A/N :
Hweee +nangis nagis+ gomen lama yaa.. seperti janji kanon.. kanon nyelesain Last story dulu baru lanjutin yang ini… sekarang udh selesai kanon fokus ke fic ini.. maap lama yaaa.. semoga chap ini bisa memuaskan kalian semua..+hugs+
Disclaimer : Masashi Kishimoto
rate : T
genre : Romance , friendship
Pairing : Sasuke x Naruto, Gaara x Naruto
warning : typo(s), miss typo, (agak) OOC, AU, BL, alur mungkin agak cepat
have a nice read ^^
dozoooo~~~
FRIENDSHIP AND LOVE… hmm?
Chappie 3
000ooo000
.
Sasuke, Naruto, dan Gaara jalan bersama menuju pintu gerbang sekolah. Disana sudah ada Kiba, dan si kembar Hyuuga yang menunggu kedatangan mereka.
"Yo! Minna.. maaf lama ya" cengir Naruto
"Kau sudah tak apa-apa Naruto?" tanya kiba dengan cemas
"Hoho Uzumaki Naruto gtu, Cuma luka sekecil itu ga mempan"
"Dasar dobe banyak omong" Sasuke berkata dengan nada mengejek
"Apa kau bilang Teme! Dasar muka rata" ejek Naruto
"Pria jadi-jadian"
"Pria tanpa ekspresi"
"Baka"
"Teme"
"Usuratonkachi"
"Gah! Kau menyabalkan teme!" Naruto mengacak-ngacak rambutnya dan Gaara langsung megenggam tangan Naruto dan mengajaknya berjalan menjauhi Sasuke dan lainnya.
"Kalian mau pulang atau tidak, Naruto harus istirahat ia kelelahan." Yang lain hanya membals dengan anggukan dan Sasuke menatap Gaara dengan tatapan tidak suka
"Dasar Overprotektif." ujar Kiba dan Neji berbarengan dan mengikuti Gaara dan Naruto dari belakang.
.
Setelah mengantar Naruto ke rumahnya, Gaara langsung kembali ke rumahnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasurnya. Baginya hari ini adalah hari yang cukup membuatnya 'panas'. Bagaimana tidak panas melihat Naruto berpakaian Maid sebagai wanita membuatnya semakin err Imut dan manis. Jika ia tak bisa mengontrol emosinya bisa dipastikan sudah berliter-liter darah mengucur dari hidungnya. Dan juga membuatnya sedikit gerah melihat para cowo-cowo itu menggoda Naruto belum lagi Sasuke yang terlihat lebih akrab dengannya.
"Tadaimaa…" teriak Naruto begitu masuk kedalam rumah
"Okaeri, siapa kau?" tanya Kyuubi dengan wajah bingung karena dihadapannya berdiri seorang gadis manis berpakaian maid. Yup, Naruto lupa melepaskan atribut pelayannya semburat merah pun menghiasi wajah tampan Kyuubi.
"Heh? Baka aniki! Ini aku Naruto tauu.. kau amnesia ya?" Naruto memiringkan kepalanya dan memegang dahi Kyuubi
"APA! Gak mungkin.. kau kan cewe, kau tak bisa menipuku dengan berpura-pura menjadi si bocah itu, walau kuakui kau dan dia sama-sama err.. Manis." Naruto yang menyadari bahwa dirinya masih memakai wig dan pakaian maid berteriak histeris dan langsung kabur ke kamarnya melepaskan atribut itu. Kyuubi yang menyadari kebodohan adiknya hanya terkekeh.
"Baka Gaara, Baka Sasuke, Baka Neji, Baka kiba.. eh Hinata-chan ga baka deh. Kenapa mereka semua tidak ada yang mengingatkanku untuk mengganti pakaian berenda-renda ini sebelum pulang" omel Naruto di dalam kamarnya, dan tiba-tiba Kyuubi masuk ke kamarnya tanpa izin.
