A/N :

Gomen atas keterlambatan mengupdate.. dikarenakan kanon lagi banyak tugas kuliah + mau UAS.. heheh.. ow yaa maap juga ga bales review temen-temen.. tapi masih mau baca & review kan? Biar kanon semagat hahahah XDD..

Disclaimer : Masashi Kishimoto

rate : T

genre : Romance , friendship

Pairing : Sasuke x Naruto, Gaara x Naruto

warning : typo(s), miss typo, (agak) OOC, AU, BL, alur mungkin agak cepat

have a nice read ^^

dozoooo~~~

FRIENDSHIP AND LOVE… hmm?

Chappie 4 - last

000ooo000

.

Setelah mendapatkan surat dari Sasuke, hubungan Naruto dan Sasuke mulai membaik. Aura kecanggungan diantara mereka mulai menghilang. Selain Gaara yang setia menjenguk Naruto di rumahnya, secara diam-diam setiap malam Sasuke menjenguk Naruto juga, menggantikan kompres di kepalanya dan menyelimutinya bahkan mengecup keningnya. Tentu saja hal ini dilakukan ketika Naruto sedang tertidur lelap. Tetapi Kyuubi sang kakak mengetahui hal itu, bahkan beberapa kali sengaja memergoki Sasuke yang sedang menyelimuti Naruto dan sukses membuat wajah si Uchiha bungsu itu gelagapan seperti orang ketauan maling.

Beberapa hari kemudian, Naruto telah sembuh total dari sakitnya. Sifat cerianya kembali lagi. Gaara yang melihat hal itu tersenyum kecil.

"Minna! Ohayou!" teriak Naruto begitu menyapa teman-temannya seperti biasa.

"Ohayou Naru-kun, apa kau sudah sehat?" tanya Hinata

"Ah, penyakit macam itu kan Cuma sebentar aja buat dia Hinata-chan. Apa lagi ada ehem ehem yang menjaganya." Lirik Kiba pada Sasuke dan Gaara. Kedua orang yang dimaksud hanya memasang tampang stoic andalan mereka, sedangkan Naruto memandang Kiba dengan bingung.

"Sudahlah Naruto sekarang kita berangkat ke sekolah sebelum bel berbunyi." Neji berjalan duluan dengan menggandeng tangan Naruto dan diikuti oleh yang lain.

.

.

-Di Sekolah-

Saat ini Iruka-sensei sedang memberikan penjelasan terhadap pelajaran kesenian yang disukainya. Dengan wajah yang menampakan keseriusan, Naruto menggambar sesuatu diatas kanvasnya. Sesekali Sasuke memperhatikan Naruto sambil tangannya terus bekerja di atas kanvas. Entah gambar apa yang sedang dibuatnya itu. Lain pula dengan Gaara yang memang secara terang-terangan berkata bahwa dia akan melukis Naruto, oleh Karena itu Naruto duduk di depan Gaara.

"Naru-chaan, bolehkan aku melukis dirimu yang indah itu?" teriak Sai sambil melambaikan tangannya memberi kode pada Naruto, lalu Naruto membalasnya dengan menjulurkan lidahnya dan menarik sebelah matanya ke bawah dan membuang muka dari Sai dan Sai pundung tak jelas merasa di cuekin Naruto.

Sekitar 45 menit berlalu, wakli kepala sekolah Jiraya-sama. Masuk kedalam keas mereka lalu disambut riuh oleh para siswa karena jarang sekali si wakkepsek mesum ini mau datang ke kelas mereka.

"Yo! siswiku yang manis, imut, dan kawaii." sapa Jiraya–sama untuk para siswi.

"Hwoo.. Bapak anak cewe aja nih yang di sapa! Kita para siswa gak dianggap." teriak Hidan sang biang onar black and white itu.

"Gomen gomen, selamat siang smua siswa/siswi kelas…," ucapan Jiraya terhenti karena dia lupa sedang berada di kelas berapa.

