Memori yang telah kembali
Membuatku kembali mengingat kenangan masa lalu
Sekarang
Hanya takdir yang memutuskan
Kami bersama selamanya
Atau
Kami kembali dipisahkan...
SAYONARA MEMORIES
Rating : T
Pairing : 1896 — Hibari Kyouya X Chrome Dokuro
Genre : Hurt/Comfort, Romance, Tragedy, and Angst
Disclaimer :
Katekyo Hitman Reborn! © Amano Akira
Story © Skylark Nuvole Luche
Title © Supercell song
A/n : Konichiwa minna-san XD,kembali lagi dengan saya Rez *suara jangkrik*, Em di chapter ini dominan ama kisah masa lalu Chrome dan Hibari *ini bener bener nyimpang dr KHR asli, sumpah* n gimana Chrome bisa dapet luka di mata kirinya*sekali lagi, ini amat sangat nyimpang dr KHR asli* Makasih juga buat yang udah ngereview, padahal gak terlalu bagus *nangis nangis geje*, Oya, kata kata Chrome ada yg diadaptasi dari game Hack/G.U, kalo yg main pasti tau XD XD, nah ini dia lanjutannya~
-Rez-
WARNING : OOC, bahasa yang aneh, Miss type n' Chara death
Chrome hanya bisa diam membisu, ia masih bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya, mungkinkah Hibari-san itu Kyouya yang dulu adalah teman sepermainan, tapi, dulu Kyouya menghilang tanpa memberi kabar, Benarkah Hibari-san itu benar benar Kyouya, seorang Kyouya yang dulu pernah menjadi cinta pertamanya
—Chrome's Memories, 4 years ago—
Terdengar gelak tawa seorang anak dengan nada mengejek
"Hahahaha, lihat itu, dia yang dibuang orang tuanya, hahahaha, pasti orang tuanya tidak sayang padanya, Hahahaha" kata anak dengan topi coklat— menunjuk kearah Chrome, disusul dengan gelak tawa anak anak lainnya
Anak yang sedang ditertawakan hanya bisa meringkuk dan menangis
"Chi-chingau, aku tidak dibuang oleh orangtuaku, mereka hanya sedang ada urusan"
"Tetap saja namanya itu DI-BU-ANG, ahahahaha"
"Tidak, aku tidak dibu- aduh sakiit"
Chrome berteriak karena tak dapat menahan sakit ketika salah seorang anak menarik rambutnya, dan tanpa basa basi lagi, anak itu menyentak rambutnya, sehingga ia terjatuh. Chrome hanya bisa menangis, bukan karena sakit pada kepalanya, memang sakit sekali rasanya, tetapi yang lebih ia rasakan adalah sakit dihatinya, sakit karena yang menyakitinya itu, sahabatnya...
Dirinya sudah tidak tahan, rasa sakit —fisik maupun hatinya, hampir sedikit lagi mengalahkan batas kesadarannya, pingsan, ya pingsan, cuma pingsan yang akan menghampirinya bukan bantuan—pikirnya, yah, tak ada lagi yang mau menolongnya, semua sahabat, maksudnya 'mantan' sahabatnya, sudah tidak peduli dengannya, mereka hanya peduli dengan menjahilinya, tapi sepertinya, untuk saat ini, pendapatnya salah...
"Cih, Herbivore cuma bisa menyakiti yang lemah, kalau kalian merasa kuat, lawan aku, tak peduli kalian ingin satu-satu atau semuanya, kalian,kamikorosu" kata seorang anak berambut raven dengan tonfanya, ia menatap semua anak yang menyakiti Chrome, siapakah dia ? tentu saja dia Hibari, atau lebih dikenal oleh mereka sebagai Kyouya.
"Ka-kau, Kyouya ?" kata anak perempuan dengan rambut ponytail—menunjuk Hibari dengan tatapan takut.
