Disclamers : : Tite Kubo
Title : : I can change you!
Warning : : GAJE, ABAL, OOC, AU, DLL. BAGI YANG GAK SUKA, LANGSUNG AJA KELUAR! :p
Chapter 4
Suasana semakin tegang di antara pertemuan Kurosaki Ichigo, si pembuat onar di sekolah dengan Kuchiki Byakuya, sang mantan pemimpin gerombolan Yakuza di Osaka. Keempat teman Ichigo, yaitu Renji, Kaien, Kokuto dan Ishida hanya memonton mereka dari kejauhan. Sedangkan Rukia hanya bisa terdiam membayangkan betapa marahnya Nii-sama tersayangnya itu saat ini.
Ichigo dengan berani menatap tatapan Byakuya dengan sinis. Senyum meremehkan tersungging di wajahnya. "Huh, jadi kau kakak Rukia ya? Kau tahu, adikmu ini telah mempermainkanku. Jadi jangan salahkan aku kalau aku membalas perbuatannya seperti yang tadi kau lihat." kata Ichigo dengan tanpa rasa takut.
Rukia semakin khawatir dengan apa yang akan terjadi nantinya begitu melihat Byakuya mengepalkan tangannya dengan kuat. Dia takut kalau sampai Nii-samanya tidak dapat mengontrol kekuatannya, hingga membuat kekuatan pukulan Yakuzanya yang sudah tersegel kini kembali muncul.
Byakuya melirik Rukia dengan mata abu-abunya yang tajam. Ia memandangi leher Rukia yang telah tertanda kissmark oleh Ichigo. Pemuda itu lalu beralih kembali menatap mata hazel Ichigo.
"Kau bocah kurang ajar." ucap Byakuya dengan marah. Aura seorang pemimpin Yakuza yang kejam pun tiba-tiba muncul dari Byakuya, membuat semua yang di sekitarnya begidik ketakutan begitu merasakannya. (kata lainnya sih seperti reiatsu xD)
Renji tiba-tiba mengeluarkan keringat dingin. Pemuda itu juga bisa merasakan betapa mengerikannya kekuatan Byakuya yang dulunya seorang mantan Yakuza. Tapi tidak mungkin! Dia tidak percaya. Dari melihat penampilannya, Byakuya adalah seorang pria dewasa yang elegan dan penuh kharisma. Mana mungkin pria seperti itu ternyata memiliki kekuatan kejam seperti itu hingga membuatnya menjadi seorang pemimpin Yakuza.
"Kau terlalu banyak bicara! Jangan sok kuat kau!" teriak Ichigo dengan lantangnya. Semua yang mendengarnya terhenyak kaget. Nyali Ichigo benar-benar besar!
"Kau..." geram Byakuya. Ichigo menyeringai melihat Byakuya yang terpancing emosinya.
"Kau tahu, kalau saja kau tidak muncul, aku dan Rukia bisa menikmati french kiss kami dengan menyenangkan." kata Ichigo yang lalu menarik Rukia ke dalam pelukannya secara paksa. Rukia langsung meronta untuk dilepaskan, tapi kekuatannya tidaklah cukup kuat untuk melawan Ichigo.
"Dan semakin lama aku dan Rukia bisa melakukan hal yang lebih menyenangkan dari ciuman, yaitu saling menikmati tubuh satu sama lain,"
DUAAAAAGH!
Pukulan keras mengenai wajah Ichigo hingga pelukan Ichigo pada Rukia terlepas. Ternyata yang melakukan itu semua adalah Byakuya. Byakuya segera menarik Rukia ke belakangnya setelah Rukia lepas dari Ichigo. Sedangkan pemuda berambut oranye itu langsung terkapar di jalan dengan darah yang keluar dari bibirnya.
"Ichigo!" teriak Kokuto dan lainnya begitu mendapati teman mereka kalah oleh pukulan Byakuya. Mereka langsung mendekati Ichigo dan membantunya untuk bangun.
