Disclamers : : Tite Kubo
Title : : I can change you!
Warning : : GAJE, ABAL, OOC, BAGI YANG GAK SUKA, LANGSUNG AJA KELUAR! :p
Summary : : Ichigo benar-benar dianggap Yaoi oleh para murid SMA Karakura dan dia pun juga mengetahui bahwa Rukia adalah pelakunya! Apa yang akan terjadi pada Rukia? Byakuya pun juga memergoki Ichigo yang akan menyakiti adiknya...
# # #
"KUROSAKI ICHIGO, APA MAKSUD FOTO-FOTO MESUM INI?" Teriakan kemarahan Kepala Sekolah SMA Karakura bergema cukup keras di bangunan besar itu. Sampai membuat orang di luar pun begidik ketakutan mendengar teriakan marah yang sangat dahsyat itu.
Si pelaku, Kurosaki Ichigo cuma bisa diam sambil menundukkan kepalanya di hadapan kepala sekolah. Matanya tak berani melihat ataupun melirik Kepala Sekolah SMA-nya itu. Si kepala sekolah terlihat makin marah dengan sikap Ichigo yang tak bertanggung jawab itu atas foto-foto mesumnya itu.
"JELASKAN PADAKU TENTANG FOTO-FOTO HINA INI!" teriak si kepala sekolah sambil menunjuk pada foto mesum Ichigo di meja kerjanya itu. Ichigo masih menunduk. Keringat dingin keluar membasahi tubuhnya, otaknya terus berfikir untuk merencanakan kebohongan agar ia bisa lolos dari kepala sekolah.
"A-Anoo... jujur saja, aku tidak tahu tentang semua ini,"
"BAGAIMANA MUNGKIN KAU TIDAK TAHU? KAU KAN PELAKUNYA!" bentak kepala sekolah lagi. Sepertinya dia tidak memberikan kesempatan pada Ichigo untuk menjelaskan yang terjadi. Ichigo menghela nafas panjang.
'Sialan. Dasar kepsek menyebalkan. Kalau kau tidak punya hubungan khursus dengan temanku, kukirim kau ke neraka!' umpat Ichigo dalam hati.
Tok... Tok...
Suara ketukan pintu terdengar di tengah-tengah pertengkaran Kepala sekolah dan muridnya itu. Seorang laki-laki berambut putih dan tinggi yang mengetuknya itu masuk ke dalam ruangan Kepala sekolah. Ichigo yang melihat orang yang baru saja datang itu menghela nafas lega. Penolongnya telah datang.
"Ayah, aku yakin ini bukan karna disengaja. Pasti ada orang yang menjebak Ichigo," jelas orang itu, yaitu Kokuto, anak dari Mugurama Kensei, si kepala sekolah SMA Karakura. Kensei menggeleng-gelengkan kepalanya melihat anaknya malah membela temannnya yang jelas-jelas bersalah.
"Ini masalah serius, Kokuto. Sudah berkali-kali aku meloloskan Ichigo dari hukumannya karna kau terus membelanya. Tapi kali ini masalah serius. Foto-foto seperti ini kalau tersebar di luar sekolah bisa merusak reputasi sekolah kita." kata Kensei yang berusaha menyakinkan anaknya agar tak membela Ichigo. Tapi bukannya sang anak membela ayahnya, malah tetap bersikeras membela temannya.
"Tapi coba ayah pikirkan. Ayah tahu kan kelakuan Ichigo yang mesum dengan siswa perempuan? Ichigo hampir setiap hari bermain perempuan di sekolah, meski Ichigo sangat bernafsu pada perempuan, tapi dia tidak sampai melakukan hal 'itu'. Dengan perempuan saja untuk melakukan hal 'itu', Ichigo pasti masih pikir-pikir, tapi apa mungkin dengan laki-laki Ichigo tanpa berfikir langsung 'menyerang'? Kalau Ichigo yaoi, dia pasti akan 'menyerang'ku dan anggota gerombolan yang lain dari dulu. Mungkin juga termasuk ayah..." jelas Kokuto sambil tersenyum dengan mudahnya tanpa merasakan perasaan Ichigo yang dia singgung.
'Keluar dari sini, kubuat sekarat kau!' pikir Ichigo sambil memandangi Kokuto dengan deathglarenya.
Kensei mengerutkan dahinya mendengar penjelasan anaknya. Tapi masuk akal juga baginya. Ichigo dan anaknya telah berteman selama 4 tahun, kalau Ichigo memang yaoi, pasti sudah dari dulu dia menyerang anaknya. Dan sikap Ichigo pun tak Nampak seperti seorang maho.
