Hinata's Diary

DISCLAIMER: I DO NOT OWN NARUTO. NARUTO ONLY BELONG TO MASASHI KISHIMOTO. I ONLY BORROW HIS CHARACTER.

BUT THE STORY IS 100% MINE :D

WARNING: OOC

Thankyou yaaa, teman-teman yang udah nge review fanfic ini..

Gw masih baru dalam membuat segala bentuk fanfic, jadi, gw masih butuh banyak bantuan, kritik dan saran untuk kemajuan fanfic ini.. Gw menerima segala bentuk kritik dan saran kok. Hehe.. ^^

Oh iya, Thankyou yang udah ngingetin gw soal sifatnya Kiba. Karena udah lama nggak ngikutin Naruto, gw jadi banyak lupa soal sifat dari tokoh-tokoh yang ada di anime Naruto. Gw buat di sini Kiba OOC banget, ya? Jadi kalem. Tapi kalo lagi marah, bisa meledak juga. Hahaha. Sorry, itu bener-bener ketidak sengajaan..

Terus buat kak LUTHI, thankyou banget atas saran yang di kasih selama sebulan terakhir ini.. Ternyata selama ini aku masih banyak salah kalo bikin cerita pendek dan fanfic.. Thanks ya, kak! Ku doakan mudah-mudahan kakak keterima di PTN yang di inginkan. :D

Ah, udah dulu deh basa basi nya! Ini udah hampir 1 halaman gw nulis kata pengantar nya (kayak buku aja) doang.

Oke deh! Let the story begin..

Senin, 21 Febuari 2010

Aah. Akhirnya kau ketemu lagi, diary. Masa kamu ilang lagi pas aku pergi liburan sama kak Neji? Ato mungkin aku yang lupa, ya? Soalnya keselip lagi.

Huh. Naruto lagi, Naruto lagi.

Kapan sih anak itu nggak bikin masalah?

Setelah Sasuke jadian sama Sakura (Iya, bener! Kalian ga salah baca, kok!), Naruto nggak caper lagi sama Sakura.

Ya gimana, orang setiap kali Naruto mau ngedeketin Sakura, dia (Naruto) udah kena death glare duluan sama Sasuke.

Seakan-akan Sasuke mau bilang 'Lo tuh apaan sih, udah nyebar gossip yang ga bener, masih mau aja ngedeketin cewek gw?'

Sasuke dan Sakura jadian baru sekitar bulan Januari kemaren. Niatku sih mau cerita ke kamu, diary. Tapi kamu nya keselip entah di mana (waktu itu aku bener-bener lupa! Maaf ya~)

Dan sekarang Naruto malah deket-deket ke aku.

Jujur aja aku nggak suka. APAAN, SIH?

Terus wajahnya Kiba juga jadi nggak suka kalo Naruto deket-deket sama aku.

Untung ada Kiba, jadi setidaknya aku bisa punya alasan untuk nggak deket-deket sama Naruto.

Sabtu, 26 Febuari 2010

Disaster!

Kiba berantem sama Naruto.

Gara-gara nya Naruto nggak suka kalo aku deket-deket sama Kiba.

Loh? EMANK KENAPA?

Sejak awal kita masuk di SMA, aku kan udah deket sama Kiba.

Naruto aja yang nggak peduli sama temen-temennya.

Sebel deh. Kalo Naruto sikapnya kayak gitu terus, gimana aku mau deket sama dia?

Kesannya Naruto tuh egois banget.

Cuma mikirin kepentingannya sendiri.

NYEBELIN.

Kalo aku disuruh jauh-jauh dari Kiba, jujur aja aku nggak bisa.

Aku sayang sama Kiba. Dia itu enak banget di ajak ngobrol.