"Hmph, bagus jika kau tahu namaku, akan lebih menyenangkan men-kamikorosu orang yang sudah kukenal" kata Hibari—mengeluarkan death glare ke semua anak disitu, serentak mereka kabur dengan tergesa gesa, setelah dirasa aman, ia membantu Chrome duduk, tapi karena mungkin dia telah menerima beberapa 'hadiah' dari anak anak itu dan sepertinya sudah melebihi batas, maka Chrome kesulitan duduk, dan Hibari hanya menyenderkan kepala Chrome di pundaknya
"Chrome, kau tak apa ?" katanya, terlihat di wajahnya dipenuhi rasa khawatir dan penyesalan, karena sepertinya ia 'agak' sadikit terlambat
"i-iya...terima...kasih, Kyou...ya"
"Sudahlah, jangan bicara dulu" kata Hibari dengan nada khawatir
Chrome hanya bisa mengangguk, ia menyenderkan kepalanya dibahu Hibari, rasa hangat ini, sepertinya dapat mengalahkan seluruh rasa sakitnya, ia ingin terus seperti ini, selalu...
"Nah, sebaiknya kita kembali dulu" katanya —menggendong Chrome, mereka berjalan ditengah mega langit telah berwarna lembayung
"Hangatnya..., pasti wajahku merah sekarang"pikir Chrome, dia terus menenggelamkan kepalanya di punggung Hibari, dia tak tahu ternyata punggung Hibari begitu lebar dan hangat, sebuah senyuman tersungging di wajahnya, ia makin menenggelamkan wajahnya, dan Hibari hanya bisa diam dan sedikit pasrah mungkin ? tapi yang jelas ia merasa senang, hal tersebut dapat dilihat dari wajahnya yang sekarang sedikit merona merah
—Sayonara Memories—
"A-aduh...perih, Kyouya..."
"Diamlah, ini kan hasil dari perbuatanmu sendiri"
"Tapi..."
"Sudahlah, kenapa sih, kau masih saja mau bersama dengan mereka ? padahal kau mungkin sudah tahu kalau mereka itu... Ah, sudahlah aku sudah bingung denganmu, coba apa alasanmu mau tetap bersama mereka itu apa? "
" Mungkin..."
"Hm...?"
"Mungkin karena aku masih menganggap, kalau semua orang itu tidak ada yang jahat"
"Kau bilang seperti ini tidak jahat, lihat, mereka telah menyakitimu, orang tuamu telah meninggalkanmu di sini" kata Hibari dengan nada sedikit marah
"Aku tahu..." Chrome sedikit sedih "Tapi mereka pasti punya alasan"
"Haaaaah... tapi masih ada aku kan ? aku akan melindungimu dari para herbivore itu" kata Hibari—mengusap belakang kepala yang tak gatal
"Hehe, terima kasih Kyouya, kau baik sekali" katanya dengan mengeluarkan wajah yang *uhuk* manis sekali sehingga membuat Hibari sekalipun merona merah dan memalingkan wajahnya
"Hm ? Kyouya ? kau kenapa ?" kata Chrome bingung, karena tiba tiba Hibari memalingkan wajahnya
"Ti-Tidak, aku tidak apa apa. Em, Chrome, aku ingin bertanya, benarkah namamu itu 'Chrome Dokuro'? tidak, bukannya tidak bagus, hanya saja sedikit... berbeda" kata Hibari, tetapi dapat diduga reaksi Chrome, diam
"Bila kau tak ingin kita membahasnya, kau bisa tak usah menjawabnya"
"Tidak, pasti kujawab, tapi suatu saat nanti"
"Janji ?"
"janji" Mereka berdua melingkarkan jari kelingking mereka satu sama lain
—Sayonara Memories—
"Chrome, aku mau keluar sebentar, ada urusan yang harus kulakukan"
"Kemana, Kyouya ? aku ikut ya ?"
"Tidak usah, aku bisa mengatasinya sendiri" katanya—beranjak meninggalkan Chrome di kamarnya,
"Ma-Matte Kyouya" katanya tiba tiba
"Hm ?" kata Hibari—menghentikan langkahnya
"Itterasai"
Hibari hanya tersenyum, dan kembali meneruskan langkahnya keluar, dan saat bayangannya sudah tidak terlihat, Chrome bangkit dan menyusulnya, ia telah memutuskan untuk mengikutinya diam diam.
