A/N :

Hola~ kembali lagi dengan author beserta cerita GAJE-nya, semoga minna san puas ya dengan chap ini. Balas review buat chap 2 and 3 dulu iach~

Pertama: Dallet no Hebi, yang bakal di bilang Kyuu udah ditampilin di sini kok Dall-san ^_^! Uwaa Hayui juga suka adegan itu, hehe. Review lagi ya Dall-san~

Kedua: .Sora, wah iya nih emang lebih pendek hehe^^V. Sasu ngehindar soalnya takut Naru marah ama dia, emang gak ditampilin di crita sih. Tapi yang jelas gitu deh hehe! Review lagi yah.

Ketiga: Uchihanaru sure, makasi udah review. Nih udah update

Dari: ciel moh log in, emang KyuuGaa kok ciel-san, nih chap 4 udah banyak SasuNaru-nya kan? Haha review lagi iach~

Dari: Nene Zura` no Uchikaze, maaf tapi Hayui gak sanggup bikin ItaKyuuGaa, ribet sih! Haha and salam kenal juga yah Zura-san

Dari: Takazawa Kazuki, di chap ini rencana Kyuubi udah mulai berjalan dengan terlalu dan kelewat mulus biar cerita gaje ini bisa cepet-cepet tamat hehe, makasi udah review ya Kazuki-san~

Dari: shiRan-chan, nih udah mulai rencananya~

Dari: Vhie IkkY, okeh~ dah update kan! And salam kenal Vhie-san

Dari: Nesia Eg Yufa, oke senpai, pasti hayui perbaikin typo-nya yah walau pun gak sempurna tapi Hayui udah berusaha kok, hehe^^V.

Yosh! Happy Reading Minna san

Disclaimer : Siapa ya? Saya kena amnesia. Siapa sih? #plak, ditampar mang Kishi#

Iya-iya Naruto punya-nya itu tuh Mang Kishi-Kishi itu~

Genre : Romance & Humor-?-

Rate : T

Warning : OOC super parah, humor super garing, dan keparahan lainnya. Don't like Don't flame~

Summary : "Kayaknya loe belum ambil tindakan ya, Sas? Gue jadi ngraguin kalo loe bener-bener seme atau gak!" Suigetsu mencoba memanas-manasi Sasuke. "Enak aja! Gue udah pernah nyium dia tau!" Sasuke yang terpancing emosi langsung berbicara tanpa sadar membuat yang lain ber-HAAAAH kompak.

Chapter 4

.

.

"Jadi gini," Kyuubi menggantung sesaat kata-katanya membuat peuda pirang dengan iris biru langit itu semakin penasaran. "Gini gimana sih Kyuu?" kata pemuda pirang bernama Naruto sangat tidak sabaran.

"Sebelum gue ngomong ke elo, gue mau Tanya sesuatu dulu. Loe mau jawab kan?" Kyuubi bertanya dengan hati-hati, ia tak mau rencana gagal kali ini. "He-eh!" Naruto mengangguk cepat. "Pertama, gimana perasaan loe pas ciuman ama Sasuke tadi, hm?" Tanya Kyuubi sambil duduk bersila di atas kasur king size Naruto yang dilapisi oleh bed cover oranye.

"Emm, gimana ya?" Naruto menjawab sembari menunduk, malu memperliatkan wajahnya yang merah kepada Kyuubi. "Jawab jujur aja. Gue gak bakal ember kok." Kata Kyuubi sambil menopang dagunya. "Gue gak bisa ngungkapin dengan jelas, tapi rasanya err..nyaman? atau hangat mungkin?" jawab Naruto tak yakin.

Kyuubi menyeringai mendengar jawaban Naruto, "Yang kedua, gimana perasaan loe kalo lagi berduaan ama Sasuke?"

"Agak deg-degan sih tapi seneng and nyaman."Jawab Naruto dengan senyuman entah kenapa memori-memori di otaknya tentang saat-saat ia bersama dengan Sasuke kembali terbayang.

"Good! Sekarang gue bisa nyimpulin sesuatu." Kyuubi tersenyum penuh kemenangan. "Nyimpulin apa?" Naruto menaikan sebelah alisnya. "Nyimpulin kalo elo suka sama Sasuke."jawab Kyuubi tenang dan lembut sembari mengelus rambut Naruto dengan sayang. Sedangkan yang dielus langsung berjengit, ditepisnya tangan Kyuubi agak keras. Naruto bangun dari duduknya menuju jendela kamarnya. "Gak mungkin."desis Naruto pelan tapi tetap bisa didengar oleh Kyuubi.

Kyuubi ikut bangun dari duduknya dan menuju ke tempat naruto berada. Kyuubi menepuk kedua bahu Naruto dari belakang. "Kenapa nggak? Gak ada sesuatu yang gak mungkin di dunia ini." Kyuubi berkata sambil kembali mengelus rambut Naruto dari belakang. "Tapi Kyuu! Dia itu kakak gue! Gue gak mungkin suka sama kakak gue sendiri!" Naruto menunduk frustasi.

"Oh gitu. Berarti kalo Sasuke bukan kakak loe, loe mau ngakuin kalo loe suka ama dia gitu?" Kyuubi kembali berbicara tenang sambil kembali duduk bersila di lantai samping jendela dengan tembok sebagai sandarannya. Naruto ikut duduk di samping Kyuubi lalu bertanya, "Maksud loe?"

"Gue mau jujur tapi gue takut elo kaget ngedengernya." Kyuubi berusaha mendramatisir suasana. "Jujur aja, gue jadi beban banget kalo kayak gini." Naruto menjambak rambutnya dengan frustasi.

"Sebenarnya, Sasuke bukan kakak kandung loe, emm gampangnya biar loe ngerti. 16 tahun yang lalu tou-san ama kaa-san loe ngadopsi bocah pirang karena mereka udah gak bisa punya anak lagi dan anak itu adalah loe." Kyuubi berkata dengan nada santai tidak takut Naruto akan kaget mendengar ceritanya. "APA?" Naruto berteriak saking kagetnya.