=== Diary Hinata lebih banyak gambarnya daripada tulisannya. Hinata suka gambar tentang temen-temennya. Kiba. Sasuke. Sakura. Naruto. Tenten. Dan Sai. Juga tentang kakaknya yang protective, kak Neji. Tapi yang paling banyak menghiasi diary Hinata adalah gambar Kiba dan Sakura, karena selama di kelas 10 ini, yang banyak menemani Hinata yang pemalu adalah Kiba dan Sakura. ===

Sabtu, 22 Oktober 2010

Hai, diary! Sekarang aku lebih banyak gambar tentang perasaanku daripada nulis, ya. Maklum, gambar itu lebih banyak mengekspresikan perasaan. Tapi bukan berarti aku nggak suka nulis loh.

Hari ini bener-bener disaster.

Lebih disaster daripada disaster manapun.

Seperti yang kau tahu, diaryku, Naruto mulai berubah sepanjang sisa semester 2 kelas 10.

Sekarang kan kita udah kelas 11. Sciene. 1. 11 Sciene 1.

Kak Neji memuji nilai-nilaiku yang menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan semester 1.

Aku, Kiba, Sakura, Sasuke dan Naruto emang udah nggak sekelas lagi, tapi hubungan kita baik-baik aja kok.

Naruto udah nggak suka nyebarin gossip yang aneh-aneh lagi.

Syukurlah.

Sikapnya udah lebih dewasa.

Pada akhirnya kita udah bisa bareng-bareng lagi.

TAPI..

Hal itu terjadi sebelum kecelakaan hari ini terjadi.

Naruto menolongku ketika aku hampir saja tertabrak truk yang melaju kencang.

Tadi siang, aku kan janjian sama Sakura, Kiba dan Sasuke untuk pergi ke taman ria bersama-sama.

Aku pergi bersama Naruto. Seingatku, saat kami menyeberang jalan untuk menghampiri Kiba, Sakura dan Sasuke, tidak ada truk yang melaju dengan kecepatan melebihi yang seharusnya. Jalanan sepi karena masih belum terlalu siang.

Tapi, saat kami (aku dan Naruto) berada di tengah jalan, -padahal kami udah menyeberang di zebra cross-, truk berwarna merah yang berisi pasir itu melaju dengan cepat. Cepat sekali.

'Hinata! Awas!'

Naruto mendorongku agar tidak tertabrak, tapi malah dia sendiri yang tertabrak.

Di depan mataku.

Temanku ini terkapar tak sadarkan diri. Darahnya bercucuran dari seluruh badannya.

Orang yang melintas di sekitar pun segera berlari dan menolong Naruto.

Aku menelepon teman-temanku, mengabarkan hal ini.

Hari yang seharusnya menyenangkan, berubah jadi disaster, karena kecelakaan ini.

Naruto kritis.

Kritis. Gara-gara aku. Kalau aja Naruto tidak menolongku, mungkin aku yang akan terkapar di rumah sakit sekarang.

Tapi seharusnya aku saja yang di tabrak. Naruto nggak perlu mengorbankan dirinya untukku.

Aku hanya bisa menangis. Sakura menenangkanku.

'Tenang saja, Hinata, dia pasti bertahan. Aku yakin Naruto adalah lelaki yang kuat.'

I hope so..

Finally, diary, aku sudah menulis di halaman terakhirmu. Kau akan selalu menjadi temanku, yang selalu siap mendengarkan keluh kesahku..

Biarkan aku menyelipkan kertas lagu ini di sini, diary..

The way you look at me

No one ever saw me like you do

All the things that I could add up too

I never knew just what a smile was worth

But your eyes see everything without a single word

CHORUS

'Cause there's somethin' in the way you look at me

It's as if my heart knows you're the missing piece

You make me believe that there's nothing in this world I can't be

I never know what you see

But there's somethin' in the way you look at me

If I could freeze a moment in my mind

It'll be the second that you touch your lips to mine

I'd like to stop the clock, make time stands still

'Cause, baby, this is just the way I always wanna feel

[Repeat CHORUS]

BRIDGE

I don't know how or why I feel different in your eyes

All I know is it happens every time

[Repeat CHORUS]

