~Author curcol dulu XD~

Hai hai~ Author yang baik hati, imut dan budiman ini kembali lagi~ -plakk-

Setelah lama hiatus akhirnya saya kembali lagi.. maklum lah banyak kerjaan mulai dari ngurusin pemilu ketua OSIS sampe ikut workshop pula, sudah setahun lamanya kita tidak bertemu kawan.. *nangis-nangis geje* woy siapa nih yang taruh bawang disebelah ane! –gampared-

Jujur, author gak nemu waktu yang tepat buat bikin cerita di chapter ini, ane bimbang gimana caranya buat nyelesaiin fanfic ini.. sampe nanya-nanya ke orang-orang terdekat dan akhirnya jadilah seperti ini fanficnya geje yah.. mohon dimaklumi. Oh ya sebelum lupa saya mau minta maaf soal keterlambatan untuk ngeupdate cerita ini benar-benar ini sesuatu yang saya (tidak) rencanakan –plaakk-.

Ya sudahlah berhubung saya udah lama gak bergeje ria jadi gini deh efeknya.. yang tabah ya para readers..

Oke langsung kita mulai aja!

Tu

Wa

Ga!

Warning: Di chapter ini pairing HiruMamo, AkaMamo, HiruOC, AkaOC! bahasa yang super ancur kayak mukanya author, oh ya fanfic ini dibumbui denga rasa cin– plakkk! Dengan typo maksud ane.. -_-

Disclaimer: Eyeshield 21 itu punya siapa yah...?*mendadak dang– hilang ingatan* kalo gak salah sih punya saya, eh tapi bohong ding.. itu punyanya Inagaki Riichiro & Yuusuke Murata OC nya itu MURNI, ASLI, TANPA IMITASI *emang apaan? -_-"* punya saya.. Keren kan keren kan keren kan? –dibacok-


*nyaan~ nyaan~ nekomimi moe moe~*

Lima hari sudah berlalu semenjak Hiruma dirawat di rumah sakit, hari ini adalah hari kepulangan Hiruma. Semua anak Devil Bats sedang merayakan kepulangannya itu di ruang klub.. tentu saja Hiruma datang kesana ditemani oleh Sakura.

"Kalian tidak perlu melakukan hal-hal seperti ini, bocah-bocah sialan!" Hiruma sedikit kesal karena sebenarnya untuk apa diadakan acara semeriah ini? Padahal ini kan cuma acara syukuran karena Hiruma sudah keluar dari rumah sakit, buang-buang uang saja... kira-kira Hiruma berpikir seperti itu. Sakura yang ada di dekatnya berusaha menenangkan Hiruma yang sudah mulai mengeluarkan AK-47 kesayangannya.

"Sekali-sekali tidak apa-apa kan kalau seperti ini You-kun? yang lain juga terlihat senang," Sakura tersenyum dengan lembut kearah pemuda berambut pirang jabrik itu.

"Cih! Merepotkan saja!"

Hiruma merasa sedikit kesal dan memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut. Sakura pun segera menyusul Hiruma dari belakang, Mamori yang melihat mereka berdua ikut keluar mencoba menyusul juga.

"Hiruma-san, target pertama mendekatimu!" Sena segera menghubungi Hiruma lewat alat komunikasi rahasia yang super kecil itu.

Mamori terus menyelusuri jalan yang dilalui oleh kedua orang tersebut sampai akhirnya sampai di hutan yang terletak di belakang sekolah.

"You-kun mau sampai kapan kamu terus berjalan? Kita hampir masuk hutan belakang sekolah lho," Sakura berusaha mengingatkan Hiruma tapi, ia tidak digubris sedikit pun oleh sang kapten. Tiba-tiba Hiruma membalikkan badannya dan menarik tangan Sakura sehingga gadis itu membentur dada Hiruma yang bidang itu.

"Sakura..." desah Hiruma lembut tepat di telinga Sakura.

Spontan Sakura blushing di tempat gara-gara perbuatan Hiruma, kemudian ia membalas pelukan laki-laki berambut spike itu. Tanpa terasa pelukan Hiruma semakin kuat ia mulai menggunakan hidungnya untuk menghirup wangi Sakura lebih banyak lagi.

"Wangimu sangat... lembut.." kata Hiruma perlahan. Mamori tercengang, tidak percaya dengan pengelihatannya sendiri. Wajah Hiruma lebih lembut dari biasanya terlihat tenang, dan seperti merasa nyaman memeluk Sakura.

Hiruma kemudian melepaskan pelukannya dan memberikan kecupan di kening Sakura lalu menggerakan tangan Sakura, memegangnya erat seperti tidak ingin melepaskannya. Mamori langsung berlari meninggalkan tempat itu,

'Sebenarnya apa yang terjadi? Aku bingung.. Kenapa tiba-tiba Hiruma-kun bersikap seperti itu pada Sakura?' batin Mamori seraya berlari sambil menangis.

Sementara Akaba yang sedang pergi menuju kearah SMA Deimon tampak lesu, ia seperti tidak punya semangat hidup. Ia tahu bahwa sebentar lagi pertandingan antara Devil Bats dan Bando Spiders akan dilaksanakan, tapi kejadian di atap rumah sakit waktu itu benar-benar membuatnya merasa... sedih karena ia telah membuat Sakura sebegitu terlukanya.

' Apa yang sebenarnya dirasakan Sakura? Kenapa ia tidak ingin bertemu denganku hanya karena kejadian itu? Aku ingin tahu perasaannya yang sesungguhnya, nanti aku akan memaksanya berkata jujur padaku,' gumam Akaba dalam hati.

