Author Note: Update! Yay, I am so happy because this story was end! Read and review!

One Part of Kingdom Heart

Chapter 3 : The Battle to End Everything

Orang yang tersenyum sinis pada kami adalah Ventus, dia lalu memanggil keybladenya. "Kau tau keyblade ini Sora? Keyblade ini adalah gabungan dari dua Kingdom Key dengan Ultima Keyblade milikmu. Satu Kingdom Key milikmu dan yang satu lagi adalah milikku." Katanya memberitaukan Sora sambil tersenyum sinis.

"Huh?" kata Sora sedikit terkejut setelah mendengarkan penjelasannya. Dia lalu memanggil keybladenya dan yang muncul bukanlah Kingdom Key, keyblade yang biasa dia gunakan. Yang keluar melainkan keybladenya yang lain, Oathkeeper. "Kingdom Key dan Ultima Keybladeku… hilang?" Katanya dengan tidak percaya. "Kapan kau mengambilnya dariku, Ven?"

Ventus langsung tersenyum sinis lagi ketika Sora menanyakannya. "Ketika kau lengah." Jawabnya dengan senyum sinis. "Nama keyblade ini adalah X-blade. Aku sengaja menggunakannya karena ini adalah keyblade andalanku. Aku tidak akan segan-segan menyerang kalian berdua, bersiap-siaplah…" katanya mengingatkan.

"Ven…" kata Sora sambil memegang keybladenya dengan erat.

"Dia bukanlah Ven, Sora…" kataku memberitaukannya.

"Huh?" Sora terlihat bingung mendengar kata-kataku.

"Tajam juga instingmu Riku, aku memanglah bukan Ven yang kalian kenal, tetapi aku adalah sisi gelapnya Ven dan namaku adalah Vanitas." Katanya menjelaskan. "Ven mengizinkanku untuk mengendalikan tubuhnya untuk melawan kalian berdua, maka dari itu…" dia terlihat memasang mode menyerang. "…Bersiap-siaplah akan kekalahan kalian!" katanya yang tiba-tiba berlari kearah kami dan hendak menyerang kami.

Aku langsung memanggil keybladeku dan Sora langsung berlari kearah Ventus yang juga sedang berlari kearah kami. Dalam satu serangan dari Ventus, Sora langsung terpukul mundur darinya dan dia langsung terjatuh ketanah. Ketika Ventus hendak menyerang Sora lagi, aku langsung menembakkan dark aura padanya. Dark auraku dihindarinya dengan mudah dan dia masih terus berlari kearah Sora tampa memperdulikanku yang mencoba menyerangnya…

Sora segera bangun agar dia bisa menghindari serangan Ventus. Begitu Ventus menyerangnya, Sora langsung menghindarinya dengan cepat. Dia lebih memilih menghindari serangannya karena dia tau bahwa dia serangan Ventus sangatlah kuat dan jika dia menangkisnya, dia pasti akan terpukul mundur seperti tadi…

Aku langsung berlari kearah Ventus dan mencoba menyerangnya yang sedang focus menyerang Sora. Ketika aku hendak menyerangnya, dia langsung melompat untuk menghindari seranganku dan seranganku langsung tertuju pada Sora ketika Ventus melompat karena Sora berada tepat didepannya Ventus…

'Sora!' Pikirku dengan panic ketika melihat Sora tepat didepanku.

Sora langsung menangkis seranganku yang tertuju padanya dengan cepat sebelum mengenainya.

"Riku! Dibelakangmu! " Kata Sora yang meperingatiku dengan berteriak.

Sebelum sempat menoleh kearah belakang untuk melihat apa yang Sora maksud dibelakangku, aku merasa tubuhku terasa sangat sakit sekali dan aku didorong dengan kuat dari belakang, aku didorong kedepan dan Sora mencoba menangkapku. Sora langsung langsung terjatuh ketanah begitu dia menangkapku yang lebih berat darinya. Aku memegang lengan baju Sora dengan erat karena tubuh terasa sakit sekali…

"Heal…" Sora menggunakan magic healing padaku.

Rasa sakit yang tadi kurasakan menghilang secara perlahan ketika Sora menggunakan magic healingnya padaku. Kulihat ada sebuah bayangan bergerak dengan cepat menuju arah kami, padahal tidak terlihat siapapun yang mendekati kami.

'Atas!' pikirku dengan panic melihat bayangan itu bergerak dengan cepat dan tidak terlihat seorangpun yang mendekati kami.

