A/N : UWAAA, maaf minna-san~ dengan bodohnya Hayui salah nulis namanya Itachi~ sekedar penjelasan aja iach:
Fugaku Uchiha suami-nya Minato namikaze and Minato itu cewek. Terus Fugaku punya adik perempuan yang namanya Mikoto Uchiha. And Mikoto itu istrinya Kushina Uzumaki and Kushina itu cowok. Terus FugaMina punya anak si Sasu and ngadopsi anak yaitu si Naru. Sedangkan KushiMiko punya 2 anak. Yang pertama adalah Uzumaki Itachi and yang kedua itu adalah si Kyuu.
Yah gitu deh pokoknya, hehe. maaf kalo minna-san nggak ngerti sama penjelasan Hayui yang super duper hyper gaje ini, hahaha. Oke deh biar gak banyak cingcong lagi silahkan membaca~
O iya balesan review ada di bawah and fic ini gak jadi tamat di chap 5 karna kalo diselesaiin di sini bisa panjang banget~
Disclaimer : Naruto selalu punya Masashi Kishimoto-sensei
Genre: romance & humor-?-
Rate: T
Pair: SasuNaru, KyuuGaa, SuiNeji, ShikaKiba.
Summary: "Jadi loe bakal bantu mereka bilang ke paman Fugaku kan, Ndrong?" Tanya Kyuubi dengan suara yang-sok-acuh tak acuh.
"Loe yang nyomblangin kenapa gue yang harus ngomong sama Paman? Lagian panggilan macem apaan tuh? Ndrong? Loe kira gue Grandong!" sungut Itachi sebal pada otoutonya ini.
Chapter 5
.
.
"Hah, capeeeek~" teriakan seorang bocah pirang menggema di seluruh ruangan yang ada di rumah keluarga Uchiha. Bocah pirang yang sering kita sebut dengan nama Naruto itu baru saja pulang dari sekolahnya.
"Wah, Naru-chan udah pulang ya? Hmm, ada temen-temennya Naru-chan juga ya?" sang Kaa-san yang memiliki rambut pirang sepunggung menyapa kepulangan Naruto dan teman-temannya ramah. "Ah, iya bibi." Kiba, Gaara, dan Sakura menjawab bersamaan pertanyaan Kaa-san Naruto.
"Hn, Kaa-san?" Sasuke yang tadi ditutupi Naruto dan teman-teman Naruto akhirnya menampakan dirinya-?-
"Ya, Sasu-chan?" Minato kembali memperdengarkan suara lembut beserta cengiran khasnya. "Bukannya Kaa-san harusnya di kantor sama Tou-san?" Sasuke menaikan sebelah alisnya. "Oh, Kaa-san hari ini agak nggak enak badan makanya tadi istirahat di rumah aja. Tapi sekarang udah nggak apa-apa kok." Minato nyengir sambil garuk-garuk kepala belakangnya yang nggak gatal. "Oh iya, ayo masuk dulu! Bibi bikinin minum, pasti kalian capek." Lanjut Minato sambil menuju ke dapur.
"Bibi!" suara Kyuubi terdengar agak keras. "Ya, Kyuu-chan?" Minato yang sudah membalikan badannya yang akan menuju ke dapur kembali berbalik ke arah Naruto cs.
"Bikin minumnya delapan yah?" Kyuubi mengangkat ujung bibirnya, senyum. Dan yang pasti bikin yang lain bling-bling melihat sang raja iblis itu bisa senyum.
'Kyuubi SENYUM! SENYUM, bro! What the hell?' batin yang lain bersamaan yang entah kenapa bisa sangat kompak.
"Eherm, bukannya biasanya cuma bikin enam?" Minato mencairkan suasana yang sempat hening. "Soalnya ada dua tamu lho…." Kyuubi kembali senyum membuat yang lain memegang hidung mereka bersamaan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. (readers: emang apaan?, hayui: nosebleed lah, bakka! #taboked)
"O-oh ya? Siapa?" untuk yang kedua kalinya Minato kembali mencairkan suasana. Dengan senyuman yang semakin melebar Kyuubi mendorong dua orang yang ada di sebelahnya untuk menghadap ke Minato.
DEG
Dua orang pemuda kini saling bertatap muka dengan Minato. Pemuda yang pertama mempunyai rambut panjang berwarna hitam yang diikat ke bawah dengan simple. Mata onyx yang semula terlihat tajam kini melembut saat menatap Minato di depannya. Wajahnya yang semula terkesan stoic kini tampak ramah dengan dihiasi senyuman di bibirnya. Baju formal melilit di tubuh sempurna pemuda itu. Tangan kanannya menggandeng pemuda di sebelahnya.
Pemuda di sebelahnya memiliki rambut pirang sebahu yang diikat ke atas. Poninya yang panjang menutupi sebelah matanya yang beriris sapphire. Wajah manisnya terlihat sangat imut ketika senyuman bertengger di bibirnya. Tubuh mungilnya dibalut oleh seragam sekolah Konoha Senior High School.
Minato menyipitkan matanya sambil memperhatikan mereka dari atas sampai bawah.
TING
Sebuah bohlam lampu transparan menyala di atas kepala Minato. "AH! Ita-kun! Dei-chan!" teriak Minato sambil berjalan cepat ke arah Uzumaki Itachi dan Uzumaki Deidara lalu memeluk mereka erat. "WAAH, bibi sangat rindu pada kalian berdua~" Minato tersenyum lembut ke arah Itachi dan Deidara setelah melepas pelukannya.
"Hehe, Dei juga kangen sama bibi Minato." Deidara menggaruk belakang kepalanya sedangkan Itachi hanya tersenyum dan menganggauk mengiyakan. "Haha, ayo masuk dulu kita ngobrol di dalam saja." Minato menggandeng tangan Deidara untuk memasuki rumah keluarga Uchiha.
.
.
Setelah makan siang, kini Naruto dan teman-temannya sedang berada di kamarnya.
"Gaara~ satu kamar yuk?" Naruto yang tidur-tiduran di atas kasur king sizenya menoel siku Gaara yang duduk bersila di sampingnya. "Hm? Iya." Jawab Gaara simpul sambil kembali menekuni sebuah buku yang sedang di bacanya.
BRAK
Suara pintu yang dibuka dengan cara yang sangat tidak elit mengalihkan perhatian keempat orang yang sedang ada di kamar Naruto. "OI, JERUK! Gaara PUNYA gue and gue yang sekamar sama dia, BAKKA!" Kyuubi berteriak sambil menunjuk-nunjuk Naruto yang sedang terlentang di tempat tidur membuat yang ada di dalam kamar ber-HAA ria.
"Emang sapa yang bilang gue mau sekamar ama setan macam loe?" Gaara menaikan sebelah alisnya yang transparan itu. "Eh?" kata-kata Gaara sangat lebih dari cukup untuk membuat Kyuubi linglung sejenak. "ARGH! Pokoknya loe harus sekamar sama gue! Lagian loe kan udah ama si ayam itu, Nar!" Kyuubi cepat-cepat berkilat. "Err..masak harus sekamar ama teme sih?" Naruto agak memerah membuat yang lainnya memandang curiga.
"Emang kenapa kalo elo satu kamar ama Sasuke-senpai, Nar?" Kiba yang dari tadi berkutat dengan PSP-nya kini memandang curiga ke arah Naruto."He-eh! Kenapa sih, Nar?" Gaara pun ikut penasaran melupakan Kyuubi yang mengajaknya satu kamar. "OWAACH! Jangan-jangan Naru-chan ada apa-apanya nih sama Sasu-nii?" komentar terlebay nan alay ini sudah asti keluar dari bibir si fujoshi a.k.a Sakura.
"Eh? Err...gak ada apa-apa kok, haha!" Naruto tertawa hambar. "Alah, Nar! Jujur deh~" Kyuubi tersenyum jahil. "Iya, Nar! JUJUR!" Gaara, Kiba, dan Sakura berkata dengan tampang super menuntut membuat Naruto semakin terpojok.
"Ngaku, ngaku, ngaku, nga-AKH!" Kyuubi yang masih memanas-manasi keadaan tersentak saat seseorang dari luar menendang punggungnya dengan lumayan keras. "ARGH! Siapa sih?" Kyuubi berteriak sambil membalikan tubuhnya. Ia mendapati itachi yang sedang stay cool di belakangnya sambil menggandeng tangan Deidara. "Cih! Dasar ItaGon! Itachi Gondrong!" Kyuubi mendelik sebal saat mengetahui siapa yang berani-beraninya menendang punggungnya itu. "Ck, loe gak usah ngehina rambut gue yang super indah and halus ini, kaleee! Bilang aja iri!" akhirnya ke-OOC-an Itachi mulai keluar.
"Ck, bagus dari mananya? Gondrong kayak gitu!" sengit Kyuubi sambil menatap tajam Itachi di depannya yang stay cool. "Ia-ia~ terserah loe mau bilang apa? Di dalem lagi ngapain sih? Rame banget." Itachi sepertinya juga tertarik dengan ritual-?- yang sedang dilakukan Naruto dan teman-temannya.
