Title : I.D.S

Genre : Angst, Romance, Mystery

Rating : M

Pairing : YunJae, Broken!HyunJae, Hint!JaeChun

Disclaimer : YunJae belong to each others. I own only the plot. Half of the plot Based on a True Story Novel

Warning : Typos, Violance, Cursing, YAOI (BOY X BOY) Don't Like? Please press red botton with x symbol. Yes, that botton.

Summary : Kim JaeJoong, seorang penyanyi terkenal yang rela meninggalkan dunia Showbiz demi menikahi pria yang dicintainya. Suatu malam, setelah sebuah pertengkar hebat sang suami menghilang tanpa jejak. Apakah yang sesungguhnya terjadi?

.


.

.

"Tapi maaf, HyunJoong Ssi ditemukan dalam keadaaan tak bernyawa. Saya turut berduka cita."

"Apa?" YooChun setengah berteriak, sementara sang pasangan dari Kim HyunJoong tidak berekspresi. Mata dan wajah JaeJoong tak memancarkan emosi apapun. Sangat kontras dengan keadaannya 5 menit yang lalu.

"Sebenarnya kami memerlukan JaeJoong Ssi untuk melakukan identifikasi namun mengingat kondisinya sekarang sepertinya kurang memungkinkan. Adakah keluarga Kim HyunJoong Ssi yang bisa kami hubungi?" YunHo menatap JaeJoong, meminta bantuan melalui pandangannya.

JaeJoong menggeleng sebelum menulis pada notes "HyunJoong sebatangkara, keluarga dan orang terdekatnya adalah aku." Kemudian memperlihatkannya pada kedua polisi tersebut.

"Kalau begitu JaeJoong Ssi harus ikut kami melakukan identifikasi."

"Tidak. Jae Hyung masih lemah." YooChun berdiri disebelah JaeJoong dengan protektif.

"YooChun Ssi, ini adalah prosedur, bila tidak melakukan identifikasi kami tidak bisa melanjutkan penyelidikan." Ara mencoba meyakinkan YooChun.

"Tidak."

Tiba-tiba JaeJoong membuka selimutnya dan mencoba berdiri.

"Hyung…."

JaeJoong menatap YooChun dengan pandangan mata tegas sebelum memperlihatkan tulisan. "Aku akan melakukannya."

YooChun masih memasang raut wajah tidak setuju namun tahu bila JaeJoong telah memutuskan sesuatu maka akan sulit mengubahnya.

"Ara, hubungi ChangMin, minta identifikasi dilakukan di rumah sakit ini."

"Baik."

Ara keluar dan beberapa saat kemudian diikuti oleh YunHo.

Melihat sudah tak ada lagi polisi disekitar mereka, YooChun kembali mencoba mengubah pendirian JaeJoong.

"Hyung masih sakit, mengapa begitu senang memaksakan diri." Diraihnya bahu JaeJoong untuk menopang namja cantik itu, yang dibalas dengan tatapan penuh rasa terima kasih.

"Aku bisa mewakili Hyung." YooChun tahu betul bahwa hal itu tidak mungkin tapi ia telah kehabisan akal untuk mengubah pikiran JaeJoong.

Tiba-tiba YunHo masuk sebelum JaeJoong sempat bereaksi akan pernyataan YooChun dengan membawa sebuah kursi roda sambil megulurkan tangan pada JaeJoong.

"Mari, JaeJoong Ssi."

YunHo membantu JaeJoong duduk kemudian sedikit berjongkok untuk menyampirkan selimut dipaha JaeJoong.

Setitik rasa cemburu menghinggapi dada YooChun.

Mengapa Detektif Polisi ini begitu lembut dan perhatian pada Hyungnya?

Ara datang memberitahukan bahwa identifikasi sudah bisa dilakukan tepat pada waktunya sebelum terjadi pertumpahan darah, karena YooChun makin lama makin tak mampu membendung rasa cemburunya.

Cepat-cepat YooChun mengambil alih kursi roda sebelum sang detektif polisi bergerak. YunHo yang seolah tak merasakan aura panas dari YooChun mengambil tiang infus dan berjalan disamping kursi roda sementara Ara berjalan disebelah YunHo.

