Balesan~
Satia Vathi: Sankyuu reviewnya^^ Hehe, langsung dikabulin~ Gomen telat update TT^TT
Edited title(again): Its Your Farm, but Your Mine©Kazeyana Fami
Chapter 3: Spring Goddess Festival
Disclaimer: Harvest Moon – Bokujo Monogatari©Natsume
_|\/\/|_
'Aku takkan mengajaknya ke spring goddess festival selamanya!'
_|\/\/|_
12.00 PM 7 SPRING AT INN
"Spring Goddess Festival?"
"Iya, besok lho," kata Rick sata makan siang bersama Jack.
"Hah, Rick, aku nggak bisa dansa.." desah Jack.
"Kita para cowok nggak perlu dansa, perempuan saja yang dansa..Kita cuma mengajak perempuan yang kita sukai untuk kencan dan mengajaknya ke festival itu, Jack," Rick menjelaskan.
"Hem…kau mengajak siapa, Rick?" tanya Jack. Rick terdiam sejenak.
"Eh, aku? Aku tiap tiap tahun mengajak Karen," jawab Rick santai sambil mengunyah roti gandumnya.
"Jadi kau suka Karen?"
"Ya..Cuma karena kita teman sejak kecil!" wajah Rick memerah sesaat,"Lebih baik pikirkan kau mau mengajak siapa.."
"Kucoba Ann, kali ya?" Jack berpikir, dia memang baru bertemu Ann waktu dia makan siang di Inn empat hari lalu dan berkenalan. Ann anak yang baik, tomboy, lincah, dan periang.
"Tadi kudengar Cliff sudah mengajak Ann, terus kata Saibara, Gray sudah mengajak Mary,"ujar Rick, membuat Jack mematung.
Tiba-tiba ide brilian muncul dikepala Rick,"Popuri! Iya, kau ajak adikku saja!" usulnya, 'Semoga saja dengan begini hati Popuri bisa teralih dari Kai!' batin Rick sambil cengar-cengir sendiri. Jack berpikir, Popuri tetangganya sekaligus adik Rick. Manis dan imut, namun childish dan ego-nya tinggi.
"Aku pikir-pikir dulu ya.." jawab Jack tidak enakan.
BLAM
"Jack, katanya mala mini kau tidur disini, kok topinya tertinggal sih!" Claire datang menjinjing topi Jack, terlihat habis berlari.
"Wah, iya," Jack meraba rambutnya yang tak tertutup topi kesayangannya,"Maaf, terima kasih sudah diantar!" Jack mengambil kembali topinya.
"Dasar.." desahnya, lalu Claire melangkah ke meja pemesanan yang di singgahi Doug. Jack kembali ke kursinya bersama Rick. Rick memandangi Jack lurus.
"Apa?"
Bola mata Rick berpindah memandang Claire yang sedang memesan. Memandang Jack kembali, lalu ke Claire lagi. Jack ter-connect.
"Kau pasti sudah gila, menyuruhku mengajak Doug."
"BUKAN! Claire! Bagaimana kalau kau mengajak Claire?" omel Rick seraya menodongkan garpu ke Jack.
"…mengajak rivalku sendiri?" Jack terkaget-kaget.
"Iya..coba deh, kalian cocok..wah, sudah jam segini! Aku harus membantu ibu. Selamat berjuang ya, Jack!" Rick pun berlalu.
Jack kembali mengingat Claire kembali, gadis aneh yang tiba-tiba saja mengaku sebagai pemilik peternakan yang harusnya diwariskan kepadanya dan membuatnya bersaing dengan Jack. Menyebalkan. Tapi kepolosannya kadang membuat persaingannya menjadi lebih segar, sikap ego-nya yang memang standar dimiliki seorang perempuan aneh, sudah tahu tidak dapat mengerjakan hal yang mustahil untuknya malah ia kerjakan sendiri. Contohnya kemarin, waktu mereka diberi amanat untuk memelihara kuda May sampai cukup besar, Claire mengomel seharian karena kuda otomatis masuk kandang kuda dan kandang kuda ada di wilayah Jack dan otomatis pula Claire tidak dapat menggunakannya dengan bebas—mengingat kalau melanggar batas bayar 1000G. "Hmp, lucu juga," gumam Jack.
"Jack!"
"GWAH!" Jack kaget sehingga kopi yang dipesannya muncrat.
"Heh, kok bengong? Lagi mikirin apa?" tanya Claire, duduk di kursi yang satu meja dengan Jack.
"Aku..berpikir…" Jack kalang kabut mencari kebohongan, nggak mungkin menjawab: "Mikirin kamu, sayang" bisa-bisa itu kalimat terakhirnya. "Aku…lagi mikirin nama kuda yang baru diberi Barley kemarin!" Jack menemukan kebohongan yang tepat.
"Ukh, kalau ingat itu kok rasanya sebal ya," kata Claire pelan dengan mata sinis ke Jack. Jack sweatdrop.
"Haha, kalau kau bisa menemukan nama yang bagus, hari minggu adalah harimu bebas menaiki kuda itu!" Jack mengiming-iming Claire, dengan sukses Claire terpancing.