Jalan demi jalan ia telusuri sehingga sampai di depan pintu gerbang SMA Deimon. Tiba-tiba ada sesuatu yang menabraknya.

"Maaf.."

"Ti-tidak apa-apa kok.. eh? Anezaki-san? Kenapa kau?". Ternyata yang menabrak Akaba adalah Mamori yang tadi sedang berlari. Akaba melihat air mata Mamori yang menetes dengan derasnya.

"A... ka... ba-kun.. hiks hiks hiks.. huuuuu.." Mamori menangis dipelukan Akaba.

"Tenanglah Anezaki-san.." dengan perlahan Akaba membawa Mamori ke bangku yang ada di dekat lapangan. Disana Mamori menceritakan semua kejadian yang dilihatnya tadi, Akaba terkejut mendengarnya. Ia merasakan perasaan sakit yang amat sangat menyakitkan di dalam hatinya.

"Jadi... Hiruma dan Sakura itu.."

"Entahlah.. aku.. masih belum tahu pasti.. hiks hiks... tapi selama ini mereka selalu bilang kalau mereka itu berteman.."

"Aku jadi tambah bingung.. yang jelas aku tak bisa membiarkan Sakura..." tiba-tiba Akaba terdiam, ia berpikir kenapa ia begitu marah ketika mendengar Sakura dipeluk oleh Hiruma? Kenapa juga dia harus merasakan perasaan sakit saat mendengar Hiruma dan Sakura berpelukan? Lalu kenapa juga selama ini saat ada di dekat Sakura jantungnya berdebar?

Mamori tertawa kecil dan berkata, "Ternyata kau benar-benar menyukai Sakura!"

"Eh? Apa maksudmu Anezaki-san?" Akaba mulai panik.

"Kau ini memang benar-benar lambat menyadari perasaan sendiri! Hahahahahaha..." Mamori tertawa lepas melihat tingkah Akaba yang seperti orang kebakaran jenggot itu.

"Aku masih belum mengerti.." Akaba menundukkan kepalanya, malu.. satu kata yang terlintas di kepala Akaba karena ditertawakan Mamori.

Di kejauhan terlihat empat pasang mata yang bersandar di pohon. Dengan pandangan yang terbakar api cemburu mereka terus memperhatikan dua insan yang sedang duduk di bangku lapangan itu.

"Dua hari lagi sebelum waktunya pertandingan, pokoknya aku harus fokus! Hei cengeng sialan, bantu aku!"

"Tanpa kau suruh aku pasti akan membantumu, tenang saja,"

Kedua orang itu berlalu menuju ruang klub.

~Kembali ke AkaMamo~

"Aku harus segera kembali ke ruang klub, nanti mereka semua khawatir.." kata Mamori sambil bangkit dari bangku itu.

"Kalau begitu aku ikut denganmu," Akaba ikut beranjak dan berjalan bersama Mamori ke ruangan klub Devil bats.

Sesampainya di depan ruang klub, mereka berdua terheran-heran karena ruang klub yang beberapa menit lalu terlihat ramai sekarang sangat sepi.

"Kyaaaaaaaa!". Tiba-tiba terdengar suara jeritan dari dalam ruang klub.

"Itukan suara Sakura, Sakura!". Akaba yang panik membuka pintu ruang klub dengan tergesa-gesa dan melihat sebuah pemandangan yang tidak mengenakkan hati. Mamori yang ada disamping Akaba terdiam.

Mereka melihat Sakura yang berbaring di lantai dengan Hiruma yang berada diatasnya. Rambut Sakura berantakan, dua buah kancing bajunya juga terbuka sehingga pakaian dalamnya terekspos sedikit, roknya tersingkap sehingga pahanya yang putih mulus itu terlihat. Demikian pula dengan Hiruma, dua kancing bajunya terbuka. *Author: Ingat ini masih fanfic rated T*

Mamori yang kaget langsung berbalik haluan berlari menjauhi tempat itu, tentu saja sambil menangis. Akaba menunjukkan wajah yang tidak enak lalu segera berlari menyusul Mamori.

'Cih! Kenapa semua jadi begini? Perasaan apa ini? Apa aku cemburu melihat Sakura bersama setan itu?' pikir Akaba sambil terus berlari.

~Hari pertandingan persahabatan Deimon Devil Bats vs Bando Spiders~

Pagi itu tak terlihat begitu cerah dimata Akaba, bukannya apa-apa sih tapi sejak kejadian di ruang klub Deimon Akaba tidak dapat berkonsentrasi pada latihannya sehingga Kotaro dan Julie sering sekali memarahinya. Sedangkan Mamori, mari kita lihat.. akhir-akhir ini pekerjaan yang dilakukan Mamori sering tidak beres sehingga Sakura harus banyak bekerja untuk membenahi pekerjaan Mamori yang salah itu plus si Setan, Hiruma terus saja mengomel gara-gara perilaku Mamori yang kelewat aneh.. masa minta dibuatkan kopi yang super pahit malah jadi susu coklat yang super asin + manis? *kayak gimana tuh rasanya?*

Pagi-pagi sudah menghela nafas, ya itulah Mamori. Ia terus menerawang jauuuuhhhhhh sekali, jalan saja sampai hampir menabrak tiang, hampir menginjak ekor Cerberus pula untungnya Suzuna langsung membelokkan Mamori agar tidak jadi menginjak anjing Setan itu. Sekarang Mamori sedang duduk dipinggir lapangan sambil melihat latihan yang dilakukan menjelang pertandingan persahabatan melawan Bando.

"Hei Manager sialan awas!" teriak Hiruma, tidak tahunya JDUAGH! Kepala Mamori terkena bola amefuto.

"Aduhh... sakit tahu!" Mamori menjerit.