"Kelas 2A Ero senseii.." Naruto berteriak mengingatkan Jiraya yang notabane teman dekat Neneknya.

"Haha hanya intermezo kok. Ehem..," Jiraya berdeham dan melanjutkan pembicaraan maksud kedatangannya. "Jadi, selamat siang murid 2A. saya selaku wakil kepala sekolah datang kemari dengan maksud memberikan kalian formulir pendaftaran untuk melanjutkan jenjang pendidikan. Kalian tulis tujuan utama yang ingin kalian masuki di kolom nomer satu dan pilihan ke dua di kolom ke dua jangan lupa sertakan alasan kenapa kalian memilih itu ya. Mengerti?" tanya Jiraya-sama.

"Mengertiiiii…" jawab murid 2A serempak.

"Bagus, lembar jurusan akan dibagikan oleh Iruka-sensei dan di kumpulkan 2 hari lagi ya. Kalo begitu bapak undur diri dulu." Jiraya-sama pun berlalu keluar kelas 2A.

Ow ya, jangan heran kenapa mereka yang masih kelas 2 sudah mendapatkan lembar kejuruan seperti itu. Karena kelas Naruto adalah kelas akselerasi. Dimana mereka hanya 2 tahun menjalani jenjang sekolah tinggi. Selain Naruto, Sasuke dan Gaara. Kiba, Hinata dan Neji juga berada di kelas akselerasi. Kelas ini hanya terdiri dari 3 kelas: 2A, 2B, dan 2C. biarpun namanya kelas akselerasi yang sering Dikatakan tempatnya anak-anak pintar berkumpul. Nyatanya kelas ini, sama seperti jurusan non akselerasi. Bahkan Naruto masih sering di hukum para guru kalau sudah membuat keonaran. Selain itu walaupun dia berada di kelas aksel, hampir semua kelas jurusan biasa menjadi temannya, karena Naruto tak pilih-pilih saat berteman. Back to story.

"Ne, Naru-chan kamu mau nerusin kemana? Aku mau ikut kemana pun kamu pergi." Sai mendekati Naruto yang masih memandangi kertas kejuruan itu.

"Kalaupun aku sudah memutuskan akan melanjutkan kemana, tak kan kuberitahu kau! Ichhh jauh-jauh kau sana perut rata." ejek Naruto sambil mengusir Sai yang deket-deket dengan tubuhnya.

"Naru-cha pelit, ntar kucium mau?" seringai Sai dibalik wajahnya yang selalu tersenyum.

"Rasenggaannn…." Naruto mulai mengeluarkan jurus tonjokan andalannya.

"Kabuurrr… Naru-chan ngamuk, hahahah." Sai lari menjauhi Naruto sambil tertawa terbahak-bahak karena berhasil menggoda uke idamannya itu.

"Huh.. Sai baka ttebayou!" Naruto menggembungkan pipinya menandakan dia kesal, tetapi tiba-tiba Sasuke menusuk pipi Naruto dengan ujung pensilnya setelah kembali menyerahkan lukisannya ke Iruka-sensei.

"gah! TEME.. sakit tau! emngnya pipiku itu balon apa?" bentak Naruto sambil mengelus pipinya yang terkena tusukan maut Sasuke

"Hn." Hanya itu jawaban yang diberikan si pria stoic tersebut lalu duduk kembali disebelah Naruto dan memasang mp3 nya.

"Huu dasar Sasutemecapantatbebek, eh ayam deh." ejek Naruto di belakang Sasuke yang sedang asik medengarkan musik di mp3 playernya, saat sedang asik-asik joget meledek Sasuke, Sasuke berbalik badan menghadap Naruto.

"Aku mendengar semuanya dobe, sekali lagi kau mengejekku jangan harap kau selamat malam ini." ancam Sasuke.

"Ka-kau mau apa teme?" Naruto tergagap melihat tatapan maut sang Uchiha yang biasanya tak mempan padanya, entah kenapa kali ini sangat mengerikan seperti ada niat terselubung di dalam sorot mata itu.