"Um…Uma, bagaimana kalau 'Uma'? Bahasa Jepang kuda kan' Uma!" Claire menemukan nama brilian. Gray—yang sedang makan siang juga - menatap mereka dengan tatapan pembunuh. Jack yang menyadarinya buru-buru berbisik, "Jangan! Pokoknya jangan!"
"..Jackler, potongan nama dari Jack dan Claire, bagaimana?" usul Claire yang mana membuat Jack bersemu merah. Kenapa? Karena asal-usul nama 'Jack' nya sendiri juga gabungan dari nama kedua orang tuanya, Jassie dan Clark (warning: author ngarang nama dua orang ini!). Memberi nama dari gabungan dua nama biasanya bukti cinta dan sayang.
Ternyata pemikiran Jack ditangkap oleh Claire, dan buru-buru menambahkan,"A-aku tidak sudi kalau tidak ada namaku disana!"
'Tapi kenapa namaku dilibatkan?' pikir Jack heran,"Tapi, nama yang bagus. Ya, Jackler saja."
Claire tidak begitu percaya nama asal-pilih-nya ternyata disetujui oleh Jack,"A-aku duluan ya!" Claire cepat-cepat meneguk air di gelasnya dan bergegas keluar penginapan menuju tujuannya.
'Mungkin Rick benar..'
04.00 PM 7 SPRING AT THE FARM
"…! JACK…!" Claire menjerit keras sehingga para tetangga memalingkan wajahnya ke sumber suara.
"Ada apa? Kenapa teriak begitu?" Jack—yang kebetulan sedang mengambil barang-barang keperluannya ke penginapan—segera mendatangi Claire yang wajahnya horror.
"KENAPA? Lihat tanamanku! Kau sengaja merusaknya kan?" Claire memperlihatkan tanaman-tanaman lobaknya membusuk, padahal masih belum siap panen.
"Kau menuduhku? Enak saja!" Jack terpancing dan ikut beremosi.
"Bilang saja kalau kau takut bersaing denganku! Dan kau meracuni tanamanku agar aku terpuruk! YA KAN?" bentak Claire.
"Terserah mau bilang apa, yang jelas bukan aku pelakunya!" Jack mengambil sarung tangan dan ranselnya, ia sudah capek dengan pekerjaan, sekarang dibebani lagi. "Selamat malam!" Jack pergi penginapan.
"EH? Mau lari ya? Hei, Jack! Kembali..!" Claire berteriak namun tidak dihiraukan Jack. Hal ini membuat Claire berteriak keras-keras, "JACK BODOH!"
'Ternyata Rick salah besar! Aku takkan mengajaknya ke spring goddess festival selamanya!' jerit Jack dalam hati, terlalu kesal dengan Claire yang suka menuduh sembarangan. Kandas sudah rencananya untuk mengajak perempuan ke Spring Goddess Festival.
Sementara itu, Claire merapikan kembali lobak-lobaknya yang sudah tewas. Menyelamatkan yang masih bisa diselamatkan, dan membuang yang sudah membusuk.
'Dasar..Jack jelek!' Claire mendengus kesal. Lupa akan dirinya sendiri pernah ingin melakukan hal yang sama ke tanaman Jack, lalu melampiaskan kekesalannya dengan membanting tubuhnya ke rumput. Tiba-tiba Claire menduduki sebuah botol seukuran botol selai.
"Apa ini?" Claire mengambilnya,"Lho, ini kan obat anti hama yang kubeli! Kok bisa disini? Padahal aku yakin sudah menaruhnya dilemari, segelnya masih belum terbuka pula….Tunggu, berarti obat yang kupakai buat lobakku apa?" Claire bergidik, cepat-cepat ia kembali kerumahnya dan mengambil obat yang dipakainya untuk lobak-lobaknya.
Terbaca: Obat untuk menghentikan pertumbuhan tanaman apapun saat masih menjadi bibit tanam atau tunas. Bila digunakan pada tanaman umbi menjelang panen, umbi akan membusuk. Hati-hati, obat keras!
'Waduh.'
Ingat waktu Claire membeli obat untuk menghentikan pertumbuhan tanaman Jack? Esoknya ia membeli obat anti hama dan saat mau digunakan, Claire tanpa sadar membawa serta racun tanaman (untuk kenyamanan jari, disebut demikian saja) itu dan sialnya obat anti hama itu terjatuh dan Claire malah menggunakan racun tanaman tanpa sadar pada lobaknya.
'Ba-bagaimana ini…aku terlanjur menuduh Jack yang macam-macam untuk kedua kalinya…!'
Moral Note: Jangan menuduh orang sembarangan! (lagi!)
To Be Continued
_|\/\/|_
A/N: Akhirnya bisa update… -,- Gomen telat update, gara-gara hutang update fic banyak..*salah sendiri* Sebagai permintaan maaf, saya update 2 chapter sekaligus, tapi ceritanya sama: Spring Goddess fest. -_- Alurnya masih lambat dan mulai sekarang cerita ini sebagian besar isinya event-festival aja :D Okelah, Review?
