Chapter 2
A/N : moshi-moshi minna san, ,chapter 2 udah apdet nih. Makasi buat yang udah review apalagi yang udah nge-fav cerita gaje ini. Sekarang bales review aja dulu ya~
Pertama dari Youichi Hyourinmaru, fanfic adalah segalanya. FFn adalah panutanku. Menjadi bagian dari para author adalah sebuah anugerah yang sungguh indah. (?)
Kembali ke pokok pembahasan
Terima kasih atas review yang telah anda berikan. Saya akan langsung menanyakannya pada Mr. Netra dan Mr. Miara di sekolah. Saya tidak akan menanyakan pada anda karna bukan menjadi mengerti tapi saya akan menjadi tambah-tambah tak mengerti. Terima kasih atas pujian anda mengatakan fic saya bagus.
Author tidak ada yang sempurna. Hanya jashin sama yang sempurna. Tingkatkan imammu dan berguru lah pada hidan.
Wkwk, kok hayui merasa aaneh ya ngomong gitu ama youici-chan? Haha makasi dah ngeriview. .
kedua dari Takazawa Kazuki, wah hola Kazu-san makasi udah mau nge-riview cerita hayui yang aneh bin gaje ini ya. And Hayui juga suka sama sifatnya Sasu yang kayak gini. And makasi juga udah nge-fav cerita hayui ya. And jangan lupa review lagi ya.
Ketiga dari Uzumaki Winda, Yo juga Winda chan~ salam kenal ia. Masa sih Sasu ama Naru romantis? Tapi kalo ia syukur deh, brarti genre bener kan? Hm, typo ya? Oke deh hayui perbaikin. Jangan lupa review lagi ia~
Dari Nesia Eg Yufa, hai Nesia-senpai makashi buat review-nya ya. Semoga kesalahan di chapter 1 gak terulang di chap ini. Hehe, sms-nya naru ama saku, hayui akuin emang super alay banget haha. Wah penggemar KyuuGaa ya? Saya juga. . jangan lupa review lagi ya.
Dari uchihanaru sure, wokeh! Nih udah lanjut. Review lagi ya.
Dari Sanao Mikaru, moshi-moshi Sanao-san makasi udah review ya. Emm, di sini Kiba uke-nya shika, wkwk hayui juga suka ama sakura yang fujoshi akut. Haha. .
Dari sabishii no kitsune, hai She-san~ kepanjangan ya? Emang sih hayui publishnya gak mikir-mikir sih haha. .masa sih gak ngebosenin perasaan ini cerita garing banget deh haha. Jangan lupa review lagi.
Dari shiRan – chan, salam kenal ya shiRan-chan~ mau favo? Boleh banget! Hehe makasi udah review, review lagi ia. .
Dari ciel moh log in, salam kenal ia , sayangnya hayui gak snggup buat yang rate M. sakura gak bakal diapa-apain kok sama Sasuke kasian Naru alna. .
.
.
Disclaimer : Hayui akuin Naruto bukan punya Hayui tapi punya Mas Ajinomoto Ups! Masashi Kishimoto maksudnya hehe
Genre : Humor/Romance-?-
Rating : T
Pair : SasuNaru, KyuuGaa, ItaDei, SuiNeji, ShikaKiba, Dll.
Summary : Gaara yang dipegangi begitu segera berbalik bermaksud ingin protes.
"Apa la-"
CUP
Belum selesai Gaara bicara sebuah kecupan hangat mendarat di dahinya.
"Kalo loe ada masalah loe bisa cerita sama gue." Kyuubi berkata seraya mengelus sayang rambut sang pemuda ai.
Chapter 2 :
BLAK
Suara pintu kamar mandi yang ditutup oleh pemuda ai dengan iris mata emerald, terdengar lumayan keras. Setelah sampai di dalam kamar mandi kyuubi, pemuda ai yang memiliki nama lengkap Sabaku No Gaara itu bersender di tembok samping bath tubh, ia mengcengkram kuat rambut merah batanya, "Argh!" Garaa mendesis pelan lalu ia tertunduk, "Gue kenapa sih?" lanjutnya datar. Ia memejamkan matanya lalu menghirup nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan Gaara merasa lebih baik ia segera melepas pakain basahnya dan menggantiya dengan pakaian yang ia pinjam dari naruto tadi.
Sementara itu Kyuubi masih tetap dalam posisi 'tidur-nya' hanya saja mata yang tadi terpejam itu kini telah terbuka walau tak sepenuhnya. "Gaara ya?" tanyanya pada dirinya sendiri dengan suara yang lumayan keras tapi tak akan terdengar sampai di tempat Gaara berada. Kyuubi tersenyum geli mengingat Gaara yang tadi sempat seperti terhipnotis karena wajah tenangnya saat tidur. "Gue gak nyangka dia bisa ngambil perhatian gue pas pertama ketemu." Kyuubi memejamkan matanya sambil menyentuh pipinya yang sempat bersentuhan dengan jemari putih Gaara. "Hmp, dasar! Tapi gue pastiin loe bakal jadi milik gue, Gaara. " katanya sambil menyeringai setan.
Lalu Kyuubi mengubah posisi 'tidurnya' menjadi duduk bersila di atas kasurnya menghadap ke arah kamar mandi. Ia menopang dagunya dengan tangan kirinya sambil memutar matanya dengan bosan, "Che, lama banget sih tuh orang!"
Tak seberapa lama Kyuubi berkata seperti itu, Gaara keluar dari kamar mandi. Saat keluar dari kamar mandi Gaara dalam keadaan memejamkan matanya sambil mengeringkan rambutnya yang agak basah dengan handuk dari Sasuke tadi. Gaara tak sadar bahwa dirinya sedang diperhatikan oleh mahluk yang sudah dilabeli dengan nama : SETAN!
