The Mystery of Ghost House 4
Rated:T
Genre:Mystery,Adventure,Friendship,Comedy ^.-
Summary:Gimana ya ,jika karena rasa penasaran ,mereka akhirnya memutuskan untuk mencoba uji nyali di sebuah rumah yang diblang angker itu!Bagaimana petualang mereka di rumah angker itu?apakah mereka bisa selamat atau tidak?Dan apakah misteri tentang rumah itu akan terkuak oleh mereka?Makanya baca yak nih FF! DIJAMIN
SERUUUU!
"Eh eh BTW," sahut Yosuke, "kan katanya kita mau
ngomong to the point. Tapi to the pointnya itu apa ye? Gue lupa =.="
"Wee.. Iya juga," Rise berpikir, "emang kita mau bicarain to the
point apa nih senpai-senpai?"
"TPT apa! BTW tuh si Junpei
dah sadar atau belom?" tanya Minato melirik ke arah Junpei yang KO.
"Coba cek!" lanjutnya.
"Digimanain dianya!" seru
Yukari.
"Diapain aja deh! Ditampar juga boleh!" seru Yosuke.
"Lo ajalah yang nampar."
"Okay!"
Yosuke pun menggosok-gosokkan telapak tangannya, bersiap-siap menampar si
Junpei.
"Satu.. Dua.. Tiga!"
PLAAKK!
Yosuke pun menampar Junpei.
Lalu, apa yang terjadi?
"WAA SAKIT! APA-APAAN LO YOSUKE?" Junpei tiba-tiba terbangun.
"Waahhh akhirnya lo sadar!" seru si kepala mangkok.
BLETAKKK!
INTERLUDE 1 IN STUDIO
Souji : Gue bukan kepala mangkok Bu
Author!
"Oh iya TPT apa NIH? KATANYA Monica dkk butuh bantuan
kita?" tanya Minako
"Oh begini!.. Eliana!" seru Monica memanggil nama temannya.
Tiba-tiba saja muncul seorang gadis di deket Monica sambil menenteng seorang
bayi.
"Ini." Eliana menyerahkan bayi itu ke Minako.
"Eehhhh?" semua char Persona bingung di tempat.
"I-ini siapa?" tanya Rise ketakutan.
"Ah ini Mesi... Dia adalah bayi Vampire... Kami ingin
menitipkannya kepada kalian." seru Monica menjelaskan.
"Ke...Kenapa ke kami?" seru Minako takut-takut.
"Itu karena kalianlah yang sudah bertemu dengan kami dan mengenal
kami." seru Steve.
"Dan kami hanya menitipkannya sekitar 3 Minggu." seru Ben.
"Kalian harus merawatnya dengan baik... Jangan sampai ia
kenapa-kenapa!" seru Eliana dingin.
"Ahahah maafkan dia... Eliana memang sangat sayang dengan bayi ini."
seru Monica menyikut Eliana.
"WHAT? 3 MINGGU!" semua chara persona terkejut
dengan mulut ternganga.
"Ke-kenapa lama banget!" seru Yosuke.
"Itu karena kami harus pergi... Dan kami perginya 3 Minggu."
seru Ben.
"Kami mohon! Kami titip dia ya!" seru Monica puppy eyes.
"Waduh?" Yukari berpikir.
"Gimana nih leader-sama?" tanya Naoto mengarah pada Minato dan Souji.
"Aku sih tidak keberatan." seru Minato.
"Tapi.. Mereka gak minum darah kan?" tanya Souji.
"Nggaklah." sahut Kevin.
"Jadi gimana? Kalian mau menjaganya?" tanya Sarah.
"Um... Baiklah." Rise mengangguk.
"Horeee!" seru semua Vampire di sana.
"Okay semua! Siapkan barang kalian! Kita berangkat!" seru Monica.
"Kami titip Mesi ke kalian ya!"lanjutnya.
"Monica kami sudah siap!" seru semua vampire.
"Okay! Kami pergi dulu! Cioooo!" kemudian Monica dkk pun berlari
dengan kencang dan dalam waktu sekejab mereka menghilang dari sudut pandang
mata char Persona.