"I-Ichigo! Nii-sama seharusnya tidak perlu melakukan ini! Ini keterlaluan!" kata Rukia sambil menatap Byakuya dengan kesal. Namun Byakuya mengacuhkan adiknya tersebut.
"Ichigo, kau tidak apa?" tanya Ishida khawatir melihat keadaan Ichigo yang sudah terlihat parah hanya dengan sekali pukulan. Darah segar terus keluar dari bibir Ichigo.
'Sudah kuduga. Ichigo tak akan bisa menahan kekuatan dari mantan pemimpin Yakuza,' pikir Kokuto.
"Cih. Sialan. Kau hebat juga bisa membuatku seperti ini, kuakui kau hebat." Ichigo mengelap darah dari celah bibirnya itu dengan pergelangan tangannya sambil memandang Byakuya dengan tatapan menantang.
"Bodoh! Kau mau mati?" bisik Kaien pada Ichigo yang masih nekat menantang Byakuya.
"Huh? Aku tidak lemah. Aku bisa mengalahkannya dengan mudah. Yang barusan ini masih permulaan." balas Ichigo.
Byakuya kembali menatap mata hazel Ichigo yang tajam. Ia kembali mengepalkan tangannya, bersiap kembali memukul pemuda berambut oranye yang kurang ajar itu pada adiknya.
Rukia yang melihatnya, menelan ludah. 'Nii-sama pasti memukul Ichigo dengan kekuatan yakuzanya yang dulu sudah lama tidak muncul lagi. Kalau Ichigo sudah kena 2 pukulan, nyawanya bisa terancam!' pikir Rukia yang lalu tiba-tiba berlari ke arah Ichigo.
"Rukia," ucap Byakuya yang heran melihat adiknya malah berlari ke tempat Ichigo.
Ichigo dan yang lain terlihat kaget melihat sikap Rukia. Gadis mungil itu benar-benar menuju tempatnya dan kini pun Rukia sudah berada di depan Ichigo. 'Apa ini artinya Rukia menyukaiku sehingga dia lebih memilih denganku daripada kakaknya itu?' tanya Ichigo dalam hati dengan senang.
BUUUUK!
Dan tiba-tiba gadis bermata violet itu memukul wajah Ichigo! Sama seperti kakaknya yang memukul Ichigo tadi. Darah segar kembali keluar dengan derasnya di celah bibir Ichigo ditambah di hidungnya.
"A-, APA-APAAN KAU, RUKIAAAAA?" teriak Ichigo sambil memegangi hidungnya yang terus mengeluarkan darah. Kaien dan yang lain hanya melongo terpaku melihat kejadian barusan. Mereka tak menyangka, Rukia juga bisa melakukan hal seperti itu. Apa suatu saat Rukia akan menggantikan posisi Byakuya sebagai mantan pemimpin yakuza juga?
"I-Itu demi kebaikanmu, jeruk mesum!" bentak Rukia dengan kasar dan... berlinang air mata? Ichigo yang melihat Rukia sedikit menangis itu membelalakkan matanya. "Ru-Rukia?"
Gadis itu kemudian membalikkan badannya dan berlari kembali ke arah Byakuya. Tangannya dengan cepat menggandeng tangan Nii-samanya itu. "Ayo kita pulang sekarang, Nii-sama!" ajak Rukia sambil menggeret Byakuya pulang menuju arah rumahnya. Byakuya hanya diam menurut pada keinginan adiknya itu. Ia sebenarnya puas dengan apa yang dilakukan Rukia pada Ichigo. Setidaknya itu pasti membuat Ichigo tak berani mendekati adiknya lagi.
Ichigo menggertakan giginya begitu kakak beradik yang memukulnya tadi telah hilang dari pandangannya. "Sialan! Dasar menyebalkan!" marah Ichigo sambil membanting tasnya ke jalan. Kokuto tertawa pelan melihat tingkah Ichigo.
"Hey, teman kita babak belur, kenapa malah kau tertawakan?" sahut Renji yang melihat Kokuto yang berusaha menahan tawanya.