Sementara itu Kyuubi yang melihat Gaara yang sekarang ada tepat di depannya hanya bisa tertegun. Sebuah fenomena yang menurutnya perlu diabadikan. Fenomena apa itu? Yak saudara-saudara ternyata yang dilihat Kyuubi adalah sosok Gaara yang toples. Gaara sama sekali tak memakai sehelai kain pun di badan atasnya mempelihatkan dada bidang yang sudah mulai terbentuk itu. Gaara yang hanya dibalut oleh celana jeans hitam dengan sedikit robek-robekan di bagian lututnya sedang memegang handuk berusaha mengeringkan rambut merah batanya yang kini sedkit acak-acakan.
Kyuubi sama sekali tak bisa melepaskan pandangannya dari sosok malaikat di depannya dan setelah ia kembali mendapatkan kesadarannya tanpa diperintah Kyuubi langsung mengeluarkan HP dengan kamera bermega-mega pixelnya berniat mengabadikan moment yang tak akan dia lihat dua kali itu. Sebelum dia melancarkan aksinya untuk memfoto Gaara sebuah seringaian setan tersungging di bibirnya. Lalu setelah itu,
KLIK
KLIK
KLIK
Tiga foto Gaara cukup untuk Kyuubi. Sangat cukup apalagi dengan keadaan Gaara yang bisa membuat semua seme menelan ludah itu. Lalu Kyuubi kembali memasukan HPnya ke dalam saku celananya. Lalu dengan nada santai ia 'menyapa' Gaara. "Yo, The Red Ai! " katanya enteng.
Sedangkan Gaara yang mendengar suara yang masih asing ditelinganya tapi ia tetap bisa mengetahui siapa yang ada di balik suara itu, "Kyuubi." Desis gaara tajam sembari membuka matanya memperlihatkan iris emerald yang begitu indah kepada sang pemilik mata merah darah.
Kyuubi mengangkat sebelah alisnya mendengar desis tajam Gaara tapi itu sama sekali tak membuatnya takut dan berfikir akan mundur teratur untuk mendapatkan Gaara.
Kyuubi yang selama ini selalu dihormati kadang-kadang merasa bosan dengan hidupnya yang 'segitu-segitu aja'. Kyuubi sangat senang dapat bertemu orang seperti Gaara. Orang yang berani mendesis tajam di hadapannya, orang yang berani menatap tajam dirinya, orang yang berani dengan terang-terangan melawan dirinya. Kyuubi sangat menyukainya.
"Kenapa loe ada di sini?" Kyuubi berpura-pura tidak tahu.
"Gue abis ganti baju." Gaara menjawab datar sembari melanjutkan kegiatan mengeringkan rambutnya yang sempat tertunda. "Oh,loe abis ganti baju nih ceritanya?" Kyuubi bertanya dengan nada jail yang sangat dapat dirasakan. Gaara seikit bingung dengan nada alay yang diucapkan Kyuubi tapi ia tak mau ambil pusing dan menjawab tetap dengan datar, "Hn."
Seringaian Kyuubi makin melebar. "Emang siapa yang ngijinin elo ganti baju di sini?" dia bertanya enteng.
"Hn?" Gaara yang sudah selesai dengan acara mengeringkan rambutnyanya langsung memakai bajunya, langsung dihadapan Kyuubi.
"Emang siapa yang ngijinin elo ganti baju di sini?" Kyuubi mengulangi sekali lagi pertanyaannya. "Naruto" jawab Gaara singkat, padat, dan jelas. " Owh, emang sejak kapan nih kamar punya dia?" Kyuubi sengaja memancing Gaara agar mau banyak bicara padanya. "Maksud loe?" akhirnya terdapat tanda baca selain titik yang terdapat di kata-kata Gaara. "Perasaan nih kamar punya gue deh and gue juga gak merasa kalo sempet ngasi ijin ke elo buat ganti baju di sini." Kyuubi berkata santai.
Sedangkan Gaara hanya mengernyit sambil berjalan ke arah Kyuubi lalu menjawab, "Ini kan rumahnya Naruto jelas dia lebih berhak dari pada elo. "
Dan setelah berkata seperti itu Gaara berjalan melewati Kyuubi berniat keluar dari ruangan pribadi sang setan tapi dengan sigap tangan Kyuubi menarik tangan Gaara mencoba menahan Gaara agar tak keluar dari kamarnya sebelum ia berhasil menjalankan rencananya.
"Apa?" Gaara bertanya dengan nada yang terlihat sedikit kesal.
"Loe itu pernah diajarin sopan santun gak sih sama Kaa-san loe,hah? Gue tu lagi ngomong ma elo!" Kyuubi berbicara dengan nada membentak yang dibuat-buat agar terlihat sebal.
Sementara itu Gaara yang mendengar kata-kata Kyuubi agak terhenyak. Ia memalingkan wajahnya dari Kyuubi, tak ingin wajahnya yang 'seperti ini' dilihat oleh sang raja setan. Lalu Kyuubi yang omongannya tak direspon menjadi kesal yang tidak main-main. "Kalo orang ngomong itu, loe harus jawab tau! Dasar!"
Tapi walaupun Gaara dikatai begitu ia tetap tak menghadap ke arah Kyuubi apa lagi merespon kata-katanya. Gaara masih terlalu sibuk dengan 'masa lalunya'. Kali ini Kyuubi benar-benar kesal, ditariknya tangan Gaara dan dihempaskannya ke atas kasurnya.
"Elo budek ya? Kasian banget sih Kaa-san loe punya anak kayak loe!" Kyuubi sengaja berbicara seperti itu sengaja agar Gaara mau merespon kata-katanya
Gaara yang terduduk lemas di atas kasur akhirnya menatap sendu ke arah Kyuubi memperlihatkan mata emerald yang semula bening itu kini mulai dihiasi warna kemerahan, "Kaa san gue emang gak pernah ngajarin gue sopan santun." Gaara berkata dengan suara yang agak bergetar seperti orang yang sedang menahan tangisan. Kyuubi terhenyak mendengar kata-kata Gaara, ia tak tahu jika Gaara akan menangis karna perkataannya. Tapi jika mengasihani Gaara sekarang rencananya tidak akan berjalan dengan lancar dan setelah menimbang-nimbang akhirnya Kyuubi memutuskan untuk tetap menjalankan ceritanya.