"Astaga.. Mereka itu terlalu
menyenangkan untuk jadi vampir." kata Yukari setengah tersenyum sambil
swit drop.
"Huh? Bau apa ini?" tanya Yosuke.
"HOEEK! Astaga! Bau banget!" seru Junpei menutup hidung.
"Darimana asalnya ini!" seru Rise.
"Hmm... Sepertinya aku tahu.." sahut Naoto mengarah pada Mesi si bayi
vampire.
BLURP!
"Jangan bilang kalo..." Junpei mulai jijik.
"IUUK!" Yukari dan Rise berseru jijik.
"Dia boker!" seru Minako.
"Okay boys, ini adalah pekerjaan kalian untuk membantu istri kalian suatu
saat nanti! Ganti popok Mesi!" seru Minako sambil memberikan Mesi ke
Yosuke.
"Betul!" seru Yukari.
"Kalian harus belajar mulai sekarang!" seru Rise.
"Wee.. Jangan gue! Kepala mangkok aja noh!" seru Yosuke menyerahkan
Mesi pada Souji.
"Jangan gue! Si Junpei saja!" seru Souji menyerahkan
Mesi ke Junpei.
Dan mendapat respon pingsan dari Junpei.
"Sudah, sudah biar aku saja yang menggantikan popoknya Mesi!" seru
Minato.
"Ini senpai." seru Naoto memberikan Mesi ke Minato.
"Yee.. Kalian ini gantiin popok doang =.=" Yukari
mendesah.
"Kan jijik Yu!" seru Junpei.
"Okay selesai!" seru
Minato sambil memperlihatkan Mesi yang sudah memakai popoknya.
"Waahh nii-chan hebat!" seru Minako sambil memberikan 2 jempol ke
Minato.
"Senpai! Kerenn! Senpai pasti bisa menjadi suami yang handal
kelak!" seru Naoto.
"Ahahah thanks!"
"Nyan nyaan!" seru Mesi terlihat gembira sambil memeluk Minato.
"Wah.. Mesi aja kayaknya dah menganggap kau ayahnya,
Minato." kata Yukari melihat Mesi tersenyum pada Minato.
"BTW aku baru tahu kalo vampir bisa boker juga =.=" kata Yosuke
tiba-tiba.
"Tentuah secara logis... Vampire itu mirip dengan kita
=w=" seru Naoto berpose detektif.
"Iya nii! Kayaknya Mesi suka dengan nii!" seru Minako.
"Hmppp..."
INTERLUDE 2 IN STUDIO
Souji : Wee author! Kenapa gak nulis
nama gue di dialog itu!
Author : Au ah gelap
Souji : =="
"Oh ya, BTW
dah hampir sore! Kita pulang yuk!" seru Rise.
"Bawa dia?" Junpei dan Yosuke menunjuk Mesi.
"Siap-siap aje lo bedua dipukulin ama Eliana." Yukari mengancam.
"Ckckc.. Iyalah, mang kalian mau meninggalkan Mesi
di Puri ini sendirian?" tanya Minako sambil menggendong Mesi.
"Kan kasian!" lanjut Naoto yang sedang bermain dengan Mesi di
gendongan Minako.
"Apa lucunya bayi itu!" seru Souji.
"Hn"
INTERLUDE
3 IN STUDIO
Author:
Minatooo! Yo yo Minato!
"=.=" Udahlah senpai, kita bawa aja dia. Lagian
kan dia bisa jadi bentuk manusia kalau dah keluar dari Puri ini." desah
Rise.
"Masa iya?" Yosuke tak percaya.
"Yee.. Kan tadi senpai liat sendiri Monica dan yang lainnya berubah jadi
manusia pas meninggalkan Puri ini." jelas Rise.
"Iya juga sih..." desah Souji. "baiklah
kita bawa Mesi ke villa! Tapi! Aku gak mau ikut merawat dia!..."
lanjutnya.
"Tapi Souji! Karena kita yang dapet tugas ini! Maka kita harus melakukannya
bersama!" jelas Minako.
"Kerjakan bersama atau!" Minato mendeath glare Souji.