Tiba-tiba Kyuubi menyringai, 'Hohoho, dengan adanya si ItaGon bakal lebih gampang ngomong ke paman Fugaku! And gue gak perlu capek-capek mikirin cara buat ngomong ke Fugaku biarin aja si ItaGon ini yang ngomong! Khekhekhe…'
"Oi, Kyuu! Emang di dalem orang lagi ngapain sih, un?" kini Deidara yang semula bungkam mulai berbicara. "Lagi main kucing-kucingan!" jawab Kyuubi asal sambil menaikan bahunya. Lalu kembali membalikan badannya ke arah kamar Naruto dan bersorak, "Ngaku, ngaku, ngaku, ngaku…."
Deidara dan Itachi hanya bisa sweatdrop melihat kelakuan Kyuubi. lalu Deidara menarik tangan Itachi untuk memasuki kamar Naruto. "MINGGIRRRR UNN!" teriak Deidara di telinga kanan Kyuubi dengan volume suara yang dapat memecahkan kaca dan merubuhkan tembok-?-
"ARGHHH! Kakak ipar sialaaan!" Kyuubi menggosok-gosok telinganya yang sudah menjadi korban suara 'merdu' Deidara. "Cih! Kakak ipar sialan! Awas aja loe! Loe bakal gue kirim ke tempat seme mesuuuum!" Kyuubi kembali berteriak tak mempedulikan suasana di dalam kamar Naruto yang sudah sangat bising.
DUAK
"Enak aja loe,un!" sebuah bogem mentah dari Deidara mendarat dengan mulus di kepala Kyuubi.
BUAGH
"Berani loe nglakuin itu! Gue kubur loe hidup-hidup!" jitakan super dasyat dari Itachi menyusul bogem mentah Deidara di kepala Kyuubi tadi.
"ARGHHH! Kalian berdua emang sialan! Gue bakal bales dendam!" sungut Kyuubi sebal sambil menunjuk-nunjuk dua orang yang kini ada di depannya. "Coba aja kalo bisa!" jawab Itachi dengan nada menantang sambil masuk ke kamar Naruto. Sedangkan Dei hanya mengekor di belakangnya sambil menjulurkan lidahnya ke arah Kyuubi.
Kyuubi yang melihatnya hanya bisa menahan kepalan tangannya dan bergumam: sabarsabarsabarsabar. Jika saja Kyuubi tidak membutuhkan Itachi dan Deidara untuk membantunya mengatakan hubungan Sasuke dan Naruto ke Fugaku pasti ia akan mengirim mereka ke neraka jahanam sekarang juga. (Author: ngomong-ngomong neraka jahanam dimana ya? #plak)
Ketika melihat jelas ke dalam kamar Naruto, Itachi dan Deidara hanya bisa sweatdrop.
Naruto kini sedang meringkuk di pojok kasur dengan tampang horror.
Kiba memegang ke dua kaki Naruto yang meronta-ronta. Wajahnya yang imut kini terlihat menuntut. "Kalo nggak ngaku kita nggak bakal ngelepasin elo!" kira-kira begitulah kata-kata yang keluar dari bibir Inuzuka muda itu.
Lalu Gaara kini berada di belakang Naruto sambil memegangi kedua tangan Naruto sambil sekali mengatakan, "Ngaku aja, Nar! Ngaku!".
Dan Sakura berdiri di depannya dengan sedikit membungkuk, mata emeraldnya memicing saat menatap tajam Naruto, sebelah tangan rampingnya bertengger di pinggangnya dan sebelahnya lagi menuding ke arah Naruto. "Naru-chan! Ngaku aja deh! Gak usah bohong!" kata sakura sambib mengembungkan pipinya membuat mukanya terlihat seperti orang sebal.
"G-gue gak ada apa-apa sama Teme~" kata Naruto dengan tampang melas berharap teman-temannya akan percaya. "Kita gak percaya!" jawab ketiga teman Naruto kompak.
"Eherm," suara deheman Itachi mengalihkan perhatian Naruto cs kepadanya, "Kalian ini lagi pada ngapain sih?" lanjutnya kemudian. "Ini nih, Sensei! Naru-chan gak mau ngaku!" sungut Sakura sebal.
'Ya ampun mereka kayak lagi ngeroyokin maling aja deh!' batin Itachi sweatdrop.
"Emang ngaku apaan sih, un?" Tanya Deidara sambil nahan ketawa ngeliat Naruto yang kayak gitu.
"Naruto pasti ada apa-apanya kan sama Sasuke-senpai?" Kiba kembali teringat akan pertanyaan yang dari tadi mereka lontarkan ke Naruto.
"Maksudnya, un?" Deidara agak mengernyit mendengar pertanyaan dari Kiba untuk Naruto. "Gini nih, Dei-senpai. Menurut kita bertiga Naru-chan sama Sasu-nii ada hubungan gitu! Iya kan Naru-chan?" Sakura menjawab kepenasaran Deidara.
"E-enggak!" Naruto masih tidak mengaku. "Oh gitu, un!" kata Deidara tersenyum manis saking manisnya sampai membuat Naruto merinding. Deidara lalu naik ke kasur king size Naruto dan,
"BWAHAHAHAHAAA…." Tawa Naruto meledak saat tangan ramping Deidara menggelitiki pinggangnya dengan lincah. "Hmp, haha..s-stop hahaha" tawa Naruto menggema di seluruh ruangan kamarnya.
Itachi yang masih berdiri mematung di depan kasur naruto melirik ke arah Kyuubi yang sedang asyik memotret pose naruto yang sedang frustasi itu dengan sebuah kamera yang entah dari mana didapatkannya itu.
'Apa sih yang terjadi selama ini?' batin Itachi dalam hati sambil geleng-geleng kepala. Lalu ia mendekati ranjang Naruto. "Minna-san, tolong lepaskan Naruto." Perintah Itachi tanpa tanda seru alias datar.
"Uh? Kenapa un? Kan seru, un! Kapan lagi bisa ngerjain Naru-kun kayak gini!" Dei memprotes kepada tunangannya itu tapi protesannya hanya dibalas oleh kebisuan dan tatapan tajam dari Itachi. Oh, OK! Deidara mengerti bahwa Itachi serius saat ini. "Ya udah, un." Deidara mengalah tak mau membuat calon suaminya ini marah.
Gaara, Kiba, Sakura, dan Deidara kini melepaskan Naruto dari jeratan mereka. Mereka mendudukan diri mereka di pinggiran kasur, membiarkan Naruto yang langsung tiduran sambil bernafas lega. Itachi kembali meirik ke arah Kyuubi yang sedang menyender di pintu kamar yang terbuka sambil melipat tangannya di depan dada. Yeah! Itachi tau Kyuubi juga sedang melihat ke arahnya dan menunggunya untuk bicara.
"Jadi?" Itachi akhirnya mengeluarkan suaranya sambil menghadap ke arah Kyuubi saat keadaan sempat hening. "Jadi apanya?" pertanyaan gaje Itachi dibalas acuh tak acuh oleh Kyuubi. "Jadi, loe apain aja Naruto and Sasuke selama loe di sini?" Itachi bertanya dengan nada yang lumayan serius. Itachi sudah mengetahui jika Naruto adalah anak angkat dari paman dan bibinya.
"Kenapa Tanya gue? Loe Tanya aja Naruto! Tuh orangnya lagi mengap-mengap kayak ikan yang kena pestisida!" Kyuubi sukses mendapatkan death glare atas kata-katanya dari si Ikan a.k.a Naruto.
Merasa percuma bertanya pada Kyuubi sang outouto maka kini Itachi berbalik menuju si pirang. "Ada hubungan apa antara kau dan Sasuke, Naruto?" Itachi menatap tajam Naruto. "N-Nggak ada apa-apa kok, Nii-chan." Jawab Naruto takut-takut.
Itachi diam beberapa saat sebelum memerintahkan sesuatu pada Deidara, "Panggil Sasuke kesini, Dei". Dan tanpa disuruh dua kali pun Deidara langsung beranjak dari duduknya dan menuju ke kamar Sasuke.
.
.
Enam orang pemuda dan seorang gadis kini sedang duduk melingkar di atas ranjang king size milik Naruto. Yah! Seharusnya ada tujuh pemuda tapi pemuda satunya yang memiliki iris mata berwarna merah lebih memilih untuk duduk bersila di atas sofa sambil menopang dagunya, sebut saja pemuda itu Kyuubi.
Orang-orang yang ada di atas kasur Naruto adalah Itachi, Deidara, Sasuke, Naruto, Gaara, kiba, dan Sakura. Dengan kepala yang diangguk-anggukan mereka kini sedang mendengar cerita dari Sasuke.
"Hah, jadi kalian sudah jadian?" Itachi menghela pelan sudah ia duga hal ini akan terjadi. Itachi juga memang sudah mengetahui bahwa Sasuke menyukai Naruto dan begitu juga sebaliknya.
"He-eh." Naruto dan Sasuke yang duduk berdampingan mengangguk bersamaan. Mereka sudah menduga bahwa teman-teman Naruto akan menampilkan wajah syok, err…kecuali Sakura tentunya.