"Che, cengeng banget loe segitu aja nangis. And emangnya kaa-san loe ke mana sampe gak bisa ngajarin loe sopan santun hah?" Kyuubi menaikan sebelah kakinya ke atas kasur tepat di sebelah Gaara lalu tangan kanannya beranjak naik ke atas kepala Gaara, menjambak rambut merah bata itu dengan sedikit keras sehingga membuat si pemilik rambut merah itu meringis kesakitan.
" K-kaa-san gue udah mati" Gaara berkata dengan datar, wajahnya sama sekali tak menunjukan kesedihan tapi matanya. Mata emerald indahnya itulah yang memancarkan kesedihan dan kepedihan yang mendalam.
TES
Sebulir air mata menetes dari mata indah itu. Membuat emosi Gaara berkecamuk. Emosinya yang sudah dipendam dari saat ibunya meninggal kini terbuka dengan mudahnya di depan seorang Kyuubi. Nafas Gaara terengah-engah, jantungnya berdetak dengan kencang, air mata yang selama ini ditahannya kini mulai mengalir dengan bebas membasahi pipi mulus Gaara yang terlihat pucat. Segera ditariknya tangan Kyuubi dari rambutnya lalu dengan segera menghapus air matanya dengan handuk yang ia bawa tadi. Ia memalingkan wajahnya dari Kyuubi tak mau Kyuubi melihat lebih banyak lagi air mata yang mengalir di wajahnya.
Sedangkan Kyuubi yang melihat Gaara menangis tak karuan seperti itu jadi merasa bersalah, 'gue keterlaluan ya?' ia bertanya pada dirinya sendiri dalam hati. Lalu ia menarik turun kakinya dari atas kasur, dia menghela nafas sebelum mendudukan diri di sambping Gaara.
"Maaf." Sebuah kata yang tulus terucap dari bibir Kyuubi. Tapi Gaara masih tetap memalingkan wajahnya. "Gue gak bermaksud ngebuat elo nangis." Kyuubi kembali berbicara menghadap Gaara yang kini sedang tertunduk.
"Bukan gara-gara elo kok. Emang gue yang emosi tadi." Akhirnya kata-kata kyuubi direspon oleh Gaara.
"Apanya yang bukan gara-gara gue! Jelas-jelas sebelum gue bentak loe baik-baik aja!" Kyuubi menjambak rambutnya frustasi.
"Udah lama gue gak nangis. Gak nyangka bisa nangis segampang itu di depan loe." Gaara tersenyum miris malah membuat Kyuubi meras semakin bersalah.
"Gue gak ." Kyuubi benar-benar merasa menjadi orang paling bodoh di dunia karna dengan gampangnya ia membuat orang yang dicintainya menangis. "Hn. Gak papa. Gue gak nangis karna elo kok. Gue Cuma inget ma Kaa-san gue yang udah meninggal." Gaara menjawab dengan nada yang agak ringan karna entah kenapa menyelip rasa tak tega karna melihat wajah Kyuubi yang terlihat begitu bersalah ke dalam hatinya.
"Emangnya Kaa-san elo meninggal karna apa?" Kyuubi bertanya sembari merunduk belum siap melihat wajah orang yang tadi sempat ia sakiti itu. "Kaa-san gue dibunuh sama Tou-san gue. Heh, gue sama sekali gak nyangka tou-san gue tega ngebunuh Kaa-san gue." Gaara kembali menampakan sebuah senyum sedikit kaget mendengarjawaban Gaara. Ia akhirnya mengangkat wajahnya dan menatap ke dalam mata emerald itu mencoba mencari kebenaran atas kata-kata itu. Ya dia menemukannya di situ.
"Kenapa tou-san loe nglakuin itu? Emang Kaa-san loe salah apa?" Kyuubi bertanya dengan rasa prihatain.
"Kaa-san gue gak salah apa-apa. Jadi gini,"
Flash back
12 tahun yang lalu saat Gaara berumur 4 tahun, ia tinggal di kota yang bernama Suna. Di sana ia tinggal bersama Kedua orang tuanya. Orang tua yang menurut Gaara adalah orang tua yang baik dan keluarga yang menurut Gaara keluarga yang harmonis. Tapi pandangannya tentang hal itu mulai memudar saat ia melihat dengan mata kepalanya sendiri ayahnya yang baru pulang dari kantor sedang merangkul wanita muda yang terlihat sangat genit. Karena saat itu Gaara merasa marah melihat Tou-sannya bersama wanita lain ia melaporkannya pada Kaa-sannya. Yap! Tindakan yang sangat salah telah diambil oleh chibi Gaara.
"Kaa-chan! Tadi Gaa chan liat tou-chan jalan baleng-baleng sama cewek genit!" chibi Gaara berkata dengan marah.
"Hah? Gaara chan bilang apa, sayang?" Tanya Kaa-san Gaara masih belum emosi karena menganggap anak semata wayangnya itu sedang bercanda.
"Sini!" Gaara kecil menarik tangan Kaa-sannya agar mengikutinya ke depan rumah mereka agar Kaa-sannya bisa melihat sendiri apa yang sedang dilakukan Tou-sannya. Sedangkan Kaa-san Gaara yang tangannya ditarik-tarik begitu hanya mengikuti kemana arah yang akan dituju oleh anak tersayangnya itu.5 menit cukup untuk sampai dari tempat Kaa-san Gaara tadi berada sampai di depan rumah mereka dan alangkah kagetnya Kaa-san Gaara saat melihat Tou-san Gaara sedang bermesraan dengan wanita lain di depan rumah mereka."Ayah!" kaa-san Gaara berteriak dengan nada tinggi yang penuh emosi tak tahan melihat pemandangan yang mamapu menyayat hatinya itu.
