Title : I.D.S

Genre : Angst, Romance

Rating : M

Pairing : YunJae, Broken!HyunJae, Hint!JaeChun

Disclaimer : YunJae belong to each others. I own only the plot. Half of the plot Based on a True Story Novel

Warning : Typos, Violance, Cursing, YAOI (BOY X BOY) Don't Like? Please press red botton with x symbol. Yes, that botton.

Summary : Kim JaeJoong, seorang penyanyi terkenal yang rela meninggalkan dunia Showbiz demi menikahi pria yang dicintainya. Suatu malam, setelah sebuah pertengkar hebat sang suami menghilang tanpa jejak. Apakah yang sesungguhnya terjadi?

.


.

.

Dalam sebuah ruang tamu dengan wallpaper berwarna coklat muda seorang namja tengah membuat hot chocolate kesukaannya. Saat hendak menuangkan air panas, tanpa sengaja ia menyenggol mug bergambar elephant di pinggir meja hingga jatuh dan pecah berkeping-keping.

Tiba-tiba sang namja dirundung perasaan tidak enak, hatinya berdebar tidak karuan seakan merasakan firasat buruk. Segera disambarnya ponselnya dan menekan tombol cepat satu tanpa berniat membereskan dahulu pecahan mug yang berserakan dari lantai.

Dengan frustasi dilemparkannya ponsel itu karena tak ada yang menjawab panggilan telepon yang dilakukannya.

"Firasat apa ini? Yun…" JaeJoong menyentuh dadanya yang sejak tadi tak berhenti berdebar dengan hebat. "YunHo, kenapa tak mengangkat teleponku? Apa terjadi sesuatu?"

JaeJoong kemudian melangkah menuju altar kecil di pojok ruangan, sambil berlutut ia menundukkan kepala dan mentautkan jari-jarinya.

"Tuhan, apapun yang akan terjadi lindungilah YunHo. Apapun yang terjadi jangan pisahkan kami. Apapun yang akan terjadi hamba siap asalkan kami tak dipisahkan. Biarkan hanya kematian yang memisahkan kami."

.

YunHo mengabaikan ponselnya yang terus bergetar di saku celananya dan memulai rapat dengan Athena.

"Besok akan ada rekontruksi kejadian di rumah tersangka, seperti pengakuan Park YooChun Ssi yang menyatakan pembunuhan dilakuakan disana dan kita akan turun dengan tim penuh. Persiapakan segalanya dengan baik, jangan sampai ada wartawan yang bisa masuk. Kuserahkan urusan itu padamu KiBum dan juga kau, SiWon."

YunHo mengerutkan alisnya. Tidak seperti biasanya, keempat orang bawahannya yang harusnya antusias kali ini terlihat muram.

"Ada apa dengan kalian?"

"YunHo Hyung, apa tidak merasa ada yang janggal?"

ChangMin akhirnya berbicara mewakili teman-temannya.

"Seperti?"

"Yang pertama, YooChun Ssi memang mengakui kedua pembunuhan itu, tapi selalu kebinggungan bila ditanya kronologis kejadian, statementnya selalu berubah-ubah."

Ara melanjutkan saat ChangMin menatap dirinya.

"Kedua, kepribadian Park YooChun Ssi tidak sesuai dengan sang pembunuh yang sepertinya tenang dan mampu berpikir cepat karena YooChun Ssi adalah tipe yang meledak-ledak.

"Intinya?"

"Intinya kami yakin bukan Park YooChun Ssi pelakunya." SiWon menambahkan.

YunHo menatap rekan-rekannya satu persatu sebelum sedikit membungkuk dan meletakkan kedua tangannya di atas meja.

"Ini permasalahan serius. Kalian yakin?"

"Ya, kami yakin, sangat yakin Park YooChun Ssi dijebak oleh seseorang."

"Kenapa harus mengakui perbuatan yang tak dilakukannya?"

