Disclamers : : Tite Kubo

Title : : I can change you!

Warning : : GAJE, ABAL, OOC, BAGI YANG GAK SUKA, LANGSUNG AJA KELUAR! :p

Summary : : Rukia balas dendam! Ichigo dikerjai lebih parah lagi oleh Rukia hingga ia panik. Apa yang Rukia lakukan pada Ichigo?

Aku merasa sedikit ketakutan. Semenjak aku menerima amplop yang ada di lokerku, aku jadi merasa ketakutan. Sebenarnya siapa orang yang meletakkan amplop berisi fotoku yang berciuman dengan orang yang tak kukenal berjaket putih dan abu-abu itu sewaktu aku dalam perjalanan pulang itu? Apa jangan-jangan Ichigo? Tidak, kau bodoh Rukia. Mana mungkin Ichigo punya ide seperti ini?

aku kini berada dalam kelas sendirian. Akulah yang pertama masuk kelas setelah selesai berganti pakaian. Aargh! Sial! Kalau foto seperti ini diketahui murid lain, bisa hancur aku! "Eh?" pandanganku tertuju pada sebuah kain berwarna abu-abu yang ada di dalam tas Ichigo yang terbuka. Aku memandangi sekitarku, memastikan keadaan sedang sepi. Perlahan kuambil kain itu dari dalam tas Ichigo.

Sebuah jaket berwarna putih dan abu-abu. "Ah?" aku tersentak kaget melihat jaket itu, sangat mirip dengan jaket yang dikenakan orang yang menciumku itu! Benarkah dugaanku bahwa Ichigo adalah orang yang melakukan semua ini? Orang yang mempermainkanku?

Dari kejauhan, kudengar suara-suara ramai para murid. Aku kenal suara ini, ini pasti suara rombongan Ichigo! Segera kumasukkan kembali jaket itu ke dalam tasnya dan segera bersembunyi di balik lemari.

"Hahaha, kalau kalian lihat wajah Rukia saat berhadapan dengan Kokuto, kalian juga pasti akan tertawa," itu adalah suara si mesum Ichigo. Aku sedikit mengintip mereka. Ternyata mereka sedang duduk bergerombol sambil minum minuman yang mereka sukai masing-masing.

"Sudahlah Ichigo, lagipula tanpa aku, sebenarnya kau bisa saja kan menghindar dari lemparan bola basket tadi," Ah, itu suara Kokuto. Sebenarnya aku mengagumi laki-laki ini, tapi sayang dia masuk dalam gerombolan si mesum itu.

"Kenapa kalian tadi tidak memfoto Rukia? Aku kan juga ingin melihat ekspresinya!" itu pasti suara Renji, yang paling menyebalkan di antara gerombolan itu.

"Benar-benar keterlaluan," itu suara Ishida, ini yang paling baik dan pengertian di antara gerombolan itu.

"Hahaha, kalian tahu tidak? Saat aku memasukkan foto itu ke dalam loker Rukia, kulihat bra Rukia berwarna ungu!" itu suara Kaien.

HAH? APA? Dia melihat bra-ku? Sialaaaan! Jadi dia yang menaruh foto itu ke dalam lokerku?

"Oh ya, Ichigo! Bagaimana rasa bibir Rukia kemarin?" aku shock mendengar pertanyaan dari Kokuto. Jadi yang sebenarnya menciumku kemarin Ichigo?

"Rasanya sedikit berbeda dengan bibir-bibir kebanyakan perempuan. Bibirnya mungil, mudah dilumat, lembut, dan lidahnya tak terlalu merepotkanku untuk menikmati ciuman kami," uuhh… ucapan Ichigo membuatku memerah. Tapi ini keterlaluan! Dia dengan paksa menciumku! Aku kembali mengintip Ichigo. Kuamati bibirnya yang meminum cola. Tiba-tiba gerakan ciuman kemarin kembali teringat, membuatku makin memerah.

"Aku tidak puas dengan bibirnya saja, aku juga ingin menyentuh tubuhnya…" kalimat yang diucapkan Ichigo membuatku terkejut.

