Balasan anon review:
Satia Vathi: Saya juga mau X3 -plak- Bosan? Jangaaaan -plaklagi-
It's Your Farm, but Your Mine©Kazeyana Fami
Chapter 5(finally update =w=): Spring Thanksgiving festival
Harvest Moon—Bokujo Monogatari©Natsume
_|\/\/|_
08.00 AM 14 SPRING
"Eh? Beruang?"
"Iya, gara-gara itu Jack kerjanya jadi tidak maksimum.." Claire (yang akhirnya sempat juga) memberi tahu Gotz soal insiden enam hari lalu. Yang mana membuat kaki Jack diperban tebal dan ia harus merawat Jack dan melakukan pekerjaan saingannya itu mau tidak mau.
Gotz menaruh tangannya didagu, "Kalau tidak salah di kota sebelah sedang ada pertunjukan sirkus. Akan kutanyakan pada mereka apakah mereka kehilangan salah satu beruang mereka," kata Gotz mengingat di hutan Mother's Hill tidak ada satu pun binatang buas termasuk beruang.
"Sebaiknya cepat," Claire mengangguk setuju.
Setelah Gotz meninggalkan Claire untuk melaksanakan kehendaknya, gadis berambut pirang itu kembali ke peternakan, melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Diliriknya Jack yang berbaring di rumput(untuk sementara denda melanggar batas tidak berlaku), bermain bersama anjing penjaga (yang tentu saja jam jaga anjing jaga itu dibagi dua). Claire mendengus, tapi mau apalagi. Jack-lah yang telah menyelamatkan hidupnya. Ia pun mengangkat tinggi-tinggi cangkul barunya untuk menggali lubang baru, tapi..
"Lubangnya kurang dalam tuh!" komentar Jack.
"Berisik! Sudah bagus aku mengerjakan pekerjaanmu juga!" protes Claire, tapi ia tetap mengerjakannya.
Laki-laki itu menyinggungkan senyum besar diwajahnya, "Lho? Bukannya kamu yang bersikeras mengerjakan pekerjaanku sebagai rasa balas budi?" Jack tertawa. Claire melemparinya dengan batu kerikil terdekat.
Tak berselang waktu lama, disaat Claire menggali lubang itu lebih dalam dan Jack santai bermain dengan anjing-tanpa-nama itu, sesosok gadis yang membawa keranjang datang dengan malu-malu.
"Permisi.."
"Eh, Ann," Claire menghentikan kegiatannya, "Ada angin apa kau berkunjung?"
Ann bersemu sedikit, "Hehe, aku ingin menjenguk Jack. Aku kaget waktu melihatnya terluka parah di festival!"
Senyum Claire menekuk ke bawah, cangkul yang dipegangnya pun jatuh, "Oh, dia disitu," Claire menunjuk Jack dengan mimik kecewa mengira Ann datang untuk mengunjunginya.
Ann menengok ke arah telunjuk Claire, dilihatnya Jack duduk di rerumputan tanpa tahu kehadiran Ann. Lalu gadis itu berlari kearahnya, "Jack~!"
"Eh, Ann!" sapa Jack, anjing yang dielusnya pun berlari entah kemana setelah kehadiran Ann disana.
Ann duduk disamping Jack, "Bagaimana kakimu? Claire sudah mengganti perbannya tadi pagi?" tanya Ann, seolah dia tahu segalanya soal ilmu kedokteran.
Jack memutar matanya, "Belum tuh."
"APA? Claire, nanti kan' bisa infeksi!" Ann beralih ke Claire dengan nada marah. Bulu-bulu kulit Claire sempat berdiri, namun punggungnya memanas. Saraf-sarafnya bergerak dengan cepat, emosinya pun memuncak.
'Dia sendiri kok yang tidak mau perbannya diganti! Dan sejak kapan Ann begitu antusias dengan Jack?' batin Claire sambil menahan nafas sesaat dan mendengus kesal tanpa bicara apapun.
Selesai urusannya dengan Claire, Ann kembali pada Jack, "Dimana kau meletakan obat-obat, Jack? Biar aku yang menggantinya, lagipula kau sedang bekerja kan, Claire?"
"Di rumahku, dekat lemari peralatan," jawab Claire, kurang niat memberitahukan tempat obat-obat itu berada. Seraya memperhatikan Ann berlalu lalang, Claire berkelebat dengan batinnya sendiri, 'Sejak kapan dia perhatian dengan Jack? Apa karena kakinya terluka? Waktu aku terdampar disini aku tidak dijenguk dan dirawat sebegininya.. Hhhh.'