"Karena itu untuk melindungi Kim JaeJoong Ssi." ChangMin kembali mengeluarkan foto dimana Kim HyunJoong tengah menyeret Park Haneul. "Kim HyunJoong benar-benar terlihat masih hidup dan bernafas terakhir kali adalah saat keluar dari club Jumon pada pukul satu lewat sepuluh menit setelah itu tak ada yang melihatnya dalam keadaan hidup kecuali Kim JaeJoong Ssi"

"Jadi menurut pendapat kalian JaeJoong Ssi adalah pelakunya?" YunHo menatap ke dalam mata mereka satu persatu, seolah menantang mereka untung mengeluarkan segala analisis mereka akan kasus ini.

"Kita mempercayai kesaksian Kim JaeJoong Ssi yang menyatakan suaminya hilang setelah memukulinya karena memang benar dia terluka cukup parah. Tapi ia adalah saksi tunggal dan kita tak boleh melepaskan kecurigaan walaupun pada saksi tunggal."

"Teorinya memang begitu, Ara. Lalu apakah Kim JaeJoong Ssi masuk dalam profiling sang pembunuh yang kau sebutkan tadi?"

"Kepribadian Kim JaeJoong Ssi memang bisa dikatakan dingin dan tertutup. Ia hanya memiliki sangat sedikit teman, malah bisa dikatakan bahwa YooChun Ssi adalah satu-satunya teman yang dipercaya olehnya. Dia tipe yang terlihat kuat di luar namun lemah di dalam. Dengan sedikit tekanan maka rem pada dirinya bisa jebol dengan mudah."

"Apakah kalian memiliki bukti?"

KiBum yang sedari tadi hanya terdiam menyodorkan sebuah berkas ke hadapan YunHo. Sebelah alis YunHo terangkat tinggi saat membalik-balik berkas itu.

.

-YunJae-

.

"Kim JunSu berbicara disini. Ada yang bisa saya bantu?" Dengan suara khasnya JunSu menyapa seseorang yang menurut sekretarisnya mencoba menghubungi JunSu ke kantor sejak satu jam yang lalu.

"Kau menang Kim JunSu Ssi. Aku memang ingin melindunginya."

Kemudian sambungan telepon terputus. JunSu mengerjapkan matanya beberapa kali sembari memandangi telepon yang telah memberikan nada yang menyakitkan telinga.

"YooChun Ssi! Tidak mungkin aku salah mengenali suara husky itu. Apa… Akh! Akhirnya!"

JunSu menyambar jasnya dan memberitahukan sekretarisnya untuk membatalkan segala konsultasi hari ini. Ada hal yang lebih penting yang harus diurus olehnya.

.

-YunJae-

.

I want you in my plans babe

aju salmyeosi naege wa (Very gently)
deo dagawa deo now now now (Come to me, closer more Now Now Now)
imi jeonghae jin Scenario (A scenario which has already been decided on)

imi jeonghaejin sesangee deo now now now (To a world which has already been settled on, a Story More Now Now Now)
I want you in my plans
I want you in my plans

Deal Deal Deal
I Deal my Scenario

.

"Lalu? Ini adalah bukti kalian? Sebuah file panggilan telepon selular Kim JaeJoong Ssi?"

"Hyung, mengapa Kim JaeJoong Ssi menghubungi nomor ponselmu pada pukul satu lewat empat puluh menit dini hari padahal seharusnya kalian tidak saling mengenal? Mengapa dia menghubungimu bahkan lebih dulu dari menghubungi YooChun Ssi, kekasih gelapnya?"

KiBum menanyakan dengan wajah tenang sementara ChangMin telah mengepalkan tangan emosi.

"Kurasa jawabannya adalah karena kekasih JaeJoong Ssi bukanlah YooChun Ssi melainkan dirimu, bukan begitu Hyung?" Lanjutnya saat YunHo hanya diam.