"Jadi loe bakal bantu mereka bilang ke paman Fugaku kan, Ndrong?" Tanya Kyuubi dengan suara yang-sok-acuh tak acuh.
"Loe yang nyomblangin kenapa gue yang harus ngomong sama Paman? Lagian panggilan macem apaan tuh? Ndrong? Loe kira gue Grandong!" sungut Itachi sebal pada otoutonya ini.
"Gondrong! Bukan Grandong, BAKKA! Gue udah nyomblangin mereka, masa gue juga yang ngomong ke Fugaku? Kan nggak ada sejarahnya gue jadi orang baik kayak gitu!" jawab Kyuubi panjang lebar yang langsung membuat orang-orang yang ada di sana kecuali dirinya cengok seketika saat mendengar kata-katanya.
"Ck, loe mau bantu adik sendiri make mikir-mikir sejarah segala! Ikhlas gak sih loe, Kyuu?" bisa dilihat sangat banyak keduatan tak jelas yang ada di kepala Sasuke saat berbicara dengan Kyuubi. "Sebenernya sih gue gak ikhlas, kalo seTIDAKbenernya baru gue ikhlas-?-" dan saat itu juga semua bantal yang ada di kasur NAruto lenyap karena sudah melayang ke arah sang raja setan.
"Woi, gue bercanda kali!" teriak Kyuubi tak terima karena dilempari bantal. "And loe Ayam and Jeruk mending minta tolong ama si Gondrong! Secara dia paling TUA diantara kita pasti paman Fugaku mau dengerin dia. " kata Kyuubi sengaja member penekanan pada kata TUA.
Naruto, Sasuke, and temen-temennya sih Cuma manggut-manggut beda sama Itachi yang algi kedat-kedut-?-
"Woi, Kyuu! Apa sih masalah loe sama gue? Udah iri sama rambut gue yang halus ini! Sekarang loe mau iri sama garis ketegasan yang ada di pipi gue yang hanya Kami-sama anugrahkan sama gue aja ini ya?" kata Itachi sambil mengelus-elus eherm, keriputnya. Yeah! Ini Itachi OOC mode: ON!
"Gue gak iri and gak bakal pernah iri sama keriput loe yang jelek itu!" balas Kyuubi sarkastik dan dengan sukses menyebabkan sebuah celengan plastik berbentuk ayam Naruto yang isinya uang recehan semua mendarat di kepala Kyuubi.
DUAK
"ARGGHHH! Kepala gue!" jerit Kyuubi sambil mengusap kepalanya yang baru saja berciuman mesra dengan celengan Naruto.
"Oh, OK! Tolong berhenti bertengkar. Jadi apa kau mau membantu aku dan Naruto, Aniki?" Sasuke mulai malas melihat pertengkaran duo Uzumaki itu. "Hn. Oke, akan aku bantu." Itachi tersenyum kecil pada Sasuke dan Naruto.
Yah, setidaknya dengan adanya bantuan dari Itachi bisa meringankan beban Sasuke dan Naruto.
.
.
Setelah acara 'rapat' selesai, Sakura dan Kiba pulang dari rumah Naruto dengan mobil Sakura. Yah jika kalian Tanya dimana Gaara, jawabannya adalah 'ditahan setan'.
"Kiba-chan?" Sakura mulai pembicaraan saat mereka baru saja memasuki jalanan yang lenggang karena hari telah sore. "Hmm?" gumam Kiba sembari tetap berkutat dengan PSP-nya.
"Kiba-chan mau sekamar sama siapa?" Sakura mulai tersenyum manis. "Err..gue belum tau. Abis Sakura-chan pasti sama Ino-chan." Kiba mem-pause game yang sedang ia mainkan lalu tersenyum kecut.
"Mau gue cariin temen sekamar?" tawar Sakura dengan nada yang manis namun sedikit terdengar aneh. "Umm, ya deh! Lagian gue udah gak tau mau ngajak siapa lagi." Kata Kiba sambil mengangkat bahunya lalu kembali memainkan game di PSP yang sempat di-pausenya tadi. Kiba tak menyadari sebuah seringaian tersungging di bibir sang Fujoshi.
CKIT
Mobil yang Sakura dan Kiba kendarai berhenti di depan sebuah rumah. Kiba mendongakkan kepalanya ke arah jendela tapi beberapa saat kemudian dia mengerutkan dahinya. "Ini bukan rumah gue Sakura-chan~ jangan bilang loe kena amnesia mendadak sampe-sampe lupa rumah gue dimana!" Kiba menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ck, gue gak segitu parahnya kali~haha…! Masa sih gak tau ini rumah siapa? Coba deh diliat bener-bener." Sebuah seringaian kembali terpampang di wajah cantik Sakura.
Penasaran, akhirnya Kiba menengokan kepalanya sekali tiap detil rumah dengan dua lantai itu. Matanya terhenti pada sebuah tulisan di sebelah gerbang utama. Kediaman Nara.
UGH
DEG
Secara tiba-tiba wajah kiba jadi memerah saat membaca tulisan itu. 'Kediaman Nara' ualngnya dalam hati.
Sakura tertawa geli melihat tingkah Kiba. "Hahaha, ayo turun!" ajak Sakura yang entah sejak kapan sudah berada di luar dan kini membukakan pintu untuk Kiba dan mengajak (baca: menyeret) Kiba untuk masuk ke dalam.
TING NONG
BRAK
"Siapa?" Gadis seumuran Kyuubi dengan iris mata sapphire dan rambut pirang yang dikuncir empat membukakan pintu untuk Sakura dan Kiba.
"Hai, Temari-senpai!" cengir Sakura pada gadis yang membukakan pintu, Temari.
Temari tampak kaget saat melihat siapa yang datang. "Sakura-chan? Kau tidak bilang akan ke sini. Ah! Kiba-chan? Wah-wah ada uke imut! Ayo masuk." Temari mempersilahkan Sakura dan Kiba untuk memasuki ruang tengah kediaman Nara, dimana seorang laki-laki dengan rambut yang dikuncir ke atas sedang tiduran.
"Shika ada tamu!" Temari menjitak kepala pria yang dipanggilnya Shika tadi agar bangun. "Ck, merepotkan." Dengusnya kesal lalu duduk di atas sofa dengan posisi yang benar.
"Mau ku buatkan minum?" tawar Temari pada Sakura dan kiba. "Tidak usah Senpai, kami hanya sebentar." Jawab Sakura mencegak Temari yang akan beranjak ke dapur. "Ok! Jadi ada apa?" Tanya Temari to the point.
Sakura melirik Kiba yang sedang duduk gelisah di sebelahnya (kapan mereka duduk yah? ^,^")
"Begini, Kiba bilang dia ingin sekali satu kamar dengan Shika-senpai!" kata Sakura dengan sangat mantap tanpa mempertimbangkan keadaan Kiba setelah mendengarnya. "G-gue gak pernah bilang gitu, Sakura-chan!" sangkal Kiba dengan wajah yang memerah.
"Maaf, tapi aku sudah satu kamar dengan Temari." Sahut Shikamaru malas sambil menguap lebar. Sepertinya jawaban Shikamau membuat Kiba agak kecewa dan Sakura SANGAT kecewa.
DUAK
"ARGH! Apa masalah mu?" Shikamaru berteriak kesakitan saat Temari memukulnya. Temari melirik tajam ke arah Shikamaru. "Hei! Tenanglah, Kiba-chan~ Shika pasti mau satu kamar dengan mu kok!" Temari berusaha menghibur Kiba.
"Tapi, tadi kau bilang kau yang akan sekamar denganku!" Shikamaru sepertinya ingin berargumen dengan wanita di depannya ini. "Tapi sekarang kau akan sekamar dngan KIba-chan! Sesekali menurut padaku OTOUTO!" Temari menekankan nada bicaranya saat mengucapkan kata 'Otouto'.
Otouto? Yap! Temari adalah kakak dari Nara Shikamaru. Nara Temari.
"Ck, terserah kau saja! Wanita memang merepotkan." Kata Shikamaru cuek lalu kembali berbaring di sofa dan tidur dengan begitu cepatnya.
"Hehe, maaf ya kiba-chan~ Shika memang kurang agresif, haha…" Temari dan Sakura malah cekikikan dan membuat wajah Kiba tambah memerah. "Ok! Makasi Temari-senpai ~ aku dan Kiba-chan permisa pulang." Kata Sakura senyum.
.
.
.
Benar-benar pagi yang cerah saat siswa-siswi Konoha Senior High School sampai di Mansion Uzumaki. Sungguh di luar bayangan para siswa KSHS! Ternyata Mansion Uzumaki berada di pedesaan yang masih sangat kental unsur alamnya.
Mansion Uzumaki dengan luas sekitar tiga hektar ini didirikan dengan bangunan bergaya arsitektur Jepang Kuno. Terletak 20 meter dari desa utama di daerah itu. Jika kalian keluar dari gerbang utama mansion ini maka kalian akan disambut ramah oleh padang bunga matahari yang sedang bermekaran dengan indah. Di sebelah barat sekitar sebelas meter dari mansion ini terdapat pantai yang masih bersih dari sampah-sampah makanan ringan. Lalu, di timur mansion terdapat sebuah wahana bermain yang berdekatan dengan sebuah kuil.
