Hinata and Gaara

A fanfic Sunasiblings

Disclaimer: Udah tau semua kan? Jadi saya ga usah ngulangi dong :P

Chapter 8 : Kau, Sasuke?

"Bagaimana?"

"Kau tenang saja, semua akan berjalan sesuai rencana kita. Si Hyuuga sendiri yang akan membantu kita menghabisinya"

"Bagaimana dengan Naruto? Dia akan merepotkan"

"Naruto? Dia bagianmu. Urus dia, dan aku akan urus Hyuuga Hinata"

"Rencana bagus"

"Kau siap?"

"hnn"

"Kalau begitu, ayo pergi"

Sebuah bayangan berkelebat di kegelapan malam. Bayangan itu melompati atap-atap gedung tanpa menarik perhatian satupun dari orang-orang yang berlalu lalang dibawahnya. Tiba-tiba, di sebuah gang sempit, bayangan itu berhenti bergerak, menyelinap ke belakang sebuah pilar, dan bersatu dengan bayang-bayang. Sosok itu berdiri diam menunggu sesuatu yang ia yakin akan muncul.

Beberapa waktu berlalu, sosok itu tetap menanti dengan sabar hingga akhirnya sekelebat sosok lain muncul perlahan-lahan dari ujung lain gang sempit tersebut. Sosok kedua itu berjalan perlahan, seakan tidak menyadari keberadaan sang sosok pertama dan tiba di depan sebuah pintu, ia menurunkan tudungnya, menampakkan wajah wanita muda cantik dengan rambut indigo panjang tergerai hingga ke pinggang. Wanita itu mengangkat tangannya dan mengetuk pintu kayu di hadapannya

"Naruto-kun" bisiknya lirih

"Naruto-kun, ini aku. Bisa kau bukakan pintu? Ada hal penting yang ingin aku sampaikan" bisiknya lagi saat orang yang ditunggunya tak kunjung membukakan pintu.

Tak lama kemudian, pintu itu mengayun terbuka dan kepala seorang remaja pria menyembul keluar.

"Hinata? Kau nampak kacau. Cepat masuk" suruhnya sambil melingkarkan tangannya di pinggang sang gadis dan mendorongnya masuk, kemudian ia melongokkan kepalanya seakan meyakinkan kalau gadis itu tidak diikuti. Setelah yakin, ia menutup pintu dengan suara berdebum pelan.

Bayangan di balik pilar mengintip keluar setelah beberapa saat. Ia juga menurunkan tudungnya dan menampakkan raut wajah keras seorang pemuda dengan tatapan mata hitamnya yang seakan mampu tembok

Pemuda itu menjilat bibirnya dengan antusias "Sudah kuduga kau terlibat, Naruto-sama"

"Kushi-chan sakit?" Naruto membelalakkan mata heran mendengar berita yang dibawa Hinata. "Bukannya dia yang paling tidak pernah sakit?"

Hinata mengangguk "Ya, karena itulah aku cemas. Menurut Gaara ada sesuatu yang 'jahat' dalam tubuhnya. Tapi aku tidak tahu apa itu. Mungkin kau bisa membantu" terlihat sekali dari kilatan mata lavendernya kalau gadis itu sangat cemas dengan keadaan adik kesayangannya itu.

"Oke" Naruto mengambil jaketnya dan melangkah ke kamar "Tunggu sebentar, kita segera ke sana" serunya sambil menutup pintu kamar.

"Naruto-niichan, Hinata-neechan"

Naruto agak terhenyak mendengar suara lirih yang keluar dari bibir mungil gadis yang biasanya selalu cerewet dan bersemangat itu. Ia memperhatikan tubuh lemah di hadapannya, tubuh yang seakan tidak memiliki kekuatan untuk hidup, hanya mata hazelnya yang bersinar redup yang mengindikasikan bahwa sang pemilik tubuh masih ingin bangkit.

"Kushi-chan, apa yang terjadi padamu?" bisik pemuda itu lirih sembari tangannya mengelus rambut hitam sang gadis kecil.

Kushina menggeleng lemah "Tidak tahu. Tubuhku tiba-tiba terasa berat dan lemas tak lama setelah pulang tadi sore" jawabnya dengan suara lemah.