"Jadi kau tidak jadi mempermalukan Rukia? Jangan-jangan kau suka dengan Rukia!"

"Tidak. Aku bukannya suka dengan Rukia, tapi… setelah aku berhasil mempermalukan perempuan itu, aku akan menidurinya," DEG! Aku makin tak bisa mengatur detak jantungku. Kenapa tiba-tiba rasanya sakit? Perempuan mana yang mau dengan mudahnya setelah dipermalukan laki-laki kemudian di tiduri? Ini keterlaluan.

"Kejam sekali kau, Kurosaki Ichigo." Kata Ishida. Kudengar suara tawa pelan Ichigo. "Dia duluan yang cari gara-gara denganku. Sok sekali perempuan itu bersikap tegar di hadapanku,"

- # # # -

Jadi kemarin Ichigo yang menciumku, lalu dia memfotonya, dan akan menyebarkannya dan kemudian dia akan membuatku merasa malu lalu dia akan meniduriku? Argh! Aku muak dengan rencana liciknya! Aku tidak bisa berdiam diri lagi! Akan kubalas perbuatanmu, Ichigo!

"Rukia-Chan, apa sudah ada ide untuk menghilangkan kebiasaan mesum Ichigo?" Tanya Hinamori yang ada di sebelahku diikuti dengan Inoue dan seorang sahabatku lagi bernama Soi Fon. Aku mengagguk.

"Aku sudah punya rencana, tapi aku juga butuh sesorang untuk menjalankan rencana ini. Apa kalian punya kenalan seorang laki-laki… emmh…" potongku dengan sedikit kurang yakin dengan rencanaku ini.

"Laki-laki apa?" Tanya Inoue dengan penasaran. Aku mengisyaratkan teman-temanku untuk lebih mendekat kepadaku dan kubisikkan sesuatu pada mereka.

"Seorang laki-laki yaoi…"

- # # # -

Teng… teng…

Bel pulang sekolah berbunyi. Semua murid langsung berkemas untuk segera pulang. Kecuali aku. Entah kenapa dari tadi, Ichigo terus menatapku sesekali menyeringai. Aku pun acuh padanya dan tanpa memperhatikannya langsung melewatinya. Namun tangan besarnya menahan tanganku dan menarikku ke tempat duduknya.

Aku membentaknya kasar.

"Apa yang kau inginkan, Ichigo? Lepaskan aku!" Ichigo menaruh telunjuknya di bibirku. Ia posisikan aku duduk di pahanya, benar-benar posisi yang membuat pikiranku tak menentu. Mata hazelnya dengan serius menatapku.

"Kapan kau akan membuatku malu?" ucapnya. Aku kesal dengan pertanyaannya yang menantangku itu. Tanganku hampir menampar pipinya, namun tangannya dengan cepat kembali menahanku.

"Semakin kau kasar, semakin aku tertarik padamu, Kuchiki Rukia." Ucapan Ichigo membuatku muak. Saat ini aku akan mengikuti permainanmu, tapi lihat saja, Ichigo. Begitu aku menemukan orang yang kucari, akulah yang akan mempermainkanmu.

"Boleh aku tawarkan sesuatu untukmu?" katanya.

Aku tak memberikan jawaban melihat dia tersenyum licik. Ichigo mengeluarkan sebuah foto kami yang berciuman. Aku tahu, dia pasti akan mengancamku.

"Apa yang akan dikatakan teman-temanmu kalau Kuchiki Rukia ternyata juga hanyalah cewek yang gampang dicium laki-laki dengan mudah?" Ichigo tertawa kecil melihat reaksiku yang acuh. Ia membisikkan sesuatu padaku.

"Ciuman denganmu yang kemarin membuatku ingin melakukannya lagi, Rukia…" sontak aku segera melepas paksa tanganku dari cengkraman Ichigo dan segera menjauh darinya.

"Sudah puas mempermainkanku? Aku tak punya banyak waktu, aku harus pulang!" kataku kasar.