"Mamo-nee, baik-baik saja?" tanya Suzuna khawatir.

"Aku baik-baik saja, Suzuna" jawab Mamori lembut.

"Makanya jangan melamun terus dasar cream puff sialan," kata Hiruma.

"Jangan mengejekku dong Hiruma-kun!" bentak Mamori.

"Hei, Bando Spider telah datang!" teriak Yukimitsu dari kejauhan.

Tim Bando Spider segera menempati tempat mereka dan bersiap untuk bertanding. Akaba dari tadi terlihat seperti sedang mencari sesuatu matanya terus saja berkeliling melihat keadaan disekitarnya, tetapi 'sesuatu' yang dicarinya tidak terlihat sama sekali.

'Dimana?' kata Akaba dalam hati.

Sesosok perempuan berjalan dari arah ruang ganti Deimon, rambut karamelnya yang panjang itu kini telah diikat dan berkibar ? terkena tiupan angin. Dengan hati-hati dia mencoba untuk mempertahankan file-file yang dipegangnya agar tidak terbang. Mata violet sang gadis mulai menjelajahi lapangan tersebut. Entah kenapa seperti ada sesuatu yang membuat Akaba tak bisa bernafas dengan lancar. Ada sesuatu yang aneh sehingga membuat jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya ketika melihat sang gadis berkulit putih tersebut.

'Ahh... itu dia,' hati kecil Akaba merasa lega dapat melihat sosok gadis itu.

"Saku-nee! Sini!" teriak Suzuna sambil melambaikan tangannya dan tersenyum.

Si gadis yang melihat temannya melambai itu segera tersenyum lalu berjalan sembari memegangi rambutnya agar tidak berantakan tertiup angin.

"Iya sebentar!" balas Sakura.

'Cantik sekali...' pikir Akaba.

Sakura segera menghampiri teman-temannya dan memberikan file tersebut pada Mamori. Ketika mata violetnya beredar melihat ke arah Bando Spider, tanpa sengaja matanya bertemu dengan mata merah. Sakura melihat Akaba yang sedang berdiri dipinggir lapangan, sontak Sakura langsung berlari pergi dari lapangan itu.

"Saku-nee!" Suzuna kaget melihat reaksi Sakura yang tiba-tiba pergi begitu saja.

Akaba hanya terdiam, ia tak bisa melakukan apa-apa karena ia sadar bahwa ini semua adalah sepenuhnya kesalahan dirinya sendiri. Kemudian peluit tanda permainan akan dimulai pun dibunyikan.

~Skip waktu pertandingan~

Pertandingan berakhir dengan kedudukan 38-29 untuk kemenangan Deimon Devil Bats. Sejujurnya pada saat itu Akaba tidak bisa berkonsentrasi karena masih terbayang-bayang soal Sakura.

"Hei kau ini kenapa sih?" tanya Kotaro pada Akaba.

Si mata merah itu hanya tertunduk lesu kemudian menjawab,

"Entahlah aku sendiri juga bingung,"

"Jangan bercanda kau! Gara-gara kamu kita jadi kalah!" Kotaro mulai kalap.

"Hentikan Kotaro!" Julie menengahi,

"Akaba sekarang kamu harus menjelaskan pada kami tentang apa yang membuatmu sampai seperti ini," sambung Julie lagi.

"Baiklah kalau begitu... aku bingung kenapa setiap kali berada di dekat Sakura jantungku selalu berdetak lebih cepat, keberadaannya di dekatku pun membuatku tak bisa bernafas dan yang ada di kepalaku hanya bagaimana caraku agar dapat memeluknya, menciumnya lalu membuatnya untuk jadi milikku seorang. Sebenarnya perasaan apa ini?" tanya Akaba bimbang.

Julie tersenyum melihat temannya yang sedang tertunduk lesu itu dan berkata,

"Ternyata walau kamu ini jago dalam amefuto, kamu payah soal percintaan ya.." Julie mulai tertawa kecil.

"Hah? Cinta?" teriak Akaba dan Kotaro bersamaan.

"Iya, kau ini sedang jatuh cinta Akaba! Karena itulah kau merasakan hal-hal tersebut saat berada di dekatnya, kamu jelas-jelas mencintai Sakura makanya kamu tidak ingin dia dimiliki orang lain selain dirimu. Mungkin kamu memang belum sadar kalau kamu mencintainya tapi pasti ketika kamu menyadarinya, tanpa terasa perasaan itu akan mengalir dan meluap dalam dadamu sampai perasaan itu tak tertahankan lalu memenuhi hatimu." Jelas Julie.

Akaba terlihat masih kebingungan.

"Kalau memang benar begitu... maka..."

~Hari H kencan Mamori dan Akaba~

Akaba telah bersiap di depan rumah Mamori, kemudian si gadis pun keluar. Sebuah terusan berwarna pink bermotif bunga, dipadukan dengan cardigan berwarna ungu dan ia mengenakan sepatu boot setinggi lutut berwarna coklat muda. Pakaian yang digunakan Mamori membuatnya terkesan imut dan manis. Si penyuka gitar itu dibuat tercengang olehnya.

"Kau cantik sekali hari ini, Anezaki-san" Akaba tersenyum sambil mengulurkan tangannya pada Mamori.

"Te-terima kasih" jawab Mamori sambil tersipu. Kemudian ia menyambut tangan Akaba dan mulai berjalan sambil bergandengan tangan dengan Ace Bando tersebut.

Sesampainya di taman bermain, mereka segera menuju wahana yang ada di tempat itu. Wahana yang mereka naiki pertama kali adalah roller coaster. Mereka berdua terlihat senang sekali dan sepertinya mereka sudah tidak begitu memikirkan soal Hiruma dan Sakura.

