Author: Haro, minna~ *muter-muter nari balet (?)*
Ryuuki: Author, lagi cadel?
Author: Nggak, kok!
Kameharu: Lagi sakit jiwa kali
Author: Nggak!
Kameharu: Terus kenapa nari-nari kayak orang gila? *ditendang author*
Ryuuki: Biasalah, yang penyakitan *ditendang author juga*
Author: Oke, untuk sementara kita abaikan dulu kedua OC author ini. Disclaimernya, Vocaloid milik Crypton, tapi cerita ini milik saya!
Miku POV
Seperti biasa, aku, Mikuo, Gumi dan Gumiya kembali melangkah dari goa kematian menuju desa peri langit seperti yang diperintahkan oleh dewi Kitano. Jika aku dan Mikuo tidak segera menyelamatkan desa peri langit, darah mereka akan tertanggung padaku!
"Gumi-nee, kira-kira jarak dari sini ke desa peri langit berapa meter lagi?" tanyaku.
"Um? Ku pikir sih 5000 meter lagi" jawab Gumi santai.
"WHUTTT?!" Aku dan Mikuo kaget dengan lebaynya.
"Ah, kan cuma 5 kilometer, dear" kata Gumi.
"Sebenarnya yang pinter matematika anak manusia atau peri, sih?" tanya Gumiya dengan nada meremehkan.
"Jangan meremehkan! Siapa tau nanti kekuatanku lebih besar dari kekuatanmu!" kataku.
"Heh, menggunakannya saja masih belum bisa. Dasar sok" kata Gumiya.
"Yameru, ne. Sebentar lagi juga kita sampai" ucap Gumi.
10 tahun kemudian...
"Gumi-nee.. Belum sampai?" tanyaku.
"Belum..." jawab Gumi.
1 abad kemudian...
"Gumi-nee... Belum sampaikah?" tanyaku.
"Belum... Sabarlah" jawab Gumi.
Sekarat
"Gumi-nee..." aku pun terjatuh.
Ku pikir aku tak akan bisa menyelamatkan dunia lagi. Gomennasai, minna... Gomen ne...
#PLAKK Okey, karena author salah ngetik, kita eksion (?) lagi!
Tak lama kemudian, kami pun sampai di sebuah desa dengan papan kayu di gerbangnya yang bertuliskan 'Desa Peri Langit'.
"Yokatta! Akhirnya kita sampai juga!" kataku.
"Ayo masuk sekarang!" ajak Mikuo.
Kami memasuki desa itu dan melihat banyak orang yang bekerja. Mondar-mandir kesana-kemari. Anak-anak juga kelihatannya sedang bermain dihalaman 'khusus'-nya.
"Ano..." Gumi bingung mau berkata apa.
Tiba-tiba, seorang gadis berambut pink dengan ekor dan telinga kucing datang ke arah kami. Ia terlihat agak kaget melihat kami.
"Dare?" tanyanya.
"Watashi wa Hatsune Miku desu! Aku adalah pahlawan dunia! Aku akan mengalahkan Chiara dengan kekuatanᅳ Hmph!" Belum selesai bicara, tiba-tiba Mikuo menutup mulutku.
"Ya... Perkenalannya sampai situ saja, deh. Pokoknya gitu-gitu aja..." kata Mikuo.
"Hee...? Kalian benar-benar pahlawan?! Hontou ni?!" tanya gadis itu.
"Iya. Ah, namamu siapa? Kenapa wujudmu seperti... kucing?" tanya Gumi.
"Aku Megurine Luka. Aku adalahᅳ KYAA!" Belum selesai bicara, gadis bernama Luka itu langsung dicubit oleh pemuda dibelakangnya.
"Luka!" panggilnya.
"BaKamui! BAKA!" Kata Luka langsung menampari pemuda itu dengan ekornya (?).
Aku, Gumi, Mikuo dan Gumiya cuma bisa bersweatdrop-ria menonton adegan tersebut.
"Ah, gomen. Aku sebenarnya adalah kucing, wujud asliku sebenarnya memang seekor kucing. Dulu aku kucing buangan dan dipungut oleh pemuda ini, namanya Kamui Gakupo" kata Luka.
"Yoo! Gakupo desu!" ucap pemuda berambut ungu itu.