"Menurutmu? Hum…" seringai itu terpampang diwajah tampan Sasuke dan mulai mendekati wajah Naruto yang sudah memerah bagaikan udang rebus.

"Yak! Sudah hentikan, Naruto kau mau ikut aku ke kantin?" Gaara mendekap tubuh Naruto dari belakang.

"I-iya.. ayo Gaara." balas Naruto berdiri mengikuti langkah kaki Gaara keluar kelas.

"Cih, pengganggu.!" Omel Sasuke.

.

Sepanjang perjalanan ke kantin Naruto hanya diam saja, sensai perasaan pada Sasuke yang sempat menghilang ketika ia sakit, tadi muncul lagi ketika Sasuke mendekatkan wajahnya. Debaran itu muncul lagi, sehingga membuat Naruto mengenggam dada kirinya.

"Naruto? Kau tak apa?" Gaara berhenti berjalan dan menoleh ke arah Naruto yang masih memgangng bajunya.

"Hah? Ano.. tak apa Gaara." Ia mencoba tersenyum menghilangkan kekhawatiran di wajah sahabatnya itu.

"Yakin? Apa kau merasa sakit lagi?" Gaara menyentuh kening Naruto

"Un, daijoubu.. ayo kita ke kantin." Naruto menarik lengan Gaara sedangkan Gaara hanya nurut mengikutinya.

.

.

-Malam Hari-

"Ne ne.. Kyuu-nii, kau akan melanjutkan kuliah dimana?" tanya Naruto ketika sedang berada di kamar kakak satu-satunya itu yang asik bermain PS bersama Itachi.

"Berisik kau bocah! Nanti saja bertanyanya kau tak lihat akau sedang melawan monster keriput ini?" geram Kyuubi dengan pandangan tetap menatap televisi yang sedang menayangkan permainan berantem monster yang sedang dimainkannya bersama Itachi.

"Hei siap yang kau bilang monster keriput? Siap-siap kalah lagi kau Kyuu-chan, dan sesuai janji kau harus mau melakukan 'ITU'." Seringai khas Uchiha terpampang diwajah Itachi.

"Liat saja, takkan kubiarkan kau menang. Mau dikemanakan si cantik Deidaramu hah?" mata Kyuubi tetap tak berpaling dari layar tv dan tangannya semakin lincah memencet stick PS.

"Aku dan Dei hanya sahabat, kau tau kan dia sudah dimiliki si baby face Sasori. Dan aku tak ingin menjadi korban si baby face itu dengan menjadi bonekannya." Itachi mendadak merinding membayangkan dirinya dijadikan boneka tali Sasori.

"Alasan saja kau keriput! Yak satu tonjokan lagi kau kalahhh.. okehhh kagebushin no jutsuu!" teriak Kyuubi dengan hebohnya.

"Heii itu kan jurusku Kyuu-nii!" protes Naruto sambil merengut diatas ranjang Kyuubi.

"Mangekyo shringan aktif! Ok chidoriii…." balas Itachi dengan teriakan tak kalah semangat juga. Di lain tempat Sasuke mendadak bersin.

"Arrgghhhhhh tidaaakkkk!" Kyuubi mengerang dan mengacak-ngacak rambut orange kemerahannya.

"Hahahah yes yes! Aku menang menang." Itachi mulai joget-joget gak jelas karena kemenangannya yang sudah ke 120 kali melawan Kyuubi dipermainan yang sama.

"Kusoo keriputt! Kau curang," Kyuubi bertindak seperti anak kecil yang merajuk dengan memanjukan bibirnya dan meyilangkan kedua tangannya di depan dadanya, membuat Naruto sweetdrop melihat kelakuan kakaknya yang tak biasa seperti itu.

"Nah, Kyuu-chan sekarang waktunya menangih janjimu tadi.." Itachi merenganggkan kedua tangannya dan bergerak perlahan menuju Kyuubi yang sedang panik.

