A/N : HELOOO~ masih ada yang inget sama cerita gaje ini? Maaf hayui updatenya lamaaaa banget! Hehe, oh iya ada kesalahan besar di chap kemarin. Itu lho tentang si Sasu yang manggil Itachi dengan "Aniki"! atas saran dari .SORA. hayui akan ubah panggilan Sasuke ke Itachi jadi, "Ita-nii"! thanks pemberitahuannya El-san *bungkuk2 360 derajat-?-*
Disclaimer : Naruto selalu punya Masashi Kishimoto-sensei~
Genre: romance & humor-?-
Rate: T
Pair: Mungkin ini yang namanya full SasuNaru ^^
Summary: "Aww! TEME MESUM!" Naruto melipat tangannya kesal lalu bangun berniat meninggalkan Nii-channya yang mesum itu, tapi…HYUUNG / DUK / "AWW~" Naruto memekik keras sambil mengelus-elus kepalanya yang terbentur dengan pohon.
Chapter 6
.
.
"Enghh…" suara erangan pelan terdengar dari balik pepohonan. Seorang pemuda emo memegangi kepalanya yang masih pusing. Ia mengerjap-ngerjapkan mata onyx miliknya. Pemuda dengan nama lengkap Sasuke Uchiha itu menyandarkan punggungnya pada batang pohon yang ada di belakangnya. Ia terdiam sebentar, masih belum mengerti keadaan. "AH!" Sasuke memekik tertahan setelah berhasil mengingat seluruh kejadian yang terjadi padanya, ralat! Pada seluruh siswa-siswi KSHS, tepatnya.
Flash back
Malam festival telah lewat dengan menggembirakan. Kini jam masih menunjukan pukul delapan pagi tapi entah kenapa sang ketua OSIS meminta para siswa-siswi KSHS untuk berkumpul di sebuah aula terbuka yang sangat besar. Aula terbuka itu kira-kira memiliki luas dua puluh are.
"Hei, teme! Loe tau kenapa Kyuu manggil kita semua ke sini?" Tanya pemuda pirang yang ada di sebelah Sasuke. "Gak. Dia kan kerjanya Cuma bikin repot orang aja." Sasuke menanggapi pertanyaan Naruto – nama pemuda tadi – dengan malas, masih ngantuk~
Sasuke dan Naruto kini berada di dekat kumpulan pohon-pohon yang ada di aula terbuka itu. Mereka terpisah dari teman-teman mereka karena letak kamar mereka yang berjauhan. "Huh, Kyuu itu bikin repot aja sih! Gue kan masih ngantuk." Naruto duduk bersila di atas karpet alam yang ada di aula terbuka itu sambil melipat tangan bosan.
"Hah, ntar pas pulang kita hajar dia rame-rame." Sasuke berkata dengan senyum sadis sambil duduk di sebelah adik tercintanya itu. Naruto melirik ke arah Sasuke dengan pandangan meremehkan, "Emang loe berani ngehajar si Kyuu?"
"K-kenapa g-gak?" Sasuke membuang wajahnya dari Naruto. "Ehehehe, nanti gue bilangin Kyuu lhoo~" goda Naruto dengan cengiran khasnya. Sasuke mendelik kesal ke arah Naruto. "Kalo loe berani bilang, loe harus siap jadi makan malam gue, dobe~" Sasuke berkata jahil sambil mencubit pinggang Naruto membuat si pemilik pinggang memekik keras. "Aww! TEME MESUM!" Naruto melipat tangannya kesal lalu bangun berniat meninggalkan Nii-channya yang mesum itu, tapi…
HYUUNG
DUK
"AWW~" Naruto memekik keras, ia mengelus-elus kepalanya yang terbentur dengan pohon."Dobe. loe gak ap.."
HYUUUNG
HYUUUNG
Sasuke mengernyit, tangan kakannya dengan cekatan memegangi pohon yang ada di belakangnya. 'Ini bukan imajinasi kan' Sasuke bertanya dalam hati. "T-Teme, ada apa sih? Kenapa tanahnya goyang-goyang terus." Naruto ikut memegangi pohon yang dipegang Sasuke, bermaksud menjaga keseimbangannya.
"KYAAA…" Naruto dan Sasuke bisa melihat kepanikan pada wajah murid-murid KSHS. Mereka mulai berlarian tak jelas ada yang memegangi kepala mereka, berlarian, menjerit-jerit, bahkan sampai ada menggigit rumput (?).
"INI GEMPAAA!" salah seorang murid berteriak kencang, membuat murid-murid lain bertambah panik. Tanah bergoyang dengan keras seperti ada sesuatu yang hendak keluar dari dalam tanah.
KRETTT
GRAKK
BRUAK
DUARR!
"GYAAAAAAAAAAAAAA…."
Sebuah ledakan dasyat terdengar dari dalam tanah lalu disusul dengan teriakan murid-murid yang kaget. Debu-debu tanah naik berhamburan, melayang-layang diudara membuat murid-murid KSHS terbatuk-batuk keras. Tidak, bukan ini masalahnya! Tapi apa yang kini sedang ditutupi oleh gumpalan debu di udara. Tembok. Tembok besar setinggi tiga meter yang tiba-tiba muncul dari dalam tanah.
Semua murid terbelalak heran. Bagaimana bisa tembok muncul dari dalam tanah? Dan lagi, ada sesuatu yang lebih parah…
Tembok ini membentuk,
Labirin
Raksasa…
Labirin yang memisahkan semua murid di tanah seluas dua puluh are ini. Belum reda kekagetan orang-orang ini, sebuah helikopter datang dari atas dan menyemprotkan sesuatu, gas penidur…
FRUUUUSSHH
"AH, aku mengantukk.."
BRUUKK
Dengan begitu semua murid pun tertidur, sebelum mendengar suara samar-samar dari sebuah pengeras suara. "Selamat bersenang-senang." Seorang iblis dengan seringain licik membentuk sebuah senyuman yang akan membuat semua orang merinding, dia Uzumaki Kyuubi, si Iblis. Lalu ia melempar banyak kertas dari atas sambil terus tersenyum licik.
End of flash back
"Gila! Ngapain sih si Kyuu buat acara kayak gini! Repot banget deh jadinya!" Sasuke mengumpat keras sambil memukul tanah di bawahnya dengan kesal. Gimana gak kesal coba? Bayangkan! Kau yang seharusnya sedang liburan sambil bersenang-senang malah harus terkurung di sebuah labirin raksasa, terpisah dari teman-teman, menghirup gas penidur, dan yang lebih parahnya lagi…
Kriuukk~
"Ugh, gue laper. Gue kan belum sarapan! Cih!" Sasuke kembali mencak-mencak gaje. "Eh? Apaan nih?" Sasuke menaikan sebelah alisnya saat melihat banyak kertas berhamburan di atas rumput yang tumbuh di aula terbuka itu. "APA?" Sasuke memekik lebih keras saat dia selesai membaca kertas itu.
PESAN DARI KETOS
Hai semuanya…
Ini adalah hadiah gue buat pasangan SN yang baru aja jadian….
Selamat menikmati 'permainan' yang ada di labirin ini, gue jamin kalian akan sangat senang…
Khekhekhe, kalian pasti sangat senang!
NB : kalo mau makan, kalian bisa cari di tempat-tempat tersembunyi. Tapi karena gue ini baik jadi gue kasi tau aja ^^ makanannya paling banyak yang digantung di pohon-pohon…
Khekhekhe, jaa minna~
Sasuke menghempaskan tubuhnya ke tanah, lalu menutup kedua matanya dengan lengan kirinya.'Kayaknya ini bakal parah. Apa lagi, Kyuubi sampe makek bahasa alay kayak gitu.' Batin sasuke dalam hati.
