"Aaaaaaaaaaaa...."

Terdengar suara teriakan seorang gadis dari arah kamar yang paling lebay di kapal itu.

"Sai.....cepat pakai handukmu lagi !" teriak Ino dengan wajah sedikit memerah ketika melihat handuk Sai yang melorot dihadapannya.

"Kenapa kau berteriak begitu Ino? bukannya tadi malam kau sudah melihatnya?"jawab Sai dengan nada sedikit menggoda.

"Tapikan........." Ino tidak dapat melanjutkan kata katanya.


"Hiks..........."

Sasuke terbangun karena dikagetkan oleh tangis seorang gadis.

"Hei,apa yang kau lakukan dikamarku dan tidak memakai baju seperti itu?" tanya Sasuke kepada seorang gadis yang duduk di sebelahnya.

"Kenapa kau lakukan ini kepadaku,apa salahku kepadamu Sasuke?" Kata Sakura dengan nada yang memilukan.

"Memangnya apa yang aku lakukan padamu?"Kata Sasuke yang balik menanyai Sakura.

"Kau tidak ingat apa yang kau lakukan semalam?"

"Semalam aku................."Sasuke menghentikan kata-katanya dan mengingat-ingat kembali kejadian beberapa jam yang lalu."Sakura,aku...."

"Hentikan,kata maafmu tidak akan merubah apapun,semuanya sudah terlanjur terjadi sekarang,PERGI DARI SINI !" teriak Sakura.

"Aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku,aku akan segera menikahimu"jawab Sasuke dengan nada menyesal.

"Kau tidak perlu bertanggung jawab atas semua ini,aku tidak membutuh pertanggung jawaban apapun darimu !" sahut sakura dengan ketus.

"Tapi,bagaimana jika kau hamil Sakura?"

"Jika aku hamil Sasuke?jika aku hamil,jangan pernah temui aku lagi,aku akan membesarkan anak ini sendiri !"

"Tidak,aku tidak akan membiarkan itu terjadi,seandainya kau hamil dan melahirkan,aku akan datang secara diam-diam dan menculik anakku,aku tidak rela anaku nanti dibesarkan olehmu !"

"Dalam keadaan seperti ini,kau tega berkata seperti itu padaku?Aku tidak tahu terbuat dari apa hatimu itu?"tangis Sakura semakin mejadi ketika mendengar Sasuke berkata seperti itu padanya.


Tok...tok...tok

Terdengar suara ketukan pintu dari balik ruangan kamar yang dihuni oleh Ino dan Sai.

"Sakura-chan?ada apa kau mencariku pagi-pagi begini?"tanya Ino kepada sang penotok pintu.

"Apa maksud semua ini?tolong jelaskan padaku Ino !"bentak Sakura dengan mata yang mulai berair.

"Masuklah dulu Sakura,kemudian ceritakan apa yang terjadi padamu." jawab Ino dengan ekspresi bingung.

Sakura masuk ke kamar Ino yang didalamnya juga ada Sai."Kenapa kau memberiku kamar yang sama dengan Sasuke?apa kau tahu yang terjadi padaku akibat semua ini?"tanya Sakura lagi.

"Sakura-chan aku hanya ingin kau me...."Ino menghentikan kata-katanya ketika ia menyadari bahwa Sai menatapnya dengan pandangan penuh arti.

"apa Ino?kenapa berhenti?apa kau tidak memiliki penjelasan apapun?"

"Maafkan aku Sakura-chan,aku harus memberimu kamar yang sama dengan sasuke karena semua kamar dikapal ini sudah penuh,dan yang tidak berkeluarga di sini hanya kau dan Sasuke jadi, selama disini,di Hawai dan ketika pulang nanti kau tidak punya pilihan lain selain sekamar dengan Sasuke." Ino sukses membohongi Sakura.

"Kalau begitu aku mau pulang sekarang.!"

"Tidak bisa Sakura,karena kapal yang membawa para undangan kembali sudah berlayar sejak tadi malam,dan ketika kita sampai di Hawai nanti,kapal ini akan langsung menuju Vanuatu karena kapal ini sudah di sewa oleh pengusaha lain di sana."


"Siapa sebenarnya dirimu Sakura?kenapa aku merasa pernah mengenalmu sebelumnya?Kenapa aku merasakan getaran yang sama seperti yang kurasakan saat bersama Hinata?" Gumam Sasuke dalam hati sambil meneguk whiskynya di tempat paling ujung kapal itu.

"Apa yang kau lakukan disini,Sakuke?"Tanya gadis yang tiba-tiba muncul di belakang Sasuke.

"Tidak ada,aku hanya ingin merasakan suasana Samudra Pasific di malam hari" Jawab Sasuke dengan nada datar.

Hening beberapa saat...

"Hinata..." terdengar suara Sasuke yang ingin membuka topik pembicaraan dengan Hinata.

"Ada apa Sasuke?"