"Heh! Ga sadar kau kriput ada Naruto disini? Belum cukup umur dia.. dan peringatkan pada adikmu yang pantat ayam itu untuk jangan suka mencari kesempatan pada Naruto."

"Hum baiklah," Itachi beranjak dari atas badan Kyuubi. "Nah, Naruto-kun, bisakah kau tinggalkan kami berdua, ada urusan orang dewasa disini." Itachi tersenyum lembut tetapi bagi Naruto itu seperti kode yang mengatakan segera-keluar-dari-kamar-ini!.

"Ba..baik Itachi-nii" Naruto segera keluar dari kamar Kyuubi dan masuk ke kamarnya. Begitu Naruto keluar Itachi segera menutup pintu kamar Kyuubi dan menguncinya. Tak berapa lama kemudian terdengar teriakan dari arah kamar Kyuubi. Entah apa yang dilakukan oleh dua manusia itu, hanya mereka dan tuhan yang tau.

.

-ke esokan harinya-

Naruto, dan kedua orang tuanya telah duduk manis di atas meja makan untuk sarapan, sedangkan Kyuubi turun dari lantai 2 dengan memancarkan aura menyeramkan. Wajahnya yang sangar makin terlihat mengerikan walaupun tak mengurangi ketampanan wajah itu. Sambil mengusap-ngusap kedua lengan tangannya, lalu duduk dengan kasar. 3 orang yang sduah ada di meja makan, menatapnya dengan aneh.

"Kyuu? Kamu kenapa sayang?" ujar Kushina dengan lembut sambil meletakan nasi goreng di piring untuk anaknya itu.

"Urusai, kaa-san." Bentak Kyuubi

"Uzumaki Kyuubi! Jangan kasar sama kaa-san mu." Minato yang sedari tadi asik membaca koran menatap anak sulungnya dengan tajam karena membentak istrinya.

"Gomen, kaa-san.." ujar Kyuubi dengan lembut.

Acara sarapan itu berlangsung dengan tenang, dimana Naruto yang biasanya berisik mendadak diam karena matanya masih setengah terpejam. Ia masih mengantuk akibat memikirkan akan meneruskan kemana, sungguh ga penting banget bergadang hanya memikirkan hal itu. Saat sudah 80% tersadar ia menoleh ke arah kakaknya.

"Kyuu-nii? Tanganmu kenapa? Kok merah-merah begitu?" Naruto memegang lengan Kyuubi yang penuh dengan cap 2 jari kemerahan.

"Gah! Sakit bocah.. ni akibat kalah sama si kriput itu. Dia memukul 2 jarinya ke lenganku sebagai taruhan kita." Kyuubi mengusap lengannya lagi dengan wajah yang meringis kesakitan.

"Dasar Kyuu-nii baka, jelas aja Itachi-nii akan menang, kau kan selalu memakai monster yang sama dengan level kekuatan 8 sedangakan monster punya Itachi-nii levelnya 9 dan juga ia mempunyai kode membuka jurus-jurus." ceplos Naruto tanpa sadar.

"Owh.. fhufhufhu jadi begitu ya, dia bermain curang. Awas saja ya tunggu pembalasanku." Seringai rubah Kyuubi muncul.

"NARUTOOOOO!" teriak ke 5 sahabat Naruto (Cuma Kiba aja) di depan rumah, dengan cepat ia mengambil tasnya dan berpamitan dengan kedua orang tuanya. Ia menghindari seringai Kyuubi yang menakutkan itu yang pasti akan berdampak pada dirinya.

.

.

Pelajaran hari ini, diawali dengan pelajaran dari Kurenai-sensei, bahasa Inggris!. Mata pelajaran yang kurang disukai Naruto, baginya orang jepang harus bangga dengan bahasanya sendiri biar negara lain yang mempelajari bahasa mereka. Pemikiran yang tak masuk akal. (+lho?+)

Back to story. sejak festival sekolah itu dimana Kurenai-sensei memaksa Naruto menjadi maid, sekarang sering senyum-senyum sendri jika melihat Naruto. Di pikirannya telah berimajinasi mendandani Naruto dengan berbagai kostum yang ia miliki dari kostum kelinci, rubah, kimono, seifuku, hingga baju lolita. Bahkan ia dan anggota pencinta NarUKE lover, sering mengintainya ketika sedang berduaan dengan Gaara ataupun Sasuke.

