Chapter 2: The Shocking Truth!

~Author numpang cuap-cuap~

Huwee.. saya terharu! Ternyata ada juga yang mau nge review fic saya... T^T makasih banyak yang udah mau nge review~ oh ya buat kritik & sarannya juga makasih yah~ kalo masalah bahasa saya yang ancur gila kayak authornya itu mungkin karena faktor nilai bahasa saya yang lumayan ancur (sekali lagi saya katakan MUNGKIN *dilempar sendal*) entar dicoba deh bahasanya diperbagus lagi, kalo perlu dipoles semolek mungkin ? *plakk* nah buat urusan update kilat ini yang rada susah kali yah.. belum dapet inspirasi lagi nih.. otak butek gara-gara lagi UTS tapi semoga ditengah UTS yang nista itu saya bisa dapet ilham.. *ngarep* yah kuusahakan update secepat sonic deh!

Langsung mulai deh~

~(-_-~)(~-_-)~~(-_-~)(~-_-)~~(-_-~)(~-_-)~~(-_-~)(~-_-)~~(-_-~)(~-_-)~~(-_-~)(~-_-)~~(-_-~)(~-_-)~~(-_-~)(~-_-)~~(-_-~)(~-_-)~~(-_-~)(~-_-)~

Warning: di chapter yang ini Hiruma bakal OOC serius deh! Pairingnya tetep donk~ oh iya! Atu lagi.. perubahan gaya bahasa saya, si author gila nan sarap + seenaknya sendiri *dibuang ke laut*

Disclaimer: Sekali lagi! Eyeshield 21 itu punya... siapa hayo? *plakk* iya deh punya Inagaki Riichiro & Yuusuke Murata, saya cuma pinjem bentaran doank kok~ nah kalo si OC nya milik saya seorang hohohohohoho~ gak sombong lho ya gak sombong XD *dibakar*

*YA-HAA! YA-HAA! YA-HAA!*

Di bandara Hiruma masih tercengang soal kedatangan Sakura yang terkesan mendadak itu. Si pelaku yang membuat Hiruma jadi cengo malah cengar-cengir tanpa dosa. Hiruma berlari menghampiri Sakura dan langsung memeluknya.

"Hei cengeng sialan.. kenapa kau datang tanpa memberitahuku?" Hiruma berbisik tepat ditelinga Sakura.

"Jangan panggil aku seperti itu, You-kun! Seperti biasa kau tetap menyebalkan" kata Sakura sambil memukul ringan kepala Hiruma yang bersandar dibahunya.

"Aku merindukanmu tau! Lama sekali kau ini, kenapa baru pulang sekarang?"

"Maaf maaf.. aku baru bisa pulang sekarang You-kun, nahh.. tadaima Youichi" bisik Sakura lembut

"Hm, okaeri Sakura"

Hiruma dan Sakura keluar dari bandara segera mencari taksi yang biasanya mangkal di pintu depan. Melihat ada taksi yang sepi, Hiruma langsung mendekati supir taksi tersebut dengan bekal sebuah Akuma Techou ditangan. Supir tadi dengan langkah terburu-buru segera mempersilahkan Sakura dan Hiruma naik, reaksi mereka berdua? Tentu saja Hiruma menyeringai dan Sakura hanya tertawa kecil melihat tingkah supir tadi yang berhasil 'diancam' oleh lelaki bermata hijau emerald itu. Keduanya segera naik dan taksi tersebut mulai tancap gas berangkat menuju tempat tujuan mereka yaitu... Apartemen tempat tinggal Hiruma.

"Di apartemen itu masih ada kamar kosong kan?" tanya Sakura memecah keheningan.

"Hm, aku sudah menyiapkannya untukmu jauh-jauh hari. Aku sudah memperkirakan kalau kau akan datang tanpa memberitahuku" santai sekali menjawabnya, lalu Hiruma merogoh kantong mencari permen karet free sugar rasa mint kesukaannya.