Ichigo sedikit lega melihat reaksi kepala sekolah yang mulai tenang. "Jadi bagaimana, Pak?" tanya Ichigo.
Kensei dengan berat hati kini kembali meloloskan Ichigo dari hukuman karna pembelaan si anak. "Pergilah. Kau bebas dari hukuman," kata Kensei.
Ichigo dan Kokuto menghela nafas dan merasa lega dengan keputusan Kepala sekolah.
"TAPI!" teriak sang kepala sekolah di suasana lega mereka. "Kalau kalian mampu, tolong tangkap pelaku penyebaran foto ini. Aku ingin tahu siapa pelaku sebenarnya." lanjut Kensei serius. Ichigo dan Kokuto mengagguk.
"Kami akan menangkap pelakunya!"
# # #
Ichigo kini bisa berjalan tenang menuju kelasnya. Masalah telah selesai, tentu saja karna pertolongan dari Kokuto. Mata coklat pemuda berambut oranye itu melirik Kokuto yang ada di sebelahnya.
"Hey, terima kasih atas pertolonganmu lagi, Kokuto!" kata Ichigo pada pemuda di sebelahnya. Kokuto tertawa.
"Sudahlah. Biasa saja, ini tidak seberapa dengan pertolonganmu saat kita pertama kali kenal kan, sobat?" balas Kokuto. Ichigo tersenyum tipis mendengar ucapan Kokuto. Padahal dia tidak menuntut balas budi Kokuto padanya.
Dalam perjalanan, Ichigo dari tadi sadar dengan tatapan aneh para murid sedari tadi ia lewati. Tiap melewati mereka, pasti ada saja murid yang berbisik-bisik seperti menggosipkannya. Namun pemuda itu berusaha mengacuhkannya. Ia berusaha bersikap tenang seperti biasanya.
"Hey, Neliel!" seru Ichigo menyapa seorang murid perempuan dengan rambut hijau panjang dan wajah cantiknya yang sedang berdiri memandangi pemandangan luar sekolah dari jendela. Neliel menoleh pada Ichigo yang menyapanya. Raut wajahnya terlihat kesal begitu melihat pemuda berambut oranye itu.
Ichigo berjalan mendekati gadis itu, biasa... bermaksud menggodanya. Tangan Ichigo yang biasanya dapat dengan mudah memeluk Neliel, kini jadi berbeda dengan biasanya. Neliel dengan cepat menghindar dari Ichigo yang bermaksud memeluknya. Ichigo yang melihat sikap Neliel yang kini jadi berbeda hanya terbengong.
"Jangan lagi menyentuhku, YAOI!" bentak Neliel kasar pada Ichigo, membuat Ichigo dan Kokuto menganga melihat Neliel yang dengan blak-blakkan menyatakan Ichigo Yaoi!
Gadis itu langsung berlari menjauh dari Ichigo dan Kokuto dengan tatapan jijik. Kokuto menepuk bahu Ichigo.
"Masih ada yang lain, tuh!" kata Kokuto sambil menunjuk Momo Hinamori yang sedang berjalan sendirian. Dengan cepat, Ichigo langsung mendekati Hinamori dan akan menggodanya. Ichigo menghambat perjalan Hinamori menuju kelasnya.
"Hinamori~!" panggil Ichigo manja dengan seringaian mesumnya di hadapan Hinamori, membuat Hinamori merinding.
"B-Biarkan aku lewat, Kurosaki!" kata Hinamori sambil mendorong tubuh besar Ichigo, tepat di dadanya dengan kedua tangan mungilnya. Namun Ichigo malah menikmati sentuhan tangan Hinamori di tubuhnya. Kedua tangan Ichigo membentang, bersiap memeluk Hinamori, namun tiba-tiba seorang murid laki-laki menarik Hinamori mundur sehingga pelukan Ichigo meleset.
"J-Jangan sentuh Hinamori!" lawan si laki-laki itu yang bernama Toushiro Hitsugaya, murid yang biasanya digosipkan bahwa ia menyukai Hinamori. Ichigo mengerutkan alisnya melihat Hitsugaya yang berani melawannya.
"Kau mau mengganguku?" Ichigo menarik kerah seragam Hitsugaya, namun tangan Hinamori langsung melepasnya.