"Ya, sebelum saya akhiri pelajaran hari ini, sekarang saya umumkan bahwa besok! Kalian harus mengikuti ujian harian. Pelajari materi yang telah saya berikan dari semester 1 hingga sekarang." Perintah Kurenai yang dibalas keluhan para murid.

.

"Ne, teme kita belajar bersama yuk!" ajak Naruto sambil menarik lengan baju Sasuke.

"Malas." Jawabnya datar

"Ayolah teme, kenapa kau jadi sejahat ini pada ku?" rengeknya dengan memasang mata berbinar-binar.

"Hn"

"Dasar teme jelek! Pelit!," Naruto memalingkan wajahnya sambil cemberut saat itu ia melihat sosok Gaara yangs edang membaca buku. "Gaaraa~." Teriaknya kencang membuat Gaara menolehkan kepalanya.

"Ada apa?"

"Ano~ bolehkah aku belajar untuk ujian bahasa inggris bersama mu?" tanya Naruto dengan malu-malu.

"Kenapa tidak dengan Sasuke?" Gaara berbalik bertanya.

"Ia tak mau, malah memilih ngobrol bersama Neji tuh." Tunjuk Naruto pada sosok Sasuke yang sedang berbincang dengan Neji di depan pintu.

"Baiklah, karena sekarang jam kosong hingga jam istirahat, bagaimana jika kita ke perpus?" ajak Gaara yang disambut anggukan riang dari Naruto. Mereka berdua pun melangkahkan kaki keluar dari kelas menuju perpus. Sepasang mata onyx mengawasi mereka berdua.

"Kita ikuti mereka yuk!" Kiba tiba-tiba muncul diantara Sasuke dan Neji.

"Bu-buat apa Kiba-kun?" sambung Hinata dengan tergagap

"Ya, kita mengawasi mereka lah.. habis tumben banget Naruto tidak mengajak kita belajar bersama malah berduaan dengan Gaara. Apa Naruto sudah jatuh cinta pada Gaara ya? naluriku berkata akan ada yang menarik Hmm." Pose Kiba layaknya seorang detektif.

"Menarik, ayo." Neji menyeret Sasuke untuk ikut dalam pengintaian kiba.

.

-di perpus-

Terlihat dua pemuda, yang satu manis dan satu lagi tampan .dengan rambut kuning cerah dan merah maroon, duduk di dekat jendela. Mereka duduk saling berhadapan satu sama lain. Di atas meja sudah ada buku-buku berbahasa inggris. Sesekali Naruto menggarukan kepalanya tanda tak mengerti dengan soal-soal yang diberikan Gaara. Dan dengan lembut Gaara menerangkannya, membuat senyuman mengembang di wajah tan itu.

Tanpa diketahui mereka berdua, di meja sebelah mereka yang memang dibatasi dengan bilik-bilik membuat mereka tidak ketahuan.

"Apa yang kita lakukan disini sih? Mereka Cuma belajar." Sasuke mengedarkan tampang sebal ke 3 orang temannya itu.

"Shhhtt.. nanti kita ketahuan." Kiba meletakan jari telunjuknya di depan bibir.

"Cih, membosankan." Keluh Sasuke.

.

"Naru," panggil Gaara saat Naruto sedang asik mengerjakan soal.

"Hm?" tanpa memalingkan wajahnya dari buku tulis di hadapannya.

"Kamu mau melanjutkan kuliah dimana?" tanya Gaara. Narutopun meletakan pensil dan menghadap melihat Gaara.

"Hum… aku mungkin ke Suna university, karena bisa mengambil jurusan komunikasi si teme juga kesana ngambil jurusan bisnis. Ow ya, kalo ga salah Gaara sudah diterima di otto university jurusan hukum kan? Hwaa kita akan jauh.." rengek Naruto.