"Okay okay! Gue ikut merawat Mesi, tapi please ya! Jangan suruh bersihin
bekas-bekas pembuangan dia!" seru Souji mendelik ngeri ke arah Minato.
"Okay! Kami setuju!" jawab Naoto dan Minako kompak.
"Okay kalian juga Junpei, Yosuke!" seru Minato mendeath glare YoJu.
"Iye! Gue
cuma ngasih dia makan!" seru Yosuke.
"Dan gue cuma mau ngajak dia main!" seru Junpei.
"Okay, deal! Ayo pulang!" seru Yukari. Dan semua char Persona pun
kembali ke Villa mereka.
~~~~ XXX ~~~~
"eh nii!" Minako memanggil Minato.
"hn?"
"gmn klo kita bagi tugas menjaga Mesi dlm 4 kel! Dan msing kel terdiri dri
2 org! "
"maksudmu dg ide itu?"
"untuk meringankan tgs nii. Dan Sebaiknya 1 kel itu terdiri dri 1 cewek
dan 1 cowok" seru Minato menjelaskan.
"baiklah... Kita undi kelompoknya" seru Minato.
"aku maunya dg nii! " seru Minako .
"-_-_-" apa2 sama
aku trus y" desah Minato "ok klian ber3 cri kel masing2" lanjut
Minato.
"Hmm.. Boleh deh aku sama Yosuke." jawab Yukari.
"Klo gitu gue sma Naoto deh."
"OKAY!" seru Yosuke dan Naoto.
"Itu berarti..."
"Souji dengan Rise?" tebak Yosuke.
"iya! GL Rise!" seru Naoto memberikan
semangat ke Rise.
"E-eh?"
Rise cengok.
"Wah, sepertinya aku tau kenapa dia blushing kyk gtu." pikir Yukari
dalam hati.
"Okay! Waktu untuk makan malam!" seru Junpei melihat jam tangannya
yang tepat menunjukkan pukul 7.
"iya!"
seru semua char Persona.
"waaahh gawat!" seru Naoto.
"kenapa?" tanya Minato.
"bahan makan kita di kulkas habis!" seru Minako dri arah dpur.
"Waa! Gimana
terus!" seru Junpei.
"Ya beli =.=" jawab Yosuke.
"Hmm.. Giliran siape nih beli bahan makanan?" tanya Yukari.
"Souji dan Rise!" seru MiNao.
"ckckkc kalian ini" seru Minato.
"ok kami pergi, ayo Rise" seru Souji menarik tangan Rise.
"O-Okay, senpai!" seru Rise.
"Good luck sma Souji." bisik Yukari pelan pada Rise sebelum ia pergi.
"Apa Yu?" sahut Souji karena tak sengaja mendengar bisikkan Yukari.
"Nggak, cuma bilang jangan sampe beli yang aneh-aneh." jelas Yukari
tersenyum.
Maka, Souji dan Rise pun pergi.
"hmm cba aja
klo aku ini..." Minako mendesah panjang. "gak bersaudara dg
nii" lanjutnya dlm hati.
"? Eh Minako-senpai knp?" tanya Naoto yg tak sengaja mendengar
Minako.
"e-eh gpp aku gpp!" serunya salah tingkah.
*Editor : Hemm.. Kta" Minako bikin aku inget sma Gun
Woo.. o.O*
"Eh, sambil nunggu Souji n Rise, gimana kalo kita ngajak Mesi main?"
tanya Yukari.
"Main apaan?" tanya Yosuke.
". . . .. Biasanya bayi main apa y?" Minako berpikir.
"? Apa y! Aku sama sekali tdk pernah tau!" seru Naoto.
". . . . "
"Kalo jamanku mah.. Kita main mobil-mobilan kulit jeruk
*o.O?* sahut Junpei.
"Ye.. Jaman lo ama jamannya Mesi kan beda -,-" desah Yosuke.
"maen kecrekan. . . " seru
Naoto memberikan pendapat.
"di timang2?" seru Minako.
"main umprt!" kini giliran Minato yg memberi ide
"Olala.. Ngebingungin juga nih." desah Yukari.