"Tidak... aku hanya senang melihat Ichigo dan Rukia tadi. Apalagi waktu Rukia memukulnya itu," jawab Kokuto.
"Apa? Kau malah senang? Cih... apanya yang tadi Rukia katakan demi kebaikanku? Itu malah memperburukku!" sela Ichigo.
"Kau belum tahu maksud Rukia yang tadi? Rukia memang melakukannya demi kebaikanmu. Dia memukulmu lebih dulu agar kakaknya tidak memukulmu lagi. Bisa dipastikan nyawamu bisa terancam jika kau kena 2 kali pukulan dari mantan pemimpin yakuza,"
"APA? Jadi yang kulawan tadi yakuza? Pantas saja aku sebenarnya tadi sudah merasa sekarat begitu menerima satu pukulan dari kakaknya itu!" kata Ichigo dengan pucat begitu tahu siapa sebenarnya seorang Kuchiki Byakuya itu.
"Sudahlah, sekarang lebih baik ayo kita pulang dan segera obati lukamu itu, Ichigo. Bisa-bisa nanti tidak ada perempuan yang mau mendekatimu kalau wajahmu berlumur darah begitu, gyahahahaha!" canda Kaien yang lalu langsung menerima pukulan dari Ichigo.
# # #
'Oh, bagaimana ini Rukia? Kau sudah memukul Ichigo! Tunggu, kenapa aku malah jadi merasa bersalah? Harusnya ini kan kesalahan Ichigo sendiri karna telah kurang ajar padaku! Tapi kasihan juga Ichigo yang babak belur gara-gara Nii-sama dan gara-garaku yang telah memukulnya... aku harus segera minta maaf.' pikir gadis bermata violet yang sedang berbaring di kasur kamarnya yang nyaman sambil memikirkan Ichigo.
Rukia kembali mengingat kejadian tadi. Kejadian saat Ichigo memberikan kissmark di lehernya dan yang mencium bibirnya begitu ganasnya. Gadis mungil itu turun dari kasurnya dan kemudian berdiri di depan cermin sambil menyentuh lehernya yang terdapat kissmark dari Ichigo tadi. Wajahnya tiba-tiba memerah melihat lehernya sendiri yang berbekas kissmark itu.
"Apa begini rasanya kissmark? Apa begini rasanya diperlakukan mesum oleh Ichigo? Apa begini rasanya terhipnotis dengan ketampanan Ichigo?" tanya Rukia lirih sambil membayangkan Ichigo.
Muka Rukia langsung kembali memerah membayangkan seringaian mesum Ichigo. Menurutnya seringaian itu sangat membuat Ichigo terlihat keren. Segera saja gadis mungil itu menggeleng-gelengkan kepalanya, membuyarkan pikirannya tentang Ichigo.
"Tidak! Aku tidak menyukai laki-laki mesum itu!" kata Rukia pada dirinya sendiri. Rukia kini kembali fokus memikirkan cara yang tepat untuk minta maaf pada Ichigo. Misinya untuk membuat Ichigo tidak mesum lagi kini hilang dari pikirannya. Saat Rukia memikirkan cara yang tepat untuk minta maaf pada Ichigo, tiba-tiba terdengar lagu dari radionya yang sedang berbunyi menyiarkan sebuah lagu.
"Mohon ampun aku... atas kesalahanku..." (Disclaimers: Mohon ampun aku - D'Massiv)
Rukia mengerutkan alisnya. "Kalau aku minta maaf pada Ichigo sambil menyanyikan lagu seperti ini rasanya jadi aneh..." kata Rukia sambil tertawa pelan membayangkan bagaimana wajah Ichigo kalau dia melihatnya seperti itu. Rukia kemudian memutar channel radionya untuk mengganti lagu lain.
"Sorry Sorry Sorry Sorry
Naega naega naega meonjeo
Nege nege nege ppajyeo
Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty Shawty Shawty Shawty
Nuni busyeo busyeo busyeo
Sumi makhyeo makhyeo makhyeo
Naega michyeo michyeo baby"
(Disclaimers : Super Junior – Sorry Sorry)
Rukia menggoyangkan kepalanya begitu menemukan lagu yang terdengar di radio itu. Musik asyik itu membuatnya ikut berdendang sesuai irama. Gadis bermata violet yang menjadi fans dari boys band yang menyanyikan lagu tersebut mulai berimajinasi.
