Sebelumnya terima kasih untuk Via-princezz, Ayhank -chan UchihArlinz, Kazuma B'tomat, dan Kikyo Fujikazu yang sudah mereview fic saya..

Sebenarnya saya ingin mengupdate chap kedua kurang lebih 3 hari lagi, tapi akhirnya saya percepat karena saya ingin membalas review dari Kazuma B'tomat-san (pgn bls via PM tapi ga login)..

Untuk Kazuma-san: begini, kalau memang merasa fic saya mirip dengan cerita yang kamu maksud, tlg beritahu saya siapa author yang membuatnya, biar saya cari dan saya baca ficnya..

Dan kalau menurut pendapat saya mirip disini bukan dari segi cerita tapi tema (sama seperti yang dibilang Kikyo-san), karena ada beberapa fic lain yg saya baca memiliki tema yang sama namun dengan alur cerita versi masing2 author (tdk bisa disamakan dengan menjiplak).

Seperti fic saya ini, hamil diluar nikah, menikah, disiksa..

Beberapa fic yg saya baca sama temanya dengan yg saya sebutkan diatas, sama juga dengan fic yg bertema anak2 remaja sekolah, permusuhan lalu jatuh cinta..

Tapi kalau memang Kazumo-san ttp menganggap saya menyamakan fic tersebut, saya akan PM author yang bersangkutan untuk mengklarifikasi..

Maaf kalau balasan saya agak tegas, Saya mencoba untuk bertanggung jawab dengan semua fic yang saya buat..

Jujur saya agak kaget baca review dari kamu (tapi saya tidak beranggapan ini flame..), karena fic ini saya buat dadakan saat mengisi waktu luang dikantor..

Sekali lagi terima kasih untuk reviewnya.. (big smile)

Via-princezz: oke, terima kasih ya untuk reviewnya.. ^^

Ayhank-chan UchihArlinz: iya maaf ya, saya juga ga tega sebenarnya.. hhehe, terima kasih reviewnya ya..^^

Kikyo Fujikazu: iya maaf Kikyo-san soalnya saya bikinnya dadakan, iya nanti ada yang meninggal, saya juga belum tahu siapa, apa Sasuke, Sakura atau malah dua-duanya..#Plaak.. hehe

terima kasih untuk reviewnya.. ^^

ok, langsung aja ya..

Pairing, Genre, Warning dll sudah saya jelaskan di chap pertama (readers: bilang aja males nulis).. #nyengir + garuk-garuk kepala

.

.

.

28 March

Pagi hari

Sasuke terlihat menggeliat di kasurnya dia mengerjap-ngerjapkan mata dan langsung lari kekamar mandi karena tiba-tiba perutnya terasa panas.

Setelah memuntahkan seluruh isi perutnya dengan malas-malasan ia pun mandi untuk siap-siap berangkat kekantor.

25 menit setelah mandi dan ganti baju ia diam sejenak, melihat ke sekeliling kamarnya tak ada tanda-tanda Sakura tidur disini atau baru membereskan tempat tidurnya, ia baru sadar bahwa dikamar ini ia sendirian, ia ingat kalau semalam ia mengunci pintu kamar dari dalam. Ia tak perduli, segera saja ia turun ke lantai bawah untuk sarapan.

Sakura masih bergelung manis di sofa ruang tamu, wajar saja kalau jam setengah tujuh ia masih tidur karena semalam ia tidur tengah malam apalagi kondisinya sedang hamil, membuatnya jadi gampang kelelahan.

Sasuke turun, dilihatnya Sakura masih tidur disofa ia pun pergi kemeja makan, namun alangkah kagetnya setelah melihat meja makan masih dalam keadaan kosong, dengan emosi ia melangkahkan kakinya menuju dapur.

BYUUR..

Sasuke menyiram segelas air dingin ke wajah Sakura membuat Sakura langsung bangun dengan raut wajah kaget dan panik.

Sasuke menyeringai, "Jangan enak-enakan tidur, bangun !" katanya sambil menarik kasar lengan Sakura.