"Ukh, t-teme…" suara erangan lain kembali terdengar. Pemuda dengan rambut pirang yang sangat berantakan itu mengerjap-ngerjapkan matanya. Tangannya mencoba menggapai-gapai Sasuke yang ada di depannya. Sasuke yang mendengar erangan itu langsung tersadar dari lamunannya. 'Ah iya! Gue lupa sama si dobe ini," batin Sasuke sambil ber-sweatdrop gaje.
"Dobe, loe gak papa kan?" Sasuke bangkit dari tidurnya dan langsung menghampiri Naruto yang masih setengah sadar. "Engh, k-kepala gue p-pusing," Naruto berbicara dengan terbata-bata. Sasuke yang melihatnya jadi panik sendiri, dia gak pernah ngurusin orang sakit, jadi dia gak tau dia harus ngapain sekarang. "Aduh, tenang-tenang. Bentar lagi pasti sakittnya hilang. Sabar," Sasuke menepuk-nepuk kepala uke-nya.
"Hah, d-dingin.." Naruo semakin meracau tak tentu, ia masih dalam keadaan setengah sadar.
Angin hari ini memang sangat kencang tak heran naruto sampai menggigil seperti itu. "ARGH! Gue harus ngapain? Masa kasi baju gue ke dia? Terus gue pake apa dong?" Sasuke bukannya menolong Naruto malah mencak-mencak kayak orang gila. Dia emang gak tau harus ngapain kalo harus berurusan sama orang sakit.
"D-dingin," desah pelan naruto kembali terdengar. Nafasnya pendek-pendek seperti orang yang baru saja lomba lari marathon. Wajahnya agak merona, sepertinya dia akan demam. Hah, Naruto memang sangat cepat sakit. Dia tidak memiliki ketahanan tubuh yang bagus. Sasuke yang panik melihat Naruto langsung memeluk Naruto dengan erat. Disandarkannya kepala naruto pada bahunya. Ia lalu mengelus kepala dengan rambut duren itu sayang. "Tenang, gue di sini. Elo istirahat aja." Sasuke semakin memeluk Naruto dengan erat tak ingin desiran angin membuat dobe-nya menggigil kedinginan. Ia tak rela jika dobenya harus sakit gara-gara acara bodoh yang disebut Kyuubi dengan 'hadiah'. Huh, lihat saja nanti! Kyuubi akan habis di hajar oleh Sasuke jika naruto sakit.
Dengkuran halus menjamah telinga Sasuke. "Dobe? Loe udah tidur ya?" Sasuke agak menunduk ingin melihat keadaan sang dobe. Yap! Naruto sudah tertidur dengan lelapnya. mung in kepalanya masih pusing karena terlalu lama menghirup gas penidur. Sasuke melirik pergelangan tangan kirinya, memperlihakan sebuah jam berwarna dark blue yang menunjukan waktu pada pukul 11.47.
"Ck, gue tidur aja deh. Dari pada gue nyari makan sambil gelantungan di pohon kayak monyet?" setelah Sasuke berkata gaje seperti tadi dia langsung tidur menyusul dobe-nya di alam mimpi.
.
.
"..me"
"..eme!"
"TEMEEE~ BANGUNNN!"
"UWAA! APA? APA?" Sasuke bangun dari tidurnya dengan kekagetan yang tak bisa diajak bertoleransi lagi. Matanya melotot, nafasnya tersengal, mulutnya mengap-mengap kayak ikan kurang oksigen.
"Hmp, bwahahahahha… muka loe aneh! Hahahahaha…" Naruto yang merupakan tersangka utama dalam kasus 'membangunkan uchiha sasuke" tadi tertawa terbahak-bahak. Seolah ia tak bersalah sama sekali karena telah membuat image cool kakaknya hilang.
"Ck! Loe bikin gue kaget, dodol!" Sasuke menjitak pelan kepala Naruto, tapi yang dijitak Cuma cengengesan sambil ketawa gak jelas. "Ehehehe, gomen~ uhm, dari pada itu, gue mau Tanya." Naruto tiba-tiba memasang tampang-sok-serius. Sasuke yang melihatnya hanya menaikan alisnya menunggu kelanjutan kata-kata Naruto.
"Kita ini dimana sih? Kok banyak tembok gaje gini? Bukannya tadi kita di aula?" Tanya Naruto sembari melihat ke sekelilingnya dimana tembok-tembok tinggi menjulang dengan kokoh.
Sasuke menengadahkan kepalanya ke arah langit senja yang berwarna oranye kemerahan sebelum berkata, "Ya, tadi kita emang di aula. Sekarang aja sebenernya kita masih di aula bedanya Cuma sama tembok-tembok ini. Loe sadar gak kalo tembok ini ngebentuk labirin?"
"Emm, iya juga sih. Temboknya emang ngebentuk lika-liku kayak labirin. Tapi ada yang bikin gue bingung! Gimana bisa dalam sekejap aja di sini udah ada tembok? Kayaknya gak mungkin deh…" Naruto menekuk alisnya dan agak memajukan bibirnya membuatnya terlihat sangat manis apalagi dengan latar belakang matahari senja, hah… Sasuke pasti menelan ludah melihatnya^^
"Dasar dobe! Jangan masang tampang aneh kayak gitu!" Sasuke membuang muka dari Naruto sambil mengelap darah yang terus mengalir dengan deras dari hidungnya. "Emangnya kenapa? Gue kan lagi mikir! Sewot amat sih." Kata Naruto setengah kesal sambil menjulurkan lidahnya pada sasuke yang telah berhasil menghilangkan mimisannya.
"Ugh, gue bilang jangan masang tampang aneh kayak gitu kan?" Sasuke udah mengap-mengap sendiri ngeliat dobenya yang super duper hyper ultra manis itu. "Huh, loe jahat banget. Emangnya kenapa sih?" Naruto kini mulai manyun menyebabkan ke-manis-an dan ke-imut-annya bertambah berkali-kali lipat.
SET
Sasuke menarik lengan Naruto, dipeluknya pemuda pirang itu erat. "Kenapa, loe Tanya? Jelas karna loe keliatannya jadi makin imut, honey~" sasuke memeluk Naruto makin kencang lalu setelah beberapa saat dia melepas pelukannya karena tak ada reaksi dari si dobe.
UKH
Ternyata Naruto shock berat tiba-tiba dipeluk sama sasuke, liat aja pipinya merah banget. Manis banget jadinya~
"ARGH! Loe kawaii banget sih! Gue jadi makin cinta deh." Kata sasuke sambil nyubit kedua pipi naruto lalu menepuk-nepuk kepala Naruto sayang.
"Uhm, jangan ngegoda gue.." Naruto agak menunduk karna saking malunya. Wah ngeliat sasuke yang lagi bilang cinta ke dia sambil senyum-senyum kayak gitu bikin jantungnya deg-degan banget!
"Gue gak lagi ngegoda elo. Uke gue ini emang kawaii banget! Argh! Gue makin cinta~Bikin anak yuk?"
"Haaah?"
TWICH
BUAGH
"Jangan ngomong yang aneh-aneh lagi! Kalo gak gue timpuk loe pake kaos kaki!" kata Naruto yang masih dengan kuda-kuda dan tangan yang siap ngasi bogem kapan aja. "Iya, iyaaa.." jawab sasuke ogah-ogahan sambil mengelus kepalanya yang jadi korban bogemnya Naruto.
