Title : I.D.S

Genre : Angst, Romance

Rating : M

Pairing : YunJae, Broken!HyunJae, Hint!JaeChun

Disclaimer : YunJae belong to each others. I own only the plot. Half of the plot Based on a True Story Novel

Warning : Typos, Violance, Cursing, YAOI (BOY X BOY) Don't Like? Please press red botton with x symbol. Yes, that botton.

Summary : Kim JaeJoong, seorang penyanyi terkenal yang rela meninggalkan dunia Showbiz demi menikahi pria yang dicintainya. Suatu malam, setelah sebuah pertengkar hebat sang suami menghilang tanpa jejak. Apakah yang sesungguhnya terjadi?

.


.

.

Dinginnya angin malam berhembus dari jendela yang terbuka,

menerbangkan kertas-keras yang berserakan di atas sebuah meja.

Seorang namja tertidur dengan posisi telungkup didepan sebuah laptop yang masih dalam keadaan menyala. Kelelahan jelas terpancar dari wajah tampannya.

"YunHo Oppa… Bangunlah…. "

Seorang yeoja menyentuh bahu namja tersebut dan menggoyangnya pelan sambil berbisik ditelinganya.

"Uhhhh… Ara… Kenapa masih disini?" YunHo menggerakkan lehernya yang pegal karena tidur dalam posisi tidak enak.

"Aku menjemput Oppa. Lupa ya? Hari ini pesta pertunangan sepupu Oppa dan harusnya kita telah ada disana sejak setengah jam yang lalu."

YunHo baru menyadari bahwa kekasihnya sudah berpakaian rapi. Gaun berwarna hijau toska menempel ketat ditubuhnya, memperlihatkan lekuk-lekuk indah tubuhnya.

"Oh… YongHwa akan membunuhku."

YunHo menepuk dahinya. Ia benar-benar lupa bahwa hari ini sepupunya akan bertunangan. Kasus Kim ini benar-benar menguras tenaganya, selama dua minggu penuh mengais informasi kesana kemari namun tak ditemukan bukti apapun. Hanya kicauan-kicauan burung yang menjadi rumor belaka.

"Ayolah Oppa, kita harus cepat. YongHwa sudah meneleponku dua kali."

YunHo meraih uluran tangan Ara, menyambar kunci mobil dan jaketnya. Ia harus cepat kembali ke apartemennya, mandi, berganti dengan tuxedo dan menghadiri pertunangan Jung YongHwa, bila tak mau mendengar ceramah sepupunya itu.

.

Suara alunan biola dan piano terdengar dari sebuah ruangan yang dibuat menyerupai hall di sebuah villa.

Tema Yunani yang klasik mendominasi hall ini. Patung dewi aphrodite berdiri anggun di dekat pintu masuk.

Candelier besar dan bersinar indah menggantung di tengah ruangan.

Orang-orang dengan pakaian rapi dan dengan gelas champagne ditangan berbincang-bincang.

Saling menyapa dengan memberikan pelukan atau sekedar bersalaman.

Tertawa dengan lelucon yang mungkin sebenarnya tidak lucu sama sekali.

.

Kim JaeJoong sejujurnya tidak pernah suka menghadiri pesta.

Bila bukan karena permintaan Park YooChun, sahabatnya, yang harus menghadiri pesta yang diadakan oleh salah satu koleganya, bisa dipastikan JaeJoong lebih memilih tinggal di apartemen barunya.

Sekedar memandangi bulan atau menulis lagu.

Kebiasaan yang tak bisa dihilangkannya.

.

YooChun terus saja memperkenalkannya dengan kolega atau teman-temannya.

Orang-orang yang pasti tidak akan diingat JaeJoong bila secara tidak sengaja bertemu kembali.

Sekarang mereka sedang berbincang dengan seorang yeoja berambut hitam yang mengenakan gaun putih bersih.

Tepatnya YooChun dan yeoja yang diperkenalkan pada JaeJoong entah dengan nama Park HaNeul, atau Park HaRang, yang asik berbincang,

meninggalkan JaeJoong dilanda rasa bosan.