Bukit Namimori, sebuah bukit yang berdiri dekat Namimori Elementary *maafkan author karena gak tau bahasa jepang SD apa, authornya masih payah T^T* dan Namimori-chuu, bukit yang indah dan sejuk, tentu saja, banyak anak anak yang bermain disana, tapi, saat ini hanya ada Hibari dan tujuh anak saja, dari pandangannya satu sama lain, sepertinya mereka sedang bersi-tegang, terlihat sekali 'percikan api'antara mereka, Chrome hanya bisa melihat dari jauh, jujur saja ia takut apabila terkena 'cipratan'nya
"Kenapa kalian menyakiti Chrome ?" kata Hibari membuka suara —nada marah, pandangannya dipenuhi death glare
"Hmph, hahaha, kau marah bila kami menyakiti Chrome ?" kata anak bertopi coklat—nada mengejek
"Oh tentu saja dia marah, dia kan suka pe-lin-dung-nya, hahahaha" disusul dengan anak perempuan ber-ponytail, tentu saja dengan nada mengejek
"Kisama" kata Hibari, matanya dipenuhi amarah dan ia pun mengeluarkan tonfanya "kamikorosu"
"Hmph, apakah kau kira kami takut ? majulah"
Suara tonfa Hibari dan tongkat kayu yang mereka bawa beradu, suara yang lumayan memekakkan telinga, tapi tetap saja mereka mengacuhkannya. Pada akhirnya tetap saja Hibari yang menang walau mereka ber-enam, tetap saja Hibari unggul, tunggu dulu, ber-enam ? dimana yang satu lagi, si anak berambut ponytail menghilang. Tanpa Hibari sadari semua orang yang telah dikalahkannya tersenyum, tersenyum licik. Mereka ber-enam bangkit dengan susah payah tentunya karena 'damage' yang diterima cukup besar. Tapi, mereka tiba tiba tertawa keras
"Hmph, kami akui kau kuat, sangat kuat, tapi bisakah kau bertahan setelah ini ? Sekarang lempar !"
Tanpa Hibari sadari, anak ber-ponytail melempar sebuah batu, memang bukan batu yang besar, tapi batu obsidian, batu yang tajam, tak sempat lagi Hibari menghindar, terus terang bisa saja batu itu membuat luka dilehernya. Tanpa Hibari sadari, ada sekelebat bayangan yang berdiri di depannya, tingginya hanya sedagunya.
"Crash !" darah yang keluar begitu banyak, dan orang didepan Hibari pun perlahan lahan jatuh, disusul dengan berlarinya semua anak, kecuali Hibari, ia hanya termangu, melihat orang didepannya jatuh, rambut ungunya tersibak angin, Hibari beranjak dan dengan cepat menahannya, dengan nada khawatir ia menyebutkan sebuah nama dengan keras
Chrome...
—Sayonara Memories—
Pip...
Pip...
Suara mesin pendeteksi jantung *namanya apa sih, authornya ga tau* bergema di ruangan Chrome, ya, setelah insiden itu, Kyouya berlari membawa Chrome ke rumahnya, selama ini memang Chrome tinggal dirumah Hibari untuk menemaninya, tetapi terkadang adakerabat dari mendiang orangtua Hibari yang ke sana sesekali, uang untuk kebutuhan hidup, telah dititipkan kepada tetangganya, dirumah Hibari langsung meminta tolong tetangganya untuk membantunya membawa Chrome kerumah sakit Nanimori ini, tetangganya sangat panik karena mata kiri Chrome penuh darah, mereka segera membawanya ke rumah sakit
Pip...
Pip...
Pip...
Tak ada gerakan Chrome, dia masih tak sadarkan diri, Eye-patch terpasang di mata kirinya, ya, insiden itu telah merenggut mata kiri Chrome. Hibari hanya memandanginya dengan mata sayu, dia masih menyalahkan dirinya, karena demi melindunginya, Chrome sampai mengorbankan mata kirinya, Hibari hanya bisa memegang erat tangan Chrome, disaat yang bersamaan, Chrome perlahan membuka matanya
"Chrome, kau sudah sadar !"
"Dimana...aku..."
"Kau dirumah sakit... setelah kejadian itu, kau kubawa kesini. Maafkan aku, karena aku...kau...kehilan...gan...mata...kirimu" kata Hibari—mulai menangis
"Hei" Chrome mengusap pipi Hibari dengan lembut "Hei, jangan menangis. Laki laki tidak boleh menangis, jadi, jangan kau menangis, semua laki laki tidak boleh menangis, paham?"
"Demo..."