Ichigo masih tetap duduk di kursinya. "Terserahmu. Pulanglah, aku tak akan menahanmu,"

- # # # -

I feel my soul, take me your way… so taatta hitotsu o…

Ahh… nada pesan ponselku berbunyi. Aku segera mengambil ponselku di meja. Kulihat dalam layar itu pesan dari Soi Fon.

From : Soi Fon

Rukia, temanku berhasil membuat Ichigo tertidur dengan obat bius. Sekarang segeralah kau ke rumah Ichigo dan jalankan rencananya!

Bagus! Aku berhasil balas dendam, Kurosaki Ichigo! Segera kukenakan jaket berwarna ungu milikku dan berlari menuju pintu rumah.

"Rukia, mau ke mana kau?" cegat Nii-Sama.

"Ada buku yang harus kukembalikan! Maaf Nii-Sama, aku buru-buru!" kataku lalu melewati Nii-Sama dan segera berlari menuju rumah Ichigo.

- # # # -

Akhirnya sampai di rumah Ichigo! Aku mengetuk pintunya. Sesaat kemudian, nampak seorang wanita cantik yang membukakan pintunya.

"Kau Kuchiki Rukia?" tanyanya. Aku mengagguk.

"K-Kau siapa?" tanyaku balik. Wanita itu tersenyum.

"Aku Ayasegawa Yumichika, kenalan Soi Fon yang seorang yaoi." Katanya dengan bangga menyatakan dirinya seorang yaoi. Dan aku tertipu dengan penampilannya yang seperti wanita itu!

"Bagaimana dengan Ichigo?" tanyaku kemudian mempersiapkan pengaturan ponselku dalam keadaan kamera. Yumichika tiba-tiba menggeretku ke kamar Ichigo.

"Kau akan senang melihatnya!" katanya.

Saat aku memasuki kamarnya dan melihat keadaan Ichigo, aku langsung membungkam mulutku sendiri yang hampir berteriak. Yumichika menatapku heran.

"Ada apa, Rukia?" tanyanya.

Aku menggeleng cepat. Oh Tuhan! Lihatlah keadaan Ichigo saat ini. Pemuda berambut oranye itu tertidur lelap dalam keadaan telanjang dada, resleting celananya yang terbuka menampakkaan celana dalamnya yang berwarna hitam, dan keringat yang membasahi tubuhnya semakin membuat perempuan makin terpesona. Aku sesaat merasa takluk di hadapan pemuda ini. Semuanya nampak sempurna. TAPI SAYANG DIA PLAYBOY!

"Yumichika, lakukan sekarang! Buatlah posisi yang benar-benar 'panas'!" kataku dengan perasaan dendam yang meluap.

"Oke!" Yumichika mulai menaiki tubuh Ichigo dan memulai pekerjaannya. Aku segera memotret kegiatan tersebut. Setelah cukup mendapatkan hasil yang banyak, aku pun berhenti.

"Kita sudah selesai. Ayo pulang, Yumichika!" ajakku. Yumichika mengagguk lalu sejenak ia memberi ciuman jauh pada Ichigo. Hahaha, dasar!

END RUKIA POV

- # # # -

"Unghh…" Ichigo mengeluh saat ia terbangun dari tidurnya gara-gara cahaya matahari menyinari matanya. Ichigo bangun dari kasurnya dan melihat tubuhnya dari cermin. 'Sejak kapan aku telanjang…?' pikirnya. Ichigo berusaha mengingat kembali kejadian semalam. Seingatnya ia didatangi wanita cantik…

FLASHBACK

Pukul 20.00, suara ketukan pintu terdengar di rumah kediaman Kurosaki. Ichigo, seorang anak lelaki dari Isshin dan Masaki Kurosaki yang sedang ditinggal kedua orang tuanya ke luar kota, mengerutkan alisnya begitu mendengar suara ketukan itu. 'Siapa yang datang malam-malam begini? Mengganggu istirahat saja,' pikir pemuda berambut oranye itu. Ia kemudian berjalan gontai ke arah pintu. Tangannya lalu memutar kenop pintu dan pintu pun terbuka.

Mata Ichigo terbelalak melihat seseorang di hadapannya.