"Jangan melukai Toushiro, Kurosaki! Akan kulaporkan pada guru kalau kau melukai Toushiro di sekolah, dasar laki-laki YAOI menyebalkan! Tak normal!" teriak Hinamori yang menyatakan Ichigo seorang yaoi, sama seperti Neliel.
JLEEEEB!
Hati Ichigo serasa tertusuk tombak begitu kata 'Yaoi' kembali dikatakan untuknya. Hinamori menarik Hitsugaya menjauh dari Ichigo dan segera meninggalkan Ichigo yang kini sedang pundung meratapi dirinya yang kini dijuluki yaoi oleh para gadis. Kokuto menepuk-nepuk bahu Ichigo.
"Sudahlah, ini hanya sementar, semangatlah!." kata Kokuto memberi semangat pada temannya itu.
# # #
"Sudahlaaaaah... aku sedang tidak bergairah menonton video dewasa," desah Ichigo di tengah-tengah gerombolannya yang kini sedang akan menonton video dewasa dari ponsel Renji di halaman belakang sekolah. Tontonan faforit mereka. Kaien, Renji, Ishida dan Kokuto yang mendengar ucapan Ichigo terhenyak kaget dengan penuturan orang yang paling mesum dan yang biasanya paling bersemangat jika ada video dewasa.
"Kokuto, masalahnya tadi sudah selesai kan? Apa tadi Ichigo kerasukan arwah anti mesum setelah masalahnya selesai? Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Kaien dengan hebohnya karna perubahan sikap Ichigo.
Kokuto pun menjelaskan kejadian tadi pada para temannya itu bahwa Ichigo mulai kehilangan gairahnya dengan perempuan.
"Untuk masalah foto-foto itu yang sampai dipanggil ayahku sudah selesai, tapi masalah tentang Ichigo bukan seorang yaoi belum selesai. Para murid perempuan kini meragukan Ichigo yang normal dan men-cap Ichigo sebagai yaoi. Ichigo pun shock dengan panggilan yaoi itu," jelas Kokuto.
Kokuto dan yang lainnya menatap dengan iba Ichigo yang sedang meringkuk murung dengan nuansa depresi yang hebat.
Renji mendekati Ichigo yang sedang dirundung depresi itu. Pemuda berambut merah itu menunjukkan ponselnya pada Ichigo.
"Hey, jangan murung terus. Aku punya video dewasa yang bagus dan beda dari yang lain! Video BDSM loh!" kata Renji dengan semangat 45. Ichigo menaikkan kepalanya dan menatap temannya yang mesum itu.
"BDSM? Apa itu?" tanyanya yang tak mengerti artinya itu. Renji tertawa mendengar pertanyaan Ichigo.
'Dasar, ternyata level mesumnya masih standart,' pikir Renji.
"BDSM adalah singkatan Bondage, Dominasi, Sadisme dan Masokisme." balas Renji dengan sok tahu.
"Aku tidak tanya kepanjangannya, tapi tanya maksudnya, baka." ejek Ichigo.
Renji terdiam. Ia sendiri sebenarnya belum terlalu mengerti arti atau maksud dari BDSM.
"BDSM adalah seks keras. BDSM itu melibatkan alat-alat penyiksaan dalam berhubungan intim seperti contohnya rantai, tali, borgol dan yang lainnya. Dalam BDSM, seorang wanitalah yang akan merasakan sakit yang luar biasa karna permainan laki-laki yang sedang hilang kendali atau emosi," sahut Ishida yang sekaligus menjelaskan kepada Ichigo.
"A-Apa? Berhubungan dengan menggunakan alat-alat penyiksaan? Itu terlalu kejam," komentar Ichigo yang baru tahu..
"Tapi kita akan mendapatkan kepuasan lebih, Ichigo!" seru Kaien diikuti dengan anggukan Kokuto. Ichigo merasa heran dengan teman-temannya. Dia saja tidak tahu apa itu BDSM, sedangkan teman-temannya sudah paham betul maksud BDSM itu. Apa berati Ichigo yang paling rendah kemampuan hentainya daripada yang lain?
"Kalau kau benar-benar sudah merasa tidak bergairah, berarti rencana Kuchiki Rukia untuk membuatmu tidak mesum lagi, berhasil kan?" ujar Ishida.
Ichigo terdiam. Ia baru teringat dengan Rukia, perempuan yang berusaha menghilangkan sifat mesumnya. Apapun caranya, pasti Rukia akan melakukannya demi membuat sifat mesum Ichigo hilang. Termasuk dengan menyebarkan penipuan bahwa dia adalah seorang yaoi. Ichigo menggelengkan kepalanya. Dia tidak mau menuduh Rukia tanpa bukti.