"Wahhh! Menyenangkan sekali yang tadi itu!" Mamori berteriak lega.

"Iya," jawab Akaba sambil tersenyum. Mereka berdua kemudian mencari tempat duduk untuk beristirahat sejenak.

"Aku pergi membeli jus dulu ya," perempuan berambut pendek itu pun beranjak dari tempat duduknya.

"Tidak usah, biar aku saja membelinya." Tawar Akaba.

"Baiklah kalau begitu,"

Akaba kemudian pergi ke tempat mesin penjual kaleng minuman dan membeli satu kaleng jus dan satu kaleng capuccino. Ia berusaha untuk secepatnya kembali ke tempat Mamori berada, namun di tengah jalan ia melihat sesuatu.

"Sepertinya aku pernah melihat kedua orang itu.. itukan.. si Setan Hiruma dan Sakura.." JLEB! Seperti ada yang menusuk dadanya, perasaan sakit itu tak kunjung hilang melihat Kapten Deimon berjalan mesra dengan 'sahabat'nya bermata violet itu.

'Perasaan ini lagi.. apa jangan-jangan aku memang benar-benar... menyukai Sakura?'

Akaba berlari menuju ke tempat Mamori berada dan segera menyerahkan jus tadi pada Mamori.

"Terima kasih Akaba-kun,"

"Iya sama-sama," kemudian Akaba duduk disebelah Mamori dan mulai berpikir tentang perasaan yang tadi muncul secara tiba-tiba.

"Akaba-kun kau kenapa? Dari tadi diam saja.." tanya Mamori

Akaba yang kaget itu pun menjawab, "I-itu.. aku cuma penasaran sebenarnya apa perasaanmu pada setan itu?"

Mamori tertegun dan berkata, "Sejujurnya aku menyukai Hiruma, tapi dia seperti tak pernah menganggapku dan selalu menggodaku. Aku kesal sekali dibuatnya tapi tetap saja aku tidak bisa menghilangkan rasa suka ini meskipun Hiruma-kun dan Sakura-chan..."

"Eh?"

"Ya begitulah.. aku baru menyadarinya beberapa hari ini,"

Akaba memperhatikan dengan serius lalu bertanya, "Apa kau senang berada di dekatnya?"

"Tentu saja! Setiap kali berada disampingnya jantungku tak berhenti berdetak kencang, aku ingin selalu berada di dekatnya meskipun perasaanku ini tidak sampai padanya sekalipun.. aku masih ingin bersamanya karena itulah aku tetap bertahan menjadi manager Deimon Devil Bats, semua itu kulakukan untuk bisa terus disisinya."

Laki-laki berambut merah itu terdiam, dia berpikir bahwa hal-hal yang diceritakan Mamori memang hampir sama dengannya. Ia ingin tetap bisa bersama Sakura, tertawa bersama, melihatnya tersenyum, menangis, kesal dan semua raut wajahnya yang lain. Ingin terus berada disisinya sampai kapan pun. Kemudian ia menyadari sesuatu...

'Ya.. ternyata aku memang mencintai Sakura,' kata hati kecil Akaba.

DEG! Tiba-tiba saja ada perasaan aneh yang mengalir dan memenuhi hatinya. Tanpa terasa mulai muncul semburat merah dipipi Akaba. Mamori yg melihatnya langsung tertawa terbahak-bahak.

"Akhirnya kau menyadarinya juga Akaba-san!" dengan spontan Mamori memeluk Akaba saking senangnya.

'Aku mencintai Sakura meskipun dia bukan anak perempuan yang kucari, aku sudah tidak peduli lagi. Aku hanya mencintai Sakura'

"Kalian.. sedang apa disini?"

Mamori terkejut, "Hi-Hiruma-kun.. Sakura-chan.. kami sedang... bermain ahahaha.." ia memaksakan dirinya untuk tersenyum.

"Oh begitu ya.. sama kami disini juga sedang bermain untuk merayakan kesembuhan You-kun" Sakura tersenyum lembut.

"Ck, ayo kita jalan Sakura!" Hiruma menarik tangan Sakura dan pergi menjauh dari Akaba dan Mamori.

Sakura hanya menurut saja, ia sama sekali tidak memberontak. Akaba hanya melihat gadis yang disukainya itu dari kejauhan dengan raut muka sedih. Ketika tadi menyapa mereka, Sakura sama sekali tidak melihat ke arah Akaba. Hal itu membuat Akaba tampak murung. Melihat itu, Mamori segera berusaha menyemangati Akaba.

"Ayo bersemangatlah Akaba-kun! Apa kau mau kita mengikuti mereka berdua?" tawar Mamori.

"Ya!" laki-laki itu segera beranjak dari bangku itu dan menarik tangan Mamori. Mereka berlari menuju ke arah yang sama dengan dua orang tadi.

"Kedua target berusaha mengikuti,"

~Sementara itu~

"You-kun.. lepaskan, sakit!" jerit Sakura.

"Diam kau cengeng sialan ayo kesana!" setan itu menunjuk ke salah satu wahana.

"I-itu kan.. yang benar saja aku tidak mau menaiki itu!"

"Kau tak bisa menolaknya,"

Mereka berdua tiba di sebuah wahana bernama 'Gondola Cinta'. Wahana ini adalah wahana tempat dimana para anak muda bersama pacarnya akan menaiki gondola dan masuk ke dalam sebuah gua. Biasanya di tempat itu banyak anak muda yang berciuman atau bermesraan karena tempatnya yang romantis. Hiruma terus menarik tangan Sakura sampai mereka berdua menaiki salah satu gondola itu. Sementara itu Akaba dan Mamori menaiki gondola yang berjarak dua gondola di belakang Hiruma dan Sakura.