Mata JaeJoong mengamati sekelilingnya dan sudut matanya menangkap sosok dengan rambut brunette gelap.

JaeJoong tak dapat melepaskan pandangan dari sosok berambut brunette yang terlihat sangat 'wah' dalam balutan tuxedo putih.

Beberapa saat kemudian JaeJoong menyadari sosok seorang yeoja dengan gaun hijau toska menggandeng erat lengan namja tinggi itu.

Keduanya tampak begitu serasi.

.

Seolah merasakan ada yang memperhatikannya sang namja menoleh.

Pandangan mata keduanya bertemu.

JaeJoong tak dapat mengalihkan matanya, seakan-akan ada magnet yang menariknya kuat.

Sang namja mengalihkan pandangannya saat kekasihnya menyentuh bahunya pelan dan membisikkan sesuatu.

Membuatnya mau tak mau sedikit menunduk dan mendekatkan wajahnya.

Ia kemudian tertawa pelan.

JaeJoong merasa ada sesuatu yang meremas-remas perutnya.

Dialihkannya pandangannya pada YooChun dan temannya, kemudian mencoba ikut masuk kedalam percakapan akrab kedua orang tersebut.

"Halo, JaeJoong Ssi, YooChun Ssi." Sebuah suara bass menyapa mereka.

Sepasang kekasih yang tadi masih sibuk bersenda gurau dengan pasangan lain sekarang telah berdiri dihadapan mereka.

"Halo, YunHo Ssi, Ara Ssi." JaeJoong mencoba bersikap ramah dan mengusir rasa gugup yang tiba-tiba menyerangnya.

YooChun hanya mengangguk dan mengangkat gelas pada keduanya, kemudian kembali berbicara pada temannya.

"JaeJoong Ssi, bagaimana keadaan anda?" Ara bertanya dengan tak kalah ramah.

"Sudah lebih baik."

"Anda pasti bosan sekali berada di rumah sakit selama seminggu penuh."

"Benar. Em.. Saya tak menyangka akan bertemu dengan kalian disini."

"Ah, iya. Sepupu YunHo yang bertunangan hari ini. Kami harap kami juga segera menyusul." Ara tertawa kecil akan leluconnya.

JaeJoong hanya diam.

"Jadi sepupu YunHo Ssi adalah Jung YongHwa Ssi?" YooChun tiba-tiba bertanya, memecahkan keheningan yang canggung itu.

Sepertinya temannya telah pergi.

"Iya, benar."

Lalu perbincangan berlanjut antara YooChun dan YunHo. Meninggalkan Ara yang masih menatap JaeJoong, dieratkannya pegangannya pada lengan YunHo, seolah tak ingin melepaskan kekasihnya.

.

-YunJae-

.

"Huh… Kim JaeJoong itu begitu tidak tahu diri! Beraninya dia memperlihatkan batang hidungnya disini bersama pacar gelapnya itu, Park YooChun."

HaNeul yang mendengar perbincangan dua orang yeoja diluar rest room hanya menarik nafas.

Cepat-cepat ia mencuci tangan, merapikan sedikit dandanannya dan hendak segera angkat kaki. Tak berniat mendengarkan gossip murahan.

Park YooChun dan Kim JaeJoong sepertinya bukan tipe orang seperti itu, walaupun ia baru mengenal keduanya, terutama JaeJoong yang hari ini baru ditemuinya.

"Iya, padahal suaminya Kim HyunJoong baru saja meninggal. Kudengar tewas karena dibunuh orang ya? Kejam sekali."

"Dan Kim JaeJoong itu langsung memamerkan hubungan mereka. Kenapa semua pria tampan tertarik padanya? Apa bagusnya dia? Kurus kering seperti itu."

HaNeul membeku ditempatnya. Otaknya mencoba mencerna pembicaraan barusan.

Rasa-rasanya ia pernah mendengar nama itu.