"Humm ternyata adikku ini gak laku sama perempuan jadi nyerah ya, makanya berubah jadi perempuan manis juga kau bocah!" ejek Kyuubi
"Sialan! Ini karena dipaksa tau, demi festival sekolah. Sekarang kau keluar karena aku mau berganti pakaian." Naruto mendorong tubuh Kyuubi agar keluar dari kamarnya, tetapi alangkah tak beruntungnya dirinya saat sudah berhasil mengeluarkan Kyuubi, di depan pintu kamar malah sudah berdiri seorang wanita berambut merah dengan wajah yang berbinar-binar dan tangannya memegang kamera digital.
'GLEK' Naruto menelan ludahnya melihat sosok sang ibu dengan firasat yang aneh, dan firasat itu terbukti.
"Nyaaa~ Naru-chanquw kawaiii.. jangan ganti baju dulu ya kaa-san mau foto kamu dulu, Kyuubi kamu ikutan ga?" ujar sang ibu sambil menarik tangan Naruto dan mengajaknya keluar kamar dan diikuti sang kakak yang menyeringai kesenangan melihat adiknya di eksploitasi sang ibu.
Setelah sekitar 2 jam acara photo sesi sang ibu beserta Naruto dan Kyuubi sebagai modelnya, akhirnya Naruto ia bisa mengistirahatkan tubuhnya di atas queen sizenya. Badan Naruto serasa remuk dengan kegiatan hari ini belum lagi tangannya yang luka masih berdenyut-denyut, untungnya besok sudah tidak ada namanya stand-stand itu hanya menampilkan pertunjukan kesenian. Lalu tak lama kemudian Naruto pun terlelap dalam tidurnya.
.
.
-2 hari setelah festival dan kegiatan belajar mengajar dimulai-
(A/N: sorry di skip.. soalnya yg festival ke 2 nya ga ada ide hehe)
"Tunggu dulu, Uzumaki! Uchiha!" teriak Iruka-sensei begitu melihat kedua muridnya meloncati pagar sekolahan.
"Cuma orang bodoh yang mau nunggu seperti itu" ujar Sasuke dengan sarkastik sedangkan Naruto yang dibelakangnya Cuma nyengir-nyengir.
"Kalian ini! Sudah kelas 2 bukannya memberi contoh yang baik malah buruk, sudah terlambat malah berani melompati pagar!" Iruka-sensei masih mengomel dari jauh
"Ah! Senseiii maafkan kami yaaa!" teriak Naruto dari jauh dan lari bersama Sasuke masuk kedalam gedung.
Di depan loker sudah berdiri Kiba, Hinata, Neji dan Gaara sudah berdiri manis menunggu kedua sahabatanya, yang datang terlambat gara-gara si baka Naruto ketinggalan buku tugasnya.
"Gomen minna, duh maaf banget yaa" Naruto merunduk minta maaf
"Kalau telat lagi, kau harus membayar denda karena telah membuat kami menunggu" ucap Neji yang langsung mendapatkan sweetdrop dari yang lain
"Dasar Naruto, selalu saja begini untung Sasuke mau menemani mu balik kerumah. Kenapa lama banget sih?" seru Kiba yang sudah terlihat malas-malasan.
"Dijegat Iruka-sensei, dan pagar utama sudah ditutup yasudah kami lompatin aja pagar itu" jelas Naruto sambil berjalan menunju kelasnya. Sedangkan yang lainnya hanya memaklumi tingkah temannya yang satu itu, dan berjalan mengikutinya. Sesampainya di kelas….
"Sasuke-kunnnnn terimalah kue buatan ku ini"
"Tidak kue ku saja!"
"Gaara-kun silahkan dicicipi kue cintaku"
"Apaan sih jangan dorong-dorong donk!"
"Yee.. siapa yang dorong-dorong"
Riwuh suara para FC Gaara dan Sasuke yang saling berebut ingin memeberikan mereka berdua kue buatan mereka saat praktek memasak tadi. Sedangkan Naruto ngiler ngeliatin kue-kue yang menumpuk di meja kedua sahabatnya, tetapi Gaara dan Sasuke hanya cuek dengan kebisingan para FC mereka dan malah menganggap mereka penggangu.