"Kenapa Hiruma-kun mengajak Sakura-chan kemari ya?" tanya Mamori.

"Entahlah..."

Keduanya sadar dan berkata, "Jangan-jangan.."

Sedangkan Hiruma sedang memeluk Sakura.

"He-hei You-kun.. apa yang kau lakukan?" Sakura bertanya dengan terbata-bata.

"Diamlah..." lalu Hiruma membisikkan sesuatu di telinga Sakura, tiba-tiba wajah Sakura menjadi merah padam.

"Aduh gelap sekali.. aku tak bisa melihat apa yang mereka lakukan," kata Mamori.

"Aku juga tak bisa melihatnya.." 'Semoga Sakura tidak apa-apa,'

Begitu Hiruma dan Sakura hampir mencapai pintu keluar barulah Mamori dan Akaba dapat melihat apa yang terjadi, mereka terlihat seperti baru selesai berciuman (dilihat dari bayangannya).

"Apa-apaan... itu.." Akaba sedikit tidak percaya dengan pengelihatannya sendiri.

Saat turun dari gondola, Akaba melihat Sakura blushing mukanya merah sekali. Itu menguatkan dugaan mereka berdua kalau gadis berambut karamel itu berciuman dengan laki-laki rambut spike alias Hiruma. Manager Deimon langsung berubah murung, sedangkan ace Bando merasa kesal.

'Tidak ada yang boleh menyentuh milikku,' kata hati kecil sang ace.

Ketika Akaba hendak berjalan mendekati mereka, Mamori menghentikannya. Sang Manager memberi isyarat untuk tidak mendekati mereka berdua dan akhirnya Akaba pun memilih untuk menurut walau sebenarnya ia sangat berat hati melakukannya. Kemudian Mamori dan Akaba memutuskan untuk terus mengikuti mereka sehingga sampai di suatu tenpat.

"Ada apa itu.. kelihatan ramai sekali," tanya Mamori.

"Sepertinya ada lomba karaoke,"

Lomba itu diikuti banyak orang, sepertinya Sakura juga akan mengikutinya. Ia tampak bersiap di belakang panggung, Akaba langsung menarik Mamori menerobos hingga berada di depan panggung tapi tetap saja posisi mereka tidak begitu jauh dari Hiruma. Ketika acara dimulai, penoton yang melihat tambah banyak sehingga susah sekali untuk mempertahankan tempat disana. Peserta yang ikut juga cukup banyak, Sakura mendapat nomor 21.

"Wah setiap peserta diberi kesempatan menyanyikan dua lagu ya.."

"Sepertinya memang begitu Anezaki-san,"

"Peserta yang lain suaranya merdu sekali, semoga Sakura-chan berhasil,"

"Anezaki-san belum pernah mendengar nyanyiannya ya?"

"Iya tapi aku yakin Sakura-chan bisa menang!"

"Aku juga berpikir begitu,"

"Akaba-kun sendiri pernah mendengar Sakura-chan bernyanyi?"

"Ya, suaranya sangat merdu sekali.. sampai membuatku terpana,"

"Wahhh.. aku jadi ingin mendengarnya!"

Akhirnya tiba giliran Sakura untuk bernyanyi.

"Selamat sore semuanya, namaku Sakura Ninomiya! Aku akan menyanyikan dua buah lagu khusus untuk semuanya, selamat menikmati!"

Sakura menarik nafas dan lagu pun mulai diputar,

MY SILKY LOVE nijuuyon jikan zutto
MY SILKY LOVE KIMI no koto omou tabi
MY SILKY LOVE modokashii kono kimochi
MY SILKY LOVE tada afurekaetteku

SUKI to ieba kantan na no ni
KIMI ga mae ni kichau to
kyara ga sobie watashi no KOTO o jamashiteru

itsumo naraba tsuyoki de IKEru
sonna seikaku na no ni
donna ganbatte mite mo kabe wa kuzusenai

sasshite hoshii kono kimochi o
dakara watashi wa itsumo KIMI ni
daisuki da yo to okuru shisen
saidai no yuuki de

yaburesou na SHIRUKU NO HAATO
KIMI ni atte kizuita yatto
ai ni wa bukiyou dattan datte
wasurekaketa koi no kizuato
kyuu ni uzukidashita no KYUN to
itsuka wa watashi rashiku SUKI to
iwanakya ima yori yowaku nacchau yo

SUKI to ieba raku ni nareru no
HONTO wakatteru no ni
kuchi ni shitara KIMI ga hanarete shimaisou

donna fuu ni omotten darou
KIMI wa watashi no KOTO o
ima no kyori wa tan ni tomodachi nan darou na

KIREIGOTO kamo shirenai kedo
kizutsukitakunai tada sore dake
nante jibun ni iikikaseta
nigeteru dake da yo ne

yaburesou na SHIRUKU NO HAATO
kondo kizutsuita nara kitto
nido to dare mo aisenaku nacchau
mune ni hibiku sakesouna oto
kaban no soko ni aru yo kitto
ano hi shimaiwasureta mama no
SOOINGU KITTO ga dokoka ni aru hazu

nijuuyon jikan zutto
MY SILKY LOVE KIMI no koto omou tabi
MY SILKY LOVE modokashii kono kimochi
MY SILKY LOVE tada afurekaetteku
MY SILKY LOVE nijuuyon jikan zutto
MY SILKY LOVE KIMI no koto omou tabi
MY SILKY LOVE modokashii kono kimochi
MY SILKY LOVE tada afurekaetteku