"Argh, sudahlah! Putarkan videonya! Aku ingin lihat!"
Renji dan yang lain tersenyum melihat Ichigo yang mulai kembali seperti biasa.
"Baiklah! Ayo kita tonton!"
Dan suara desah wanita dalam video itu pun terdengar…
# # #
Seorang gadis bermata violet baru saja keluar dari game center tepat pukul 6 malam. Sang gadis tersenyum sambil memakan es krim strawberry yang ia genggam di tangannya. Gadis itu yang tak lain adalah Kuchiki Rukia, si pembuat masalah dalam kehidupan Ichigo. Rukia menghentikan perjalanannya pulang ke rumah begitu melihat seseorang yang ia kenal di jalan.
"Eh, Ayasegawa Yumichika!" sebut Rukia saat melihat seorang lelaki cantik yang sedang berdiri di depan supermarket. Rukia pun berlari ke arahnya. Yumichika yang merasa dipanggil pun menoleh ke arah Rukia. Wajahnya berseri-seri melihat gadis mungil itu.
"Rukia-chaaan~!" serunya dengan gemas sambil mencubit kedua pipi Rukia.
"Aduuuh…Cu-cukup Ayase-san, sakit!" keluh Rukia. Yumichika tertawa senang lalu melepas cubitannya.
"Bagaimana foto-fotonya? Bisa membuat SMA-mu gempar?" tanya Yumichika tentang foto-foto mesumnya bersama Ichigo itu.
Rukia mengangguk. "Ya! Terima kasih atas bantuanmu! Rencana kita sukses besar. Semua murid perempuan mulai jaga jarak, bahkan menghindari Ichigo!" kata Rukia sambil tertawa penuh kemenangan, disusul pula dengan tawa Yumichika yang juga tertawa karna rencana mereka berhasil.
Tak jauh dengan tempat Rukia dan Yumichika berbincang, di balik tembok ternyata ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka. Orang itu mengepalkan tangannya. "Jadi benar Kuchiki Rukia…"
Orang misterius itu lalu menjauh dari tempat Rukia. Ia kemudian mengeluarkan ponselnya dan menelfon salah satu nomer.
"Kaien, besok siapkan alat-alat BDSM,"
"Apa? BDSM? Aku tidak salah dengar? Siapa yang akan kau BDSM?"
"Kuchiki Rukia..."
# # #
Mata violet indah milik Rukia terbuka perlahan begitu terdengar kicau burung. Cahaya matahari pun sudah sangat terlihat terang, dan bau aroma masakan yang membuatnya berselera makan, ini pasti karna masakan dari Nii-sama tersayangnya yang sedang membuat sarapan.
Dengan semangat, Rukia langsung turun dari kasurnya dan bergegas mandi.
Gadis mungil itu menikmati guyuran air shower di kamar mandinya. Ia membilas tubuhnya dengan sabun sambil bersenandung, membuat dirinya nyaman dengan mandi paginya itu.
'Mulai hari ini Ichigo pasti sudah merasa tak bergairah dengan perempuan karna panggilan yaoi itu membuatnya shock. Dan aku tak perlu khawatir dengannya kalau dia tiba-tiba menyerangku,' pikir Rukia sambil tersenyum-senyum sendiri karna bisa membalas perbuatan Ichigo yang akan menyebar fotonya yang berciuman dulu.
# # #
"Selamat pagi, Nii-sama!" sapa Rukia pada Byakuya, Nii-sama tersayangnya yang sedang menyiapkan sarapan untuk Rukia. Byakuya hanya mengagguk membalas sapaan adiknya itu.
Rukia langsung mengambil sepotong roti bakar yang ada di piring dengan aroma yang mengundang selera itu."Enaaaak~!" komentar Rukia pada roti bakar buatan kakaknya itu.
Byakuya sedikit merasa aneh pada Rukia. Tidak biasanya Rukia terlihat begitu semangat pagi ini. Apalagi sampai mengomentari roti buatannya.
"Ah, sudah hampir jam 7! Aku harus berangkat, dah Nii-sama!" pamit Rukia yang kini sedang membersihkan meja makan. Byakuya hanya diam melihat punggung adiknya yang kini sudah jauh. Mata abu-abu miliknya menggambarkan rasa khawatir pada adiknya itu.