"Hatsune Miku desu!" kataku.
"Mikuo desu, saudara Miku" kata Mikuo.
"Gumiya" ucap Gumiya.
"Watashi wa Gumi desu!" kata Gumi.
"Yoroshiku onegaishimasu. Ada sesuatu yang kalian cari disini?" tanya Luka.
"Kami kesini karena permintaan dewi Kitano. Katanya mungkin ada suatu bahaya yang terjadi disini. Karena itu, kami harus mencegahnya sebelum terlambat" jawab Mikuo.
"Ah, sebaiknya masuk dulu ke rumahku. Bicarakan dirumahku" kata Gakupo.
Kami mengangguk. Kami pun diantar Gakupo ke rumahnya. Ah, tanpa disadari, di pinggangnya ternyata terdapat sebuah pedang besar. Dia samuraikah? Atau jangan-jangan Samurai-G! #PLAKK
Di rumah Gakupo, Luka menyuguhi kami dengan teh dan sebuah kue yang mirip dengan kue mochi yang ada di dunia manusia. Aku mengambil kue itu dan memakannya.
"Wow! Kuenya enak sekali! Nama kue ini apa?!" tanyaku.
"Itu kueᅳ"
"Kue tane" jawab seseorang.
Kami semua melihat ke sekeliling. Siapa yang berbicara? Aku langsung mendongak keatas dan melihat seorang pemuda berambut biru tua yang memakai baju aneh.
"Wow! Spiderman Vocaloid!" kata author.
"Woi! Ngapain lo kesini, thor?!" tanya Mikuo.
"Cuma mau bilang kalau ada spiderman Vocaloid disini" jawab author yang secara langsung mendapat tendangan maut dari Mikuo.
"Aku bukan spiderman Vocaloid! Namaku Shion Kaito!" dia langsung menjatuhkan dirinya dari langit-langit.
"Eh?! Apa yang dia lakukan?!" tanya Gumi kaget.
"Haha! Aku akan mendarat tepat dimeja yang penuh dengan kue tane itu!" kata Kaito.
Aku hanya menunggu ia merasakan kesakitan saat terjatuh dimeja yang penuh kue tane itu.
.
.
.
Tunggu dulu, dari yang ku lihat, sepertinya dia bukan mendarat ke arah meja itu, melainkan ke arahku!
"Dia akan jatuh ke arahmu, Miku!" seru Luka.
"KYAA!"
"AKH! AWAS!" serunya ikut-ikutan kaget.
Normal POV
"AKH! AWAS!" seru Kaito ikut-ikutan kaget.
BRUKK!
Namun, semua itu sudah terlambat. Pemuda bernama Shion Kaito itu langsung terjatuh ke arah Miku. Ia menindihnya. Dan.. dia... (Author: Tebak saja apa yang terjadi =3)
"KYAA!" Miku langsung mendorongnya dari hadapannya.
"Miku!" panggil Mikuo langsung mendekatinya.
'Sial, aku.. aku.. aku.. aku... ARGHH! Aku dicium pemuda brengsek itu!' pikir Miku langsung emosi.
Gumi, Gumiya, Luka dan Gakupo yang melihatnya malah cengo ditempat. Mikuo mendekati pemuda yang bernama Shion Kaito itu dan langsung menarik kerah bajunya.
"Kau... APA YANG KAU LAKUKAN TERHADAP SAUDARAKU?! Dasar matre! Dasar playboy! Tidak berpendidikan! Dan aneh!" kata Mikuo dengan penuh hina dan langsung melempari Kaito.
BRUKK!
Untuk kedua kalinya, Kaito merasakan kesakitan yang amat sakit. Punggungnya menabrak dinding. Namun, Kaito yang kelihatannya tidak mau kalah itu bangkit berdiri dan balas mendorong Mikuo sehingga pemuda berambut teal itu terjatuh.
"Dengar, ya... AKU BUKAN PLAYBOY DAN TIDAK MATRE SAMA SEKALI! Kau, baka boy! Aku juga melakukannya secara tidak sengaja! Salahkan saudaramu yang tadi berdiri disitu!" kata Kaito.
"Apa?! Jadi kau menyalahkanku?!" tanya Miku kesal.