Ayah Gaara kaget mendengar teriakan sang istri langsung menyuruh agar wanita yang dibawanya itu pergi. Dan semenjak itulah pertengkaran-pertengkaran kecil maupun besar mulai terjadi di keluarga Gaara mulai merusak 'Keluarga harmonis itu'.Hingga puncaknya saat bulan purnama sebuah pertengkaran hebat terjadi di rumah Gaara.
BRAK
PYANG
Berbagai perabotan kaca pecah akibat lemparan sang kepala keluarga. Emosi sang istri yang melihatr suaminya seperti itu sudah sangat memuncak. Diarahkan kakinya menuju sang suami.
PLAK
Sebuah tamparan keras mengenai pipi tou-san Gaara. Tou-san Gaara yang mendapat tamparan seperti itu menjadi tambah kesal diambilnya sebuah botol wine yang ada di sebelahnya dan dipukulnya kepala istrinya.
Bug
Darah mengalir deras dari kepala yang dihiasi rambut merah itu. Kaa-san Gaara sudah tak dapat menahan rasa sakit di kepalanya dan ia pun ambruk karena darah yang terus mengalir dengan deras. Sedangkan ayah Gaara yang melihat istrinya sepert itu hanya berwajah datar sambil melalui tubuh istrinya itu dan keluar dari rumah meninggalkan Gaara seoraang diri. Keesokan paginya Gaara sangat kaget menemukan sang Kaa-san tergeletak tidak bernafas di lantai dia pun menjerit sejadi-jadinya tapi apa daya nasi telah menjadi bubur nyawa ibu Gaara tak akan kembali.
Setelah pemakaman Kaa-san Gaara , Gaara ikut ke Konoha bersama bibi, paman, dan sepupunya yaitu Sabaku No Sakura.
End of flash back
Kyuubi terhenyak mendengarkan cerita Gaara, dia tak menyangka bahwa masa lalu Gaara sangatlah kelam. "Terus sekarang Tou-san loe dimana?" Kyuubi akhirnya angkat suara setelah lama keadaan menjadi hening.
"Gue gak tau dan gak mau tau." Gaara menjawab sendu.
PUK
Kyuubi menepuk sekali kepala Gaara lalu tersenyum,"Jangan sedih, loe punya banyak orang yang sayang banget sama elo. Jadi loe gak perlu takut sama masa lalu. Kalo loe sedih loe bisa cerita sama kita-kita."
Gaara mendengus mengejek mendengar kata-kata sok bijak dari Kyuubi tapi entah kenapa ada perasaan lega dan senang di hatinya.
"Ya udah gue mau keluar." Gaara mulai melangkahkan kakinya sebelum mendapat respon dari sang raja setan.
1 detik
2 detik
3 detik
JLEB
Kyuubi bagaikan di tusuk sebuah pedang. 'Kok gue lupa sih?' Kyuubi membatin dalam hati diliriknya Gaara dengan ekor matanya. Sudah sampai di depan pintu kamarnya. Segera Kyuubi melompat turun dari kasurnya dan dengan sedikit berlari menhampiri Gaara
BUK
Bunyi tangan kyuubi yang di luruskan ke depan dan menabrak pintu terdengar lumayan keras. Kyuubi melingkarkan tangan kirinya di pinggang Gaara menahan tangan yang ingin membuka pintu itu. Dia mengatur nafasnya yang terengah-engah itu sebelum menunduk ke bahu Gaara membuat pipi mereka bersentuhan.
Sedangkan Gaara yang merasakan pipinya yang dingin bersentuhan dengan pipi Kyuubi yang hangat hanya berusaha memerengkan badannya berusaha menghilangkan semburat merah di pipinya yang putih mulus.
"Gue nglupain sesuatu." Kyuubi berkata dengan ringan sambil mengeratkan pelukannya.
"A-apa?" Kata Gaara berusaha menjauh dari Kyuubi tapi Kyuubi terus mendekat ke arahnya.
"Hukuman." Kyuubi menghadap ke arah Gaara membuat hidungnya menyentuh pipi Gaara.
"H-hukuman buat apa?" Gaara benar-benar gugup dan memerah merasakan hidung mancung itu menyentuh pipinya apa lagi nafas hangat Kyuubi yang menyapu kulit lehernya.
"Atas ketidak sopannan loe masuk ke kamar gue tanpa ijin. Gue mau," Kyuubi menggantung kata-katanya.
"Mau apa?" God! Wajah gaara sekarang pasti telah sama dengan warna rambutnya. "Gue mau elo jadi pacara sekaligus babu gue selama 3 minggu." Kyuubi berkata dengan nada yang tidak bisa di tawar-tawar lagi.
"Nani?" Gaara sungguh benar-benar ingin pingsan sekaran. Pacaran dengan setan? Oh, I am sorry.
"Kalo loe gak mau. Loe gak bakal bisa keluar dari sini selamanya." Untuk yang pertama kalinya Kyuubi menampilkan seringainan yang sangat kejam dan penuh perikesetanan. Tangan Kyuubi yang semula berada di pinggang Gaara naik menyentuh dagu Gaara dan mengarahkannya agar menatap wajahnya. Hidung mereka saling bersentuhan. Kyuubi terus mendekatkan wajahnya ke Gaara dan hal itu sukses Membuat sang pemuda dengan mata emerald mengangguk cepat dia belum siap menyerahkan first kiss-nya.
"Ugh, oke." Dan setelah mendengarkan kata itu Kyuubi melepaskan Gaara. "Good answer, boy!" katanya tersenum licik. Dan saat Gaara kembali ingin membuka pintu agar bsa secepatnya keluar dari sini sekali lagi Kyuubi menahan Gaara. Gaara yang dipegangi begitu segera berbalik bermaksud ingin protes.
"Apa la-"
CUP
Belum selesai Gaara bicara sebuah kecupan hangat mendarat di dahinya.
