Tsunade bilang jika dia ingin semua orang melihatnya, maka buktikan lah bahwa diri mu ada
Tsunade bilang jika dia ingin semua orang mengakuinya maka jadilah orang yang selalu berada paling depan
Tsunade bilang jika dia ingin orang lain selalu mengandalkannya maka jadilah kuat.
Tsunade bilang jika ingin menjadi kuat hilangkan rasa lelah, lupakan kegagalan, buang keinginan yang tidak penting, lupakan rasa sakit, tapi jangan hilangkan perasaanmu, karena tanpa itu kau bukanlah manusia.
Apa yang dia rasakan saat ini?. Entahlah dia tidak tahu, apa pun itu rasanya berat sekali.
Setiap hari dia selalu belajar, setiap hari dia selalu latihan, setiap hari dia selalu waspada terhadap lingkungan sekitar, setiap hari dia harus kelaparan karena tidak ada yang mau menjual makanan padanya, kecuali satu dan itu bukan makanan yang baik jika konsumsi terus menerus setiap hari.
Tidak seperti anak lainnya yang dapat tertawa bahagia, bercanda gurau, bermain bersama teman-temannya di taman bermain, dan orang tua yang selalu menjemput mereka saat malam hampir tiba.
Naruto kecil tidak memiliki itu, dia tidak punya teman, dia tidak punya orang tua.
Tapi menurutnya dia sudah sangat beruntung, karena masih ada beberapa orang yang sangat peduli padanya.
Itu sudah cukup untuk di jadikan alasan untuk dia bertahan, bertahan untuk menjadi kuat, bertahan dari dunia yang entah menerimanya atau tidak.
.
.
.
Sudah satu setengah tahun Naruto masuk akademi.
Naruto selalu datang lebih awal, hanya satu tujuannya yaitu ketenangan, keheningan kelas adalah kesenangan tersendiri baginya, sebelum mendengar ocehan tidak berguna murid lainnya dan pelajaran yang lumayan membosankan, setidaknya seperti itulah menurutnya.
Mungkin selain dirinya ada juga anak yang beranggapan sama, misalnya seperti Shikamaru yang menurutnya anak terpintar di kelas, hanya saja kemalasannya di luar nalar yang menyebabkan dia tidak terlalu mencolok. Kelasnya memang dipenuhi oleh anak-anak dari klan terkemuka di desa, dan sialnya mereka semua berbakat, menyebabkan dirinya harus berusaha lebih keras lagi agar bisa sebanding dengan mereka, atau bahkan melebihi mereka. Tapi bagi Naruto ada dinding besar yang akan menghalanginya untuk menjadi yang teratas saat ujian kelulusan yang akan datang.
Bukan, bukan Uchiha Sasuke idola kebanyakan para gadis akademi, melainkan seorang gadis yang terlihat biasa saja dari luar umm,, yah memang dia juga berasal dari klan terkemuka, tapi gadis itu berbeda.
Jika menurutnya Shikamaru adalah anak terpintar di kelasnya, maka lain hal dengan gadis ini, dia adalah yang terkuat, sangat kuat malahan. Setidaknya itu menurut Naruto, yah Meskipun anak itu berada di peringkat tengah, tapi gadis itu bagus di segala hal. taijutsu, ninjutsu, dan kenjutsu dia menguasai nya.
dia pernah melihatnya, cara dia berlatih, seperti apa tekniknya, bagaimana dia bertarung melawan klonnya sendiri dan juga yang utama dan sangat sulit bagi Naruto, dari penglihatan nya bagaimana gadis itu mengeluarkan jutsu-jutsunya, gadis itu mampu mentrol chakranya secara sempurna, hal yang sangat sulit di lakukan oleh Naruto dan dia merasa iri.
Selain itu dia juga tahu, gadis itu menguasai kelima element dasar dan jangan tanya sesempurna apa dia menguasai kelima element dasar, tentu saja sesempurna kontrol chakra nya yang sempurna. Sialan, memang seberapa sempurnanya gadis itu.
Mungkin hanya Naruto yang sadar, mungkin hanya Naruto yang tahu. Tapi kenapa gadis itu menyembunyikannya?, inilah satu-satunya hal yang di sukai Naruto dari gadis itu.
Mengenai kontrol chakra itu adalah salah satu hal dasar yang tidak di ajarkan di akademi. Tapi dia merasa sangat beruntung karena Tsunade sudah mengajarkannya kontrol chakra, berjalan di atas air, menempel di dinding? Berdiri di dinding? Berjalan di dinding? Entahlah apapun sebutannya dan berjalan menaiki pohon? Padahalah itu adalah hal dasar yang wajib di kuasai oleh seorang ninja, tetapi akademi tidak mengajarkannya.
Sebenarnya ada banyak hal yang telah di ajarkan Tsunade padanya dan Naruto cukup baik menerima semua itu, dan Tsunade bilang kontrol chakranya benar-benar buruk bagaimana dia bisa mengeluarkan sebuah jutsu jika mengontrol chakra saja tidak bisa, oleh sebab itulah saat ini dia masih fokus pada pengontrolan chakra.
