A/N : Maaf ya minna san update-nya telat and kali ini juga gak ada balesan review, soalnya Hayui nulisnya buru-buru. Hayui berterima kasih banget sama yang uadah mau ngereview fic ini and jangan lupa review lagi ia. Balesannya bakal ada di chap 4 nanti~

Happy Reading~

Disclaimer : Naruto punya-nya Sasuke, Sasuke punya-nya Fugaku and Mikoto, Fugaku and Mikoto punya-nya klan Uchiha, Klan Uchiha punya-nya Konoha, and Konoha punya-nya Masashi Kishimoto sensei~

Rate : T

Genre : Humor and Romance-?-

Warning : OOC super parah, humor super garing, dan keparahan lainnya. Don't like Don't flame~

Summary : Tak ada kata-kata yang terucap dari bibir mereka, mereka hanya saling menatap dengan iringan detak jantung yang begitu cepat. Tanpa sadar mereka saling mendekat mencoba mencari sesuatu yang dinamakan cinta di dalam masing-masing mata indah itu.

Chapter 3

.

.

SREK

"Permisi" Kyuubi menggeser pintu masuk ke dalam kelas 12-A. Membuat seluruh orang yang ada di dalam ruangan tersebut menoleh ke arahnya. Termasuk seorang guru dengan masker yang menutupi separuh wajahnya juga menoleh ke arah Kyuubi. Guru dengan rambut keperak-perakan yang bernama Hatake Kakashi itu agak kaget melihat seorang Uzumaki Kyuubi berdiri di pintu masuk ke kelas-nya. Sang guru pun melangkah menuju sang Uzumaki.

"Kyuubi-sama? Kenapa anda berada di sini?" Kakashi bertanya setengah berbisik kepada Kyuubi sang majikan. Sang majikan? Yap! Kakashi merupakan seorang kepala maid di salah satu mansion keluarga Uzumaki yang berada di Konoha. Karena mansion tersebut jarang dikunjungi maka jadilah Kakashi seorang guru matematika di Konoha Senior High School ini.

"Hn. Gue dipindahin ke sini sama Tou-san and Kaa-san. Disuruh ngejaga Sasuke sama Naruto." Kyuubi menjawab pertanyaan Kakashi dengan sama pelannya. Lalu Kakashi mengangguk sebelum membawa Kyuubi masuk ke dalam kelas. "Anak-anak, sensei yakin kalian sudah mengenal siapa dia. Dia adalah Uzumaki Kyuubi yang akan menjadi murid di kelas ini dan seperti pengumuman tadi dia akan menjadi ketua OSIS yang baru." Ucap Kakashi panjang lebar sedangkan Kyuubi yang ada di sebelahnya hanya tersenyum elegant yang langsung membuat semua penghuni di kelas tersebut nosebleed mendadak. Baik laki-laki maupun perempuan semua tidak tahan dengan pesona seorang Kyuubi yang begitu menawan itu. "Apa ada pertanyaan?" Kakashi kembali berbicara sembari membuka sebuah buku berwarna oranye dengan judal 'Icha-Icha Paradise' yang tadi sempat ditutup-nya.

Seorang murid perempuan dengan poni menutupi sebelah matanya mengangkat tangannya. "Ya, Yamanaka-san silahkan." Kakashi berbicara tanpa menoleh dari bukunya. "Emm, apa anda benar-benar Uzumaki Kyuubi dengan julukan Sang Pangeran karena ke-sempurnaannya itu?" gadis yang dipanggil Yamanaka itu bertanya dengan mata yang berbinar. Kyuubi kembali menyunggingkan sebuah senyuman elegan, "Ya, begitulah."

Yamanaka yang biasa dipanggil Ino itu langsung nosebleed lagi ketika melihat senyum Kyuubi untuk yang kedua kali-nya. Ino Yamanaka adalah salah seorang pendiri Yaoi Fans Club bersama Sakura, Karin, dan Tenten. Dan sepertinya dia dan para Yaoi FC sudah mempunyai rencana untuk Kyuubi sang ketua OSIS mereka. "Ada pertanyaan lagi?" Kakashi kembali bertanya kepada anak didiknya. Karena tak ada yang mengangkat tangan Kakashi segera menyuruh Kyuubi untuk duduk. "Uzumaki-san, silahkan duduk di bangku kiri pojok di samping Hyuuga Neji." Kakashi tersenyum di balik maskernya sembari menunjuk ke arah Neji. Kyuubi berjalan ke arah Neji dengan langkah yang ringan disertai senyuman yang biasa dia tunjukan di depan orang banyak. "Yo!" sapa Kyuubi setelah ia duduk di sebelah Neji mantan ketua OSIS yang baru saja diganti posisinya. "Hn." Neji membalas sapaan Kyuubi dengan datar.