Sesekali JaeJoong melirik kearah YunHo dengan tatapan yang tak dapat diartikan.

.

"JaeJoong Ssi, saya mohon bertahanlah, saya tahu ini berat dan menyakitkan tapi kami perlu bantuan anda."

YooChun meremas tangan JaeJoong untuk memberikan semangat dan kepercayaan diri.

JaeJoong sedikit gentar, dipandanginya sosok tertutup kain putih diatas sebuah meja metal. Dibelakang meja terdapat semacam mesin pendingin yang mungkin berisi tubuh yang telah kehilangan nafas lain. Sedikit bergidig, JaeJoong mencoba mengalihkan pandangannya, apa saja asalkan bukan tubuh hidup yang telah menjadi mayat. Mata besarnya menatap tembok putih pucat kemudian jatuh pada kipas angin dilangit-langit yang entah bagaimana malah membuat JaeJoong makin tegang.

"JaeJoong Ssi, kemarilah. " YunHo memberi tanda untuk mendekat.

JaeJoong menelan air liurnya dan berjalan mendekat dibantu YooChun.

Seorang namja dengan tubuh tinggi membuka kain penutup putih itu, memperlihatkan wajah pucat HyunJoong. Kedua matanya tertutup namun ada bekas darah yang mengering didagu namja tampan itu.

Makin lama memandang wajah HyunJoong membuat nafas JaeJoong bertambah berat, ia mengalihkan pandangannya pada YunHo dan mengangguk pelan.

"Terima kasih, JaeJoong Ssi, YooChun Ssi, silahkan kembali duluan."

"ChangMin, mana file yang harus ditanda tangani JaeJoong Ssi?" YunHo melanjutkan saat kedua soulmate itu hilang dari pandangan.

"Ini, Hyung."

"Kau kembalilah duluan, bawa kembali jenazah korban ke rumah sakit polisi. Aku akan meminta tanda tangan JaeJoong Ssi." YunHo melirik arlojinya, waktu menunjukkan pukul 8 malam. "Sekarang kita semua sudah terlalu lelah untuk rapat, jadi besok tepat pukul 9 pagi Athena harus sudah berkumpul diruanganku, tolong beritahukan SiWon dan KiBum."

"Yes, sir."

.

YunHo dan Ara kembali ke ruang rawat JaeJoong dalam diam, keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.

Mereka masuk setelah mengetuk pintu.

"Maaf mengganggu lagi, tapi kami memerlukan tanda tangan JaeJoong Ssi sebelum dapat melakukan otopsi."

YunHo menyerahkan sebuah file, setelah membaca isinya JaeJoong langsung membubuhkan tanda tangannya.

"Terima kasih. Kami akan mengabari bila mendapat informasi baru. Selamat malam."

"Kuharap mereka tak menghubungi kita lagi." YooChun mencemooh setelah tinggal mereka berdua.

Namun bagi JaeJoong, sebaliknya malah, ia berharap bertemu lagi dengan Detektif Polisi Jung YunHo.

.

-YunJae-

.

"Oppa, hari ini makan malam di tempatku ya?"

Ara mengajukan permintaanya pada YunHo dengan malu-malu.

"Hmm…. Tumben… Ada apa? Apa kau memasak? Yakin tidak beracun khan baby?"

YunHo mengelus kepala Ara sementara matanya sibuk menatap kedepan, tidak mau sampai menabrak. Bisa-bisa dijadikan bahan tertawaan bila seorang polisi dengan kedudukannya sampai menabrak.

"Oppa~~~~" Ara memukuli lengan YunHo main-main.

"Hahahaha… Baiklah, baby. Jangan memukuli orang yang sedang menyetir."

Mobil YunHo melaju dengan kecepatan sedang menuju kawasan apartemen mewah di tengah kota Seoul.

.

"Oppa, jangan mengintip ya…" Ara masih menutup mata YunHo dengan kedua tangannya sejak pintu apartemen dibuka. Memang agak sedikit sulit berjalan mengingat YunHo lebih tinggi dari Ara, jadi YunHo harus memiringkan sedikit tubuhnya agar Ara lebih mudah menjangkau wajahnya.