Yaburesou na SHIRUKU NO HAATO
KIMI ni atte kizuita yatto
ai ni wa bukiyou dattan datte
yowasa o kakusu tame ni waza to
tsuyogatteta to shite mo kitto
itsuka wa watashi rashiku SUKI to
KIMI ni kono kimochi o chanto tsutaeyou*

"Baiklah lagu kedua akan kunyanyikan! Selamat menikmati,"

Ima anata no koe ga kikoeru
Koko ni oide to
Samishisa ni makesouna watashi ni

Ima anata no sugata ga mieru
Aruite kuru
Me o tojite matte iru watashi ni

Kinou made namida de kumotteta
Kokoro wa ima

Oboete imasu ka me to me ga atta toki o?
Oboete imasu ka te to te ga fureatta toki?
Sore wa hajimete no ai no tabidachi deshita
I love you so

Mou hitoribotchi ja nai
Anata ga iru kara**

Sampai di akhir lagu pun penonton banyak yang terpaku melihat sosok Sakura yang terlihat bercahaya. Suaranya yag merdu itu menyihir semua yang ada disana. Setelah sunyi selama 5 detik barulah terdengar tepuk tangan yang meriah dari penonton. Sakura pun memberi hormat dan segera turun dari atas panggung. Sementara Akaba masih terdiam.

"Ada apa Akaba-kun?" tanya Mamori.

"Entahlah aku merasa seperti dia berusaha menyampaikan sesuatu padaku lewat lagu itu, ah mungkin itu hanya perasaanku saja." Katanya.

Sakura dan Hiruma kemudian pergi dari tempat itu karena pengumuman pemenangnya akan diumumkan pada malam hari. Melihat itu Akaba dan Mamori berusaha keluar dari kerumunan penonton itu. Tapi karena terlalu ramai, mereka kehilangan jejak kedua orang tadi.

"Kita kehilangan mereka,"

"Bagaimana ini Akaba-kun?"

Hari sudah senja tapi mereka tetap berusaha mencari dan kemudian sosok kedua orang itu terlihat sedikit dari tempat mereka berdiri.

"Hei, kamu tahu tidak katanya kalau kau menaiki kincir itu bersama pasanganmu dan berciuman disana kau akan dapat hidup berbahagia selamanya dengan pacarmu. Oh ya ada satu legenda lagi! Kau tau lambang bunga dan hati dibawah yang ada ditengah taman ria ini kan? Itu air mancur lho.. asal kau tahu saja kalau kamu mengajak orang yang kamu sukai ke tengah lambang itu dan menciumnya disana pasti kamu akan bisa terus bersamanya untuk selamanya. Romantis ya? Hahahaha..."

"Iya.. aku juga ingin kesana dengan pacarku,"

Akaba dan Mamori langsung terdiam mendengar obrolan dua orang gadis itu.

"A-Akaba-kun se-sepertinya kita meninggalkan mereka berdua di waktu yang salah," ucap Mamori.

"Iya.. ayo cepat susul mereka! Kalau tidak mereka keburu menaiki wahana kincir itu ayo cepat!"

Si mata merah itu menarik tangan Mamori dan segera berlari menyusul Hiruma dan Sakura. Begitu sudah sampai mereka melihat kedua orang itu akan menaiki kincir. Spontan Akaba menambah kecepatan berlarinya meninggalkan Mamori.

"Ha-Hayato? Kyaaa!"

Akaba langsung menggendong Sakura di pundaknya dan menjauhi tempat tadi. Hiruma tercengang lalu Mamori mendorong Hiruma masuk ke dalam kincir itu.

"Ouch, hei manager sialan! apa yang kau lakukan?" tanya Hiruma kaget. Mamori berada di atasnya dan memeluk Hiruma dengan erat.

"Tidak akan kubiarkan,"

~AkaSaku~

"A-apa yang kau lakukan Hayato? Lepaskan aku!" Sakura berusaha memberontak tapi pegangan Akaba terlalu kuat sehingga usahanya sia-sia.

Akaba hanya diam saja dan terus berlari sampai tiba ditengah taman bermain.

"Eh? Tempat ini..."

Akaba menurunkan gadis itu dari gendongannya.

"Kenapa kau membawaku kema– ahhh!"

Sang ace Bando menarik tangan gadis berambut karamel itu ke tengah-tengah sebuah lambang yang terukir di lantai.

"Diam disini,"

"Ta-tapi.."

"Sshhh.."

Laki-laki itu memeluk Sakura dengan erat seakan tak mau melepaskannya.

~HiruMamo~

"Manager sialan menyingkirlah dariku, kamu berat tahu,"

"Kenapa?"

"Hah?"

"Kenapa kamu selalu menggodaku? Kenapa kamu selalu perhatian padaku? Lalu sekarang tiba-tiba kamu menjauh.. apa maksudmu?" tanya Mamori yang sudah mengeluarkan sedikit air mata.

"Kau sendiri kenapa mau menerima ajakan kencan si mata merah sialan itu? Kenapa kau berpelukan dengannya waktu itu?"

"Aku sudah berusaha menolaknya tapi dia tidak mau mendengarnya sama sekali! Aku tidak tahu harus bagaimana apalagi saat aku melihatmu... berpelukan dengan Sakura-chan.. soal pelukan itu juga, Akaba-kun yang melakukannya saat aku memberontak dia malah mengeratkannya.." Mamori mulai menangis.

Keduanya terdiam sementara kincir itu terus naik dan naik.

"Hahhh.." Hiruma menghela nafas kemudian diangkatnya wajah Mamori sehingga mata hijau emerald miliknya bertemu dengan mata sapphire milik si manager. Dijilatinya satu persatu air mata yang menggenang diujung mata Mamori. Seketika itu juga Mamori yang kaget langsung blushing ditempat.

