A/N: Wah, ternyata banyak juga yang nyadar genrenya suspense *plak* Um…pertama kalinya bikin genre ini, jadi maaf kalau jelek dan nggak kerasa suspensenya..

Your Farm, but You're Mine©Kazeyana Fami

(sesuai saran Oppacchi :D)

Chapter 2

Disclaimer: Harvest Moon punya Natsume, komputer punya keluarga, listrik punya negara, fic ini punya saya :D

Collab with: Ms. Word yang suka seenaknya ngubah kata.

Warning: Alternate Reality, Dua seri HM BTN numplek jadi satu, typo bertebaran, dan segala yang nista*?*.

_____|\/\/|_____

"A-Apa ini?"

"Buatmu, cangkulmu yang lama sudah usang. Mungkin itu penyebabnya kamu susah mengcangkul, jadi kubelikan yang baru."

_____|\/\/|_____

07.00 AM 4 SPRING

Hari itu, mereka mulai berduel. Bermodal 500G pemberian Mayor, mereka mulai menanam beberapa sayuran—tentu saja ladangnya di bagi dua sama besar. Selain ladang, kandang ayam dan barn juga di bagi dua sama besar. Tapi rumah sepenuhnya hak Claire, sedangkan Jack mendapat kandang kuda dan penyimpanan kayu. Jadi Jack tidur di kandang kuda, kalau ada uang tidur di penginapan. Dan mereka membuat peraturan paling bodoh yang pernah author ketik: Kalau melewati perbatasan daerah, denda 1000G.

"Ukh, susah banget sih," keluh Claire, ia sedang mencangkul tanah. Sedangkan Jack santai saja mencangkul tanpa mengeluh. Claire hanya memandanginya heran.

'Dia sebegitu inginnya memiliki dan merawat peternakan ini. Sebenarnya kalau dia yang merawat dan aku yang memilikinya sih tidak masalah! Tapi dia ingin mendominasi keduanya, benar-benar menyebalkan!' batin Claire.

"Apa lihat-lihat?" ternyata Jack menyadari kalau dia sedang di perhatikan. Claire pun kalap.

"Si-siapa yang lihat-lihat!" Claire akhirnya melanjutkan kegiatannya.

10.00 AM 4 SPRING

Claire tergeletak tak berdaya. Dia benar-benar kehabisan tenaga di bawah sengatan sinar matahari.

Tiba-tiba Jack melompati pagar, membuat Claire tersentak kaget.

"Mau kemana kamu?" tegurnya.

"Jalan-jalan," jawab Jack. Singkat, padat, nggak jelas.

Claire kembali berbaring di rumput.

'Jalan-jalan…AH! Jack jalan-jalan pasti mau minta uang ke seluruh penduduk kota biar tabungannya banyak! Jack, jangan kira Claire bisa ditipu!' Claire seenaknya fitnah orang.

Tidak mau kalah, dia berdiri kembali dan mengejar Jack tapi sosoknya keburu menghilang.

"Pakai jurus apa tuh orang?"

Akhirnya Claire kembali ke peternakan dan melihat gundukan tanaman yang sudah tertanam bibit, sempurna dengan bekas siraman air milik Jack yang baru saja dikerjakannya. Tiba-tiba senyum licik terkulas dimulutnya.

'Kalau kau berbuat curang, aku juga akan berbuat demikian, Jack.'

10.30 AM 4 SPRING AT THE CLINIC

"Racun buat tanaman?"

"Iya, dokter pasti tahu kan soal obat atau racun yang membuat bibit tanaman tidak bisa tumbuh," kata Claire.

"Tahu sih, tapi memang petani sepertimu membutuhkan itu?" tanya dokter lagi.

"A-ah.. Ada tanaman yang aku nggak mau melihatnya tumbuh!" Claire beralasan aneh.

"Tanaman apa?" tanya dokter penasaran, membuat Claire memutar otaknya lagi.

"Eee...paprika?"

"Paprika tumbuhnya saat musim gugur, tahu."

"Ah, aku lupa tanaman apa! Tapi dokter punya obat itu kan?" kata Claire mengembalikan ke topik awal.

"Ada, ini..." dokter pun memperlihatkan sebotol cairan yang tersegel aman.

"Terima kasih, dokter! Ah, uangnya..." Claire baru ingat kalau uangnya habis untuk beli bibit.

"Kau bisa bayar kapanpun," kata dokter, memotong kata-kata Claire, "Tapi apa kamu yakin kamu mau memakai obat itu? Kan cuma akan merugikan."

"Aku yakin! Terima kasih ya, dokter!" Claire pergi meninggalkan klinik dengan senyum kemenangan.

Saat melewati perpustakaan, langkah kaki Claire dihentikan dengan terlihatnya Mary yang terjatuh beserta buku-buku tebal yang dibawanya.