Rukia Imagination
Seorang pemuda berambut oranye tengah duduk dengan santai di rerumputan sambil memandang langit biru yang indah. Dan tiba-tiba seorang gadis bermata violet menghampirinya.
"Ichigo!" panggil sang gadis.
"Rukia? Huh, buat apa kau ke sini? Kita sudah tidak ada hubungan lagi. Kau telah membuatku babak belur!" marah Ichigo.
Gadis yang dipanggilnya Rukia itu berdiri di hadapan Ichigo. Ia menelan ludah lalu membuka mulutnya, ingin berkata sesuatu.
" Sorry Sorry Sorry Sorry-" ucap Rukia sambil dance di depan Ichigo, membuat si pemuda itu terkejut. Mata hazel itu terus memandang Rukia yang menari dengan kerennya. Seakan Ichigo telah terhipnotis oleh tariannya. Setelah selesai menari dan bernyanyi, Rukia mengatur nafasnya.
"Jadi... apa kau mau memaafkanku?" tanyanya. Ichigo tersenyum. Pemuda itu lalu berdiri dari tempatnya dan memeluk Rukia.
"Yeah. Aku sangat memaafkanmu..."
End Imagination
Rukia tiba-tiba menubrukkan kepalanya ke tembok yang terbuat dari triplek begitu imajinasinya selesai. Gadis itu jadi salah tingkah memikirkan Ichigo yang terus saja terbayang dalam otaknya. "Uuuuh... Rukia aneh! Mana mungkin Ichigo merespon seperti itu!" ucapnya pada dirinya sendiri.
Tok... Tok...
Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari pintu kamar Rukia. Rukia dengan cepat langsung membukakan pintu kamarnya. Ia melihat seorang pemuda dewasa berdiri di hadapannya. "Nii-sama?"
Byakuya menunduk, melihat wajah adiknya yang heran melihatnya. "Kau tidak apa?" tanya Byakuya. Rukia mengagguk.
"Ya. Aku tidak apa. Kenapa memangnya?" tanya Rukia balik. Byakuya menggelengkan kepalanya. Laki-laki itu kemudian melangkah menjauh dari Rukia dan meninggalkannya.
'Sepertinya tadi aku mendengar suara benturan keras. Kupikir Rukia membenturkan kepalanya, tapi ternyata tidak. Syukurlah.' pikir Byakuya yang ternyata sebenarnya dugaannyanya benar.
Rukia yang memandang punggung Nii-samanya yang mulai jauh itu menggembungkan pipinya. "Dasar Nii-sama aneh. Aku benar-benar kagum pada Hisana-nee yang bisa merubah Nii-sama yang dulunya pemimpin gerombolan Yakuza yang sangat kejam, kini jadi laki-laki yang hebat dalam urusan rumah tangga, hehehe." ujar Rukia yang kemudian menutup pintu kamarnya dan bersiap tidur.
# # #
"UARRRRRRGHHH!" pukul 05.30 pagi ini, rumah kediaman Kurosaki terdengar teriakan heboh. Seorang pemuda berambut oranye dengan seragam sekolahnya itu menjerit begitu luka di wajahnya itu sedang dibersihkan oleh ayahnya.
"Diamlah, Ichigo! Kau memalukan! Kau ini laki-laki, jangan mudah berteriak kesakitan hanya gara-gara luka di wajah!" kata si ayah, Kurosaki Isshin yang bekerja sebagai dokter itu yang sekaligus merupakan ayah Ichigo. Ichigo kesal mendengarnya.
"Oya-jii baka! Bagaimana aku tidak menjerit kalau oya-jii menekan luka di wajahku dengan kuat seperti ini?" protes Ichigo sambil menunjukkan memarnya di wajah. Sang ibu yang berdiri di samping Ichigo tertawa pelan melihat anaknya itu.