Digigitnya bibir bawahnya, mencoba keras mengingat-ingat sambil melangkah keluar.

Diambilnya wine yang ditawarkan seorang waiter, saat hendak mencari YooChun, tiba-tiba ia teringat kembali. Semua kejadian yang dialaminya malam itu terulang kembali dalam kepalanya seperti kaset video.

Segera diraihnya ponselnya dan menelepon seseorang.

"Yeoboseo, Xiao Fen, ini aku.. Arghh…. Aku binggung sekali."

"Ce, pelan-pelan bicaranya. Aku tak mengerti." Suara seorang yeoja dengan sedikit aksen asing menyahut dari seberang.

"Xiao Fen, kau ingat saat ada orang yang menjadikanku sandera beberapa minggu lalu? Kejadiannya sebenarnya di club Jumon, aku tak pernah cerita karena malu pergi ke tempat seperti itu seorang diri."

"Lalu?"

"Namja ini ternyata ditemukan tewas, dan orang-orang mulai membicarakan bahwa pasangannya berselingkuh dengan orang lain."

"Teruskan."

"Iya, aku tak tahu apakah ini berarti sesuatu atau tidak, tapi aku tahu siapa namja lain ini."

"Bagaimana bisa?"

"Aku persis disebelah mereka saat itu dan kau tahu bagaimana keadaan club. Mau tidak mau mereka berteriak. Aish… Apa aku harus lapor polisi? Xiao Fen…. Aku harus bagaimana?" HaNeul tidak sadar suaranya telah naik beberapa oktaf dan membuat perhatian tertuju padanya.

"Aishh…. Sebentar, aku keluar dulu." HaNeul menunduk tanda minta maaf dan segera keluar lewat pintu samping menuju halaman belakang villa. Mencoba mencari tempat sepi agar tak terganggu.

HaNeul berjalan hilir mudik di depan kolam renang berukuran besar.

"Argh…. Xiao Fen…. Bagaimana ini? Aku tak tahu apakah informasi yang akan aku berikan berarti penting atau tidak. Lagipula bisa saja salah bukan?"

"Ce, kita tak bisa menentukan kita salah atau benar. Biar polisi yang menyaring informasi yang mereka dapat."

"Berarti aku harus melapor?"

"Tentu saja Ce." Dari suaranya bisa HaNeul membayangkan Xiao Fen sedang memutar bola matanya.

"Uh… Baiklah, tapi berjanjilah besok kau akan menemaniku melapor."

"Iya… Iya… Hey, aku penasaran Ce, siapa yang kau bicarakan? Apa kasus Kim JaeJoong dan Kim HyunJoong yang sering masuk berita itu?"

"Eh? Sudah masuk berita ya?"

"Ya tuhan, Ce….. Mereka sudah menjadi perbincangan hangat selama dua minggu penuh, dan kau tak tahu apapun? Kau hidup dibagian mana Korea?"

"Kau tahu aku tak suka menonton berita dan membaca majalah gosip."

"Payah. Lalu siapa orang itu Ce?"

"Jadi, Kim JaeJoong memang memiliki hubungan dengan orang lain dan orang itu adalah Y…."

HaNeul tak sempat menyelesaikan kalimatnya, sebuah tangan telah mendorong punggungnya. Menyebabkan sang yeoja jatuh ke dalam kolam renang yang dalam. Malang bagi Park HaNeul karena tak bisa berenang. Dia tak bisa membuka mulutnya untuk meminta tolong dan setelah beberapa saat berjuang, ia tenggelam.

.

-YunJae-

.

YooChun sedang berbincang dengan salah satu General Manager koleganya saat seorang waiter tak sengaja menumpahkan minuman ke pakaiannya.

"Aishh…. Akhir-akhir ini aku sering sekali ketumpahan sesuatu." Gerutunya.

"Maaf tuan. Seseorang sepertinya tak sengaja menyenggol saya."

"Sudah, tidak apa-apa." YooChun tersenyum dan segera mencari rest room untuk membersihkan diri.