"Okay, kembali ke topic awal. Kenapa tembok-tembok ini bisa ada di sini?" Naruto bertanya pada Sasuke dengan penasaran. "Gue juga sebenernya gak tau pasti. Tapi yang jelas ini hasil dari teknologi terbaru yang dirancang Uchiha Corp. and Namikaze Corp.!" Sasuke menjelaskan dengan tampang awut-awutan, masih ngantuk. Padahal Sasuke udah tidur dari pagi sampe sore gini, masih aja ngantuk! Dasar kebo! #chidori#
"Tehnologi apa'an? Kok Tou-san and Kaa-san gak pernah bilang ke gue?" Naruto bertanya dengan alis yang saling bertautan, bingung. "Ck, loe kan dobe! Mana mau mereka bilang ke elo, palingan juga loe gak ngerti yang mereka bilang." Kata Sasuke sambil menyentil dahi Naruto yang berada di depannya.
"Ck, kenapa sih loe gak ada puas-puasnya nyebut gue dobe? Gue kan gak dobe-dobe amat! Ntar juga perusahaan bakal gue yang pegang, walau pun bukan perusahaan induk sih…" Naruto kembali manyun, moodnya bisa buruk nih kalo terus diledek Sasuke apa lagi dengan ajakan 'bikin anak' tadi, ckckck~
"Iya, iya~ jangan ngambek dong. Gini, setahu gue kedua perusahaan itu lagi ngerancang sesuatu. Err…pokoknya mereka ngerancang biar bisa membangun di dalem tanah tapi biar sama sekali gak keliatan dari atas. Nanti bakal ada alat pengendali atau tombol apalah itu namanya yang digunain buat ngemunculin tuh bangunan ke permukaan! Ya, kayak labirin ini."
Naruto yang dengerin penjelasan Sasuke Cuma manggut-manggut dari tadi. "Owh, bisa yah kayak gitu? Heh, gue yakin rancangan yang ini pasti disuruh sama si Kyuu. Ada aja kerjaannya tuh setan!" Naruto mulai masang tampang horror pas mulai menyebut nama Kyuubi.
"Gue rasa sih gitu, dia kan orangnya emang kurang kerjaan banget…"
"He-eh… Eh iya! Jam berapa sih ni? Gue laperrrr~" Tanya naruto sembari memegang perutnya yang terasa perih. Dari pagi sampai sore gak makan sich jelas aja perih. "Ugh, gue juga laper. Hah, udah jam lima sore, pantes laper…" kini giliran sasuke yang manyun-manyun, dia laper berat! Pingin makan! Tapi, masa harus manjat pohon dulu? Doi kan gak bisa manjat!
"Ya udah! Cari makan yuk~" Naruto masang jurus andalannya, puppy eyes no jutsu. And yang pasti sasuke langsung luluh. "Okay, kita cari makan. Tapi asal loe tau ya! Katanya si Kyuu sih makanannya di gantung di pohon-pohon and kerennya gue malah gak bisa manjat!" Sasuke kembali mencak-mencak gaje sambil nyabut-nyabut rumput di bawahnya dengan kasar.
Set
Naruto bangun dari duduknya membuat Sasuke yang lagi nunduk sambil nyabut rumput ngangkat kepala buat ngeliat pemuda pirang itu. "Ok! Gue yang bakal manjat! Kebetulan di sini ada pohon!" dengan begitu Naruto langsung memanjat salah satu pohon yang nakring di dekat mereka. "Hati-hati!" Sasuke yang gak bisa manjat Cuma bisa teriak-teriak dari bawah buat ngasi semangat ke Naruto.
.
.
Pukul 19.00
Dua orang pemuda dengan warna kulit yang berlawanan berjalan dengan tampang lesu. Sudah dua jam lebih mereka mengitari labirin ini tapi tak juga menemukan ujung dari si labirin. Jalanan sudah mulai gelap, hanya ada penerangan berupa lampu-lampu kecil yang menempel di dinding-dinding tembok labirin.
Duk
Salah seorang dari pemuda itu menjatuhkan dirinya ke tanah. Pemuda dengan rambut pirang dan berkulit tan dengan nama Naruto Uchiha itu menekuk wajahnya. "Kita mau jalan berapa lama lagi sih?" Naruto melipat tangannya di dada pertanda dia kesal. "Ck, gue juga gak tau. Udahlah yang penting kita jalan aja sapa tau nemu ujung ni labirin." Sasuke senyum ke arah naruto betrmaksud menyemangati tuh pemuda blonde.
"HELLO ALL~ MASIH BERTAHAN? OKEH! UDAH JAM TUJUH, PERMAINAN YANG SEBENARNYA BARU AKAN DIMULAI. KALIAN SEMUA BOLEH KELUAR KALO ADA SALAH SATU DARI KALIAN YANG BERHASIL KELUAR DARI LABIRIN. OKAY, SELAMAT MENIKMATI. JAA MINNA~"
"HAAAH?" Naruto dan Sasuke ber-HAAAH kompak setelah mendengar pengumuman yang sangat tiba-tiba itu. Apa lagi pengumuman itu datang entah dari mana (-,-")
"Si Kyuu apaan sih? Apanya yang baru dimulai?" Naruto bertanya kesal! Dia benar-benar akan mengomeli Kyuubi jika bertemu nanti. Ini sih bukan hadiah namanya, bukannya bikin seneng malah bikin repot!
"Che, gak usah peduliin tu orang. Sekali setan tetep setan. Mending jalan lagi." Sasuke mengulurkan tangannya berniat membantu ukenya berdiri. And tangan itu pun disambut hangat oleh si pirang.
Setelah beberapa menit mereka berjalan, kini mereka menemui jalan yang bercabang. Ada yang lurus dan ada yang berbelok ke kanan. Di sebelah jalan yang lurus ada sebuah pohon yang besar dan rimbun, terlihat agak seram karena penerangan yang remang-remang.
"Kita kemana nih? Kanan atau lurus?" sasuke menggaruk belakang kepalanya bingung.
"Kita lurus aj-"
BRUG
"Hihihihiii…"
"Haaah?" Naruto dan sasuke menoleh bersamaan ke bawah pohon dengan tampang horror. Ada sesuatu yang jatuh dari pohon tersebut. Okay, penerangan memang remang-remang tapi semuanya masih terlihat jelas. Termasuk 'sesuatu' yang jatuh tadi…
Rambut panjang berantakan, wajah yang rusak dan penuh darah, terusan panjang putih yang lusuh dan dipenuhi noda darah kering. Semua itu masih terlihat jelas. Apa lagi matanya, putih! tanpa pupil!
"T-te-teme~ itu…" Naruto tak dapat meneruskan kata-katanya, kakinya terasa lemas. Ia menoleh kea rah sasuke di sebelahnya yang sama pucatnya.
"Iya, itu… HANTUUUUU~ LARIIIIII~" setelah melawan ketakutannya sasuke segera lari sambil menarik dobe-nya yang masih mematung sempurna. Samar-samar mereka dapat melihat hantu perempuan tadi menyeringai seram memperlihatkan gigi-giginya yang berupa taring berlumuran darah. Lalu hantu itu tertawa dengan suara yang menyeramkan.
"HIHIHIHHIIII~"
Sasuke dan Naruto terus berlari tanpa menoleh kebelakang, mereka terlalu takut untuk menoleh! Tapi mereka juga tidak bisa terus berlari, tenaga mereka akan terkuras habis apa lagi kata Kyuu ini baru dimulai! Arghhh! Sial!
"Teme, coba liat ke belakang!" Naruto berteriak ke Sasuke sambil terus berlari. "Ogah! Loe aja!" sasuke menolak mentah-mentah sambil tetap memasang wajah horror super akutnya. "Okay, barengan aja hitungan tiga!" kata Naruto tanpa persetujuan sasuke dan langsung menghitung. Dan ketika hitungan itu sampai di hitungan ketiga mereka menoleh bersamaan.