"Kau juga salah Ichigo. Seharusnya kau tidak berkelahi," kata Kurosaki Masaki, ibu Ichigo yang begitu lembut terhadap anaknya. Ichigo mendengus kesal. "Iya, aku merasa bersalah." balas Ichigo.
"Memang kau berkelahi dengan siapa? Ibu baru tahu kalau anak ibu ternyata bisa kalah."
"Dengan Kuchiki Byakuya, mantan ketua yakuza."
"APAAAAAAAAAA?" tiba-tiba Isshin berteriak kaget begitu mendengar nama yang diucapkan Ichigo, membuat telinga si anak berdengung. "Bodoh! Aku bisa tuli kalau oya-jii berteriak di telingaku!" marah Ichigo. Sang ayah masih tercengang kaget.
"K-Kuchiki Byakuya... ayah dulu juga pernah berkelahi dengannya. Dia seperti iblis yang sangat kejam! Dia membuat tulang-tulang ayah hampir patah semua! Menerima satu pukulan darinya saja sudah bisa membuatmu pergi ke dunia lain yang berada di antara surga dan neraka!" kata Isshin dengan ekspresi menakuti Ichigo. Ichigo mengangguk cepat, setuju dengan ucapan sang ayah. Tentu, karna dia sudah mendapatkan satu pukulan Byakuya yang membuatnya sekarat.
"Memang kenapa oya-jii bisa berkelahi dengan Byakuya?"
"Karna ayah tidak bayar hutang!"
Jawaban yang diucapkan Isshin membuat Ichigo hampir jatuh dari kursinya. Pantas saja ayahnya dihajar yakuza kalau tidak bayar hutang kepadanya.
"Ichigo, ini sudah jam 06.18, nanti kau telat, sayang." sahut Masaki yang memotong cerita antara ayah dan anak tersebut. Ichigo yang mendengarnya langsung berdiri dan menyambar rotinya di piring sambil mengambil tas sekolahnya di kursi. "Aku berangkat dulu!" serunya lalu membuka pintu rumah dan berlari menuju sekolah.
# # #
Ternyata gosip tentang Ichigo seorang maho pun di sekolah belum selesai. Begitu si pemuda berambut oranye itu berjalan di lorong kelas bersama gerombolannya, bisik-bisik dari para murid yang ada di sekitarnya itu pun kembali terdengar.
"Sialan. Mereka masih menganggapmu maho," kata Renji yang risih dengan tatapan para murid yang juga mengarah padanya. Sedang Ichigo hanya bersikap acuh. Tak peduli dia dikatai seperti itu. Toh teman-temannya tahu siapa dia yang sebenarnya dan pastinya tidak maho.
Ichigo dan gerombolannya melewati segerombolan wanita yang salah satunya ada Kuchiki Rukia, gadis yang sebenarnya tidak ingin dia lihat saat ini. Ichigo langsung melewati gerombolan itu tanpa mempedulikan keberadaan Rukia, namun sebuah tangan menggengamnya, mencegahnya untuk pergi.
Mata Ichigo melirik pada orang yang menahannya untuk pergi. Ternyata gadis berambut merah muda yang menahannya itu yang diketahui namanya adalah Chizuru. "Ichigo, kudengar kau maho ya? Boleh aku minta foto-foto mahomu bersama laki-laki lain? Karna aku ini yaoi lovers!"
Ichigo dan gerombolannnya yang mendengar itu langsung shock. Pemuda berambut oranye itu merasa sangat terhina oleh ucapan Chizuru. Harga dirinya terasa terinjak!
"Boleh saja! Asal kau mau bayar foto-fotonya dengan harga mahal!" sahut Kaien yang tersenyum pada Chizuru sembari menjabat tangannya, seakan berbisnis dengan Chizuru.
"KAIEEEN!" geram Ichigo.