"Aku bersedia pindah ke Suna jika kau yang meminta." ucapan Gaara membuat Naruto kaget, tak hanya Naruto ke 4 orang yang mendengar percakapan itu juga kaget.

"Maksudmu?"

"Jika, kau merasa kehilanganku aku akan pindah dari Otto lalu aku akan mengikutimu ke suna." Jelas Gaara tanpa ekspresi tapi memebuat Naruto merona dengan debaran jantung yang cepat.

"Tak, apa Gaara kan ada Sasuke disana. Tapi, " ucapan Naruto terhenti dan dilanjutkannya lagi. "Tapi, kemarin aku sempat mendengar ia memilih pilihan pertamanya di Iwa university." Tatapan mata Naruto menjadi sendu.

Gaara kemudian menggenggam sebelah tangan Naruto yang diatas meja, membuat rona wajah si pemuda manis ini merona tak berani menatap mata emerlard Gaara. "Aku suka padamu Naruto, ah bukan lebih tepatnya cinta padamu dari dulu. Untukmu akan ku lakukan apapun termasuk tak akan jauh-jauh darimu. Maukah kau melupakan Sasuke dan memandangku saja?"

"Me-melupakan Sa-suke, kenapa?" ujarnya dengan tergagap. Ke 4 orang di sebelah menjadi fokus mendengarkan yang dilakukan 2 oarang itu.

"Hn, dia tak pernah memandangmu. tetapi kamu selalu melihatnya apa adanya. Aku tak tega melihatmu dipermainkannya Naruto."

Pernyataan Gaara itu membuat Naruto kaget. Ia ingin mengatakan sesuatu tetapi serasa tercekek kata-kata itu tak keluar. Dan membuat Sasuke panas. Sedangkan Neji hanya tersenyum kecil sambil menggumamkan kata "Perkiraanku benar"

BRAK , bunyi gebrakan meja terdengar dari bilik sebelah membuat Gaara dan Naruto melihat sang pelaku yang adalah Sasuke. Sasuke berdiri dengan tatapan mata marah memanadang Gaara.

"Sa-sa-suke?" Naruto

"Hn, semoga kau bahagia sama dia dobe! Tadinya aku akan menolak penawaran Iwa university dan memilih di Suna saja. Tetapi ternyata percuma ya. Kau sudah memiliki orang yang akan menemanimu selalu." Sasuke berkata dengan pancaran mata marah, kecewa, sedih.

"Sasuke…"

Dengan cepat Sasuke meninggalkan mereka semua yang masih memandangnya dengan tatapan tak bisa diartikan, sedangkan Gaara datar seperti biasa. Semua orang terdiam tak tau mau mengeluarkan kata-kata apa untuk mengungkapkan apa yang sedang terjadi

"Maaf!" tiba-tiba Naruto menundukan kepalanya dan membungkuk depan Gaara.

"Naruto?"

"Maaf Gaara, aku tidak bisa menerima pernyataanmu. Aku menyayangimu sebagai sahabat terdekat gak lebih dan kau teruskan cita-citamu menjadi pengacara terkenal, jangan karena aku impianmu terhalang. Maaf.!" Naruto membungkuk lagi dan berlari menyusul Sasuke.

.

Kiba dan Hinata sudah tak mampu berkata apa-apa lagi, sedangkan Neji hanya memasang wajah biasa saja dan mendekati Gaara mencoba menenagkan sahabatnya itu.

"Ditolak ya?" ucap Neji sambil menepuk pundak Gaara.

"Hn, aku sudah tau akan begini hasilnya. Setidaknya masih sempat kunyatakan." Gaara tersenyum perih.

"Mau kuhibur?" tawar Neji

"Hn?" Gaara memandang pemuda berambut panjang di sebelahnya itu.

"Kutanya mau ku hibur? Biayanya 900 yen seharian." Masih sempat-sempatnya Neji memanfaatkan keadaan ini dengan mencari uang.