"Si-Siapa kau?" kata Ichigo dengan terkaget melihat seorang gadis cantik berambut panjang tengah tersenyum dengan cantiknya. Gadis itu dengan tiba-tiba memeluk Ichigo, membuat Ichigo kaget.

"Kurosaki-Kun... aku kangen," ucapnya. Pemuda yang dipeluknya tak bisa berfikir jernih dengan keadaan seperti itu. Pikirannya sudah melayang ke mana-mana begitu dipeluk gadis cantik yang tak dikenalnya.

"A-Ano, lebih baik kita bicara saja di kamar," kata Ichigo dengan maksud lain yang licik. Sang gadis hanya mengangguk sambil tersenyum.

Sesampai di kamar, Ichigo menyeringai melihat tubuh sang gadis yang berbalik badan dari bawah ke atas. Pikiran mesumnya mulai aktif.

"Hm... sepertinya kita memang sudah bertemu, tapi aku lupa. Siapa namamu?" tanya Ichigo sambil melingkarkan tangannya pada gadis itu tanpa rasa malu. Gadis itu tertawa terkikik.

"Aku Ayase. Kau jahat sekali melupakanku..." jawab gadis itu yang kini terdorong jatuh ke kasur karna dorongan Ichigo. Ichigo menyeringai mesum.

"Kau sudah masuk dalam rumahku, jadi jangan salahkan aku kalau aku berbuat macam-macam..." kata Ichigo sembari melepas kaosnya. Gadis bernama Ayase itu tersenyum. "Kemarilah, Kurosaki..."

Ichigo yang menerima tawaran menggoda itu langsung menindih Ayase. Tangan kekarnya segera meraba-raba tubuh gadis itu. Sedang Ayase hanya mengerang keenakan. 'Dadanya datar banget...' pikir Ichigo saat meraba bagian dada Ayase. Tapi Ichigo tak mempedulikan itu. Ia ingin segera memuaskan hasratnya. Tangannya yang cekatan menyingkap rok Ayase dan menurunkan celana dalamnya. Tangan Ichigo bermaksud mengelus bagian itu, namun gerakannya berhenti saat merasakan sesuatu yang panjang di bagian itu. 'Kok ada yang panjang?' pikir Ichigo. Ia mendongakkan kepalanya, melihat wajah Ayase yang memerah. Tangan Ichigo kembali memegang benda panjang itu. Rasanya entah kenapa seperti miliknya itu. Ichigo tiba-tiba tersentak kaget setelah pikiran jernihnya tak tertutup nafsu. Segera pemuda itu melihat bagian bawah Ayase. Matanya terbelalak.

"LAKI-LAKI?" teriaknya dengan sangat shock. Ayase yang menyadari bahwa Ichigo telah mengetahuinya adalah seorang laki-laki, segera mengeluarkan sapu tangan yang dibasahi obat bius dan membungkam hidung Ichigo. Pandangan mata hazel itu semakin mengabur. Dan pingsanlah Ichigo...

END FLASHBACK

"WHAT THE #$*%&#^^$!" teriak Ichigo setelah selesai mengingat kejadian semalam. Muka Ichigo memucat membayangkan dirinya ternyata hampir bercinta dengan laki-laki. "AKU BUKAN YAOIIIIIII!"

- # # # -

BRAAAAK!

Suara gebrakan pintu kelas yang digebrak Ichigo membuat para murid yang bersantai duduk-duduk di kelas terkejut. Mereka takut melihat kedua alis Ichigo berkerut, itu artinya ada yang tidak beres dengan pemuda itu. Rukia yang melihat keadaan Ichigo berusaha menahan tawanya yang ingin meledak. Gadis bermata violet tahu, pasti Ichigo telah sadar dengan kejadian kemarin.

Setelah Ichigo meletakkan tasnya ke meja, pemuda itu langsung keluar kelas dan berlalu entah kemana. Rukia kemudian mengeluarkan ponselnya. Ia utak-atik ponsel itu dan melihat kembali hasil foto kemarin malam.