"Aku bayar berapa pun kau minta! Kau boleh minta berapapun! Asal aku dapat foto-foto Ichigo yang sedang mesum-mesuman dengan laki-laki lain! Kalau bisa dengan laki-laki yang satu ini!" Chizuru kemudian langsung menarik seorang laki-laki berambut putih yang kebetulan lewat, yaitu Toushiro Hitsugaya!
"A-, Apa-apaan kau, Chizuru?" teriak Hinamori yang melihat Hitsugaya diserahkan di hadapan Ichigo, seakan memberikan tumbal pada Ichigo.
"Lepaskan aku! Aku bukan maho!" lawan Hitsugaya yang tangannya dicengkram erat oleh Chizuru.
Mata hazel Ichigo menatap Hitsugaya dengan tajam, membuat bocah mungil itu sedikit merinding. Seringai di wajah Ichigo muncul begitu puas memandangi wajah Hitsugaya. Semua yang melihatnya langsung berfikir, 'Jangan-jangan Ichigo benar-benar jadi maho?'
Tangan besar Ichigo memegang pundak Hitsugaya. Pemuda itu menjilat bibirnya sendiri.
"Sepertinya boleh juga... Lagipula aku suka yang imut-imut," ucapnya membuat Hitsugaya pucat. Gerombolan para wanita langsung menjerit begitu Ichigo bicara begitu pada Hitsugaya, terutama Momo Hinamori. Dia seakan mau pingsan begitu melihat Ichigo yangertinya akan memakan Hitsugaya, orang yang sebenarnya dia sukai. Sedangkan Chizuru tersenyum lebar melihat reaksi Ichigo yang benar-benar seperti maho dan siap menerkam Hitsugaya.
Ichigo semakin mendekatkan wajahnya pada Hitsugaya. Kaien, Kokuto, Renji dan Ishida menganga lebar melihat Ichigo yang sepertinya benar-benar akan mencium Hitsugaya.'ICHIGO BENAR-BENAR MAHOOOOOO!' teriak mereka dalam hati, tak terima teman mereka ternyata jadi maho.
"TIDAAAAAAAAK!" teriak Hitsugaya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, bocah itu sangat-amat-tidak-sudi kalau first kissnya harus bersama seorang laki-laki. Ichigo melirik ke arah seorang gadis bermata violet yang menatapnya dengan tak percaya. Seringai kembali muncul di wajahnya.
Tangan Ichigo tiba-tiba mendorong tubuh mungil Hitsugaya ke belakang dan kini tangan kekar itu beralih menarik sebuah tubuh mungil seorang wanita di antara gerombolan itu. Sang gadis terkejut begitu tubuhnya tertarik dan mendempet tubuh Ichigo. "I-Ichigo?"
"Hai, Rukia..." bisik Ichigo lirih di telinga gadis itu. Muka Rukia memerah seketika. "Ichi- Mmmmph!" ucapan Rukia terhenti oleh bibir Ichigo. Bibir mungilnya tak bisa terbuka karna tertutup rapat oleh lumatan-lumatan panas yang Ichigo berikan. Ichigo menahan kedua tangan gadis mungil itu dengan satu tangannya, sementara tangan satunya ia gunakan untuk lebih mendempetkan tubuhnya dengan tubuh Rukia.
"I-Ichigo?" Kata Kokuto kaget karna melihat Ichigo senekat itu mencium Rukia di hadapan para murid-murid yang ada di situ. Para murid yang melihatnya hanya diam dengan muka merah dan memperhatikan ciuman kedua insan yang serasi itu. Sementara Hitsugaya yang tadinya ingin marah pada Ichigo karna dorongan keras tadi, kini hanya terpaku melihat Ichigo.
"Mmmh... Nnggh...! nnnh!" gumam Rukia di sela-sela ciumannya. Tangannya berusaha mendorong Ichigo, namun ia benar-benar tak berdaya. Pemuda yang menciumnya itu semakin brutal dengan ciumannya. Lidahnya terus didorong masuk menerobos mulut Rukia agar dapat bermain di dalam rongga-rongganya. "Ahhm!" Rukia semakin tak bisa melawan begitu lidah Ichigo tertaut dengan lidahnya. Saliva mulai menetes dari celah kedua bibir yang bertemu itu, menandakan begitu panasnya ciuman mereka. Kini Rukia tak bisa bergerak lagi di dekapan Ichigo. Tubuhnya sudah lemah dan takluk oleh lumatan-lumatan yang Ichigo berikan padanya.