"Claire," panggilan Jack memencar emosi Claire.
"Apa?"
"Kau cemburu, ya?" tanya Jack polos—atau memang disengaja. Entahlah.
Ada sedikit jeda diantara mereka berdua di ladang si anjing yang berkeliaran di rerumputan itu tak terdengar suaranya. Nafas Claire tertahan. Jack menatap lekat-lekat wajah Claire yang terpanggang rasa malu.
"A—A—Apa yang kau katakan, JACK? Mana mungkin aku cemburu, dasar bodoh!" jeritnya keras-keras. Saat itu Claire benar-benar berharap beruang yang telah menggigit kaki Jack menderita penyakit rabies.
Jack tertawa bahak, "Habis wajahmu merah, sih! Hahahaha."
Claire akui, pipinya memang merah sampai merambat ke telinganya, "Aku tidak cemburu, Jack!" bantah Claire lagi, "Aku bahkan tidak tahu apa itu 'cemburu'!"
Tawa Jack makin menggila, di saat itulah, Ann datang dengan membawa sebotol alcohol, segulung perban putih, dan beberapa obat lainnya. Ia sedikit bingung karena Jack tertawa sedangkan Claire mengomel sendiri. Namun ia lebih fokus pada mengganti-perban-Jack.
"Ee—Ann, hati-hati, ini sangat menyakit—Akh!" Jack mengeluh kesakitan. Rasanya betis Jack seperti terbakar bila mengenai cairan dingin alcohol itu. Tidak peduli dengan rintihan Jack, Ann meneruskan kegiatannya.
"Nah," Ann berdiri, "Selesai!"
Jack mengangkat kakinya itu sedikit, masih terasa perih sekali, "Te-terima kasih, Ann."
Ann pun itu tersenyum, Jack merintih, Claire membanting cangkul berulang kali.
"Kalau begitu, aku permisi," kata Ann dengan senyuman dan meletakan obat-obat dan perlatan di atas tripleks terdekat disebelah Jack, "Dah, Claire! Jack!" Ann lalu pergi menuju Inn.
Sekali lagi, terjadi jeda diantara Jack dan Claire saat itu.
Memecah keheningan, Jack mencoba berdiri sendiri dengan tembok gudang kayu sebagai bantuannya, "Biar kuberi tahu apa yang namanya cemburu, Claire," katanya sambil berjalan tergopoh-gopoh menuju Claire. Claire sendiri hanya berdiri diam dan mengangkat satu alisnya, tidak mengerti tindakan Jack yang aneh ini. Kalau ditanya apa Claire pernah jatuh cinta, memang pernah, tapi ia tidak pernah merasakan cemburu atau melihat orang lain cemburu.
DUK
Jack menyandung batu kerikil kecil. Namun karena tepat mengenai kakinya yang terluka, itu bagaikan menyandung landak yang sedang memekarkan bulu-bulu durinya. Claire pada akhirnya bertindak dengan menopangnya sebelum jatuh.
"Te-terima kas—" belum Jack selesai, keseimbangan tubuhnya goyah, ditambah berat badannya yang lebih berat daripada Claire, ia terjatuh dengan gadis itu dibawahnya.
BRUUK
Lekas berdiri? Jack tidak kuat karena kakinya berhimpitan dengan Claire apalagi setelah berbenturan dengan bumi. Claire sendiri tidak kuat hati untuk mendorong atau meninju Jack sekuat tenaga karena perbuatannya—yang memang tidak disengaja. Nafas mereka saling bertemu, dan akhirnya satu sama lain sadar kalau wajahnya memerah sangat. Jack memang berusaha bangun dan menyingkir dari posisinya yang sangat-sangat-sangat awkward. Namun apa daya, lututnya malah keram sekarang.
"J-Jack, bangun. SEKARANG," perintah Claire dengan mata pembunuh tajam menusuk langsung ke mata Jack.
"Maaf, Claire.. Aku tidak bisa bangun..Kakiku.." kata Jack pelan.
PLUK
Sesuatu jatuh di dekat pintu masuk peternakan, didekat benda itu berdiri seseorang. Orang itu berambut coklat kejingga-an, dikepang, dan dipermanis dengan pita putih besar. Cara berpakaiannya tomboy. Mata birunya menatap nanar Jack dan Claire yang juga menatap mata orang itu.
Bagus, Ann kembali di saat yang sangat-sangat-sangat salah.