Aku segera bangun dan menarik Sora dari posisi kami sebelumnya. Lalu aku menatap keatas dan tidak melihat siapapun yang berada diatas tempat posisi kami tadi…

'Dimana dia berada?' pikirku dengan heran ketika aku tidak melihat Ventus berada diatas tempat posisi kami berdiri tadi, padahal dia tidak terlihat dimanapun…

"Ah!" Sora mendadak menjerit kesakitan.

Tangan Sora terlihat terluka meski tidak terlalu parah. Aku hanya bisa terheran-heran melihatnya yang tiba-tiba terluka. Padahal hanya aku yang berada disampingnya dan Ventus tidak terlihat berada didekat kami…

"Kau mencariku?" kata seseorang bertanya padaku.

Ventus mendadak berada didepanku dan menendangku menjauh dari Sora. Dia lalu memegang Sora dengan erat dan mengarahkan keybladenya kearah leher Sora. Ventus tersenyum sinis padaku dan semakin memegang Sora dengan erat.

"Kau tau, aku sungguh tidak percaya Sora lebih memilihmu yang lebih lemah dariku, sekarang saja untuk melindungi Sora sangatlah mustahil jika dalam kondisi seperti ini…" Kata Ventus dengan nada dingin, dia lalu mengalihkan pandangannya dariku ke Sora. "Sora, ikutlah denganku, aku pasti akan melindungimu dari semua bahaya yang mengancam keselamatanmu. Kumohon Sora…" Katanya memohon sambil menurunkan keybladenya dari leher Sora. Dia lalu memeluk Sora…

"V… Ven…" kata Sora dengan muka yang sedikit memerah (A/n: karena dipeluk! ^^).

"Lepaskan dia!" kataku dengan marah dan langsung berlari kearah Ventus.

Ventus lalu melepas Sora dan tiba-tiba dia menghilang lagi. Tiba-tiba aku merasakan aura membunuh yang sangat kuat tepat dibelakangku. Kulihat, keyblade Ventus hampir mengenaiku dan secara reflex, tubuh ini bergerak untuk menghindari serangan itu, tetapi penghidarannya tidak sempurna sehingga punggungku terkena luka gores yang cukup dalam…

"Riku!" teriak Sora dengan nada cemas.

Tiba-tiba bagian depan tubuhku terluka tiba-tiba, padahal aku sama sekali tidak melihat serangan dari Ventus…

"Arg!" teriakku kesakitan.

Luka baruku cukup dalam juga dan membuatku kehilangan cukup banyak darah akibat luka ini. Ventus lalu menendangku dan aku langsung jatuh ketanah dengan tidak berdaya. Ventus mengangkat keybladenya tinggi-tinggi, kurasa dia hendak membunuhku dalam satu tusukan dengan keybladenya. Tetapi sebelum dia berhasil membunuhku, dia tiba-tiba melompat menjauh dariku dan kulihat sebuah keyblade terbang melintasi diriku.

Ternyata keyblade itu milik Sora dan dia melemparya karena hendak menyelamatkanku dari serangan Ventus. Keyblade yang tadi Sora lempar kembali ketangannya dan dia berlari kearah Ventus dan hendak menyerangnya.

Ventus tiba-tiba menghilang lagi seperti sebelumnya…

"Trik yang sama tidak akan berhasil untuk kedua kalinya, Ven!" teriak Sora. "Gravity!"

Sora menggunakan magic gravity didepannya dan tidak mengenai Ventus. Dia lalu mengunakannya disamping kiri dan kanannya, begitu juga belakangnya…

"Ah!" teriak Ventus yang terkena magic gravity Sora.

Ventus langsung terjatuh ketanah karena magic gravity Sora yang membuat tubuhnya terasa sangat berat sehingga dia tidak dapat bergerak.

"Gerakanmu memanglah sangatlah cepat Ven, bahkan aku tidak bisa mencari keberadaanmu dengan kasat mata…" kata Sora memberitaukannya. "…tetapi, secepat apapun kau, kau pasti akan tetap mengalami kesulitan jika kulindungi diriku dengan magic dalam jumlah yang banyak." Kata Sora sambil tersenyum. "Kau sudah kalah Ven…"

"Sial…" kata Ventus yang terlihat sedih. "Aku tidak menyangka kau akan menemukan kelamahanku secepat itu…" Katanya sambil mencoba berdiri meski dia masih terkena magic gravity dan dia berhasil berdiri meski masih terkena magic…

"Huh?" kata Sora yang terlihat terkejut melihat Ventus dapat berdiri meski masih terkena magicnya, perlahan-lahan, Sora melangkah mundur dari Ventus.