.
.
Pagi ini para siswa-siswi KSHS sedang berbaris di lapangan yang ada di mansion Uzumaki. Mereka sedang mendengarkan penjelasan dari sang pengurus Mansion tentang fasilitas yang akan diberikan mansion ini, tempat-tempat diluar mansion yang bisa dikunjungi, dan pembagian kamar.
Setelah diberi penjelasan dan mendapatkan kunci kamar, para siswa-siswi KSHS segera membawa barang-barang mereka ke kamar mereka masing-masing dengan wajah yang sumringah.
"Teme, udah lama yah kita gak dateng ke mansion ini?" Tanya pemuda pirang yang biasa kita panggil Naruto ketika sampai di kamarnya dan Sasuke. "Hn, dulu kita sering main bareng sama Kyuu and Aniki di wahana bermain kan?" kata Sasuke sambil tersenyum tipis mengingat masa kecilnya yang menyenangkan.
"Hehe, iya! Loe inget gak? Dulu kitakan juga sering lomba lari di pantai! Haha, gue kangen banget masa-masa itu!" Naruto nyengir senang. "Heh, and loe yang selalu kalah pas lomba lari! Payah! Dasar dobe! Hahaha" Sasuke kini tertawa lepas sambil merebahkan dirinya di atas satu-satunya kasur yang tersedia.
"Ugh, Teme! Gimana gue bisa menang kalo kalian bertiga mainnya curang!" Naruto mengrucutkan bibirnya menambah kesan manis pada dirinya. "Haha, iya-iya gue minta maaf! Namanya juga anak kecil." Sasuke masih tertawa renyah yang menyebabkan timbul beberapa guratan-guratan pink di pipi Naruto.
"T-Teme, nanti malam ke festival kembang api yuk! Dah lama gue gak ngliat kembang api, hehehe."
"Yah, Ok! Sekarang mending istirahat, gue capek banget."
"He-eh!" Naruto mengangguk sekali sebelum merebahkan dirinya di samping Sasuke yang langusung memeluknya dari samping.
.
.
"Teme! Lihat! Ada permen kapas~beli yuk!" Naruto berbicara pada Sasuke di sebelahnya dengan mata yang menatap penjual permen kapas dengan berbinar-binar. Beda Naruto beda juga Sasuke! Sasuke malah melihat penjual permen kapas itu dengan tatapan horror. Sasuke merinding saat mengingat ketika dulu ia memakan permen kapas, amandelnya menjadi sangat parah dan harus dioperasi. Yah, permen kapas memang memiliki kadar kemanisan yang tinggi.
"Gue gak mau beli makanan macem itu! Kenapa gak beli yang lain aja sih? Di sinikan banyak makanan." Sasuke mulai mengedarkan pandangannya untuk melihat makanan yang sekiranya bisa menarik perhatian sang Dobe sehingga Dobe-nya bisa lepas dari si permen kapas.
Naruto dan Sasuke kini berada di acara festival kembang api yang diadakan satu tahun sekali di desa tempat mansion Uzumaki ini berada. Festival ini sangat meriah dan ramai dikunjungi orang-orang. Tidak hanya warga desa saja tapi banyak juga turis-turis dan orang-orang dari luar desa yang datang untuk sekedar jalan-jalan atau memang sengaja merencanakan untuk pergi ke festival kembang api ini. Di sini sangat banyak stand-stand makanan, pernak-pernik hiasan, pakaian, juga banyak tempat saat ini jam masih menunjukan pukul tujuh malam maka orang-orang masih berseliweran menikmati hiburan yang ada sambil sesekali melirik toko dan membeli sesuatu di sana. Orang-orang belum berkumpul di tempat untuk melihat kembang karena acara puncak akan diadakan tengah malam nanti, dua belas malam.
"Ah! Itu aja! Es krim. Loe kan suka es krim, dobe." Sasuke akhirnya menemukan makanan yang tepat. Setidaknya, ia tidak begitu membenci es krim.
"Yah, gue udah sering makan es krim kali! Ayo lah teme~ gue mau permen kapas~ traktir yah?" jawab Naruto dengan jurus andalannya, puppy eyes no jutsu!
Ugh
Sasuke tidak akan tega menolak permohonan Naruto jika Naruto sampai mengeluarkan jurus seperti ini. "Hah, sekali ini aja ok?" Sasuke akhirnya mengalah juga. "He-eh! Makasi~ teme baik deh!" kata Naruto sambil tersenyum senang menampilkan sederet gigi putihnya.
"Hn." Kata Sasuke sembari tersenyum dan mengelus pelan rambut pirang Naruto yang berantakan.
.
.
Masih di tempat dan waktu yang sama. Hanya saja diperankan oleh orang-orang yang berbeda.
Pemuda yang selama ini kita kenal dengan nama Suigetsu dan Hyuuga Neji kini sedang berjalan bersama sambil bergandengan tangan dengan mesra. Dari raut wajah mereka sepertinya mereka sangat bahagia. Tentu saja! Selama ini Hyuuga Neji selalu disibuki oleh pekerjaan ketua OSIS dan pekerjaan dari Hyuuga Corp. Tapi kini ia dan sang seme bisa berjalan-jalan bersama sambil tertawa lepas. Tidak salahkan jika ia sebahagia ini?
Setelah berjalan cukup lama mereka memilih untuk beristirahat di sebuah bangku yang lumayan jauh dari keramaian di tempat festival itu. "Hei, Neji-chan~" suara Suigetsu dibuat agar terdengar semanis mungkin.
"L-Loe jangan manggil gue kayak gitu! Gue jadi merinding ngedengernya." Kata Neji dengan wajah yang sedikit merah yang membuat Suigetsu jadi terkekeh sendiri. "Neji, loe tau Senpai kita yang namanya Tobi?" Suigetsu menyenderkan badannya di tempat duduk dan melingkarkan sebelah tangannya di bahu kekasihnya.
"Tau, yang autis itu kan? Kenapa? Loe suka sama dia?" wow, ada nada cemburu yang sangat kentara di saat Neji berbicara dan hal itu makin membuat Suigetsu terkekeh.
"Buat apa gue suka sama dia kalo gue udah punya seorang angel yang selalu cinta ama gue? Haha,gue gak sebodoh itu mau ninggalin angel-gue yang tersayang ini Cuma untuk Senpai autis itu kali~" kata Suigetsu sambil mengarahkan kepala Neji agar bersender di bahunya lalu mengelus rambut coklat panjang Neji dengan lembut.
"Terus kenapa loe nanyain Senpai itu?" Neji agak memiringkan kepalanya agar bisa melihat wajah kekasihnya. "Hm? Apa loe gak ngerasa risih dari tadi?" kata-kata yang diakhiri tanda Tanya itu dilontarkan dengan sangat mudah oleh Suigetsu tanpa memperhatikan wajah uke-nya yang bingung.
"Maksud loe? Kok loe jadi gak nyambung gini sih?" Neji semakin mengernyit bingung.
"Ckck, gue gak nyangka ternyata seorang Hyuuga Neji itu polos juga yah?" kata Suigetsu masih dengan mengelus rambut Neji yang bagaikan rambut yang ada di iklan sampho.
"Gue makin gak ngerti? Risih kenapa sih emangnya?" Neji menarik kepalanya yang ada di bahu Suigetsu lalu menatap pemuda itu bingung.
"Haha, loe tau gak? Dari tadi itu loe terus diliatin sama orang-orang yang ada di festival dengan tampang mesum mereka! Gue kan jadi jealous sendiri! Maunya sih gue hajar tuh mereka tapi kalo gue gak punya bukti yang akurat salah-salah malah elo marah ama gue and ujung-ujungnya malah gue yang kena hajar sama loe! Kan repot kalo sampe kayak gitu." Suigetau berhenti menatap Neji yang sedang mengedip-ngedipkan mata tak percaya di depannya, lalu ia menerawang langit di atasnya. Bintang-bintang hari ini berkelap-kelip dengan sangat indahnya.
"Tadi, gue sempet berpikir buat make-in loe topeng kayak Senpai kita itu! Yah, gue gak mau aja kalo mereka yang bertampang mesum itu bisa ngeliat keindahan diri loe. Gue gak mau sampe kehilangan loe," Suigetsu menggantung kata-katanya sesaat.
"Singkat kata, gue cinta banget sama loe, Neji." Lanjutnya kemudian sambil kembali menghadap ke arah Neji yang sedang blink-blink sendiri.
Tangan kanan Suigetsu terangkat dan berhenti di pipi mulus Neji. Ia mengusap perlahan pipi putih itu seakan takut jika pipi itu akan tergores dan menimbulkan luka.
"G-Gue juga cinta sama loe and maaf gue gak tau kalo dari tadi banyak orang ngeliatin gue." Neji merunduk malu dengan guratan-guratan merah yang menghiasi wajah manisnya.