Gaara mendekat membawa sebuah lap basah "Aku merasa ada sesuatu yang asing dalam tubuhnya. Mungkin karena itulah Kushi jadi sakit, tapi aku tidak tahu apa itu"

Naruto meletakkan tangannyadi dahi Kushina dan berkonsentarasi memusatkan tenaga dalamnya. Pusaran angin merah berputar pelan di tangan Naruto sebelum menghilang dalam tibuh Kushina.

"Ya, aku juga merasakan ada benda asing"

"Di mana?" Hinata muncul sambil menjinjing sebuah ember berisi air hangat

"Di lehernya. Benda asing yang terbuat dari metal. Entah siapa yang memasukkannya"

"Minggirlah, biar aku coba keluarkan" Hinata berlutut di sebelah Kushina dan menaruh tangannya di leher sang gadis sambil menutup mata.

Tangan Hinata berpendar kebiruan dan pendar itu makin kuat, melingkupi seluruh leher Kushina, dan ketika pendar itu menghilang, Hinata menggenggam sebuah kamera mungil berwarna hitam. Hinata, Gaara, dan Naruto memandang kamera mungil itu dengan terkejut

Naruto mengernyit "Kamera? Jadi, kita dimata-matai?"

"Ya, itu benar. Anda memang pintar Naruto-sama"

Naruto, Hinata, dan Gaara terlonjak kaget mendengar suara yang tiba-tiba menggema itu. Dengan cepat, Naruto menoleh ke arah sumber suara dan melihat sebuah sosok berjubah dan bertudung hitam berdiri di pintu masuk. Sosok itu terasa menakutkan, bukan karena sosoknya yang jangkung, tapi karena entah kenapa, semua orang di situ, termasuk anak-anak sekalipun, dapat merasakan aura yang kelam dan mengerikan terpancar darinya. Aura yang samar-samar dapat diingat oleh Naruto. Tapi kapan dan dimana? Pemuda itu tak dapat mengingatnya. Siapa sang pendatang itu? Kenapa Naruto tak dapat mengingatnya?

"Selamat bertemu lagi. Dan kali ini, dalam situasi yang berbeda rupanya" senyum sang pendatang dengan suara mengerikan

Naruto mengernyit "Kau… siapa?" tanyanya ragu "Kenapa kau tahu namaku?"

Pemuda berjubah itu tertawa pelan "Melupakanku? Rupanya anda masih tetap bodoh seperti biasa, Naruto-sama. Aku heran, bagaimana mungkin mereka tidak dapat melacak keberadaanmu selama 3 tahun" ejeknya sinis

Naruto menggeram marah dan berlari ke arah pemuda itu "kau akan membayar ucapanmuitu, teme. HYYYYEEEAAHHH" teriaknya sambil mengayunkan tinjunya keras-keras

Pemuda asing itu tersenyum meremehkan. Lalu, dengan gerakan cepat ia berputar dan mengayunkan kakinya, menendang perut Naruto dengan keras sebelum tinju Naruto mencapainya, membuatnya terpelanting ke belakang. Namun, sebelum tubuhnya menyentuh tanah, kumpulan pasir di tempat itu tiba-tiba bergerak naik, membentuk semacam alas empuk di bawah Naruto sehingga ia tidak terbanting ke tanah.

"Makasih Gaara" sengal Naruto.

"Sama-sama" balas Gaara kalem "Tampaknya kau bukan pemuda biasa ya. Siapa kau sebenarnya?" tanyanya pada sang pemuda.

"Kau, Gaara kan?" pemuda itu malah balas bertanya "Bijuu yang dinyatakan hilang itu? Tak kusangka, kita bertemu di sini. Sejak dulu aku penasaran, seperti apa sebenarnya kemampuan pemuda terkuat di sini. Sekarang, kurasa aku dapat merasakan kekuatanmu"

Sosok itu maju menerjang Gaara. Kecepatannya terbilang menakjubkan mengingat pakaiannya yang pasti merintangi gerakannya dan kondisi lantai yang agak licin. Tangan kanan sang pemuda menyambar sesuatu dari balik jubahnya dan sebilah pedang teracung lima senti di hadapan Gaara. Namun, Gaara segera melompat mundur sambil melambaikan tangannya, mengendalikan pasir yang langsung memadat menjadi pelindung di antara Gaara dan sang pemuda. Gaara kembali menggerakkan tangannya dan pasir itu berubah bentuk menjadi cakar raksasa dan melayang mengejar musuh. Pemuda itu berkelit gesit, tapi pasir-pasir yang dikendalikan Gaara terus mengejar dan menyudutkannya. Saat itu, tanpa diduga Hinata melesat mendekat dan menyerang sang pemuda. Pemuda itu, terlambat menyadari serangan Hinata dan terlambat mengelak, Hinata hampir berhasil menyerangnya jika saja sebilah kunai tidak tiba-tiba terbang ke arahnya. Hinata bergegas melompat mundur, hanya berhasil menarik jubah musuhnya sebelum berkelit menghindari beberapa kunai lagi.