"…Sebenarnya, aku tidak ingin Vanitas mengontrol tubuhku sepenuhnya, karena aku khawatir dia akan membunuh kalian. Tapi kurasa aku tidak mempunyai pilihan…" kata Ventus sambil tersenyum sedih. "…karena aku sangat tidak rela, setelah sekian lama menunggumu berakhir dengan kesia-siaan." Katanya sambil memejamkan matanya.

"Ven…" kata Sora menatapnya dengan sedih.

Tiba-tiba aku merasakan aura kegelapan yang sangat kuat dari Ventus dan disusul oleh aura membunuh yang sangat kuat sekali. Perlahan, Ventus membuka matanya dan warna matanya berubah, yang sebelumnya berwarna biru seperti Sora menjadi berwarna kuning…

"Sora! Menjauh darinya!" kataku memperingatinya.

Sora terlihat terkejut akan peringatanku, dia segera berlari menjauh dari Ventus, tetapi Ventus tiba-tiba sudah berada didepan Sora ketika dia mencoba menjauh dari Ventus. Ventus menembakkan magic thunder kepada Sora…

"Aaaaaaaaaaarg!" Teriak Sora kesakitan ketika dia terkena magic thunder.

Setelah mengenai magic thunder itu, Sora langsung tumbang dan tidak sadarkan diri…

"Sora!" teriakku dengan cemas melihat dia pingsan.

Aku segera berlari kearahnya, tubuhku terasa sakit dan berat sekali saat berlari kearahnya karena luka-lukaku.

Ventus yang dari tadi sedang berdiri didekat Sora sedang menggunakan magic dan hendak menembakkan magicnya padaku. Dia tersenyum sinis padaku dan mulut bergerak seperti mengatakan sesuatu padaku. Kurasa aku menangkap apa yang dia katakan padaku dan dia seperti mengatakan 'selamat tinggal'.

Terlihat tiga buah fire ball meluncur kearahku dan aku mencoba menghindarinya. Aku mengalami sedikit kesulitan karena tubuhku terasa sangat sakit jika aku terlalu memaksakan tubuhku untuk menghindarinya. Fire ball yang kuhindari tadi terlihat aneh ketika aku hindari agar tidak melukaiku, semakin dekat fire ball itu denganku, semakin merah warna fire ball itu dan juga terlihat sedikit membesar. Ketika aku menyadari bahwa fire ball itu menjadi sangat besar ketika kuhindari, aku baru menyadari bahwa itu bukanlah sembarangan fire ball, tetapi itu explosion fire ball. Ketika fire ball itu meledak dan melukaiku, aku terlempar beberapa meter dan terjatuh ketanah…

"Ugh!" teriakku kesakitan.

Kulihat Ventus mendekatiku perlahan-lahan sambil tersenyum sinis, dia lalu mengarahkan keybladenya tepat didepan wajahku.

"Selamat tinggal Riku, setelah aku membereskanmu, maka Sora akan melupakanmu seiring waktu selama dia bersamaku." Kata Ventus sambil tersenyum sinis.

Ketika dia hendak membunuhku, aku segera memanggil keybladeku dan menahan serangannya…

"…kau masih memiliki sisa tenaga?" Tanya Ventus dengan heran. "…tetapi meski kau masih memiliki sisa tenaga, itu tidak akan membantumu untuk menyelamatkan nyawamu sendiri!" katanya sambil memukul keybladeku hingga terlempar dari tanganku. "Die!" teriaknya dengan kebencian dan dia ingin membunuhku.

"Heh…" kataku sambil tersenyum sinis. "Kau terlalu lama tidurnya, Sora."

"Apa?" kata Ventus dengan heran.

Dari belakang Ventus, terlihat Sora yang hendak menyerangnya dan serangannya mengenainya..

"Aaaaarg!" Teriak Ventus kesakitan akibat serangan Sora. "Bukankah tadi kau pingsan!" tanyanya dengan heran dan marah karena tidak percaya Sora berhasil melukainya.

"Serangan dari magicmu memang membuatku pingsan dalam sekejap sekali mengenainya Ven, tetapi aku sudah sering terkena yang seperti itu dan aku memang cepat sadar dari pingsanku. Lagipula ada yang membangunkanku dari pingsanku, tadi terdengar suara ledakan yang sangat keras dan membuatku terbangun dari tidurku." Kata Sora menjelaskan.

Sora langsung menggunakan magic healing padaku dan luka-lukaku langsung sembuh.

"Kurasa, aku terlalu meremehkan kalian…" kata Ventus sambil menatap kami.

"Ven…" kata Sora sambil menatapnya. "… Kau memanglah lebih kuat dari kami, tetapi sekuat apapun kau, kami tidak akan menyerah hingga kami dapat mengalahkanmu."