"Kalo loe ada masalah loe bisa cerita sama gue." Kyuubi berkata seraya mengelus sayang rambut sang pemuda ai. Setelah itu dia langsung mendorong pundak Gaara agar keluar dari kamarnya dan segera menuncinya dari dalam.
Sedangkan Gaara yang diperlakukan seperti itu hanya ber-haaa ria jika dia bukan seorang sabaku pasti pingsan dari tadi segera digelengkannya kepalanya dan dia memutuskan untuk kembali ke kamar naruto.
.
.
.
Kriet
Gaara membuka kamar Naruto perlahan menampakan kedua temannya dan seorang sepupunya yang sedang duduk-duduk di atas kasur. Semua menoleh kea rah Gaara.
"Gaara loe kok lama banget sih?" Naruto bertanya penasaran kepada Gaara. "Iya! Loe di apa-apain ya sama Kyuu senpai?" Kiba menyambung pertanyaan Naruto.
"Gue gak diapa-apain kok ama dia." Gaara melangkah masuk ke dalam kamar Naruto dan ikut duduk di sana bersama teman-temannya.
"Wuaah! Jangan-jangan Gaara-chan abis lemonan ya sama Kyuu-nii?" nah kali ini Sakura lah yang bertanya deangan nada yang sangat antusias. Dan Gaara, Naruto, dan Kiba yang mendengarnya hanya bergubrak ria. "Gak lah! Gila loe!" Gaara menepis dengan muka merah. "Hehe bercanda kok."
"Friend! Kita nginep sini aja yuk!" Kiba mulai membuka topik baru. "Emm, setuju deh! Lumayankan bisa dapet banyak foto yaoi!" Sakura berkata girang. Sedangkan Gaara hanya ber-Hn yang artinya setuju.
.
.
.
matahari telah meninggalkan langit biru menyebabkan sang langit berubah warna menjadi biru gelap. Sayup-sayup burung kembali terdengar pertanda para burung-burung mulai kembali ke sarang mereka. Sungguh malam yang tenang dan damai tapi dibalik itu semua jika dilihat di sebuah rumah yang masuk dalam golongan mewah yang bercat putih dengan lamabang keluarga uchiha di pagarnya kata-kata malam yang tenang sungguh sangat tidak benar. Rumah yang seharusnya hanya dihuni dua orang itu kini dihuni oleh enam orang membuat suasana di rumah itu jadi terasa ramai.
"TEME MAKAN MALEMNYA UDAH SIAP!" teriakan seorang pemuda pirang dengan iris mati berwarna biru langit terdengar sampai di seluruh penjuru rumah keluarga uchiha. Sedangkan yang diteriaki membalas teriakan dari pemuda pertama dengan suara yang tak kalah kerasnya, "IYA DOBE! LOE JANGAN TERIAK-TERIAK!"
"Ya ampun Ayam bukannya elo juga teriak!" Kyuubi memukul kepala Sasuke dari belakang. "Woa! Loe gak perlu mukul gue kali! Baka!" kata Sasuke semabari mengelus kepalanya. "Ya udah! Turun sana dah ditunggu sama uke loe!" Kyuubi berkata sambil kembali ke kamarnya meninggalkan sang adik yang sedang mengumpat-ngumpat tak jelas sembari menuruni tangga menuju ke lantai 1. Ketika sampai di lantai satu Sasuke bisa melihat meja makan sudah dipenuhi oleh Naruto dan teman-temannya. Segera ia langkahkan kakinya menuju ke tempat dimana sang adik berada. "Kok makan gak nunggu-nunggu sih?" Sasuke bertanya sambil menggantungkan tangannya di leher Naruto dari belakang membuat Naruto sedikit tersedak.
"Uhk.,uhuk. Teme! Loe apa-apaan sih? Lepas-lepas!" Naruto menarik lepas tangan kakaknya. "CIEEEE naru-chan ama sasu-nii" Sakura berkoor ria. "Sakura chan apaan sih?" Naruto memalingkan wajahnya yang merah. Setelah itu Sasuke mengambil tempat duduk di sebelah Naruto. Mengambil piring beserta isinya, dia agak mengernyit,"Tomatnya mana?"
"Tomatnya abis, tadi gak sempet beli hehe." Naruto nyengir lima jarinya.
"Che."Sasuke merengut sebal.
"Emm, Sasu-nii! Kyuu-nii mana?" Sakura bertanya sambil menoel siku Sasuke.
"Hn? Di atas." Sasuke menjawab enteng sambil memmulai acara makannya walaupun tanpa tomat kesayangan. "Kenapa gak turun?" Kiba ikut berpartisipasi dalam acara obrolan ringan itu. "Mana gue tau." Sasuke hanya mengangkat bahunya ringan. Tiba-tiba suatu ide terlintas di kepala Sakura, "Gaara chan, panggilin Kyuu-nii suruh ke bawah dong~" Sakura meminta kepada Gaara dengan nada alay-nya. "Kenapa harus gue?" Gaara bertanya dengan sedikit semburat merah di pipinya. "Gaara chan~ tolong ya. Gaara chan gak mau bikin Ra kehilangan umur gara-gara permintaannya gak diturutin kan?" Sakura bertanya dengan puppy eyes no jutsu-nya. Dan alasan mengapa Sakura berkata seperti itu hanya author, kami-sama dan pemain di fic ini yang tahu.
"Iya-iya! Terserah loe aja deh." Gaara berkata dengan ogah-ogahan sambil menunda acara makannya lalu berjalan ke lantai 2 berniat menuju ke kamar Kyuubi.