HUP-?-

Dengan segera Kyuubi menutup mulut Naruto dengan tangan kanannya. "Gila! Jangan teriak loe!" Kyuubi memukul kepala Naruto dengan agak keras. "Aww, iya-iya! Loe gak bohong kan?" kata Naruto sembari mengelus kepalanya. "Suer! Sebenernya gue udah tau lama. Sasuke juga udah tau kok. Cuma loe aja yang belum tau, jadi gimana, loe mau ngakuin kan kalo loe suka ama Sasuke?" nada bicara Kyuubi terdengar sedikit menuntut.

Tapi Naruto tak menjawab, ia masih berdiam diri sambil merenungi sesuatu, 'Gue anak angkat ya? Teme udah tau, Kyuu juga udah tau. Tapi mereka nganggep seolah-olah gue juga bagian mereka. Segitu beruntungnya kah gue? Tapi, apa bener gue suka ama teme? Tapi masak sih?'

"Oi, Nar! Loe denger gue kan?" Kyuubi berbicara sambil mengguncang-guncangkan bahu Naruto dengan keras. "Eh? Emm, iya-iya gue denger kok." Jawab Naruto cemberut karena dari tadi terus 'disiksa' oleh Kyuubi.

"Jadi gimana?" Kyuubi bertanya tak sabaran.

"Apanya yang gimana?" Naruto menjawab dengan sengit.

DUAK

Sebuah pukulan kembali mendarat di kepala Naruto. "Che! Pantes aja Sasuke manggil loe dobe. Orang loe-nya dobe banget!" Kyuubi memijat-mijat dahinya karena pusing menghadapi ke-dobe-an Naruto. "Loe jahat kayak Sasuke!" rengut Naruto sebal sambil mengembungkan pipinya dan melipat tangannya di depan dada.

"Emang nyatanya loe dobe kok!" Kyuubi mengangkat bahunya pelan. "Terserah, huh!" Naruto masih merengut sebal membuat Kyuubi tersenyum geli melihat tingkah adik sepupunya yang kekanak-kanakan itu. "Iya-iya, gue minta maaf. Loe makin kawaii deh kalo cemberut. Pantes aja Sasuke klepek-klepek ama loe, hahaha." Kyuubi kembali tertawa setan. Sedangkan Naruto yang dikatai begitu hanya memerah. "Loe apaan sih Kyuu?" Naruto memukul pelan pundak Kyuubi dengan wajah merah.

"Che, dasar Jeruk! Oh ya, ntar Sasuke ama temen-temennya mau ke kebun binatang buat nyari tugas dari Oro. Ntar loe ikut aja ama dia sekalian buat ngeyakinin perasaan loe ke dia tu sebenernya gimana." Kyuubi kembali bicara dengan nada tenang sambil tersenyum misterus ke arah Naruto. "Emm, i-iya deh." Naruto akhirnya mengangguk setelah beberapa saat berfikir. "Nah, gitu dong! Kalo kayak gitu kan loe gak beban, Sasuke seneng, gue juga jadi tenang kan?" kata Kyuubi sembari tertawa. "Iya-iya, udah! Pergi loe sana." Naruto berbicara sambil bangun dari duduknya dan menarik-narik tangan Kyuubi agar segera pergi dari kamarnya. "Che, gak perlu narik-narik lagi!" Kyuubi merengut ke arah Naruto.

BLAK

Pintu kamar Naruto ditutup oleh Kyuubi. "Nar, ganti baju. Sasuke bentar lagi berangkat!" Kyuubi berteriak dari luar kamar Naruto dengan agak keras. "IYAAAA!" jawab Naruto yang sudah kesal dengan sifat cerewet Kyuubi yang tiba-tiba keluar entah dari mana. Dan sesuai perintah Kyuubi ia segera mengganti seragam sekolahnya dengan baju kaos kuning cerah dan celana selutut berwarna putih. Lalu ia segera ke luar dari kamarnya berniat untuk makan siang bersama keluarganya di lantai satu.

.

.

Tepat seperti dugaan Naruto. Keluargaanya baru saja duduk di kursi mereka masing-masing. "Wah, Naru-chan sudah turun ya? Baru aja mau Kaa-san panggil." Sang kaa san a.k.a Minato tersenyum lembut ke arah Naruto. "Sekali-sekali turun tanpa dipanggil gak apa-apa kan, kaa-san? Lagian Naru kan udah gede." Naruto menjawab perkataan Minato dengan cengiran khas-nya sambil duduk di kursinya di samping Sasuke.

"Gede dari mana-nya? Masih kayak anak kecil gitu." Sasuke yang berada di sebelah Naruto berkata datar tanpa menoleh kea rah Naruto. Sasuke masih menimang-nimang perbuatannya tadi di sekolah. 'Kira-kira Naruto marah gak ya?' pertanyaan itu masih terngiang-ngiang di kepala Sasuke sejak insiden tadi.

"Yee, gue ini udah SMA teme!" kata Naruto agak membentak ke arah Sasuke. Sepertinya dia melupakan insiden tadi pagi. "Tuh kan masih kayak anak kecil. Diejek segitu aja marah, dobe!" Sasuke mendengus lalu menghadap kea rah Naruto membuat kedua bola mata itu bertemu kembali. "Ugh." Naruto agak menunduk belum siap untuk melihat kembali mata hitam yang sangat mempesona itu. Ketika Sasuke melihat Naruto menunduk harapannya sedikit rapuh.

'Dia gak terima ya gue cium?'

"Teme!"

Eh? Suara tadi suara Naruto kan? Yap! Suara Naruto! Harapan Sasuke yang sempat rapuh sepertinya kembali utuh. Sebuah senyum kemenangan terpampang di wajahnya. "Hah, dasar dobe! Ayo makan." Sasuke menepuk sekali kepala naruto yang tertunduk lalu mulai menyantap makan siangnya mengikuti jejak keluarganya yang sudah makan sejak tadi yang sesekali menggelengkan kepala karena ulah Sasuke dan Naruto.

"Emm, Naru chan hari ini ada acara ngak?" Minato mulai mengeluarkan suara sambil membereskan piring-piring di atas meja. "Emangnya kenapa, kaa-san?" Naruto menjawab kalem. "Naru chan mau ngak nganter kaa-san belanja di mall?" Minato menjawab pertanyaan Naruto sambil berjalan ke tempat cuci piring.