"Sekarang aku punya sesuatu yang bagus untukmu,"

- # # # -

Ichigo terus bergumam kesal di depan-depan gerombolannya, membuat teman-temannya merasa terganggu.

"Berhentilah mengeluh, Ichigo! Kau membuatku tak bisa konsentrasi dalam game ini!" teriak Kaien yang sedang berusaha menyelesaikan game di ponselnya. Ichigo tiba-tiba mengambil ponsel Kaien.

"Aku sedang ada masalah, kau jangan cuek begitu! Kau temanku kan?" kesal Ichigo.

"Yare-yare..." kata Renji yang melihat sikap Ichigo sambil meminum soft drink di tangannya. Dengan cepat, soft drink itu tiba-tiba berpindah di tangan Ichigo, dan segera si pemuda berambut oranye itu meminumnya.

"A-Apa-apaan kau, Ichigo? Kenapa kau ambil soft drink-ku?" protes Renji yang kehilangan soft drink kesukaannya. Ichigo bernafas dengan lega dan puas setelah meminum minuman milik Renji. Setidaknya itu bisa membuatnya tenang.

"Kau sebenarnya kena masalah apa?" tanya Kaien yang mulai risih. Ichigo menggeram kesal.

"Sebenarnya aku dapat masalah yang memalukan, tapi aku malu bercerita pada kalian..." jelas Ichigo.

"Seorang Kurosaki Ichigo malu?" sahut Ishida. Mata hazel Ichigo segera melirik Ishida yang bicara barusan dengan nada meremehkan.

Tiba-tiba nada dering ponsel Ichigo berdering, yang artinya panggilan masuk. Ichigo langsung berlari ke arah ponselnya yang tergeletak di meja, namun tangan Kokuto sudah lebih dulu mengangkat panggilan ponsel Ichigo.

"K-Kau!" geram Ichigo. Kokuto menjulurkan lidahnya. "Week!"

"Halo?" lanjut Kokuto yang kini berbicara dengan si penelepon nomor Ichigo.

"Hey, Kurosaki Ichigo! Aku punya kejutan untukmu!" kata si penelepon yang tak dikenal itu. Kokuto mengerutkan alisnya.

"Kejutan?"

"Minggir! Seenaknya saja kau ini!" Ichigo langsung mengambil ponselnya dari genggaman Kokuto.

"Ya? Siapa ini?" kata Ichigo. Terdengar suara tawa seorang gadis. Itu membuat Ichigo bingung.

"Sebentar lagi kau akan jadi bahan pembicaraan sekolah ini," kata si penelepon yang tak dikenal itu.

"Apa maksud-HEY? H-Halo? Kenapa ditutup?" marah Ichigo saat ia ingin tau maksudnya, tapi pembicaraannya terputus.

Tiba-tiba kini giliran ponsel Kaien yang berbunyi.

"Eh? Siapa yang kirim pesan gambar?" kata Kaien sambil mengutak-atik ponselnya. Bukan hanya Kaien, setelah ponsel Kaien berbunyi, ponsel milik Kokuto, Renji dan Ishida ikut berbunyi.

"Pesan gambar?" kata mereka bersamaan. Ponsel Ichigo juga ikut berbunyi. Seperti yang lain, ia juga mendapat kiriman pesan gambar.

Belum sempat Ichigo membuka pesan gambar dari nomor tak dikenal, Ishida memanggilnya.

"Ada apa, Ishida?" jawab Ichigo.

"Lihat ini," Ishida memperlihatkan layar ponselnya. Mata coklat hazel Ichigo membulat tak percaya.

"Sejak kapan kau yaoi, Ichigo?" sahut Kokuto yang juga dikirimi gambar yang sama.

"A-Aku..." Ichigo terbata. Ia tak percaya dengan gambar yang disebar luaskan pada nomor-nomor siswa SMA Karakura. Gambar yang menunjukkan pose-pose panasnya bersama gadis, ah, tidak! Lelaki bernama Ayase yang menggodanya semalam...