Dan!
Yup!
Hantu aneh bin gaje itu tidak mengejar. Hah, mereka lega sekarang tapi mereka masih terus berlari hingga..
BUG
"AWW.." Naruto dan Sasuke merintih bersamaan hingga sebuah geraman kecil menyapa telinga mereka. "Grrr…" seorang bocah perempuan dengan yukata biru muda lusuh menunduk. Kulitnya terlihat pucat.
"Aa, kenapa nii-chan menabrak ku?" bocah perempuan tadi menaikan kepalanya yang tertunduk untuk menatap Naruto dan Sasuke yang sedang kaget dan takut. Wajah anak kecil itu terlihat manis walau matanya agak terkesan sayu dan senyumnya seperti orang menyeringai.
"Fuh..gue kira hantu lagi. Maaf ya adik kecil~" Naruto menghela nafas lega lalu berjalan mendekat ke anak kecil tadi lalu mengelus rambut anak kecil tadi.
"Hihihi.. hantu?" anak kecil itu tertawa. "Iya, tadi ada hantu…" Naruto langsung memasang wajah horror mengingat hantu tadi. "Tenang. Aku bukan hantu aku hanya," bocah itu menggantung kata-katanya lalu menatap Naruto dan menyodorkan kedua tangannya yang sedang menggenggam kesepuluh jarinya yang putus. Jari-jari pucat penuh darah itu mengeliat geliat pelan bagaikan cacing di tangan bocah yang tiba-tiba menyeringai sambil mengatakan, "Aku Cuma setan, hihihihihi…."
"HIEEEE~" Naruto langsung terlonjak kaget. Dia langsung mundur dan menatap anak kecil tadi dengan tampang yang sangat-sangat horror. Begitu juga Sasuke, dia yang tadi mulai bernafas lega sekarang harus berjengit kaget tadi.
"Hihihiihi, ada apa nii-chan? Ayo main dengan ku~" anak kecil tadi menyeringai seram memperlihatkan taring-taring tajam yang siap mengoyak daging manusia kapan pun. "Hieee~ temee~ lariii`" naruto langsung berlari melewati hantu bocah yang masih tertawa seram, begitu juga sasuke dia lebih memilih untuk lari tunggang langgang daripada harus berduaan dengan setan.
Mereka terus berlarii! Naruto memberanikan diri untuk menengok ke belakang. Ia melihat samar-samar setan kecil beryukata biru lusuh tadi mengejar mereka. Memang tidak begitu dekat tapi tetap saja! Mereka dikejar! Naruto mempercepat larinya tanpa menoleh ke depan.
"Dobe awas lumpur!" Sasuke yang masih di belakang Naruto memperringati dobe-nya. Hah, terlambat Naruto sudah duluan masuk dalam kubangan 'lumpur' kecil itu.
Hup
Sasuke masih bisa melewati kubangan itu karena kubangan itu tidak begitu besar. "Ayo dobe! Cepet!" Sasuke mengulurkan tangannya berusaha menarik Naruto. "Ugh, gak bisa, teme! Lengket! Kayaknya ini lem bukan lumpur! Kaki gue gak bisa diangkat! Huweee~" Naruto jadi panik sendiri! Hantu tadi semakin dekat! Bagaimana ini? Naruto benar-benar panic sejadi-jadinya.
"Ah! Sepatu! Buka sepatu loe dobe terus lompat ke sini!" baguslah otak pintar Sasuke masih encer di saat-saat genting seperti ini. Tak perlu di suruh dua kali, naruto langsung melepas sepatunya. Dia lebih baik kehilangan sepatunya dari pada kehilangan nyawanya karena dimakan hantu, hiiii~
Setelah berhasil membuka sepatunya Naruto segera melompat ke arah Sasuke. Belum sempat dia bernafas lega suara melengking sang hantu kembali terdengar. "Hihihihi…mau kemana Nii-chan? Ayo main dengan ku hihihihi~" Hantu itu melempar ke sepuluh jari yang di tangannya ke arah Naruto dan Sasuke dan,
Puk
Jari telunjuk yang berlumuran darah dan menggeliat-geliat itu mendarat di pundak Sasuke ngebuat tuh anak berjengit kaget plus ngeri. "Hieee~ bahu gueeee!" Sasuke histeris sendiri dia langsung menghentakan bahunya agar jari tersebut lepas dan ah! Berhasil!
Sasuke dan Naruto kembali berlari, terus dan terus berlari. Setelah lumayan lama berlari sudah tak ada lagi suara teriakan yang mengajak mereka 'main' atau suara tawa yang membuat bulu kuduk merinding. Mereka juga sekarang fokus ke depan tak ingin insiden menabrak hantu terulang lagi. Tapi keberuntungan sepertinya tidak berpihak kepada mereka. Saat sedang berlari mereka tak sadar di bawah ada kelereng yang bertaburan alhasil,
GUBRAK
BUAGH
"Uchhh~ sakittt!" Naruto dan Sasuke mencak-mencak. Kenapa ada kelereng segitu banyaknya sih? Bikin susah aja! "H-hosh, hah, hah, kita istirahat dulu. G-gue capek." Naruto yang masih ngos-ngosan menyeret dirinya ke tembok untuk bersandar. Tidak ada pohon di sini mungkin gak ada hantunya kurang lebih itu lah yang dipikirkan naruto dan sasuke yang entah kenapa bisa berpikiran sama.
Mereka berdua menyender di tembok labirin. Mencoba menenangkan diri mereka. Nafas yang tadinya tersengal kini sudah mulai tenang. "Hh, ini bener-bener gila!" Naruto meracau frustasi. "Elo salah. Yang betul itu Kyuubi yang gila!" Sasuke berkata sinis.
"He-eh, loe bener. Dia emang gila…" Naruto menyetujui kata-kata Sasuke. "Tapi karena ke-gila-annya itulah kita jadian…" Sasuke terkekeh pelan mengingat moment jadiannya dia dan Naruto di kebun binatang. Semua gara-gara Kyuubi dan kulit pisang yang dilemparnya (ada yang masih inget?)
"Iya juga sih, kita hutang budi sama dia…" Naruto tersenyum kecil. Sifat setan Kyuubi, sifat jahilnya, egoismenya, sifat kerasnya, semua itu emang selalu bikin Naruto and Sasuke pusing and sebel ama Kyuubi tapi toh aslinya mereka sayang banget sama Kyuubi karena diam-diam Kyuubi itu selalu care sama mereka. Setiap ada masalah Kyuubi selalu dateng jauh-jauh dari Ame ke Konoha Cuma buat nenangin mereka. Emang sih Kyuubi bilang dia kebetulan pingin ke Konoha tapi SasuNaru tau kok dari awal Kyuubi udah masang kamera sisi TV and mantau semua keadaan. Ck, intinya mereka sayang KYUUBI~
.
.
Sementara itu…
Seorang gadis pinky sedang berjalan-jalan dengan santai. "Huh, Kyuu-nii kenapa gak bilang sih mau ngadain acara kayak gini? Coba kalo bilang, gue kan bisa siapin kamera! Siapa tau aja ada pasangan yang lagi lemonan(?)" gadis dengan nama lengkap Sabaku No Sakura itu meregut sebal.
Gadis ini tampak tenang-tenang saja. Dia sempat bertemu beberapa hantu tadi, tapi bukannya menakut-nakuti Sakura para hantu itu malah menunduk hormat. Ini memang perkecualian untuk Sakura, karena dia tau siapa-siapa saja yang menyamar jadi hantu. Dia kan temen akrabnya Kyuubi, Sakura lebih sering main ke mansion ini dari pada Sasunaru buat main bareng Kyuubi and otomatis dia jadi tau siapa-siapa aja yang ada di mansion ini.