"Rasanya firasatku tak enak… tapi semoga apa yang kurasakan tak terjadi," ucap Byakuya yang merasakan ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi pada adiknya.
# # #
RUKIA POV
Huff… akhirnya tak terasa sekolah sudah selesai. Tapi ini tak seperti yang kubayangkan. Kukira hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan karna aku bisa melihat perubahan sifat Ichigo. Namun hari ini Ichigo absen.
"Ichigo sedang sakit,"
Eh? Kenapa aku jadi terbayang ucapan Renji yang tadi bilang Ichigo sedang absen karna sakit ya? Padahal harusnya aku merasa tenang atau aku tidak perlu berfikir, karna itu bkan urusanku!
"Sepertinya dia shock karna kejadian kemarin,"
Uuhh… kali ini aku jadi terbayang ucapan Ishida yang sedang berbicara dengan Renji di kelas tadi tentang Ichigo. Tidak, Kuchiki Rukia… untuk apa kau khawatir bahkan merasa bersalah padanya? Tujuanmu kan memang balas dendam, dan yang namanya dendam sudah tidak mengenal rasa kasihan!
"Hey,' sapaan seseorang yang sedang menghadangku yang kini dalam perjalanan pulang. Aku mendongakkan kepalaku pada orang asing itu yang seenaknya menyapaku itu. Aku terkejut mendapati dia adalah Kurosaki Ichigo.
"I-Ichigo!" refleks aku segera melangkah mundur, namun Ichigo malah menarikku dan mendempetku ke tembok. Kedua tangannya dengan kuat menahan kedua tanganku. Aku berusaha memberontak.
'Lepaskan aku! Mau apa kau? Sialan! Dasar yaoi!" makiku sengaja mengatainya yaoi. Tapi berbeda dengan yang kemarin, yang biasanya Ichigo tak berkutik begitu diledek yaoi, Ichigo malah menyeringai kupanggil yaoi.
Pemuda itu mendekatkan wajahnya lalu berbisik di telingaku. "Ternyata kau pembuat onarnya…"
Setelah berbisik begitu, kurasakan tangan Ichigo menjambak rambutku dengan keras, membuatku merasa kesakitan. "Akh!" pekikku. Ichigo menatapku dengan tatapan dingin. Bukan… ini bukan Ichigo yang kukenal!
"Kau tahu, aku tidak akan tinggal diam kalau kau mempermainkanku seperti ini, Rukia…' katanya dengan serius. Benar, Ichigo serius. Dia sedang tidak main-main. Aku melirik sekitarku. Sepi. Dan keadaan ini membuatku semakin takut.
"Ichigo, jangan bilang kau akan mem-BDSM Rukia di jalan seperti ini," kata sebuah suara. Yaitu suara Shiba Kaien. Aku semakin takut melihat Kaien membawa sebuah tali. Untuk apa ia membawa tali? Jangan bilang dia berencana menculikku.
"Lakukan di tempat sepi. Aku tak ingin terlibat kalau sampai ada yang lihat," sekarang Uryuu Ishida yang muncul dengan rantai di genggamannya. Ini semakin seram.
"Jangan hentikan Ichigo. Dia sedang dalam keadaan penuh dendam, haha." Kini muncul pula Renji yang membawa… oh, jangan bilang kalau yang dibawanya itu adalah 'mainan itu'. Semua itu membuatku ketakutan.
Ichigo tiba-tiba kembali mendempetku ke tembok sampai tidak ada jarak di antara kami, bahkan dadanya menekan dadaku.
"Hen-Hentikaaaan! Uhh…!" desahku ketika tangan Ichigo membuka kancing seragamku sambil menciumi leherku dengan beringas. Apalagi dengan dada bidangnya yang menekan dadaku, membuatku kesakitan.
"Ini masih awal. Kau akan kubuat kesakitan dengan alat-alat dari mereka, Rukia," bisik Ichigo di tengah aktifitasnya yang sedang membuat kiss mark di leherku.
Air mataku mulai keluar. Aku menyesal… harusnya aku tak nekat melakukan rencana menunduh Ichigo sebagai seorang yaoi. Tapi semua terlambat… sudah tidak bisa…
"Mmmh…" Ichigo melumat bibirku dengan penuh nafsu. Ia semakin memperdalan ciumannya di bibirku. Aku tak bisa melawan, tenaga Ichigo terlalu besar. Mataku melirik teman-teman Ichigo yang sedang memperhatikan kami. Tapi berbeda dengan Kokuto… dia memandangku dengan rasa kasihan.