The way you look at me

Lagu ini akan selalu mengingatkanku pada sahabatku. :D

=== Pada akhirnya, Naruto tidak dapat bertahan. Ia meninggal setelah beberapa hari dirawat, karena pendarahan yang terlalu parah. Hinata dan teman-teman seangkatannya pun sedih. Memang pada awalnya Naruto itu menyebalkan, tapi mereka menyadari kalau Naruto itu adalah penyegar suasana di antara mereka. ===

Sabtu, 22 Oktober 2020

Aku baru aja buka laptopku ketika aku teringat bahwa hari ini adalah 10 tahunnya Naruto meninggal..

Lalu aku mencari diaryku yang kutulis ketika aku kelas 1 SMA.

Ketemu!

Aku sedih banget ketika inget kejadian di hari pada saat Naruto meninggal..

"Hinata!" tahu-tahu, suamiku – Kiba memanggilku.

"Ya, Kiba?" balasku.

Ia menyerahkan beberapa lembar kertas kepadaku. Aku mengenali tulisan yang ada di kertas itu. Tulisan Naruto.

'Hinata, kayaknya gw nggak mungkin lagi ya, buat ngedapetin lu. Lu udah deket banget sama Kiba. Apalagi gw pernah bikin lu kesel. Gw pernah bikin lu marah gara-gara gw berantem sama Kiba.'

Itu baru kertas pertama. Rasanya aku pengen banget menangis. Lalu kubaca kertas kedua.

'Gw cemburu tau, sama Kiba. Kenapa sih dia bisa deket sama lu, Hinata? Gw juga pengen bisa deket sama lu. Masa lu ngga mau sih, deket sama gw, cuman karena masalah yang waktu itu menimpa Sakura? Gw akuin gw salah, Hinata..'

Aku merasakan air mataku mulai turun dari pelupuk mataku. Tapi aku masih penasaran dengan kertas terakhir. Cuman ada 1 baris..

'Gw sayang sama lu, Hinata. Gw harap lu tau akan perasaan gw ini..'

Aku bener-bener nangis bombay.

Lalu Kiba merangkulku, berusaha untuk meredakan tangisanku.

"Hinata, jangan menangis.. Kalau kau sedih, Naruto tidak akan tenang di alam sana.." ucap Kiba.

"Tapi, Kiba.." jawabku terisak.

"Aku tau, kau pasti merasa bersalah karena Naruto meninggalkan kita karena menyelamatkanmu. Tapi, Naruto menyelamatkanmu karena keinginannya, kan? Karena dia ingin melindungimu.. Hari ini tepat 10 tahun Naruto pergi, kan? Bagaimana kalau hari ini kita pergi ke makamnya? Sekedar berziarah untuk mengingat teman kita.."

"Kau benar, suamiku. Kalau begitu, ayo kita dan Naomi pergi ke sana.."

Akhirnya aku, Kiba dan anak kami, Naomi pergi ke makam Naruto untuk berziarah.

Semoga kau bahagia di alam sana, Naruto..

Well, sebenernya kisahnya Hinata ini gw angkat dari kisah nyata. Kisah gw dan temen-temen gw yang ketiban masalah. Masalahnya ya itu, yang sudah diceritakan di chapter 1 dan 2. Tapi untuk endingnya, ini gw buat sendiri. Karena masalah yang kami (gw dan temen-temen gw) hadapi, sampe sekarang belom selesai juga. :'(

Tapi, gw seneng karena akhirnya fanfic 3 chapter ini selesai juga.. Hehe :D

Trus, kenapa gw masukin Hinata ke kelas 10-3 lalu ke kelas 11 Sciene 1? Karena itu adalah kelas gw selama 2 tahun terakhir. Kelas yang udah membuat gw memiliki unforgettable memories selama 2 tahun ini. XD

Oke deh, segitu dulu ya, fanfiction pertama gw di fandom Naruto.. ^^

Last but not least, Review please, kalo udah baca..

Arigatou! ^^