"Loe gak salah. Kami-sama yang salah karna udah nyiptain elo sebagai makhluk yang indah banget. Tapi, di saat yang sama gue juga berterima kasih banget sama Kami-sama karna Dia udah ngebuat makhluk terindah ini menyambut cinta gue." Kata Suigetsu sebelum ia menyentuh dagu Neji dengan tangan yang tadinya mengelus pipi putih Neji dan menaikannya agar tak tertunduk.
Kedua bola mata indah itu saling tatap. "Elo gak usah nunduk di depan gue karena gue gak mau ngelewatin satu pun ekspresi yang elo keluarin. Mata gue udah terlanjur nempel sama kesempurnaan loe itu. Jadi elo gak perlu takut buat natap gue di saat apapun karena mata dan hati gue akan selalu menyambut loe dengan kehangatan." Suigetsu berkata lembut.
TES
Secara tiba-tiba setitik air mata turun perlahan dari mata indah sang Hyuuga. Jantungnya berdegup dengan kencang. Belum pernah ia merasa sebahagia ini. Tubuhnya bergetar menahan tangisan yang sebentar lagi akan pecah.
HUP
Dua tangan putih Suigetsu merengkuh pemuda yang ada di depannya ini. Merengkuhnya dengan penuh rasa sayang, merengkuhnya dngan penuh rasa cinta, merengkuhnya dengan penuh rasa yang ingin menjaga.
"Hiks, maaf gue selama ini terlalu hiks sibuk sama pekerjaan gue hiks, gue salalu gak ada di saat elo ngebutuhin gue tapi hiks elo selalu ada di saat gue butuh hiks elo. M-maaf…" tubuh Neji bergetar dalam rengkuhan Suigetsu yang terus mengelus punggungnya dengan lembut.
"Loe gak perlu minta maaf. Gue tau, loe gak bermaksud jarang hadir di sisi gue kok." Suigetsu mencoba menenangkan kekasihnya yang sedang labil ini. "Hiks, G-Gue, hiks gue takut kalo suatu saat nanti hiks elo bakal ninggalin gue hiks…" tangisan Neji masih belum mereda, tubuhnya bergetar menahan bayangan-bayangan bahwa Suigetsu akan meninggalkannya dari otaknya.
"Hah, loe gak perlu takut kehilangan gue. Percaya sama gue, gue gak bakal kemana-mana apalagi sampe ninggalin loe. Loe tau kenapa?" Suigetsu melepas pelukannya saat dirasanya tangisan Neji telah mereda lalu menatap lurus pemuda Hyuuga itu.
Neji menggeleng pelan sambil menghapus air matanya lalu menatap Suigetsu di depannya dengan pandangan menunggu. Suigetsu mengerti, lalu ia tersenyum tulus sebelum meletakan tangannya di dada Neji, "Karena gue akan selalu ada di sini bersama jiwa loe, selamanya."
Neji melengkungkan bibirnya membentuk sebuah senyuman yang indah yang hanya ia tunjukan pada kekasihnya ini sebelum kembali memeluk sang seme. "Yah, gue gak bakal takut kehilangan elo lagi. Aishiteru Sui-kun." Neji memeluk erat tubuh Suigetsu.
"Aishiteru mo Neji-chan."
Benar! Suigetsu tidak akan meninggalkannya dan Suigetsu akan terus bersamanya, selamanya. Pikiran Neji mulai tenang kembali dan seulas senyuman kini terus saja terkembang di wajah manisnya.
"Sui-kun?" Neji mendongak di tengah-tengah pelukan mereka.
"Hmm?"
"Kayaknya, kita harus ngucapin terima kasih ke Uzunaki Kyuubi karna dia udah bikin upacara peresmian dengan model kayak gini." Neji masih tersenyum senang.
"Ya, kita akan berterima kasih." Ucap Suigetsu sebari mengecup kening Neji.
Tak jauh dari tempat Suigetsu dan Neji berada, seorang perempuan dengan rambut coklat yang dicepol dua sedang tersenyum-senyum sendiri sambil menjepret-jepret Neji dan Suigetsu yang sedang berpelukan mesra. Gadis dengan nama Tenten itu terus saja menyeka darah yang keluar dengan deras dari hidungnya.
.
.
Lain SasuNaru dan SuiNeji yang sedang asyik di festival, lain juga pasangan ShikaKiba yang masih berada di mansion Uzumaki.
Kiba yang sedang duduk di sofa sambil memegang PSP melirik ke arah Shikamaru yang sedang tidur dengan pulasnya. Entah sudah berapa kali dia melirik ke pemuda berambut nanas itu sambil menghela nafas. Percuma saja satu kamar dengan orang yang kita suka jika hanya berdiam diri bahkan tanpa mengobrol seperti ini kan?
Eh?
Orang yang disuka? Yup! Sudah jadi rahasia umum di Konoha Senior High School jika Kiba Inuzuka menyukai Senpai-nya yang bernama Shikamaru Nara. Entah kenapa pemuda manis pencinta anjing ini bisa menyukai Senpai-nya yang super malas ini.
"Hah," helaan nafas Kiba kembali terdengar di ruangan yang hening itu. Sekali lagi diliriknya ah! Bukan! Kali ini dia memberanikan diri menatap pada Shikamaru.
"Apa?"
"HAH?" Kiba terlonjak kaget saat tiba-tiba Shikamaru berbicara padahal matanya masih terpejam. Apa dia ketahuan melirik Shikamaru dari tadi? No! gak mungkin! Mata Shikamaru itu dari tadi ketutup!
Shikamaru membuka mata-nya dengan malas lalu memandang Kiba yang ada di depannya. Dia menguap sekali sebelum kembali membuka mulutnya. "Jadi, kenapa kau dari tadi melirikku sambil menghela nafas?" Tanya Shikamaru to the point.
"Eh? Err…tidak ada apa-apa, Senpai." Kiba merunduk menghindari tatapan Shikamaru. "Kau berbohong." Shikamaru berkata tegas sambil mengubah posisinya menjadi bersila di atas kasur.
"Benar, tidak ada apa-apa." Kiba semakin merunduk sangat malu ketahuan melirik Shikamaru.
"Hah, ya udah kalo gak mau bilang. Jam berapa sekarang?" Shikamaru turun dari atas kasur dan berjalan ke arah Kiba. "Jam setengah delapan malam." Kiba mendongak kesamping saat dirasakannya kahadiran seseorang di sebelahnya, siapa? Nara Shikamaru jawabannya! Kan gak mungkin Choji yang nongol dengan tiba-tiba#taboked!
"Kau bosan yah satu kamar dengan ku?" Shikamaru memandang Kiba yang merunduk.
"Eh? T-Tidak. Aku senang, sungguh!" Kiba langsung mendongak lagi ketika kata-kata itu keluar dari bibir Shikamaru, ia tak mau Senpainya itu menganggapnya tak nyaman satu kamar dengannya.
"Heh, dasar. Sana, ganti baju! Kita jalan-jalan ke pantai." Shikamaru tersenyum kecil sambil mengacak pelan rambut Kiba sebelum menuju kamar mandi untuk mengganti baju juga tentunya.
DEG DEG DEG DEG DEG DEG
Jantung Kiba terus saja berisik begitu Shikamaru pergi. Ia menyentuh rambut yang sempat diacak oleh Senpainya itu. 'Shika-senpai senyum sama gue! Oh, Kami-sama arigatooo!" teriak Kiba girang dalam hati. Lalu segera beranjak ke kamar mandi yang kosong. Yah satu kamar terdapat satu tempat tidur, dua kamar mandi, dan fasilitas lainnya.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di pantai yang sepi karena para penduduk lebih banyak yang pergi ke festival.
"Senpai?" Kiba memulai pembicaraan yang hanya ditanggapi gumaman oleh sang Senpai. "Kenapa kita tidak ke tempat festival saja?" Kiba menatap bingung Shikamaru di sebelahnya. "Kenapa harus ke tempat festival yang jauh jika kita bisa melihat kembang api-nya dari tempat yang lebih dekat dari mansion?" Shikamaru balas bertanya sambil duduk bersila di atas pasir putih pantai lalu menepuk tempat di sebelahnya meminta agar Kiba duduk di sebelahnya.
"Hmm, iya juga sih! Lagi pula ini kan pantai, jika terkena cahaya kembang api pasti lautnya bakal jadi indah banget!" Kiba jadi tersenyum senang membayangkan laut yang indah saat terkena cahaya kembang api. Kiba tak sadar bahwa Shikamaru ikut tersenyum saat melihatnya yang sedang tersenyum.
"Ngomong-ngomong bagaimana kabar anjingmu itu? Apa sudah keluar dari dokter hewan?" Shikamaru mengalihkan pandangannya dari Kiba ke lautan lepas. "Ah? Dari mana Senpai tau Akamaru dirawat di dokter hewan?" Kiba bertanya penasaran, seingatnya ia dan Naruto tidak menceritakan ini pada Sasuke jadi darimana Shikamaru tau?
"Hn? Aku melihat beberapa hari yang lalu saat anjingmu tertabrak motor dan kau langsung panik dan langsung berteriak minta tolong. Waktu itu sebernarnya aku ingin menolong tapi melihat banyaknya orang-orang yang sudah datang untuk menolongmu jadi ku urungkan saja niatku." Katanya sambil mengangkat bahunya pelan. Yah, Shikamaru memang tidak begitu menyukai keramaian.