"Siapa itu? Tunjukkan dirimu!" raung Naruto keras

"Hihihihihi" hanya sebuah tawa seram yang menjawabnya. Tidak ada sosk yang muncul lagi.

Gaara mengernyit melihat pemuda yang kini sudah tidak mengenakan jubahnya lagi. "Kau.."

Pemuda itu menepuk-nepuk kemeja biru tuanya dan menatap Gaara dengan sorot misterius. Lalu, ia mengalihkan pandangannya ke Naruto yang tertegun melihat wajahnya dan merubah sorot misteriusnya menjadi tatapan penuh ejekan. Bibirnya bergetar, membentuk seringai

"Kurasa kau mulai mengenaliku, hmm... Naruto-sama"

Naruto mengacungkan telunjuknya ke arah sang pemuda, bibirnya membuka tutup seakan hendak mengatakan sesuatu. Tangannya agak bergetar tanda pemuda itu sedang shock berat.

"Kau kenapa Naruto-kun? Kau mengenalnya?" Hinata berjalan ke arah Naruto dengan tampang khawatir

Naruto mengangguk "Ya. Aku mengenalnya"

"Siapa dia?"

"Dia..." Naruto menarik nafas panjang seakan berusaha mengumpulkan segenap kemauannya untuk membuka mulut "Sasuke Uchiha, seorang pembunuh bayaran yang belum pernah gagal melaksanakan misinya, dan juga mantan pengawalku dulu"

"Sasuke... Uchiha?"

Pemuda yang ternyata bernama Sasuke itu tersenyum dingin "Ya. Akulah Sasuke Uchiha, The Best Killer di kota ini. Sekarang, kalian bersiaplah untuk menemui ajal kalian" ucapnya sambil menyiagakan pedangnya hendak menyerang mereka bertiga.

"Jadi, mereka sudah bertemu?"

"benar Orochimaru-sama. Semua sesuai yang anda rencanakan"

"Bagus" seorang pemuda berpakaian mewah dan berambut hitam panjang tersenyum licik mendengar laporan sang pelayan kepercayaannya. Tangannya membelai seekor ular piton besar yang bergelung di samping kursinya.

"Kabuto."

"Ya Orochimaru-sama" sang pelayan mendekati tuannya

"Siapa yang kausuruh menemui Sakura dan Sasuke?"

""Yamanaka Ino dan Kojiro Sai tuan"

"Anggota Bijuu?"

Kabuto mengangguk mengiyakan

"Bunuh mereka. Buat seolah-olah kecelakaan. Pokoknya, jangan sampai ada yang tahu kalau aku yang merencanakan semua ini"

"ha'i" Kabuto memberi hormat dan segera berlalu dari hadapan Orochimaru

Orochimaru tersenyum mengerikan "Namikaze Naruto, Sabaku No Gaara, Hyuuga Hinata, Uchiha Sasuke, Haruno Sakura. Matilah kalian.. salahkan keluarga kalian yang berani-berani menentang Orochimaru" senyumnya sambil erus membelai kepala ularnya

To Be Continued

Hai all, saya balik lagi. Setelah hiatus hampir sebulan gara-gara liburan dan repot masuk sekolah... Chapter ini saya berusaha bikin lebih panjang dari sebelumnya. Dan buat Kitsune Murasaki, sudah mulai ada actionnya kan? Untuk lebih banyak actionnya, tunggu chapter 9 yang bakal saya publish seminggu lagi...

Sebenernya sih chapter ini mau saya buat action semua. Tapi kan di chapter 7 kemarin belum ada pembukanya, jadi kan aneh kalo tau-tau action tanpa basa-basi.. Pokoknya, di chapter 9 besok saya janji bakal full action and ada yang bakal mati. Mau tau siapa? Surprise dong..

Omong-omong, nama Kojiro Sai itu saya Cuma ngawur coz saya ga tau siapa namanya Sai. Ada yang tahu?

Happy Reading

Review Please...