TOK TOK TOK
Gaara mengetuk pintu Kyuubi dengan tidak sabaran, dia sangat lapar dan dia tak mau acara makan malam akan hancur gara-gara seorang setan. "Masuk!" suara berat Kyuubi terdengar dari dalam kamar. Dan tanpa diperintah dua kali Gaara langsung masuk ke kamar Kyuubi memperlihatkan seseorang pemuda berambut merah yang sedang duduk bersila di lantai dengan sebuah laptop di pangkuannya. Kyuubi melirik kecil melihat siapa yag mengetuk pintunya dan setlah dilihat bahwa itu adalah gaara sebuah senum setan kembali tersungging di bibirnya. "Kenapa loe ke sini? Kangen sama gue, hm?" kata Kyuubi sambil mematikan laptopnya. "Gue disuruh manggil loe buat makan malem." Gaara menjawab datar. "Oh. Ya udah, yuk!" Kyuubi bangun dari duduknya sambil merangkul pundak Gaara. Saat Gaara menrasakan rangkulan Kyuubi di pundaknya dia segera menyamping melepaskan diri dari rangkulan Kyuubi. Sedangkan Kyuubi yang merasa dihindari hanya mengernyit, "Loe kenapa?" Tanya-nya heran.
"Loe yang kenapa? Ngapain ngrangkul-ngrangkul gue segala?" Gaara agak menjaga jarak dari Kyuubi.
"Emangnya kenapa? Loe kan pacar gue sekarang! Jadi kalo Cuma ngrangkul gak papa kan?" Kyuubi kembali mendekat ke arah Gaara. "Gue bukan pacar loe!" Gaara menyangkal kata-kata Kyuubi. "Oh! Jadi, loe mau ngingkarin kata-kata loe tadi gitu? Jadi loe itu pinginnya gue kurung di ruangan yang penuh dengan seme-seme mesum gitu?" Kyuubi menyilangkan tangannya di depan dada sambil menatap tajam ke arah Gaara. Tatapan yang baru pertama kali dia perlihatkan pada Gaara. "Loe gak bakal berani." Gaara berkata datar. " Siapa bilang? Gue pernah kok ngurung Sasuke di ruangan gelap yang udah ditaruh banyak banget gula terus gue masuk bertriliun-triliun semut. Yah! Halasil dia masuk rumah sakit selama seminggu deh gara-gara direbut semut yang entah berapa jumlahnya itu." Kyuubi berkata santai sambil tetap menatap tajam Gaara.
Gaara yang mendengar itu jadi merinding sendiri. "Ugh, oke terserah loe mau nglakuin apa." Kata Gaara sambil berbalik hendak menuju ke lantai satu. "Good! Itu emang udah seharusnya." Kyuubi iku berjalan di samping Gaara sambil merangkul pundak pemuda ai itu. Ketika sampai di lantai satu semua orang heran melihat mau-maunya Gaara di rangkul oleh mahluk setan itu.
"Gaara? Loe gak lagi sakit kan?" Naruto bertanya dengan heran.
"Gak." Gaara menjawab datar.
"Gaara? loe gak lagi stress kan?" Kali ini Kiba yang bertanya dengan heran.
"Gak." Jawaban Gaara sama datarnya.
"Gaara? Loe gak lagi dipelet kan?" kali ini Sasuke lah yang bertanya walaupun pertanyaan-nya sangat tidak logis.
"Gak." Jawaban gaara masih sama.
"Gaara chan~ pacaran sama Kyuu-nii ya?" nah pertanyaan dari Sakura lah yang bisa membuat Gaara bimbang dalam menjawab. "Ng-" Baru saja Gaara akan menjawab Kyuubi segera menurunkan rangkulannya yang semula di pundak menjadi di pinggang Gaara. Membuat orang lain selain Kyuubi membelalakan matanya. "Iya! Gaara chan ini uke gue yang paling cute! Haha." Kyuubi memerengkan kepalanya ke arah Gaara membuat bunyi 'Duk' kecil yang diakibatkan oleh kepala Kyuubi dan kepala Gaara yang berbenturan. Yang lain hanya ber-HAA ria. Lalu Kyuubi pun duduk di sebelah tempat duduk Gaara tadi langsung menikmati makan malamnya tak memperdulikan orang lain yang masih cengok atas kata-katanya. "Kenapa? " Kyuubi bertanya sambil mengedarkan pandangannya. "E-Enggak kenapa-napa." Jawab mereka kompak. Kyuubi pun tak ambil pusing dan langsung melanjutkan acara makannya.
Setelah selesai makan Sakura dan Kiba segera kembali ke kamar mereka. Teman-teman naruto dan Sasuke memang punya kamar pribadi di rumah keluarga Uchiha yang tergolong mewah ini. Lalu Kyuubi pun mengikuti jejak Sakura dan Kiba sambil menarik tangan Gaara yang tak berniat protes karna pasti percuma. Jadi, tinggallah Naruto dan Sasuke yang berduaan di ruang makan.. Sasuke menopang dagunya dengan tangan kanannya sambil menatap ke arah Naruto yang masih makan. "Dobe." Sasuke memanggil sang adik yang sedang asik makan. "Apuah teme?" Naruto bertanya sambil berusaha menelan makanan yang sedang dikunyahnya. "Gue kangen sama loe." Satu kalimat yang diucapkan Sasuke itu sangat cukup untuk membuat seorang Uchiha Naruto tersedak. "Uhuk Uhuk! Apa teme?" Naruto merasa ada yang salah dengan pendengarannya. "Gue kangen sama loe Dobe!" Sasuke mengulang kata-katanya sembari tersenyum. "K-Kenapa harus kangen? Gue seharian ini kan di rumah terus." Kata Naruto yang telah menyelesaikan acara makannya. "iya sih! Tapi kan loe dari tadi Cuma bareng ama temen-temen loe. Gue dikacangin deh. Gue kan kangen banget ama My Lovely Naru-Chan." Sasuke tersenyum kea rah Naruto.
UGH
DEG
DEG
Jantung Naruto bermasalah lagi karena melihat senyum sang kakak yang begitu uh itu. Naruto tak dapat menahan semburat merah di pipinya. "Loe alay." Naruto memalingkan wajahnya yang merah. "Yang pentingkan Cuma di depan Naru-chan gue yang paling gue cintai ini." Sasuke kembali tersenyum. Naruto yang mendengar kata-kata sasuke jadi tambah deg-deg'an dia bahkan sampai tak menjawab kata-kata Sasuke.