"Sa..Sasuke-sama maaf, aku kesiangan ta..tapi tolong lepaskan.." Sakura merintih, pening sangat terasa dikepalanya.

Bukannya melepaskan Sasuke malah makin erat mencengkram lengan Sakura dan menjatuhkannya dilantai dapur, Sakura hanya bisa menangis sambil memegangi lengannya yang terasa sakit.

"Dasar cengeng, aku jadi tak berselera untuk makan." ujar Sasuke yang langsung pergi keluar setelah terdengar suara bantingan pintu.

"Hikz.. kak.." tangis Sakura.

"kak.." lanjutnya dengan sedikit raungan yang ditahan.

Kring.. Kring..

Telepon berbunyi, Sakura bangun dan langsung mengangkat telepon.

"Selamat pagi, kediaman keluarga Uchiha disini.."

"Sakura.. suara mu kenapa terdengar parau seperti itu?" ternyata yang menelepon adalah Kakashi

Dengan cepat Sakura mencoba untuk membuat suaranya terdengar normal.

"ti..tidak kak, aku hanya baru bangun tidur.." Sakura berbohong.

"kau tidak berbohong pada ku kan?" tanya Kakashi.

"tidak kak, oh iya apa kabar kak? aku rindu sekali padamu.." ujar nya sambil berusaha untuk menahan isak tangis.

"kabar ku baik, sekarang aku sedang berada di Suna, maaf lupa memberitahumu karena kemarin aku pergi dadakan.."

"oh, ya sudah tak apa, tapi nanti kalau sudah pulang kabari aku ya.." Sakura makin sedih saat tahu sang kakak sedang bertugas, ia merasa sendirian.

"iya tenang saja, kau jaga diri baik-baik disana kalau ada apa-apa cepat kabari aku, apa lagi kalau Uchiha itu berbuat macam-macam padamu, mengerti?"

"i..iya kak, lagi pula kau tenang saja dia tak pernah macam-macam padaku.." lagi-lagi Sakura berbohong.

"ya sudah aku mau melanjutkan bertugas."

"kak.."

"ya.."

"tak bisa menelepon ku lebih lama?" pinta Sakura dengan suara memelas.

"aku sedang bertugas, lagi pula ada apa denganmu tiba-tiba menjadi manja seperti ini, eh.." ujar Kakashi

"tidak, aku hanya ingin lebih lama mengobrol denganmu.." kata Sakura sambil sesekali menjauhkan telepon saat dia terisak.

"bersabarlah, aku akan pulang secepatnya, oke.."

"iya.." Sakura mencoba menghela nafas pelan karena tangisannya sudah membuat ia merasa kehilangan oksigen karena ditahan.

"kau cepat mandi, bau mu tercium sampai sini.."

"huhft.."

Kakashi tertawa kecil, ia sangat tahu pasti Sakura sekarang sedang mengkrucutkan bibirnya, sedangkan Sakura tersenyum kecil.

"aku sayang padamu, bye.."

"aku juga kak, sangat.. hati-hati disana.." ujarnya dengan sedikit tak rela untuk memutuskan saluran telepon.

Sakura merosot duduk di samping meja telepon sambil memeluk gagang telepon, isak tangisnya mulai terdengar..

"kak..hikz..kak..aku rindu..hikz.."

.

.

Siang hari

Karena seluruh bahan makanan sudah habis Sakura memutuskan untuk pergi ke supermarket.

Ia pergi menggunakan angkutan umum karena Sasuke memang tak memberi fasilitas padanya, walaupun begitu Sakura masih bersyukur karena Sasuke masih memberinya uang belanja.

Tak lama ia sampai didepan supermarket tersebut dan masuk kedalam.

.

Jam istirahat makan siang Sasuke memutuskan untuk memenuhi undangan makan siang dari mantan kekasihnya waktu kuliah, Karin.

Mereka pun memilih tempat makan siang cepat saji yang berada di sebelah supermarket tempat Sakura belanja.