" Oh. Sekarang Akamaru sudah keluar dari dokter. Umm…syukur dia tidak apa-apa! Jika terjadi apa-apa dengan Akamaru akan kucincang orang yang telah menabrak Akamaru!" Kiba berkata dengan mata yang berkilat tajam.
"Haha, dasar!" Shikamaru tertawa sambil geleng-geleng kepala. Hal itu sukses membuat Kiba menjai memerah. "Sepertinya akamaru itu anjing yang cerdas. Apa kau sangat menyayanginya, hmm?" Shikamaru kembali bertanya.
"Tentu saja! Akamaru itu bukan sekedar peliharaan tapi juga teman yang sangat berharga!" kata Kiba dengan berapi-api.
"Kau tau? Kadang-kadang seseorang akan menjadi seperti sesuatu yang sangat disayanginya." Shikamaru memandang Kiba yang duduk disebelahnya. "Maksud mu?" Kiba memandang tak mengerti pada Shikamaru, memang susuah membaca pikiran orang jenius.
"Kau itu seperti anjing." Kata-kata Shikamaru yang ini sepertinya membuat kepala Kiba berkedut tak senang. Ia? Inuzuka Kiba! Seperti ANJING? Darimana-nya?
"Hei-hei, jangan salah sangka dulu!" Shikamaru tersenyum tipis melihat Kiba yang kesal. "Yah, jadi darimana-nya kah aku mirip dengan anjing?" Tanya Kiba masih dengan nada tak suka.
"Haha, kau benar-benar salah sangka. Anjing itu hewan yang cerdas, polos, penurut, dan setia. Anjing juga sangat manis dan lucu tapi di saat ia merasa terancam dia akan berubah menjadi ganas dan bisa menjaga dirinya sendiri. Menurutku kau memang seperti anjing. Cerdas, polos, penurut, dan setia."Shikamaru semakin memandang lekat pada Kiba yang salting.
"Eh? Emm…begitu yah? Haha, terima kasih, Senpai." Kiba tertawa kaku belum bisa mencairkan suasana. Harusnya ia tak marah pada Senpai-nya ini tadi.
"Hn, sama-sama. Satu lagi, kau juga manis dan lucu seperti anjing." Kata Shikamaru sambil ,mengusap kepala Kiba dengan sedikit guratan merah di pipinya. Sedangkan Kiba yang diperlakukan seperti itu hanya bisa senyum-senyum gaje a.k.a salting.
"Hei, Inuzuka?" Shikamaru menurunkan tangannya dan meluruskan kakinya yang sedari tadi tertekuk. "Y-Ya?" Kiba harus berusaha ekstra agar ada suara yang mau keluar dari pita suaranya. "Apa rumor yang mengatakan 'Kau menyuka Nara Shikamaru' itu benar?" Shikamaru memandang lurus lautan di depannya.
'HAH? Pertanyaan macem apa tuh?' Kiba berteriak dalam hati. 'Kalo gue bilang nggak kayaknya gak sopan deh ngomong depan orangnya langsung tapi kalo gue bilang iya, GYAAA maluuu!' Kiba mulai perang batin di dalam kepalanya.
"Benar atau tidak?" sepertinya Shikamaru tidak ingin menunggu lama.
GLEK
Kiba menelan ludahnya lalu dengan takut-takut ia mulai membuaka mulutnya berusaha agar ada suara yang keluar dari bibir mungil itu. "A-apa jika aku bilang y-ya Senpai akan marah?" Kiba merunduk tak berani memandang Senpainya.
Shikamaru yang masih memandang ke arah Kiba mengangkat alisnya tinggi. "Tidak. Hanya saja," Shikamaru menggantung kata-katanya lalu kembali mengalihkan perhatiannya pada lautan indah di depannya.
"H-Hanya saja apa, Senpai?" Kiba semakin merunduk. 'Mati gue! Mati gue! Mati gue!' kata-kata itu terus keluar di dalam pikiran sang Inuzuka. "Hanya saja aku ingin merubah rumor itu." Shikamaru agak menundukan kepalanya.
"H-Haha, Senpai pasti tidak ingin d-disukai oleh orang seperti ku ini yah?" Kiba tertawa kaku lalu tersenyum miris pada pasir di bawahnya. "Tidak. Aku,"Shikamaru kembali menggantung kata-katanya lalu setelah beberapa saat ia mengangkat wajahnya dan menghada kea rah Kiba,
"Aku senang kau menyukaiku, Inuzuka." Kata Shikamaru sambil tersenyum tulus membuat si Inuzuka mengangkat kepalanya dan memandang kepada Senpai-nya ini dengan mata yang berbinar. "A-apa?" sepertinya Kiba belum bisa percaya pada kata-kata yang didengarnya tadi.
"Aku senang kau menyukaiku." Ulang Shikamaru masih tersenyum kepada Kiba. "Haa? Serius?" Kiba menelan paksa ludahnya masih dengan mata yang berbinar-binar tak karuan. "Iya." Shikaru mengelus pelan rambut coklat Kiba.
"L-lalu apa maksud Senpai untuk mengubah rumor itu?" Kiba mencoba menguatkan hatinya untuk menatap Shikamaru. Dia sudah lama memendam perasaan ini. Tak salahkan jika ia ingin meminta kepastiaan dari orang kita sukai?
"Hh, jika rumor itu salah aku bermaksud mengganti rumor itu dengan rumor baru. Menekankan pada orang-orang bahwa bukan seorang Inuzuka Kiba yang menyukai Nara Shikamaru tapi Nara Shikamarulah yang menyukai Inuzuka Kiba. Aku tidak ingin kau menjadi olok-olokan teman-temanmu karena telah dituduh menyukai pemalas seperti ku ini." Shikamaru tersenyum merendah pada Kiba yang membuat pemuda pencinta anjing itu jadi tidak enak hati.
"Ah! S-Senpai tidak usah mengganti rumor itu. A-Aku err…menyukai rumor itu. Akh! Tidak-tidak! Aku… menyukai kenyataan itu!" kata Kiba memantapkan dirinya, sudah saatnya dia mengutarakan ini semua! Kebetulan moment-nya sedang bagus! This is a good time~
Shikamaru hampir tertawa melihat ekspresi Kiba saat itu. "Hmp, yah, kau benar. Aku juga menyukai kenyataan itu." Shikamaru kembali memperlihatkan senyumannya yang langsung membuat jantung Kiba menjadi berdetak-detak tak karuan. "J-jadi?" KIba menggigit bibirnya.
"Jadi, aku juga menyukaimu."kata Shikamaru lembut membuat suatu kelegaan yang besar di hati pemuda bermarga Inuzuka di sebelahnya. "H-Hahaha.." Kiba tak bisa menahan tawanya ini terlalu WOW untuknya.
"Kenapa malah tertawa? Kemari!" Shikamaru sedikit merentangkan tangannya membiarkan seseorang disampingnya ini menyambutnya dengan sebuah pelukan hangat.
"Terima kasih, aku mencintai Senpai." Kata Kiba dalam pelukan Shikamaru. "Ya, aku juga." Shikamaru mengecup puncuk kepala Kiba yang resmi menjadi uke-nya sekarang. Setelah bebrapa saat mereka melepas pelukan mereka. Shikamaru bangun dari duduknya lalu memandang lautan lepas dengan perasaan bahagia.
"Hei, Inuzuka?" panggil Shikamaru tanpa menolehkan kepalanya.
"Hmm?"
"Sepertinya aku benar-benar harus mengganti rumor itu."
"Akh! Kenapa?" Kiba mendongak ke arah Shikamaru yang masih menghadap ke laut.
"Jangan marah dulu. Aku hanya ingin mengganti rumor itu dengan rumor yang mengatakan bahwa 'sekarang Inuzuka Kiba tidak hanya menyukai Nara Shikamaru tapi Inuzuka Kiba adalah kekasih Nara Shikamaru', bagaimana?" Tanya Shikamaru pada Kiba yang sedang mendengus.
"Heh, ku kira apa. Haha…"
Shikamaru berbalik ke arah Kiba lalu mengulurkan tangannya dengan seulas senyum yang bertengger di wajahnya. "Ayo kita berkeliling pantai." Katanya lembut.
"Ayo." Kata Kiba sambil menyambut uluran tangan itu dengan sebuah cengiran khas-nya. Lalu mereka pun berjalan-jalan di sekitar pantai, sambil menikmati hari pertama mereka berpacaran.
Sementara itu…
"KYAAAA….." seorang gadis pirang yang dikuncir empat berteriak-teriak gaje sambil memegangi kamera digital bermega-mega pixel. Gadis Nara itu sedari tadi menguntit adik dan calon adiknya! Yah, dasar fujoshi~
.
.
"Kita mau kemana sih?" Tanya seorang pemuda dengan rambut merah bata yang sedang ditarik – baca: diseret – oleh seorang pemuda di depannya. Entah sudah berapa kali pemuda yang memiliki iris mata emerald indah itu melontarkan pertanyaan yang sama tapi tetap saja hanya jawaban tak jelas yang didapatkannya.