Chrome hanya tersenyum, "Kyouya, tidurlah, kau belum tidur kan"
Hibari hanya diam, setelah itu ia memegang tangan Chrome dengan erat, lalu tertidur, Chrome tidak tahu, bahwa sentuhan ini, adalah sentuhan terakhir dari Hibari
—Sayonara Memories—
Chrome terbangun karena sinar matahari masuk melalui jendela kamarnya yang terbuka lebar yang menyilaukan matanya, ia melihat disamping tempat tidurnya, tak ada Hibari disana, ia berdiri lalu bertanya kepada suster yang ada di ruangannya
"Suster, dimana Kyou, ah maksudku dimana anak laki laki yang tidur disebelahku"
"Ah, anak laki laki itu, ia tadi pergi belum lama sebelum kau bangun"
"Begitu ? arigatou"
"Matte" suster itu menahan Chrome "Anak laki laki itu menitipkan sesuatu padaku" kata suster itu—menyerahkan sebuah surat
"Tegami ? arigatou suster" kata Chrome—menundukkan kepalanya
Chrome berjalan ke arah tempat tidurnya, perlahan lahan ia buka suratnya, ia baca dengan seksama, ia kaget, segera ia keluar dari ruangannya dengan terburu buru, suster yang menahannya sudah ia acuhkan, terbuka penuh surat itu ketika Chrome menaruhnya
Untuk : Chrome Dokuro
Chrome, sepertinya ini akan menjadi suratku yang terakhir, tapi bukan terakhir yang akan kau terima dariku, tapi terakhir untuk saat ini, kumohon jangan terlalu terkejut
Chrome terus berlari,tak peduli orang berpandangan aneh karena seorang anak kecil berlarian di tengah lorong dengan pakaian rumah sakit dan juga dengan wajah yang sedikit menangis. Kyouya... tunggu aku...
Bila kau tanya kenapa, alasanku untuk pergi sebenarnya bukan karenamu, dulu aku berkeputusan untuk tinggal sendiri karena aku tidak suka diperlakukan seperti anak kecil, walau memang pada kenyataannya aku masih seorang anak berumur 10 tahun
Hibari lagi lagi menengok kearah rumahnya, ya, rumah yang penuh kenangan antara ia dan Chrome, tak dapat dipungkiri lagi, ia akan merindukannya, bukan rumah atau teman temannya, ia hanya takut merindukan seorang Chrome
"Hn, Kyouya-kun ? Apa ada yang ketinggalan ?"
"A-ah ti-tidak, ayo kita lebih baik segera pergi"
"Kau yakin ingin meninggalkan Chrome-chan sendiri ?"
Aku tinggal jauh dari keluargaku, maksudku bukan ayah ibuku karena kau tahu ayah ibuku telah lama meninggal, aku tak ingin merepotkan paman-bibiku lagi, paman-bibiku telah khawatir sejak aku pergi, sekarang bibiku sakit, aku tak ingin dia banyak pikiran, sehingga
Chrome kembali berlari menangis, ia sadar, hanya ada satu tempat yang dapat mempertemukannya dengan Hibari, walau hanya sebentar, ia mau mengatakan yang sesungguhnya pada Hibari
Aku akan kembali ke rumah paman-bibiku, maaf, waktunya sangat tidak tepat karena aku pergi setelah insiden itu, aku takkan pernah memaafkan diriku, hanya karena aku, kau mengalami kejadian seperti itu, dan maaf, aku tak bisa melindungimu lagi, tapi
Ya kembali Hibari menatap rumahnya dan dengan wajah yang yakin-tapi-sedih ia mengatakan kepada orang disampingnya
"Ya aku yakin, walau mungkin ia akan marah atau merindukanku, tapi, aku tak mau membuat bibi kepikiran lagi"
"Demo, Kyouya-kun. Bisakah kau hanya mengucapkan selamat tinggal kepada Chrome-chan ?"
Hibari kembali tersenyum pahit, dan ia hanya menatap langit
"Tidak usah"
Kau jangan khawatir, perasaanku akan selalu bersamamu, aku akan terus mengingatmu, dan, em... kuminta satu padamu, jangan merindukanku, mungkin suatu saat kita akan bertemu lagi, entah berapa lama lagi, dan aku ingin mengakui
"Bruk"
Chrome jatuh, sudah berkali kali ia jatuh, tapi ia tak memperdulikan lagi keadaan dirinya, dia hanya ingin bertemu dengannya, bertemu dengan terakhir kalinya
Sebenarnya aku bertemu dengan anak anak itu untuk mencegah agar mereka tidak menganggumu lagi, karena memang aku takkan bisa melindungimu lagi... untuk saat ini...