"Hei-hei! Jangan kaku gitu dong. Loe karang kan udah bebas beban dari jabatan ketua OSIS! Yah, walaupun loe tetep jadi wakil OSIS sih." Kyuubi kini agak berbisik karena Kakashi sudah mulai mengajar kembali. "Hn, ya. gue berhutang ama loe. Gue bener-bener capek harus jadi pemimpin perusahaan Hyuuga Corp. sambil jadi ketua OSIS." Kata Neji sambil menghela nafas pelan. "He-eh, loe emang berhutang sama gue! Sekarang loe jadi punya waktu berduaan ama seme loe si Suigetsu itu kan?" Kyuubi menyringai tipis saat melihat perubahan ekspresi di wajah Neji. "Dari mana loe tau soal Suigetsu?" Neji tak dapat menahan semburat merah di pipinya. "Haha. Loe kayak gak kenal siapa gue aja. Gue Uzumaki Kyuubi adalah Sang Pangeran yang serba tau!" Kyuubi menyombongkan dirinya sambil tertawa setan dengan suara yang dikecilkan.

Setelah berkata seperti itu Kyuubi mulai diam dan memperhatikan penjelasan Kakashi membiarkan sang Hyuuga menghilangkan semburat merah di pipinya. Kyuubi melirik sedikit ke arah di bangku paling kanan, delapan orang yang duduk di deretan itu ternyata juga sedang melirik ke arahnya. Ketika pandangan mereka bertemu, bersamaan dengan itu seringain setan tersungging di bibir mereka.

.

.

TEEEEEET….

Akhirnya setelah berjam-jam siswa Konoha SHS menunggu, bel istirahat pun tiba. Dengan sorak sorai riang, para siswa mulai keluar dari kelas mereka menuju tempat yang biasa kita sebut kantin. Tapi itu terkecuali para siswi kelas 12-A. Mereka semua yang merupakan fujoshi tingkat gak ketulungin lagi-?- kini sedang mengrubungi seseorang yang duduk di bangku kiri pojok. Yap! Dia adalah Kyuubi.

"Pangeran Kyuubi~ udah punya uke gak?" Gadis dengan rambut merah dan memakai kaca mata lah yang pertama kali melempari Kyuubi pertanyaan. Kyuubi yang mendengarnya sontak menyringai tipis tapi seringaian itu segera di hapus dan di ubahnya menjadi sebuah 'senyuman'. "Udah." Kyuubi menjawab simple. "Kyaaaaa! Siapa-siapa?" siswi kelas 12-A berteriak bersamaan. Setelah mendapat pertanyaan begitu Kyuubi melirik kea rah pintu dan mendapati Gaara yang baru saja tiba di pintu kelas barunya itu. Kyuubi langsung berdiri dari duduknya. "Itu dia." Kata Kyuubi sambil menuju ke tempat Gaara berada. Sedangkan siswi-siswi kelas 12-A hanya menoleh ke arah Kyuubi berjalan dan,

"KYAAAAAAAAAA!"

BUK

Dan dengan sangat-sangat sukses para siswi di kelas itu pingsan berjamaah setelah mengetahui siapa uke sang 'Pangeran' mereka. Sabaku No Gaara! Orang yang menduduki peringkat kedua sebagai Uke termanis setelah Naruto. Oh Kami-sama! Para Fujoshi dan Fudanshi Konoha SHS pasti akan sangat-sangat senang atas berita ini. "Yo, Gaara! Yuk makan di atap." Kata Kyuubi sambil merangkul pundak Gaara. Sedangkan Gaara hanya ber-hn mencoba tidak memperdulikan pada apa yang terjadi pada kakak kelasnya itu.

.

.