"kalian kira, kalian dapat mengalahkanku?" Tanya Ventus dengan senyum sinis.

"Pasti." Kataku dan juga Sora bersamaan.

Ventus terlihat sangatlah kesal ketika kami mengatakannya bersamaan. "Aku berubah pikiran, tadinya aku tidak bernia membunuhmu Sora, tetapi kau sudah membuatku kesal dan aku tidak akan ragu-ragu membunuhmu juga!" katanya dengan marah.

Ventus tiba-tiba menghilang lagi dan kami tau bahwa dia sedang berlari kearah kami dengan cepat sekali hingga kami tidak dapat melihatnya. Terlihat beberapa magic tiba-tiba muncul dan Sora menggunakan magic reflection untuk melindungi dan memantulkan magic itu agar tidak melukai kami. Aku lalu menutup mataku dan mencoba melihat gerakan Ventus melalui hatiku…

'Disini...' pikirku sambil memejamkan mataku.

Serangan dari Ventus langsung kutahan ketika dia mencoba menyerang kami…

"Nice!" kata Sora yang langsung mencoba menyerang Ventus ketika dia dapat melihatnya.

Serangan Sora mengenainya. Perlahan tapi pasti, luka-luka disekujur tubuh Ventus semakin banyak dan dia mulai terlihat kelelahan. Kelemahannyapun semakin terlihat karena dia mulai menunjukkannya akibat kelelahan…

"Sudah cukup Ven! Kau terlihat sangat lelah dan kau tidak mungkin melanjutkan pertarungan dengan kondisi seperti ini! Kau sudah kalah Ven…" kata Sora yang mencoba menghentikan pertarungan ini.

"Aku belum kalah!" Kata Ventus dengan marah.

"Kau sudah kalah Ven…" Kataku sambil mengarahkah keybladeku padanya. "…akuilah."

"Tidak mungkin…" kata Ventus dengan napas yang terengah-engah. Keybladenya terjatuh ketanah dan menghilang…

Perlahan, mata Ventus yang berwarna kuning berubah menjadi biru kembali dan dia menatap Sora dengan senyum.

"Selamat atas kemenangan kalian…" kata Ventus mengakui kekalahannya. "…sesuai janjiku, aku akan pergi tampamu Sora, tapi tolong berikan keyblade kalian…"

"Ven…" Kata Sora sambil menatapnya.

"Sora, aku janji bahwa aku tidak akan menemuimu lagi seperti yang kukatakan pada kalian. Maka dari itu kau tidak perlu khawa…"

Sebelum Ventus menyelesaikan kata-katanya, Sora tiba-tiba memeluknya dengan erat. (A/n: And of course Riku was mad and jealous! ^^)

"Ven, aku tidak perduli tentang janjimu, yang kupedulikan hanyalah kau mau mengakui hubunganku dengan Riku…" kata Sora sambil memeluk Ventus dengan erat. "…Dan aku tidak mau kau pergi dan meninggalkanku lagi setelah sekian lama tidak bertemu Ven! Kau adalah satu-satunya keluargaku yang masih memiliki hubungan darah denganku dan aku tidak membencimu meski… meski…" Kata Sora dengan air mata yang mulai membasahi wajahnya.

"Sudahlah Sora, jangan menangis…" Kata Ventus sambil menghapus air matanya Sora dan melepaskan pelukan Sora. "…Aku sudah terpilih menjadi penjaga antara dunia kegelapan dan cahaya, tugasku akan menjadi sangat berat karena kau menolak menjadi penjaga antara dunia kegelapan dan cahaya. Akupun menjadi tidak bisa bebas seperti sekarang, kurasa ini adalah pertemuan kita yang terakhir kalinya…"

"Ven!" kata Sora dengan wajah yang basah oleh air mata.

Ventus tersenyum dan menghapus air mata Sora sekali lagi. "Jangan menjadi cengeng begitu, meski kita tidak akan bertemu lagi, tapi kita tidak akan melupakan satu sama lain. Nah, tolong berikan keyblade kalian…"

Maka aku dan Sora memberikan keyblade kami…

"Terima kasih…" kata Ventus setelah menerima keyblade kami. "…Kau juga harus kembali padaku, Roxas."

Tiba-tiba Roxas keluar dari tubuh Sora dan mendekati Ventus, Ventus lalu menggenggam tangan Roxas dan Roxas menghilang…

"Apa maksudnya ini Ven?" Tanya Sora dengan heran.