"Yaaaak… Taraaaaaaammmm~~~~"

Perlu waktu beberapa saat bagi YunHo untuk menyesuaikan matanya, kemudian matanya melebar saat menyadari meja makan dengan taplak meja putih berenda telah dihiasi dengan lilin, sebotol wine dan kue dengan tulisan Happy 1st Anniversary.

"Baby… Ini…."

"Hehehehe.. Aku tak memasak kue nya oppa, jangan khawatir."

"Baby, harusnya aku yang menyiapkan kejutan seperti ini."

Ara melepas jasnya kemudian mengalungkan kedua lengannya pada leher YunHo.

"Aku tak mengharapkan kejutan apapun dari seorang polisi super sibuk hingga melupakan hari jadi pertamanya dengan sang kekasih. Jadi, lebih baik aku yang berinisiatif. Bagaimana, suka?"

"Sangat."

YunHo kemudian melumat bibir Ara dengan penuh nafsu, menarik pinggang kecilnya agar tubuh mereka makin mendekat tanpa menyisakan jarak seincipun.

Bebebapa menit kemudian mereka melepas ciuman panas itu karena kekurangan oksigen, lalu YunHo membopong tubuh Ara sambil kembali menciumnya, menghempaskan Ara di tempat tidur tanpa melepaskan ciuman.

YunHo menggigit bibir Ara, pertanda meminta akses masuk kedalam mulut sang yeoja chingu, yang tentu saja diizinkan dengan sepenuh hati. YunHo menjelajahi setiap sudut bagian dalam mulut Ara, merasakan lidahnya bergelut dengan lidah Ara, tak memperdulikan air liur yang sedikit keluar dari sudut mulut mereka.

Ara membuka jas dan kemeja YunHo, merasakan setiap otot-otot bidang YunHo ditangannya. Malam ini Ara rela menyerahkan diri seutuhnya pada YunHo.

Menyadari tindakan Ara, YunHo kembali melepas ciuman mereka dan Ara, tanpa malu-malu lagi menyerang leher YunHo, menyiraminya dengan tanda-tanda cinta.

"Ah…. Ara… Apa kau yakin dengan ini?" YunHo berhasil mengajukan pertanyaan yang mengusiknya disela-sela desahan nikmatnya.

"Hmmmmm… Ten..tu… saja, Yunnnnn….."

Rasa panas melanda sekujur tubuh YunHo mendengar suara desahan kekasihnya, kemudian tiba-tiba ia menarik tubuh Ara, menyobek kemeja yang menyebabkan kancing-kancing baju terlempar kemana-mana, dan menyerang balik leher putih Ara.

Namun sama cepatnya dengan ia merasa "turn on" secepat itu pula YunHo menghentikan segala gerakannya, termasuk tangannya yang sudah berada disekitar daerah V Ara.

Erangan kehilangan terdengar dari bibir Ara.

"Maaf baby, aku terlalu mencintaimu dan aku tahu kau ingin mempersembahkan mahkotamu pada suamimu kelak."

YunHo berkata lembut sambil menutupi tubuh Ara yang telah setengah telanjang.

"Yun… " Ara tiba-tiba mulai menangis. "Aku menginginkan ini."

"Kau tidak sayangku, aku tahu dari matamu. Dan ini bukti cintaku padamu, aku akan selalu menjunjung tinggi kehormatanmu."

Ara menangis sambil memeluk YunHo. "Baiklah Yun…"

Sepertinya YunHo bisa meyakinkan Ara dengan kebohongannya.

Ya, sebuah kebohongan.

Karena yang menghentikan YunHo adalah bayang-bayang putus asa dan sedih seorang Kim JaeJoong tadi di rumah sakit.

Bayangan Wajah yang bersimbah air mata. seraut wajah yang tak mau pergi dari pikirannya.

.

-YunJae-

.

Empat orang namja dan seorang yeoja duduk dengan sebuah file ditangan masing-masing.

"Jadi Kim HyunJoong Ssi oleh penduduk setempat ditemukan disebuah gudang tua dengan luka tusukan tepat mengenai jantung dan gegar otak ringan setelah hilang selama 3 hari. Diperkirakan penyebab kematian adalah akibat tusukan dijantungnya." YunHo membaca hasil otopsi.