Naruto melirik ke arah Kyuubi, "Maaf Kaa-san, hari ini Naru mau ke kebun binatang sama Sasuke-nii chan." Sedangkan Sasuke yang mendengarnya hanya melotot, "Dari mana loe tau gue mau ke kebun binatang? Terus sejak kapan loe manggil gue pake embel-embel nii-chan, hah?"

"Jadi gue gak boleh ikut gitu?" Naruto menatap kesal ke arah Sasuke membuat wajahnya jadi terlihat imut. Tanpa sengaja Sasuke melirik ke arah Kyuubi, ia mendapati Kyuubi sedang menyringai ke arahnya. 'Pasti Kyuubi.' Batin Sasuke.

"Iya loe ikut sama gue! Jangan ngambek lagi loe!" Sasuke menyikut lengan Naruto. Lalu Sasuke menghadap kea rah sang Kaa san, "Maaf ya, kaa-san. Tapi si dobe ini ikut denganku ke kebun binatang."

"Oh ya udah deh. Ntar kaa-san berangkat sama tou-san aja." Kata Minato sembari mencuci piring. "Oh iya, Kyuu chan nggak ikut sama Naru chan sama Sasu chan?" lanjutnya kembali.

"Enggak. Nanti temen-temen akatsuki mau ke sini. And gak pake chan loe bibi Minato yang cantik." Kata Kyuubi bergurau membuat pipi Minato agak merona. "Coba Fuga chan manis kayak Kyuu chan~" Minato menghayal sendiri. "Eherm. Sepertinya aku tidak akan berkata sperti itu di depan orang banyak, Minato." Suara Fugaku mulai terdengar setelah lama tidak angkat suara. "Haha, berarti kalau tidak di depan orang banyak apa Fuga chan mau bicara begitu?" Minato bertanya dengan nada menggoda sedangkan Fugaku hanya diam tidak membalasnya mencoba menahan agar ekspresi datar tidak terlepas dari wajahnya.

.

.

"UWAAA, lihat teme! Ada singa-ada singa! Di sana ada gorilla! Wah, pinguinnya lucu~" Naruto yang baru memasuki kebun binatang langsung heboh sendiri. Naruto dan keluarganya memang sudah lama tidak pergi ke kebun binatang. Kira-kira terakhir kali mereka pergi bersama adalah saat Naruto berulang tahun yang ke lima berarti sudah sebelas tahun yang lalu.

"loe jangan ribut, dobe! Norak banget sih!" Sasuke berkata dingin sambil memasang tampang pura-pura tidak kenal, karena hampir semua orang yang ada di kebun binatang itu melihat ke arah mereka dengan tatapan: keluarga-Uchiha-kok-norak-banget-sih-?-

"Teme~ tunggu!" kata Naruto setengah berlari mencoba mengejar kakaknya yang sudah berada di depannya sedangkan teman-teman Sasuke hanya geleng-geleng melihat kelakuan Sasuke dan Naruto. "Teme!" Naruto masih mengejar Sasuke yang masih berada di . Masih dengan berlari, ia merentangkan tangannya ke depan mencoba menggapai baju Sasuke dari belakang. Tapi ketika ia berhasil memegang belakang baju Sasuke, sebuah kulit pisang jatuh di depan Naruto yang sedang berlari dan,

"UWWAAA-"

GUBRAK

BUAGH

"ARGH! Dobe!" Sasuke menjerit keras. Betapa malangnya Sasuke harus ditimpa oleh Naruto. "Dobe! Bangun!" kata Sasuke sambil memutar kepalanya ke arah Naruto. Jadi saat ini Naruto berada di atas Sasuke yang jatuh menghadap ke tanah.

"KYAAAA NARUSASU~" Tenten yang melihat 'pose' Sasuke dan Naruto langsung histeris sejadi-jadinya dan dengan siap siaga dia langsung mengabadikan momen itu dengan kamera kesayangannya. Pengunjung lain yang yang ternyata mayoritas adalah fujoshi dan fudanshi langsung bergabung bersama Tenten untuk mengabadikan momen itu. Sasuke yang melihat itu mendelik kesal.

'Cih! Gue ini seme! Enak aja dibilang NaruSasu yang bener tuh SasuNaru!' batin Sasuke keki.

"Dobe! bangun!" Sasuke kembali meneriaki Naruto sembari memberi deathglare tingkat tertinggi-nya pada para fujoshi dan fudanshi yang seenaknya mengambil gambarnya itu. Dan yang di-deathglare langsung menyelesaikan acara mereka dan langsung pergi dari tempat Sasuke, Naruto, dan teman-temannya seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Naruto pun bangun dari atas tubuh Sasuke. "Siapa sih yang nglempar kulit pisang?" Naruto bertanya sebal saat dia sudah bangun dari tubuh Sasuke. "Init uh gara-gara elo, dobe! Coba loe nggak pake ngejar gue pasti gak malu-maluin gini kan?" Sasuke memprotes Naruto sambil mendelik kesal ke arah Tenten yang masih asyik memotret-nya dan Naruto.

"Tenten! Berhenti ngambil gambar gue!" kata Sasuke sambil menutupi wajahnya dengan tangan kirinya. "Yee, GR amat sih lu, Sas! Gue ini lagi nge-foto uke termanis nomor satu! Si Naruto bukan lu, Sas!" kata Tenten sambil menjulurkan lidah ke arah Sasuke. Sedangkan Sasuke hanya menggumamkan kata-che.

"Tenten neechan! Naru bukan uke!" Naruto mengembungkan pipinya pertanda tak terima disebut uke. "Terus apa Naru chan? Seme? Wah, sayang banget itu nggak bisa!" kata Tenten sembari tersenyum ke arah Naruto membuat Naruto sedikit mengernyit. "Kenapa nggak bisa?" Naruto melipat tangannya di depan dada sambil mengangkat sebelah alisnya. "Tentu aja nggak bisa! Kan semenya Sasuke, iya kan friends?" Tenten berkata enteng sembari menunjuk Sasuke dengan jempolnya lalu menghadap ke arah Suigetsu, Neji, dan Shikamaru yang berada di belakangnya.