"Loe diam aja! Bawel!"
Pemuda dengan tato 'ai' di dahi-nya itu kembali menghela nafas. Apa sih maksudnya pemuda setan di depannya ini mengajaknya ke tempat-yang-entah-apa-namanya-ini.
"Kyuu, bisa loe lepasin tangan gue? Sakit, bego!" kata pemuda dengan rambut merah bata yang bernama Sabaku No Gaara itu. Pemuda yang sedari tadi menyeretnya berhenti lalu berbalik kea rah Gaara sambil memicingkan matanya. "Loe bilang apa? Bego? GUE bego maksud loe, hah?" pemuda dengan iris mata merah itu makin memicingkan matanya.
"Iya, kenapa? Lagian sapa yang nyuruh loe nyeret-nyeret gue kayak nyeret karung sampah-?- gitu, hah?" Gaara balik memicingkan mata pada pemuda di depannya yang memiliki nama lengkap Uzumaki Kyuubi ini. Gaara bisa mendengar Kyuubi menggeram pelan. "Keh, gue lagi males bertengkar sama loe! Mending loe diem terus ikutin gue!" Kyuubi berbalik lalu jalan lagi sedangkan Gaara masih diem di tempatnya yang semula gak berniat melanjutkan perjalanan.
Yap! Kyuubi kini sedang menarik-narik Gaara untuk dibawanya ke suatu tempat yang entah dimana, hanya dia yang tau. Kini mereka sedang berada di sebuah jalan setapak kecil yang ada di antara bunga-bunga matahari yang tingginya melebihi Kyuubi dan Gaara (maaf kalo gak ada, yang ini hayui ngarang.).
"Gue gak mau." Jawab Gaara datar sambil melipat tangannya di depan dada.
Kyuubi yang belum jauh dari Gaara berkedut saat mendengar jawaban Gaara. Kyuubi berbalik ke arah Gaara lalu berjalan mendekat. "Apa perlu gue gendong, heh tuan putri?" kata Kyuubi sarkastik.
"Ck, gue gak mau digendong sama setan macem elo!"
Hah, Gaara benar-benar membuat Kyuubi kesal. Kyuubi maju semakin dekat lalu dengan sigap mengangkat tubuh ringan Gaara dan ditaruhnya tubuh itu di atas bahu kirinya, tangan kiri Kyuubi melingkar di paha Gaara.
"A-Apa yang elo lakuin hah?" Tanya Gaara dengan wajah merah, ia sudah mencoba berontak tapi tetap saja Kyuubi tak menurunkannya. Memang pada dasarnya seorang seme lebih hebat dari seorang uke kan?
"Loe diem aja." Kyuubi lalu berbalik arah dan mulai berjalan ke tempat yang ingin ia tuju. Sedangkan Gaara hanya pasrah saja, percuma melawan pada setan di depannya ini kan? Gaara tak ingin buang-buang enegi untuk melakukan sesuatu yang pada akhirnya sia-sia. Tapi, jika terus dalam posisiseperti ini dia bisa mimisan.
"Kyuu, kepala gue pusing." Gaara memegangi kepalanya yang pusing. Dalam posisi seperti ini memang sangat mudah untuk menyebabkan seseorang pusing.
"Hn, sabar. Bentar lagi kita sampe!" Kyuubi tetap berjalan dengan tenang
Jalan yang Kyuubi dan Gaara lewati kini adalah sebuah jalan turunan dan hal itu membuat mereka makin tak nampak dari luar. Setelah jalan kembali datar ada sesuatu yang berbeda yang menyambut mereka.
Bukan lagi padang bunga matahari yang terlihat tapi beribu pohon bunga lavender yang hanya setinggi lututlah yang menyambut mereka. Kyuubi menurunkan Gaara dari gendongannya.
"Gue gak tau di sini ada tempat sebagus ini."Gaara memandang ke sekelilingnya entah kemana rasa pusing yang ia rasakan tadi.
Harusnya di tempat Gaara dan Kyuubi berada adalah tempat yang gelap karena tidak ada satupun lampu yang menyala tapi di sini semua tampak jelas karena ada beribu-ribu kunang-kunang yang berterbangan saling membagikan cahaya-nya masing-masing. Gaara mendongakkan kepalanya ke atas, melihat bintang-bintang yang bertaburan menambah sempurna keindahan malam ini.
'Malam memang menyenangkan.' Batin Gaara dalam hati sambil tersenyum senang. Kyuubi yang melihat Gaara tersenyum jadi ikut tersenyum juga.
Kyuubi berjongkok untuk melepaskan sepatu beserta kaos kaki yang ia gunakan.
"Kenapa loe buka sepatu?" Tanya Gaara dengan nada ingin tahu. Kyuubi mendongak kea rah si penanya. "Dari pad aloe banyak Tanya mending loe ikutin gue!" perintah Kyuubi sebelum ia kembali berkutat dengan tali sepatunya. Gaara hanya mengangkat bahunya sebelum mengikuti apa yang dilakukan Kyuubi. dia tidak mau ambil pusing untuk banyak Tanya lagi. Sepertinya sifat setan Kyuubi hilang untuk malam ini, yeah~ Gaara malas mengakui hal itu.
"Hmp," Gaara menahan tawanya saat merasakan sensasi aneh saat sepatunya telah berhasil terbuka. Dia menggerak-gerakan telapak kaki-nya untuk mendapatkan sensasi menyenangkan itu lagi.
Gaara dan Kyuubi tidak perlu takut jika kai mereka akan kotor karena tanah yang ada di tempat itu telah dialasi oleh rumput-rumput segar yang entah bagaimana bisa sanagt terawatt ini.
"Hemm…" Gaara setengah menggeliat ketika merasa kakinya digellitiki oleh ujung-ujung rumput yang tajam dan basah. "Kalo tampang loe kayak gitu, loe jadi kayak anak umur lima tahun." Kyuubi geleng-geleng melihat pemuda ai di depannya ini.
"Biarin." Gaara menjulurkan lidahnya kea rah Kyuubi yang membuat raja setan itu jadi tertawa.
"Loe bener-bener kayak anak kecil! Ayo sini! Gue mau tunjukin sesuatu yang lebih bagus dari pada ini!" Kyuubi lalu berjalan menuju tempat tujuannya sambil menggenggam lembut tangan Gaara. Menyelinapkan jari-jari panjangnya diantara jemari kurus Gaara, lembut. Entah kenapa wajah Gaara memanas saat merasakan sensasi yang diberikan Kyuubi ini. Genggaman Kyuubi kali ini berbeda dengan genggamannya saat menyeret Gaara saat di padang bunga matahari. Benar-benar berbeda sampai-sampai Gaara melupakan suasana indah malam yang sangat disukainya ini dan hanya terfokus pada sesosok Kyuubi yang ada di depannya. Gaara mengenali perasaan ini. Dia pernah merasakannya saat melihat Kyuubi sedang tertidur di kamarnya. Yah saat dimana ia resmi menjadi babu sekaligus uke dari si setan selama tiga minggu.
'Tiga minggu'
Kata-kata itu terus bergema dibenak Gaara. 'Cuma tiga minggu.' Entah kenapa Gaara merasa kecewa dengan fakta ini. Gaara menunduk dalam-dalam sambil memejamkan matanya mencoba merasakan sensasi hangat dari tangan Kyuubi lebih dalam.
"Sampe!" kata-kata Kyuubi membuyarkan lamunan Gaara. Gaara mendongak mencoba melihat sesuatu yang kaatnya lebih indah dari pada beribu bunga lavender dan kunang-kunang tadi.
DEG
Mata Gaara terbelalak lebar. Apa-apaan ini?
"Gimana? Keren kan?" dapat terdengar dengan jelas nada bangga yang ada di kata-kata Kyuubi. "D-Dari mana loe tau gue suka bunga lily putih?" Gaara bertanya dengan wajah tak percaya. "Ck, udah gue bilangkan? Gak ada yang enggak gue tau! Semua di bawah kendali gue!" kata Kyuubi bangga.
Gaara melepaskan genggaman Kyuubi pelan lalu berjalan mendekat ke suatu tempat. Di depan Gaara kini terdapat banyak bunga lily yang – lagi-lagi – entah kenapa bisa tumbuh di sana. Setelaha berjalan beberapa langkah Gaara berjongkok melihat pantulan dirinya.
Hmm, ada sungai juga. Bukan! Bukan sungainya yang membuat Gaara tertarik tapi apa yang ada di dalamnya. Ada banyak bunga lily yang sedang bermekaran dihanyutkan di sungai tersebut dan lagi di setiap lily yang hanyut pasti di atasnya akan ada dua kunang-kunang yang menerangi kecantikan bunga lily itu.
Gaara tersenyum damai, didudukan-nya dirinya di pinggiran sungai dengan kaki yang masuk ke dalam air sungai yang jernih.
"Gimana? Loe suka kan?" Tanya Kyuubi sambil menepuk kepala Gaara dari belakang.