Di bagian atap Konoha SHS, dua orang pemuda telah menikmati makan siangnya. "Teme, gue minta sushi punya loe dong~" seorang pemuda dengan rambut pirang jabrik yang biasa kita kenal dengan nama Naruto menoel pemuda yang duduk di sebelahnya. "Loe kan udah punya! Ngapain minta punya gue lagi!" pemuda raven alias Sasuke yang di-toel sikunya merengut sebal saat Naruto mulai mencoba mencuri sushinya. "Yah~Teme~" Naruto mulai mengeluarkan puppy eyes no jutsu-nya.

UGH

Sasuke mulai tidak tahan melihat Naruto yang seperti itu. Akhirnya dengan sangat suka cita dia mengatakan, "Ya, tapi ada syaratnya." Sasuke menyunggingkan sebuah senyuman misterius. "Apa?" kata Naruto dengan cepat tak sabar menikmati sushi buatan Kaa-sannya yang baru pulang tadi pagi. Dengan gerakan cepat Sasuke menarik tubuh Naruto membuat Naruto kehilangan keseimbangan dan hanya pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya.

BUG

Naruto tertarik ke dalam pangkuan Sasuke yang sedang duduk bersila di lantai. Ia terduduk di atas paha kanan Sasuke membuat posisi Naruto seperti menghadap ke samping. "Teme! Loe apaan sih?" teriak Naruto saat sudah bisa mengatasi ke-kagetan-nya. "Ini tuh syaratnya dobe!" Sasuke menyentil dahi Naruto dengan sedikit keras menyebabkan Sang empunya dahi meringis kesakitan. "Apa-nya yang syarat? Loe mau nyuruh gue ngapain?" kata Naruto masih tetap mengelus-elus dahinya yang masih sakit. "Gue mau ngasi sushi gue ke elo tapi loe harus nyuapin gue, gimana?" Sasuke mulai mengembangkan senyum yang biasa ia perlihatkan pada Naruto seorang. Sedangkan yang disenyumi hanya memerah tak karuan. "Err, gimana ya?" Naruto sepertinya belum menerima sepenuhnya syarat dari Sasuke. "Oh, loe gak mau ni? Ya udah." Kata Sasuke sembari memasang tampang seperti orang yang sedang kesal lalu diarahkannya tangannya agar bisa mengangkat tubuh Naruto dari pangkuannya.

Naruto yang akan diturunkan dari pangkuan Sasuke langsung mengangguk mengiyakan permintaan sang kakak, entah kenapa Naruto sangat nyaman berada bersama Sasuke. "Iya-iya, Teme jangan ngambek dong~" Naruto kembali melancarkan puppy eyes-nya dan melingkarkan tangannya di bahu sasuke dari samping mencoba bertahan dari tangan Sasuke yang terus berusaha menurunannya dari pangkuan Sasuke.

Sasuke menyringai tipis saat tangan tan Naruto memeluk bahunya, Sasuke kembali duduk diam dan mengambil kotak makan yang tadi sempat ditaruhnya. Lalu Sasuke menyodorkan kotak makannya kea rah Naruto meminta suapan dari adik tercinta-nya itu.

GYUUT

Dengan tampang -sok- polos Sasuke melingkarkan tangannya di pinggang Naruto membuat sang adik memerah semakin hebat. "Aaa.." Sasuke membuka sedikit mulutnya meminta sang dobe untuk menyuapinya makannan. Dengan sedikit gemetaran Naruto mulai memasukan sedikit makanan ke dalam mulut teme-nya. Dan dengan senang hati Sasuke menerima suapan nasi dari sang adik sambil tersenyum. "Loe juga makan dong. Loe mau sushi-nya kan?" tetap sambil tersenyum Sasuke menghadap ke arah Naruto. "Eh?Emm, iya." Naruto menjawab kalem.

'Ya ampun! Gue ama si teme ini ngapain sih? Mana duduknya kayak orang pacaran! Suap-suapan pula! Ampun~' Naruto berbatin dalam hatinya sembari mengunyah makanan nya.

Setelah beberapa kali suapan, akhirnya kotak makan yang mereka bawa kosong juga. Eh? Kosong? Tidak juga. Sekarang Sasuke dan Naruto sedang berhadapan dengan kotak makan yang di dalamnya berisi seiris tipis tomat. Sasuke yang melihatnya jelas saja jadi menelan ludah, sebenarnya Naruto biasa-biasa saja melihat irisan tomat itu tapi karna melihat wajah Sasuke ia jadi memiliki ide jail.