Dia juga gak bakal takut walau pun hantunya nakut-nakutin dia, toh dia udah tau itu bohongan. Ini Cuma kerjaan usilnya Kyuubi~
Tadi Sakura sempat kejebak di kubangan yang penuh sama kecoa, semut, and serangga lainnya tapi dia gak takut! Hellooo~ Sakura takut sama begituan? Kiamat aja nih dunia! Dia itu bukan cewek cengeng! Dia kuat! Kalo sama serangga macem itu aja dia takut gimana sama orang-orang jahat yang bakal nyakitin para uke nanti? Bisa-bisa dia kalah sebelum perang!
"Hh, ujungnya dimana ya?" Sakura meracau tak tentu sekarang. Dia kejebak sendirian sih, gak ada temen ngobrol! Sekarang saat ia ingin berbelok ke kiri, ia melihat pohon yang lumayan besar dan tinggi ada sebuah ranting pohon yang lumayan besar terjulur ke atas tembok labirin. Melihat itu Sakura jadi mendapat akal! Ini semua harus diakhiri! Gak ada untungnya, dia gak bawa kamera! Gak bisa foto-foto~
Dengan cekatan Sakura menaiki pohon yang lumayan besar itu, dia menuju pada ranting yang menjulur ke atas tembok labirin yang besar. Sakura pasti bisa berjalan di atas tembok yang petrmukaannya datar itu. Lebarnya sekitar tiga puluh senti meter, bagus! Sakura bisa berjalan di atas tembok dan mencari ujung labiribin gaje penuh hantu yang sama gajenya.
HUP
Sakura berhasil berdiri di atas tembok. Dia memicingkian matanya berusaha melihat dimana ujung labirin ini. Ah! Itu dia! Ada sebuah bangunan kecil di sebelah kanan tempatnya berdiri. Tempatnya tidak jauh kira kira sepuluh meter. Tapi karena jalannya berliku, perjalannan ini akan memakan waktu yang lumayan lama.
Sakura melihat ke bawah. "Ehehehe, pantes rebut banget. Ada acara kejar-kejaran bersama hantu ternyata. Ada yang kejebak di kubangan juga, ada yang nubrug pohon! Ada yang dikerubungi monyet juga ternyata~ wahahaha, keren,keren~" Sakura ngikik sendiri terus itu dia langsung tancap gas ke bangunan yang dia liat tadi.
Beberapa jam kemudian…
Setelah berhasil melewati semua lika-liku akhirnya dia sampai di depan bangunan kecil tadi. Dia duduk di atas tembok dengan kaki yang terjulur ke bawah, bersiap mau lompat.
HUP
Dia berhasil mendarat dengan selamat. "Ahhh~ sampeee~" Sakura berkata riang sambil berlari mendekat ke arah bangunan. Dia melihat seseorang berdiri di situ, pasti Kyuubi! yap! Bener, emang Kyuubi.
"Wohoho, ternyata elo yang duluan sampe! Good, good.." Kyuubi ngacungin dua jempolnya untuk Sakura.
"Iya donggg~ gue gitu. Udahlah Kyuu-nii, bebasin aja mereka. Kasian lhoo~ tadi Ra liat sampe ada yang nangis-nangis histeris karena di kejar hantu." Sakura memasang tampang-sok-kasihan.
"Khekhekhe, okay! Gue bakal nepatin janji. Orang pertama yang dateng buat ngebebasin murid KSHS adalah Sabaku No sakura! Hebat juga loe." Kyuubi terkekeh pelan.
"Iya lah, gue kan emang udah hebat dari sononya~" Sakura makin GR deh (-,-")
"Jangan GR loe! Oy, nanti sampe di rumah Naruto kita puter rekaman orang-orang di labirin ini!" kata Kyuubi dengan evil smirk yang udah ngegantung sempurna. "Okay~" sakura sih Cuma cengar-cengir aja. Siapa tau ada video yaoi nanti, yah who knows ^^
"Ya udah, loe istirahat aja dulu. Gue mau ngumumin ke'bebas'an mereka dulu. Jaa.." Kyuubi berkata sambil masuk ke ruangan tempat kendali labirin berada sambil melambaikan tangannya ke Sakura. Sakura juga begitu jalan ke kamarnya sambil ber- dadahdadah ria.
"OKAY ALL, SESUAI JANJI. KARENA UDAH ADA YANG KELUAR DARI LABIRIN GUE BAKAL NGEBEBASIN KALIAN. TERIMA KASIHLAH SAMA GUE YANG BAIK HATI AND GAK SOMBONG INI. JAGA KESEIMBANGAN KALIAN. THANKS."
Setelah ngomong kayak gitu Kyuubi langsung mencet sebuah tombol hijau yang ada di sebelah tombol merah yang dia pencet waktu mau ngebentuk labirin. Sekarang dia mencet tombol hjau biar labirin itu masuk ke dalam tanah lagi, canggih.
Tanah kembali goyang dengan keras. Tembok-tembok besar yang membentuk labirin mulai masuk ke dalam tanah hingga tak nampak lagi. Membuat tak ada lagi batas antara para siswa KSHS. Ah, mereka sangat lega. Mereka berterima kasih pada siapa pun itu yang telah menyelamatkan mereka dari acara gak mutu yang dibuat oleh ketos mereka ini.
.
.
.
Tiga hari kemudian…
"Hh, jadi kita harus bilang ke Tou-san and Kaa-san sekarang?" pemuda dengan rambut emo awut-awutan berbicara dengan nada pasrah.
Hari ini masih pagi, matahari baru saja menampakan sinarnya beberapa menit yang lalu tapi beberapa penghuni rumah keluarga Uchiha telah bangun dari tadi. Mereka sedang membicarakan sesuatu yang serius di kamar sang pemuda emo yang berbicara tadi. Rasa tegang mereka mengalahkan rasa kantuk yang menjalar.
"Hn, ini harus segera dikasi tau ke Paman and Bibi." Kali ini giliran pemuda dengan rambut hitam panjang lah yang berbicara, nada bicaranya terdengar berat dan tegas seolah tak ada keraguan sedikitpun saat mengatakan kalimat itu.
"Si Gondrong bener! Kita harus segera ngasi tau tentang hubungan kalian ke Paman Fugaku and Bibi Minato. Masa kalian ma terus-terusan nyembunyiin hal ini?" sekarang pemuda dengan iris mata merah yang berbicara dengan ogah-ogahan, males deh bicarain masalah kayak gini~
"Iya, un. Kalian harus terus terang." Pemuda berambut pirang berkuncir menyetujui perkataan pemuda tadi. "Hah, iyaaa~ tapi kalian semua harus bantu bilang! Gue gak berani bilang masalah ini ke Tou-san." Pemuda berkulit tan memasang tampang frustasi.
Hh, author bingung kenapa jadi gaje kayak begini sih deskripsinya! Emang ada masalah apa? Yang bicara itu siapa? Penasaran? Okeh author jelasin dulu deh biar semuanya gak bingung…
Lima orang pemuda yang terdiri dari Sasuke Uchiha, Naruto Uchiha, Uzumaki Itachi, Deidara, dan Uzumaki Kyuubi sekarang sedang berada di kamar Sasuke. Mereka sedang membicarakan masalah hubungan SasuNaru. Hal ini harus segera diungkapkan ke orang tua mereka. Mana mungkin mereka terus menyimpan rahasia kan? Bisa kepergok! Hancur deh semuanya kalo sampe kayak gitu!