"Iya betul!" Suigetsu menjawab semangat.

"Hn." Kata Neji yang artinya: setuju.

"Ck, merepotkan." Nah, kali ini giliran Shika yang bicara yang artinya masih sangat diragukan.

"Tuh kan mereka setuju!" tenten kembali angkat suara dengan semangat ke-fujoshiannya.

Naruto yang mendengar itu jadi salting sendiri sedangkan Sasuke menatap ke-empat temannya dengan tatapan yang mengatakan: LANJUTKAN!

"Betulkan Sas?" kini Tenten mengajukan pertanyaan pada Sasuke dengan sedikit seringaian di bibirnya. "Eh? Err, ya gitu deh!" Sasuke menjawab sambil menaikan bahunya pelan. "Kok elo jawabnya nggak yakin gitu sih? Wah, jangan-jangan beneran NaruSasu nih?" Suigetsu berkata usil. Sasuke mendelik ke arah Suigetsu sedangkan Suigetsu hanya tertawa jahil.

"Gimana Sas? Loe seme apa uke?" kali ini Neji ikut mengambil alih pembicaraan karena ia berpikir sepertinya akan seru mengejek Sasuke di depan Naruto. "Che! Seme lah! Gak ada sejarahnya kali gue jadi uke!" Sasuke berkata sewot. "Jadi loe semenya Naruto gitu?" dengan entengnya Shikamaru menyimpulkan hasil dari pembicaraan itu tanpa memperdulikan keadaan Naruto dan Sasuke yang mendengarnya.

"Hah?" Naruto yang sejak tadi diam sambil salting langsung ber-hah ria.

"Err.." dan Sasuke hanya menggumamkan sesuatu yang tidak jelas.

"Kayaknya loe belum ambil tindakan ya, Sas? Gue jadi ngraguin kalo loe bener-bener seme atau gak!" Suigetsu mencoba memanas-manasi Sasuke. "Enak aja! Gue udah pernah nyium dia tau!" Sasuke yang terpancing emosi langsung berbicara tanpa sadar membuat yang lain ber-HAAAAH kompak.

"TEME! Loe apaan sih? Bikin malu gue aja!" Naruto yang pertama kali merespon Sasuke.

"Sumpe loe Sas?" Neji berkata tak percaya.

"Wah! Ternyata elo seme yang agresif yah? Hahaa.." Suigetsu tertawa renyah.

"Yach~ kok elo gak bilang ke gue? Gak dapet fotonya deh! Ah, suruh Sakura chan aja minta ke Kyuubi senpai pasti dapet rekamnya!" wajah Tenten yang semula lesu langsung cerah seketika.

Sedangkan Sasuke hanya bengong melihat reaksi Naruto dan teman-temannya yang berbeda-beda tetapi tetap satu-?- itu. Karena dia tadi terpancing kata-kata Suigetsu lah jadi keceplosan begitu.

"TEMEE!" teriakan Naruto yang jauh dari kata merdu itu sukses membuyarka lamunan Sasuke. "Apa dobe?" Sasuke menjawab masih setengah tak sadar. "Elo bikin malu~" rengek Naruto membuat yang lain tertawa melihatnya. "Kenyataannya emang gitu kan? Gue kan Cuma jujur!" jawab Sasuke enteng.

"Jujur elo itu terlalu jujur, teme! Lagian kan gue bukan uke elo!" kata Naruto sambil berkacak pinggang dan menatap tajam ke arah Sasuke dengan pipi yang dikembungkan. "Loe emang bukan uke gue tapi calon uke gue! Ngerti?" Sasuke balas menatap tajam ke arah Naruto. "Enak aja loe!" Naruto tetap berkata bahwa ia tidak terima padahal dari tadi jantungnya sudah DEG-DEG-an.

"Gue ini ADIK loe ayam" Naruto kembali berbicara dengan penekanan di kata 'adik', ia ingin membuktikan apa benar ia adik angkat Sasuke.

"Loe itu bukan ADIK gue jeruk!" Sasuke sepertinya keceplosan untuk yang kedua kalinya. Poor Sasuke~

"Maksud loe?" Naruto berpura-pura tidak mengerti. 'Ternyata bener yah?' ia berbatin dalam hati.

"Jadi loe itu sebener-"

PUK

Sebuah tepukan Shikamaru di bahu Sasuke memotong pembicaraannya. "Loe selesaiin urusan loe ama Naruto, gue and yang lain bakal nyari tugas dari Oro." Shikamaru berkata bijak.

"Good luck yah!" kata Suigetsu, Neji, dan Tenten kompak. Dan dibalas dengan sebuah anggukan dari Sasuke. 'Hah, ini saatnya gue bilang ke Naruto!' batin Sasuke sambil memantapkan hatinya.

.

.

"Hmm, kayaknya cintanya Sasuke ama Naruto rada rumit juga ya?" seorang pemuda dengan banyak pierching yang bernama Pein berbicara pada teman-temannya. "He-eh! Kayaknya ribet juga deh! Semoga Jashin-sama mau membantu mereka." Kini seorang pemuda dengan rambut putih keperakan yang berbicara.

"Jiah! Kalo yang bantu si Jashin loe itu, bukannya masalahnya kelar tapi malah makin ruwet bego!" seorang pemuda dengan cadar dengan nama Kakuzu menjitak kepala cowok tadi yang ternyata bernama Hidan.

"Tapi seru juga sih! Gue jadi semangat mengikuti kisah mereka!" satu-satunya wanita diantara mereka berkoor ria. "Ya ampun Konan chan emang ini sinetron apa?" pemuda berambut merah bata dengan wajah baby face bernama Sasori menimpali kata-kata wanita tadi yang bernama Konan. "Iya nih! Konan emang lebay!" pemuda yang mengecat tubuhnya dengan warna hitam dan putih itu juga menimpali kata-kata Konan.

"Huweee semoga mereka cepet bersatu! Tobi si anak baik kasian sama mereka! Huweee~" kali ini seorang anak autis yang menyebut dirinya sebagai 'Tobi si anak baik' merengek-rengek tak jelas karena saking lebay-nya rasa terharu-nya. "Ya ampun, tob~ gak usah segitunya kali!" pemuda bernama Kisame geleng-geleng kepala melihat ke-autis-an teman satu kelompoknya itu.