"Kamu nggak apa-apa?" tanya Claire mengkhawatirkan Mary.

"Aku baik-baik saja, kok. Lho? Kamu orang baru ya?" tanya Mary balik.

"Iya, namaku Claire. Kita baru bertemu ya," Claire membantu Mary berdiri.

"Namaku Mary, aku menjaga perpustakaan ini. Aku sedang memindahkan buku-buku ini dari rumah ke perpustakaan karena sudah menumpuk.." Mary mengumpulkan kembali buku-bukunya yang berserakan.

"Kubantu ya."

"Terima kasih, maaf merepotkan. Biasanya Gray yang membantuku, tapi kelihatannya dia sibuk hari ini," kata Mary sambil membawa masuk buku-buku itu ke perpustakaan yang diikuti Claire.

"Oh, aku tahu Gray, cucunya Saibara si Blacksmith kan?" tanya Claire lagi sambil menyusun buku-buku itu dirak.

"Iya, a-anu, Claire.."

"Ada apa?"

"Apa kamu mau membantuku lagi?" tanya Mary malu-malu kucing.

"Boleh, kebetulan pekerjaanku sudah selesai. Bantu apa?"

"Melanjutkan memindahkan buku-buku lain dari rumahku ke perpustakaan ini, agak banyak sih."

"Lho, jadi yang tadi belum selesai?" Claire tercengang. Mary mengangguk.

"Iya, baiklah."

03.00 PM 4 SPRING AT THE LIBRARY

"Mary!" Gray tiba-tiba mendobrak pintu dengan tergesa-gesa,"Maaf telat, pak tua...maksudku kakekku menggandakan tugasku! Eh, Claire kan?"

"Iya," jawab Claire.

"Maaf ya, gara-gara aku telat jadi kamu yang..."

"Tidak apa-apa kok!" Claire memotong kata-kata Gray, "Wuah? Sudah jam segini? Maaf ya, aku pergi dulu!" Claire buru-buru meninggalkan perpustakaan, meninggalkan Gray dan Mary yang saling menatap heran.

'Kalau Jack sudah pulang dari jalan-jalannya bagaimana nih? Aku jadi tidak bisa membubuhkan obat ini ke tanamannya!'

Claire tiba di peternakan, segera celingak-celinguk mengoreksi keadaan. Aman.

"Hei, Claire!"

DEG

Untungnya Claire belum sempat memasuki daerah Jack, segera berbalik dan menyembunyikan obat itu dibalik punggungnya.

"A-ada apa, Jack?"

"Harusnya aku yang tanya, kok kamu keringatan begitu?" tanya Jack dengan tampang innocent, sama sekali tidak kelihatan sehabis berbuat curang seperti yang dipikir Claire.

"Habis lari-lari," jawab Claire sekenanya, "A-Aku harus pergi."

"Tunggu!"

"Ada apa?" Claire berbalik dan wajahnya langsung berhadapan dengan sebuah...cangkul baru?

"A-apa ini?" Claire bertanya-tanya.

"Buatmu, cangkulmu yang lama itu peninggalan kakekku, sudah usang. Mungkin itu penyebabnya kamu susah mengcangkul, jadi kubelikan yang baru. Gratis kok," Jack menyerahkan cangkul baru itu ke Claire.

"Ta-tapi bukannya uangmu sudah habis juga?"

"Tadi aku kerja sambilan sebentar di penginapan, tapi Doug memberiku bonus. Lalu aku beli dari Saibara, untungnya Gray sedang latihan membuat cangkul. Saibara malah menyuruhnya menyelesaikan cangkul itu sekarang juga. Duh, jadi nggak enak sama Gray.." Jack menjelaskan.

'Jadi itu penyebab Gray terlambat ke perpustakaan..Ya tuhan, aku sudah menuduhnya yang macam-macam. Tapi kenapa dia begitu baik padaku..?'

"Hoi, Claire, wajahmu merah tuh," kata Jack. Claire kalap.

"Wuah! J-Jack! Terima kasih ya!," ucap Claire panik.

"Sama-sama. Omong-omong dari tadi apa yang kau sembunyikan dibalik punggungmu itu?" tanya Jack, membuat Claire makin panik.

"O-o-obat! Obat sakit perut! Sampai besok ya, Jack!" Claire serdadu langsung masuk dan membanting pintu rumahnya.

"Kenapa dia?"

Didalam rumah..

'Ke-kenapa aku deg-degan begini...?'

Moral Note: Jangan menuduh orang sembarangan.

To Be Continued

_____|\/\/|_____

Second A/N: Huwaaaa, alurnya lambat -____- Saya nggak tahu apa yang suspense dari cerita ini *PLAK* tapi kayaknya genrenya bakal saya ganti kelak *dibakar* Maaf ya...

Sebenarnya saya nggak rela nulis adengan GrayMary itu TT^TT Review akan sangat membantu..