"Setelah menikah kau makin tampan saja Sasuke-kun.." ujar Karin sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Jangan menggodaku, aku tak menyukainya.." jawabnya sedikit ketus.

"kalau begitu cepat ceraikan dia dengan begitu kita bisa kembali bersama." Karin mulai mendekat dan menggelayut manja di lengan Sasuke.

"bersabarlah.." jawab Sasuke sambil memegang dagu Karin.

.

Sakura terlihat keluar dari supermarket sambil menenteng 3 buah plastik besar belanjaan.

"Ramai sekali." ujarnya tersenyum, dia pun berjalan menuju keluar.

Ia sudah sampai didepan supermarket dan sekarang sedang menunggu angkutan umum yang lewat.

Saat sedang melihat-lihat disekeliling, ia terperangah kaget saat melihat sosok seseorang yang ia kenal sedang berada di tempat parkir restorant cepat saji sebelah supermarket.

Ia mengerjap ngerjapkan matanya pelan, sepertinya ia tak salah lihat.

Matanya mulai terasa panas, hatinya sakit.

Siapa yang tak sakit melihat suami sendiri sedang berciuman dengan perempuan lain di tempat umum.

Posisi mereka memang tak bisa dibilang dekat namun karena diantara mereka tak ada yang menghalangi jadi itu cukup dan sangat jelas terlihat oleh Sakura.

Merasa ada yang memperhatikan Sasuke menggerakan bola matanya tanpa melepaskan ciumannya pada Karin, ia kaget saat Sakura berada agak jauh didepannya sedang menatapnya dengan tatapan sakit hati.

Sedangkan Karin, tentu saja ia tak tahu karena posisi Karin membelakangi Sakura.

Sasuke menyeringai, ia memejamkan mata dan melanjutkan ciumannya sedangkan Sakura segera lari sambil terisak-isak.

-28March-

Jam 11 malam Sasuke menggedor gedor pintu, kali ini ia sedang tidak mabuk.

Sakura segera menghampirinya.

"Okaeri Sasuke-sama." Sapanya tersenyum, Sasuke mendelik, ia melihat mata Sakura yang bengkak.

"Kau menangis?" tanya nya sambil memegang dagu Sakura.

"Ti..tidak Sasuke-sama." ucap Sakura berbohong.

"Bohong!" bentak Sasuke sambil melepas kasar dagu Sakura, Sakura terhuyung kebelakang dan jatuh terduduk.

"Kenapa kau menangis hah?" tanyanya.

"Ti..tidak.." belum sempat Sakura bicara Sasuke sudah menggamparnya.

"Kau cemburu melihatku tadi siang kan?" Sasuke berjongkok didepan Sakura seringai terlihat dari wajahnya.

Sakura tak menjawab, ia tak berani menatap Sasuke, ia mulai menangis lagi.

"Kau tak berhak cemburu, siapa kau, hah!" bentak Sasuke sambil menjambak poni Sakura.

Sakura meringis kesakitan, "A..ampun Sasuke-sama."

"Ampun katamu, enak saja." jambakan semakin kuat dirasakan Sakura.

"Hikz.."

"Jangan menangis.." bentak Sasuke.

"Hikz.."

PLAAK..

"Ku bilang jangan menangis!" Sasuke menampar Sakura, Sakura pun akhirnya berusaha menghentikan tangisannya.

"Cih!" Sasuke lalu melepaskan jambakannya dan pergi sambil mengumpati Sakura.

Sakura hanya bisa memeluk lutut.. "aku tak kuat..hikz..aku benar-benar tak kuat.." raungnya tertahan.

"Kakak..hikz.."

TBC

Sekali lagi terima kasih untuk yang sudah membaca ya, saya sudah berusaha sebaik mungkin tapi kalau -masih- jelek maaf ya, saya hanya author amatiran.. #bungkuk-bungkuk.. ^^

Maaf juga kalau saya buat lebih pendek, soalnya ga ada persiapan bikinnya.. #digampar berjamaah..

R

E
V
I
E
W