Kelompok akatsuki. Mereka satu kelas dengan Kyuubi. Dan yang pasti Kyuubi juga adalah teman-teman mereka. Gak percaya Kyuubi sang Pangeran itu temenan sama mahluk-mahluk aneh bin gaje itu? Saya juga gak #plak

Lanjut ke cerita.

"Ssst.. mereka pindah tempat tuh!" akhirnya setelah mengamati Naruto dan Sasuke dari tadi, Kyuubi angkat suara juga. Dan mereka pun segera mengikuti tempat yang dituju mereka.

.

.

"Jadi apa maksud kata-kata loe tadi?" Naruto mengawali pembicaraan diantara mereka setelah keadaan sempat hening. "Hh, yah~ ntar gue jelasin! Sekarang ikut gue!" Sasuke menarik pelan tangan Naruto. Membuat gesekan lembut diantara tangan putih dan tangan tan itu. Semburat merah sedikit menampakan diri di wajah ke dua pemuda yang sedikit bergandengan tangan itu karena merasakan kehangatan yang terpancar dari genggaman lembut dari masing-masing tangan.

Setelah mereka berjalan cukup lama akhirnya mereka berhenti di sebuah bangku yang ada di kebun binatang itu. "Dobe, gue mau jujur sama elo!" pemuda berambut emo itu menatap lurus ke arah sang adik tercinta. "J-jujur soal apa?" Naruto agak gugup dipandang seperti itu.

Sebelah tangan Sasuke terangakat dan mendarat di pipi tan pemuda pirang, mengelusnya perlahan sembari menatap pemuda pirang itu lembut. Sudut bibirnya sedikit terangkat melihat wajah Naruto yang sangat dipuja-nya itu. Nafas Naruto terasa berat saat kulit mereka kembali bergesekan. Menimbulkan percikan-percikan hangat di hatinya. Naruto tak bisa memungkiri jika dia merasa damai saat mata mereka bertemu dan saling memandang. Dan Naruto lebih tak bisa memungkiri bahwa hatinya terasa ingin meletup-letup saat melihat seulas senyum terukir di paras sempurna Sasuke.

'Mungkin benar.' Seuntai kalimat terjalin di otak Naruto. Sebuah kalimat yang dipikirkannya matang-matang. 'Ya! Pasti benar! ' sebuah kalimat kembali memenuhi otaknya.

Seulas senyum menggoda terlihat di bibir Naruto. "Heh, make ngelus-ngelus segala. Emang loe mau ngomong apaan sih?" Naruto beruara dengan nada yang sangat amat menggoda imam Sasuke.

"Heh, kenapa harus buru-buru? " Sasuke mebalas dengan nada yang tak kalah menggoda.

Naruto kembali menyringai mendengar jawaban Sasuke. "Kayaknya gue sadar sesuatu."Naruto mengangkat bahunya pelan.

"Sadar apa?" Sasuke mengernyit tetap sambil mengelus wajah imut berwarna tan itu. Belum sempat Naruto menjawab pertanyaan Sasuke, Sasuke segera menjawab pertanyaan-nya sendiri. "Sadar kalo loe suka sama gue, hmm?" kata Sasuke sambil melepaskan elusannya di pipi Naruto lalu ia menyenderkan punggungnya di sandaran tempat duduk.

"GR lu!" Naruto memukul pelan bahu Sasuke lalu menyamankan tubuhnya dengan posisinya seperti Sasuke.

"Nar." ucapan Sasuke terdengar begitu tenang.

"Hmm?" Naruto menjawab sekenanya.

"Apa Kyuu udah ngasi tau ke elo soal status elo sebagai adik gue?" Sasuke menengadahkan kepalanya, mencoba mengintip ke arah langit yang memiliki warna yang sama dengan sepasang mata yang ia puja. Mata indah seorang Naruto, ya seorang Naruto yang sebentar lagi akan menjadi miliknya.

"Ya. Dia udah bilang ke gue semuanya. Emangnya kenapa?" Naruto menjawab santai dengan melirik sedikit ke arah Sasuke yang ada di sebelahnya. Sasuke sedikit menaikan alisnya tapi ia kembali berwajah santai sebelum mengatakan, "Apa dia udah bilang sesuatu tentang elo sama gue?"

"Dia Cuma bilang kalo gue ini adik angkat elo and dia juga bilang kalo emm err.." Naruto tak melanjutkan kata-katanya. Pipinya sudah lebih dulu panas sebelum ia sempat mengatakan apa yang dikatakan Kyuubi padanya.

"Nyimpulin kalo elo suka sama Sasuke." Untaian kata yang keluar dari bibir Kyuubi masih terngiang di kepala-nya. Dan Naruto akui, itu adalah kenyataan. Tapi bagaimana dengan Sasuke? Apa ia juga menyukai Naruto? Hal itulah yang sedari tadi berputar-putar dan memenuhi ruang berpikir Naruto.

"And dia juga bilang apa, dobe?" Sasuke menatap ke arah naruto. "gue nggak yakin kalo elo bakal percaya sama kata-kata gue atau nggak. Tapi yang jelas Kyuu bilang kalo gue emm s-suka sama elo." Naruto menjawab sambil menaikan bahu pelan. Apa pun jawaban Sasuke nanti, Naruto sudah siap.

"Hah? Kyuu bilang elo suka sama gue?" Sasuke setengah melongo ke arah Sasuke.

'Ck, gue kira Kyuu bakal bilang kalo gue yang suka sama Naruto. Napa ke balik gini sih?' batin Sasuke dalam hati.

"He-eh, and gue sadar itu. Gue emang suka sama loe teme! Gue udah siap sama apa pun jawaban loe. Gue Cuma ngungkapin aja! Terserah loe kalo mau bilang gue dobe kuadrat atau apa!" pemuda itu menjawab pelan.

'Ck, kenapa malah dia yang nembak gue ya?' Sasuke kembali membatin sambil geleng-geleng kepala sebelum kembali mengangkat kedua tangannya dan kembali meletakkan kedua tangannya di wajah mulus berwana tan itu.