"Ya, dan ada bekas luka memar diperut. Waktu kematian diperkirakan antara tanggal 9 April sampai 10 April karena kondisi perutnya kosong, hanya terdapat kandungan alkohol didalamnya dan dilihat dari kondisi jenazah korban yang belum mengalami pembusukan parah." KiBum menambahkan dengan wajah tenang.

"9 April berarti saat terjadi perkelahian di club dan pemukulan JaeJoong Ssi. Lalu SiWon apa yang kau dapat dari tkp?" YunHo menoleh pada SiWon yang duduk diseberang KiBum.

"Senjata tidak diketemukan. Dilihat dari jenis luka yang disebabkannya, diperkirakan senjatanya sejenis pisau dapur." SiWon menarik nafas sebelum melanjutkan,

"Pada tanggal 9 April HyunJoong Ssi minum-minum di club Jumon seorang diri. Seorang pria bernama Lee SeungHo mendatang dan berbicara dengannya. Setelah itu HyunJoong Ssi mengamuk, mereka berdua berkelahi dan HyunJoong Ssi memecahkan botol sebuah beer, menusuk perut korban. Menurut bartender yang menyaksikan penusukan di bar counter itu, kejadiannya tepat pukul satu dini hari. Saat security masuk dan hendak menahan HyunJoong Ssi, ia malah menggunakan seorang yeoja sebagai sandera agar bisa keluar club. Identitas sang yeoja belum diketahui. Sedangkan Lee SeungHo meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit."

SiWon berhenti dan duduk tegak.

"Berikan aku detail waktu." YunHo memandang anggota timnya.

ChangMin mengangguk dan menambahkan. "Kim HyunJoong masuk kedalam club pukul sebelas malam, keluar pukul satu lewat sepuluh menit dini hari, dengan menyeret yeoja ini."

Dikeluarkannya empat lembar foto seorang namja dengan pecahan botol ditangan kanan dan setengah mencekik seorang yeoja dengan tangan kirinya. Setengah wajah sang yeoja tertutup rambut hitam panjangnya yang tergerai.

"Ini gambar terbaik yang bisa kuambil dari kamera CCTV di depan club saat SiWon Hyung memintaku untuk mengeceknya. Mereka berdua memasuki mobil HyunJoong yang diparkir di luar dan setelah itu bagaimana nasib sang yeoja belum diketahui."

"KiBum bisa kau melacak yeoja ini?"

"Kuusahakan Hyung."

"Bagus. Ara lanjutkan."

"Kim HyunJoong Ssi kembali ke rumahnya, mencari istrinya meminta dilayani namun ditolak dan terjadi pemukulan, saat JaeJoong Ssi sadar, sang suami telah menghilang dan ia segera menelepon temannya Park YooChun Ssi yang datang menjemput pada pukul 2.30 dini hari."

"Ada yang mengecek rumah Kim?"

"Ya, memang ada bercak darah dan bekas perkelahian, semuanya adalah darah Kim JaeJoong." SiWon menjawab sambil memperlihatkan foto-foto rumah Kim.

YunHo menggambar diagram penjelasan dari anggota timnya pada sebuah papan tulis dan menempelkan foto Kim HyunJoong, Kim JaeJoong, Lee SeungHo, Park YooChun dan si yeoja misterius.

"Kita belum bisa menentukan motif ataupun tersangka bila masih dalam gelap seperti ini. Jadi lanjutkan ke profiling. Sifat korban sangat mempengaruhi sebuah tindakan pembunuhan. KiBum, bagaimana Kim HyunJoong ini?"

"Kim HyunJoong, 29 tahun, menikah dengan Kim JaeJoong, bergelut dalam dunia saham. Sahamnya pada DSP Ent sedang naik. Orang tuanya telah meninggal, tanpa saudara, kedua orang tuanya pun anak tunggal. Dia berasal dari keluarga dengan garis keturunan satu orang saja."

"Apa dia memiliki surat wasiat?"

"Tidak. Mungkin masih merasa terlalu muda untuk membuat benda seperti itu mungkin."

"Jadi semua harta kekayaannya jatuh pada Kim JaeJoong?"