"Itu mahal atau murah? Kalau begitu kuterima." Lanjut Gaara yang ditanggapi sweetdrop oleh Kiba. Di lain tempat yang terdapat ruang kontrol kamera pengawas terlihat 3 orang sedang menonton kejadian tadi. Salah seorang dari mereka memasang tampang cemberut karena ia kalah taruhan.

.

.

-di lain tempat, tepatnya atap sekolah-

'Kusoooo! Kenapa dia berkata duluan sih! Dobe baka.' Omel Sasuke sambil menendang pagar pembatas.

Saat lagi asik mengomel, pintu atap menuju atap dibuka paksa . terlihatlah, Naruto datang dengan nafas terengah-engah karena berlari kesana-kemari mencari Sasuke.

"Hah..hah.. Kutemukan kau teme!" ujarnya dengan ngos-ngosan.

"Untuk apa kau kemari?" kata Sasuke dengan datarnya dan dingin.

"Mencarimu lah, ada yang harus kau jelaskan!"

"Tidak ada yang perlu dijelaskan, sekarang bisakah kau meninggalkanku sendirian." Sasuke membuang muka dan berjalan menjauhi Naruto, tanpa dikiranya Naruto dari belakang menerjang dirinya dan memeluk pinggangnya.

"Oy! Dobe! Lepaskan."

"Tidak! Jelaskan padaku, kenapa kau marah Gaara menyatakan cinta padaku hah!" tanya Naruto dengan suara agak kencang dan tetap mengeratkan pelukannya.

"…"

"jawab teme! Tahukah kau, beberapa hari ini setiap kau berdekatan denganku jantung ini berdebar dengan kencang. Aku tak tau mengapa itu terjadi. Apalagi semenjak kejadian pada malam kau mendekatkan wajahmu padaku. Wajahku serasa memanas bila mengingatnya! Aku rela belajar mati-matian agar bisa ada di universitas yang sama. Tetapi kau malah lebih milih ke Iwa. Ketika gaara menawarkan diri menemaniku kenapa kau marah HAH!, " Naruto mengeluarkan semua unek-uneknya selama ini.

"Na-naruto." Sasuke melihat wajah Naruto yang memerah dan air mata yang mengalir dari kedua bola mata sapphire nya.

"Kau itu kenapa Uchiha Sasuke! Kau sedang mempermainkanku? Hiks..hiks..hiks.." sekrang airmatanya benar-benar mengalir dengan sempurna membasahi telapak tangannya yang digunakan untuk menutupi wajahnya.

"Gomen, dobe. A-aku hanya cemburu," ucap sasuke sambil membuka telapak tangan Naruto dari wajahnya

"Aku tak pernah ada niat mempermainkanmu, perasaanku sama dengan Gaara. Makanya begitu Gaara berkata seperti itu membuatku kesal."

"Benarkah?" Naruto melihat wajah Uchiha itu yang sudah memerah bagai kepiting rebus.

"Hn."

"…." Naruto tetap diam

"Katakan sesuatu dobe, kau tau begitu susah aku mengucapkan hal tersebut." Sasuke melipat kedua tangannya di depan dadanya

"Umm…komentar gitu?" Naruto berbalik bertanya, sungguh ia bingung harus mengatakan apa, karena ia sendiri belum yakin sama perasannya tapi, ia merasa terus berdebar bila bersama Sasuke.

"Hn."

"Hum.. aku juga," ujar Naruto dengan menggantungkan perkatannya. Ia memegang ujung kemaja seragamnya sambil menundukan kepalanya. Sedangkan Sasuke menunggu kepastian dari si dobe di depannya ini.

"Juga apa?"

"Eng.. aku juga suka teme kayanya." Jawabnya dengan malu-malu. Dan langsung mendapat pelukan hangat + kecupan di kening dari Sasuke, membuat Naruo semakin merah wajahnya melebihi rambut Gaara.