Dibukanya tuxedonya dan mengambil tissue untuk membersihkan kemeja dan bagian bawah dasinya.

Saat sedang sibuk membersihkan diri, tiba-tiba YunHo muncul dari salah satu bilik.

"YooChun Ssi, anda kenapa?"

"Tidak apa-apa, seorang waiter tidak sengaja menyiramkan minuman kepakaianku."

YunHo membasuh tangannya dan YooChun terus menatap namja disebelahnya dengan tatapan yang mengandung rasa tidak suka.

"YooChun Ssi, saya duluan ya."

"Tunggu, YunHo ssi, saya ingin bicara."

YunHo menatap YooChun dengan mata penasaran.

"Silahkan bicara."

"Sebaiknya di luar saja."

YooChun berjalan keluar diikuti YunHo. Mereka menuju belakang villa. Tiba-tiba Yoochun membeku ditempatnya. Sesuatu mengambang di kolam renang.

Seorang yeoja, wajahnya tak terlihat karena punggung sang yeoja menghadap keatas, rambut hitamnya tersebar. Warna rambutnya yang hitam kelam sangat kontras gaunnya yang berwarna putih.

YunHo segera berlari setelah melempar handphonenya sembarangan dan meloncat kedalam kolam. Menarik tubuh serta mengecek nafas dan denyut jantung sang yeoja.

"YooChun Ssi, tolong panggil ambulance. Yeoja ini telah meninggal."

YooChun masih terpaku ditempatnya. Wajahnya dipenuhi kengerian saat ia mengenali yeoja berambut hitam itu.

"Ha… HaNeul…" Bisiknya.

.

-YunJae-

.

"Jadi Kim JaeJoong memang memiliki hubungan dengan orang lain dan orang itu adalah Y…."

Tuuut…. Tuuuuttt…. Tuuuuuuttt…..

"Yeoboseo… Yeoboseo…. Ce… HaNeul Ce?"

Xiao Fen dilanda ketakutan hebat. Segera ia menghubungi ponsel HaNeul namun tersambung dengan mail box.

"Oh, tuhanku. Firasat apa ini."

Segera Xiao Fen menelepon taksi dan mengambil mantel, bersiap menuju villa tempat HaNeul menghadiri undagan pesta.

Betapa kagetnya Xiao Fen melihat villa tersebut dipenuhi gerombolan orang, mobil polisi dan sebuah ambulance. Firasat buruk makin menguasainya.

"Ada apa?" Xiao Fen bertanya pada salah satu orang.

"Seorang yeoja ditemukan meninggal karena tenggelam."

Detak jantung Xiao Fen makin menjadi-jadi, segera ia menerobos kerumunan dan mencoba masuk.

"Agassi, maaf, anda dilarang masuk." Seorang petugas polisi menghentikannya.

"Lepaskan aku, temanku ada didalam dan aku rasa dia dalam bahaya." Teriak Xiao Fen keras.

.

"Jadi Hyung dan YooChun Ssi yang menemukan yeoja itu?"

"Iya" YunHo berkata sambil mempererat selimut yang diberikan ChangMin, Ara duduk disebelah YunHo dan menyodorkan secangkir kopi hangat. "Apa kau menemukan sesuatu?"

ChangMin belum sempat menjawab saat seorang anak buah mereka menghampiri.

"Lapor, ada seorang yeoja yang ingin berbicara dengan anda. Katanya ini penting sekali."

"Ya sudah, antarkan dia kemari." ChangMin memerintahkan setelah melihat YunHo mengangguk.

Lima menit kemudian seorang yeoja dengan rambut ikal dan tubuh mungil datang. Wajah yeoja itu seputih kertas. Ketakutan yang sangat terpancar dari matanya.

"Tolong bilang orang yang tenggelam bukan seorang yeoja yang bernama Park HaNeul." Semburnya tanpa basa-basi.

"Bagaimana anda tahu?" Ara bertanya.

Seketika sang yeoja lemas, beruntung KiBum dan SiWon yang juga berada disana, menahan tubuhnya sebelum jatuh ke tanah.