"Benar. Kim JaeJoong, usia 29 tahun, mantan penyanyi, dicoret dari daftar keluarganya karena menikahi Kim HyunJoong, lulusan universitas Sungkyuhkwan dengan Park YooChun, sahabatnya selama 9 tahun terakhir, yang seorang direktur sebuah chain hotel."

"Kondisi keuangan?"

"Dengan sisa uang saat menjadi penyanyi dan royalti, ia mampu membeli sebuah pulau dan membangun kota besar disana."

SiWon bersiul. Sementara YunHo hanya mengangguk.

"Berikan daftar nama teman-teman mereka pada Ara, biar ia mewawancarai mereka." KiBum menyerahkan daftar kecil pada Ara.

"Lalu korban Lee SeungHo, usia 27 tahun. Karyawan sebuah bank. Ternyata mantan rekan kerja Kim HyunJoong saat dulu bekerja sebagai akuntan."

"Hmmm… Menarik.. Telusuri terus. SiWon, tanyai para tetangga Kim mengenai gossip dalam rumah tangga mereka. Aku ingin kerja sama kalian untuk saling membantu. Sementara aku akan menangani media dan Kim JaeJoong. Bubar."

.

-YunJae-

.

Wartawan, media, atau apapun itu sebutannya adalah serangga pemburu berita yang paling dibenci JaeJoong.

Memang mereka sedikit banyak membantu membesarkan namanya tapi bisakah tidak selalu mengorek kehidupan pribadi orang lain?

Bagaimana mereka tahu ia sedang dirawat disini?

JaeJoong menggigit bibir bawahnya dan memandang keluar jendela, disana bersembunyi banyak sekali wartawan, baik yang menggunakan kartu identitas maupun yang tidak.

Lima menit yang lalu JaeJoong malah didatangi oleh perawat gadungan yang rupanya adalah wartawan.

Pengalamannya selama bertahun-tahun lalu dikejar wartawan membunyikan alaram dalam otaknya saat melihat gelagat sang perawat, hingga akhirnya ia menekan tombol memanggil perawat.

Sang perawat asli kemudian mengusir wartawan keluar dan JaeJoong memintanya menelepon YooChun, meminta agar sahabatnya tidak datang menjenguk hari ini.

Bila YooChun datang, hanya akan menyiram minyak dalam api, terutama saat suaminya, HyunJoong ditemukan dan kepolisian melakukan konferensi pers tadi siang.

JaeJoong menghela nafas.

Mengingat sifat YooChun, larangan itu akan diabaikannya.

.

-YunJae-

.

Berjuta-juta blits kamera yang terus menerus mengenainya tadi, membuat YunHo pusing. Mulut cerewet dan usil wartawan-wartawan tadi juga tidak membuatnya lebih baik.

Bagaimana para artis seperti Kim JaeJoong bisa tahan menghadapi mereka?

Yah, Sedikitnya YunHo berhasil mempertahankan senyum palsu dan menjawab dengan netral.

Dari jauh YunHo melihat seorang yeoja dengan rambut blonde dan senyum mengejek mendekatinya.

"Hai.. YunHo Ssi, sepertinya kasusmu sebentar lagi selesai ya? Atau masih meraba-raba dalam gelap? Mana kehebatan Athena yang selalu kau bangga-banggakan itu?"

YunHo tak mau terbakar emosi menghadapi yeoja ini.

"Boa Ssi… Bagaimana kabar kasus penculikan berantai-KU? Sepertinya ditanganmu hanya jalan ditempat. Athena memang meraba dalam gelap, tapi kami melangkah. Tidak seperti Apollo mu yang tidak bisa memberikan cahaya pada atasannya."

YunHo menyeringai sebelum meninggalkan Boa yang memandang punggungnya dengan tatapan marah.

"Aku tak akan mengalah padamu, Boa Ssi. Tidak akan pernah!"

.

YunHo menduga akan menemukan JaeJoong dalam keadaan tidur seperti kemarin, namun kali ini dugaannya meleset, karena ia bisa mendengar suara YooChun yang merayu JaeJoong agar mau makan dari luar.

