Syukur, akhirnya akun ku bisa dipakai lagi. Kemarin-kemarin sempet eror, jadi gak isa upload secepatnya. Yaa...ini chapter selanjutnya.

Selamat Menikmati!


Refer ~ TRC side chapter 3

Disclaimer : CLAMP

O~~~~~O


Syaoran

"Karena selalu melihat perjalanan kami, Mokona yakin kau pasti kesepian. Karena dengan melihat, kau jadi ingin melakukan perjalanan juga kan? Meskipun ada saat yang menyedihkan, ada saat menyenangkan juga.

Pernyataan Mokona saat di negeri Tokyo menghantam pikirannya. Meskipun rasa itu bukan bernama iri, tapi yang dikatakan Mokona sesuai dengan perasaannya.

'Itukah maksud dari pembicaraan Mokona waktu itu?' gumam Syaoran. Pemuda berusia kurang lebih 16 tahun yang berperawakan tinggi tegak dengan wajah imitasi tiruan persis seperti ayahnya tersebut diam terpaku mengingat semua kenangannya bersama Sakura. Mendesirkan sepucuk ke"geram"an, penyesalan dan ketidakberdayaan menyelamatkan sang putri untuk kedua kalinya. Angin malam yang berhembus terasa menyejukkan pikirannya yang mulai keruh.

Meskipun baru saja ia bergabung bersama rombongan Kurogane dkk, namun selama ini dia telah melihat seluruh perjalanan "utsusemi" dirinya. Mulai dari pertemuannya dengan Fujitaka, pertemuannya dengan Raja Clow, Touya -calon penerus kerajaan- dan Yukito si pendeta kerajaan, serta Sakura. Sakura yang oleh Utsusemi Syaoran adalah pengembali jiwa kemanusiaannya. Pengembali jiwa kasih sayangnya. Namun kini, "Sakura" tersebut telah menghilang. Baik itu jiwa dan tubuhnya.

Sempat ia bersama dengan Sakura utsusemi yang dicintai oleh dirinya yang seorang lagi. Mirip, sangat mirip dengan Sakura yang ia cintai. Ingin sekali dirinya mencoba berteman dengan Sakura tersebut. Namun, sejak kejadian di negeri Tokyo dan kedatangannya dalam "rombongan", Putri Sakura -panggilannya- menjauhi dan membuat jarak dengannya. Untunglah ada Fye yang menggantikan dirinya menjaga sang Putri.

Tidak. Salah. Bukan menggantikan, namun memang Fye lah yang mengerti Sakura. Karena Shaoran tahu, meskipun dari luar memang mirip, tapi Putri Sakura bukanlah Sakura yang ia temui dulu.

Putri Sakura pun ternyata sudah ingat bahwa dirinya bukanlah Sakura yang asli, melainkan hanya utsusemi, manusia kloning yang diciptakan oleh Fei Wong. Karena itulah, Putri Sakura menghindari Syaoran sebisa mungkin. Karena Syaoran yang ia temui, dan ia cintai, bukan Syaoran yang baru saja bergabung dengan "rombongan".

Syaoran juga sebenarnya tahu bahwa utsusemi dirinya itu memiliki hati kepada utsusemi Putri Sakura. Namun, kekuatan liar utsusemi lebih besar daripada kekuatan kasih sayang yang ia dapat sampai tega meninggalkan Sakura yang ia cintai demi mengumpulkan bulu sayap dan menjadi boneka pesuruh Fei Wong.

Entah, kemanalagi ia, Kurogane, Fye dan Mokona harus mencari Sakura, sebagai target utama yang harus diselamatkan.

"Sakura ada di Negeri Clow. Bersama Fei Wong." kata Yuuko.

Seluruh orang dalam rombongan menahan napas mendengarnya. Karena bagaikan setali tiga uang, mereka akan menemukan Sakura, kembali ke tempat semua berawal, sekaligus menghancurkan Fei Wong, dalang dibalik semua kejadian tidak berujung ini.

"..Namun sebelum itu, ada seseorang yang ingin menemui kalian."

"Eh?"

"Siapa orang itu, Yuuko?" tanya Mokona.

"Sakura."

"Sakura? Berarti…berarti Sakura.." kata Mokona, mulai panik.

"..Belum tentu Sakura yang kita cari, bukan?" ucap Syaoran memotong perkataan makhluk putih didepannya. Matanya menatap lurus ke Yuuko saat mengajukan pertanyaan tersebut.

Yuuko memang belum selesai berbicara saat Mokona memotong perkataannya. Sehingga ia mengangguk pelan mendengar pertanyaan Syaoran. "Orang yang datang ke tempatku memang Sakura. Tapi dia berada didunia yang lain dengan kalian."

Para rombongan sudah mengerti maksud kalimat terakhir Yuuko. Mereka semua tahu kalau dunia ini tidak hanya dihuni oleh satu dunia saja. Namun, ada beberapa dunia. Hal itu berlaku bagi mereka yang mengetahui dan memahaminya.

"Dia ingin bertemu dengan kalian. Kalian yang sudah muncul dalam mimpinya." ucap Yuuko. Ia tekankan kalimat 'kalian' didalamnya. Mengingikan mereka tahu yang disebut dengan 'kalian' adalah mereka berempat.

"? Anak itu…bisa melihat masa depan?" sahut Amaterasu tiba-tiba.

"Sepertinya begitu."

"Apa hubungannya anak itu dengan kami?" seru Kurogane yang sedari tadi diam.

"Kalian akan tahu nantinya. Yang jelas, kehadiran anak itu…" Yuuko mengambangkan kalimatnya, tidak ingin berbicara lebih banyak.

"Yuuko.." ucap Mokona.

"Aku akan selalu berdoa semoga kalian bisa segera bertemu dengan orang yang kalian cari." ucap Tomoyo hime untuk terakhir kalinya. Yang dijawab dengan anggukan pasti mereka berempat.

"Pergilah, ke dunia anak itu sekarang. Ia akan membayar harganya, saat kalian tiba disana. Mokona." panggil Yuuko. Memberi tanda pada Mokona untuk bersiap.

"Baik." sahut Mokona. Detik berikutnya, dari belakang punggung Mokona telah tumbuh sayap besar yang merelungi tempat Syaoran, Fye dan Kurogane berdiri.

"Maaf, apa yang menjadi bayarannya Yuuko san?" seru Syaoran, untuk terakhir kalinya sebelum mereka berangkat.

"Kemampuan sihirnya." jawab Yuuko di detik-detik terakhir sebelum Mokona menghilang dari negeri Nihon. Entah Syaoran mendengar jawabannya atau tidak.

####

"Kehadiran anak itu….dan kedatangan kalian didunianya, akan mengubah masa depan yang telah diprediksi Fei Wong." ucap Yuko melanjutkan kata-katanya yang sempat mengambang tadi.


Cukup sekian dulu untuk FF refer TRC ama CCS side. Untuk sementara, saya mau hiatus dulu dari dunia tulis-menulis TRC+CCS. Mencoba berkonsentrasi untuk menulis di fandom lain yang mengantri sejak setaun lalu *malah curhat!*

Tapi, Refer masih belum selesai ceritanya. Perjalanan masih panjang~

Karena itu, mohon dukungannya biar hiatus nya gak lama2 *kayak ada yg nunggu aja*

Sore wa, mata~