Mata violet itu hanya bisa memandang Ichigo yang masih berkonsentrasi dengan ciumannya. Perlahan Rukia melirik ke arah sekitarnya, semua mata memandangnya dengan ekspresi masih terkejut. Wajahnya serasa panas. Betapa malunya dia jika banyak yang melihatnya seperti ini.
10 menit telah berlalu, akhirnya Ichigo melepaskan bibirnya dari bibir Rukia. Pemuda itu terengah sambil menatap Rukia yang masih dalam dekapannya dengan senyum puas.
"Ini balasannya karna kau dan kakakmu telah memukulku kemarin," bisik Ichigo dengan bibir yang masih dekat dengan bibir Rukia. Sementara Rukia tak menjawab ucapan pemuda itu. Ia masih sibuk mengatur nafasnya yang tak beraturan selama sepuluh menit tadi dengan wajah yang masih merah. Ichigo kemudian mengelap bibirnya dan menoleh pada murid-murid yang menontonnya itu. "Kalian masih belum percaya kalau aku ini bukan maho? Harus kalian ingat, aku adalah laki-laki normal yang sangat suka seks dengan perempuan! Makanya jangan menyebarkan gosip menyebalkan seperti tadi!" ujar Ichigo dengan senyum penuh kemenangan. Semuanya mengangguk mengerti setelah mendengar pernyataan Ichigo barusan.
Tangan pemuda itu kemudian lepas dari tubuh Rukia lalu berjalan ke arah gerombolannya yang masih tercengang dengan adegan ciuman tadi. Sementara itu Rukia hanya bisa terduduk di lantai sambil memandangi Ichigo dengan tak percaya. Segerombolan murid lalu menggerombol ke arah Rukia, membantu gadis itu untuk berdiri. "Kuchiki, kau tidak apa kan?" khawatir Hinamori sambil membantu Rukia berdiri.
Rukia menelan ludahnya dengan susah payah. "Kejam..." ucap si gadis itu. Ichigo yang tadi berjalan akan meniggalkan Rukia tadi tiba-tiba berhenti. Ia kemudian membalikkan badannya dan tersenyum pada gadis bermata violet itu.
"Maaf, aku ralat sebentar. Aku memang suka seks dengan perempuan. Tapi sepertinya Kuchiki Rukia berhasil membuat sifat mesumku hilang. Tapi..." Ichigo menggantungkan perkataannya, membuat Rukia yang menatapnya kesal.
"Aku tidak bisa kalau tidak berbuat mesum pada gadis lain selain Kuchiki Rukia. Intinya aku hanya ingin menyentuh Rukia. Jangan ada yang berani menyentuh Rukia, karna Kuchiki Rukia adalah milikku!" lanjut Ichigo dengan serius pada semua murid yang ada di tempat itu. Pemuda itu lalu kembali memunggungui Rukia dan berjalan menjauh bersama gerombolannya.
"U-Ucapanmu tadi serius?" tanya Ishida yang tak percaya dengan ucapan Ichigo barusan. Ichigo tersenyum. "Menurutmu sendiri?"
Sementara itu, Rukia terdiam memandangi punggung Ichigo yang semakin menjauh. Niatnya yang tadi ingin minta maaf karna telah membuat pemuda berambut oranye babak belur kemarin seketika hilang dari otaknya. Gadis itu menghirup nafas dalam-dalam dengan emosi yang memuncak.
"AKU MEMBENCIMU, KUROSAKI ICHIGO!"
TBC
Holaaa~~! balik lagi dengan saia, Hiru! XD
Sebelumnya ide minta maaf Rukia yang tadi aku ambil dari adegan di sebuah drama korea yang berjudul He's Beautiful. Rasanya gaje ya? Wkwkwk! ^^
di sini, saia menerima saran-saran dari para readers, dan saia tanggapi kok! Dan rasanya chapter kali ini lumayan panjang ya? Keasyikan sih XD.