Hibari segera naik ke mobil yang telah dipersiapkan, dan sekali lagi ia menengok kebelakang, tapi tetap saja sepi, tanpa sadar sebuah kristal air mata meleleh dari matanya, ya, ia pasti akan menyesal telah meninggalkannya, ia akhirnya menutup pintunya dan mesin mobil telah menyala
Dan dengan suratku ini, aku ingin meminta maaf karena tidak sanggup mengucapkannya sendiri, walau kau anggap aku pengecut atau apa, sejujurnya aku takkan bisa mengucapkan sendiri,karena terlalu sakit, apabila ku ucapkan secara langsung, jadi izinkan aku untuk mengatakan
"Hah...Hah..."
Akhirnya Chrome sampai dirumah Hibari, ia melihat sebuah mobil yang segera pergi, ia menghapus air matanya dan berteriak
"KYOUYAAA !"
Aku sepertinya menyukaimu... dan aku juga ingin mengucapkan
Sayonara...
P.S : rumahku telah kutitipkan kepada Pak Takezuchi, kau takkan kesepian karena Pak Takezuchi akan tinggal disana bersama anaknya
-Hibari Kyouya-
Hibari sadar ada yang memanggilnya, walau mobil telah berjalan, ia kembali menengok kebelakang dari kaca belakang, dan ia melihat Chrome, dengan sedikit kaget ia tersenyum padanya, ya, senyuman yang takkan pernah ia perlihatkan kepada orang lain, senyuman yang hanya untuk Chrome
—End of Chrome's Memories—
Chrome terdiam, semua memori yang lama hilang entah kenapa bisa kembali hanya dengan mendengar kata Kyouya, ia sebenarnya ingin menanyakan kepada Hibari apakah benar ia Kyouya yang ia kenal, tetapi untuknya sekarang ini bukan waktu yang tepat.
"Ahh... benarkah kau Kyouya...Hibari-san"katanya lirih, lalu menarik selimut untuk istirahat lagi
Tanpa Chrome sadari, ada siswa berambut raven yang berada disisi luar pintu, ia mengatakan dengan pelan
"Akhirnya kau mengingatnya" dan berlalulah siswa itu meninggalkan ruang kesehatan
—1 Minggu Kemudian—
Tidak ada yang aneh dengan Chrome hari ini, ia seperti biasa berjalan ditengah pohon sakura yang semua bunganya telah berguguran, tapi sepertinya ada yang sedikit berbeda dengannya, yup, wajah Chrome serius, itu karena ia akan menanyakan tentang masa lalunya kepada Hibari.
Di Gerbang Namimori-chuu kembali tidak ia temukan Hibari, dia menengok kearah jendela Discipline Commite, tetapi tidak ditemukan juga seorang Hibari. Akhirnya dengan perasaan kecewa, ia langsung menuju ke kelas 1-A
Karena kemarin Chrome tidak pulang bersama dengan teman temannya, semua temannya—Sawada Tsunayoshi, Yamamoto Takeshi dan Sasagawa Kyoko menanyakan keadaannya, tapi ia hanya tertawa kecil dan tidak mengatakan yang sebenarnya
Pulang sekolah ia memutuskan untuk pulang sendiri, ia mengucapkan kepada temannya kalau dia ada urusan, memang benar dia ada urusan, urusan yang cukup penting dengan Hibari
Ruang Discipline Commite, itulah satu satunya ruang yang dituju Chrome sekarang, dengan perasaan yang takut-tapi-pasti ia mengetuk pintunya
"Tok...Tok..."
"Siapa itu..." seseorang menjawab dari dalam dengan nada sedikit marah
"Chrome Dokuro, tolong Hibari-san, ada yang ingin aku tanyakan, penting"
Hening tak ada jawaban, akhirnya Chrome memilih untuk berinisiatif, membuka pintu Discipline Commite
"Ada apa kau kesini ?" kali ini Hibari menjawabnya tanpa mengeluarkan death glarenya, cukup aneh untuk seorang Hibari
"Em, Ano Hibari-san, sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan"
"Cepatlah herbivore, aku sedang sibuk"
"Em, Hibari-san, benarkah kau itu... Kyouya yang pernah kukenal ?"