Perlahan tangan kanan Ann menunjuk ke arah dua orang itu lalu berkata dengan terbata-bata dan bahu yang gemetar serta wajah yang merah padam, "Se-se-SEDANG APA KALIAN?" tanya Ann.
Kali ini—karena syaraf-syaraf reflek terlanjur berjalan-Claire mendorong Jack lalu buru-buru bangkit. Untungnya Claire menjatuhkan perjaka muda itu ke rerumputan yang cukup tebal, namun tetap saja, pasti sakit.
"Ini ti-tidak seperti yang kau lihat, Ann.." kata Claire pelan, meski sebenarnya ingin berteriak dan melempari Jack dengan batu-batu setempat.
Gigi-gigi Ann masih bergemeletuk sampai pada akhirnya ia berkata, "AHA! Sekarang aku tahu kalau Claire dan Jack punya 'hubungan khusus' kan? Baiklah, aku tidak akan mengganggu kalian!"
Jack dan Claire sama-sama sweatdrop. Sekedar informasi, Claire tadinya mengansumsikan kalau Ann akan berlari dan menangis karena ia kira Ann manyukai Jack—sayangnya tidak.
Ann mengambil 'barang' yang terjatuh itu lalu menyerahkannya pada Jack, "Ini untukmu Jack, aku kembali karena mau menyerahkan ini, pssst—"
Akhir kalimat itu tidak dapat didengar Claire karena Ann berbisik di telinga Jack dengan sangat pelan. Claire pun menggembungkan pipinya, kesal.
"Hihi, kalau begitu aku benar-benar permisi ya. Silakan lanjutkan~," ledek Ann, lalu pergi.
Claire tersenyum kecut pada punggung Ann, "'Melanjutkan'? Aku akan melanjutkan kegiatanku diladang, Ann."
"Tidak hari ini, Claire," kata Jack tiba-tiba, kini ia berusaha berdiri dengan hati-hati. Lalu dibantu Claire.
Jack merogoh sesuatu di kantungnya, "Ini," Jack menyodorkan sebuah bungkusan kecil berpita biru mungil, "Untukmu."
Claire mengangkat alisnya, "Untukku? Buat apa?"
"Hari ini adalah Spring Thanksgiving Festival, kan? Terima kasih sudah mengerjakan pekerjaanku selama ini," kata Jack, dengan senyum lebar di mulutnya.
Claire bergeming sebentar, "Tunggu—bukankah itu bungkusan yang sama dengan bungkusan pemberian Ann tadi? Kau memberikan padaku apa yang diberikan Ann? Bodoh!"
Jack tertawa, "Ann memberikannya padaku karena memang aku beli tempo hari untuk diantar hari ini!"
Entah apa yang dirasakan Claire saat itu, semuanya campur aduk. Mulutnya tersenyum tanda senang, wajahnya memerah tanda malu, tangannya berkeringat tanda merasa bersalah.
"Te-terima kasih, Jack.."
"Sama-sama, haha. Nah, sekarang, akan aku perlihatkan apa itu 'cemburu'," tukas Jack.
Sambil membuka bungkusan itu (isinya kue cokelat), kepala Claire mendongak, "Eh? Bagaima—"
CUP
Jack menyambar kening Claire yang memang berada pas didepan bibirnya karena perbedaan ketinggian. Sontak wajah Claire kembali merah padam, bersamaan dengan itu, terdengar suara seseorang.
"WAH!"
Si rambut pirang sontak mendorong Jack dan melihat ke sumber suara. Sosok itu agak tinggi, rambutnya coklat panjang, bajunya didiminasi warna coklat pula. Itu Cliff yang wajahnya terkaget-kaget, dengan membawa satu kotak putih berhiaskan pita merah muda.
"Cliff?" Claire memastikan.
"A…Aku akan kembali lain jam," katanya pelan, lalu pergi.
"Lho kok—Jack, coba jelaskan kenapa kau melakukan 'itu' padaku!" seru Claire dengan nada marah, namun Jack malah tertawa.
"Kau masih tidak mengerti juga ya, Claire?" Jack masih tertawa, "Itulah 'cemburu'!"
To Be Continued –dengan tidak elitnya-
Moral Note: Cemburu iru wajar #apa-apaan
A/N: Piuh, akhirnya update juga.. Maafkan aku yang update lama sekali TAT *ngelirik 2 fic in-progress lainnya* Semoga masih ada yang minat sama fanfic ini dan memberikan review atau kritik.. Mohon maklum, saya hanya pelajar yang mau dihajar algojo bernama UAN -halah-
RnCnC please?