"Kau selalu bisa menebak apa yang kupikirkan! Tidak seru ah.." terlihat muka sebal Sakura yang sukses membuat Hiruma tertawa. Sang QB Devil bats mengacak-acak rambut Sakura dan mulai tersenyum lembut. (Author: hah? Hiruma senyum? Lembut pula? Ih wow... kok kayaknya gak mungkin yah? *digorok Hiruma*)

"Berarti itu tandanya aku masih hafal cara berpikirmu itu kan cengeng sialan?"

"Iya iya.. aku senang kau masih hafal itu, terima kasih"

Si taksi-kun sudah sampai di depan apartemen yang menjadi rumah bagi si iblis itu. Perempuan mungil berwajah manis itu keluar dari taksi, ia kaget melihat Hiruma sudah mengangkat tas kopernya mulai berjalan masuk. Ia berlari menyusul Hiruma tentunya dan menggandeng tangan Hiruma. Kalau kalian tanya soal taksinya kenapa tidak dibayar oleh Hiruma.. kalian pasti sudah tahu jawabannya kan? Hiruma mengancam supir tadi supaya bisa naik taksi gratis! As expected of our devil..

Mereka berjalan menuju kamar apartemen milik Hiruma! Eh salah ke sebelah kamarnya Hiruma... maaf maaf kesalahan ada pada Author *digebukin 1 RT*.Hiruma membuka pintu kamar itu, meletakkan kopernya di dalam dan segera pergi. Sakura cuma terdiam tapi ia senang dengan dekorasi kamar apartemennya yang sesuai dengan taste nya.

'aku yakin Hiruma sudah menyiapkan ini semua untukku, dasar' Sakura tersenyum dan mulai membereskan pakaiannya. Setelah selesai ia langsung pergi tidur.

Pagi harinya desu~ pagi harinya desu~ pagi harinya desu~ pagi harinya desu~ *dipukul palu*

Sang iblis membuka matanya, lagi-lagi ia memandang langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong astaga... apa ini jadi kebiasaannya si telinga elf ini ya? Jawabannya ada di otak para readers sekalian *author ditabok kulkas*. Terdengar suara berisik dari arah dapur, Hiruma menyambar AK-47 nya karena mengira ada maling masuk ke dapurnya (mana ada maling yang berani nyolong di rumah Hiruma?). Dengan pelan tapi pasti, Hiruma melangkah menuju dapur. Dilihatnya ada sesosok manusia menggunakan apron bermotif kucing, rambutnya yang berwarna karamel itu digulung ke belakang dengan menggunakan pin rambut bermotif bunga sakura. Siapa lagi kalau bukan Sakura?

'cengeng sialan rupanya' Hiruma menghela nafas.

"Lain kali kalau mau masuk kamar seseorang ketok pintu dulu atau mencet bel kek" celetuk Hiruma. Sakura membalikkan badannya.

"Ah ohayou You-kun! Aku sudah melakukan itu tadi, tapi tidak ada yang menjawab jadi aku minta petugas di bawah untuk membukakan pintunya" Sakura tersenyum.

"Kamu dari dulu suka seenaknya sendiri, tak berubah"

"Bukannya kamu yang mengajarkan itu padaku?" goda Sakura

"Cih! Terserah kau sajalah, aku mau mandi" Hiruma pun berlalu

"You-kun! kalau sudah selesai makanlah sarapanmu ya! Aku sudah menyiapkannya di meja makan!" teriak Sakura mengingatkan Hiruma.

"Hm" hanya itu jawaban dari Hiruma.

Hiruma bergegas menyelesaikan semua persiapannya ke sekolah, lalu berlari menuju meja makan. Disana Sakura sudah duduk dengan manis menunggu Hiruma dengan makanan yang tertata rapi di depannya. Hiruma duduk di meja makan dan mulai menyantap makanannya.