BRAK
Semua mata langsung mengarah ke asal sumber suara dan langsung sunyi melihat sosok pirang di dekat jendela yang sebagai si sumber suara menggebrak meja itu. Dengan napas yang tersenggal-senggal menahan diri ia langsung menghadap ke semua orang yang melihatnya, lalu…..
"Kok, ga ada yang mau kasih kue ke Naru sih? Kan Naru juga mau." Naruto bergaya dengan sangat imut dengan jari telunjuk yang digigit dengan gigi depannya dan tak lupa puppy eyes nya. Membuat para FC Gaara dan Sasuke dan spara cowo tergeletak di lantai dengan darah yang bercucuran di hidung mereka.
"Heh? Mereka semua kenapa?" Naruto memandang mereka dengan bingung, untungnya Gaara dan Sasuke bisa menahan diri jika tidak akan bernasib sama.
.
Saat perjalanan pulang tak henti-hentinya Naruto menanyakan hal yang sama ke Sasuke dan Gaara, "Mengapa kalian tak mau menerima kuenya?" membuat Sasuke jengkel dan menjitak kepala pirang itu.
"Dobe! Usuratonkachi! Bodoh!" ejek Sasuke dan segera berjalan duluan memasuki rumahnya dengan wajah sedikit memerah.
"Nee Gaara, apa aku salah ngomong?" Naruto bertanya pada Gaara sambil melihat punggung Sasuke yang bergerak menjauh.
"Tidak kok, kalau alasan ku menolak kue mereka semua karena mau mencoba masakan Naruto saja." Ke 3 teman mereka langsung memandangi sang empunya suara barusan dan merasa itu adalah penembakan secara tak langsung, bagusnya si Naruto ini amat sangat polos dalam hal seperti ini.
"Baiklah, nanti aku akan berusaha membuat kue yang enak buat Gaara" cengirnya pada Gaara.
"Ku tunggu ya" Gaara mengacak-ngacak rambut pirang itu sambil tersenyum tipis.
.
Tik tok tik .. suara jam bedetak memenuhi kamar berwarna orange itu, dimana sang pemilik kamar Naruto masih terjaga belum bisa tidur masih terjaga dengan PR nya yang belum selesai-selesai. Tak beberapa kemudian ia pasrah dan mengambil buku Pr nya dan bergegas menemui salah seorang temannya.
Sasuke POV
'sudah jam 2, sebaiknya aku tidur saja' batinku tetapi kata-kata si dobe saat tadi sore masih terngiang-ngiang di kepalaku
"Kenapa kau tak mau menerima kuenya?"
"Dasar bodoh, tentu saja aku tak mau menerimannya karena hanya kue buatanmu yang bisa masuk ke dalam mulutku" ucapku seperti berbisik. Saat hendak menutup mataku terdengar suara aneh yang berasal dari jendela.
Dengan langkah kaki yang ogah-ogahan ku mendekati jendela yang tertutup itu, begitu kubuka terlihat sosok orang yang baru saja kupikirkan sedang duduk di depan balkon kamarku dengan buku-buku dipelukannya.
"Sedang apa kau dobe? Tak tau apa ini sudah jam berapa?" tanyaku sembil menaikan sebelah alis karena keheranan.
"Ssshhttt, jangan berisik teme. Ne teme bantuin aku mengerjakan pr ya.. susah sekali ya ya yaa~" rengek Naruto sambil menarik-narik bajuku.
"Lepas dobe, bajuku melar nanti. Dan untuk pr TIDAK! Kerjakan sendiri aku ngantuk!"
"Teme pelit.. kalau begitu aku nyontek ya ayolahhh.." rengeknya makin jadi. Kalau saja sifatku seperti orang lain mungkin aku sudah bersikap lembut padanya dan dengan senang hati menemaninya semalaman, tetapi itu bukan Uchiha banget hanya kata-kata yang dingin keluar dari mulutku .
