STARRY SKY

Honeybee

Starry Sky drabbles

Just Say I Love You

By: Ren Natsume

Pairing : KanataYoh (PiscesCapricorn)

Warning: shonen-ai, sedikit OOC, geje

-Kanata's POV-

Aku tahu, tubuh lemahku tak cukup untuk melindunginya dan menjaganya. Aku juga tak cukup yakin untuk mengatakan perasaanku padanya. Mungkin, inilah nasibku, dilahirkan dengan tubuh lemah. Tapi, bagaimanapun juga aku harus mencoba mengatakan perasaan ini padanya, sudah berkali-kali aku mengurungkan niatku ini.

-End of Kanata's POV-

Tap..

Hentakan kaki Kanata, saat berhasil meloncat dari dinding pagar sekolah.

"Aku berhasil!" gumamnya dengan memberikan senyuman khasnya.

'Entahlah, hari ini begitu cerah. Jadi, sangat disayangkan kalau kau membuang-buang waktumu di sekolah,' batin Kanata. Sesaat setelah dia berhasil menembus keluar dinding pagar Seigetsu Academy, seseorang memergokinya membolos dari sekolah.

"Kanata!"

Suara yang sangat dikenal Kanata.

Kanata menoleh, dan tersenyum ketika melihat sang empu suara.

"Kau mau bolos lagi?" omelnya.

"Haha.. yap! Hari ini cerah, sayang kalau kau berdiam diri di kelas yang membosankan! Apa kau mau ikut bolos juga, Yoh?" tawar Kanata.

"Hh.. sebenarnya aku ada rencana untuk bolos. Tapi, karena ketemu kau, acara bolosku pasti jadi gak menarik," dengus pemuda bermata merah yang dipanggil 'Yoh' itu.

"Hee.. dasar kau!" Kanata merangkul bahu Yoh. "Ayo, kutunjukkan tempat yang menarik."

Kanata menarik tangan Yoh, memaksanya berlari mengikutinya. Walaupun Yoh banyak protes, namun Kanata seolah-olah tidak mendengarnya. Kanata ingin menunjukkan tempat persembunyiannya saat dia membolos.

-Kanata's POV-

Ya, hari ini begitu cerah. Dan dewi keberuntungan sedang menggelayutiku. Mungkin hari ini saat yang tepat untuk mengungkapkan perasaan ini padanya. Aku tidak butuh balasannya, tapi setidaknya aku akan merasa lega jika aku sudah mengatakan padanya.

Baru kali ini aku mengandeng tangannya, kecil dan halus. Tak ingin kulepaskan rasanya. Haha.. kekanakkan memang, tapi dengan begini rasanya aku ingin tertawa sepanjang hari.

-End of Kanata's POV-

"Kanata, kau mau membawaku kemana?" teriak Yoh di belakang Kanata.

"Sudah, kau diam saja! Sebentar lagi sampai," jawab Kanata sambil terus menarik tangan Yoh.

Sudah beberapa meter mereka meninggalkan Seigetsu, berlari menapaki bukit di dekat Seigetsu. Sampai akhirnya mereka sampai ke puncak bukit dengan pohon-pohon yang rindang menghiasinya.

"Yap, kita sampai! Bagaimana menurutmu?"

"Tidak buruk. Aku suka tempat ini," kata Yoh singkat.

Kanata setelah mengambil napas panjang, segera dia membaringkan tubuhnya di bawah pohon yang rindang.

"Ah~, aku suka hari ini. Yoh, tumben kau mau bolos?"

"Aku akan pindah ke Amerika besok," ucap Yoh sambil memandang langit.

Senyum Kanata yang menghiasinya daritadi seketika sirna, kaget mendegar ucapan Yoh.

"Amerika? Besok? Kenapa?"

"Aku sudah berjanji pada ayah dan ibuku, aku hanya tinggal di Jepang selama satu semester ini. Dan mereka menyetujui itu. Mereka telah mendaftarkan aku di salah satu sekolah astronomi terkenal di Amerika," cerita Yoh panjang lebar.

"Hh.. maaf aku masih belum bisa melindungimu selama ini,"

"Heh?" Yoh menoleh.

"Ah.. ti-tidak apa- apa. Aku hanya bergumam hari ini sungguh indah, ya!" sengaja Kanata mengalihkan pembicaraan.

Yoh mengangguk pelan, dan untuk pertama kalinya Kanata melihat senyum Yoh yang seakan-akan dipaksakan olehnya. Sungguh senyum yang menyedihkan, pikir Kanata.

-Yoh's POV-

Kau bodoh, Kanata! Aku bisa mendengar ucapanmu, kenapa kau sengaja mengalihkan pembicaraan seperti itu? Apa kau tidak merasa sedih sedikitpun, karena aku? Hhh.. setidaknya aku sudah bisa merasakan betapa hangat tangannya.

-End of Yoh's POV-

==== PiscesCapricorn ====

Tok.. tok..

Gila, pikir Yoh. Sudah selarut ini, masih ada yang bertamu ke rumahnya. Dengan malas-malasan dia membuka pintu. Dilihatnya Kanata, ketika Yoh berhasil membuka pintu.

"Oe, Yoh!" katanya sambil tersenyum.

"Mau apa kau data-," sebelum Yoh berhasil meneruskan kata-katanya, Kanata sudah terlebih dahulu memeluk tubuh Yoh.

"Daisuki," bisiknya di telinga Yoh.

"Eh?"

"Daisuki, sudah kubilang, kan? Daisuki!" ulang Kanata.

Butuh beberapa detik, akhirnya pipi Yoh memerah. "Kenapa kau baru bilang sekarang, bodoh!" ucap Yoh kesal, sambil menarik baju Kanata. Air matanya menetes perlahan.

"Yoh? Kau menangis?"

"Tentu saja, bodoh! Kau mengucapkan ini disaat kita akan berpisah. Bodoh bukan?"

"Maafkan aku, aku tidak cukup yakin apakah aku bisa melindungimu. Itu yang membuatku ragu untuk mengucapkan ini padamu," kata Kanata serius.

"Kau bodoh! Aku laki-laki, jadi aku bisa melindungi diriku sendiri," protes Yoh.

Kanata tersenyum melihat wajah Yoh yang sedang marah begitu, kelihatan imut baginya.

"Aku janji akan kembali, pasti!"

Kanata mengangguk, memeluk Yoh kembali. Lalu, menempelkan bibirnya pada bibir Yoh.

== PiscesCapricorn ==

Yohooo… gomen minna updatenya kelamaan.. *bows*

Yosh.. Review onegaishimasu.. ^^