Hari ini hari yang cerah tapi sepertinya akan ada badai mendadak karena amarah dari Fugaku Uchiha sang ayah dari SasuNaru. Mereka berencana akan berbicara dengan Minato dan Fugaku saat sarapan nanti. Dan sekarang mereka masih menyusun kata-kata untuk dikatakan kepada Fugaku nanti.
"Okay, udah jam tujuh. Waktunya sarapan, lagi pula kita juga harus sekolah." Itachi mengingatkan yang lainnya. "Ya udah, good luck yah. Gue Cuma bisa bantu doa. Biar si Gondrong yang ngomong." Kyuubi beranjak turun dari sofa yang ia duduki lalu turun menuju tangga. Dia kelihatan sama sekali tak peduli tapi dalam hati, dia sebenarnya sedang merapal berbagai mantra agar hubungan SasuNaru bisa berjalan baik.
"T-teme…" Naruto bersuara pelan sambil menarik ujung seragam Sasuke yang hendak turun ke tangga mengikuti jejak yang lainnya. "Tenanglah. Mereka pasti mengerti." Sasuke tersenyum lalu mengecup dahi Naruto yang dihiasi beberapa helai rambut pirang indah. "Uhm, iya." Naruto mulai tersenyum. Ia dan Sasuke pasti bisa mempertahankan hubungan mereka!
.
.
"Ayo anak-anak~ saatnya Sarapan." Seruan wanita cantik berambut pirang panjang menyapa kelima pemuda yang bsaru saja turun dari lantai dua.
Tanpa banyak bicara mereka langsung duduk di tempat mereka masing-masing. Ini adalah awal dari segalanya.
"Eherm, maaf Paman dan Bibi tapi hari ini ada yang ingin kami bicarakan." Itachi yang baru saja duduk langsung memulai pembicaraan. Ini benar-benar harus diakhiri.
"Ada apa Ita-kun? Lebih baik sekarang kita sarapan dulu. Kalau ada masalah bisa kita bicarakan setelah makan atau setelah kalian pulang dari sekolah." Minato tersenyum lembut pada Itachi. "Maaf, Bi. Tapi ini sangat penting. Ini masalah Sasuke dan Naruto." Itachi kembali berbicara tegas lalu ia menghadap ke arah Fugaku.
"Ada apa dengan Naruto dan Sasuke? Apa mereka berbuat kesalahan di sekolah?" kali ini Fugaku yang berbicara dengan nada serius. "Tidak, mereka tidak membuat kesalahan apapun di sekolah." Kata Itachi seraya menggeleng pelan.
"Lalu ada apa?" Fugaku bertanya dengan agak menekuk alisnya, pamali bagi seorang Uchiha Fugaku berekspresi terlalu lebih. "Maaf, tapi mungkin aku kan sedikit kurang sopan dan blak-blakan." Itachi menatap lurus ke Fugaku, hal seperti ini sudah biasa dia lakukan untuk berhadapan dengan lawan bisnisnya.
Fugaku yang merasakan hawa keganjilan menoleh ke sekitar. Ia dapat melihat Naruto dan Sasuke yang menunduk dalam, seperti sedang ketakutan. Lalu ia juga melihat Deidara yang biasanya ceria kini terdiam sambil memegang tangan Itachi dengan erat. Dan Kyuubi pun kini menekuk wajahnya seperti sedang memikirkan sesuatu dengan keras, matanya terrlihat agak sayu padahal biasanya dia selalu menganggap enteng masalah dan tidak pernah serius. Hal ini membuat Fugaku semakin bingung.
"Baik, jadi ada apa Itachi?" Fugaku ikut menatap lurus ke arah Itachi. "Hh, yang pertama adalah masalah Naruto. Sebenarnya kami termasuk Naruto telah mengetahui rahasia yang selama ini paman dan Bibi tutup-tutupi. Naruto sebenarnya adalah anak angkat keluarga Uchiha." Itachi menyelesaikannya dengan satu tarikan nafas.
Fugaku kali ini benar-benar mengernyit. Jika yang mengetahuinya adalah Itachi atau Kyuubi dia tak akan seheran ini tapi jika yang mengetahuinya adalah Naruto dan Sasuke, ini agak mengejutkan. Dari mana meraka bisa tahu? Padahal ini rahasia yang sangat dijaga ketat.
"Darimana kau tau, Naruto?" Fugaku berbicara dengan nada tegas yang membuat Naruto merinding. Naruto menggenggam erat tangan Sasuke. "A-aku, aku, err…"
"Aku yang memberi taunya."
Belum selesai Naruto menjawab, Kyuubi sudah terlebih dahulu memotongnya dan yang pasti jawabannya membuat Fugaku dan Minato terbelalak.
"Kyuubi? Apa maksudmu memberitau Naruto soal ini?" Fugaku menatap serius ke arah Kyuubi membuat yang ditatap agak merinding. Tapi jika sampai kalah bukan Kyuubi namanya! Kyuubi langsung Pangeran Uzumaki mode on, ia memandang lurus pada Fugaku dengan pandangan mata yang tajam ala seorang pangeran. "Ini semua kulakukan demi Naruto dan Sasuke." Kata Kyuubi datar.
Fugaku mengernyit mendengarkan perkataan Kyuubi. "Demi Naruto dan Sasuke? Apa maksudmu?" Fugaku benar-benar tak mengerti.
Kyuubi menatap Itachi sesaat untuk meminta persetujuan, setelah dilihatnya Itachi mengangguk Kyuubi mulai bersuara kembali. "Mereka saling mencintai, maka dari itu aku sebagai kakak mereka membantu mereka dengan memberitahukan status Naruto yang sebenarnya." Kata Kyuubi mantab.
"APA?" nada suara Fugaku naik tujuh oktaf membuat orang-orang yang ada di ruangan itu terkejut. "Benar, paman. Sasuke dan naruto saling mencintai." Itachi mendukung perkataan Kyuubi. Fugaku akhirnya berekspresi, antara marah, kesal, bingung semuanya bercampur aduk jadi satu!
"Apa-apaan ini? Sasuke dan Naruto saling mencintai? Heh, kalian jangan bergurau! Mereka itu sama-sama keluarga Uchiha." Fugaku berkata tajam. "Tapi, Naruto bukan turunan asli Uchiha! Mereka bebas untuk saling mencintai." Kyuubi tetap membela argumennya. "Benar paman, mereka tak punya ikatan darah." Itachi membenarkan ucapan Kyuubi.
"Mana bisa seperti itu? Memang benar Naruto adalah anak angkat tapi dia telah kuanggap sebagai anakku sendiri! Ku anggap sebagai keturunan Uchiha murni!" Fugaku tetap tak bisa menerima.
"Maaf, Paman. Tapi itu hanya anggapan paman bukan sebuah kenyataan." Itachi berkata tenang, sebenarnya ia agak terkejut karena tak menyangka reaksi Fugaku akan jadi seheboh ini.
"Tapi dia juga telah dikenal sebagai seorang Uchiha oleh public. Jika Sasuke dan Naruto sampai menjalin hubungan, apa kata masyarakat nanti?" Fugaku bertanya jengah, bingung akan anak-anak jaman sekarang yang selalu membuat kepalanya sakit.
"Apakah perkataan public lebih penting dari perasaan kami, Tou-san?" Sasuke berkata emosi, dia tak menyangka ayahnya akan berkata seperti tadi! Heh, masa Tou-sannya lebih memikirkan masalah 'apa kata publik' disbanding perasaan anak-anaknya? Yang benar saja!
"Kau berbicara seperti kau akan bersama dengan Naruto selamanya saja." Fugaku memandang remeh ke arah Sasuke. "Kami memang akan terus bersama selamanya! Iya kan Sasuke?" Naruto ikut terpancing suasana yang semakin panas.
"Betul! Kami saling mencintai, Tou-san. Tolong ijinkan kami." Sasuke memohon.