Air mata mengalir dikedua pipinya dan ia terus membisikkan "Ce Ce".

Tak perlu waktu lama untuk menenangkan Xiao Fen. Yeoja itu begitu kuat dan dalam waktu singkat bisa mengendalikan dirinya.

Segera ia menceritakan pembicaraannya dengan HaNeul ditelepon. Kelima polisi tersebut mendengarkan dalam diam.

"Terima kasih atas informasinya Xiao Fen Ssi, kami akan menghubungi anda bila kami memerlukan bantuan lain. Kami turut berduka cita atas meninggalnya sahabat anda." YunHo mewakili partnernya berbicara. "KiBum, tolong antarkan Xiao Fen Ssi kerumahnya."

"Baik Hyung. Mari Agassi."

"Kita harus membayangi Xiao Fen Ssi, siapa yang tahu bila ada seseorang yang mengincarnya. Lalu, apa ada yang menemukan sesuatu di TKP?" YunHo kembali bertanya saat Xiao Fen sudah hilang dari pandangan.

Tak ada yang menjawab, namun SiWon mengeluarkan sesuatu. Sebuah jepit dasi berwarna silver dengan inisial Y.

Keempatnya saling berpandangan dan mengangguk singkat.

"Minta Park YooChun Ssi ikut ke kantor. Kita perlu mengadakan interview. Ia diperbolehkan membawa pengacaranya."

Perintah YunHo tegas.

.

.

TBC

.


.

Chappie ini sedikiiiiit sekali yaw… Sudah begitu YunJae mommentnya mana?

*Malah komplain sendiri*

Bagi yang menanti-nanti YunJae moment, dimohon bersabar, cerita ini perkembangannya lambat sekali, seperti saya. XD

.

Review reply :

Thazt: Wehehehe… Mian.. membuat makan ati dengan YunRa. Iyah, tapi saya kok susah sekali buat YunJae mommentnya yaw. m(_''_)m

Arisa Adachi : Iyah, saya juga sebenernya ngga iklas YunPa digrepe orang lain.

Maap, YunJae nya lebih sedikit dr chappie kemarin malah. Limun? Mau buat, Cuma masih kaku. Apa tidak apa?

RizmaHuka-huka : Widiw… Silahkan parangnya disimpan kembali. Ara sudah diamankan. XD Hehehe.. Ini update nya, semoga suka. ^^

junnilicious : Huweeee… Ada temen senasiiiib.. seminggu ini saya bawaanya mello n prustasi mulu karena pembatalan ini. *peluk peluk*

Ika UzumakiTeukHyukkie : Oh My God Sun~~~~ Ikaaa~~ (boleh panggil begitu khan?) Dirimu adalah orang pertama yang kasihan pada Ara. Baeknya~~~

Lanlopumin : *peluk balik Lanlopumin* ini sudah diupdate lagi. Hehehehe.. YunJae sudah kenal lama? Iya, khan sembilan taun, sebelum trainee. *dipantok krn ngga nyambung*

Diana 'dobe-chan' Cassiopeia : Bener-bener. Ara cantik tapi JJ LEBIH cantik.. Saya SeJunSu. AKTF jg….

Nikwon : Hehehehe… Khan saya angina-anginan soalnya.

Nuke : Maap mengecewakan, chap ini malah lebih pendek dari yang kemarin.

Diidactorlove : Reviewer baruuuuuu~~~ *peluuuukkkk* Dolphine nya belum muncul. Dimuncul ngga ya?

Moyoko Tomoyo : Iya, YunJae pasti akan bersatu… Merdeka…! *ngga nyambung*

Terima kasih banyak reviewnya. Terus ikuti FF tidak logis ini sampai akhir ya.

.

Special Thanks : Park Haneul unnie dan Xiao Fen unnie yang selalu memberikan semangat dan ide-ide serta sanggahan akan ketidak logisan FF ini.

Yak… Review please… Flame diperbolehkan…

Love, Cho Jang Mi.