"Jadi, kita..-"

"Hn"

"Hehehe" Naruto hanya nyengir lebar karena sudah mengerti maksud Hn Sasuke itu.

Lagi asik-asiknya bermesraan pasangan baru ini, tiba-tiba ke 4 sahabatnya masuk dan menyoraki mereka berdua. Kiba paling semangat berteriak sedangkan Gaara tersenyum tulus melihat Naruto yang bahagia. Hinata melirik-lirik ke arah Kiba, menunggu kapan ia dan Kiba akan bersama. Sedangkan Neji yang entah sejak kapan terus menggandeng tangan Gaara. Semuanya ikut berbahagia atas hari kejadian ini.

.

-di lain tempat tepatnya di ruang kepala sekolah-

3 orang yang sedari awal melakukan taruhan atas cinta segitiga itu, duduk mengelilingi meja bundar yang ada di dalam sana. Ya mereka bertiga adalah 3 petinggi sekolah yaitu, Tsunade sebagai kepala sekolah, Jiraya sebagai wakil kepala sekolah dan Orochimaru sebagai Guru sekaligus sahabat dua orang tersebut.

"Ah! Sialll aku kalah!" gerutu Tsunade begitu melihat hasil dari taruhan mereka.

"Sudah kubilang, pesona Sasuke itu kuat Tsunade. Ayo berikan uang kalian berdua." Orochimaru dengan bangganya memalak Tsunade dan Jiraya.

"Haah~ ternyata dia menyimpang, padahal sudah sering kuajak mengintip wanita-wanita di onsen dan memberikan buku icha icha paradise. Ternyata tak mempan ya. Nih! 3000 yen." Keluh Jiraya sambil memberika uang 3000 yen hasil taruhan mereka.

"Hohoho dengan uang sebanyak ini, aku bisa membeli baju baru.. makasih ya sahabat-sahabatku. Ahhahaha " Orochimari tertawa bahagia setelah menerima uang dari Tsunade dan Jiraya kemudian keluar ruangan dengan wajah sumringah.

"Hei, Tsunade," panggil Jiraya pada sahabatnya itu yang sedang asik minum sake guna menghilankan kekesalan kalah taruhannya.

"Apa?"

"Kita taruhan lagi yuk! Kali ini 4000 yen!." Ajak Jiraya.

"Siapa lagi yang mau kita intai?" jawab Tunade dengan malas-malasan

"Kita taruhan apakah Deidara akan jadian sama Itachi atau Sasori, gimana?"

"Kalau begitu sekarang kau berikan 4000 yen padaku." Tsunade mengadahkan tangannya dengan kepala tetap di atas meje.

"Heh? Kok udah secepat itu?"

"Lihat CCTV di layar no 3. Itu Deidara sedang ciuman sama Sasori. Dan asal kau tau ya Itachi itu udah jadian sama cucuku, Kyuubi! Jadi kau kalah." Jelas Tsunade yang langsung membuat wajah Jiraya pucat.

"Yahh.. tekor deh "

.

.

OWARI…~

.

a/n : nyaaa~ minna.. akhirnya tamat juga T_T.. maaf ya aas keterlambatan update, selain lagi sibuk ma tugas. Kanon juga mentok ide!.. huhu makasih banget untuk para senpai, reader, silent reader yang udh setia dan mau membaca cerita kanon ^^…

akhir kata… sampai jumpa di cerita selanjutnya…, maaf ending cerita ini terlihat maksa TT_TT..

.

SAY THANKS TO:

Yamamura Ayumu

Ttixz lone cone bebe

Namikaze Trisha

Superol

CcloveRuki

Reikayaku Kinri

Misyel

SasuNaru4ever

Ashahi Kagari-kun

Shanera Sabanami

Kyuu-chan

Rukizhu

DAN KAMU!

Gomen ya, review nya ga sempet dibales.. tapi review dari kalian semua bkin kanon seneng, berarti karya kanon bisa dinikmati ^^…

Sa, Minna… masih mau review di chapter akhir ini? ^^

Sankyuu~