". . Iya ternyata urusan
seperti ini memang susah." desah Minako.
"eh tdi kelompok siapa yg kerja'annya mengajak main Mesi!" tanya
Minato
"JUNPEI NAOTO!" seru semuanya menunjuk kedua orang
tersebut.
"eto! Aku juga?" tanya Naoto.
"iya..." seru semuanya.
"hmm, . . . . . Aku... Aku nyerah! Junpei-senpai dpt ide?" tanya
Naoto
"Hmm.." Junpei berpikir.
"AHA! Kita main origami aja yok!" sahutnya.
"Hah? Origami? .O" Yukari bingung.
"mang anak bayi bs buat origami?" tanya duo MinaNao
bingung
"Coba kita tes!" Junpei mengambil kertas origami,
"Nah, Mesi sekarang coba.." Kata-kata Junpei terhenti ketika
mengetahui Mesi tidak ada.
"Mana Mesi?" tanyanya.
"bukannya tdi Mesi sma kmu Minako?" tanya Minato.
"nggak! Tdi aku kasih ke YuRi!" seru Minako melihat Yukari.
"Tadi dipegang Rise! Cuman aku gak tau di mana dia!"
seru Yukari.
"Kalo gitu ayo kita cari dia!" seru Yosuke.
"Ayo kita cari! Aku merasa khawatir dengan Mesi" seru Minako
khawatir.
"Dan aku takut dengan Eliana!" seru Junpei bergidik ngeri.
"NaotoYukariMinako kalian cari di dalam villa! JunpeiYosuke dan aku cari di
luar!" seru Minato memberi perintah.
"HAI!" dan semuanyapun mengerjakan tugas mereka masing-masing.
"Mesi! Kamu di mana?" tanya Yukari mencari-cari Mesi.
"Mesiii!" teriak MiNao
~~~~ XXX ~~~~
"Hmmm di mana dia bersembunyi?" tanya Minato dalam hati.
"Mesi! Keluarlah!" seru Yosuke mencari di
semak-semak sekitar villa.
"Puss.. Mesi! Puss.." seru Junpei.
BLETAK!
"Aduh duh! Sakit!" seru Junpei dijitak Minato.
"Lo kira dia kucing!" seru Minato mengomeli Junpei.
~~~~ XXX ~~~~
"Okay, kita beli apa saja ?" tanya Souji ke Rise.
"Hmm.. Bagaimana kalau kita beli sayur untuk buat sop
senpai?" usul Rise.
"Bolehlah... Lagi pula semua suka sup! Okay, ayo kita beli
XD!" seru Souji.
Dan Rise serta Souji pun langsung mengambil bahan-bahan yang
mereka butuhkan untuk membuat sup.
~~~~ XXX ~~~~
"Hosh.. Hosh.." Yosuke ngos-ngosan.
"Eh? Kenapa Yos?" tanya Yukari.
"Dia gak ada di luar!" seru Junpei, "Kalian sendiri gimana? Dah
nemuin dia?"
"Kami belum menemukan mesi." jawab Minato.
"Aku khawatir ia diculik." Minako tempak khawatir dengan kehilangan
Mesi yang begitu tiba-tiba.
"Semoga ia baik-baik saja." lanjutnya.
BRAK!
"Eh? Suara
apa tuh?" tanya Junpei.
"Sepertinya.. Dari gudang!" seru Yukari.
"Mari kita periksa!" seru Naoto.
Semuanyapun berlari ke arah gudang untuk melihat gudang tersebut.
"Semoga gak ada hantu!" harap-harap cemas Minako sambil mendekap
lengan Minato kuat.
INTERLUDE
4 IN STUDIO
"Oy
oy! Yukari! Lo cemburu di sini! Soalnya lo kan suka ma Minato!" seru Author.
"Kok saya bu!" protes Yukari.
"Yee buruan! Biar terkesan dramatis! XD" ujar Editor.
Ketika Minako menggenggam tangan Minato dekap-dekap, perasaan
aneh menyelimuti Yukari. Ia pun berhenti.
"Perasaan apa.. Ini? Kenapa
sepertinya.. Aku.."