"Siapa yang menyuruhmu disitu?!" tanya Kaito.
"Siapa yang menyuruhmu mendarat duluan?!" balas Miku tak mau kalah.
Dan akhirnya pun terjadi pertengkaran gaje di antara mereka bertiga.
"YAMETEE!" teriak Luka.
Semua langsung memperhatikan Luka termasuk Kaito dan Mikuo yang langsung cengo setelah Luka berteriak.
"Rumah kami bukan tempat untuk perkelahian! Dan kau, Shion Kaito! Berani sekali kau ehem! mencium dan bertengkar dengan utusan manusia!" kata Luka.
"Apa?! Mereka manusia?!" tanya Kaito dengan tampang bloonnya.
"Iya, baka! Lihat mereka sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan dari dewi Kitano!" kata Luka.
"What the hell?! Tidak mungkin!" kata Kaito tidak percaya.
'Kok di dunia peri ada yang bisa berbahasa Inggris, ya...?' pikir Miku dan Mikuo.
"Minta maaf kepada mereka berdua!" kata Luka.
Kaito kemudian menghadap Miku dan Mikuo. Dan dengan akting bloonnya, ia sujud meminta maaf seperti spongebob.
"Gomennasai! Aku tak akan mengulanginya lagi!" kata Kaito.
"Ya iyalah! Masa' kau masih mau mengulanginya lagi?!" balas Mikuo yang langsung menendang wajah Kaito.
"Oi! Udah minta maaf malah balas lagi! Kalian pahlawan atau bukan, sih?!" tanya Kaito kesal.
"Sudah! Sudah!" lerai Gumi.
"Kalian pasti lelah. Bagaimana kalau beristirahat dulu di desa ini?" saran Luka.
"Ah, arigatou. Tapi kami harus bergegas cepat untuk melanjutkan perjalanan ke kerajaan Chiara" kata Gumiya.
"Sokka..." Luka hanya tersenyum.
"Dan.. kami harus bergegas mencari bahan masalah di desa ini. Apa sering terjadi keanehan?" tanya Gumi.
"Iya. Sering sekali, terkadang ada gempa tanpa sebab di desa kami. Juga musim-musim yang datangnya tak beraturan" jawab Gakupo.
"Eh? Musim yang datangnya tak beraturan maksudnya apa?" tanya Miku.
"Kalian kan manusia. Ya wajar saja tidak tau" ucap Kaito.
"Yang ku maksudkan, terkadang jika hari ini adalah musim panas, bisa saja besok langsung musim salju. Dan esoknya lagi, bisa saja terjadi musim semi. Sangat tidak beraturan sehingga banyak dari desa ini yang sakit. Untungnya banyak tanaman obat disekitar desa kami" jelas Gakupo.
"Hm... sokka.. sokka.." kata Gumi.
"Pergantian musim secara tidak beraturan, ya..? Yosh, kita harus cari pokok permasalahan ini" kata Mikuo.
"Iya, benar. Tapi bagaimana caranya?" tanya Gumi.
"Apa ada benda atau pusaka di desa ini?" tanya Gumiya.
BLETAKK!
Luka langsung melempari Kaito dengan ikan tunanya.
"Bicara yang sopan, Kaito!" kata Luka.
"Hei.. Jadi ada tidak?" tanya Gumiya.
"Iya, ada. Sebuah mutiara putih berkilau yang dipercaya dapat melindungi desa yang menjaganya" jawab Luka.
"Kalau begitu, antarkan kami ke sana sekarang!" kata Miku.
"Eh?!"
To Be Continued
Author: Whut?! Miku mau nyolong kali, ya?! *dilempar negi*
Ryuuki: Author, lawakanmu nggak pernah lucu, ya
Author: Ane kan bukan humoris.. *pundung*
Kameharu: Jangan lebay, deh -_-
Ryuuki: Btw, kok nama roh jahatnya diubah, nih? Dari Chiaki ke Chiara?
Author: Berhubungan ada sesuatu yang private, jadi saya ganti. Tadinya saya mau ganti nama-nama roh jahatnya di chapter sebelumnya, tapi berhubung saya malas... #PLAKK
Kameharu: Dasar author gaje -_-
Author: Yosh, saya butuh review anda sekalian, para readers! Mohon reviewnya! =D