"Cinta? Memangnya bocah-bocah seperti kalian sudah mengerti cinta? Jangan anggap cinta itu sebagai kata yang remeh. Kalian ini masih SMU, masih banyak yang belum kalian ketahui. Aku sebagai Tou-san kalian bukannya bermaksud untuk tidak mementingkan perasaan kalian akan tetapi…" Fugaku menggantung kata-katanya membuat semua orang yang ada di situ menatap ke arahnya dengan pandangan menunggu. Mereka benar-benar tak menyangka Fugaku bisa berpicara panjang lebar seperti itu sambil memasang wajah khawatir.
"Akan tetapi," Fugaku kembali melanjutkan kata-katanya, "Kalian berdua adalah anak-anak yang sangat Tou-san sayangi. Tou-san tidak ingin nanti setelah Tou-san mengizinkan kalian menjalin hubungan, kalian akan dihadapkan pada masalah yang bisa memutus 'cinta' kalian itu. Jika sampai seperti itu, hubungan kalian akan merenggang, keluarga ini akan hancur. Kita tak akan bisa sarapan pagi bersama dengan ceria seperti sekarang ini lagi."
Semua orang di sana menganga lebar. Seorang FUGAKU UCHIHA sekarang berbicara panjang lebar dengan nada lembut dan wajah khawatir. Hh, ini lah yang namanya orang tua. Walau kadang seperti acuh tak acuh tapi sebenarnya orang tua sangat menyanyangi anaknya. Orang tua selalu berpikir tentang yang terbaik untuk anaknya. Mereka bagaikan jantung yang ada dalam tubuh dalam manusia.
Jantung yang berada jauh di dalam tubuh manusia. Jantung yang tak terlihat keberadaannya tapi merupakan komponen utama yang menunjang kehidupan. Jantung yang selalu membuat manusia bisa tetap bertahan hidup. Itu orang tua! Sadar atau tidak orang tualah yang menunjang hidup kita.
Srek
Naruto bangun dari kursinya dengan tangan terkepal, ia berjalan cepat ke arah Fugaku membuat yang lain menatap bingung ke arahnya.
Bug
Naruto menjatuhkan tubuhnya pada Fugaku. Memeluk laki-laki yang selama ini ia kenal sebagai Tou-sannya. Bahunya bergetar hebat saat memeluk Fugaku.
"T-Tou-san…" Naruto mendesah pelan memanggil Tou-sannya dengan suara yang bergetar. "Hn." Fugaku mengguman kecil sambil mengelus rambut pirang keemasan Naruto.
"Terima kasih. Aku adalah anak paling beruntung di dunia ini karena telah diadopsi oleh keluarga Uchiha. Bukan karena Uchiha adalah keluarga kaya dan tersohor tapi karena di keluarga Uchiha ini aku bisa memiliki Tou-san yang sangat menyanyangiku, Kaa-san yang selalu menyemangatiku, Kyuu yang selalu peduli padaku, Ita-nii yang selalu mendukungku, Dei-nii yang selalu baik padaku. Aku beruntung bisa mendapat itu semua. Tapi yang paling membuatku beruntung adalah…" Naruto mengantung sesaat kata-katanya lalu melepas pelukannya pada Fugaku dan menatap lurus Fugaku dengan tampang serius seorang UCHIHA Naruto.
"Karena aku memiliki seorang Uchiha Sasuke yang selalu mencintaiku dan selalu kucintai. Aku tau Tou-san tidak menyetujui hubungan kami karena memikirkan nasib kami ke depannya kan? Kumohon, percayalah pada kami. Kami berjanji kami akan selalu bersama hingga mati nanti! Kami akan membuat bangga Tou-san dengan mengembangkan Uchiha Corp. bersama-sama. Itu janji seumur hidup!" Kata Naruto mantap.
Fugaku terdiam sejenak sambil menatap anak bungsunya itu dengan agak ragu.
"Iya, Tou-san. Aku dan Naruto berjanji tak akan mengecewakan Tou-san dan Kaa-san. Kami akan selalu bersama, akan saling membantu dalam kesusahan, akan mengembangkan perusahaan bersama, kami akan hidup bersama selamanya. Kumohon, percayalah pada kami." Sasuke ikut memohon.
"Iya, un! Paman pasti bisa merasakan bagaimana kuatnya ikatan antara mereka, un. Percaya lah pada mereka, un." Deidara yang dari tadi diam saja akhirnya ikut angkat suara.
"Ayolah, paman~ aku yakin kau tak kan menyesal…" Kyuubi bekata penuh harap.
"Paman, mereka adalah anak-anak kebanggaan paman. Jika mereka bersatu tak akan ada yang rugi. Tak aka nada yang hilang dari keluarga Uchiha, semuanya akan tetap utuh. Kita semua akan bahagia dan tak akan ada pihak yang terkecewakan." Itachi ikut memberi dukungan.
Fugaku masih diam. Belum mendapat jalan keluar yang baik, sampai ada suara yang mengintrupsinya. Suara yang sama sekali belum terdengar dari tadi. Namikaze Minato.
"Fugaku," suara itu terdengar agak tercekat membuat semua orang menoleh ke arahnya. Dia terdiam sejenak sebelum tersenyum lembut seperti biasa. "Mereka benar. Percayalah pada mereka. Mereka sudah bukan lagi bocah Fuga-chan, mereka sudah mengerti akan rumitnya kehidupan. Untuk kali ini biarkan mereka yang memilih sendiri jalan mereka, lagipula mereka sudah berjanji kan? Kita hanya bisa mendukung dan menopang mereka dari dalam. Lagipula dengan begini kita tak akan kehilangan mereka, mereka akan tetap menjadi seorang Uchiha." Perkataan Minato itu ditutup oleh sebuah senyuman tulus yang membuat wanita dengan rambut pirang sepinggang itu tampak sangat cantik.
"Hh, mungkin kalian semua ada benarnya…" Fugaku menghela pelan lalu melanjutkan perkataannya lagi, "Tou-san akan menyetujui hubungan kalian tapi dengan satu syarat."
"Apa?" kelima pemuda yang ada di ruang makan itu bertanya bersamaan membuat mereka terkekeh pelan.
"Tiga hari lagi," kata fugaku ambigu. "Apanya yang tiga hari lagi, Tou-san?" Sasuke bertanya tak sabar. Fugaku menatap Sasuke sebelum meneruskan kata-katanya. "Tiga hari lagi. Kau Sasuke Uchiha, pergilah ke London dan tinggal di sana selama lima tahun." Fugaku berkata serius.
"HAH?" semua orang kecuali Fugaku berteriak kaget. "Apa, Tou-san? Lima tahun? Untuk apa?" Sasuke bertanya bingung. Untuk apa dia pergi ke London selama lima tahun? Hh, akan lebih baik jika waktu lima tahun itu ia gunakan untuk bersama naruto yang dicintainya.
"Ini lah syaratnya Sasuke. Kau ingin Tou-san mempercayai mu kan? Ini lah caranya! Jika selama lima tahun di London kau bisa tetap setia pada Naruto, baru Tou-san akan mempercayaimu. Begitu juga dengan mu, Naruto. Kau akan tetap di Jepang bersama kami." Fugaku menjelaskan.
Sasuke dan Naruto saling tatap. Bisakah mereka? Lima tahun! Tapi ini adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan restu dari orang tua. Ini memang harus dilakukan! Toh masih ada banyak alat untuk berkomunikasi.
Sasuke dan Naruto yang masih saling tatap mengangguk bersamaan seolah mereka bisa membaca apa yang lawan pandang mereka bicarakan.