"He-eh." Gaara mengangguk sekali. Kyuubi lalu mengambil posisi duduk di sebelah sang uke lalu melingkarkan tangannya ke bahu Gaara dan membuat kepala Gaara bersender di bahunya. "Hal ini Cuma bisa diliat setahun sekali." Kyuubi menghadap ke Gaara yang entah kenapa bisa fine-fine saja diperlakukan seperti itu oleh si iblis Kyuubi.
"Hmm? Kenapa? Bukannya elo yang ngerencanain ini?" Gaara bertanya tanapa melepaskan pandangannya pada sungai yang lumayan lebar itu. "Enggak. Emang ini Cuma ada setahun sekali aja and gue gak tau kenapa bisa ada hal mace mini." Kyuubi mengangkat bahu-nya pelan membuat kepala Gaara agak bergoyang.
"Pas pertama kali gue nemuin tempat ini, gue udah bertekad bakal bawa orang yang gue suka ke tempat ini and nonton lily-lily ini bareng gue. And sekarang itu udah jadi kenyataan." Kyuubi etrsenyum kecil sedangkan Gaara?
Bisa ditebakkan wajahnya semerah apa sekarang. Gaara ingin memindahkan kepalanya dari bahu Kyuubi tapi tangan Kyuubi menahan kepalanya lalu mengelus rambut merah bata itu. "Diem. Jarang-jarang gue bisa sebaik ini sama orang lain! Jadi mending loe diem and nikmatin." Kata Kyuubi tanpa menoleh ke Gaara.
"Y-Ya, tapi orang loe suka itu?" Gaara mengajukan pertanyaan yang ambigu. Kyuubi menoleh sebentar ke Gaara lalu mengalihkan lagi pandangannya kea rah bunga-bunga lily yang masih terus mengalir di atas air lalu menjawab,
"Elo." Satu kata, tiga huruf itu rasanya mampu merusak semua sistem saraf Gaara dalam sekejap. Ia mengerjapkan matanya tak percaya. "Hah? Loe serius?" Gaara makin memasang wajah yang menandakan bahwa ia tidak percaya. Mungkin saja si setan ini sedang mengolok-oloknya kan?
"Apa gue keliatan gak serius?" Kyuubi balik bertanya.
"Err…loe emang gak pernah keliatan serius." Jawab Gaara 'polos'.
"Che, setidaknya kali ini gue serius!" Kyuubi menghadap ke Gaara yang sudah berhasil melepaskan kepalanya-?- dari bahu Kyuubi.
"Buktinya?" Gaara masih kurang percaya walau pun ia berharap yang dikatakan Kyuubi benar.
Kyuubi memandang sesaat pada Gaara. "Ini." Katanya datar sebelum menghapus jarak diantara mereka. Membuat bibir mereka saling menekan lembut.
Kyuubi langsung menarik lagi kepalanya, wajahnya memerah. "Loe udah percaya kan?" Tanya Kyuubi dengan semburat merah di pipinya (OWW, setan bisa blushing juga~#taboked!).
Gaara masih mengerjapkan matanya tak percaya, Kyuubi Uzumaki menciumnya!
"GAARA~" Kyuubi berteriak frustasi disebelah pemuda dengan iris emerald indah itu.
"Emm, m-mungkin." Gaara menunduk dalam. "Che! kenapa mungkin? Gue mau loe jawab iya!" Kyuubi menjambak rambutnya frustasi, bagaimana lagi caranya untuk membuktikan? Apa harus dia nge-rape Gaara di sini? And, yeah~ dijamin Kyuubi akan diterima! Bukan diterima GAARA tapi PENJARA!
Gaara melirik sedikit pada setan err…pemuda di sebelahnya. "Kyuu." Panggil Gaara pelan. "Hn?" Kyuubi melirik dengan pandangan berharap pada Gaara mungkin Gaara akan menerimanya sekarang.
"Elo serius?" Gaara memandang Kyuubi yang juga memandang pada dirinya.
"Keh! Harus berapa kali gue bilang? Gue serius!" Kyuubi memutar matanya bosan.
"I-Iya, gue prcaya." Jawab Gaara akhirnya. "Serius?" kali ini giliran Kyuubi yang bertanya. "Yah, mungkin gak ada salahnya dicoba dulu, lagian entah kenapa gue selalu ngerasa nyaman kalo lagi berdua sama elo." Kata Gaara dengan wajah merah pastinya.
"Gitu dong~" kata Kyuubi nyeengir alalu menerjang Gaara membawanya ke pelukannya.
.
.
Malam festival telah lewat dengan menggembirakan. Kini jam masih menunjukan pukul delapan pagi tapi entah kenapa sang ketua OSIS meminta para siswa-siswi KSHS untuk berkumpul di sebuah aula terbuka yang sangat besar. Hah~ bikin males aja!
Sementara itu di sebuah ruangan dekat aula terbuka tempat para siswa-siswi KSHS berkumpul, sang ketua OSIS telah bersiap-siap melakukan aksinya.
"Ini hadiah special buat loe berdua, Sasuke and Naruto! Tapi kayaknya semuanya juga bakal kebagian hadiahnya deh~" katanya sambil menyeringai jahil lalu memencet sebuah tombol berwarna merah besar, seringaian jahilnya makin melebar.
Ia berbalik dari tempatnya lalu menghadap ke sebuah layar yang menampilkan keadaan aula terbuka itu. Dia menghitung dalam hati,
Satu
Dua
Tiga
Dan,
"GYAAAAAAAAAAAA…"
"Teriakan yang manis, hahaha…" teriakan itu lalu disusul oleh tawa jahil Kyuubi yang membuat beberapa pegawai yang ada di ruangan tempat Kyuubi berada bergidik ngeri.
.
.
.
TBC
Waaa, maaf updatenya telat banget! Hayui lagi ujian soalnya! Gomen yah~ hehe^^V bahasanya juga jadi rada kaku ya? Humornya juga garing abis! Romancenya juga aneh~ parah! Tapi Hayui lagi pingin banget update~ tolong dimaklumi!
Balesan review :
IzUnA DaRk DeViL`s, salam kenal juga Izuna-san*maaf kalo panggilan salah*! Hoo, makashi udaw bilang cerita ini keren~ ini udaw update! Maaf lama yah? Hehe ^^V
Bow si kerbau, typo yah? Hehe Hayui emang bermasalah banget sama yang ini~ semoga di chap ini typo-nya gak parah ya~ iya! Kyuu emang keren~ hahaha
Lophe Naru-chan, benarkah SN-nya sweet? Haha makashi~ salam kenal uga~
I`m here, salam kenal juga! Makashi udaw di bilang keren~
YouShiGaa No Miu Chan, hn~ gak apa kougs, yang penting udaw di R&R-kan? Hehe
Takazawa Kazuki, wkwk pikiran kita sama nich Kazu-san! Hayui juga pingin banget punya kakak kayak Kyuubi! tapi jangan sampe Hayui yang dikerjain, hehe^^
Uchiha – namikaze Yui, Keren? Wah-wah Hayui bener-bener gak nyangka fic gaje gini lumayan juga yang bilang keren, haha^^d, KyuuGaa-nya lagi error nih~ mungkin chap depan baru banyak, tak apa kan?rencana Kyuubi di chap depan~
Sakurissa-chan, Hee, nie dah muncul KyuuGaa-nya tapi baru dikit sih, hehe^^V. mungkin chap depan yach~
Kikkai Mitsuhaki, lohaaa juga~ya gak apa kougs baru review sekarang~ oww Kyuu cowo idaman u? wahaha Hayui juga, hehehe~nih Gaara udaw muncul kan? Kyak yang udaw Hayui bilang fic ini kaga jadi tamat hehe mungkin satu atau dua chap lagi, hehe^^V
Via sasunaru, iya tuh! Si Kyuu emang ngerencanaain sesuatu yang gila pastinya, hehe^^d! ShikaKiba udaw muncul di chap ini kan? Ortu-nya Naru? Enggak dech kayaknya. Soalnya Naru diadopsi dip anti asuhan~ maaf kalo gak ada di cerita, hehe….
Shiki Raven - Sakuraii, makashi udaw dibilang keren~^^V, oww, thanks sarannya! Eee.. jangan panggil Hayui senpai~ harusnya Hayui yang manggil Shiki-san dengan sebutan 'senpai'! Wow? Kyuu maskulin? Tak percaya saya~ haha, gak nyangka aja Kyuu dibilang maskulin hehe. Emm, perkenalannya Itachi sekarang udaw cukup kan?
Dallet No Hebi, Wkwk…seperti yang udaw Hayui jelaskan di atas kalo Mina itu istrinya Fuga~ hadiah SN emang ada di vila in tapi baru muncul di chap depan~ thanks dah review
Lady Spain, Hoo…ni dah update^^
.Sora, Oww…jadi 'Ciel moh login' itu El-san yah?*pasang tampang bego* gomen hayui gak tau sih, hehe^^V...kyk yang udah dijelasin di atas Itachi itu Uzumaki! Gome, gak bisa ganti rate Hayui gak kuat nulisnya….
Poq, nich dah update~
Thanks buat yang udaw R&R~ semoga minna-san masih inget sama fic ini haha…
Akhir kata:
REVIEW PLEASE MINNA-SAN