"Hei, Yukari!" seru Junpei.
"Lo ngapain bengong di situ!" ujar Yosuke.
"Uh-oh! Gapapa! Ayo!" Yukari kembali mengekori teman-temannya ke
Gudang.
BRAK!
Minato membuka pintu.
"Hmm? Spertinya tidak ada apa-apa di sini." gumam Yosuke.
"Sepertinya sih begitu.." kata Naoto memeriksa
sekeliling gudang.
"Nii-san lihat sesuatu?" tanya Minako sambil memeluk Minato dari
belakang.
"Sudahlah jangan takut, nii-san disini." seru Minato sambil
mengelus-elus kepala Minako lembut.
"Kalian saudara yang akrab ya! Seandainya aku punya saudara..." gumam
Naoto pelan.
Yukari terdiam melihat apa yang dilakukan Minako.
"Oh, ayolah Yukari! Hilangkan
perasaan ini! Dia kan cuma adiknya Minato!"
"Eh?" Junpei menemukan sesuatu.
"Ada apa Jun?" tanya Yosuke.
"Kok di sini ada botol susu bayi?" Junpei kebingungan.
"Hah! Botol susu bayi!"
OEE OEE!
"Hei! Suara itu!"
"Mesi!" teriak Minako tepat di kuping Minato, membuat
sang cowok berambut biru tua itu harus menutup kupingnya.
"Jangan teriak!" serunya ke Minako namun tak di gubris oleh sang
gadis. Minako terus berlari ke arah suara itu berasal.
"Senpai menemukan sesuatu?" tanya Naoto ke Minako.
"Coba cek di belakang boks ini!" seru Yosuke.
"Okay!" Junpei langsung menghancurkan boks itu.
OHOK OHOK!
"Woy! Ngancurinnya jangan keras-keras! Sesak napas nih!" protes
Yukari.
"Ye.. Sorry.." desah Junpei pelan.
"Hei! Itu.." Naoto menunjuk sesuatu.
"MESI!"
"OEE OEE!"
"Mesi!" seru Minako berlari ke arah Mesi. "Mama datang!"
lanjutnya.
"Mama!" kaget, penasaran, dan bingung semua chara dengan perkataan
Minako tadi.
"Eh memangnya gak boleh ya? Kalo aku berpura-pura menjadi mamanya
Mesi?" tanya Minako innocent.
GUBRAK!
"Haduuh haduuh..." semua chara hanya bisa menghela
napas panjang dan geleng-geleng.
INTERLUDE 5 IN STUDIO
"Leng geleng geleng =w=a." Author
bergumam.
"Ma..Mama..." kata Mesi ke Minako sambil terus-terus merentangkan
tangannya ke arah Minako.
"Kyaaa Mesi berbicara! Ya mama di sini nak!" seru Minako sambil
mendekap Mesi.
INTERLUDE 6 IN STUDIO
"Lo kok jadi ibunya? Minako?" tanya
Author.
"Soalnya dia suka banget ma anak kecil Author." jawab Minato.
"Owwhh gitu =="
"Papa!" teriak Mesi sambil melihat ke arah Minato.
"Lah! Kenapa Minato jadi bapaknya =.=" desah Junpei.
Yukari menggigit bibir. "Aku harap, aku yang jadi ibunya..."
"Hah? Lo bilang apa tadi?" tanya Yosuke.
"Oh! Nggak, aku nggak bilang apa-apa!" Yukari menggelengkan kepala.
"Tadi aku denger soal ibu.." Junpei berpose menginterogasi.
"Ah, kalian hanya salah denger! Aku gak bilang apa-apa kok!"
"KAMI PULANG!"
"Ahh Rise, dan Souji pasti dah pulang!" seru Minako yang
menyadari teriakkan RS.
INTERLUDE 7 IN STUDIO
"Rumah Sakit ea?" gumam Author.
"Ayo kita temui mereka. Lalu kita masak." saran Naoto.
"Ya, saya sudah lapar!" seru Minato lesu.
"Iye, gue dah laper
berat!" seru Junpei.