"Naruto. Gue udah jauh-jauh hari tau kalo GUE, UCHIHA SASUKE suka sama ELO, UCHIHA NARUTO. Ngerti?" Sasuke memandang lembut ke arah Naruto. Mendengar pernyataan itu membuat naruto mendongak ke arah Sasuke. "Serius?" Nsruto menatapnya tak yakin.

"Kenapa gue harus bohong? Gue emang suka kok sama elo and gue mau loe jadi pacar gue. Kita bakal bilang ini bareng-bareng sama kaa-san and tou-san. Jadi mau kan loe jadi pacar gue?" Senyum tulus terkembang di wajah tampan Sasuke.

Naruto mengangguk mengiyakan ia terlalu senang bahkan sampai tak sanggup untuk bicara. Dan dengan perasaan yang sangat senang ia memeluk Sasuke yang sekarang dan sampai kapan pun ia cintai itu. Pelukan itu singkat namun hangat. Pelukan itu sekejap namun akan selalu mereka ingat, selamanya. Ya, selamanya. Karena pelukan ini lah yang telah menandakan kini mereka telah terikat oleh sesuatu yang di sebut cinta.

.

.

"UWAAAA SWEET~" Konan berteriak gaje sambil melompat-lompat riang membuat semua anggota akatsuki mengeleng-gelengkan kepalanya. "Hah, jadian juga akhirnya." Kyuubi menghela nafas pelan.

"Keren loe, Kyuu! Bisa nyatuin mereka, hahaha!" Pein menepuk sebelah pundak Kyuubi. "Heh, gue emang keren kali~" katanya bergurau sambil menarik sedikit leher t-shirtnya. "Oh ya, Kyuu! Masa loe gak ada rencana apa-apa sebagai hadiah terangkatnya elo jadi ketua OSIS sih? Gak seru deh~" pemuda dengan wajah baby face-nya memasang tampang bête. "Ya elah, Sas! Si Kyuu mah pasti punya rencana menarik kali, iya kan Kyuu?" Kisame nyengir lebar. "Iya dong! Gue gitu!" Kyuu kembali membanggakan dirinya.

"Jadi kapan loe mau nglaksanain rencana loe and rencananya apaan?" Hidan ikut ambil alih dalam obrolan yang tak patut dicontoh itu. "Yah~ kalian liat aja besok! Gue bakal bikin banyak orang jadian loe~" Kyuubi berkata santai dengan senyum misterius di bibirnya. Lalu Kyuubi berjalan mendahului anggota akatsuki lainnya lalu berbicara, "Yuk sob pulang! Mereka juga dah mau pulang tuh!"

"Yah, Tobi kan masih pingin liat-liat! Pulangnya entar aja ya?" Tobi menarik-narik tangan Kyuubi. "Ya elah, Tob! Kapan-kapan deh elo gue ajak ketemu ama sodara-sodara loe ini~ sekarang kita pulang!" Kyuubi menarik lepas tangannya dari genggaman Tobi.

"Hah? Emang ada sodara Tobi di sini?" Tobi bertanya heran.

"Ada lah! Tuh ada monyet, jerapah, gajah, gorilla, itu kan sodara loe semua!" Kyuubi berkata ringan lalu berjalan menjauh.

"Hiks..Huweee…! Kyuu jahat! Sasori~" kini Tobi berbalik dan merengek pada Sasori.

"Terima nasib aja, Tob! Loe kan emang sodaraan ama mereka." Sasori menggangkat bahu pelan sambil mengikuti jejak Kyuubi dan diikuti anggota akatsuki lainnya. Dan tinggal lah Tobi sendirian di sana.

"HUWEEE! Tobi si anak baik bukan sodara-nya monyet! Ah! Tungguuuuu…" Tobi teriak-teriak gaje sambil lari-lari mengejar anggota akatsuki lain yang sudah jauh di depannya.

.

.

"Yo, Sas! Gimana?" Suigetsu menepuk pundak Sasuke saat mereka berkumpul di parkiran. "Sukses!" kata Sasuke senang sambil melingkarkan tangannya di pinggang Naruto. "Wah! Selamet ya naru-chan! Ntar pas lemonan minta fotonya yah?" kata Tenten sambil menyeka darah yang teris keluar dari hidungnya karena memikirkan hal yang tidak-tidak. "Tenten nee chan apaan sih?" Naruto berkata dengan wajah yang merona.

"Terus, kalian udah dapet tugasnya kan?" kini ganti Sasuke yang bertanya tapa melepas tangannya yang masih berada di pinggang naruto. "Udah. Ntar biar gue yang ngerjain " kata Shikamaru sambil menguap lebar membuat yang lain terkaget.

"Hah? Yakin loe? Tumben amat mau ngerjain tugas ginian! Biasanya juga paling males." Sasuke berkata tak percaya. "Ck, anggap aja hadiah buat jadiannya elo and Naruto." Setelah berkata seperti itu Shikamaru segera memasuki mobil Neji dan diikuti oleh yang lainnya.

.

.

"Yo, adik-adik gue yang tercinta! Kayaknya bahagia banget nih? Haha" kata Kyuubi sembari tertawa setan ketika Naruto dan Sasuke baru saja membuka pintu rumah. "Gitu deh." Sasuke menjawab singkat sambil menarik tangan Naruto untuk duduk di sofa sebelah Kyuubi. "Ckck, makin mesra aja ya? Pake gandeng-gandengan segala~" Kyuubi berusaha menggoda mereka.

"Apaan sih loe?" Naruto cemberut dengan wajah merah. "Gue ini kan Cuma jujur, Nar!" Kyuubi mulai menyringai ringan. "Oh iya! Berarti tadi gak rugi dong gue nglempar kulit pisang ke arah loe, Nar!" lanjut Kyuubi sambil memasang tampang pura-pura berpikir.

Sasuke yang mendengarnya kontan mendelik. "Oh, jadi elo! Sialan loe, Kyuu! Gue jadi berpose gak elit tau gara-gara tuh kulit pisang!" Sasuke menunjuk Kyuubi dengan wajah kesal. "Siapa bilang gak elit? Elit banget kok! Elo keren kok tadi, Sas! Apa lagi dengan pose ditindih Naruto! Hahaha" Kyuubi mulai tertawa sambil memberikan dua jempolnya untuk Sasuke.