~skip waktu makan~

"Aku berangkat cengeng sialan! Jaga rumah jangan keluyuran kemana-mana! Ingat itu" perintah Hiruma.

"Oke bos! Hati-hati ya You-kun" Sakura melambaikan tangannya.

"..." Hiruma berangkat ke sekolahnya

~skip perjalanan ke sekolah~

Di kelasnya Hiruma langsung duduk dengan kaki di atas meja sambil mengutak-atik laptop silver kesayangannya.

"Kenapa kemarin kau kelihatan terburu-buru sekali Hiruma-kun?" Mamori mengagetkan Hiruma.

"Bukan urusanmu manager sialan!"

Mamori terdiam raut mukanya kelihatan sedih. Ia kembali ke tempat duduknya dan pelajaran dimulai. Hiruma melirik ke arah perempuan bermata saphire itu,

'haaahh... lagi-lagi aku tak bisa mengontrol ucapanku' inner Hiruma merengut kesal dengan dirinya sendiri.

~skip lagi waktu pelajaran~

"Manager sialan! Mau kemana kau?" tanya Hiruma yang sedang nongkrong di ruang klub begitu melihat Mamori keluar dari ruangan itu.

"Mau beli peralatan bersih-bersih sama manisan lemon untuk mereka" seru Mamori.

"Kau yakin tidak pergi keluar untuk membeli kue sus sialanmu itu?" Hiruma menggodanya atau lebih tepat mengejeknya.

"Mou.. Hiruma-kun! aku pergi dulu"

"Hm"

Mamori telah sampai di supermarket dan membeli barang-barang yang ia cari. Ia segera membayarnya dan begitu keluar dari supermarket ada orang yang menyambar dompet milik Mamori.

"Copet!" teriak Mamori

Tiba-tiba datang seorang laki-laki yang menjatuhkan pencopet tadi, tapi sangat disayangkan gara-gara dijatuhkan tiba-tiba seperti itu dompet Mamori melayang dan jatuh tepat ditangan... Sakura?

"Arigatou... eh? Akaba-kun?"

"Konnichiwa Anezaki-san" ternyata laki-laki sialan yang sok nampang itu adalah Akaba Hayato! *author ditabok pake gitar sama Akaba*

"Sudah lama aku mencarimu, Anezaki-san" Akaba tersenyum.

"Hoe?' Mamori kaget.

"Umm.. maaf ini punyamu ya?" Sakura mendekati Mamori.

"Iya, terima kasih" Mamori tersenyum pada Sakura. Akaba pun menatap Sakura dengan pandangan death glare! Sakura langsung ilfil di-death glare sama Akaba.

Eits, tunggu dulu.. sepertinya inner Sakura merasa kalau dia mengenal mereka! Otak Sakura mulai bekerja sampai muncul asap-asapnya kayak Patrick yang di Spongebob itu lho~ ah iya betul juga! Mereka kan...

"Kalian ini Akaba Hayato dan Anezaki Mamori kan? Syukurlah~ kupikir aku akan tersesat di kota ini! Oh iya Mamo-chan mau ke SMA Deimon kan? Aku ikut yah!" Tiba-tiba Sakura dengan aura-aura SKSD nya minta Mamori mengajaknya ke Deimon. Mamori langsung dropsweat, si Akaba tenang-tenang sepertinya ia juga berminat ikut ke Deimon.

Akhirnya rombongan Mamori berjalan menuju SMA Deimon. Sesampainya disana, anak-anak Devil Bats langsung mendekati Mamori, Akaba, dan Sakura. Hiruma yang heran dengan keramaian itu juga ikut menggerombol.

"Sakura-chan!" teriak Kurita mendekati Sakura dan memegang tangannya.

"Kurita-kun sudah lama tak pernah jumpa ya! Musashi-kun juga!" Sakura senyum-senyum ke arah anak-anak Devil Bats.