"Sasuke~, Naru suapin ya?" kata Naruto sambil memasang senyum lebar dan suara yang dimanis-manis kan. Dan dengan cepat Sasuke langsung mengangguk antusias tak peduli pada nada bicara Naruto yang alay. "Ya udah, buka mulutnya~aaa.." kata Naruto sembari memperagakan cara buka mulut yang lebar pada Sasuke. Hup! Dengan sekali sumpitan sang tomat telah berada di antara ke dua sumpit Naruto, dengan sangat perlahan Naruto mengarahkan sumpitnya menuju sang kakak. Sadangkan sang Kakak hanya menunggu dengan tidak sabaran sambil membayangkan sang tomat yang akan masuk ke dalam mulutnya. Dan ketika tomat tersebut telah sampai di depan mulut Sasuke, Naruto ssegera membelokan arah sumpitna menjadi ke arah-nya.

HAUP! NYAM NYAM NYAM

Sasuke melotot melihat sang tomat yang seharusnya berada di mulutnya tapi kini malah ada di mulut sang dobe. "NARUTO" geram Sasuke saat melihat Naruto dengan enak-enakan memakan tomat-nya. "Hehe, gak papa kan? Hahaa…"Naruto terus saja tertawa tak jelas saat dia melihat Sasuke dengan tampang frustasi meratapi nasib tomat yang baru saja Naruto makan. "Elo…" Sasuke kembali mengeram ke arah Naruto dengan cepat tangan yang tadi digunakan untuk memeluk Naruto sekarang telah alih tugas menjadi menggelitik Naruto. "Uwah, haaha Tem-hua-me haha stop haha.." kata Naruto tak jelas karena terus digelitiki oleh Sasuke. Sasuke menyringai melihat Naruto sampai tertawa terbahak-bahak seperti itu, dia terus menggelitiki adik-nya itu. Naruto yang sudah amat frustasi akhirnya balas menggelitiki Sasuke membuat Sasuke juga tertawa kecil. "Haha, dobe awas loe argh haha.." Sasuke terus menerjang Naruto dengan glitikan-glitikan maut. Begitu juga Naruto ia masih bertahan walaupun air mata telah mengalir dari tadi karna terlalu banyak tertawa.

"Hahahaha…" entah karena apa Naruto dan Sasuke berhenti menggelitiki satu sama lain bersamaan. "Hahaha.." suara tawa kembali terdengar dan suara tawa itu adalah suara tawa sang kakak. Tawa yang hampir tidak pernah Naruto lihat, tawa yang begitu menawan yang membuat wajah tampan itu terlihat makin sempurna. Naruto terdiam memandangi wajah Sasuke ia terasa tersedot ke dalam wajah itu. Karena terlalu asyik memperhatikan Sasuke, Naruto tidak sadar saat Sasuke juga melihat ke arahnya dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.

"Sasuke.." desah Naruto saat kedua tangan putih Sasuke membingkai wajah manis-nya.

DEG

Dua bola mata itu bertemu pandang.

DEG

Bola mata onyx yang membuat si pirang begitu tergila-gila

DEG

Bola mata sapphire yang membuat si emo begitu jatuh cinta

DEG

Tak ada kata-kata yang terucap dari bibir mereka, mereka hanya saling menatap dengan iringan detak jantung yang begitu cepat. Tanpa sadar mereka saling mendekat mencoba mencari sesuatu yang dinamakan cinta di dalam masing-masing mata indah itu. Dengan irama yang tetap mereka semakin mendekati satu sama lain, mengeliminasi sedikit demi sedikit jarak di antara mereka. Hingga akhirnya kedua bibir itu saling menyentuh dengan lembut.