"Hi-Hiruma-kun...?"

Hiruma kemudian memeluk Mamori,

"Tetaplah berada disisiku,"

Mata sang manager membelalak kaget, ia tidak menyangka sama sekali kalau Hiruma akan 'menembaknya'. Mamori kembali mengeluarkan air matanya kali ini bukan air mata kesedihan, tapi air mata kebahagiaan. Ia membalas pelukan sang kapten.

"Iya!" jawab Mamori.

~Back to AkaSaku~

Pemuda berambut merah itu masih memeluk Sakura, sudah hampir 5 menit berlalu tapi tetap tidak dilepaskan.

"Ha.. Hayato, sebenarnya apa yang ingin kau... lakukan..?" muka Sakura tampak sangat merah.

"Tunggu sebentar lagi..."

"Tapi kapan..?"

"Sebentar lagi... Sakura," desah Akaba tepat di telinga gadis itu membuatnya merinding.

"Aku tidak bisa bernafas.. lepaskan aku sebentar.." pinta Sakura.

"Tidak akan, nanti kamu akan pergi,"

"Eh...?" muka Sakura semakin merah.

"Sudah waktunya," kata Akaba.

Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari bawah kaki mereka. Sakura yang panik langsung memeluk Akaba, muncul lah semburan air disekitar mereka berdua. Posisi tangan lelaki bermata merah yang sebelumnya ada dipinggul Sakura berpindah ke pipi gadis tersebut sehingga mereka berdua saling berhadapan.

"Hayato?"

"Aku akan menghapusnya,"

"Hah?"

Wajah Akaba mulai mendekat deru nafas lelaki itu menerpa wajah Sakura. Akaba semakin memiringkan wajahnya sendiri dan bibir mereka hampir bersentuhan. Sakura berusaha memberontak tapi apa daya Akaba terlalu kuat sehingga Sakura lebih memilih mengalah, akhirnya bibir mereka pun bertemu. Sang ace Bando mencium gadis yang dicintainya dengan lembut. Ia memindahkan sebelah tangannya ke belakang kepala Sakura dan menekan sedikit kepala gadis di depannya. Setelah hampir 1 menit, sang ace melepaskan ciuman itu. Begitu dilihatnya wajah Sakura memerah dan sedang melihat ke arah lain saking malunya.

Air mancur itu telah berhenti menyemburkan air. Sakura langsung berlari menjauhi tempat tersebut, baru sekitar 5 meter Akaba segera meraih tangan Sakura dan gadis itu pun berhenti.

"Sakura!"

Akaba mendekatkan bibirnya ke sebelah telinga Sakura lalu berkata,

"Kamu malu ya?"

"Kalau sudah tahu jangan tanya lagi.." Sakura memukul pelan Akaba.

"Hahaha... kamu manis sekali," Akaba tertawa kecil sementara Sakura menahan malunya. Mereka berdua terlihat senang. Kemudian Sakura mencium pipi Ace Bando itu dan muka sang ace berubah menjadi seperti tomat rebus.

"Itu buat balasannya,weeekkkk." Gadis bermata violet itu menjulurkan lidahnya sedikit untuk mengejek lelaki berambut merah tersebut. Kemudian keduanya tertawa lepas.

~Back to HiruMamo~

+Mamori POV+

"Tetaplah berada disisiku,"

Aku kaget mendengarnya mengatakan hal seperti itu padaku memang terdengar sedikit aneh sih tapi aku senang dia membiarkan aku tetap berada disisinya. Setidaknya dengan ini aku bisa menegerti apa yang ada di dalam pikirannya. Walaupun tidak manis sama sekali tapi aku yakin itu adalah caranya untuk mengungkapkan perasaannya. Aku senang karena dia sudah mengijinkan aku untuk selamanya bersama dengannya, benar-benar senang sekali. Aku pasti tidak akan pernah melepaskannya lagi!

+Normal POV+

Tiba-tiba Hiruma mencium Mamori, ia menciumnya dengan lembut sambil memeluk gadis itu dengan erat. Wangi mint dari tubuh Hiruma menyeruak membuat Mamori tidak bisa bergerak tenggelam dalam harumnya yang lembut itu. Sang kapten Devil Bats itu kemudian melepaskan ciuman itu, keduanya mencoba mengambil nafas lalu sang Setan menggerang dan menekankan kembali bibirnya pada sang malaikat. Terus begitu sampai mereka berdua hanyut dalam suasana itu.

~Skip time~

Keduanya telah keluar dari kincir itu sambil berpegangan tangan, kemudian Hiruma berkata,

"Hei,"

"A-Ada apa Hiruma-kun?"

"Tidak apa-apa,"

Kesunyian terjadi diantara mereka sampai akhirnya mereka sampai di sebuah cafe kecil,

"Kamu mau pesan apa, Mamori?" tanya si rambut spike itu.

"Cream puff dan kopi saja,"

"Hm, baiklah,"

Dan Hiruma pun pergi untuk memesan makanan..

'Tunggu sebentar! Tadi dia panggil aku Mamori?' inner Mamori kaget. Sungguh respon yang sangat lambat sekali, lalu gadis bermata sapphire ini pun blushing di tempat.

"Sudah kupesankan," kata Hiruma.