"Gaya lo laper berat =.=" desah Yukari.
Maka, mereka pun segera turun ke bawah menyambut Rise dan Souji di pintu depan.
"Wee kalian lama banget, kok
*Mangkok*?" tanya Minako ke RS.
"Sorry tadi kejebak macet antrian bayar di kasir!" seru Souji.
"Yee, ya udah! Udah lo masak gue laper!"
"Gue juga!"
"Okay, okay gue masak, Rise ayok ke dapur!" ajak Souji dan diapun
berjalan ke arah dapur.
"I-Iya, senpai." Rise
mengangguk. Maka, ia dan Souji ke dapur.
"Senpai.." sahut Rise melihat Yukari.
"Eh? Ya kenapa?"
"Thanks buat dukungannya."
"Yup! Sama-sama!"
"Eh, Kok! Jangan lupa masakin Mesi!" seru Yosuke pada si kepala
mangkok alias Souji.
INTERLUDE 8 IN STUDIO
"Yee! Dah berapa kali gue bilang gue bukan kepala mangkok!
=.=" protes Souji.
"Yee! Kan cuma nambahin kesan humornya Kok ;p" ledek si Editor jahil.
"Zzz.. =.=" Souji mendesah.
"Kok mirip ma opa ya =,=" desah
Author.
"Semoga Rise
gak buat sambal lagi!" harap-harap JuYo.
"Senpai =.=", eh Minato-senpai dan Minako-senpai mana?" tanya Naoto yang
menyadari bahwa Arisato bersaudara itu tidak ada di sana.
"Owh mereka lagi di balkon main-main kayak keluarga bahagia dengab Mesi
=w=" jawab Yosuke.
"Ckckck, coba kalo mereka bukan saudara gue yakin! Minako dan Minato pasti
bakal pacaran!" serbu Junpei berbicara tiba-tiba.
"Ya aku setuju dengan Junpei-senpai. Soalnya Minako-senpai dan Minato-senpai
serasi sekali!"
"Ckckckkc gimana pendapat kalian? Yos, Yu?"
"Kalo gue mah, mereka tuh gak usah pacaran! Langsung
tunangan aja!" seru Yosuke.
"Um, bentar ya. Kayaknya, aku mau ke kamar mandi." Yukari berdiri
dari kursinya dan menuju ke kamar mandi.
"Eh? Ada apa dengan Yukari-senpai?" tanya Naoto heran.
"Entahlah." jawab Yosuke.
"Dia... Kayaknya suka dengan Minato!" selidik Junpei
"Ah! Masa!" seru Yosuke tak percaya.
"Yee! Lo liat sendiri aja raut mukanya tadi!"
"Senpai benar! Tadi pas kita bicara soal Arisato-senpai.
Wajah Yukari-senpai sepertinya tidak suka." jawab Naoto membenarkan
perkataan Junpei.
INTERLUDE 9 IN STUDIO
"Siapa yang setuju jika Minato dengan
Minako! Tunjuk tangan! Yang milih Minato dengan Yukari! Kepalkan tangan ke
udara!" seru Author.
"Oy oy! Ada apa ni! Kok gue di rebuttin?" tanya Minato.
Author menendang Minato. "Ayo votting! Yang paling banyak suaranya dia yang bakal jadi pasangannya di akhir cerita! Ceweknya Minato maksudku =w=a" jelas Author.
Editor votes for Minato Minako.
"Wah? Serius nih Bu Editor!" Junpei tak percaya.
"Yup! Ahahah XD kalo menurutku Minato ama Yukari cocok sih, tapi lebih cocok
Minato Minako! Ayo yang laen!" seru Editor semangat.
"Aku dua Arisato!" seru Naoto.
"Sama! Direktur juga sama, pastinya! XD diakan cowok gue." seru Author.
"Minato Yukari!" seru Souji.
"Lo knp milih MY bukan 2M?" tanya Author.
"Suka di ejek Minako :P" jawab Souji tanpa dosa.
"Hem! Pembalasan dendam Kepala
Mangkok!" seru Editor.
"=.=" Souji mendesah.
";P!" pelet si Editor pada Souji.