"Jae Hyung, makanlah sedikit. Kemarin sudah tidak makan sama sekali dan tak mau tidur. Kalau seperti ini kapan Hyung bisa keluar dari sini?"

Tak ada jawaban.

YunHo mengasumsikan bahwa JaeJoong masih belum bisa bicara.

Lalu sebuah ide melintas dipikiran YunHo, dengan langkah lebar-lebar ia menuju kantin.

Lima menit kemudian YunHo kembali dengan membawa gelas kertas ditangan.

Saat memasuki ruangan JaeJoong, ia dapat merasakan tatapan menyelidik YooChun.

"Detektif Jung sedang apa disini?"

"Ah.. Saya ingin mengantarkan berita acara pemeriksaan yung belum ditanda tangani kemarin."

"Oh…."

YunHo melayangkan pandangan sekeliling kamar, tak ada yang berubah, kecuali terdapat laptop yang memperlihatkan foto-foto YooChun memasuki rumah sakit dan YooChun yang merangkul JaeJoong diatas meja.

"Internet cepat ya.." Komentarnya.

"Kita tak boleh meremehkan netizen tukang ikut campur."

JaeJoong menarik lengan kemeja YooChun dan memberikan notes milik YunHo yang rupanya masih dipakai.

"Baiklah Hyung. Tunggu sebentar." YooChun beranjak "Titip Jae Hyung sebentar YunHo Ssi."

YunHo mengangguk.

Keheningan melanda ruangan bernuansa putih itu sepeninggal YooChun. YunHo duduk memandangi JaeJoong yang melihat keluar, memperhatikan hujan gerimis yang mulai turun membasahai bumi. Wangi tanah yang basah menguar, aroma yang membuat JaeJoong rileks.

"Ah.. Ini hot chocolate, tadi tidak sengaja mendengarmu tak bisa tidur. Biasanya bila minum ini membuatku mengantuk. Cobalah."

YunHo mengulurkan gelas kertas yang diterima dengan senyum kecil.

"Enak dan Hangat." Tulis JaeJoong setelah meneguk cairan itu.

"Hahahaha…" YunHo tertawa renyah. "Kenapa tidak bisa tidur?"

"Mimpi buruk."

"Hmm… Mungkin harus mendengarkan musik. Minuman hangat dan musik sangat membantu."

"Maukah menyanyi untukku?"

"Tidakkk… Tidak bisa menyanyi."

YunHo membentuk tanda silang didepan dada dengan wajah sangat lucu, membuat JaeJoong tersedak. Dengan sigap YunHo mendekat dan menepuk-nepuk punggung JaeJoong lembut.

"Pelan-pelan minumnya."

Suara bass YunHo bagai berdentang disamping telinga JaeJoong, membuatnya sedikit merinding. Dari jarak sedekat itu aroma citrus dapat tercium dari tubuh YunHo, jenis aroma yang bagi JaeJoong sama dengan aroma tanah yang dibasahi air hujan.

.

YooChun berjalan dikoridor dengan membawa sebuah kantong berisi roti dan gelas kertas berisi susu rasa vanilla.

Pakaian YooChun agak sedikit basah dibagian depan karena tadi ia bertemu dengan yeoja yang kemarin ditabraknya dan kali ini YooChun menabraknya lagi. Menumpahkan susu hangat yang dibawanya kepakaian sang yeoja dan dirinya sendiri.

Merasa bersalah, YooChun mentraktir yeoja yang bernama Park Haneul itu makan. Setelah meminjamkan jaket miliknya untuk menutupi pakaian Haneul tentunya.

Rupa-rupanya Haneul sedang menjalani terapi karena trauma menjadi korban penyanderaan beberapa hari yang lalu.

Mereka mengobrol selama beberapa menit dan saling menukar nomor ponsel sebelum YooChun buru-buru kembali.

Hampir saja YooChun menjatuhkan kantong yang dibawanya karena melihat pemandangan yang menyambutnya, yaitu JaeJoong dan YunHo saling bertatapan dalam. Ada sesuatu diudara sekitar mereka yang membuat YooChun tak nyaman dan kesal.

"Ehem…"

Tidak ada reaksi.

"Ehem…." YooChun membuat suara lebih keras lagi, yang kali ini harus didengar.