"Apakah Hyung menemukan Kim HyunJoong Ssi telah tewas saat itu, Hyung? Ataukah Hyung yang menghabisinya? Apakah Hyung menyingkirkan HaNeul Ssi karena menganggapnya sebagai ancaman karena secara tak sengaja tahu perselingkuhan kalian?" ChangMin menggertakkkan giginya. "Skenario dan akting Hyung sungguh bagus, kami hampir saja tak memiliki bukti kalau saja KiBum Hyung tidak kau minta mencari sampai ke akar-akarnya."

"Baiklah. Ku akui memang aku dan JaeJoong telah saling mengenal dan kami berteman. Dia yang mencoba menghubungiku saat itu tak membuktikan bahwa aku atau JaeJoong sebagai pelakunya. Apakah profilku cocok dengan pembunuh yang kita cari, Ara?"

Ara menggigit bibir dan berdehem sebelum menjawab. "Caramu membelanya menunjukkan kalian memang memiliki suatu hubungan khusus. Kau memiliki otak yang encer untuk merencanakan hal seperti itu."

"Selain itu kami memiliki bukti kedua." SiWon mengulurkan sebuah foto berupa potongan kaos yang terbakar. "Ada seorang saksi yang melihat Hyung memasuki gudang tempat tubuh Kim HyungJoong ditemukan."

YunHo tersenyum bangga pada keempat partnernya.

"Athena memang kebangganku. Kalian tak pernah sekalipun mengecewakanku. Bahkan skenario yang telah kubuat rapi sedemikian rupa-pun bisa kalian bongkar. Athena memang yang terbaik dan terhebat."

"Kenapa?" Bisik ChangMin, lalu tiba-tiba emosinya naik. Ia tak habis pikir mengapa Jung YunHo, atasannya yang sangat dihormati dan dikaguminya, orang terakhir di dunia ini yang akan mengotori tangannya dengan darah sampai terpikir menyusun skenario seperti itu dan melimpahkan kesalahan pada orang tak berdosa.

"KENAPA HYUNG? KENAPA KAU MELAKUKAN PERBUATAN SEPERTI ITU?" Teriak ChangMin keras. Ia ingin menendang apapun benda dihadapannya, melayangkan tinjunya pada YunHo untuk menyadarkan namja yang terlihat sama sekali tidak menyesal itu kalau saja tubuh tinggi kurus ChangMin tidak ditahan SiWon.

Dengan tenang YunHo menyandarkan tubuhnya pada kursi tinggi dan menautkan kesepuluh jari-jarinya.

"Alasannnya sangat sederhana ChangMin ah. Terlalu sederhana hingga kau tak akan mengerti. Aku melakukan semua kegilaan ini karena aku mencintainya. Itu saja."

Go Ara menundukkan kepalanya, menahan air mata yang setiap saat bisa mengalir membasuh wajahnya, ucapan YunHo membuat luka hatinya makin perih.

"Aku sudah lama menyadarinya. Sejak awal aku mengetahui ada yang berbeda dalam tatapan mereka. Tatapan teduh penuh kasih dalam mata YunHo Oppa yang tak pernah sekalipun diperlihatkannya saat memandangku. Tapi mengapa? Mengapa rasanya berkali-kali lipat lebih sakit saat mendengar kalimat bahwa kau mencintainya meluncur langsung dari bibirmu?" Pikirnya pilu.

SiWon menghela nafas. "Jadi memang benar Hyung pelakunya?"

"Bukankah kalian sejak tadi telah mengetahuinya? Ya, aku yang melakukannya untuk melindungi JaeJoong-ku yang hampir tewas dipukuli olehnya, aku juga yang menyingkirkan yeoja itu karena dia bisa membahayakanku."

"Detektif Polisi Jung YunHo, anda ditahan dengan tuduhan pembunuhan berencana, penghilangan barang bukti, dan menghambat penyelidikan polisi. Setiap kalimat anda dapat dijadikan bukti untuk melawan anda dipersidangan."

YunHo mengulurkan kedua tangannya kepada SiWon untuk di pasangi kaitan besi yang biasa dipergunakan sendiri oleh YunHo untuk menangkap orang-orang jahat dengan penuh kebanggan.

