A/N (1): Semata-mata karena virus yang menyebar….tadinya mau publish Graire, eh, tapi mau coba yang lain dulu ah…JackxClaire pertamaku, jangan heran kalau abal dan jelek.
Your Farm, You're Mine©Kazeyana Fami
Peternakanmu, Kau Milikku (soalnya di geegle translate artinya beda -__- bener ga englishnya?)
Disclaimer: Harvest Moon belong to Natsume, Komputer punya mamaku, listrik punya Negara, Keyboard dan mouse modal nemu di laci kamar, the idea is mine :D
Harvest Moon Back To Nature For Girl dan For Boy numplek jadi satu! XD
WARNING: Nista, nista, nista, nista, nista, nis--*plak*OOC, AR, dan segala kekurangan fic lainnya.
_____|\/\/|_____
"Bagaimana kalau kita bertanding? Bertanding memperebutkan peternakan itu?"
"Boleh saja."
_____|\/\/|_____
07.00 PM, 1 SPRING
Zack's POV
Hari ini aku pulang telat.. Gara-gara aku membersihkan peternakan tidak terurus itu sejak pemiliknya meninggal lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Eh? Apa itu? Aku mendekati sesosok jasad perempuan basah kuyup yang tergeletak di bibir pantai. Ya ampun, ada mayat!
Aku menggoncangkan tubuhnya, berharap dia masih hidup dan menceritakan kejadian naas apa yang menimpanya sampai keadaannya begini. Saat mendekatkan jari telunjukku persis di lubang hidungnya, samar-samar, hembusan nafas lemah terasa. Kaget memang, tapi aku lega dia masih hidup. Aku berlari ke Rose Square untuk mencari bantuan dan segera menemukan Mayor.
"Ah! Waktu yang tepat! Ikutlah denganku! Sekarang!"
__
__
06.00 AM, 2 SPRING
Normal POV
Gadis itu terbangun dari ketidaksadarannya, kini ia sudah berada di tempat tidur yang berdebu dan usang. Dan segera mendapati kalau dirinya ditatapi oleh seorang pria berotot dan pria berjas merah bulat pendek dan berkumis.
"Syukurlah kau sudah sadar…"
Seribu pertanyaan langsung dilayangkan padanya. Dan mendapat jawaban; namanya Claire, ia tak punya keluarga dan tempat tinggal, ia terdampar di Mineral Town ini setelah kapal yang ia naiki terhempas badai besar. Mendengar itu, Mayor dan Zack saling memutar otak mereka.
"Bagaimana kalau kau tinggal disini? Untuk sekarang tak ada yang tinggal disini." Usul Mayor.
"Oh, ide yang hebat! Ups, aku lupa memperkenalkan diri, namaku Zack."
"Aku Thomas, Mayor kota ini, Mineral Town..yah, bagaimana? Kau mau tinggal disini?" Tanya Mayor lagi.
Claire tidak tahu apa yang harus diucapkannya, tapi hatinya benar-benar sudah penuh oleh rasa senang dengan sebuah pertanyaan apa-kau-mau-tinggal disini-? Ia pun mengangguk cepat.
"Baguslah! Ayo ikut denganku." Mayor membawa Claire dan Zack keluar dari rumah tua dan kecil itu. Dan betapa terkejutnya Claire, persis di depan rumahnya terdapat ladang luas namun keadaannya naas.
"Tempat ini digunakan sebagai sebuah peternakan, tapi sejak pemiliknya meninggal lebih dari sepuluh tahun yang lalu, jadi tidak terurus.." ucap Mayor sedih.
"Ya, jadi aku yang harus merawatnya kalau ada kesempatan." Lanjut Zack.
"Peternakan? Hidup ? Cinta akan menemukanmu suatu hari nanti." Claire teringat kata-kata pak tua yang ditemuinya di kapal sebelum insiden terjadi, "A-aku mau! Aku mau mengurusi peternakan ini!"
"Bagaimana Zack?" Mayor melemparkan pernyataan Claire pada Zack.
"Ya tentu! Kini tak ada yang merawat peternakan ini, baguslah ada yang mau!" Zack tersenyum lebar.
"Baik! Mulai sekarang kau salah satu penduduk Mineral Town, Claire!" kata Mayor dan Claire berteriak senang lalu ia diajak keliling kota untuk di perkenalkan dengan para penduduk lain, ajaib, Claire langsung akrab dengan mereka.