Tidak ada jawaban dari Hibari
"Hibari-san..."
Tetap saja Hibari diam
"Em, Hibari-san, sepertinya aku salah, maaf" Chrome berbalik dan mulai berjalan meninggalkan Hibari
"Jadi izinkan aku untuk mengatakan"
Chrome diam dan sedikit kaget, ia berharap itu hanya dipikirannya
"Aku menyukaimu... dan aku juga ingin mengucapkan"
Chrome berbalik, itu kata kata terakhir di surat itu, dan kata kata itu keluar dari mulut Hibari
"Sayonara" Hibari mengakhiri bagian akhir surat yang diberikan kepada Chrome 4 tahun lalu
Chrome berkaca kaca, ia segera berlari kearah Hibari yang ternyata benar ia Kyouya, ia menenggelamkan kepalanya didada Hibari, dan menangis, akhirnya ia bertemu dengan Kyouya yang selama ini ia rindukan, Hibari mengangkat dagunya dan mengarahkan bibirnya tepat dibibir Chrome, Chrome kaget, tetapi ia juga senang.
"Hibari-san... jadi kau benar..."
"Ya, kau benar, selama ini aku mengawasimu, dan menunggu waktu yang tepat saat kau ingat kembali padaku"
"Hibari-san..."
"Panggil namaku..."
"Hm?"
"Panggil namaku Chrome, panggil dengan yang kau biasa panggil 4 tahun lalu"
"Kyouya..."
Mereka kembali berpelukan, ditemani dengan sinar mega langit yang sudah orange, dan mereka menyatakan perasaan mereka masing masing.
—Sayonara Memories—
A/n : Nama Hibari bakal diubah jd Kyouya mulai saat ini kalo lg ngomong ama Chrome
"Chrome kapan kau ulang tahun ?" Tanya Hibari tiba tiba
" Hn ? ada apa Kyouya ?"
"Tidak... Cuma ingin tahu"
"9 Desember"
"Berarti sebentar lagi"
Chrome hanya bingung, kenapa Kyouya bertanya tiba tiba disaat mereka sedang *uhuk* berkencan, ya, setelah kejadian di ruang Discipline Commite, Mereka telah memutuskan untuk berhubungan, dan sudah berjalan selama 1 musim, sekarang sudah memasuki musim dingin.
—8 Desember—
Chrome sedang membaca buku, tiba tiba Handphonenya berbunyi, terdapat nama Kyouya di layarnya
"Ada apa Kyouya ?"
"Chrome, besok kau ulang tahun kan?"
"Iya, memang kenapa Kyouya ?"
"Baiklah, besok kau temui aku jam 8 malam, di taman, ada sesuatu yang ingin aku berikan"
"Hehehe, kau ingin memberikanku kado Kyouya ? Kau masih baik seperti dulu"
"Po-po-pokoknya kau temui aku, oke"
Chrome menutup Handphonenya, dan tersenyum tersipu sipu
—9 Desember, Chrome's Birthday—
Chrome sudah bersiap siap untuk pergi ketaman, dress indigo dan mantel ungu, ia kembali menengok jam di Handphonenya, jam 19.50, ia segera berjalan menuju taman tempat ia dan Kyouya telah berjanji untuk bertemu
—Sayonara Memories—
"Hm sudah hampir jam 8, saatnya untuk aku pergi" Kyouya memakai mantelnya, dan pergi menuju taman tempat ia berjanji bertemu dengan Chrome dihari ulang tahunnya, segera ia berlari kearah taman.
Hanya dengan melewati 1 blok lagi, ia akan sampai di taman, dengan terburu buru dan tak hati hati ia menyebrangi, tapi terdengar suara klakson dari sebuah truk yang berjalan dengan cepat, tak ada waktu lagi untuk Kyouya menghindarinya, ia hanya tersenyum pahit menatapi langit dan mengucapkan sesuatu
CKIIIIIIIT ! BRAAAAK !
Sayonara, Chrome...
—To Be Continued—
A/n : yataa~ selesai XD XD, maaf kalo feelnya ga dapet, makasih yang udah review, semuanya minta dilanjutin, ini dia lanjutannya, belom abis loh, jd tunggu aja updatenya
Mind to review ?