Kalau kau memang kasihan, kumohon tolonglah aku!
Tep…
Aku melirik ke arah seseorang yang berdiri di belokan jalan yang tak jauh diantara aku, Ichigo dan gerombolannya. Orang itu berjalan mendekat ke tempat kami.
Syukurlah, aku yakin, orang itu akan menolongku. Aku pun memejamkan mata, berharap untuk itu.
"Rukia," panggil sebuah suara yang sangat aku kenal. Aku membuka mataku. Mataku terbelalak kaget melihat kehadiran orang itu. Dengan sekuat tenaga aku mendorong Ichigo yang mendempet tubuhku tadi.
"Argh! Apa-apaan kau…"
Aku mengacuhkan Ichigo yang kesal. Aku sudah tidak peduli pada rasa takutku pada Ichigo dan gerombolannya. Tapi rasa takut yang baru muncul untukku…
"Nii-sama…" ucapku pada orang yang melihatku dilecehkan oleh Ichigo. Ya, dia adalah Kuchiki Byakuya, kakakku…
Aku segera mengancingkan baju seragamku dan memeluk tubuhku sendiri sambil menunduk. Aku tak berani bertatap muka dengan Nii-sama. Aku sangat malu dilihatnya dalam keadaan menyedihkan seperti ini.
Nii-sama berjalan mendekatiku. Tapi tiba-tiba Ichigo berdiri di hadapanku, seakan seperti tak memperbolehkan Nii-sama mendekatiku. "Siapa kau?" tanya Ichigo dengan nada menantang. Dasar bodoh kau, Ichigo! Kau cari mati!
"Hey, siapa paman itu?" tanya Renji yang melihat dari jarak cukup jauh di sekitar Ichigo, Rukia dan Byakuya. Ekspresi Kokuto terlihat khawatir.
"Harusnya Ichigo tidak melakukan ini pada adik Kuchiki Byakuya, mantan pemimpin gerombolan Yakuza di Osaka dulu…"
TBC
Auuuuuw…. Saia tak bisa mbayangin Ichi setega ini pada Rukia! DX
Ichi: Siapa sutradaranya?
Hiru: Ah, sudahlah. Toh kau bakal dihajar sama orang itu!
Ichi: Siapa?
Hiru: -nunjuk Byakuya yang bawa zanpakuto, granat, TNT, bom buku, ranjau, golok, kapak, tombak, boneka voodoo, dll-
Ichi: -semaput-
Bales Review :
Yamakaze Shizuka : : Wehehe, ini sudah panjang belum? ^^a. Mau lemon? Tapi bantuin saia bikinnya ya XD –plak!-
Delalice : : Wkwkwkwk, saia juga ngakak mbayangin Ichi yaoi sama Yumichika XD. Yupz, saia YL juga ^^~
Shaareeva Tu Oderschvanck : : Lemon masih belum ada, ditunggu aja n Neliel sudah saia masukin dalam fic nih ^^
Joe : : Ini masih kurang panjangkah? ^^a
Dobelianaru : : Yupz, ini sudah apdet ^^
Vvvv : : Berhentilah sejenak XD –plak!-
Ruki-ruki chan : : Ichi suka beneran? Tunggu aja entah di chapter berapa, XD –plak!-
Chacha d'Peachyxsuika Lovers : : Wehehe. Mungkin Rukia bakal absen ngerjain Ichigo dulu setelah n digantikan Byakuya XD, reaksinya sampai masuk tv! –plak!-
Voidy : : Makasih atas perbaikannya senpai ^^. Kalau namanya Yumi, kayanya kurang cantik gitu XD –Plak!
Jess Kuchiki : : Ayase jejadian? 0.0 haha, saia udah tamat mainnya, XD
Ruki-chan Kuchiki : : Wah, entahlah harus di chapter berapa saia buat Ichi suka Ruki, di tunggu aja yah XD
Ai 'Akira' Shirayuki : : NAH INI NIH! Makasih yah buatmu yang sudah iseng tanya BDSM, saia jadi terinspirasi loh! XD
Yue Minmie : : Yapz, ini sudah apdet ^^
Chikuma new : : Ini sudah ndak hiatus XD
Kokota : : Wah, Rukia masih belum ada apa-apanya daripada deangan sadisnya Byakuya loh, khukhukhu Xd
A.K.U : : Ichi ga bakal keluar dari sekolah kok, tenang aja XD
Ocelaaah… pokoknya jangan lupa review ya! .