"Baik, Tou-san. Aku akan berangkat ke London tiga hari lagi. Aku pasti bisa, lagipula masih banyak alat komunikasi." Sasuke berkata yakin.
"Tidak, tidak. Kalian tidak boleh sering berkomunikasi." Fugaku menggeleng pelan membuat yang lain kembali terkejut. "Apa?" Naruto bertanya bingung. Masa ia harus berisah dengan Sasuke selama lima tahun dan tidak boleh sering berkomunikasi? Yang benar saja!
"Kalian hanya boleh berkomunikasi satu bulan sekali. Setiap tanggal lima belas, mengerti?"
"Iya, kami mengerti." Sasuke dan naruto menjawab bersamaan.
"Bagus, jika kalian melanggarnya kalian tidak akan mendapat restu dari ku," Fugaku terdiam sejenak lalu kembali melanjutkan kata-katanya, " Satu lagi. Sebaiknya kalian tak usah sekolah. Sudah jam delapan lewat."
Kelima pemuda itu saling menatap sebelum tersenyum, misi berhasil!
.
.
Tiga hari telah berlalu semenjak pengakuan tentang hubungan SasuNaru. Kini keluarga Uchiha, Uzumaki brothers, Deidara, Gaara, Sakura, dan Kiba, Tenten, Shikamaru, Neji, dan Suigetsu sedang berada di bandara dengan tujuan London. Untuk apa? Tentu untuk mengantarkan kepergian sang Uchiha Sasuke kita yang tercinta, semoga diterima di alam baka-PLAK-maksudnya semoga selamat sampai di London, hehe^^V
"Baik-baik ya, Sasuke." Minato tersenyum lembut sambil mengecup kening Sasuke. "Iya." Sasuke menggumam pelan dipelukan ibunya.
"Sasuke-nii, jangan lirik-lirik uke lain!" Sakura maju dengan tampang sedih sambil menjabat tangan Sasuke. Sasuke yang mendengar perkataan Sakura hanya terkekeh pelan. "Iya, iya! Jangan masang muka sedih gitu. Titip si Dobe itu ya, Sakura." Sasuke tersenyum seraya menepuk sekali kepala Sakura.
"Sasuke~ gue bakal rindu elo~" Suigetsu berkata lebay sambil berpose ingin memeluk Sasuke and yang pati dia langsung dapet death glare tingkat kakap dari Neji and Sasuke sendiri~
"Jangan lupa sama temen." Neji tersenyum sedih pada Sasuke. "Pasti." Sasuke terkekeh pelan.
"Hiks, gue bakal kehilangan seme terkeren buat Naru-chan~" Tenten maju dengan muka ditekuk. "Tenang, toh gue bakal balik." Sasuke meninju pelan bahu Tenten membuat gadis itu cengengesan gaje.
"Jangan bandel ya, un!" Deidara menepuk pundak Sasuke. "Iya, Dei-nii."
"Rajin belajar." Kata Itachi kalem. "Iya, iya."
Kini giliran Kyuubi yang maju dengan mata memicing, rambut awut-awutan, dan wajah yang ditekuk. Dia mengangkat jati telunjuknya dan dia arahkannya ke arah Sasuke. "Loe, Sasuke Uchiha! Inget! Jangan kebanyakan mikir yang ruwet-ruwet biar gak sakit! Makan yang bener, jangan sampe bunuh diri gara-gara kangen sama si Jeruk, jangan bikin masalah, jangan minum racun, jangan makan baygon, jangan cengeng, and jangan sampe loe ngelirik orang lain! Okay?" Kyuubi menutup kata-katanya dengan menyintil dahi Sasuke sekali, keras.
"Ck, iyaaa. Sifat cerewet loe kumat lagi deh. Ahahaha, dasar Kyuubi." Sasuke tertawa lepas mendengar ucapan Kyuubi yang menurutnya terlalu berlebihan itu. Mana mungkin dia sampai minum racun atau makan baygon, dia kan masih pingin ketemu sama dobe-nya and merasakan indahnya bikin anak-?-
"Uhm, teme…" suara Naruto mengintrupsi tawa Sasuke. Sasuke menoleh pelan pada Naruto dan mendapati anak tersebut sedang menunduk, bahunya agak bergetar. "Bodoh! Jangan nangis, dobe!" Sasuke menepuk kepala Naruto, sayang. "Tenang, kita kan masih bisa ketemu nanti. Gue janji bakal ngubungin elo tiap tanggal lima belas. Sekarang jangan sedih, okay? Masa gue mau pergi, malah loe ngasi liat gue tangisan loe?" Sasuke menganggkat dagu Naruto membuat kedua bola mata pemuda itu beradu.
PLUK, PLUK-?-
Sasuke mencubit kedua pipi gempal Naruto. "Senyum, dobe! Senyum~ kayak gini nih." Sasuke memperagakan cara senyum yang benar yang membuat Naruto merona sesaat.
"Hah, senyum! YOSH!" Naruto menyemangati dirinya sendiri lalu tersenyum lebar seperti biasanya. Dia tak boleh lemah! Dia dan Sasuke pasti bisa menjalani ini semua! "Nah! Gitu dong!" Sasuke mengacak pelan rambut Naruto membuat yang diacak cengengesan gaje.
"Baik, Sasuke. Sudah waktunya." Fugaku menginterupsi acara perpisahan itu, lalu menyuruh Sasuke agar segera memasuki pesawat yang sebentar lagi akan berangkat.
"Okay, semua. Jaa, gue bakal rindu sama kalian." Sasuke tersenyum sebelum mulai melangkah menjauh dari sana sambil melambaikan tangan diiringi dengan teriakan 'Jaa' dari orang-orang yang mengantarnya ke bandara.
Tap Tap Tap
"TEMEEE" sebuah teriakan membuat Sasuke berbalik, Sasuke dapat melihat Naruto yang melambai ke arahnya sambil meneriakan kata,
"AISHITERU, SASUKE!"
Sasuke tersenyum tulus melihat Naruto yang masih saja melambai ke arahnya. Sasuke menaruh kedua tangannya di sisi bibirnya lalu berteriak dengan sama kencangnya dengan Naruto,
"AISHITERU, NARUTO!" lalu dia melambaikan tangannya pada Naruto.
Sasuke kembali berjalan menuju pesawat, dia menengadakan kepalanya membuat onyxnya bertemu dengan cerahnya langit di atas.
"Lima tahun lagi. Tunggu aku, Naruto."
.
.
.
TBC
Wuagh! Mantab~ menurut Hayui ini chap tergaje, tergaring, teraneh, and terhancur. Jujur Hayui gak PD waktu publish-nya DX
Gimana nih pendapat Minna-san? Hancur banget ya? Hayui ngetik ini dalam waktu dua hari, idenya mentok-mentok tapi hayui udah pingin banget update. Uagh~ pantes hancurrrr~ hiks T_T
Ow ia, berhubung kemarin ada yang minta no HP, sekarang Hayui tulis di sini aja deh. Bagi kalian yang mau temenan or calling2-?- hayui, bisa di nomor 085237781760, tapi jangan dikerjain lhooo~ ^^
Silahkan kalo mau curhat or sekedar permintaan pertemanan, request cerita juga boleh kok, tapi gak janji bisa bikinin hehe ^^a
Satu lagi, mohon maaf atas review yang belum bisa dibalas sekarang, Hayui ngetik ini buru-buru sih, balesannya bakal ada di chap depan. Thanks banget buat yang mau meripiu cerita gaje bin aneh ini, hayui makashiiii bangetttt~ sekedar info aja, chap depan udah bisa dipastiin ini fic bakal tamat, YEY~ XD
Okay akhir kata,
"REVIEW PLEASE, MINNA-SAN~"