"Jadi ini tim yang berhasil dibentuk You-kun... sudah kuduga dia tidak akan mengecewakanku fufufufu~"

"Y-You-kun?" anggota Devil bats dropsweat semua.

"Cengeng sialan! Sudah kubilang kau harus jaga rumah kan, kenapa kau bisa disini?" Hiruma marah.

"Di rumah sangat membosankan jadi aku pergi keluar, tidak tahunya malah tersesat.. untung saja aku bertemu dengan Mamo-chan dan Akaba-kun" Sakura cengar-cengir ke Hiruma sambil mengeluarkan puppy eyes no jutsunya.

"Cih!"

"Hi-Hiruma-san perempuan ini siapa?" Sena memberanikan diri bertanya pada Hiruma.

"Dia ini-"

"Oh ya aku belum berkenalan ya? Namaku Ninomiya Sakura aku adalah k-"

"Teman masa kecil sialanku!" Hiruma buru-buru menjawab. Kemudian matanya melihat ke arah Mamori yang bersebelahan dengan Akaba. Sejak dulu Hiruma sudah merasakan ada sesuatu yang salah dengannya.

'Sialan! Si mata Merah itu pasti merencanakan sesuatu! Dheg! Ada apa denganku? Kenapa aku merasa sakit melihat manager sialan itu berdekatan dengan mata merah sialan itu? Cih!' inner Hiruma mulai menggerang.

"Karena kau sudah disini tunggu aku selesai latihan! lalu kita akan pulang cengeng sialan!" Hiruma menjauh.

"Hehehe... oke!" Sakura terlihat senang.

~mereka pindah tempat ke depan ruang klub~

Ia mulai berkenalan dengan anggota devil bats. Mulai dari Sena, Monta, 3 bersaudara Ha Ha sampai Cerberus dan Butaberus juga. Yang membuat anggota Devil Bats kaget, dalam sekejap Sakura langsung akrab dengan Cerberus! Dengan manjanya Cerberus gulung-gulung di depan Sakura dan Sakura mengelitikinya.

'sepertinya Ninomiya-san punya bakat menaklukan iblis' inner para anggota Devil Bats menjeritkan hal yag sama.

"Ni-Ninomiya-san" panggil Sena gugup.

"Panggil aku Sakura saja"

"Baiklah Sakura-san sejak kapan Sakura-san mengenal Hiruma-san?" tanya Sena. Yang lain juga ingin tahu soal itu.

"Aku mengenal dia sejak kecil dan aku cukup mengerti tentang seluk-beluk keluarganya" ucap Sakura ringan.

"Tolong ceritakan pada kami!" seru Mamori, sepertinya Mamori benar-benar ingin tahu soal Hiruma.

"Baiklah aku akan ce-"

"CENGENG SIALAN KALAU SAMPAI KAU BICARA MACAM-MACAM AKAN KUBUNUH KAU!" terdengar jeritan dari depan ruang klub (teriaknya pake toa lho).

Jantung para anggota devil bats sudah berdetak tak karuan, Sena membatu, Monta jongkok sambil merinding terus guling-guling, Suzuna mencengkram seragam amefuto milik Sena (hayooo ngapain itu~), 3 saudara Ha Ha sembunyi dibalik Kurita, Kurita sembunyi dibalik Musashi (meskipun dia sembunyi dibalik Musashi juga gak ngaruh tetep keliatan), Musashi cuma berjalan mendekati Sakura dan berbagai pose aneh lainnya. Sakura kelihatannya sudah biasa dengan hal itu cuma bisa senyum dan berjalan ke arah Hiruma.

"Aku tidak akan cerita kok" kata Sakura tersenyum sambil mengacak-acak rambut Hiruma. Langsung saja Hiruma menyeret Sakura masuk ke dalam ruang klub, sementara yang lain.. membatu. Tapi ada satu orang yang kelihatan cemburu.. Mamori.