"Sudah kubilang tidak dobe, usaha sendiri jangan selalu bergantung padaku."
"Ku mohon Sasuke, kali ini aja deh nanti ku belikan permen ya.." Naruto mulai mengeluarkan jurus andalannya, puppy eyes no jutsu.
"Tidak, dan jika kau terus mendekat dan merengek seperti perempuan kau akan merasakan akibatnya." Ujarku sambil mendekatkan wajahku ke wajahnya yang kurang dari 2 cm dan itu sukses membuat wajah tannya memerah.
"E ba-baiklah oyasumi Sasu, maaf mengganggu." Kata naruto sambil pergi melompat ke balkon kamarnya dengan tingkah yang aneh. Saat itu kusadari satu hal, perbuatanku tadi hampir seperti ingin menciumnya dan itu kulakukan tanpa sadar.
"Kuso.."
End Sasuke POV
.
Naruto terduduk di atas ranjangnya, pikirannya sudah tidak fokus. Masih terbayang-bayang perbuatan Sasuke tadi. Bagaimana bisa jarak wajah mereka berdua bisa sedekat itu. Bisa ia rasakan hangat napas Sasuke ketika ia berbisik dan degupan jantungnya yang tak bisa berhenti sejak tadi, dan kenapa wajahnya memanas seperti ini.
"Aku kenapa?" tanya Naruto dalam hati sambil memegang dadanya yang masih terasa detakan jantungnya yang cepat.
.
Naruto berjalan dengan lesu dan wajah yang awut-awutan serta seragamnya yang dipakai asal-asalan. Hal itu dikarenakan ia tak bisa tidur dengan nyenyak gara-gara peristiwa semalam, bahkan sampai terbawa mimpi bahwa Sasuke menciumnya tidak mungkin kan dia menyukai sahabatnya itu? Bahkan ia mengharapkan hari ini tak bertemu Sasuke.
"Ohayou Narutoo!" teriak Kiba begitu menyambut sahabatnya itu menghampiri mereka.
"Ohayou mo Kiba, ohayou Gaara, Neji, Hinata-chan." Naruto membalas sapaan temannya dengan lemas.
"Na-Naruto-kun kenapa? Kau sakit?" tanya Hinata dengan cemas melihat temannya bagaikan hidup segan mati tak mau.
"Ada apa naru? Lihat seragammu acak-acakan, rambutmu ga berdiri kaya biasanaya." Gaara merapikan penampilan Naruto dan ditatap oleh yang lain dengan pandangan maklum.
"Terima kasih Gaara, aku hanya kurang tidur." Jawab Naruto dengan senyum yang dipaksakan.
"Ohayou minna." Sapa Sasuke menyapa teman temannya.
"Yo! Ohayou Sasuke"
"O-ohayou mo Sasuke-kun"
"O-Ohayou Sa-su-ke." Naruto membalas sapaan Sasuke dengan terbata-bata dan segera memalingkan mukanya berjalan duluan. Gaara yang melihat perubahan aneh dari Naruto pada Sasuke mulai merasa curiga.
"Eh, dia kenapa? Biasanya teriak kencang-kencang menyapamu dan mengajak lari bersama." Tanya Kiba sambil melihat ke arah Sasuke.
"Entahlah."
.
Naruto berjalan dengan lesu menuju ke arah toilet, tadinya Gaara cemas dengan keadaanya yang seperti itu hendak menemaninya tetapi di tolak naruto dengan alasan ia baik-baik saja dan Gaara pun mengalah. Sekaranglah dia sedang berjalan di lorong setelah dari toilet, niat untuk kembali ke kelas diurungkannya karena ia tak masih belum tau harus bereaksi bagaimana di depan Sasuke. Bayangan mimpi Sasuke menciumnya masih terngiang-ngiang.