"Cih, setan loe!" kata Sasuke dengan wajah merah. "Yee, gue emang setan kali! And kalo gak gara-gara gue loe gak bakal jadian ama Naruto kali~, iya kan Nar?" Kyuubi meminta persetujuan kepada Naruto. "Eh? Err, gitu deh." Jawab Naruto ragu-ragu.

"Oh iya! Kapan kalian berdua mau ngomong ama kaa-san and tou-san kalian?" kata kyuubi mengubah topik pembicaraan sambil menaikan kedua kaki-nya di atas meja. "Hhh, masih nyari time yang tepat." Kata Sasuke menghela nafas pelan. "Iya ya? Teme, gimana nih?" Naruto ikut bingung.

"Ckck, kalian ini bener-bener gak punya persiapan yah? Tenang aja gue bakal bantu kalian kok!" Kyuubi senyum ke arah mereka. "UWAA, Kyuu baik deh~" kata naruto yang semula tertunduk kini tersenyum senang dan langsung menerjang Kyuubi dengan pelukan mautnya. Membuat Sasuke agak cemburu melihatnya.

"Uhuk, gila kekencengan tau meluknya! Dasar, baka!" walau kata-kata tajam ke luar dari mulut Kyuubi tapi kata-kata itu ditimpali oleh senyum tulus Kyuubi. "Hehe, biarin. Kyuu baik, makasi ya!" kata naruto masih memeluk Kyuubi. Tiba-tiba sebuah ide melintas di benak Kyuubi. sebuah senyum jahil tersungging di bibirnya. Tangan Kyuubi merambat naik dari punggung naruto sampai ke kepalanya, Kyuubi mengelus pelan kepala Naruto. "Iya-iya. Gue bakal bantu elo sama Sasuke kok! Gue kan sayang sama elo!" kata-kata Kyuubi dibuat semanis mungkin, Kyuubi menyringai ke arah Sasuke sambil terus mengelus kepala Naruto yang masih memeluknya.

Dahi Sasuke berkedut kesal melihat adegan Kyuubi dan Naruto. Ia pun bangun dari duduknya dan menarik tangan Naruto agar melepaskan pelukannya. "Gak usah lama-lama, dobe!" Sasuke berkata dengan kesal.

"Ya elah~ ama kakak sendiri kok cemburu? Hahaha" Kyuubi tertawa jahil melihat wajah dongkol Sasuke. "Cih, sialan loe!" wajah Sasuke makin dongkol.

"Oi, Nar! Liat tuh seme loe! Hahaha, cemburuan amat." Kyuubi berkata enteng sambil berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya. Sedangkan yang ditinggalkan hanya sama-sama diam. Tak tahu harus bicara apa. Tapi keheningan itu langsung terpecah begitu Sasuke berbicara.

"Ya udah ntar kita minta tolong Kyuubi aja buat bilang ke kaa-san and tou-san. Mending sekarang istirahat bentar lagi Kaa-san dating." Sasuke berbica kepada Naruto lalu menarik tangan Naruto menuju ke kamar mereka masing-masing.

.

.

Sang matahari telah kembali bersinar dan menggantikan sang bulan kemarin malam. Pagi hari yang indah dan menyenangkan bagi pasangan baru kita. Siapa? Tentu saja Naruto dan Sasuke yang kini sedang bersiap-siap berangkat ke sekolah mereka.

"Kaa-san, Naru berangkat!" Naruto yang sudah berada di luar pintu utama bersama Sasuke dan Kyuubi berteriak kepada kaa-sannya. "Iya, hati-hati di jalan, sayang!" Minato menjawab dengan teriakan yang sama kerasnya.

Setelah itu mereka pun masuk ke mobil Sasuke dan melaju menuju sekolah mereka. "Nar, Sas, gue punya kado untuk kalian." Kyuubi memulai pembicaraan sambil berjalan menuju ke kelas mereka yang kebetulan searah. "Kado buat apa?" Naruto bertanya ringan. "Ya, buat jadiannya elo ama Sasuke lah!" Kyuubi kembali menjawab dengan nada yang ringan. "Emang kadonya apaan?" Sasuke sepertinya mulai tertarik mengikuti pembicaraan. "Rahasia dong! Hahaha" Kyuubi tertawa misterius.

.

.

Siang ini terasa begitu terik membuat murid-murid malas mengikuti pelajaran termasuk juga kelas IX-A. murid-murid di dalam kelas itu sebenarnya sangatlah ingin tidak mengikuti pelajaran tapi mereka harus focus ke depan karena wali kelas mereka, Hatake kakashi sedang memperkenalkan seorang guru dan murid baru.

"Ya , murid-murid! Sensei harap kalian bisa menerima teman baru dan guru bahasa inggris kalian yang baru ini. Kalian bisa memperkenalkan diri sekarang dan maaf saya tidak bisa menemani karena harus mengejar di kelas lain.

"Eherm, perkenalkan nama sensei," seorang sensei baru itu menghentikan kata-katanya begitu melihat seorang muridnya enak-enakan tertidur. Guru baru itu melangkahkan kakinya menuju bangku pojok kiri dimana tempat murid itu tidur. Yap! Orang itu adalah Kyuubi. Neji dari tadi telah menoel sikunya tapi dia tetap tak bangun juga. "Eherm, bisa kau mendengarkan sensei, Uzumaki?" Tanya guru baru itu yang entah dari mana tau nama Kyuubi tanpa melihat wajahnya.

Setelah beberapa kali dipanggil akhirnya Kyuubi tetap tak bergeming dari tempatnya. Emosi sang guru itu sudah mencapai batasnya, diambilnya kamus yang tergeletak pasrah di bangku Kyuubi. dan dengan naasnya kepala Kyuubi harus bertabrakan dengan benda setebal 10 cm itu.

PLAK

Pukulan yang keras untuk membuat seseiorang terbangun dari tidurnya. "Tolong perhatikan saat sensei-mu bicara, Uzumaki!" sensei baru itu berkata dengan tegas dan wajah yang datar. Kyuubi yang semula mengusap kepalanya kini mendongak ke arah orang yang memukulnya.