'ukh... kenapa dadaku terasa sakit melihatnya?' Mamori memegangi dadanya.

Akaba mencari-cari kesempatan dengan menyentuh pundak Mamori dan didekatkannya Mamori ke dadanya itu.

"Akaba-kun?"

"Sudahlah, dadamu terasa sakit kan? Diamlah sebentar" kata Akaba lembut.

Sena dan Suzuna yang melihat itu merasa ada sesuatu yang ganjil pada diri Akaba. Entah apa itu tapi... aneh.

~Di ruang klub~

"Ada apa Hiruma? Aku tahu pasti ada sesuatu yang terjadi kan? Ceritakan saja padaku" kata Sakura lembut. Sepertinya ia dapat merasakan kegelisahannya Hiruma.

"Entahlah Sakura, hatiku terasa sakit kalau melihat manager sialan itu berdekatan dengan mata merah sialan itu, hatiku juga merasa selalu ingin berada disamping manager sialan itu. ARGH! Sebenarnya ada apa denganku?" Hiruma mengacak-acak rambutnya sendiri.

Sakura berjalan mendekati Hiruma dan memegangi dagu si QB iblis itu, diangkatnya pelan-pelan membuat mata hijau emerald Hiruma bertemu dengan mata violet milik Sakura.

"Kau tahu You-kun? kau sedang jatuh cinta!" seru Sakura.

"?" Hiruma kaget sampai tak bisa berkata-kata. Ia hanya membelalakan matanya.

"Kau tak percaya? Saat orang sedang jatuh cinta, perasaan yang kau rasakan itu adalah sesuatu yang wajar. Pasti kau menginginkan Mamo-chan untuk jadi milikmu seorang kan? Pasti kau juga menginginkan Mamo-chan tidak lagi berdekatan atau bersentuhan dengan lelaki lain selain dirimu bukan? Itulah yang dinamakan cinta, sebuah perasaan ingin memiliki orang yang kau cintai"

Hiruma terdiam sepertinya ia mulai mengerti maksud Sakura. Ya.. dia mencintai Mamori lebih dari apa pun.. perasaan yang lebih dari perasaan yang ia miliki pada Sakura yag merupakan anak perempuan yang terdekat dengannya. Perasaan itu mulai keluar dari dalam hati kecil Hiruma.

"Hmm.. perkataanmu benar juga Sakura, tapi mana mungkin dia akan membalas perasaanku. Kau tahu, perangaiku dan dia berbeda jauh! Ia bagaikan malaikat sedangkan aku adalah iblis!" Hiruma mulai bimbang sungguh OOC sekali.

"Hei, saat kita masih kecil kau juga pernah mengatakan bahwa aku ini seperti malaikat dan tak pantas berteman denganmu. Tapi buktinya sekarang aku ada disini mendengarkan keluh kesahmu sebagai seorang kakak sesuai dengan harapanmu bukan?" Sakura mencoba meyakinkan Hiruma.

"Kau bukan sekedar kakak tapi kau juga figur ibu bagiku dan sahabatku selain gendut sialan dan orang tua sialan, tapi tetap saja..."

"You-nii pasti bisa mendapatkan Mamo-nee! Aku dan Sena yakin itu!" tiba-tiba terdengar suara yang ternyata adalah Suzuna kelihatannya sejak tadi Sena dan Suzuna menguping pembicaraan Sakura dan Hiruma.

"Cheer sialan! Cebol sialan! Apa yang kalian laku-"

"Ka-kami berdua akan membantu Hiruma-san!" ujar Sena sedikit gugup.

"Yare-yare.. kore kara wa dou suru no, You-kun?" tanya Sakura.

"Aku pasti akan mendapatkan manager sialan itu!"

"Semangat yang bagus! Kalau begitu aku juga akan membantu MELENYAPKAN SI MATA MERAH SIALAN ITU!" semangat Sakura berkobar + evil smirknya, aura iblisnya juga berkobar.