"Maaf, aku tidak bisa menjadi figur pemimpin yang baik untuk kalian, SiWon ah dan KiBum ah. Maaf aku mengecewakanmu ChangMin ah. Maaf, aku tak pantas untuk kau cintai, Ara." YunHo membungkukkan badannya sembilan puluh derajat sebelum ikut bersama SiWon menuju ruang tahanan.

Setelah pintu tertutup Ara jatuh terduduk di lantai yang dingin, menangisi kepergian kekasih yang hatinya tak pernah menjadi miliknya. ChangMin menampik semua tumpukan kertas di meja YunHo, meluapkan segala rasa amarah dan kecewanya.

"Arrrrrrrrghhhh….. Ini tidak mungkin!" Teriak ChangMin masih tak dapat menerima kenyataan, sementara KiBum menepuk pundak Ara mencoba meringankan beban sahabatnya.

.

Cinta memang sesuatu yang kuat.

Cinta dapat mendorong seseorang melakukan perbuatan paling gila.

Atau manusia hanya mencari pembenaran atas perbuatannya dengan menyalahkan cinta?

Entahlah, tapi terkadang memang benar bahwa semakin seseorang memberontak, semakin ia terikat kuat dalam jalinan benang laba-laba yang disebut cinta.

.

TBC

.


.

*Lirik kiri kanan, keluar dengan takut-takut*

Baiklah, siapa yang tebakannya benar? *Hening*

Siapa yang bunuh saya?

Reviewer : semuanya!

Tunggu, jangan basmi saya dari muka bumi dulu, FFnya masih nanggung lho. Masih ada yang berminat ikut saya mundur ke waktu awal perjumpaan YunJae khan? Masih ada yang penasaran khan? *Maksa*

Ini, Review reply :

Diidactorlove : YunHo itu otaknya… Cocok khan? *dirajam*

Choiqhang : Reviewer baruuuu~~~~ *pelukkkkkk* penjelasan lebih detail chap depan ya… *wink*

Thazt: Itu Yun sudah ditangkap…

RizmaHuka-huka : Auuuwww… Rizma…. Saya tersentuuuuhhhhh… Saya update IDS hari selasa (selalu). Saya dapat wangsitnya selalu hari selasa sih. Aiya.. Saya updatenya lama plus pendek chap ini. Jangan kirimin ulat bulu ya, saya jijay sama yang begituan. #Plak

Choklat : NC dipertimbangkan.. Kalau saya sanggup buat lagi. .

Lanlopumin : Saya tak akan biarkan YunJae terpisahkan. Hanya maut yang memisahkan~~ :D

Arisa Adachi: Maaf lambat. Ini sudah apdet… ^^

Angel Xiah : Iya tuh. Su ie perhatiaaaaan sekaliiiii… Jangan nangis dulu chingu….

*ngasih tissue*

zero BiE : Itu sudah ditulis kepanjangannya IDS apaan… :D Saya juga sebenarnya tak tega siapapun dipenjara…

Rei : Yeeey~~~ Reviewer baruuuuuu~~ *ngasih pelukan selamat datang* itu Ara udah mewek-mewek lagi chingu…

Ika UzumakiTeukHyukkie : Selamat datang kembali~~~~ sudah apdate neyh… YunJae pasti bersatu.

Delta Alpha Fujoshi : Oh, iya bener-bener.. Nanti pada kasian sama Ara ya…

Sasusaku Hikaruno-chan : Kyaaaaa~~~ Makasie sudah di fave… *peluk*

Dylandia : Iya, Ara kebagian apesnya ajah nih.. Itu Athena kerjanya udah cepet.. *keluarkan cambuk* Hmmm… Mungkin YooChun sama JunSu mungkin juga tidak.. Hehehehe…

.

Yakk… Sekian… Review ya… Mian chap ini lebih pendek dari biasanya, chap depan kita flashback dan pastiiiii akan saya jelaskan sedetail-detailnya.

Love, Cho Jang Mi