Tangan Sasuke merayap mendekati tangan kiri naruto, mengangkat tangan tan itu agak tinggi. Sasuke melihat sesuatu yang berkilau di jari manis kiri Naruto. Sebuah senyuman hangat muncul saat melihat cincin itu masih melingkar di jari Naruto. "Syukur deh loe gak nglepas cincinnya." Sasuke menurunkan tangan Naruto lalu mengecup tangan tan itu penuh sayang. "Teme." Naruto benar-benar kehilangan kata-katanya di depan Sasuke. Setelah kecupan yang tidak bisa dibilang singkat itu berakhir Sasuke akhirnya melepaskan tangan tan itu dari genggamannya. Suasana menjadi hening sesaat sampai akhirnya Naruto memecah keheningan itu. "Teme, kalo loe punya pacar, apa sikap loe ke gue bakal berubah?" Naruto bertanya dengan wajah yang terlihat agak sedih. "Kayaknya gue gak bakal punya pacar dulu deh. Soalnya saat ini belum ada tuh orang yang lebih ge sayang dari pada loe." Sasuke menjawab dengan sangat enteng tak memperdulikan wajah adiknya yang sudah bagaikan kepiting rebus itu.
'Gue kayak orang nembak secara gak langsung ya?' Sasuke berbatin dalam hati saat melihat Naruto diam membatu tak menjawab kata-katanya dengan wajah yang lebih merah dibandingkan warna rambut Gaara. "Kenapa diem?" SSasuke bertanya dengan tampang sok polos.
"Eh? Emm, gak apa-apa kok. Terus kalo ada cewek yang nembak loe gimana?" Naruto bertanya dengan wajah yang masih merah. "Naruto bertanya dengan nada yang sedikit gugup. "Hn? Tinggal ditolak aja kan? Gitu aja susuah." Sasuke teta menjawabb dengan senyuman membuat sang pemuda blondie terus memerah.
Perbincangan sesaat itu pun akhirnya berakhir saat sang pemuda raven bangun dari duduknya dan beranjak mengambil piring-piring kotor untuk membersihkananya. Naruto yang melihat kakaknya menuju tempat cuci piring segera ikut bangun dari duduknya dan mengikuti sang kakak. "Teme! Loe mau gak bantuin gue buat PR?" Naruto berkata sembari menguntili sang kakak dari belakang. " Emang loe ada PR? " Sasuke bertanya sambil menaikan sebelah alisnya. " He-eh, gue ada PR dari Oro Si Balay itu! " Naruto menghembuskan nafasnya dengan gusar. " Oro Si Balay? " Sasuke kembali memngangkat sebelah alisnya. "He-eh! Oro Si Balay sama dengan Orochimaru Si Banci Alay! " Naruto menjawab pertanyaan Sasuke dengan antusias.
DUAK
Sebuah kepalan tangan mendarat dengan mulus di kepala yang dihiasi rambut jabrik kuning itu. " Dasar Dobe! Ya, besok gue bantu bikin. " Sasuke menggeleng-gelengkan kepalanya. ' Emm, tapi si Bakoro itu kan emang banci yang super duper alay tinggkat tinggi. ' Sasuke membatin dalam hati. Lalu Sasuke pun mencuci piring yang dibawanya itu sambil mendengar celotehan sang Dobe.
Singkat cerita, setelah Sasuke selesai mencuci piring ia segera beranjak dari tempatnya berada menuju ke kamar sambil menarik tangan adiknya. Sedangkan sang adik hanya diam tak menunjukan protes sekecil apapun.
Setelah sampai di kamarnya Sasuke segera berbalik menghadap ke arah adiknya. "Naruto, gue mau tidur. Loe ke kamar aja ya. " Sasuke berkata sembari mengacak rambut pirang itu pelan dan penuh kasih sayang. " Ehm, Iya! Jaa. " Naruto segera berlari ke kamarnya sembari memperlihatkan cengiran khasnya kepada Sasuke. Setelah itu Sasuke segera memasuki kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya dan segera berjalan menuju ke alam mimpi. Begitu juga Naruto setelah masuk ke kamarnya dia langsung emnuju ke arah ranjangnya berniat langsung bermain-main ke alam mimpi.
Beda dengan Naruto dan Sasuke yang sudah berada di alam mimpi Kyuubi dan Gaara masih berada di balkon kamar Kyuubi menikmati semilir angin malam yang sejuk.
SYUUR
Angin malam menerpa wajah Kyuubi dan Gaara membuathelaian-helaian rambut halus mereka sedikit berkibar dan jatuh di atas wajah kedua pemuda yang begitu tampan itu. " Gue suka malem. " Gaara membuka pembicaraan setelah keadaannya lama hening. " Hm? Kenapa? " Kyuubi bertanya kepada Gaara sembari menopang berat badannya dengan tangan yang diletakan di atas pembatas balkon. " Mungkin karna malem itu tenang, malem itu sunyi dan gak bising, pas malem rasanya gue bisa bernafas lega. Entah kenapa gue suka banget ngliat banyak bintang di langit. Gue jadi inget sama Kaa-san gue. " Gaara menjawab dengan sebuah senyuman damai yang jarang diperlihatkannya. Kyuubi yang melihat senyum Gaara juga ikut tersenyum. " Loe keliatan lebih manis kalo senyum. " Kyuubi menarik pipi Gaara dari samping membuat Gaara meringis menahan sakit. " Argh, Kyuubi! Loe jangan seenaknya ngomong." Gaara merengut sebal sambil kembali bersembunyi di balik topeng datarnya. "Che, iya-iya! Dasar Sok Cool! " Kyuubi meninju pelan bahu Gaara. Sedangkan yang ditinju hanya meninju balik bahu sang 'kekasih'.