CUP

Ciuman yang begitu lembut dan hangat. Ciuman yang penuh cinta dan kasih sayang. Mereka masih tak sadar karena masih terhipniotis oleh pesona masing-masing, hingga…

BRAK

"UDARA SEGAR, GUE DATENG!" teriak seorang dengan rambut merah ke-oranye-oranye-an sambil menggerprak pintu membuat Naruto dan Sasuke terlonjak dan segera melepaskan ciuman mereka tidak mau orang lain melihat insiden itu. Orang yang menggebrak pintu tadi yang ternyata bernama Kyuubi itu agak mengernyit melihat ada dua orang yang sering ia sebut 'cecunguk' di atap sekolah. "Kalian ngapain di sini?" Kyuubi bertanya sambil menarik tangan Gaara yang 'dibawanya' untuk masuk dan duduk di samping Sasuke dan Naruto yang sudah turun dari pangkuan Sasuke. "M-makan siang." Naruto menjawab sambil tertunduk kejadian tadi masih terngiang di kepalanya. "Che, kenapa harus di sini sih? Kalian nganggu gue ama my cute Gaara tau!" Kyuubi memasang wajah sebal ke arah kedua adik sepupunya karena menurutnya mengganggu acaranya berduaan dengan Gaara.

'Che! Perasaan loe deh yang ganggu gue ama Naruto!' Sasuke mencak-mencak dalam hati karena dia tak mungkin mengatakan hal seperti itu kepada sang Raja Setan, ia belum siap meghadapi neraka dunia (alah author lebay).

"Hn. Iya! Gue ama dobe bakal pergi. Puas loe?" kata Sasuke sambil berdiri dan menarik tangan Naruto untuk ke luar dari atap sekolah itu. Sedangkan yang ditarik hanya diam tak berniat protes ataupun melawan.

"Good-good! Pergi yang jauh sana!" Kyuubi berkata sambil memperagakan cara mengusir ayam. (reader: emang gimana caranya?)

Lalu Sasuke dan Naruto pun meninggalkan Kyuubi dan Gaara berdua di atap sekolah.

.

.

.

TEEEEET….

Setelah murid-murid Konoha SHS selesai beristirahat mereka mulai masuk ke masing-masing kelas mereka lagi. Begitu juga Sasuke, ia segera melangkahkan kaki-nya menuju ke kelas XI-A ia tak mau terlambat di mata pelajaran kali ini karena yang mengajar adalah seorang BAKORO! Oh Kami-sama! Sasuke belum mau mati berbusa karena harus dihukum oleh seorang balay *banci alay* seperti Orochimaru. Setelah sampai di kelasnya Sasuke segera duduk di tempat duduknya yaitu di bangku pojok kanan paling depan. Di sampingnya Suigetsu pacar dari Hyuuga Neji telah duduk dengan manis. Lalu di belakang bangku mereka duduk Nara Shikamaru dan Tenten. "Woi Sas, lama amat loe masuk kelas! Kalo ampe terlambat, mampus loe!" kata Suigetsu menggebu-gebu sambil membayangkan hukuman apa yang akan diberikan oleh sang Bakoro kepada Sasuke jika sampai ia terlambat masuk ke las. "Tadi gue ada urusan." Kata Sasuke. "Woi diem! Bakoro dateng tuh!" teriak salah seorang siswa memutus pembicaraan Sasuke dan Suigetsu saat ia melihat Orochimaru mendekat kea rah kelas mereka

SREK

Pintu dibuka oleh Sang Balay Bakoro, Orochimaru berjalan bak bintang iklan shampo sambil mengibas-ngibaskan rambutnya yang penuh dengan kutu (digiles oro). "Selamat siang murid-murid sensei yang sangat sensei cintai~" Kata Orochimaru sembari menatap genit ke seluruh siswa sambil tersenyum mesum membuat seluruh siswa merinding seketika. "S-siang sensei." Jawab murid-murid kompak sembari menahan muntah saat mereka melihat Orochimaru kembali mengibas-ngibaskan rambut penuh kutunya. "Sensei selaku wali kelas kalian, guru biologi, dan guru ter-BOHAY akan mengumumkan jika hari ini kita akan pulang lebih awal jadi sensei akan memberikan kalian tugas, yaitu tugas kelompok yang terdiri dari dari 4 orang dan kalian harus membuat kliping tentang 'binatang' dan dikumpul besok, mengerti?" Orochimaru berbicara panjang lebar . "Mengerti." Koor semua siswa kelas XI-A , alangkah bahagianya mereka tidak diajari oleh guru seperti Orochimaru. "Baiklah kalau begitu kalian boleh pulang sekarang, BYE~" setelah itu sang Bakoro kembali melangkahkan kaki nya untuk keluar dari ruang kelas.