Oke, mau bales repiu dulu! Kali ini pairing kita yang membawa acara bales repiu!
Ichi: Huh? Gue ngapain terlibat dalam acara lu?
Hiru: Sekali-kali ajalah!
Ruki: Iya Ichigo! Ayolah sekali-kali aja! Itung-itung belajar jadi penyiar radio! -?-
Ichi: Okelah kalau begitu. Huaah... repiu pertama dari Yamakaze Shizuka, masa gak bisa bikin adegan lemon gue ama Rukia? Padahal gue ngarep banget loh! -tiba2 kena tonjok Rukia-
Hiru: -geleng2 kepala liat IchiRuki- buat namanya Kensei yang salah, maaf ya! Author ndak teliti ==a
Rukia: Berikutnya dari Joe, untunglah cut di tengah jalan! Gue gak mau diperkaos sama jeruk mesum itu! -nunjuk Ichi yang mukanya bonyok-
Ichi: Dasar adiknya yakuza... berikutnya Kokota, bentuk wajahku jadi tak menentu! Ini gara-gara si cebol! Kapan aku deket dengan Rukia? Sekarang aja udah deket, wkwkwkwk!
Ruki: -lemparin Ichigo dengan galon- lanjut dari Uruppe, Bener! Ichigo emang jahat! Dan Nii-sama itu keren banget loh waktu jadi yakuza! XD -teriak2 gaje sambil melototin foto Byakuya ala yakuza-
Ichi: Cuih! Lebay! Next dari Vvvv, riwayatku belum tamat! Jangan doain gitu dong! Dan selanjutnya ICHIRUKI 4VER ALWAYS, ini udah apdet kok!
Rukia: Berikutnya Delalice, saran sudah ditampung sama author! Chapter depan mungkin udah ada! Dan soal BDSM... itulah atrinya dan jangan ditiru! Lanjutnya dari Chacha d'PeachxSuika Lovers, Kali ini Hitsugaya muncul lagi loh dan terima kasih sudah dukung Nii-sama! Ayo dukung lagi, caranya ketik REG spasi...
Ichi: -lempar bantal ke muka Rukia- next dari Voidy, Saia tidak mampus! jangan berharap begitu! Dan saranmu sudah author wujudkan -halah, bahasanya-! Silahkan beri saran lagi lagi kalau berminat! Selanjutnya Maymaymay, ini sudah apdet! Rukia, ganti lu!
Ruki: -sadar dari keasyikannya meluk bantal gambar chappy yang dilemparin Ichi tadi- Aiyayaya! Selanjutnya dari Rukiberry si Silent Reader, Ichi jadi jeruk purut! XD -dijewer Ichi- Adududuh! I-ini sudah apdet loh n berikutnya dari Mugiwara 'Yukii UzumakiSakura, Ichi bakal gue panggilin Nii-sama setelah ini karna njewer gue! Dan dia akan lebih menderita!
Ichi: Kalau kau panggilin Byakuya, gue panggilin Kaien, Kokuto, Renji n Ishida buat ngeroyok dia! Selanjutnya dari Hime-chan Satsuki, begitulah BDSM! Ini sudah apdet! Next Byakkun Kuchiki, author emang sejak umur 0,5 -?- udah mesum loh!
Hiru: -tampar Ichi- mana ada umur 0,5?
Ruki: lanjuuut~! Wi3nter, kapanIchigo jatuh cinta sama gue? Tahun 2012!
Ichi: gayamu... gue ama lu kan udah saling suka!
Ruki:-nonjok Ichi- yang terakhir dari Meyrin kyuchan! Biarlah imej Ichigo hancur di tangan author! Huahahahaha! BDSM kan udah ada penjelasannya di chapter 2 ==a
Hiru: Udah selesai ney akhirnyaaa! akhir kata saia yang ambil alih, jangan lupa repiuuuuuu! XDD