"Arrgghh.. gimana nih! Tema-teman bisa curiga. Tapi bayangan Sasuke menciumku masih terus ada. Kusooo!" Naruto mengacak-ngacak rambutnya yang sudah berdiri lagi akibat dirapikan oleh Gaara. Tiba-tiba…
"Awaaasss!"
BYURR… tubuh Naruto basah terkena siraman air dari jendela di lantai dua dan seorang anak laki-laki dan perempuan telihat panik melihat Naruto tersiram air dari ember yang ditumpahkan anak lelaki tersebut.
"Ah, Gomen ya.. aku tidak sengaja." Anak lelaki itu berteriak sambil menunduk minta maaf.
"Kamu sih! Kan sudah kubilang jangan di siram sembarangan! Maaf ya senpai." Si anak perempuan mengomeli temannya dan minta maaf pada naruto.
Mau marah pun tak bisa, karena salahnya juga tidak mendengar teriakan dari anak perempuan itu. Alhasil sekarang tubuhnya basah kuyup dan 'Hachim..' mendadak terserang flu karena air yang tadi cukup dingin seketika membuat matanya berkunang-kunang.
"Lho? Naruto kau kenapa?" dari belakang ada Lee yang sedang memperhatikannya
"Ah, anu… Gubrak" Naruto jatuh pingsan membuat Lee jadi panik, dan segera membawanya ke UKS.
.
.
Di dalam kelas, Sasuke dan Gaara belum mengetahui keadaan Naruto hal ini dipergunakan Gaara untuk berbicara dengan Sasuke mengenai apa yang terjadi antara mereka berdua.
"Sasuke, bisa kita bica sebentar?" Gaara menghampiri tempat duduk Sasuke dan duduk di kursi Naruto. Saat itu Guru-guru sedang rapat sehingga kelas kosong tak ada yang mengajar.
"Hn."
"Apa yang terjadi antara kau dan Naruto semalam?" Gaara langsung to the point
"Tidak ada." Jawab Sasuke singkat dengan tetap membaca buku
"Look at my eyes Sasuke!" Gaara berkata dengan dingin dan menyeramkan
"Apa mau mu?" Sasuke menutup bukunya dan menghadap ke wajah Gaara, terlihat wajah Gaara menyiratkan kemarahan walaupun ditutupi wajah datarnya.
"Apa yang kau lakukan pada Naruto? Aku tau perubahan sikapnya hari ini ada hubungannya denganmu."
"Hn, buka urusanmu."
"Tentu saja urusanku, karena semua hal yang berkaitan dengannya adalah urusanku terutama urusan dengan mu."
"Apa hakmu?" Sasuke menyindir Gaara
"Tentu saja aku memiliki hak itu." ucap Gaara tetap dengan tampang datarnya tetapi memancarkan aura hitam.
"Kalau begitu itu juga Hakku untuk tak memberitau padamu apa hubunganku dan dia." Sasuke membalas dengan sama dinginnya. Akhirnya Gaara pergi meninggalkan Sasuke percuma juga jika pembicaraan itu di teruskan dia akan mencari tau sendiri. Begitu hendak melangkahkan kaki keluar kelas tiba-tiba datang Hinata dan menabrak tubuh Gaara.
"Go-gomen.."
"Hinata? Ada apa? Kenapa tergesah-gesah seperti itu?" tanya Gaara begitu melihat wajah Hinata yang cemas.
"Ano itu Gaara-kun, Naruto-kun," begitu mendengar nama Naruto Gaara langsung kaget. "Na-naruto-kun pingsan, sekarang di UKS."
"Apa!" sontak terdengar nada suara dan wajah yang kaget dari Gaara dan Sasuke. Dengan segera Gaara berlari menuju UKS dan diikuti oleh Sasuke dan Hinata dibelakangnya.
Begitu sampai di UKS, Gaara membuka pintu secara kasar. Dan terlihatlah Naruto dalam pakaian olah raga dan sedang tertidur diatas ranjang sedangkan di sampingnya ada Shizune , dokter sekolah yang menemaninya.