"Sasuke, nanti gue, Sui, ama Shika ke rumah loe ya? Ntar kita cari tugasnya di kebun binatang aja kan sekalian bisa ngajak naru chan~" kata Tenten yang jiwa fujoshinya mulai ke luar. "Hn, iya-iya. Gue mau pulang dulu. Ntar jam 2 ya." Sasuke membalas perkataan Tenten dengan ogah-ogahan, ia masih terngiang dengan kejadian di atap tadi. Lalu Sasuke pun beranjak dari kelasnya menuju ke luar kelas menghampiri Naruto dan Kyuubi yang sudah menunggunya. "Lama amat sih loe! Dasar ayam!" Kyuubi memukul bahu Sasuke membuat Sasuke meringis keakitan. "Che, seneng banget sih loe mukul gue." Kata Sasuke sembari berlalu melewati Kyuubi dan Naruto. Kyuubi yang melihatnya jadi mengernyit lalu bertanya pada Naruto, "Kenapa tuh anak?"

"Gak tau." Naruto menjawab singkat lalu ikut melewati Kyuubi dan berjalan ke arah tempat parkiran mobil mereka. "Ckck, mereka pasti berantem." Kyuubi berkata seperti itu sebelum ia ikut menuju ke parkiran. Setelah sampai di parkiran mereka segera masuk ke mobil dan langsung tancap gas menuju rumah keluarga Uchiha. Uchiha dan Uzumaki memiliki tempat tinggal tetap yang tidak begitu luas yang biasa mereka sebut rumah tapi selain itu keluarga Uchiha dan Uzumaki juga memiliki beratus-ratus Mansion yang 10 kali lipat lebih luas dibandingkan rumah mereka tapi mansion-mansion itu sangat jarang dikunjungi kecuali sedang ada urusan bisnis.

Kyuubi semakin bingung melihat keadaan mobil yang begitu hening lalu ia membuka laptopnya di dalam mobil, mengecek satu persatu kejadian yang belum sempat diperiksanya dan alngkah kagetnya ia saat melihat 'kejadian' antara naruto dan Sasuke di atap sekolah tadi. Tiba-tiba sebuah senyum setan tersungging di bibirnya. Sebuah ide telah bertengger dengan manis di otak jenius Kyuubi, dia tinggal menunggu nanti saat mereka sampai di rumah.

.

.

.

Mereka tiba di kediaman Uchiha pukul 11.14 siang. Kyuubi sangat senang saat mereka sudah sampai di rumah dengan segera ia menarik tangan Naruto untuk turun dari mobil dan menuju ke kamar Naruto meninggalkan Sasuke yang sedang mengernyit. "Sas, loe tunggu di sini! Gue ada urusan ama Naruto." Kyuubi berkata enteng. "Hn." Sasuke hanya meng-Hn-kan perkataan Kyuubi.

Kyuubi segera menarik tangan Naruto ke kamar Naruto dan menguncinya. "Kyuu, loe mau ngomong apa sih?" Naruto bertanya penasaran. "Gue mau loe jujur sama gue!" jawab Kyuubi melenceng dari pertanyaan Naruto. "Iya. Emangnya kenapa? Naruto mulai terbawa suasana. "Tadi loe ama Sasuke ciuman-kan?" Tanya Kyuubi to the point. "Eh? Emm, err…iya" Jawab Naruto akhirnya. "Gue mau ceritain sesuatu ke elo." Kyuubi berkata dengan cepat. "Cerita apa?" sepertinya Naruto mulai penasaran.

"Jadi gini…."

.

.

.

-TBC-

Wkwk, kembali dengan Hayui yang doyan banget biakin akhir cerita yang gaje banget dah. Oiya menurut Hayui ini chapter garingnya super duper deh, soalnya tugas sekolah Hayui pada numpuk semua jadi ngetik ficnya buru-buru deh. Maaf ya minna san kalo sangat tidak memuaskan. Janji deh chap depan bakl lebih baik. And review kalian bakal Hayui bales di chap depan ia.

Dan setelah membaca fic gaje ini JANGAN LUPA REVIEW YA….^_^