidak, hampir ratusan malaikat yang sebelumnya diberi perintah oleh Gakupo untuk membunuhku dan menghancurkan bumi, kali ini mereka kemari secara bergerombol dan mendarat di tanah. Setelah itu mereka berlutut bersamaan dan Gakupo juga melakukan hal yang sama seperti mereka.

Suatu pemandangan yang luar biasa bagi manusia.

Aku mulai menarik napas.

"Mulai sekarang, Aku akan menjabat sebagai malaikat tertinggi di dunia malaikat. Tugasku adalah merespon langsung setiap perintah dari Pencipta dan ku sampaikan kepada kalian sebagai misi. Tapi, ada satu larangan yang harus kalian ketahui dan pahami." kataku dengan mantap, seperti seorang pemimpin.

"Kalian dilarang memasuki dunia manusia dengan alasan apapun kecuali kalau ada misi khusus dariku." kataku. Setelah pertarunganku dengan Gakupo, melihat Miku terluka dan sekarat, aku ingin tidak ada kejadian seperti ini lagi.

'Atau Miku bisa dalam bahaya lagi...' batinku.

Gakupo mendongakkan kepalanya dan mengangkat pedang dari gagangnya lalu menancapkannya ke tanah lalu berlutut lagi di depanku. Diikuti dengan ratusan malaikat yang lain.

"HORMAT KEPADA KAITO-SAMA!"

Seruannya diikuti dengan yang lain, membuat momen ini menjadi momen yang bersejarah bagi para penduduk bumi yang 'spesial'. Miku berdiri di sampingku. Dia kagum. Lalu dengan lembut aku menggenggam jemari tangannya.

"Daijoubu. Semuanya sudah berakhir sekarang." kataku pelan. Miku hanya tersenyum. Tangannya yang semula dingin menjadi hangat. Ku eratkan genggamanku padanya sambil kembali melihat mereka.

Semuanya sudah berakhir. Untuk saat ini.


To Be Continued


A/N : Shiyura-desu~^^

TINGGAL 1 CHAPTER LAGI DAN FIC INI AKAN TAMAT. Itu yang tak pikirin sambil rampungin chap ini^^

Hontouni gomennasai minna-san. Akhir2 ini kesibukanku di dunia nyata semakin menyita waktuku. Karena sekarang aku sudah kelas 12 TwT. Untung sekarang sudah masuk liburan kenaikan kelas (aku libur 1 bulan lebih^^), jadi aku punya banyak waktu untuk nyelesaiin ini.

Soal pengumuman yang tak tulis di chap sebelumnya, ternyata diluar target dan ALHASIL SANGAT MOLOR. Jadi mau gak mau terpaksa tak undur jadwal update nya. Ini hampir aja mau masuk '3 bulan belum diselesaikan' :'). Tapi syukurlah akhirnya bisa juga.

Ehem, aku akhirnya sudah bikin keputusan lagi kalau "Hiraeth" akan tamat JULI alias bulan depan. Soal tanggal belum tak tentukan sih tapi tak usahain rampung sepenuhnya sebelum tanggal 25 karena aku udah masuk :'). Gak nyangka ya mau 1 tahun pengerjaannya XD.

Oya, soal "Secret Announcement" nya aku menyesuaikan waktuku dengan dunia nyata.

Oke! Langsung to the point, review time!^^ :

CN Scarlet (langsung untuk chap 1 dan 3) : Eh? Kaku di awal? um... mungkin itu yang tak rasain pas awal nulis tapi bener2 ngalir kok ke depannya. Emang XD. Kok bisa kamu nemuin 'fluff moment' nya? XD. Makasih ya^^

Prepare yourself for the feels at next chapter/wat

Shiyura Mirashi