"Ah, kalian teman-temannya Naruto kan?" tanya Shizune-sensei sambil melepaskan kacamatanya.
"Apa yang terjadi dengan Naruto?" Gaara segera bertanya dan langsung duduk di dekat ranjang Naruto berada disusul Hinata, sedangkan Sasuke berdiri dekat meja dokter.
"Dia terserang demam tinggi dan kenapa dia memakai pakaian olahraga? Karena saat dibawa kesini oleh Lee ia dalam keadaan basah kuyup. Menurut Lee Naruto tersiram air." jelas Shizune-sensei.
"Sekarang keadaannya bagaimana?" Sasuke membuka suara
"Sudah stabil, demamnya juga turun tetapi belum sehat betul. Sekarang ia sedang tertidur setelah meminum obat yang kuberikan," jelas Shizune-sensei lagi. "Bisa minta tolong? Kalian jaga Naruto disini, karena saya harus melanjutkan mengikuti rapat tapi, jangan berisik ya."
"Baiklah aku yang berjaga disini." jawab Gaara
Selepas itu Shizune-sensei meninggalkan ruang UKS. Gaara duduk setia disebelah Naruto dan Hinata undur diri karena mau memberitahukan Neji dan Kiba lalu Sasuke duduk di meja Shizune.
"Engh.. aku dimana?" Naruto berkata lirih dan mencoba bangkit dari tempat tidur, dengan sigap Gaara mencoba membantunya.
"Kamu di UKS Naru, tadi kamu pingsan," Jelas Gaara. "Apa yang kamu rasakan sekarang? Pusing?"
"Tidak, hanya panas. Heh? Siapa yang menggantikan bajuku?" Naruto mempehatikan bajunya yang telah berubah dari seragam biasa menjadi baju olahraga.
"Lee yang menggantikan, katanya bajumu basah dan karena takut bertambah parah ia menggantinya."
"Owh begitu.. Hachim.." Naruto bersin lagi
"Kupikir ungkapan orang bodoh tidak mudah sakit itu benar, ternyata bohong ya." Sasuke membuka suaranya dan begerak mendekati Naruto.
"Apa apaan kau teme!"
"Hn."
"Gaah! Menyebalkan kau te-me~" Naruto terhuyung hampir jatuh pingsan lagi, Sasuke yang kaget mencoba menolong Naruto tetapi tangan Gaara menghalanginya.
"Lebih baik kau kembali ke kelas, Naruto masih butuh istirahat biar aku menjaganya disini." Secara halus Gaara mengusir Sasuke.
"Dobe, mau kutemani atau tidak?" Sasuke malah bertanya ke Naruto
"U-Um, be-benar kata Gaara lebih baik kau kembali ke kelas saja aku tak ingin merepototkanmu." ucap naruto sambil memalingkan wajahnya dari Sasuke.
"Hn." Sasuke melangkah keluar UKS dengan menutup pintunya dengan kasar. Diluarnya ia menonjok dinding dengan wajah yang marah.
"Kusoo pasti gara-gara kejadian semalam ia masih memikirkannya!" ia mengepalkan kedua tangannya
Tanpa mereka bertiga sadari, sedari tadi ada 3 orang yang asik memperhatikan mereka, karena mereka adalah bahan taruhan 3 orang ini.
"Ah, bener kan Gaara pasti yang akan menang." dengan bangga orang no 3 membela Gaara
"Eh, kata siapa? Sasuke itu belum bertindak saja." balas si orang ke 2.
"Huh~ lihat saja Naruto itu lebih suka gadis-gadis tau." Si orang 1 gak mau kalah.
"Tapi liat donk, wajah Naru-chan pas ngomong ma Sasuke mukanya merona gimanaa gitu." Si orang ke 2 menimpali
"Itu karena demam banci, jangan lebay deh." si orang pertama menjitak kepalanya orang ke 2.
"Hahh tapi kita harus keluar uang nih, lihat apa yang diperbuat Sasuke menonjok dinding sampe retak gtu dan pintu UKS yang sudah copot engselnya." Keluh orang ke 3.