06.00 AM 3 SPRING
Pagi hari, Claire masih meringkup di tempat tidurnya, hawa dingin sisa musim dingin belum hilang di awal musim semi. Ia menutup penuh badannya dengan selimut tebal.
"Payah…hari ini kan' harusnya aku membersihkan ladang.."
TAP TAP
Suara langkah kaki terdengar..tapi langkah kaki yang jelas. Seperti berada di dalam ruangan ini. Claire terkejut, sejuta pikiran dan dugaan langsung terlintas di benak. Sejak kapan orang itu masuk ke rumahnya?
"Pe-pencuri..?"
Claire membuka celah kecil pada selimutnya agar matanya dapat melihat sosok itu, sosok hitam dan bertopi. Itu yang dilihatnya. Claire kemudian meraih cangkir berisikan susu hangat sisa semalam yang kini sudah dingin secara diam-diam. Lalu sejenak mengumpulkan keberanian dan mental. Selesai, dia menghempaskan selimutnya dan bermaksud memergokinya.
"Kau tidak bisa mencuri apapun, pencuri….!!!!!" Claire membungkus sosok itu dengan selimut hempasannya dan memukulinya dengan cangkir. Tentu saja sosok itu memberontak.
"Oi! Akh! Tunggu! Woi! Tunggu, aku bukan pencuri...!"
Claire lalu menghentikan kegiatannya dan mengambil kembali selimutnya. Sosok hitam berubah jadi remaja laki-laki tampan 20 tahunan yang topinya sudah raib entah kemana.
"Siapa kau?! Kenapa bisa masuk kesini?!" bentak laki-laki itu sambil memakai kembali topinya,
"Harusnya aku yang tanya! Siapa kau?!" Claire membentak balik.
"Aku Jack! Pewaris peternakan ini!" jawabnya lantang.
"Pe…waris?" kata Claire tak percaya.
"Iya, pewaris. Perlu kueja?"
"Bukan itu masalahnya! Aku sudah diberi tanggung jawab oleh Mayor untuk mengurusi peternakan ini! Aku juga pemiliknya!" kata Claire mengeluarkan semua kartu As-nya.
"Ma-Mayor?"
"Iya, Mayor. Perlu kueja?" Claire meledek balik.
"Bukan itu masalahnya! Akh, ayo ke rumah Mayor dan selesaikan semuanya!" Jack menyeret Claire keluar rumah.
"Eh, tunggu! Aku masih pakai piyama…!!"
08.00 AM 3 SPRING AT MAYOR'S HOUSE
"Ah, Jack, kenapa kau baru kembali sekarang?" tanya Mayor tak berdaya sesaat setelah mereka menceritakan kejadian 2 jam yang lalu itu.
"Aku mengumpulkan uang dulu untuk transportasi kesini, soalnya aku sudah pisah rumah sama orang tuaku," Jawab Jack.
"Ya, tapi sekarang peternakan itu sudah jadi milikku," Kata Claire bangga.
"Pemilik dari Hongkong! Aku pewaris, jadi aku yang memilikinya kakekku meniggal!" bantah Jack, membuat Claire naik darah.
"Tapi kemana saja kau selama ini?!"
"Sudah kubilang aku mengumpulkan uang dulu untuk sampai kesini dan itu butuh waktu yang lama!"
"Grrrrr…"
"Ah, sudahlah, kalian berdua…" Mayor mencoba melerai, tapi apa daya dia lebih pendek dari Claire maupun Jack yang saling mendelik benci itu.
"Bagaimana kalau kita bertanding? Bertanding memperebutkan peternakan itu?" usut Jack seenak udel.
"Boleh saja." Claire menjawab, "Yang bisa mengumpulkan uang terbanyak setelah 3 tahun, akan jadi pemilik sah peternakan itu!"
"Baik, deal?"
"DEAL!" terjadilah sebuah jabat tangan pertanda duel memperebutkan peternakan dimulai.
"Mayor, tolong bantuannya ya," Kata Jack singkat dan serdadu langsung berlari menuju peternakan yang diperebutkannya.
"Eh, tunggu, bantuan…apa?" tanya Mayor, tapi tak terjawab karena keduanya keburu pergi.
~TBC~
_____|\/\/|_____
A/N (2): Tadinya mau bikin oneshot, tapi karena nanti jadinya panjang…jadinya dibagi-bagi… (_ _) Ditengah-tengah PR, request, dan utang update fic yang numpuk, author malah publish fic multychap lagi..hehe :D Fic ketiga ya? Review akan sangat membantu~
Tinggal klik:
