Sebuah kenyataan telah terlihat
kenyataan yang sama sekali tak ingin kami lihat
Ketika bayangannya telah menjauh
Ketika hempasan angin menerbangkan
Harapan untuk kami bersama
Inilah Kisah kami
Kisah yang akan terukir di setiap yang memperhatikan

SAYONARA MEMORIES

Rating : T

Pairing : 1896 — Hibari Kyouya X Chrome Dokuro

Genre : Hurt/Comfort, Romance, Tragedy, and Angst

Disclaimer :
Katekyo Hitman Reborn! © Amano Akira
Story © Skylark Nuvole Luche
Title © Supercell song

A/n : moshi moshi~ kembali bersama saya, author dame ini *nangis nangis geje*, akhirnya masuk SMA yang bagus juga~*mala curhat* Ehem... ini chapter terakhir Sayonara Memories n saya juga mau minta maaf kalo lama updatenya, em, itu 7 baris kalimat pertamanya rada lebay ya X( ,maap kalo ngga berkenan, tapi silahkan dinik, eh dibaca~
-Rez-

Warning : Seperti biasa OOC tingkat dewa, bahasa yang campur aduk, miss typo yg menghiasi, Angst yang amat sangat ga ngena *bagi author ngena banget*, n Chara Death !

Slight 8096 here !

Chrome menunggu Kyouya ditengah salju yang melembut sendirian ditaman, berkali kali ia menengok jam di handphonenya, sudah 10 menit ia menunggunya, entah firasat atau apa, ia mendapat suatu 'sensasi' yang mendadak, sensasi yang sama saat Kyouya akan meninggalkannya, Ia segera berlari menyusuri jalan sebelumnya, dengan wajah cemas dan takut

1 blok dari taman tempat mereka bertemu, Chrome melihat kerumunan orang orang yang sedang ber-desas desus, Dengan takut dan cemas, ia melihat ke arah tengah kerumunan orang orang itu, dan ia mendapati Kyouya sudah berlumuran darah segar

"Kyou...ya... Kyouyaaaa..." katanya histeris dan menyingkirkan orang yang menahan tubuh Kyouya. Ia menangis sejadi jadinya, ia memeluk tubuh Kyouya dan mengguncang guncangkannya
"Jangan tinggalkan aku Kyouya, jangan tinggalkan aku lagi"
Semua orang melihat kearah mereka dengan tatapan yang sendu, betapa tidak, ucapan Chrome yang membuat beberapa orang merasakan seperti hatinya disayat sembilu, cukup memilukan

"...me"
"Huh ? Kyouya-Kyouyaa?"
"Ch...rome..."
"Kyouya... Bertahanlah... Seseorang, tolong panggil ambulance, tolong"

Brak ! pintu depan ruangan unit gawat darurat terbuka, dengan cepat beberapa suster mendorong strecher Kyouya memasuki ruangan Unit Gawat Darurat, Chrome tidak diizinkan masuk oleh susternya, ia hanya bisa menundukkan kepala dan berdoa, berdoa agar Kyouya selamat, Yamamoto datang untuk menenangkannya

'Sudahlah, Chrome, ia pasti selamat" kata Yamamoto menyenderkan kepala Chrome ke dadanya dan mengelus kepalanya lembut
"Demo..., aku tak mau ditinggal dia lagi" kata Chrome dengan terus terisak
"Sudah Chrome, ia pasti selamat"
"Demo..."
"Lihat aku Chrome" kata Yamamoto—mengarahkan wajah Chrome ke wajahnya, "Hibari-san itu kuat, ia pasti selamat, yang sekarang kau harus lakukan bukan menangis dan terlihat lemah ! kau harus berdoa, dan terus percaya padanya, percaya bahwa ia akan kembali padamu"

"Sudahlah, memang tidak mudah, tapi kau harus tetap kuat" kata Yamamoto mengenggam erat tangan Chrome
Chrome menghapus air matanya "kau benar, Yamamoto, terima kasih, aku akan percaya Kyouya akan selamat"

1 jam telah berlalu, Yamamoto masih terus mengenggam tangan Chrome dengan erat, Chrome masih harap harap cemas, sudah lumayan lama untuk sekedar mengobati orang yang tertabrak. Lampu tanda ada operasi di ruang Unit Gawat darurat sudah dimatikan, Chrome berlari menuju pintu ruang Unit Gawat Darurat dan langsung 'melabrak' dokternya

"Dokter, bagaimana keadaan Kyouya ?"

"Dokter !"
"Hibari-sama mengalami benturan yang lumayan keras, mungkin apabila ia tidak bangun besok, akan terjadi kemungkinan terburuk"
"Bisa...bisakah aku lihat Kyouya dokter?"
"Sebaiknya tidak sekarang... Kita biarkan ia istirahat dulu" kata dokter itu—berlalu

Sayonara Memories—

Chrome kembali mengangkat tangan Kyouya, dan tetap saja jatuh, ya, keadaan Kyouya sekarang seperti koma, Chrome kembali mengangkat tangan Kyouya lagi, berharap tangan itu akan mengenggam tangannya dengan erat, Sebulir kristal air mata jatuh membasahi pelupuk mata Chrome, ia tak ingin ditinggalkan kembali oleh Kyouya, Yamamoto yang sejak tadi menemaninya, sudah terlelap.
"Kyouya kumohon, bangunlah..." Kata Chrome—mengelus pipinya sendiri dengan tangan Kyouya.
Kembali sebulir kristal air mata membasahi matanya juga tangan Kyouya, Ia kembali teringat memorinya 4 tahun lalu, ia tak ingin lagi ditinggalkan oleh orang yang dicintainya.
"Kyouya... Sukidesu..." Chrome mengecup lembut dahi Kyouya, sebelum ia tidur

Matahari pagi menyilaukan matanya, Chrome mengusap matanya, ia melihat Kyouya masih terbaring lemah, Chrome menyibak rambut di dahi Kyouya, Ia melihatnya dengan perasaan berat, Kyouya belum tersadar, padahal apabila ia tak sadar, bisa saja ini jadi yang terakhir untuk Kyouya

"Kyouya..."
Tak ada jawaban
"Kyouya... Kyouya..."
Lagi lagi tak ada jawaban
"ukh..." Chrome mulai menitikkan air matanya lagi, sepertinya ia tak sanggup menghadapi semua ini
"Kyouya... bangunlah... jangan tinggalkan aku"
Yang Chrome tak sadari, ada 2 buah mata yang mengawasinya, sepasang mata coklat

Sayonara Memories—

"Chrome, kau tak apa apa ?" Kata Yamamoto ketika mereka sedang keluar dari kamar Kyouya
"Ya... Aku tak apa" Chrome menjawab lirih
"Jangan bohong, jelas jelas wajahmu menunjukkan kebalikannya"

"Chrome..."
"Hm ?"
"Kau sangat menghawatirkan Hibari, sampai kau sendiri tak mengurus dirimu sendiri, lihat, matamu sayu, kau tidak mau makan dari kemarin, Jangan kau menyiksa dirimu sendiri Chrome"
"Aku tahu... Maaf membuatmu khawatir, Yamamoto. Oya, sebaiknya kau pulang saja, Pak Tsuyoshi sepertinya khawatir, aku baik baik saja kok"
"Chrome..."
"Aku baik baik saja Yamamoto, nah, kau pulanglah, aku akan kembali lagi ke kamar Kyouya"

Chrome berjalan meninggalkan Yamamoto terpaku dibelakangnya, Saat sosok Chrome sudah menghilang, Yamamoto mengepalkan tangannya keras keras
"Chrome... Sampai kapan kau menyiksa dirimu sendiri" Katanya dengan disertai sebuah air mata

Sayonara Memories—
*Chrome PoV*

Dug... *

Aku hanya bisa diam

Dug...
Dug...

Kyouya... Kyouya...

Dug...
Dug...
Dug...

Kau berjanji takkan meninggalkanku Kyouya

Dug...
Dug...
Dug...
Piiiiiiiiiiiiip-

Kyouyaaa !

*End of Chrome PoV*

"Kyouya... Kyouya... ukh..."
"Chrome tenanglah"
"Lepaskan aku Yamamoto, Kyouyaa"

Chrome memaksa melepaskan tangannya dari genggaman tangan Yamamoto, dan berlari menuju Kyouya, Kaca bening memperlihatkan tanda penunjuk jantung Kyouya sudah 0, Chrome hanya bisa melihat tubuh Kyouya yang diam

"Kyouya... inikah perpisahan yang kau inginkan..."
"Bangunlah... Bangun..."
"Kau selalu berjanji ingin selalu bersamaku kan ?"

Pip
Pip
Pip

Alat penunjuk jantung Kyouya kembali naik, Saturationnya kembali, Chrome menundukkan kepalanya, ia menangis sejadi jadinya
"Yokatta..."

Sayonara Memories—

"Kyouya, lagi lagi kau tidak meminum obatmu yah"
"Hm ? kau datang lebih pagi, Chrome ?"
"Yah begitulah, sekarang minum obatmu, Kyouya" Kata Chrome—menaruh sebuah keranjang buah di meja dekat ranjang Kyouya
"Apa kau tak apa? Wajahmu pucat, Chrome"
"Benarkah ? Mungkin karena sedikit kelelahan"
"Jangan paksakan dirimu, Chrome, Demi a..."
"Aku tak apa apa, Kyouya. Justru kau yang harusnya beristirahat"
"Hm..."
"Ada apa?" kata Chrome dengan muka kebingungan
"Tidak... Chrome, kau beristirahatlah, wajahmu makin pucat" kata Kyouya—mengusap kepala Chrome, Chrome hanya memejamkan matanya dan menikmati setiap sentuhan Kyouya dikepalanya
"Baiklah, Kyouya. Aku pulang dulu, jangan lupa minum obatmu, Kyouya..." Katanya—beranjak pergi

Kyouya hanya membalasnya dengan senyuman, saat bayangan Chrome sudah menghilang, Kyouya tiba tiba berubah air mukanya menjadi serius dan sedih,

Sepertinya hampir waktunya...

Sayonara Memories—
~*~Chrome's PoV~*~

Ini sudah hari ke 36 Kyouya menjalani rehabilitasi, aku tak menyangka telah menemaninya selama itu, walau Yamamoto telah melarangku untuk selalu kesini setiap hari. Aku tahu ia sebenarnya menghawatirkan keadaanku, tapi aku tak perduli, aku harus selalu disamping Kyouya.

Kyouya selalu melakukan yang terbaik saat rehabilitasinya, tak mungkin aku berdiam diri sedangkan jelas jelas Kyouya berusaha keras, walau dia sering memarahiku karena aku terlalu memaksakan diri menemaninya, yang padahal menurutku itu wajar wajar saja karena itu menunjukkan rasa sayangku kepadanya

Tak terasa sudah 2 bulan aku menemaninya rehabilitasi, dan juga tak terasa sedikit lagi sudah memasuki musim panas, musim dimana aku dan Kyouya berkomitmen untuk bersama

~*~End of Chrome's PoV~*~

"Chrome, Chrome"

"Chrome"
"Hah ? ada apa Yamamoto ?"
"Mengapa kau tiba tiba bengong sendiri ? memikirkan Hibari-san lagi ?"
"E-Eh... Ti-tidak kok, aku hanya sedang memikirkan sesuatu"
"Apa ?"
"Rahasia...Hehe"

Mereka berdua— Chrome dan Yamamoto, sedang mengobrol berdua dibawah pohon sakura yang berada di Namimori-chuu, siapapun yang melihat, pasti akan berasumsi bahwa mereka menjalin hubungan, walau nyatanya Kyouya lah yang menjadi kekasih Chrome, karena hanya beberapa orang saja yang tahu, mungkin disebabkan sikap anti-sosialnya Kyouya

"Chrome, ini andaikata ya, gimana kalau aku akan pindah ke kota lain ?"
"Hm... mungkin aku akan kesepian ya, karena aku kan sudah bersamamu kurang lebih 5 tahun"
"Tapi, kalau aku pindah, kau mau mengabulkan 1 permintaanku ?"
"Gimana ya ?"
"Hm?"
"Mungkin... haha, tapi kau takkan meninggalkanku disaat seperti ini bukan?"
"Siapa tahu ?"

Chrome memandang aneh saat melihat raut wajah Yamamoto, tapi tiba tiba suara yang familiar mendekati mereka, suara Pak Tsuyoshi

"Takeshi, sudah kau putuskan bagaimana keputusan akhirmu ?"
Yamamoto hanya diam dan menunduk, Chrome memasang wajah kaget
"A-apa maksudnya Pak Tsuyoshi ?" kata Chrome—berdiri
"Tidakkah Takeshi memberi tahumu ?"
"Memberi tahu apa ?"
"Kami ak..."
"Cukup oyajii !" kata Yamamoto tiba tiba
"Biar aku yang menjelaskannya sendiri, oyajii pulanglah"
"Baiklah, tapi pastikan kau sudah mendapatkan jawabannya besok, karena lusa kita akan langsung pindah"

Hening, tak ada ucapan dari kedua orang itu, tiba tiba Chrome membuka suara lebih dahulu

"Benarkah yang diucapkan ayahmu ?"

"Kumohon, jawab aku, jujurlah"
"Maaf"

Kembali hening, Chrome hanya menarik nafas panjang

"Baiklah, aku akan mengabulkan permintaanmu sebelum pindah, nah, apa permintaanmu ?"
"Sungguh kau akan mengabulkannya ?"
"Siapa tahu ?"

Yamamoto berdiri dan membelakangi Chrome, hembusan angin menerpa mereka berdua, Yamamoto berbalik dan mengucapkan sesuatu dengan wajah serius

"Maukah... kau ikut denganku pindah ?"
"A- Apa maksudmu ?"
"Ya, aku ingin kau menemaniku pindah"
"Aku..."
"Kumohon..."
"A-aku tidak bisa, Aku tidak ingin meninggalkan Kyouya"
"Kau, demi Hibari, melakukan segala hal untuknya, bahkan kau sampai mengorbankan mata kananmu!"

Chrome hanya diam, Yamamoto menarik nafas panjang untuk meredakan emosinya

"Kau tidak mengerti, Yamamoto"
"Mengerti apa ? aku sudah mengetahui semuanya, tentangmu dan Hibari"

Chrome berbalik, Semilir angin kembali menerpa mereka berdua

"Ada satu hal yang belum pernah aku ceritakan padamu, bahkan Kyouya pun tidak tahu itu"
"Apa itu ?"

Chrome berbalik, entah kenapa wajahnya menyiratkan kesedihan

"Yamamoto, kau tahu, berapa berharganya memori kita ?"
"Kenapa kau tiba tiba berkata seperti itu ?"
"Jawablah..."
"Sangat berharga tentunya, memangnya kenapa?"
"Kau ingat 3 tahun lalu, aku menemukan buku harian ibuku ?"
"Ya"
"Aku mengetahui rahasia yang disimpan ibuku, dan alasan mengapa orang tuaku meninggalkanku"

"Orangtuaku sebenarnya..."

Yamamoto terbelalak, ia menatap Chrome—yang wajahnya makin sayu dan seperti akan mengeluarkan air mata, Chrome terus mengungkapkan kata kata ke Yamamoto yang hanya diam"

Maaf, aku meminta hal bodoh kepadamu, aku tidak tahu kalau kau itu..." kata Yamamoto—beranjak dan memeluk Chrome
"Sudahlah tak apa, nah, Yamamoto, pindahlah, aku tidak apa apa"
"Kau yakin ?"
"Ya, karena Kyouya selalu bersamaku"
"Baiklah"

Yamamoto melepaskan pelukannya kepada Chrome dan menatap wajah teman sepermainannya itu, lalu beranjak pergi, di depan gerbang sekolah, ia berhenti

"Kau tahu, sepertinya Hibari beruntung memilikimu, jujur saja aku iri, nah, Chrome. Sayonara, watashi kimi no koto zutto, sukideshita**

Chrome menatap kepergian teman sepermainannya itu, dengan senyuman dan air mata, Ia telah memilih untuk bersama Kyouya apapun yang terjadi

Christmas eve—

~*~Chrome PoV~*~

Kyouya sudah tidak menjalani rehabilitasi lagi, sepertinya ia jenuh berada di tempat yang terkekang itu, walau sudah kuperingatkan untuk rehabilitasi lagi, ia menolak. Kalau boleh jujur, aku senang, dia lebih banyak menghabiskan waktu bersamaku, sebelum natal, kami putuskan untuk melihat sunrise pertama dihari natal

End of Chrome's PoV—
— 22.00 —

"Kyouya tunggu aku"
"Hm..." kata Kyouya—menghentikan langkahnya
"Kau jalan cepat sekali"
"Kau lelah, Chrome ?"
"Tak apa, aku hanya susah mengikuti langkahmu"

Mereka terus berjalan, 10 menit kemudian, sampailah mereka diatas bukit

"Kyouya, kau yakin tak apa ? ini cukup dingin"
"Justru aku yang seharusnya bertanya padamu"
"Ini selimutnya, tapi aku hanya membawa satu, kita pakai berdua"
"Bila kau masih kedinginan, aku tidak perlu memakainya"
"Tidak, kau membuatnya makin hangat Kyouya"

Hibari menatap lekat lekat gadis disebelahnya, tiba tiba ia mengarahkan bibirnya ke bibir si gadis, Chrome hanya diam dan sedikit kaget dengan apa yang skylark-nya lakukan

"Bagaimana ? sudah hangat"
"Hehe, terima kasih, Kyouya. Kau masih baik seperti dulu" kata Chrome —menyandarkan bahunya ke bahu Kyouya
"Sekarang tidurlah"

Chrome menutup kelopak matanya, dan terlelap. Kyouya hanya melihatnya dengan tatapan sedih, sebutir kristal air mata jatuh

"Maaf, demi aku, kau rela mengorbankan segalanya, padahal, aku tak bisa menemanimu lebih jauh, maaf"

Tiba tiba nafas Kyouya semakin berat, ia mulai pusing, ia mengambil selembar kertas dari saku jaketnya dan menyelipkannya ke saku Chrome, tiba tiba rasa kantuk menyerangnya dan ia hanya mengikuti rasa kantuk itu, sebelum menutup mata, ia mencium dahi Chrome dan berucap

Merry Christmas

Sayonara Memories—

05.00—

"Kyouya masih tidur,eh ?"

Chrome menatap depan, matahari mengintip dan perlahan lahan bangkit menerjang gelapnya malam

"Kyouya, lihat. Indah ya"

Chrome menengok ke sebelahnya, ke wajah skylark-nya

"Manis sekali wajahnya saat sedang tidur"kata Chrome—menyentuh wajah Kyouya
"Di...dingin. Kyouya...Kyouya...KYOUYA !"

Chrome mengguncang guncangkan tubuh Kyouya, tapi sia sia. Semua air matanya tumpah seketika ketika mengetahui bahwa skylark-nya telah meninggalkan dia, untuk selamanya...

Kimi to ga yokatta hoka no dare mo demo nai
Demo mezameta asa kimi wa inain da ne
I'm glad to have been with you, not anyone else
But on the morning when I wake up, you're not there

Epilogue—

Disebuah gedung yang sepertinya sudah terbengkalai, Chrome menatap langit, ia menemukan sebuah surat yang bertulisan tulisan tangan Kyouya, selama ini ia belum siap untuk membukanya, tetapi lain hari ini, ia telah siap untuk membukanya.

Ia membuka surat itu dan membacanya dengan seksama

Chrome, ketika kau menerima suratku ini, dapat dipastikan aku tak ada lagi disampingmu

Kau tahu ? aku menghentikan rehabilitasiku karena aku tahu itu sia sia

Aku lebih memilih menghabiskan sisa waktuku bersamamu, ketimbang ditempat itu

Sekarang kuminta Chrome

Tersenyumlah !

Jangan pernah kau menangisiku lagi

Karena aku tahu, aku takkan bisa membalas semua air mata yang kau keluarkan untukku

Aku hanya sedikit halaman dalam buku kehidupanmu

Aku hanya halaman yang berisikan penderitaan bagimu

Sampai terakhir, aku tak pernah membuatmu bahagia

Bahkan untuk menemanimu saja aku tak bisa

Sekarang bangkitlah

Tunjukkan pada dunia, bahwa kematian tak mengakhiri kisah cintamu

Walau tidak bersamaku

Aishitekurete, Arigatou***

Ikiru koto wa, subarashi datte****

Inochiokurete, Hountoni... Arigatou*****

Chrome mengakhiri membaca surat itu, dan menghapus air matanya yang sedaritadi sudah membasahi matanya, Ia mendongak kearah langit dan tersenyum lirih

Sayonara, Kyouya. Maaf aku tak bisa mengingatmu lagi

Perlahan lahan tubuh Chrome jatuh, disusul oleh angin yang menerbangkan surat itu

Mereka tidak meninggalkanku, sebenarnya mereka tewas dalam insiden, aku tak bisa menerima kematian seseorang dan pasti akan kehilangan seluruh memoriku tentang mereka
—Owari—

Kamus dan penjelasan

* : itu Rez baca dari komik kedokteran, itu sfx pas lagi pijat jantung
** : Aku selalu mencintaimu
*** : Thank you for loving me
**** : That living is wonderfull
***** : This gift of live you gave me, Thank you so much

A/n : Hiks... akhirnya Sayonara Memories selesai juga, makasih yang udah ngikutin maupun membacanya... Oia itu beberapa katanya ada ngambil dari anime Angel Beats, em, yang ada potongan lagu, itu lagu Ichiban no Takaramono versi Lisa, download yaaaa, yang versi Karuta juga, dijamin keren. naaaah

Makasih selama ini...

~ Rez ~