Tiba-tiba seorang lelaki bertato 69 di pipinya muncul di hadapan Ichigo dan gerombolannya dengan nafas memburu. Seperti ia habis berlari dengan tergesa-gesa.

"Shuuhei Hisagi?" seru Renji yang mengenal pemuda itu. Hisagi menelan ludahnya sebelum ia bicara. Matanya mengarah pada Ichigo.

"Ichigo, Kepala sekolah memanggilmu!" katanya dengan benar-benar serius. Ichigo semakin berkeringat mendengar panggilan itu.

Kokuto kemudian mendekat pada Ichigo dan menepuk bahunya. "Tenang saja, biar kuurus masalah KepSek, kau tinggal hajar orang yang melakukan ini padamu habis-habisan..."

TBC

Holaaaa! Gimana dengan chapter ini? Apa malah membosankan? Entah kenapa saia jadi mikir beginilah cara balas dendam Rukia. Di chapter depan, aku mau bikin Ichigo ngamuk sama Rukia, sampai... pokoknya tunggu aja chapter selanjutnya XD. Soal lemon... kayanya saia belum siap bkin ^^a

Balesan review : :

Yamakaze Shizuka : : Haha, isi suratnya itu tuh, udah dijawab di fic ini ^^ makasih udah repiu!

Vvv : : Ini lanjutannya. Makasih udah repiu! ^^

Mayu Akira : : Kaget kenapa? Hehe. Makasih udah repiu! ^^

Ddbb : : yupz, penyerangnya Ichigo! Makasih udah repiu! ^^

Joe : : Tepat! Makasih udah repiu!^^

Voidy : : Makasih bnyak banget buat Voi-San yang sudah kasih tau kesalahan dan apa yang harus diperbaiki! XD soal Kokuto, Kokuto adalah chara baru di bleach movie 4! Makasih udah repiu!

Shaareeva Tu Oderschvanck : : Ini belum lemon kok. Haha, makasih udah repiu!

Ruki Yagami : : Ichigo emang cocok jadi mesum kan XD! Makasih udah repiu ^^

Ruki Svetlo : : Makasiiih pujiannya! XD Makasih juga sdh repiu! ^^

Kokota : : Ini sudah ada lanjutannya! Makasih udah repiu! ^^

Syeiibeautycerryblassom : : Ini udah apdet kok. Makasih udah repiu ^^

Chessa : : hehe. Apa chapter ini masih kurang panjang? Makasih udah repiu ^^

AnonymousReader : : Yup! Rukia kena foto! XD Makasih udah repiu ^^

Miyoone : : isi amplopnya udah dikasih jawabannya di sini! Makasih udah repiu ^^

Wi3nter : : Ya bayangin aja Ichigo senyum-senyum terus di depan perempuan, pasti kesan mukanya yang serem jadi mesum XD! Makasih udah repiu! ^^

IchiRuki fan : : ini udah apdet! Makasih udah repiu ^^

Dobelianaru : : Wah, maaf ya. Di sini belum ada lemon. Tunggu aja dan ikuti terus ceritanyaXD. Makasih udah repiu ^^

Kyucchi : : Tendang saja Ichigo! XD – Dihajar Ichigo- makasih udah repiu! ^^

Maaya-chan loph ichiruki : : Wah, jadi kamu milih siapa nih XD. Makasih udah repiu ^^

Jess Kuchiki : : Oh, bikin bingung yah 0.0 ? maaf, di chapter selanjutnya saya perbaiki! Makasih udah repiu ^^

Silent Reader : : Iyapz, jawabannya ada di sini ^^. Ini udah apdet, makasih udah repiu ^^

Chikuma mlz loginsad : : Yupz, makasih udah repiu ^^

UchihaHitsugaya Aoi Megami : : hehe, ini udah apdet, makasih udah repiu! ^^

Akhir kata, maaf kalau saya ada kesalahan kata yang menyinggung! Review anda sangat berarti bagi saya, jadi mohon review lagi .! Dan maaf kalau kayanya saia bakal hiatus lumayan lama, coz saia lagi ketagihan maen game jadul, Legend of Dragoon, Jo lali repiu XD!