DEG

Jantung Kyuubi seperti berhenti berdetak. 'bagaimana orang ini bisa ada di sini?' batin Kyuubi dalam hati.

DUAK

Kamus tebal itu kembali berciuman dengan kepala Kyuubi. "Jawab jika senseimu sedang bicara dengan mu, Uzumaki!" orang itu tetap berwajah datar. Tak memperdulikan Kyuubi yang emosi sekarang.

BRAK

Kyuubi memukul bangku dengan kasar smbil berdiri dari duduknya. "Alah! Sok formal banget sih loe! Pake manggil-manggil make marga gue lagi!" Kyuubi berbicara kasar sambil menunjuk sang guru baru.

DUAK

Sebuah kamus dengan tebal 10 cm itu kembali bertabrakan dengan dahi mulus Kyuubi. "Sopanlah bicara pada senseimu, Uzumaki!" guru baru itu berkata tegas tak memperdulikan Kyuubi yang menatapnya dengan wajah muak. "Che, brengsek amat sih loe! Sok manggil-manggil gue Uzumaki lagi! Kayak marga loe gak Uzumaki aja!" Kyuubi mendelik kepada guru itu. Dan kata-kata Kyuubi sukses membuat seluruh siswa menganga lebar.

"Maaf sensei. Sebenarnya nama sensei siapa?" salah seorang murid bertanya dengan penasaran mewakili rasa penasaran siswa lainnya.

Guru itu menghela sejenak sebelum mengatakan, "Nama sensei Uzumaki Itachi."

"UWAAPAA?" Tanya semua murid berbarengan. "U-Uchiha Itachi, yang tidak pernah berhasil ditangkap media itu?" celetuk salah seorang siswa.

"Uchiha Itachi, yang merupakan otak dari pusat perusahaan keluarga Uzumaki?"

"Uchiha Itachi kakak sang Pangeran yang selalu menang dari lawab bisnis-nya itu?"

"Uchiha Itachi yang mempunyai gelar hacker nomor satu itu?"

Pertanyaan demi pertanyaan terus menghujanpi sensei baru yang kita ketahui bernama Itachi Uzumaki. "Ya, begitu lah." Itachi berkata pasrah. Padahal tadinya ia ingin tidak menggunakan nama aslinya tapi gara-gara baka – outouto-nya itu dia jadi ketahuan sebelum menyamar. Payah! Tiba-tiba sebuah pertanyaan kembali nyeletuk.

"Sensei! Kalau sensei ini Uchiha Itachi berarti murid baru yang di depan itu jangan-jangan tunangan sensei yang namanya Deidara ya?"

AMPUN! Itachi melupakan jika dari tadi Deidara masih berdiri dengan polosnya di depan kelas tanpa banyak cingcong-?-

"Ah, emm, perkenalkan dia Deidara murid baru yang akan satu kelas dengan kalian. Dan iya memang benar dia adalah tunangan sensei." Itachi menjelaskan pasrah. "Salam kenal un." Kata pria blonde dengan kuncir kuda sambil tersenyum cerah.

"Salam kenal juga, kakak ipaaaar~" Kyuubi lah yang pertama kali menjawab perkataan deidara dengan nada yang super duper dan amat alay. Deidara mendelik kesal ke arah Kyuubi yang sebentar lagi akan menjadi adiknya itu. Dia tak tau apakah ia akan sanggup mempunyai adik macam Kyuubi. sebenarnya Deidara merupakan bagian dari kelompok akatsuki tapi karena dia bertunangan dengan Itachi maka ia harus tinggal dengan Itachi di Ame.

"Hh, Dei-san silahkan duduk di sana." Kata Itachi kembali dengan nada formal sambil menunjuk salah satu bangku yang kosong yang ada di bangku nomor dua dari belakang. "Hai, sensei!" Deidara ikut-ikutan –sok – formal. Dan Itachi pun mulai mengajar mata pelajaran asing itu.

.

.

Bel pertanda jam sekolah telah usai telah berbunyi beberapa saat lalu. Kini para siswa-siswa Konoha Senior High School sedang berkumpul di halaman sekolah sedang mendengar suatu pengumuman dari sang ketua OSIS baru a.k.a Uzumaki Kyuubi.

"Selamat siang semuanya." Kata Kyuubi dengan nada yang dibuat seramah mungkin tak lupa 'senyuman' yang ia biasa tunjukan pada orang-orang telah terpampang jelas di bibirnya. Dan semuanya siswa langsung membalas salam dari ketua OSIS mereka yang baru ini. Keadaan saat itu hening. Tentu saja! Memang ada yang mau berurusan dengan keluarga Uzumaki yang setingkat dengan keluarga Uchiha itu? Author yakin pasti tidak ada.

"Oke, seperti yang telah kalian ketahui saya adalah ketua OSIS yang baru dan untuk peresmiannya saya atas persetujuan dewan guru dan anggota OSIS-padahal belum kordinasi-akan mengajak kalian berlibur di salah satu vila keluarga Uzumaki yang ada di Konoha. Dan kegiatan ini akan diafdakan selama tiga hari dan dimulai besok. Jadi, kalian besok hanya membawa alat-alat yang diperlukan untuk menginap selama tiga hari." Kyuubi berkata dengan panjang lebar. Dan terdengarlah sorak-sorai riuh dari arah barisan siswa karena dapat tidak mengikuti pelajaran selama tiga hari

"Satu lagi yang paling penting!" Kyuubi kembali bersuara membuat keadaan kembali menjadi hening. "Kalian harus membawa pasangan karena satu kamar akan dihuni dua orang." Kyuubi menjelaskan. "Ada pertanyaan?"

Hening.

Kyuubi menyimpulkan keadaan seperti itu dengan arti tidak ada pertanyaan. Jadi, langsunglah Kyuubi menutup acara tersebut. "baiklah karena tidak ada pertanyaan maka sekarang kalian boleh bubar. Selamat siang dan terima kasih."

TBC

BWAHAHA, TBC dengan gaje-nya. 1 chap lagi akhirnya akan tamat! Yey~

Hehe, review mina-san sangat diharapkan lhooo!