"Tentu saja kami berdua juga! Kami akan menjadi 'Mak Comblang' nya You-nii dan Mamo-nee!" Suzuna mulai loncat-loncat kegirangan sambil memegangi tangan Sena. Sena Cuma... blushing?

"Kalau begitu kita mulai susun rencana!" perintah Hiruma.

Hiruma menutup matanya dan mulai berpikir... aha!

"Misi pertama untuk cebol sialan dan cheer sialan! Kalian jaga Manager sialan! Perhatikan setiap gerak-geriknya, jika ada yang mencurigakan segera ikuti dan beritahu aku! Kalau untukmu Sakura, awasi si mata merah sialan itu kalau bisa tempelkan penyadap dan kamera pengintai ditubuhnya" perintah Hiruma.

"Roger!" teriak Sakura, Sena, dan Suzuna bersamaan.

~In front of the gate~

"A-Akaba-kun tolong lepaskan aku! Aku sudah baik-baik saja" Mamori mencoba melepaskan diri dari Akaba.

"Aku tidak akan melepaskanmu! Aku sudah mencarimu kemana-mana dan baru sekarang ini bisa bertemu denganmu!" Akaba memeluk Mamori.

"Ukhh" Mamori tak bisa bergerak.

Jduakkk!

Sesuatu menimpa kepala Akaba dan ternyata itu adalah sandal high heels milik... Sakura. Akaba memandang Sakura dengan tatapan kemarahan, ia juga melepaskan pelukannya dari Mamori.

"Ah maaf ya Akaba-kun tadi aku sedang bermain lempar tangkap dengan Cerberus tidak tahunya malah terlempar ke arahmu, apa kau tidak apa-apa?" tanya Sakura sambil mendekat menunjukkan wajah innocent-nya dan menganggap bahwa itu tadi tidak sengaja padahal JELAS-JELAS itu DISENGAJA.

"Aku tak apa-apa Ninomiya-san" Akaba menunjukkan senyum palsunya dan mengembalikan sepatu tadi ke Sakura.

Terjadi perang mata antara Sakura dan Akaba dengan background listrik-listrik , halilintar, petir deelel entah siapa yang menang Author juga tidak tahu semoga mereka berdua bisa selamat sampai di rumah ?, yah kita tetap perhatikan saja mereka *bawa popcorn plus minuman soda*. Tiba-tiba Sakura mengalihkan pandangannya ke arah langit senja yang mulai memerah.

"Sepertinya akan ada badai, kuharap semua akan baik-baik saja" gumam Sakura

~TeBeCe~

Next Chapter will be:

"Apapun yang terjadi rencana ini harus berhasil!" perintah Hiruma

'tak akan kubiarkan Hiruma mengganggu segala rencanaku' inner Akaba bertekad.

Tim Hiruma mulai melancarkan aksinya! Sakura masuk ke Deimon? SenaSuzu sudah menerima perintah langsung! Menyusup ke Bando? Pertemuan rahasia? Kebimbangan Mamori! Apa-apaan ini? DX

Honyorah~ akhirnya chapter dua sudah selesai~ apalagi dalam waktu semalam! Kayaknya otak saya lagi deres ngucurin ide.. hahaha~ sinopsisnya geje ya? Maafkan hamba.. sebenernya di chapter ini misi SenaSuzu belum mulai.. Cuma dikasih perintah doank ama Hiruma, tapi misi sebenernya baru chapter-chapter selanjutnya nanti bakal ada kejadian-kejadian lucu atau lebih tepatnya kesialan mereka.. hohoho~ akan saya siksa mereka berdua! *dipendem SenaSuzu* YA-HAA!

Jangan lupa review yah... tempatnya di bawah kok..

Dingin~

Lebih hangat~

Hangat~

Hangat~

Panas!

Yak! Anda terbakar! *buak* Review please~