"Ah.. arigatou Hi– Youichi,"

Mata Hiruma yang tajam itu terbelalak kaget, ia tidak percaya bahwa setelah sekian lama ingin dipanggil dengan nama kecilnya oleh Mamori akhirnya terwujud juga. Dan ia pun tersenyum dengan senyuman khasnya. Pelayan pun datang dan menghidangkan pesanan mereka. Sambil menyeruput kopinya Hiruma berkata dalam hati,

'Cinta memang seperti kopi,'

~Malam harinya~

Kedua pasangan itu masih belum meninggalkan taman ria tersebut karena ingin melihat acara kembang api yang diadakan untuk merayakan hari pembukaan taman itu tapi, sebelum itu ada pengumuman lomba karaoke yang diselenggarakan tadi siang. Hiruma dan Mamori yang terpisah dari Akaba dan Sakura lalu memutuskan untuk mencari tempat yang nyaman untuk melihat pengumuman pemenang lomba. Ada orang yang tiba-tiba naik ke atas panggung yang terletak di dekat dua orang tersebut.

"Baiklah ini acara yang kita nantikan yaitu pengumuman pemenang lomba karaoke yang diadakan tadi siang, pemenangnya adalah Sakura Ninomiya!"

Sakura yang berada di dekat panggung itu pun spontan memeluk Akaba saking senangnya dan membuat pemuda itu blushing. Ia kemudian memeluk gadis itu dan mengajaknya ke dekat panggung untuk menerima hadiah.

"Selamat untuk anda,"

"Terima kasih," jawab Sakura sambil tersenyum.

~Mereka pindah tempat~

Acara kembang api pun segera dimulai, Hiruma dan Mamori sedang duduk-duduk di rerumputan. mereka terlihat mesra sekali, saling berpegangan tangan. kemudian Mamori menyandarkan tubuhnya pada tubuh kekar sang kapten iblis itu.

"Terima Kasih, Youichi," ujar gadis itu pelan sambil menutup matanya.

Sementara Akaba dan Sakura berdiri dan menikmati kembang api itu.

"Hei Hayato,"

"Ada apa Sakura?"

"Maaf, sebenarnya kemesraanku beberapa hari ini dengan You-kun cuma untuk memancing Mamo-chan untuk jujur pada perasaannya sendiri,"

"HAH? jadi kalian mempermainkan kami?" Akaba kaget.

"Hontou ni gomenasai!" pinta Sakura.

"Dan untuk sebuah alasan lain lagi," lanjut gadis berambut karamel itu lagi.

"Cih! oh ya apa maksudmu untuk alasan lain itu?" tanya Akaba.

"H-I-M-I-T-S-U D-E-S-U~" Sakura mengedipkan satu matanya dan meletakan jari telunjuknya di depan bibirnya sendiri.

"Dasar kau ini... makanya..."

DUAR! DUAR! DUAR! Suara kembang api itu nyaring sekali,

"Aku mencintaimu, Sakura.."

CIEETT... JDUAR!

"Hah? apa yang tadi kamu bilang Hayato?" tanya Sakura polos.

"Tidak, tidak apa-apa kok," Akaba tersenyum dan mengacak-acak rambut Sakura, kemudian tertawa kecil melihat wajah cemberut gadis itu. Diraihnya tangan Sakura yang kecil itu dan digenggamnya erat-erat.

Hari itu adalah hari yang menyedihkan sekaligus menyenangkan bagi mereka semua. Dalam hati kecil mereka masing-masing, mereka berempat membisikkan sesuatu..

"Semoga kebersamaan ini tidak akan berakhir sampai kapan pun dan bisa terus bersama dengan orang yang dicintai selamanya.."

~FIN~


Nah selesai deh! Akhirnya setelah sekian lama berjuang selesai juga nih fanfic! XD

Apa? Gak puas sama hasilnya? Masih mau dilanjutin? Tunggu aja oneshot nya yah.. hehe, author lagi gak punya banyak ide nih.. fanfic ini aja udah ane buat panjang demi readers sekalian untuk menebus dosa-dosa yang karena udah terlambat update fanfic ini *lebay deh*

Arigatou buat yang selama ini udah ngereview fanfic saya + kritik dan sarannya, mulai dari jeng Hime Licious, eneng Ai -Maharanyy- diaMond97, Yabusame Yurei Bishamonten, Iin cka you-nii, Hana Jenibelle Chrysanthemum, Uchiha Sakura97, Mitama134666, Sha-chan anime lover, Salmahimahi, HirumaManda, Ichaa Hatake Youichi, SatanSpawn, D'Akou'Chan, fanasya killua de phantomhive, sasoyouichi, Ayuzawa00Phantomhive, dan yang terakhir Ryudou Ai oh ya jangan lupa para readers yang udah baca fanfic saya tapi belum sempet nge review.. hontou ni arigatou desu~ tanpa kalian saya tidak bisa melanjutkan fanfic ini.. love you all :*

Wah jadi kelupaan nih.. Note dari Author:

(*)= Lagu ini Opening nya Toradora! yang kedua judulnya "Silky Heart" dinyanyiin sama Yui Horie *yeeyy!* lagu yang menceritakan tentang seorang cewek yang cintanya bertepuk sebelah tangan ato bisa dianggap juga cewek yang gak berani mengungkapkan rasa cintanya pada seseorang dan keluh kesahnya selama mengalami cinta ini. Lagunya easy listening kok dan sangat makjleb ke Author -_-

(**)= Nah lagu kedua ini masih fresh-fresh nya dan masih terhitung baru loh.. *walaupun hampir kadaluarsa* kalau readers ini para pecinta Macross Frontier pasti tau. Yap! Lagu ini berjudul "Ai, Oboete Imasuka ~Bless the Little Queen~" yang langsung dinyanyikan oleh Megumi Nakajima.. enak banget nih lagunya, begitu saya donlod langsung jatuh cintrong XD.. lagu yang satu ini menceritakan tentang cewek yang "Falling in love" (mungkin) keren dah ni lagu!

Oke lah sampai disini dulu, sampai jumpa di fanfic selanjutnya! Jya nee! XD