"Iya ya.." orang ke 1 dan 2 mengangguk setuju lalu mereka bertiga pergi meninggalkan TKP.
.
.
Malam harinya keadaan Naruto masih buruk, demamnya juga belum turun-turun walaupun sahabatnya menjenguk membawakan berbagai macam buah, kecuali Neji yang minta bayaran. Dan sekarang dikamarnya sunyi senyap hanya ponsel yang menemaninya.
"Heh bocah! Sudah malam tidur main hp saja dari tadi." ujar Kyuubi yang entah dari kapan sudah ada di depan pintu kamar Naruto.
"Bosan tau tiduran mulu, emangnya Kyuu-nii yang tukang tidur Huuh~" serunya sambul menggembungkan pipinya dan sukses mendapatkan jitakan dari sang kakak.
"Sialan kau bocah! Sudah tidur sana, nanti Kaa-san sama ngomel liat kau tak istirahat." Kyuubi menaikan selimut Naruto yang terturun hingga pinggang dan mengganti kompres dikepalanya.
"Iya iya nanti semakin cerewet sja kau Kyuu-nii, sudah sana keluar biasanya juga lagi smsan ma si kriput sebelah." Bibir Naruto sengaja di majukan menggantikan tangannya menunjuk rumah sebelah.
"Masa bodo dengan si kriput narsis itu, biarkan saja dia palingan ngajak main game ga jelas lagi," Kyuubi memasang tampang bosan. "Kau sendiri kenapa? Biasanya kalau sakit si ayam itu selalu menemani disini? Lagi berantem?"
"Ah? Tidak kok.. Sasuke lagi belajar sepertinya ki-kita tidak berantem." Naruto mencoba menyembunyikan wajah meronanya begitu menyinggung masalah Sasuke.
"Wajahmu berkata lain bocah! Ahayoo~ apa yang terjadi antara kalian? Apa kalian cerai? Baguslah aku lebih suka kau nikah sama Gaara." ucap Kyuubi dengan entengnya dan mendapatkan hadiah 'manis' lemparan bantal dari Naruto.
"Siapa bilang aku menikah dengan si teme itu! Dan kenapa pula bawa-bawa Gaara?"
"Habis, tingkah kalian seperti sepasang suami istri ditambah Gaara makin mantap saja! Hey otouto kalau kau tidak laku sama wanita sama mereka berdua aku juga setuju, lagipula kau kan manis." Kyuubi mencolek pipi Naruto.
"Kyuuu-nii….aaarggghhh!" teriak Naruto dengan kencang sedangkan Kyuubi tertawa terbahak-bahak sambil meninggalkan kamar adiknya, dan dilantai bawah Kusiha dan minato hanya menggelengkan kepala mendengar keributan dari kedua anaknya.
.
Tok..tok..tok..
Terdengar bunyi ketukan dari arah jendela balkon kamar Naruto, dengan sedikit ssempoyongan Naruto keluar untuk memeriksa asal suara tersebut. Begitu dibuka angin malam yang dingin langsung menusuk tubuh mungilnya dan dilihat tidak ada siapa-siapa bahkan jendela kamar Sasuke tertutup rapat. Tapi begitu mau melangkah masuk lagi ia melihat sekantong tas berisi kue-kue dan makanan manis lainnya serta secarik kertas diatas kanton itu, begitu dibuka Naruto isinya.
Cepat sembuh dobe, itu kubawakan semua makanan manis dari para penggemarku yang kau inginkan. Semoga makanan manis itu tidak membuat otakmu semakin bodoh. Oyasumi…
"Humph, dasar teme.. niat ngasih apa nggak sih. Tapi, makasih ya Sasuke." Naruto tersenyum manis setelah membaca surat dari Sasuke dan masuk ke dalam dengan wajah yang sumringah hingga ia melupakan kalau dia sedang sakit sedangkan Sasuke tersenyum kecil melihat hadiahnya di terima Naruto dengan bahagia.