Kyuubi melirik ke arah jam tangan hitam yang melingkar di tangan kirinya. ' jam 11 ' pikir Kyuubi dalam hati. Lalu ia segera berjalan menuju ke dalam kamarnya sambil kembali menarik tangan Gaara. Kyuubi lslu menutup pintu yang menjadi penghubung antara balkon dan kamarnya lalu duduk di pinggiran kasurnya, Kyuubi menarik dengan sedikit keras tangan Gaara agar Gaara duduk di depannya.
DUK
Gaara jatuh terduduk diantara kedua kaki Kyuubi dengan badan menghadap arah yang sama dengan Kyuubi. Lalu Kyuubi memeluk Gaara dari belakang seolah-olah dia tak mau Gaara hilang dari dekapannya. "Kyuu-" belum selesai kata-kata Gaara, Kyuubi buru-buru memotong kata-katanya. " 5 menit. Biarin gini 5 menit aja. " Kyuubi menghirup aroma tubuh Gaara dalam-dalam sembari memejamkan mata merahnya.
Akhirnya Gaara hanya pasrah membiarkan sang raja setan memeluknya dengan penuh kasih sayang. Gaara pun tak jauh berbeda dengan Kyuubi ia memejamkan matanya sembari memiringkan kepalanya membiarkan Kyuubi menyamankan posisinya di antara bahu dan leher Gaara. Mereka saling berdiam diri menikmatikeheningan mala mini membiarkan diri mereka terbang bersama dengan ketenangan hati yang begitu damai. Mencoba melupakan semua beban yang mereka tanggung selama ini dengan menyamankan diri masing-masing. Membuat 5 menit ini menjadi waktu yang indah bagi mereka. Sebelum akhirnya mereka beranjak dari duduk mereka menuju ke tempat tidur dan menuju kea lam mimpi yang indah.
.
.
.
Empat hari telah berlalu dari saat terakhir Sakura, Kiba, dan Gaara menginap di rumah Naruto. Hari ini saatnya mereka kembali ke tempat t=yang bernama sekolah. Pagi ini Naruto, Sasuke, dan Kyuubi telah siap dengan seragam mereka bermaksud berangkat ke sekolah agak pagi karena Kyuubi memiliki 'sedikit urusan'.
Setelah mereka sampai di parkiran sebuah gedung dengan plang KONOHA SENIOR HIGH SCHOOL mereka segera turun dari sebuah mobil Ferrari hitam sasuke. Dan setelah turun mereka segera melangkahkan kaki mereka menuju ruang kepala sekolah. Setelah beberapa lama mereka berjalan akhirny mereka sampai di sebuah ruangan dengan pintu yang terbuat dari kayu oak.
TOK TOK TOK
Naruto lah yang pertama kali mengetuk pintu tersebut. Sampai terdengar suara dari balik pintu itu baru lah mereka memasuki ruangan tersebut. Setelah mereka masuk ke ruangan kepala sekolah itu pemandangan yang terlihat adalah : meja berantakan, botol sake bertebaran di mana-mana juga seorang wanita yang sebenarnya tua yang sedang meminum sake dengan ditemani asistennya.
" Ada apa? " sang kepala sekolah yang bernama Tsunade itu langsung bertanya keoada inti permasalahan.
" Emm, begini Tsunade sama, saya mengantarkan Kakak sepupu saya yang akan mendaftar menjadi murid di sekolah ini. " Naruto berkala panjang lebar semabari menunjuk Kyuubi yang ada di sebelahnya.
" Uzumaki Kyuubi? Anak dari Uzumaki Kushina dan Uchiha Mikoto? " Tsunade bertanya setelah memperhatikan Kyuubi dengan lebih sesakma. Kyuubi memang terkenal karna dia sering membantu ayahnya Uzumaki Kushina untuk mengurus suatu perusahaan. " Hn. " Kyuubi menjawab singkat. " Kalau begitu silahkan isi formulir ini. Dan kalian bisa keluar dari ruangan ini. " Tsunade memberikan sebuah formulir pada Kyuubi dan menyuruh Sasuke dan Naruto untuk keluar dari ruangannya. Dan tanpa disuruh dua kali pun Naruto dan Sasuke langsung keluar dari ruangan kepala sekolah tersebut meninggalkan Kyuubi yang sedang mengisi formulirnya.
Setelah selesai mengisi formulir Kyuubi segera memberikan formulir itu kepada Tsunade lalu berkata, " Saya memiliki penawaran menarik. "
Tsunade yang emndengarnya hanya menaikan alisnya. " Penawaran apa Uzumaki san? " Tsunade sepertinya sedikit tertarik. "Saya mepunyai sebuah perusahaan sake yang sangat terkenal. Saya tidak keberatan memberikan sake secara gratis setiap hari pada anda asalkan jabatan ketua osis diserahkan pada saya. Lagi pula dari yang saya tahu Hyuuga Neji si ketua OSIS itu menjadi ketua OSIS karena terpaksa. " Kyuubi bertanya dengan sedikit seringain di wajahnya.
" Baiklah, setuju. " Tsunade yang mendengar kata sake langsung menirima tawaran itu. Sedangkan asisten yang ternyaa bernama shisune hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Baiklah, saya akan masuk kelas sekarang. Jadi tolong segera umumkan. " Kyuubi lalu keluardari ruangna kepala sekolah itu dan berbalik menuju kelas 12-A. sebuah pengumuman tentang penggantian ketua OSIS mengiringilangkahnya menuju ke dalam kelas. " Semuanya baru akan dimulai. " desisi Kyuubi tajam.
TBC
WKWKWKW…..
Entah kenapa hayui suka banget bikin akhir cerita yang super duper hyper gaje. Gimana nih minna san? Apa udah lebih baik dari chap sebelumnya? Atu kah malah lebih hancur?
Silahkan sampaikan pendapat kalian melalui REVIEW. Jadi jagan lupa abis baca langsung RIVIEW, hehe. .
Author
Hayui chan