Dulu saat Naruto masih di bawah pengawasan Tsunade kontrol chakranya masih belum sempurna, mungkin kontrol chakranya baru sekitar 30% tapi Tsunade bilang itu sudah sangat bagus karena chakra yang dia miliki sangatlah besar dan tentu saja sangat sulit untuk mengontrol chakra nya secara sempurna, dia akan terus berlatih untuk meningkatkannya, karena Tsunade bilang semakin sempurna kontrol chakra mu maka semakin kuat jutsu yang kau keluarkan.
Naruto masih mengingat nya, perjuangan dia agar bisa menguasai hal dasar tersebut. Dia perlu waktu yang cukup lama untuk mengontrol chakra nya meskipun hasilnya sangat jauh dari kata sempurna, tapi itu adalah awal yang bagus untuk dia bisa menguasai teknik berjalan di atas air dan menempel di dinding.
Dan sekarang dia sudah agak berbeda dengan dirinya saat masih di bawah pengawasan Tsunade. Selama satu setengah tahun di akademi dia terus melatih kontrol chakranya mungkin kontrol chakranya saat ini sudah 50% dan itu sudah sangat bagus menurutnya meskipun masih belum bisa menandingi gadis itu tapi dia sudah sangat senang, memang benar dengan keyakinan yang kuat dan usaha yang keras maka hasil yang bagus pun akan datang menyusul.
Dan sekarang Naruto merasa sudah siap ke tahap selanjutnya yaitu penguasaan jutsu. Ada sebuah gulungan jutsu yang diberikan tsunade, dia bilang ini adalah jutsu yang sangat hebat, jutsu yang di ciptakan hokage ke dua dan salah satu jutsu andalan hokage ke empat, Naruto ingin segara mempelajarinya dan dia yakin pasti bisa menguasai jutsu sesulit apa pun.
Hari ini Naruto kembali ke hutan tempat dia menghabiskan waktu, berlatih dan mencari makan setiap hari nya, mencari makan?.
Yah mencari makan di hutan sudah menjadi hal biasa baginya, bukan karena dia tidak mampu membeli makanan, kakek hokage selalu memberi dia uang tiap bulannya dan itu sudah lebih dari cukup untuk menghidupinya, tapi masalahnya ada pada orang-orang itu, para pedagang di konoha tidak ada yang mau menjual makanan padanya.
Beruntungnya pengetahuan dirinya tentang alam cukup luas, sehingga Naruto sudah tahu mana tumbuhan dan buah-buahan yang bisa di makan, mana hewan-hewan dan ikan yang enak di makan.
Tapi kali ini tujuannya ke hutan bukanlah untuk mencari makanan, stok makanannya masih banyak di kulkas. Dia kesini untuk latihan penguasaan jutsu, dia berniat untuk mempelajari jutsu yang ada di gulungan pemberian Tsunade. Dan Naruto punya cara tersendiri untuk mempelajari sesuatu dengan cepat.
Saat Naruto mengatakan pada Tsunade ingin masuk akademi ninja dan Tsunade hanya menertawakannya, Dia bilang bagaimana mungkin Naruto bisa lulus akademi jika bunshin no jutsu saja tidak bisa, tapi Tsunade bilang ada jutsu bunshin yang levelnya berbeda jauh dengan jutsu bunshin biasa.
Jutsu ini bahkan dapat membunuh penggunanya jika si pengguna tidak memiliki chakra yang banyak, oleh sebab itulah jutsu ini di kategorikan sebagai jutsu terlarang, tapi Tsunade bilang Naruto mungkin cocok dengan jutsu ini sangat, cocok malahan.
Kage bunshin no jutsu teknik yang sangat spesial baginya, bagaimana tidak. Jutsu ini berbeda dengan bunshin biasa, bunshin yang memiliki pikiran sendiri, bisa merasakan rasa sakit bahkan bisa berdarah tetapi yang paling istimewa menurutnya adalah semua pengalaman yang di miliki si bunshin akan menjadi pengalaman si pengguna saat bunshin itu menghilang, itu sangat menguntung kan untuk misi mata-mata dan tentu saja latihan, misalnya kau latihan jutsu baru dengan 100 bunshin dalam satu waktu itu sama saja kamu berlatih sebanyak 100 kali dengan satu waktu yang sama, Naruto merasa sangat beruntung karena Tsunade telah mengajarkannya teknik ini. Dengan kage bunshin dia mampu mempersingkat jangka waktu penguasaan sebuah jutsu.
Saat ini dia sudah memunculkan seratus kage bunshin yang memenuhi tempat ini, Naruto memerintahkan klonnya untuk menyempurnakan kontrol chakra, Naruto masih ingin meningkatkan kontrol chakranya karena ini sangat penting, dan sebagian besarnya lagi mempelajari jutsu yang dikatakan Tsunade sangat sulit untuk di pelajari.
.
.