.
.
TBC..
Hwaaa maaf ya lamaa~ ini balasan review kalian yaaa….
: oh my! Threesome rate M gtu? Wahh maaf membuatmu kecewa krn kanon ga berniat membuat ini menjadi M -/-
Yamamura Ayumu : yoi donkk! Akan ada ayam VS panda +digebukin sasGaa+ T_T.. ets ada nih kyuubi udh muncul dy ^^
: ahaha ikutan donkk ngemesum naru hhhahah XDD… ga ada lemon lemonan disini maaf yaa..
Namikaze Trisha : ayo ikutan taruhan 3 orang itu aja.. xixix xp.. maap update'a lama yaa
CcloveRuki :iya baru ngerti kanon soal beta reader itu,,, sankyuu CC ^^
Ashahi Kagiri-kun : umm gimana kalo Narunya buat kanon aja … hahahah XDD gomen updatenya lama yaa
Sachiro : ahah yes yes ada yang suka yaoi +joget" gaje+ ahahha XDD lagian kalo yaoi pairingnya seimut naru ga bakalan ada yang nolak kok xp
Peanutebaby86 : yosh! Gomen lama update'a T_T msh mau rnr? ^^
Superol : umm gimana kalo kanon sama Naru aja? Lebih baik kan? Hahahah XDD +di rajam semua seme dan pencinta naru+ xixiixi xp… itulah daya tarik naru bisa bikin banjir darahhh
Ttixz lone cone bebe : gomen lama di update'a ya TT_TT…. Naru itu milihhhh..+jreng jrengggg+ tunggu kelanjutannya… ahhahah XDD *gubrak*
Ketsueki kira fahardika : ud muncul suamimu si Kyuubi ^^ smoga puas dengan kehadirannya ya… ^^
Uchikaze no naruels : ahahha entah kenapa kanon suka bgt pairing mrk bertiga.. ^^ tp threesome rate M ga mgkin kanon buat deh heheheh xp… heh? Salah ya 0.0 gimana kalo kamu dpt kagebusin'a naru aja.. yg aslinya tetep ma kanon xixixi xp +dijitak+
Misyel : ets ets… bener ga yaa? Tunggu aja di cerita selanjutnya xiixix xp
Rere : iyap bener! Kanon ngmbil konsepnya dari itu, tapi ceritanya kanon bikin sendiri.. maka'a kanon bingung masukin disclaimer'a apa nggak soalnya Cuma konsep aja yang diikutin…
Nggak.. Kyuubi itu beda sekolah ma naru tapi krn dia preman dan dulu suka main ke sklh naru jadi semua senior kenal sama dia.. dia minta jagain naruto dari seme seme nakal
Yugana Ran : last story udh tamat lhoo ^^….
Mksh bwt koreksinya….
Reikyaku kinri : tau tuh parah bgt taruhan.. +padahal kanon ikutan+ ahhah XDD
Nyahahh mksh mkasih.. anru tuh emng IMUTTT ABISSS! */* msh mau rnr? Gomen lama yaa
Arisu Kuroneko : ada yang pas naru dicegat pein kan dia ngebentak pein.. itu maksudnya… trus mrk sebenranya sadar.. cumak yang di maksud akting itu akting naru sebagai cewe ga keliatan kaya cowo yang hyperaktif kya biasa.. untuk ItaKyuu liat ntr yaa ^^
Sasunaru4ever : diriku jg mau dipeluk naruuu +hugs+ …gomen lama yaa
Ariza Kurosaki :umm Itakyuu-nya nanti yaa dipikirkan dulu ehheh ^^
Adeiin : iya nih udh lnjut maaf lama yaa…
YOSH MINNA! Maafkan keterlambatan ini…. Semoga chap slnjutnya kanon bisa update cepat! Ok
Biar lanjut terus kata Naru-chan dia minta review biar nasibnya ketauan ma siapa
Ahahah XDD…mind to? ^^