"Roxas adalah bagian dari diriku, melaluinya, aku selalu mengawasimu." Kata Ventus menjelaskan. "Saatnya berpisah Sora…" dari belakangnya, muncul sebuah dark realm dan Ventus berjalan mendekatinya, dia lalu berhenti tepat didepan dark realm itu. "Jika kau merindukanku Sora, tataplah kelangit. Angin(Ven) akan membimbingmu ketika kau bingung, angin(Ven/Aku) akan membawa pergi rasa sedihmu jika kau bersedih…" katanya sambil tersenyum. "Selamat tinggal, Sora. Riku, tolong jaga dia untukku…" katanya padaku dan aku hanya mengangguk.

Ventus berjalan masuk kedalam dark realm dan dark realm itu menghilang…

"Sora…" kataku sambil memegang bahu Sora dan menatapnya dengan cemas.

"Hum?" Kata Sora sambil tersenyum. "Mengapa kau menatapku dengan wajah seperti itu Riku?" tanyanya dengan heran.

"Kau… sedih?" tanyaku.

"Tidak, aku tidak sedih kok…" katanya tersenyum. "…aku tidak sedih karena kau disampingku, Riku." Katanya menatapku dengan senyum. Lalu aku tiba-tiba memeluknya dengan erat. "Riku? Mengapa kau memelukku dengan erat sekali?" tanyanya dengan nada yang mulai terdengar sedih. "Aku sungguh tidak apa-apa… sungguh… tidak apa…apa… sungguh…"

Sora-pun akhirnya menangis sambil memelukku dengan erat. Aku tau, sesungguhnya dia tidak ingin Ventus pergi meninggalkannya karena dia adalah satu-satunya keluarganya yang tersisa. Sebenarnya dia sangat ingin pergi dengannya, karena waktu dia diajak pergi pertama kali bersama Ventus, dia langsung setuju karena dia memang ingin bersamanya…

Tetapi dia lebih memilihku, karena dia memang mencintaiku melebihi apapun yang ada didunia ini. Tetapi, kehilangan satu-satunya keluarga yang masih memiliki hubungan darah pasti membuatnya sangatlah sedih. Karena, mereka hanya pernah bertemu sebentar saja dan setelah itu, mereka tidak akan pernah bertemu lagi untuk selamanya…

When you walk away
You don't hear me say please
Oh baby, don't go
Simple and clean is the way that you're making me feel tonight
It's hard to let it go

You're giving me too many things
Lately you're all I need
You smiled at me and said,

Don't get me wrong I love you
But does that mean I have to meet your father?
When we are older you'll understand
What I meant when I said "No,
I don't think life is quite that simple"

When you walk away
You don't hear me say please
Oh baby, don't go
Simple and clean is the way that you're making me feel tonight
It's hard to let it go

The daily things
that keep us all busy
all confusing me thats when you came to me and said,

Wish i could prove i love you
but does that mean i have to walk on water?
When we are older you'll understand
It's enough when i say so,
And maybe somethings are that simple

When you walk away
You don't hear me say please
Oh baby, don't go
Simple and clean is the way that you're making me feel tonight
It's hard to let it go

Hold me
Whatever lies beyond this morning
Is a little later on
Regardless of warnings the future doesn't scare me at all
Nothing's like before

When you walk away
You don't hear me say please
Oh baby, don't go
Simple and clean is the way that you're making me feel tonight
It's hard to let it go

Hold me
Whatever lies beyond this morning
Is a little later on
Regardless of warnings the future doesn't scare me at all
Nothing's like before

Hold me
Whatever lies beyond this morning
Is a little later on
Regardless of warnings the future doesn't scare me at all
Nothing's like before

End

Author Note: Well, I hope no one crying because my story. But I also hoping someone was crying!

Sedikit penjelasan tentang Roxas, aku mempunyai teori, bahwa Roxas terlahir dari jiwa Ventus, tubuh Sora, hati Sora, dan ingatan Sora. Makanya Roxas sangat mirip dengan Ventus. Yah, itu sih teoriku aja, bisa saja teoriku salah…
soalnya keberadaan Ventus sudah tidak jelas setelah ending Birht By Sleep, tubuhnya hilang ditelan kegelapan dan jiwanya terombang-ambing hingga sampai ke Sora dan bergabung dengan Sora.

Me: Huaaaaaa! I am sad!
Sora:
Huh? Wasn't that I am the one that suppose to be sad?
Riku:

Me: Well, I am just sad because Roxas go with Ven… Ups! I am saying my own name! (Sweet drop)
Sora: … that wasn't your real name.
Me: I know! But still, I love this name! hehehehe…
Sora and Riku: (Sweet drop)
Me: Hey! What's with the sweet drop!
Sora and Riku: Nothing…
Me:
Sora and Riku:
Me: Uh, read and review?