Apa-apaan ini, apa ini semacam jutsu teleportasi, ini bahkan lebih sulit dari yang dia bayangkan. Naruto tidak tahu sama sekali.
Hiraishin no jutsu, jutsu yang diciptakan oleh hokage ke dua, dan di sempurnakan oleh hokage ke empat adalah jutsu yang memungkinkan penggunanya berpindah tempat dengan segel penghubung atau bisa di sebut jutsu shiki. Jutsu shiki bisa di tempatkan di mana pun si pengguna mau meletakkannya. Sehingga si pengguna bisa berpindah ke mana pun jutsu shiki itu berada.
Lalu apa itu jutsu shiki, di gulungan tertulis setiap orang memiliki jutsu shiki yang berbeda itu artinya Dia harus membuat jutsu shiki miliknya sendiri, membuat sebuah rumus-rumus yang rumit milik nya sendiri. Meskipun cara membuatnya juga tertulis di sana tapi tetap saja itu sangat sulit, jutsu ini mirip dengan seni fuinjutsu dan sayang sekali pengetahuannya tentang fuinjutsu sangat sedikit. Hari ini dia hanya membaca gulungan itu berkali-kali di tambah dengan ratusan klon nya yang juga membaca gulungan itu berkali-kali dan rasa pusing yag cukup menyakitkan di terimanya, saat semua klonnya menghilang, itu artinya dia sudah membaca gulungan ini ribuan kali sampai-sampai dia hafal dengan isi gulungan itu.
Sekarang adalah bagian tersulit, dia sudah tahu teorinya lalu tinggal bagaimana cara mempraktik kannya. Tentu saja Naruto tidak bisa langsung mencobanya dia harus membuat jutsu shikinya terlebih dahulu. Dan satu hal yang akan menjadi tujuannya saat ini adalah mempelajari seni fuinjutsu, lalu membuat jutsu shiki nya dan mempraktik kannya.
Tapi dia tahu, seni fuinjutsu sangatlah sulit, tidak semua orang bisa mempelajarinya, apa lagi tanpa seorang guru pembimbing, ini adalah rintangan pertama, rintangan kedua adalah satu-satunya tempat yang memungkinkannya mempelajari seni fuinjutsu adalah perpustakaan konoha, sangat sulit baginya untuk masuk ke sana, selama ini dia selalu mengendap-endap untuk masuk ke sana dan saat penjaga perpustakaan tahu, dia akan segera di usir. Tapi dia sudah punya solusi nya untuk itu.
Naruto selalu di pandang buruk oleh orang lain.
"Apa pun yang terjadi aku pasti bisa, semangat!"
"Tsunade percaya pada ku, maka aku juga harus percaya pada diriku sendiri"
Ini adalah langkah awalnya untuk terus maju, langkah awal untuk terus berkembang, langkah awalnya untuk menjadi ninja terkuat di konoha, menjadi hokage terkuat yang pernah ada. Sebuah langkah yang akan membuat sebuah sejarah, sebuah langkah yang akan membentuk masa depan yang cerah, dengan melalu jalan yang penuh lubang kegelapan yang harus dia lalui untuk menggapai cahaya yang ada di depannya.
Dan seandainya dia berhenti di tengah jalan maka masa depan yang sudah terbentuk akan berubah.
"Naruto, apakah kamu ingin menjadi Shinobi?"
"Ya"
"Untuk apa kau menajadi shinobi?"
"Untuk menjadi kuat"
"untuk apa kau menjadi kuat?"
"Untuk melindungi diri ku"
"hanya diri mu?"
"Ya"
"Kenapa?"
"Karena orang-orang itu menakutkan, mereka selalu memberikan tatapan seolah-olah aku adalah makhluk yang menjijikkan, mereka terlihat selalu ingin melukai ku, mereka terlihat selalu ingin membunuh ku, seolah-olah ingin membalas dendam pada ku karena telah merenggut hal berharga mereka"
"yang bahkan aku tidak tahu apa itu?, apa salah ku?"
.
.
.
"Naruto, jika kamu sudah menjadi kuat, apa kamu akan membalas orang-orang yang telah memperlakukanmu dengan buruk?"
"Tidak"
"kenapa?"
"Karena mereka adalah orang-orang yang di lindungi oleh kakek hokage, aku akan menjaga apa yang di jaga oleh orang yang aku sayangi"
"Termasuk diriku?"
"Ya"
"Menjadi kuat itu hal yang berat, kamu harus melindungi orang-orang yang ada di bawahmu, kamu harus membantu orang-orang yang bergantung padamu, dan kamu harus tetap hidup untuk orang-orang yang membutuhkanmu"
"Kekuatan di gunakan bukan untuk menyakiti orang lain, tapi kekuatan di gunakan untuk melindungi orang lain"
"Lindungi apa yang berharga bagimu, jaga apa yang penting bagimu, kamu harus mengingat itu Naruto"
"Ya"
"Aku rasa kamu sudah berada di jalan yang benar, aku tidak perlu khawatir lagi padamu"
"karena aku percaya padamu"
"Ya"
"Sampai jumpa".