YunHo yang pertama mengalihkan pandangannya dan kembali duduk, sementara JaeJoong menunduk, memandangi notes ditangannya.

YooChun tidak suka suasana ini, sangat tidak suka.

"Ah.. Maaf, saya harus menerima telepon." YunHo keluar dengan buru-buru seolah tidak tahan lagi berada disana.

YooChun memperhatikan bahwa gelas kertas yang dibawa YunHo telah berpindah pada JaeJoong.

Melihat isinya, rasa keingintahuan menggelitik Yoochun.

"Sejak kapan Hyung mau minum hot chocolate? Bukannya Hyung tak suka?"

"Aku suka. Sejak satu setengah tahun yang lalu."

YooChun mengerutkan alis akan informasi kecil yang tak diketahuinya ini. Saat ingin menayakan lebih lanjut, dilihatnya JaeJoong sudah tertidur dengan wajah damai tidak seperti kemarin. Senyum tipis mengembang diwajah tampan YooChun.

"Sleep tight Hyung."

Sementara diluar YunHo sedang menerima telepon dari KiBum.

"Hyung, aku dapat sesuatu."

"Apa?"

"Kim JaeJoong sedang mencoba mengajukan gugatan cerai pada suaminya dan menurut SiWon Hyung, dari gossip yang beredar, JaeJoong ingin segera menikah dengan orang lain."

Tepat saat mendengar pernyataan itu, YunHo berbalik dan dari celah pintu ia dapat melihat YooChun yang menyelimuti JaeJoong dan mencium dahinya.

.

TBC

.


.

.

.

.

.

. . . .

Huweeeee….. JaeMa…. Reviewer.. Maafkan saya yang hampir membuat YunHo dan Ara NC-an.. Harusnya memang NC, tapi otak, tangan dan hati saya tidak sinkron, jadi dipotong.

Maaf updatenya lama, seharusnya ini sudah update kemarin, tapi karena syok mendengar JYJ tidak jadi kesini, akhirnya lupa. Dan tanggal rencana kedatangan mereka, saya jadikan tanggal kejadiannya.

Lalu maaf kalau chappie ini membosankan dan tidak banyak YunJae moment.

Review Reply :

Ika UzumakiTeukHyukkie : Iyah, HyunJoongnya terbunuh. Iya lagi, Ara pacaran sama YunPa. Tidak apa, keep komen yaw.. ^^

Nuke : Terima kasih. Keep komen n reading yaw.

Sulli Otter : Maaaaaaffff….. *sembah sujut* Saya menyiksa KHJ habis2an jg….

Thazt : Maaf disini Ara nya belum bisa dijauhkan dr YunPa.. Masa? Horaaaay ada yg bilang Athena kerennn…\(^o^)/

Lanlopumin : Yg bunuh HJ Oppa? Hehehehe… Liat nanti *Plakkk*

Matanya siapa ayoooo? *digeplak*

RizmaHuka-huka : Iyah.. Nanti Yun sama JJ, ngga rela sama yang lain. Ini lanjut, tapi lambat kaya keong.

Arisa Adachi : iyah, fic DBSK, saya cintahhhh DBSK soalnya, tp CassiElf sich. Ayo, kenalan dengan anak2 DBSK. ^^ Limun? Maunya sich ada, tapi masih kaku gini buat limunnya.

Junnilicious : Saya jg rada gimana sama Ara, tapi mengakui kalau dia cantik.

Bener..YunJae jodoh tujuh turunan.

Yunniejung : Iya, FF YunJae agak langka ya sekarang. Maaf, YunJae moment nya sedikit.

gimo michiko : iya, diusahakan happy end. *digiles*

Angel Xiah : Terima kasih semangatnya, saya usahakan rajin update dan tidak meninggalkan FF ini. *ditendang*

Nikwon : Nanti bersatu YunJae nya.. mudah-mudahan… :D

Priss Uchun : maksudnya JJ embat HyunJoong, Yun sama Chun. XP

Ah, terima kasih infonya, tapi saya yang lemot ini masih tak mengerti. *ditimpuk bata*

Jangan kapok berbagi info sama saya yaw..

.

Akhir kata, Review ya….

Love, Cho Jang Mi.