"Apakah masih ada kesempatan untukku untuk memulai semua dari awal?"

"apa maksudmu Sasuke?"

"Aku masih sangat mencintaimu,!" Jawab Sasuke dengan tetap menggunakan nada cool ala Uchiha.

"Tapi Sasuke,aku sudah menjadi istri dari Naruto dan ibu dari Hana dan kau tahu semua itu kan?"

"Aku tahu,aku salah karena meninggalkanmu demi melanjutkan kuliahku di USA,tapi apa tidak ada sedikitpun kesematan untukku Hinata?"

"Sejak kejadian itu,aku sudah merelakanmu Sasuke,aku dan aku mencoba untuk bisa menerima perasaanku,jiwaku,ragaku dan hidupku hanya aku dedikasikan untuk Hana dan Naruto."

"Bolehkah aku memelukmu untuk terakhir kali?"

"Baiklah jika ini akan membuatmu melupakanku untuk selamanya."

"Aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi setelah ini."sahut Sasuke sambil mendekap tubuh mungil Hinata dengan erat seakan tidak rela untuk mereka sadari,ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan tatapan yang memancarkan kemarahan dan kekecewaan.

"Kenapa kau tega mengecewakanku Hinata?"


"Ino,aku minta hal ini jangan sampai bocor ke media ya !" Pinta seorang gadis muda yang usianya tidak lebih dari 22 tahun.

"Tenang saja Sakura,pengamanan di kapal ini sangat dapat diandalkan jadi tidak mungkin ada wartawan yang berhasil lolos masuk ke kapal ini."jawab Ino dengan tenang dan santai.

"Baiklah Ino,aku percaya sudah malam,aku ingin segera malam Ino."Ucap Sakura sambil mengambil langkah untuk kembali kekamarnya.


"Hei,apa yang kau lakukan di ranjangku?"Bentak Sakura kepada seorang pemuda yang sedang tidur di ranjang kamar tidurnya.

"Kenapa kau suka sekali mengganggu tidurku hah?"Jawab laki-laki itu dengan hanya menggunakan 50% kesadarannya.

"Tapi aku mengantuk,aku ingin tidur di ranjangku yang nyaman,Sasuke!" kata Sakura yang mulai meninggi.

"Tidur,tidur saja kenapa harus berteriak seperti itu" Balas Sasuke sambil menunjuk tempat tidur yang lapang di sebelahnya.

"Kau pikir aku sudi tidur seranjang denganmu?"

"Kalau begitu tidurlah di sofa"

"Apa? kau sudah merampas sesuatu yang berharga dariku dan sekarang kau mengusirku dari tempat tidurku?manusia macam apa kau ini?" Sahut Sakura dengan mata yang mulai mengeluarkan air bening dan asin.

"Baiklah,aku akan tidur di sofa" Jawab Sasuke dengan nada mengalah.


.:Flashback:.

"Bibi,bagaimana keadaan Sasuke?"tanya Sakura kepada seorang wanita berambut panjang dan bermata hitam yang sedang duduk dengan tegang di depan sebuah ruang operasi.

"Sasuke sedang dalam proses operasi di dalam Sakura,"jawab wanita.

Beberapa jam kemudian ....

"Dokter bagaimana keadaan Saseke?" tanya Wanita yang tidak lain adalah Mikoto,ibu dari Saseke.

"Operasi Sasuke berhasil,tapi karena tumor yang menjalar di bagian cerebral cortex atau bagian luar otak Sasuke kemungkinan besar Sasuke akan kehilangan kenangan-kenangan masa lalunya." jelas dokter kepada keluarga Sasuke termasuk Sakura.

Air mata Sakura tidak dapat terbendung ketika mendengar penjelasan dokter bedah yang baru saja mengoperasi seseorang yang telah menjadi tunangannya sejak tiga bulan yang lalu.

"Berarti Sasuke tidak akan mengingatku lagi?" tanya Sakura kepada semua orang disitu.

"Tenanglah Sakura,kami akan membantu Sasuke untuk kembali mengingat kita."Mikoto menenangkan Sakura sambil memeluknya.

"Sebaiknya kau pulang dulu Sakura,ini sudah malam,besok kau bisa kesini lagi !" seru Itachi kepada Sakura.

"Baiklah,aku akan pulang dulu,besok aku akan kembali lagi kesini,permisi"Sakura beranjak pergi dari rumahsakit dengan air mata yang masih terurai di pipi menyetir mobilnya dengan perasaan yang tidak emosinya yang labil Sakura mengendarai moblnya dengan kecepatan tidak kurang dari 125 ia sadari,melaju sebuah mobil dari arah berlawanan dan.........


TBC


Finally, chapter 2 telah terupdate dengan selamat.

terimakasih untuk semua yang telah meluangkan sedikit waktu buat review fict kacau saya ini.

Saya berjanji akan mencoba bwt memperbaiki fict saya dalam segi apapun.

alur cerita masih di rahasiakan

so.....enjoy it